Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Pendidikan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Pendidikan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Parosil Sebut Program 5 Aksi PM dan 4 Komitmen PM Fondasi Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan di Lambar

 


Lampung Barat, (gerakmedia.com) --Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi menetapkan Program Peningkatan Mutu (PM) Pendidikan yang terintegrasi melalui 5 Aksi PM dan 4 Komitmen PM.


Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Disdikbud Kabupaten Lampung Barat Nomor 800/214 L01/2026 ditandatangani Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri.


Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, program 5 aksi PM dan 4 Komitmen tersebut selain sebagai pedoman pelaksanaan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan, juga merupakan fondasi untuk ningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan sekolah, khususnya Lampung Barat. 


"Program ini salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lampung Barat sesuai dengan visi dan misi saya bersama pak Mad Hasnurin (wakil bupati)," kata kepala daerah dua periode tersebut, Kamis 29 Januari 2026. 


Dengan ditetapkannya program 5 aksi PM dan 4 komitmen PM ini, Pakcik sapaan akrabnya bagi Parosil Mabsus berharap, dapat membentuk siswa yang unggul, berdaya saing dan berkarakter baik. 


Parosil Mabsus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat di bawah kepemimpinan dirinya bersama wakil Bupati Mad Hasnurin akan terus berupaya memperioritaskan mutu pendidikan, karena pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang sangat cepat. 


Sementara kepala Disdikbud Kabupaten Lampung Barat Tati Sulastri menjelaskan, Surat Edaran tersebut dimaksudkan sebagai acuan resmi sekaligus komitmen kolektif dalam membangun budaya mutu pendidikan di seluruh jenjang pendidikan di Lampung Barat.


"Dalam surat edaran itu, ruang lingkup pengaturan meliputi penerapan 5 Aksi Peningkatan Mutu Pendidikan, pelaksanaan 4 Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan, serta penandatanganan dan pelaksanaan fakta integritas oleh kepala satuan pendidikan. Lima aksi tersebut meliputi Penampilan, yang menekankan pembentukan budaya sikap, etika, kedisiplinan, dan keteladanan seluruh warga sekolah," ujarnya. 


Selanjutnya Profesionalisme, yang berfokus pada peningkatan kompetensi, integritas, serta kinerja pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.


Aksi berikutnya adalah Pelayanan, yakni penyediaan layanan pendidikan yang ramah, adil, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Selain itu, terdapat aksi Prestasi yang diarahkan pada pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik secara berkelanjutan sesuai minat dan bakat.


Kemudian aksi Publikasi menekankan pentingnya pendokumentasian, diseminasi, serta keterbukaan informasi terhadap praktik baik dan capaian pendidikan yang telah diraih sekolah.


Dalam pelaksanaannya, kelima aksi tersebut harus dijalankan secara terpadu dengan 4 Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan, yaitu Ramah Anak, Ramah Lingkungan, Ramah Budaya, dan Ramah Bencana.


Komitmen Ramah Anak bertujuan menjamin perlindungan, keselamatan, serta pemenuhan hak anak di lingkungan sekolah, sedangkan Ramah Lingkungan menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Ramah Budaya diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal, kearifan lokal, dan jati diri daerah, serta Ramah Bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di satuan pendidikan.


Tati juga menegaskan, setiap kepala satuan pendidikan wajib menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen moral dan profesional dalam menjalankan 5 Aksi dan 4 Komitmen PM.


Selain itu, satuan pendidikan diwajibkan menyusun dan melaksanakan Program Prioritas dan Tindak Kerja (PPTK) serta mengintegrasikan Program PM ke dalam RKAS, termasuk pemanfaatan Dana BOS secara transparan dan akuntabel.


Ke depan pihaknya akan melakukan pembinaan, pemantauan, dan evaluasi secara berkala untuk memastikan seluruh ketentuan dalam surat edaran tersebut dilaksanakan secara konsisten dan bertanggung jawab.

340 Guru Dan Kepala Sekolah Ikuti Seminar, Bupati Parosil Perkuat Kolaborasi Dengan FKIP Unila



Lampung Barat, (gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas di bidang pendidikan. Salah satunya melalui Seminar Nasional Pendidikan bertajuk "Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan" yang digelar di Lamban Gedung Pancasila, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, pada Sabtu (4/7/2026).


Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat dengan Magister Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Lampung (Unila) itu diikuti sebanyak 340 peserta, terdiri dari guru, kepala sekolah, dosen, serta insan pendidikan lainnya.


Sebanyak 257 peserta hadir langsung, sementara 83 peserta mengikuti secara daring.


Seminar tersebut dihadiri langsung Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Lampung Barat, Wakil Dekan I FKIP Unila Dr. Riswandi, M.Pd., Koordinator Prodi Magister Administrasi Pendidikan Dr. Handoko, S.T., M.Pd., jajaran perangkat daerah, kepala sekolah dan guru dari 15 Kecamatan yng ada di Lampung Barat, dosen, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.


Dalam sambutannya, Bupati Parosil Mabsus mengapresiasi FKIP Universitas Lampung yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyelenggarakan seminar nasional tersebut.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam mencetak pemimpin-pemimpin pendidikan yang berkualitas.



"Seminar seperti ini bukan hanya menjadi tempat berbagi ilmu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempersiapkan kepala sekolah dan guru yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki integritas dalam memajukan dunia pendidikan," ujar Parosil.


Parosil juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan.


Hal itu dibuktikan dengan alokasi anggaran pendidikan yang mencapai sekitar 36 persen dari APBD Lampung Barat.


Anggaran tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, seperti pemberian beasiswa bagi peserta didik hingga penyediaan seragam sekolah gratis.


Menurutnya, program-program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Ia berharap seminar tersebut mampu melahirkan kepala sekolah yang visioner dan guru-guru yang terus meningkatkan kompetensi sehingga siap menjadi pemimpin pendidikan di masa mendatang.


Sementara itu, Wakil Dekan I FKIP Universitas Lampung, Dr. Riswandi, M.Pd., mengatakan bahwa pemimpin masa depan tidak hadir begitu saja, melainkan dibentuk melalui pendidikan karakter yang dimulai dari keluarga dan diperkuat di sekolah.


"Pemimpin masa depan tidak lahir dengan kebetulan, tetapi dibentuk melalui karakter. Pembentukan karakter yang utama berasal dari keluarga, kemudian diperkuat melalui pembelajaran di sekolah dan di kelas.


Guru-gurulah yang sesungguhnya menyusun cetak biru lahirnya para pemimpin masa depan," kata Dr. Riswandi.


Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan jiwa kepemimpinan.


Seminar itu menghadirkan narasumber Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., Dr. Atik Rusdiani, M.Pd.I., dan Dr. Siti Rahma Sari, M.Pd., dengan moderator Dr. Ujang Efendi, M.Pd.I.


Berbagai materi yang disampaikan membahas penguatan kepemimpinan pendidikan, inovasi pembelajaran, hingga strategi membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul.


Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan FKIP Universitas Lampung yang ditandatangani langsung oleh Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Dekan I FKIP Unila Dr. Riswandi, M.Pd., sebagai bentuk penguatan kerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Lampung Barat.

Bupati Tanggamus Lantik 75 Pejabat Administrator Dan Pengawas Eselon III Dan IV

 


Tanggamus, (GM) -- Bupati Tanggamus, Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, didampingi Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, secara resmi melantik sejumlah pejabat administrator (Eselon III) dan pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi pratama serta para undangan lainnya


Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. “Saya ucapkan selamat kepada Saudara-Saudari yang baru saja dilantik dalam Jabatan Administrator serta Jabatan Pengawas. Semoga amanah yang diberikan ini benar-benar dilaksanakan dengan penuh komitmen dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.


Bupati juga menekankan pentingnya memahami dan menginternalisasi konsekuensi dari jabatan yang diemban. Ia berharap para pejabat yang dilantik dapat terus meningkatkan kinerja, memahami tupoksi, serta meningkatkan kompetensi baik teknis, manajerial, sosial kultural, maupun kompetensi pemerintahan.


“Sebagai Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas, kalian menempati posisi yang sangat strategis dalam tata kelola pemerintahan. Jabatan ini merupakan tulang punggung birokrasi, karena kalian berperan langsung dalam memastikan kebijakan dapat diterjemahkan di lapangan, yang memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat,” tegasnya.


Bupati Saleh Asnawi juga mengingatkan para pejabat administrator untuk mampu mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan secara efektif, memimpin unit kerja dengan keteladanan, serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Sementara itu, pejabat pengawas diharapkan berperan penting sebagai pengendali teknis lapangan.


Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa kewenangan untuk mengangkat, memberhentikan, dan memindahkan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus merupakan kewenangan Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.


Bupati juga menegaskan akan memperketat disiplin kerja di seluruh OPD, termasuk menyoroti adanya pegawai yang tidak masuk kerja dalam jangka waktu panjang namun masih menerima hak gaji setiap bulan.



“Saya minta ini menjadi perhatian serius. Tidak boleh ada lagi pegawai yang tidak bekerja berbulan-bulan tetapi tetap mengambil gaji. Ini tidak adil, tidak etis, dan tidak mencerminkan integritas ASN. Ke depan, saya instruksikan seluruh pimpinan OPD untuk melakukan pengawasan ketat dan penegakan disiplin sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bupati Saleh Asnawi.


Di akhir sambutannya, Bupati Saleh Asnawi mengingatkan bahwa masyarakat saat ini sangat kritis, terutama di era digital. Ia meminta para pejabat untuk berhati-hati dalam segala tindakan dan tingkah laku, terutama dalam pelaksanaan tugas pelayanan pada masyarakat. “Berbuat baik saja terkadang disalahartikan, apalagi jikalau kita berbuat kesalahan atau kekhilafan,” pungkasnya.


Selain itu, Bupati juga menegaskan bahwa jabatan yang diemban akan dievaluasi secara berkala terhadap capaian target kinerja. Selaras dengan sumpah janji yang telah diucapkan, bekerjalah sesuai dengan core value Kabupaten Tanggamus, yaitu “Budaya Kerja Jalan Lurus”, yang berarti fokus pada tujuan, meluruskan arah kerja, mengurangi penyimpangan, menjaga integritas, sinergi, kolaborasi, dan istiqomah dalam bekerja untuk mencapai visi Kabupaten Tanggamus 2025-2030: “Bersama Tanggamus Maju Menuju Indonesia Emas.”


Daftar Pejabat Tingkat Camat (Eselon III-a)


1. Rusdi, S.IP.

Sekretaris Kecamatan Kelumbayan → Camat Bulok


2. Zuliyadi, S.IP., M.M.

Kabid Perpustakaan → Camat Kota Agung Barat


3. Derius Putrawan, S.P., M.M.

Camat Kelumbayan → Camat Gunung Alip


4. Ali Imron, S.H., M.M.

Sekretaris Kecamatan Kota Agung Barat → Camat Kelumbayan


5. Jhoni Irzal, S.Sos.

Analis Protokol → Camat Talang Padang


6. Novrizal Mulkan, S.H., M.M.

Kabid Riset & Inovasi Bappeda → Inspektur Pembantu III Inspektorat Daerah


7. Joko Suprihatin, S.Kom., M.M.

Pengawas Ketenagakerjaan → Kabag Administrasi Pembangunan Setda


8. Herliyanto, S.T., M.M.

Pejabat Pengadaan Barang/Jasa → Kabag Pengadaan Barang/Jasa Setda


9. Faturrahman Wijaya, S.Kep.

Kasubbag Perencanaan Dinas PPPA → Sekretaris Dinas PPPA


10. Marhasan Samba, S.I.P.

Analis Kebijakan Dinas Pariwisata → Sekretaris Dinas Pariwisata


11. Drs. Sabar Maruliak Sitanggang

Kabid Layanan Kepemudaan → Sekretaris Dinas Perhubungan


12. Yadi Mulyadi, S.T., M.M.

Kepala Dinas Pendidikan → Sekretaris Dinas Perpustakaan


13. Drs. Suyanto, M.M.

Kepala Dinas Pariwisata → Sekretaris Badan Kesbangpol


14. Eka Angkasawan, S.T., M.T.

Peneliti Dinas PUPR → Sekretaris Dinas PUPR


15. Gofir Purwanto, S.E., M.M.

Kabid Pembinaan BKPSDM → Sekretaris Dinas Kominfo


Pejabat Eselon III-b


16. Akhmad Isnaini, S.E.

Sekretaris Dinas Perhubungan → Kepala Bidang Layanan Kepemudaan, Pemuda dan Olahraga


17. Adi Gunawan, S.E., M.M.

Sekretaris Dinas Pendidikan → Kepala Bidang Penataan & Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup


18. Winda Fidirani, S.Pd.

Kepala Sub Bagian Umum Dinas Pendidikan → Kepala Bidang Pengembangan Kepariwisataan


19. Roziansyah, S.IP.

Analis Kebijakan Ahli Muda, Dinas PMD → Kabid Keuangan, Kekayaan & Produk Hukum Pekon


20. Mulyadi, S.T., M.M.

Kabid Sarana Prasarana Dinas Pendidikan → Kabid Sarpras Pendidikan & Kebudayaan


21. Helpin Rianda, S.E., M.M.

Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan → Sekretaris Kecamatan Semaka


22. Zainal, M.Pd.I.

Sekretaris Kecamatan Semaka → Sekretaris Kecamatan Kota Agung


23. Muhammad Ridwan, A.Pi.

Kabid Perikanan Tangkap → Kabid Perikanan Tangkap (Mutasi Ruang Lingkup)


24. Zuryati, S.E.

Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Pariwisata → Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan & Kebudayaan


25. Syarif Hidayat Bangsawan, S.STP., M.Si.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Kota Agung → Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata


26. Maliidarni, S.Pd.Ing., M.M.

Kabid Pemasaran Pariwisata → Kabid Destinasi Pariwisata


27. Yusnida, S.E.

Adyatama Ekraf Ahli Muda → Kabid Perbendaharaan BPKAD


28. Zoldiamanto, S.IP.

Kabid PAUD → Sekretaris Kecamatan Kelumbayan


29. Muhammad Amin, S.H.

Camat Talang Padang → Kepala Bidang Perpustakaan


30. Mukti Antonny, S.Si., M.M.

Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Muda → Kabid Pembinaan & Pengelolaan Data BKPSDM


31. Ari Yudha, A.Z., S.T., M.T.

Sekretaris Dinas PUPR → Kabid Angkutan Darat & Laut Dinas Perhubungan.


Pejabat Eselon III-b (Lanjutan)


32. Weli Yantika, S.E., M.M.

Analis Keuangan BPKAD → Kabid Anggaran BPKAD


33. Andrean Nur Pratama, S.IP., M.M.

Peneliti Ahli Muda Bappeda → Kabid Barang Milik Daerah BPKAD


34. Ria Veranida, S.E., M.M.

Kabid Aset Daerah BPKAD → Kabid Penerimaan Pendapatan Daerah Bapenda


35. Mario Eka Baweus, S.P., M.M.

Kabid Akuntansi & Pelaporan BPKAD → Kabid Pelayanan & Penetapan Pajak Daerah Bapenda


36. Dr. Yoptta, S.E.I., M.M.

Kasubid Akuntansi Belanja BPKAD → Kabid Akuntansi & Pelaporan BPKAD


37. Dwi Nopiyanto, S.T.

Kabid Pengairan Dinas PUPR → Kabid Perencanaan Infrastruktur Bappeda


38. Zulia, S.Sos.

Kabid Destinasi Pariwisata → Sekretaris Kecamatan Kelumbayan Barat


39. Parisyam, S.E.

Sekretaris Dewan → Kabid Pemberdayaan Masyarakat & Kelembagaan Pekon Dinas PMD


40. Sujono, S.E.

Sekretaris Kecamatan Kelumbayan Barat → Camat Kota Agung Barat


41. Khufronsyah, S.E.

Kasi Penyelamatan & Sarpras Damkar → Kabid Rehabilitasi BPBD


42. Edi Nugroho, S.Kom.

Kabid Rehabilitasi BPBD → Kabid Tata Pemerintahan Pekon Dinas PMD


43. Afifah Asna Dewi, S.Si.

Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda → Kabid PAUD & DIKMAS Dinas Pendidikan


44. Rahmad Kurniawan, S.A.N., M.M.

Kasubid Koordinasi Anggaran BPKAD → Kasubid Opsen Pajak Bapenda


45. Dessi Mauliani, S.E., M.M.

Kasubid Penerimaan & Keteriban Pendapatan BPKAD → Kasubid Pengelolaan Pajak BPHTB Bapenda


46. Nursamsiah, S.E., M.M.

Kasubag Umum Dinas Pariwisata → Kasubag Umum & Kepegawaian Dinas Pariwisata


47. Rusdi, S.E.

Kasi Ketenagaan Pendidikan Dasar → Kasi Ketenteraman & Ketertiban Kec. Air Naningan


48. Madrizal, S.Pd – Kasi Kurikulum SMP → Kasi Kesejahteraan Masyarakat Kec. Sumberrejo


49. Zainal Yulianto, S.E. – Kasi Pendidikan Anak Usia Dini → Kasi Trantib Kec. Kota Agung Timur.


ESELON IV-a & IV-b (NOMOR 50–75).


(Bagian yang min bilang sebelumnya belum masuk — sekarang sudah lengkap)


50. Iskandar, S.Ag., M.Pd.I

Kasie Pendidikan Masyarakat (DIKMAS) Dinas Pendidikan → Kasie PAUD & DIKMAS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.


51. Muhlisin, S.E.

Kasie Sarana Prasarana SD Dinas Pendidikan → Kasie Sarpras SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.


52. Deny Robiansyah, S.Sos

Kasubbag Perencanaan & Pelaporan Setda Perikanan → Kasubbag Perencanaan Setda Perikanan.


53. Netti Parida, S.E.

Kasubbag Umum & Kepegawaian BPKAD → Kasubbag Umum Dinas Perikanan.


54. Henri, S.IP

Kasubbag Kebijakan Belanja & Kas Daerah BPKAD → Kasubbag Pengelolaan Kas BPKAD.


55. Kemala Sari, S.Kom., M.M.

Kasubbag Pengelolaan Belanja Langsung BPKAD → Kasubbag Umum Dinas Perkebunan dan Peternakan.


56. Hafizun Zikri, S.E.

Kasubbag Umum Setda Perkebunan & Peternakan → Kasie Pembangunan Kecamatan Talang Padang.


57. Bambang Irawan, S.E., M.M.

Kasubbag Pemanfaatan & Monitoring Aset Daerah BPKAD → Kasubbag Pemanfaatan & Pengawasan Barang Milik Daerah BPKAD.


58. Erlina Permatasari, S.E.

Kasubbag Perencanaan & Evaluasi Kecamatan Bulok → Kasubbag Penatausahaan Barang Milik Daerah BPKAD.


59. Mas Eko Februanto, S.E.

Penelaah Teknis BPKAD → Kasubbag Belanja Daerah BPKAD.


60. Agus Ant Sopian, S.Kom.

Penelaah Teknis BPKAD → Kasubbag Akuntansi & Pelaporan BPKAD.


61. Ferdiansyah, S.E., M.M.

Kasubbag Akuntansi Pendapatan BPKAD → Kasubbag Penyusunan Anggaran BPKAD.


62. Joni Fariansyah, S.E., M.M.

Kasubbag Anggaran BPKAD → Kasubbag Koordinasi Anggaran BPKAD.


63. Fresly Bistok Simanjuntak, S.E.

Kasubbag Evaluasi Pendapatan BPKAD → Kasie Pembangunan Kecamatan Ulu Belu.


64. Eva Putrisia, S.H., M.M.

Kasubbag Penetapan Pajak BPKAD → Kasubbag Tata Usaha UPTD DPPPA.


65. Eliawati, S.E.

Kasubbag Pendataan Pendapatan BPKAD → Kasubbag Umum & Kepegawaian Sekretariat Baznas Tanggamus


66. Rio Iskandar, S.IP.

Lurah Kuripan → Kasie Pendapatan Kecamatan Air Naningan.


67. M. Rizki, S.E.

Penelaah Teknis Dinas Kominfo → Lurah Kuripan Kecamatan Kota Agung.


68. Nuriyanto, S.E.

Perencana Ahli Muda Dinas PUPR → Kasie Pemerintahan Kecamatan Kelumbayan Barat.


69. Febriyanto, S.T.

Kasubbag Tata Usaha UPT Pengairan Bulok Dinas PUPR → Kepala UPTD Pengairan Bulok.


70. Irwan Sugianto, S.E.

Penelaah Teknis Dinas PUPR → Kepala UPTD Pengairan Talang Padang.


71. Christina Dian Kurniawati, S.E.

Kasubbag Umum & Kerjasama Sekretariat KORPRI → Kepala UPTD Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura Gisting.


72. Andi Susanto, S.Kom.

Kasie Sarpras SMP Disdik → Kasubbag Tata Usaha UPTD Pertanian Wonosobo.


73. Handayani, S.E.

Kasubbag Olahraga & Seni Budaya Setda KORPRI → Kepala Seksi Pengembangan Benih Tanaman Hortikultura.


74. Rexila Febta Diana, S.I.P.

Kasubbag Bantuan Hukum & Sosial Setda KORPRI → Kasubbag TU UPTD Tanaman Perkebunan.


75. Fitriya Jafreni, S.E.

Kasie Ketenagaan Pendidikan Anak Usia Dini Disdik → Kasubbag Perencanaan & Evaluasi UPTD Pertanian Sumberjo.

Bupati Agus Istiqlal Pimpin Upacara Peringatan HUT PGRI Ke-79 Dan Hari Guru Nasional

 

Upacara tersebut juga dihadiri Pj. Sekda, Drs. Jon Edwar, M.Pd., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Audi Marpi, S.Pd., M.M., dan diikuti perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar SMP dan SD Kecamatan setempat.

Dalam sambutannya Bupati, Agus Istiqlal menyampaikan ucapan selamat Hari Guru Nasional 25 November 2024 terhadap para guru di seluruh tanah air, baik yang mendidik di kota-kota besar, di satuan pendidikan ternama, maupun guru yang mengabdi di pelosok desa, di satuan pendidikan dengan fasilitas, sarana prasarana pendidikan yang terbatas, dan ala kadarnya. "Semuanya merupakan tugas mulia mencerdaskan dan memajukan bangsa," tutur Bupati, Agus Istiqlal.

Menurut Bupati, Agus Istiqlal, peringatan tahun ini mengambil tema Guru Hebat Indonesia Kuat. Tema tersebut memiliki tiga makna. Pertama, penegasan tentang arti dan kedudukan penting para guru. Sesuai Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor: 14/2005, guru adalah pendidik profesional yang bertugas mengajar, mendidik, membimbing dan menilai hasil belajar para murid. Kedua, guru tidak hanya berperan sebagai agen pembelajaran, tetapi juga agen peradaban. para guru berperan mendidik para murid sehingga memiliki kecerdasan, keterampilan dan karakter yang mulia. "Dan ketiga, guru menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), generasi bangsa yang melanjutkan perjuangan dan bertanggungjawab memajukan bangsa dan negara. Guru yang hebat menentukan kualitas pembelajaran, kualitas lulusan dan kualitas SDM," ungkap Bupati, Agus Istiqlal.

Lebih lanjut Bupati, Agus Istiqlal menerangkan, sejalan dengan visi pendidikan bermutu untuk semua, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berusaha meningkatkan kualitas para guru melalui tiga program prioritas. Pertama, pemenuhan kualifikasi guru. Terdapat ratusan ribu guru yang belum berpendidikan Diploma IV atau Strata 1. Secara bertahap, kementerian berusaha memberikan kesempatan bagi para guru untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang pendidikan D-IV/S-1. Kedua, meningkatkan kompetensi guru tidak terbatas pada kompetensi akademik, pedagogik, moral, dan sosial tetapi juga kewirausahaan, dan kepemimpinan melalui berbagai pelatihan. Dalam rangka memperkuat pendidikan karakter dan akhlak mulia, kementerian mulai memberikan pelatihan bimbingan konseling dan pendidikan nilai bagi para guru kelas dan guru bidang studi.

"Ketiga, kementerian berusaha meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi baik bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maupun Non-ASN. Dengan peningkatan kesejahteraan, para guru diharapkan dapat meningkatkan dedikasi dan kualitas pembelajaran," jelas Bupati, Agus Istiqlal.

Masih kata Bupati, Agus Istiqlal, kementerian juga berusaha menjamin keamanan para guru agar dapat bekerja dengan tenang dan terbebas dari segala bentuk intimidasi dan tindakan kekerasan oleh siapapun. Guru juga tidak seharusnya melakukan tindakan kekerasan dalam bentuk apapun. "Terkait dengan pelindungan guru, Kemendikdasmen akan menandatangani nota kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Polri yang di dalamnya memuat kesepakatan agar masalah-masalah kekerasan dalam pendidikan diselesaikan secara damai dan kekeluargaan atau keadilan restoratif sehingga guru tidak menjadi terpidana," pungkas Bupati, Agus Istiqlal.

Kunjungan Kerja Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung : Pemkab Lampung Barat Siap Perkuat Sinergi Majukan Pendidikan Dan Moderasi Beragama

 



Lampung Barat,(GM) -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung melakukan kunjungan kerja dan pembinaan ASN di Kabupaten Lampung Barat, Jumat (5/12/2025).


Kegiatan yang dipusatkan di MTs Negeri 1 Lampung Barat, Pekon Gunung Sugih, Kecamatan Balik Bukit, dihadiri para pejabat Kemenag, jajaran ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan majelis-majelis agama se-Lampung Barat.


Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Barat Drs. Nukman, MM, hadir mewakili bupati Parosil Mabsus, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala Kanwil Kemenag Lampung beserta rombongan.


Dalam sambutan yang dibacakan Sekda Nukman, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas perhatian Kemenag terhadap penguatan pendidikan dan kehidupan keagamaan di daerah.


“Kehadiran Bapak Kepala Kanwil tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kami, tetapi juga wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan keagamaan, dan pembangunan karakter generasi bangsa,” ujar Sekda.


Pemkab menilai Kemenag memegang peran strategis dalam membina kehidupan umat beragama, menjaga moderasi beragama, serta memajukan pendidikan madrasah.


Karena itu, Pemkab menyatakan siap memperkuat kolaborasi dengan Kemenag dalam sejumlah isu prioritas, di antaranya.

Peningkatan kompetensi guru madrasah melalui pelatihan dan penguatan digital, pemerataan sarana prasarana pendidikan madrasah, dan penguatan moderasi beragama untuk menjaga kerukunan.


Selain itu, kolaborasi program pembangunan SDM dan kesejahteraan guru, kemudian optimalisasi layanan keagamaan, termasuk penyuluhan, bimbingan perkawinan, serta layanan haji dan umrah.


Sekda juga menekankan transformasi madrasah yang kini menjadi pilihan utama masyarakat.



“Madrasah telah bertransformasi, tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga membekali peserta didik dengan kompetensi abad 21. Kami berharap MTsN 1 dan seluruh madrasah di Lampung Barat menjadi pusat pembentukan karakter unggul,” ungkapnya.


Dalam kunjungannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain, S.Ag., M.Hum., menegaskan bahwa jabatan harus membawa manfaat bagi masyarakat.


"Kita harus berjalan bersama untuk membangun Kementerian Agama Lampung,” ucapnya.


Ia mengingatkan bahwa ASN Kemenag harus menjadi pelayan publik yang responsif dan berintegritas.


“Bukan saatnya pejabat duduk enak lalu masyarakat dicuekin. Pelayanan prima adalah wajah Kementerian Agama: cepat, sopan, ramah, dan bertanggung jawab,” tegasnya.


Zulkarnain juga menekankan pentingnya prinsip Asta Protas sebagai arah gerak Kemenag, yaitu responsif, kolaboratif, memperkuat layanan digital, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga kerukunan masyarakat.


“Jika kamu tidak bisa menyenangkan semua orang, senangkanlah beberapa orang. Jika tidak, jangan sakiti satu orang pun,” tukasnya.


Sementara itu, Plt. Kepala Kemenag Lampung Barat, Miftahus Surur, S.Ag., M.Si., memaparkan kondisi keagamaan serta capaian lembaga pendidikan di bawah Kemenag.


Lampung Barat, dengan jumlah penduduk 312.376 jiwa, memiliki keberagaman yang saling menguatkan: 99% Muslim, disusul Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.


Kerukunan antarumat beragama di daerah ini juga sangat baik, dengan indeks kerukunan 2024 mencapai 78, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional di angka 76,02.


Ia juga menyampaikan data kelembagaan keagamaan yang terdapat 5 madrasah negeri dan 105 madrasah swasta, seluruh madrasah negeri telah meraih predikat Adiwiyata tingkat nasional atau mandiri.


Selain itu, terdapat 43 pondok pesantren, 15 KUA kecamatan: terdiri dari 3 KUA SBSN, 4 KUA hibah Pemda, dan 1 KUA yang belum memiliki kantor.


Selanjutnya ada 405 ASN, terdiri dari PNS, CPNS, PPPK, dan P3K paruh waktu. 1.416 guru, termasuk guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam. 41 penyuluh agama dari berbagai agama, dan terdapat 1.020 rumah ibadah, mulai dari masjid, musala, gereja, pura, hingga vihara.


Miftahus Surur menekankan bahwa meskipun jumlah tokoh agama saat ini 226 orang, idealnya dibutuhkan lebih dari 4.000 tokoh untuk jumlah penduduk yang ada.


“Namun demikian, tingkat kerukunan kita sangat membanggakan. Ini menjadi modal sosial penting bagi pembangunan Lampung Barat ke depan,” pungkasnya.


Kegiatan kunjungan kerja ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan Kemenag.


Baik Pemkab maupun Kemenag bertekad meningkatkan kualitas layanan publik, pendidikan madrasah, serta penguatan moderasi beragama demi mewujudkan masyarakat Lampung Barat yang cerdas, rukun, dan berkarakter.

Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi Lantik 47 Pejabat Pemkab Tanggamus

 



Tanggamus,(GM) -- Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan 47 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus pada Jumat (06/03/2026). 


Prosesi yang berlangsung khidmat di Kota Agung ini menjadi sinyal kuat dimulainya percepatan reformasi birokrasi dan transformasi ekonomi daerah melalui visi hilirisasi sumber daya alam.


​Pelantikan ini didasarkan pada serangkaian Keputusan Bupati Tanggamus, yakni Nomor 800.1.3.3/644/45/2026 (JPT Pratama), Nomor 800.1.3.3/687/45/2026 (Administrator dan Pengawas), Nomor 800.1.3.3/690/45/2026 (Fungsional Analis SDM), serta Nomor 800.1.3.3/380/45/2026 (Fungsional Guru).


Dalam nukilan sambutannya yang menggugah, Bupati menekankan bahwa Tanggamus harus menyudahi perannya sebagai sekadar “penyedia” bagi daerah lain. Selama ini, kekayaan bumi seperti kopi dan kakao kerap terbang keluar daerah dalam bentuk mentah untuk diolah di pabrik-pabrik besar di Pulau Jawa.


​”Sekarang, saatnya kita perlahan mengubah haluan. Hilirisasi adalah kunci. Kita tidak ingin lagi melihat hasil laut dan bumi kita hanya lewat. Kita harus mampu mengolahnya di sini, menciptakan lapangan kerja di sini, dan memastikan kesejahteraan itu tinggal di rumah kita sendiri, di Tanggamus,” ujar Bupati dengan nada tegas namun penuh harapan.


​Beliau memaparkan bahwa dengan membangun ekosistem industri yang terintegrasi, nilai tambah produk lokal akan meningkat berkali-kali lipat. Hal ini diproyeksikan menjadi katalisator utama dalam menurunkan angka kemiskinan dan mendongkrak indeks kesejahteraan rakyat secara merata.


Birokrasi yang “Jemput Bola”


​Menyadari kondisi fiskal daerah yang penuh tantangan, Bupati Saleh Asnawi menginstruksikan para pejabat yang baru dilantik untuk menanggalkan pola kerja “menunggu”. Beliau mendorong para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih agresif dalam bersinergi dengan pemerintah pusat.



​”Jangan hanya menunggu anggaran turun di meja. Kita harus bisa ‘jemput bola’. Jalin koordinasi intensif dengan kementerian di pusat untuk mengakses DAK maupun Dana Insentif Daerah. Kita butuh kreativitas dan proaktifitas untuk melobi pusat demi percepatan pembangunan daerah,” tambahnya.


​Integritas dan Budaya “Jalan Lurus”


​Pelantikan ini sendiri merupakan hasil dari proses seleksi terbuka yang transparan dan berbasis sistem merit, sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2023. Bupati memastikan bahwa setiap pejabat yang terpilih telah melalui penyaringan ketat yang bebas dari praktik transaksional.


Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik

​Berikut adalah daftar 47 pejabat yang mengemban amanah baru untuk memperkuat pembangunan di Kabupaten Tanggamus:

​I. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II)

​RULLY RUNA YUDA, S.STP., M.Si. – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

​JON NOVRI, S.STP., M.IP. – Asisten Administrasi Umum.

​IVAN KURNIAWAN, S.T. – Kepala BKPSDM.

​NANANG SUMARLIN, S.H., M.M. – Kepala Badan Pendapatan Daerah.

​LUBERTO FABIOCA, S.E., M.M. – Kepala Dinas PPPA, Dalduk, dan KB.

​Drs. VIKTOR LIBRADI HS, M.H. – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

​ARIA RESUKIA, S.T., M.M. – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

​MARHASAN SAMBA, S.I.P. – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

​Drs. SABAR MARULAK SITANGGANG – Kepala Dinas Perhubungan.

​II. Pejabat Administrator (Eselon III)


WILDAN HISTORI, SIP. – Camat Kota Agung Timur.

BAYU MAHARDIKA, S.H., MAP. – Sekretaris Badan Pendapatan Daerah.

MADRIZAL, S.Pd. – Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

EVAYANI, S.Sos.I. – Kabid Ketenagaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

ATRIA ANTHONI, S.P., M.M. – Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan, TP dan Hortikultura.

ISHAK BASUKI, S.T. – Kabid Cipta Karya pada Dinas PUPR.

ARIANTONI, S.T., M.T. – Kabid Pengairan pada Dinas PUPR.

SUPARMONO, S.Kom., M.M. – Kabid Perencanaan Perekonomian pada Bapperida.

UZAIRI UHIDA, S.Pt., M.M. – Kabid Perencanaan Makro, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bapperida.

ADHITYA RAMA DAEFI, S.E. – Kabid Riset dan Inovasi Daerah pada Bapperida.

NASRULLOH, S.E., M.M. – Kabid Perencanaan dan Keuangan pada RSUD Batin Mangunang.

Bdn. DAMSIANA, S.ST., M.Kes. – Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan.

RENSUS RENATUS SIMANJORANG, S.E., M.M. – Kabid Perindustrian pada Diskoperindag.

​III. Pejabat Pengawas (Eselon IV)

SITI ZUBAIDAH, S.H., M.M. – Kasi Ketenagaan PAUD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

ELIS SETYOWATI, S.E. – Kasi Ketenagaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

SUPARMAN, S.Pd. – Kasi Kurikulum Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

YUZAK PRASETYADI, S.Sos. – Kasubbag Tata Usaha pada Diskominfo.

YULIANA, S.E. – Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan pada Dinas Perhubungan.

HIDAYAT, S.E. – Kasi Penyelamatan dan Evakuasi pada Dinas Damkar dan Penyelamatan.

FITRIANA PUSPITA SARI, S.Kom. – Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada Dinas Ketahanan Pangan, TP dan Hortikultura.

PRIMA KURNIAWAN, S.Kom., M.M. – Kasubbag Akuntansi Belanja pada BPKAD.

ROKI RISMAYEDI, S.E. – Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada Bapenda.

RISNAWATI, S.E., M.M. – Kasubbid Penetapan Pajak Daerah I pada Bapenda.

NOFRIYANDI PUTRA, S.E. – Kasubbid Penerimaan Pajak Daerah pada Bapenda.

TRI KESUMA WARDANA, S.E. – Kasubbid Pelayanan, Pendataan, dan Penetapan Pajak pada Bapenda.

BUDI HARTONO, S.E. – Kasubbid Pengawasan dan Pembinaan Pajak Daerah pada Bapenda.

AHMAD IRSAN, S.P. – Kasi Pemerintahan pada Kecamatan Kota Agung.

MISRI JAYA, S.H. – Kasi Kesejahteraan Masyarakat pada Kecamatan Air Naningan.

EKA DAMAYANTI, AM.KL. – Kepala UPTD PPA pada Dinas PPPA, Dalduk dan KB.

​IV. Jabatan Fungsional

LINDA LESTARI, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

AGUNG TRY PRASETYO, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

YUNITA, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

CHANDRA AZURRA, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

IMAM MUKHLASIN, S.H. – Analis Hukum Ahli Pertama.

BUKHARI, S.Pd. – Guru Ahli Pertama.

BUNGA HERNAWATI MANIHURUK, S.TP. – Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda.

RIZKI HIDAYAH, S.Pd. – Guru Ahli Pertama.

SEP RIZAL, S.Pd. – Guru Ahli Pertama.

​Bupati Saleh Asnawi menutup arahannya dengan pesan mendalam mengenai tanggung jawab moral. Melalui budaya kerja “Jalan Lurus”, beliau berharap 47 pejabat ini mampu menjadi mesin penggerak yang transparan dan proaktif demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tanggamus

SMKN 1 Way Tenong Gelar In-House Training, Perkuat Digitalisasi Pembelajaran yang Efektif, Inovatif, Dan Berkarakter

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- SMK Negeri 1 Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, menggelar kegiatan In-House Training (IHT) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya pendidik dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh tenaga pendidik untuk memperkuat kompetensi, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, (5/8/2026). 


Mengusung tema "Optimalisasi Digitalisasi Pembelajaran yang Efektif, Inovatif, dan Berkarakter", kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan bekal kepada para guru agar semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter yang menjadi fondasi utama dalam membentuk peserta didik.


Kepala SMK Negeri 1 Way Tenong, Ike Maria Sari, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat merupakan langkah nyata sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini. Menurutnya, perkembangan teknologi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari sehingga dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi.


"Teknologi akan terus berkembang, tetapi nilai, karakter, dan keteladanan guru akan selalu menjadi fondasi utama dalam pendidikan. Oleh karena itu, digitalisasi pembelajaran harus berjalan seiring dengan penguatan karakter peserta didik agar tercipta proses belajar yang tidak hanya modern, tetapi juga bermakna," ujar Ike Maria Sari.


Ia menambahkan, kegiatan In-House Training tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun sekolah yang lebih maju.


"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar, saling menginspirasi, dan saling menguatkan demi kemajuan SMKN 1 Way Tenong," tambahnya.


Lebih lanjut, Ike Maria Sari mengajak seluruh guru untuk menjadikan setiap perubahan sebagai peluang dalam meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme. Menurutnya, guru yang terus belajar akan mampu melahirkan generasi yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman sesuai dengan harapan dunia pendidikan.


"Mari kita jadikan perubahan sebagai kesempatan untuk melangkah lebih maju, karena guru yang terus belajar akan mampu melahirkan generasi yang hebat dan sesuai ekspektasi," ungkapnya.


Ike Maria Sari berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan In-House Training dapat menjadi amal kebaikan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kemajuan sekolah.


Melalui pelaksanaan In-House Training di SMK Negeri 1 Way Tenong,Ike Maria Sari menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kompetensi pendidik, pemanfaatan teknologi secara optimal, serta penguatan karakter sebagai pondasi utama dalam mencetak lulusan yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Semoga ilmu yang diperoleh menjadi amal baik dan membawa manfaat bagi sekolah yang kita cintai. Bergerak bersama, belajar bersama, dan maju bersama," tutup Ike Maria Sari.

PEMKAB PESIBAR GELAR UPACARA PARIPURNA BULANAN SEKALIGUS PERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL DAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL

 


Pesisir Barat, gerakmedia.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar) menggelar Upacara Paripurna Bulanan sekaligus Memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional, di Halaman Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Senin(20/5/2024).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara yakni Wakapolres Pesibar, Kompol. Slamet Raharjo, S.H., M.H., Perwira Upacara, Abdul Rasyid, dan Komandan Upacara, Samuel J.

Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Pesibar, A. Zulqoini Syarif, S.H., Pj. Sekda Pesibar, Drs. Jon Edwar, M.Pd., Staf Ahli Bupati, para Asisten, Forkopimda Pesibar-Lampung Barat (Lambar), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pesibar, dan diikuti peserta upacara seluruh OPD, pelajar tingkat SMP dan SD.

Dalam sambutan Bupati Pesibar, Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., yang disampaikan Inspektur Upacara Slamet Raharjo menyampaikan bahwa, upacara tersebut merupakan upacara rutin bulanan di lingkungan Pemkab Pesibar, untuk itu pihaknya mengajak baik yang bertugas pada instansi vertikal, TNI-Polri, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) pada jajaran Pemkab Pesibar untuk terus berbenah diri, terutama dalam hal meningkatkan akuntabilitas kinerja dan pelayanan publik agar semakin baik, semakin responsif dan memuaskan.

Menurut Inspektur Upacara, Slamet Raharjo, lima tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). "Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar, bukan juga tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran, ketika langkah kita mulai serempak, kita dihadapkan dengan tantangan yang tak pernah terbayangkan yakni pandemi dengan dampak yang ditimbulkan mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup kita secara drastis. Pada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan dengan bergotong royong, kita berjuang untuk pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat," ujar Inspektur Upacara, Slamet Raharjo.


Inspektur Upacara, Slamet Raharjo mengatakan, wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang dibangun bersama dengan gerakan merdeka belajar. "Saat ini kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas. Kita juga sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya. Kita sudah menyaksikan lagi para mahasiswa yang siap berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. Dan kita sudah merayakan lagi semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi," papar Inspektur Upacara, Slamet Raharjo.


Dilanjutkannya, semua upaya yang telah dijalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan ke arah perwujudan sekolah yang dicita-citakan. "Selamat hari pendidikan nasional. Mari terus bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan gerakan merdeka belajar," ucap Inspektur Upacara, Slamet Raharjo.


Lebih jauh Inspektur Upacara, Slamet Raharjo menyampaikan, pada hari ini juga sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2024 yang ke-116, dengan tema "Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas”.


"Saat ini kita dihadapkan dengan kemajuan teknologi yang melesat cepat. Kita sudah memilih bukan hanya ikut-serta, tetapi lebih daripada itu, menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia. Hingga dua dekade ke depan merupakan momen krusial yang akan sangat menentukan langkah kita dalam mewujudkan itu semua," kata Inspektur Upacara, Slamet Raharjo.


Masih kata Inspektur Upacara, Slamet Raharjo, lebih dari seabad lalu tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir organisasi Boedi Oetomo, yang di masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hari tersebut yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional. Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal, seperti pentingnya pendidikan barat bagi rakyat hindia belanda serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priayi atau bukan.

"Saat ini, kita berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner. Penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong Indonesia Emas," tegas Inspektur Upacara, Slamet Raharjo.

"Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting untuk menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Seluruh potensi Sumber Daya Alam (SDA), bonus demografi, potensi transformasi digital menjadi modal dasar menuju Indonesia Emas 2045,"'tukas Inspektur Upacara, Slamet Raharjo. *(Herwanto) 

Parosil Mabsus : Majunya Pendidikan Merupakan Langkah Awal Kemajuan Suatu Daerah

 


Lampung barat, (gm) -- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan mimpi kemajuan sebuah daerah. 


Hal itu disampaikan Parosil Mabsus saat melaukan pembinaan dan melantik 240 Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Lampung Barat di Gedung Serba Guna (GSG) Bung Karno Kecamatan Sumber Jaya, Senin 21 Juli 2025. 


Menurut Parosil Mabsus, pendidikan adalah salah satu pilar utama dalam membangun sebuah daerah yang kuat dan berdaya saing, dengan pendidikan yang berkualitas, maka akan tercipta masyarakat yang lebih inklusif, memiliki kemampuan daya saing di masa depan.



Parosil Mabsus meminta guru untuk melakukan inovasi dalam pendidikan, menekankan pentingnya mendidik siswa menjadi pribadi yang kreatif dan berjiwa pemimpin.


"Maka dari itu, saya minta guru di Lampung Barat agar berinovasi dan mencetuskan terobosan-terobosan, bagaimana cara memajukan dunia pendidikan di Lampung Barat," kata Parosil Mabsus. 


Sebab menurut Parosil Mabsus, guru merupakan kunci utama dalam menciptakan masa depan yang cerah melalui pendidikan.


"Peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi sosok yang membimbing dan menginspirasi," tutupnya.

Lantik 47 Kepala Sekolah : Bupati Tanggamus Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., melantik dan mengambil sumpah/janji 47 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Dalam pelantikan tersebut, Bupati menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan Jumat, (16/10/2026). 


Pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Utama Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus, dengan dihadiri Sekretaris Daerah, para staf ahli Bupati, Asisten, Inspektur, Kepala BKPSDM, Kepala BKAD, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kebag Prokopim. 


Dalam sambutannya, Saleh Asnawi menyampaikan ucapan selamat kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diberikan bukan sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab besar terhadap kemajuan pendidikan dan masa depan generasi penerus.


“Saya tegaskan lagi, tidak ada jual beli jabatan. Saya minta semua menjalankan amanah dan tanggung jawab dengan baik,” tegas Saleh Asnawi.


Menurutnya, jabatan kepala sekolah harus dijalankan dengan kesadaran bahwa setiap tanggung jawab tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada bangsa, negara, dan masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah SWT.


Bupati berharap para kepala sekolah segera melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, meningkatkan kinerja, serta menjadi teladan di lingkungan sekolah masing-masing.


Ia menekankan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memperkuat mutu pembelajaran, meningkatkan prestasi peserta didik, membangun budaya belajar yang positif, serta mempersiapkan generasi yang unggul dan mampu menghadapi tantangan masa depan.



“Jabatan kepala sekolah adalah amanah, bukan sekadar kedudukan atau kebanggaan. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk menentukan arah kemajuan sekolah, membangun budaya belajar yang positif, serta memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.


Saleh Asnawi juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap perundungan, kekerasan, maupun perlakuan yang merugikan peserta didik.


Selain itu, kepala sekolah diminta mengelola anggaran dan aset sekolah secara transparan serta akuntabel, menghindari penyalahgunaan wewenang dan konflik kepentingan, serta menjalankan seluruh tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Bupati turut menekankan bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai oleh kepala sekolah seorang diri. Diperlukan kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan, orang tua, masyarakat, dan pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas.



“Pemimpin sekolah harus memberikan keteladanan, bukan hanya instruksi. Saya mengharapkan pemimpin yang bekerja nyata, mampu menyelesaikan persoalan, dan membawa perubahan positif bagi sekolah,” katanya.


Ia menambahkan, masa depan Kabupaten Tanggamus sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan anak-anak saat ini. Karena itu, seluruh unsur pendidikan diharapkan menjalankan peran masing-masing dengan sungguh-sungguh demi mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik.


DAFTAR 47 KEPALA SEKOLAH YANG DILANTIK


Berdasarkan rekapitulasi data BKPSDM Kabupaten Tanggamus yang diterima, berikut nama-nama pejabat beserta jabatan kepala sekolah yang diemban setelah pelantikan.


1. Jumadi, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Way Asahan, Kecamatan Pematang Sawa.


2. Jamastuti, S.Pd.I.

Kepala SD Negeri 1 Rantau Tijang, Kecamatan Pugung.


3. Susani Lita Sari, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Terbaya, Kecamatan Kota Agung.


4. Pebri Puspitasari, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Maja, Kecamatan Kota Agung Barat.


5. Mestiana Wati, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Kanoman, Kecamatan Semaka.


6. Jakfar Sidiq, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Sudimoro, Kecamatan Semaka.


7. Sri Indah Wahyuni, S.Pd.

Kepala TK Negeri 1 Air Naningan, Kecamatan Air Naningan.


8. Haryati Boru Saragih, S.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Sinar Sekampung, Kecamatan Air Naningan.


9. Agung Marinir, S.Pd.

Kepala TK Negeri 1 Bandar Negeri Semuong, Kecamatan Bandar Negeri Semuong.


10. Endang Sri Hartati, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 2 Sukamara, Kecamatan Bulok.


11. Erni Asih, S.Ag.

Kepala SD Negeri 3 Suka Agung Barat, Kecamatan Bulok.


12. Mustaqim

Kepala SD Negeri 1 Banjarmasin, Kecamatan Bulok.


13. Sri Mulyani, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 2 Sukanegara, Kecamatan Bulok.


14. Hanifa Cahyani, S.Pd.

Kepala SD Negeri 01 Suka Agung, Kecamatan Bulok.


15. Neri Yuspa, S.Pd.

Kepala SD Negeri 2 Suka Agung, Kecamatan Bulok.


16. Muhammad Nasir, S.Pd.

Kepala SD Negeri 4 Suka Agung, Kecamatan Bulok.


17. Yanuar Rindrawansyah, M.Pd.

Kepala SMP Negeri 1 Bulok, Kecamatan Bulok.


18. Mariani, S.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Gisting Permai, Kecamatan Gisting.


19. Roslan, S.Pd.

Kepala SMP Negeri 1 Kota Agung Barat, Kecamatan Kota Agung Barat.


20. Danang Pandu Aji, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri Binjai Wangi, Kecamatan Pugung.


21. Mahfud Mahi, S.Pd.

Kepala SD Negeri Kayu Ubi, Kecamatan Pugung.


22. Yuria Yusuf, M.Pd.

Kepala SMP Negeri 2 Pugung, Kecamatan Pugung.


23. Sudi Lestari, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Gedung Agung, Kecamatan Pulau Panggung.


24. Yeni Ervayanti, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 2 Muaradua, Kecamatan Pulau Panggung.


25. Parti, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Tanjung Gunung, Kecamatan Pulau Panggung.


26. Patriyani, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 2 Karang Rejo, Kecamatan Semaka.


27. Eko Budi Ertanto, S.Pd.

Kepala SD Negeri 2 Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo.


28. Suratinem, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Argomulyo, Kecamatan Sumberrejo.


29. Kudiyah, M.Pd.

Kepala SD Negeri 2 Argomulyo, Kecamatan Sumberrejo.


30. Roid Kamaluddin, M.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Sidomulyo, Kecamatan Sumberrejo.


31. Veiha Yonata, M.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Way Halom, Kecamatan Talang Padang.


32. Candra, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 2 Datarajan, Kecamatan Ulu Belu.


33. Winarsi, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Airabang, Kecamatan Ulu Belu.


34. Parida Wati, S.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Bandar Kejadian, Kecamatan Wonosobo.


35. Septia Ardini, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 2 Banding Agung, Kecamatan Talang Padang.


36. Mutmainnah, M.Pd.

Kepala SMP Satu Atap 2 Cukuh Balak, Kecamatan Cukuh Balak.


37. Aisan, S.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Suka Merindu, Kecamatan Talang Padang.


38. Murhanah, S.Pd.I.

Kepala SD Negeri 1 Tanjung Betuah, Kecamatan Cukuh Balak.


39. Emawati, M.Pd.

Kepala SMP Negeri 2 Ulu Belu, Kecamatan Ulu Belu.


40. Wahyudi, S.Pd.

Kepala SD Negeri 2 Penantian, Kecamatan Ulu Belu.


41. Farida Isnaini, S.Pd.

Kepala SD Negeri Merbau, Kecamatan Kelumbayan Barat.


42. Meriyanti, S.Pd.

Kepala SD Negeri 2 Guringgarsari, Kecamatan Ulu Belu.


43. Mirzan, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 3 Ngarip, Kecamatan Ulu Belu.


44. Puspita Vemilia Sari, M.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Sukamaju, Kecamatan Ulu Belu.


45. Delfa Fitri, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Kali Bening, Kecamatan Talang Padang.


46. Dayani Hasbi, S.Pd.

Kepala SMP Negeri 1 Limau, Kecamatan Limau.


47. Maradonna Z, S.Pd., M.M.

Kepala SMP Negeri Satu Atap 2 Pematang Sawa, Kecamatan Pematang Sawa.


Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kepemimpinan sekolah di Kabupaten Tanggamus. Para kepala sekolah yang baru dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah secara profesional, memperkuat kualitas pembelajaran, menjaga integritas, serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas bagi seluruh peserta didik.

Duga'an Pemotongan Dana PIP Di MTS/MA YAPSI Kec.Sumber Jaya

 



Lampung Barat Sember Jaya,(expossberit) : Tim Awak Media Mendapat Kan Laporan Adanya Dugaan Pemotongan Dana Bantuan Pemerintah Program Indonesia pintar PIP, (12 /10/2026). 


Di Mts/MA yapsi Kec.Sumber Jaya Kab Lampung Barat.dugaan ini Memicu Ke Resaha'an,Mengingat Peraturan Menegaskan Dana PIP Mutlak Di terimah Utuh Oleh Siswa Penerimah Tanpa Adanya Potongan Apa pun.


Berdasarkan Informasi yang di himpun Oleh Media Info86news,Expos berita pakta Infestigasi.Di duga terjadi pemotongan Langsung Dari Dana PIP Yang di terimah Siswa Dengan Rincian.


Rp.100,000 dengan Alasan biaya admintrasi.


Rp.160,000 Untuk pembelian buku LKS.


Rp.450,000 Untuk Komite.


Pemotongan tersebut di duga di lakukan Oleh pihak Sekolah Tanpa Melalui Musyawara Wali Murit Mau pun Pemberitahuan Yang Jelas Kepada Orang Tua.


Konfirmasi Ke Sekolah Dan Dinas Pendidikan (DEPAG).Tim Awak Media Telah Melakukan Konfirmasi Kepada pihak Sekolah Mau Dinas Pendidikan,(DEPAG) dari pihal Sekolah Mereka Telah Di panggil Oleh KASI pendidikan Terkait Masalah Tersebut.Namun Ketika Di tanya Hasil Pemanggilan Tersebut DADI SURYADI Kepsek MTS/YAPSI Dengan Jawaban Tidak Ada Masalah Jawaban tersebut Sangat Janggal Dan Kurang Memuaskan.Tim Awak Media Melakukan Konfirmasi Melalui Pesan whatsaf Kepda Kasi Pendidikan Pun Dinilai Belum Memberikan Tanggapan Yang Jelas Sehinggah Tim Awak Media Menerbit Kan Pem eritaan Terkait Dugaan Dana PIP Agar Pihak Insfistorat.DEPAG kab.Lampung Barat Untuk Menindak Tegas Dasar hukum Larangan pemotongan Dana PIP pertauran Mentri pendidikan Dan Kebudayaan NO:10 thn 2020.tentang program Indonesia pintar dana PIP di berikan Langsung kepada peserta didik secara Utuh.


Peraturan Mentri Pendidikan Dasar Dan Menengah NO:11tahun 2026(aturan terbaru),pasal 22 dan 23 secara tegas Melarang.


Memotong Dana PIP Untuk biaya administrasi,Komite,Pembelian Buku/LKS atau pungutan Laen.


Menyimpan Buku Tabungan/kartu ATM Sisawa Tanpa Izin tertulis.


Undang Undang NO:31tahun 1999 Jo,UU NO:20 tahun 2001 

Tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi.


Pemotongan Dana APBN/PIP dapat di kenakan sangsi pidana Korupsi


Ancaman Pidana 4-20 tahun penjara+denda Rp.200 jt -Rp.1 Miliar.

Ref:tim

Siswa Asal Lambar Kembali Torehkan Prestasi, Parosil Mabsus : Ini Bukti Keberhasilan Pendidikan Di Lampung Barat

 


Lampung Barat,(GM) -- Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Barat, pasalnya empat putra-putri terbaik daerah sukses meraih Juara Umum Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SMP Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2025. Capain gemilang tersebut mendapat apresiasi langsung dari kepala daerah bumi beguai jejama sai betik Parosil Mabsus, Jum'at (31/10/2025). 


Empat putra-putri terbaik Lampung Barat tersebut adalah Ahmad Latif Saputra (SMP Negeri Kebun Tebu) Juara 1 Komedi Tunggal Putra, Febiola Giansa Putri (SMP Negeri Sekuting Terpadu) Juara 1 Komedi Tunggal Putri, Nisya Seviyani (SMP Negeri Sekuting Terpadu) –Juara 1 Menulis Cerpen Putri dan Diky Fernando (SMP Muhammadiyah Sukau) Juara Harapan 1 Menulis Cerpen Putra.


Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Lampung tersebut berlangsung di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung, Kamis (30/10/2025).


Menurut Parosil Mabsus, keberhasilan ini menegaskan bahwa semangat dan kecintaan terhadap bahasa daerah di kalangan generasi muda Lampung Barat terus tumbuh dan membuahkan hasil membanggakan.


Parosil Mabsus mengungkapkan rasa bangganya terhadap kerja keras para peserta, guru pembimbing, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah berjuang hingga membawa nama Lampung Barat menjadi yang terbaik di tingkat provinsi.



"Ini salah satu bukti keberhasilan atas dunia pendidikan di Lampung Barat. Prestasi ini adalah hasil kerja keras, ketekunan, serta dukungan penuh dari semua pihak, anak-anak kita telah membuktikan bahwa siswa yang berasal dari ujung Lampung mampu bersaing di tingkat Provinsi," ucapnya. 


Kepala daerah yang mengawali karier sebagai guru tersebut berharap capaian prestasi gemilang ini dapat memacu semangat siswa-siswi Lampung Barat untuk membuktikan bahwa meskipun berasal dari ujung Lampung mampu bersaing dengan sekolah-sekolah dari daerah lainnya. 


"Dengan keberhasilan ini ke depan menunjukkan bahwa siswa asal Lampung Barat berpotensi mendapat prestasi di tingkat Nasional. Terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada anak-anakku yang sudah mengharumkan Lampung Barat," tuturnya. 


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Barat Tati Sulastri menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras dan komitmen seluruh pihak yang terlibat, baik guru, pembina, maupun peserta lomba.


Tati Sulastri menyampaikan atas capaian putra -putri terbaik Lampung Barat tersebut, Lampung Barat dinobatkan sebagai Juara Umum Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2025.


"Ini suatu kebanggan bagi kita semua, meskipun tidak ada anggaran karena kita tahu kondisi APBD saat ini, tetapi semangat kami untuk ikut berkompetisi tidak pernah surut. Dan terbukti, Lampung Barat berhasil meraih juara umum tingkat provinsi," pungkasnya.

Raih Nomor Urut 5, Prof. Asep Sukohar Usung Lima Pilar Transformasi untuk Bawa Unila Ke Panggung Global

 


Bandar Lampung,(gerakmedia) -- Perubahan besar di sebuah perguruan tinggi tidak cukup dimulai dengan gagasan. Ia membutuhkan arah yang jelas, kepemimpinan yang teruji, dan keberanian menerjemahkan visi menjadi kerja nyata.


Semangat itulah yang mengemuka setelah Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Sp.KKLP resmi memperoleh nomor urut 5 dalam pengundian calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, Senin (19/10/2026).


Dalam Rapat Senat Terbuka di Rektorat Unila tersebut, nomor urut lima menjadi penanda baru bagi langkah Prof. Asep dalam menawarkan arah transformasi universitas. Bukan sekadar angka dalam kontestasi akademik, nomor itu kini lekat dengan lima agenda strategis yang disiapkannya untuk memperkuat fondasi kelembagaan, meningkatkan kualitas akademik, dan membawa Unila semakin kompetitif di tingkat global.


Lima agenda tersebut pertama transformasi digital melalui pengembangan Smart Campus, yakni penguatan riset, inovasi, dan hilirisasi. Kemudian peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kesejahteraan sivitas akademika. Selanjutnya perluasan kolaborasi internasional dan pengembangan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN). Terakhir penciptaan lingkungan kampus yang aman, humanis, dan berintegritas.


Kelima agenda itu membentuk satu kesatuan arah. Menjadikan kemajuan teknologi, keunggulan akademik, kualitas manusia, jejaring global, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian yang saling menguatkan dalam pembangunan Unila.


Prof. Asep menjelaskan, pilar pertama adalah transformasi digital melalui pengembangan Smart Campus. Dalam gagasan ini, digitalisasi tidak berhenti pada penggunaan teknologi dalam kegiatan perkuliahan. Lebih jauh, teknologi perlu menjadi bagian dari pembenahan tata kelola universitas, mulai dari pelayanan akademik hingga administrasi kelembagaan.


“Sistem yang terintegrasi diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Mahasiswa memperoleh kemudahan mengakses layanan akademik, dosen dapat bekerja dengan dukungan sistem yang lebih efektif, sementara tenaga kependidikan memiliki perangkat kerja yang mendukung produktivitas. Bagi universitas modern, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan untuk mengikuti perkembangan zaman. Ia menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika,” jelasnya tegas.


Ditambahkan, pilar kedua berfokus pada riset, inovasi, dan hilirisasi. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah. Pengetahuan yang lahir dari ruang akademik perlu memiliki jalan menuju penerapan, menjawab persoalan masyarakat, serta membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.



“Karena itu, peningkatan dukungan pendanaan riset terapan, pengembangan inovasi, dan pemanfaatan hasil penelitian menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Dengan pendekatan ini, riset diharapkan tidak berhenti sebagai capaian akademik, tetapi juga menghasilkan nilai tambah bagi pembangunan daerah dan nasional,” terangnya penuh semangat.


Kemudian, imbuhnya, pilar ketiga menempatkan sumber daya manusia dan kesejahteraan sivitas akademika sebagai fondasi kemajuan institusi. Di balik reputasi sebuah universitas, terdapat dosen yang terus mengembangkan keilmuan, tenaga kependidikan yang memastikan layanan berjalan, serta mahasiswa yang menggantungkan harapan pada pendidikan. Kemajuan kampus harus memberi ruang bagi seluruh unsur tersebut untuk tumbuh bersama.


“Agenda ini mencakup pendampingan dosen untuk melanjutkan pendidikan doktoral dan meraih jabatan profesor, percepatan proses penilaian angka kredit sesuai ketentuan, serta peningkatan fasilitas kerja dan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kependidikan maupun mahasiswa. Peningkatan kualitas manusia menjadi penting karena teknologi dan infrastruktur hanya akan memberikan hasil optimal apabila ditopang oleh orang-orang yang kompeten, produktif, dan memperoleh dukungan yang memadai,” ungkapnya.


Pilar keempat adalah penguatan daya saing global melalui kolaborasi internasional. Dalam potret pendidikan tinggi yang semakin terbuka, universitas dituntut mampu membangun jejaring lintas negara. Kemudian harus memperluas pertukaran pengetahuan dan meningkatkan kualitas kerja sama akademik. Perluasan kemitraan dengan perguruan tinggi terkemuka dunia diharapkan membuka peluang bagi pengembangan riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta peningkatan kapasitas akademik.


“Orientasinya bukan sekadar memperluas jejaring kemitraan internasional, melainkan membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas lulusan, penguatan reputasi Unila, serta menghasilkan inovasi dan solusi yang berdampak secara nyata bagi masyarakat”.


Adapun pilar kelima tegas akademisi berkacamata ini, yakni memadukan pengembangan RSPTN, penguatan pendidikan kedokteran dan disiplin ilmu lainny, penciptaan lingkungan kampus yang aman, humanis, dan berintegritas.


 RSPTN Unila diarahkan untuk terus dikembangkan sebagai pusat pelayanan kesehatan modern sekaligus ruang penguatan riset medis. 


Jika dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan, fasilitas ini berpotensi memperkuat kontribusi universitas dalam pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, dan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat Lampung maupun Sumatra.


“Namun, kemajuan institusi tidak hanya diukur melalui fasilitas dan capaian akademik. Kampus juga harus menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh tenaga kependidikan. Karena itu, komitmen terhadap lingkungan bebas kekerasan, penghormatan terhadap etika akademik, penegakan integritas, dan penguatan nilai-nilai kebudayaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda transformasi tersebut.


Kelima pilar ini memperlihatkan bahwa pembangunan Unila tidak semata-mata diarahkan pada pencapaian reputasi, tetapi juga pada penguatan tata kelola, pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas manusia, dan perluasan manfaat perguruan tinggi bagi masyarakat,” jelas Prof. Asep seraya tersenyum ramah.


Menanggapi hasil pengundian nomor urut, Prof. Asep menyampaikan rasa syukur sekaligus menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menentukan masa depan Unila.


Ia memandang proses pemilihan rektor bukan sekadar kompetisi antar kandidat, melainkan bagian dari demokrasi akademik yang harus dijalankan dengan semangat saling menghormati dan orientasi pada kemajuan institusi.


“Tidak hanya berfokus pada reputasi global, pengembangan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan sivitas akademika juga menjadi perhatian utama saya. Kita akan terus mengabdi untuk dunia pendidikan, khususnya di Unila,” katanya.


Dengan nomor urut 5 dan lima pilar transformasi yang ditawarkan, Prof. Asep Sukohar membawa gagasan tentang Unila yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, produktif dalam riset dan inovasi, kuat dalam pengembangan sumber daya manusia, terbuka terhadap kolaborasi global, serta tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan pengabdian.


Pada akhirnya, masa depan Unila tidak ditentukan oleh nomor urut ataupun besarnya gagasan semata. Penentunya adalah bagaimana visi diterjemahkan menjadi kebijakan, bagaimana kebijakan dijalankan secara konsisten, dan sejauh mana perubahan itu dirasakan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat luas.


Di situlah lima pilar tersebut menemukan maknanya. Sebagai arah perubahan yang harus dibuktikan melalui kerja nyata demi membawa Universitas Lampung tumbuh semakin maju, berdaya saing, dan memberi kontribusi lebih besar bagi Indonesia. (Rilis)

Pelepasan Peserta Didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mathla'ulhuda Pancawarna

 

                Foto Jurnalistik GM Tanggamus

Tanggamus, (gm) -- Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD)  Kota Agung, Kabupaten Tanggamus melaksanakan kegiatan pelepasan peserta didik tahun pelajaran 2024-2025, di Gedung pendidikan PAUD Pancawarna Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Rabu (11/6/2025). 


Kepala PAUD Kota Agung, mengatakan, adapun yang ditampilkan oleh anak anak Doa - Doa diantaranya:

Doa mau makan dan sesudah makan 

Doa naik kendaraan 

Doa masuk dan keluar WC

Dan beberapa hadist hadist diantaranya :

Hadist sholat lima waktu 

Hadist menuntut ilmu

Dan Hadist puasa di bulan suci Ramadhan.


Kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memberikan sambutan " Anak-anak tersayang tak terasa waktu kita bersama telah berlalu, kami sangat senang bisa menjadi bagian dari perjalanan kalian. Terimakasih atas semua kebersamaan, tawa, dan kenangan indah yang kita ciptakan bersama. Semoga persahabatan kita tetap terjalin erat, meskipun kalian melanjutkan jenjang yang berbeda, dan jangan lupa akan kebaikan dan cinta yang telah kita berikan." Ujarnya 


Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh  Kepala sekolah Paud guru guru paud dan wali murid     


Dalam kesempatan tersebut, Rena Diana juga mengucapkan selamat kepada para siswa yang akan pmelanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya baik ke Sekolah Dasar (SD) maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI).


"Terima kasih kepada wali murid yang ikut mendukung dan mensukseskan acara pelaksanaan pelepasan Siswa-Siswi tahun pelajaran 2024-2025," pungkasnya.

Amrullah

Kepala Sekolah PAUD KB.MATHLAUL HUDA Mengadakan Upacara Memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025



Tanggamus,(GM) --  Hari ini PAUD KB.MATHLAUL HUDA Kepala sekolah, guru dan anak anak  mengadakan upacara Serentak dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025 di halaman sekolah setempat Jum'at 07:00 sampai selesai (2/5/2025).



Tanggal 2 Mei tepat pada hari Pendidikan Nasional dimana Kepala sekolah dan guru-guru serta murid menyambut hari tersebut dengan berbagai kegiatan seperti Upacara dan berbagai kegiatan lainnya untuk memperingati hari Pendidikan, Menggunakan Seragam Sekolah Pakaian Olahraga.



Kegiatan ini bukan sekedar seremonial tahunan, melainkan juga momentum untuk meneguhkan dan meningkatkan dedikasi dan komitmen memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan layanan yang terbaik dan berkemajuan 



Kegiatan tahunan biasa tapi ini momentum bagi kita semua untuk memberikan pelayanan terbaik bagi anak murid agar tercipta pendidikan terbaik dan berkemajuan.

Amrullah

Siswa Diktuk Bintara Polri Angkatan 52 Resmi Dilantik, Kapolda Lampung Tekankan Moralitas dan Profesionalisme

LAMPUNG - Sebanyak 301 Siswa Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Gelombang II T.A. 2024 SPN Polda Lampung resmi dilantik dalam upacara penutupan yang berlangsung khidmat di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung, Selasa (18/12/2024).


Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, yang sekaligus membacakan amanat Kalemdiklat Polri.


Dalam sambutannya, Kapolda Lampung menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan selama lima bulan. Ia mengingatkan bahwa lulusan ini memiliki tanggung jawab besar sebagai anggota Polri.


"Selamat kepada saudara-saudara yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan. Ini adalah momentum penting yang menandai awal pengabdian Anda kepada bangsa dan negara. Saya berharap Anda dapat menjaga nama baik institusi Polri dengan selalu menjunjung tinggi moralitas, profesionalisme, dan semangat belajar sepanjang hayat," tegas Irjen Pol Helmy Santika.


Lebih lanjut, Kapolda Lampung menekankan keutamaan peran Polri sebagai penjaga kehidupan, pelindung masyarakat, dan pejuang kemanusiaan. 

Ia mengingatkan bahwa tugas seorang polisi mencakup berbagai pelayanan, termasuk pelayanan keamanan, hukum, dan administrasi, yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.


"Menjadi anggota Polri bukan sekadar profesi, tetapi pengabdian untuk mengangkat harkat dan martabat manusia. Polisi harus mampu memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, sosial, dan administrasi," tambahnya.


Kapolda juga berpesan agar para lulusan terus mengembangkan inovasi, kreativitas, dan kemampuan diri. 


"Pegang teguh moralitas, kendalikan diri di mana pun Anda berada, dan teruslah belajar. Jadilah polisi yang cerdas, modern, dan mampu menjawab tantangan zaman," ujarnya.


Dalam upacara tersebut, siswa Diktuk Bintara Polri Angkatan 52 yang diberi nama “Abisatya Naradipta Santika” turut mendemonstrasikan keterampilan mereka, termasuk beladiri Polri, repling, dan menembak. 


Nama batalyon tersebut memiliki arti “Orang jujur yang memancarkan kilauan kemampuan dan budi pekerti sehingga memberikan kedamaian di mana pun berada.”


Empat siswa terbaik turut mendapatkan penghargaan atas prestasi gemilang mereka selama pendidikan:


Bripda Bagus Kurniawan dari Polres Lampung Timur meraih medali terbaik dalam kategori mental kepribadian.


Bripda Angga Pratama dari Polres Pesawaran meraih medali terbaik akademik.


Bripda Adika Faiz Natama dari Polres Way Kanan meraih medali terbaik kesehatan dan kesamaptaan jasmani.


Bripda Miko Satrio Putra dari Polresta Bandar Lampung dinobatkan sebagai siswa terbaik umum.


Kapolda Lampung menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa keberhasilan ini adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, yang harus disyukuri. Ia juga memberikan pesan motivasi kepada para lulusan. 


"Semangat bertugas, tetap semangat, dan jadilah polisi yang smart. Jadikan kepercayaan ini sebagai pengabdian terbaik Anda untuk masyarakat," pungkasnya.


Dengan berakhirnya pendidikan ini, para bintara baru diharapkan dapat segera menjalankan tugas mereka di lapangan, membawa semangat baru untuk mewujudkan Polri yang presisi.