Tampilkan postingan dengan label TANGGAMUS LAMPUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TANGGAMUS LAMPUNG. Tampilkan semua postingan

Bupati Tanggamus Sambut Kunjungan Kajati Lampung

  


Tanggamus,(gerakmedia) -- Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. menyambut kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Dr. Danang Suryo Wibowo, S.H., LL.M. beserta jajaran Kejaksaan Tinggi Lampung dalam rangka meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus Selasa,(15/7/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Kajati Lampung didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanggamus Subari Kurniawan, dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Talang Padang. Sementara dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus turut mendampingi Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Suaidi, para Kepala OPD, Kabag Protokol, Camat Pugung Ahmad Yani Halim, serta jajaran Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Pugung.


Kunjungan diawali di SD Negeri 1 Way Jaha, Kecamatan Pugung. Kajati Lampung bersama Bupati Tanggamus meninjau secara langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari proses pembagian makanan hingga kualitas menu yang diterima para siswa. 


Pada kesempatan tersebut, Bupati Tanggamus memberikan apresiasi terhadap kebersihan dan penataan lingkungan sekolah, baik ruang kelas maupun fasilitas pendukung lainnya yang dinilai telah menciptakan suasana belajar yang nyaman dan sehat.


Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Suka Jadi, Kecamatan Pugung. Di lokasi tersebut, rombongan meninjau seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemasakan, pengemasan hingga proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Kebersihan dapur, kelayakan peralatan, standar higienitas, serta mekanisme pengawasan menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut.


Dalam kesempatan itu, Kajati Lampung dan Bupati Tanggamus menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas bahan baku dan menu makanan yang disajikan kepada para siswa. Program Makan Bergizi Gratis dinilai sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bangsa sehingga seluruh proses penyelenggaraannya harus memenuhi standar keamanan pangan dan mutu gizi.


Selain kualitas makanan, perhatian juga diberikan terhadap pengelolaan limbah dapur SPPG agar tidak mencemari lingkungan, khususnya sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat. Pengelola SPPG diharapkan menerapkan sistem pengelolaan limbah yang baik sehingga operasional dapur tetap ramah lingkungan.


Selanjutnya, rombongan mengunjungi Madrasah Aliyah (MA) Al Falah Gunung Kasih, Kecamatan Pugung. Di sekolah tersebut, Kajati Lampung bersama Bupati Tanggamus kembali meninjau pelaksanaan pembagian makanan bergizi kepada para siswa sekaligus memastikan program berjalan dengan baik dan menjangkau seluruh peserta didik penerima manfaat.


Camat Pugung Ahmad Yani Halim mengatakan, sebelum kunjungan berlangsung Pemerintah Kecamatan Pugung telah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Tanggamus dan Cabang Kejaksaan Negeri Talang Padang melalui Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tanggamus guna mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.



"Dalam persiapan kunjungan ini, Kecamatan Pugung berkoordinasi dengan Kejari Tanggamus dan Kacabjari Talang Padang melalui Bapperida Kabupaten Tanggamus, termasuk seluruh persiapan di lokasi kunjungan," kata Ahmad Yani Halim.


Ia menyampaikan, Kajati Lampung juga memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus agar pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis terus ditingkatkan.


"Masukan khusus untuk Pemerintah Kabupaten Tanggamus, termasuk Pemerintah Kecamatan Pugung, adalah agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG ini," ujarnya.


Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kecamatan Pugung akan meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pengelola SPPG serta melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) melalui kunjungan rutin ke seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah Kecamatan Pugung.


"Langkah yang segera kami lakukan adalah meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pihak pengelola SPPG dengan melibatkan anggota Forkopimcam. Kami juga akan mengupayakan kunjungan secara berkala ke seluruh SPPG yang beroperasi di Kecamatan Pugung," tegas Ahmad Yani Halim.


Kunjungan tersebut menjadi wujud sinergi antara Kejaksaan dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan sesuai standar, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi di dapur SPPG, distribusi makanan kepada peserta didik, hingga pengelolaan limbah, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh generasi penerus bangsa.

Reses DPRD Tanggamus Pekon Tampang Muda Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus

  



Tanggamus, (gerakmedia) -- Masyarakat Pekon Tampang Muda, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Sangat antusias terlihat saat menghadiri kegiatan Reses III Masa Sidang III DPRD Kabupaten Tanggamus Tahun Sidang 2026/2027 yang digelar pada Senin (13/7/2026).


Kegiatan reses dilaksanakan di kediaman Rasid, RT 01 RW 01, Pekon Tampang Muda, dan dihadiri ratusan warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi kepada wakil rakyat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Komisi IV, Zudarwansyah, S.Kom, Kepala Pekon Tampang Muda Hamid beserta jajaran aparatur pekon, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga dari seluruh wilayah Pekon Tampang Muda.


Dalam sambutannya, Zudarwansyah, S.Kom menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia mengaku prihatin terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, khususnya di sembilan pekon wilayah Pematang Sawa bagian selatan.


"Saya akan terus berjuang agar kebutuhan masyarakat dapat menjadi perhatian pemerintah, terutama terkait akses transportasi, pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Pematang Sawa bagian ujung," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Pekon Tampang Muda, Hamid, mengapresiasi kepedulian Anggota DPRD yang telah hadir langsung mendengarkan aspirasi masyarakat.



"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan kerja Bapak Zudarwansyah. Harapan terbesar masyarakat saat ini adalah terwujudnya pembangunan jalan tembus dari Way Nipah hingga Pekon Tampang Muda. 


Infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan akses transportasi dan perekonomian masyarakat," katanya.


Perwakilan tokoh adat, Rohmuddin, juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) II tersebut. Menurutnya, masyarakat hanya memiliki beberapa kebutuhan prioritas yang diharapkan dapat diperjuangkan.


"Kami sangat berharap pembangunan jalan tembus dari Way Nipah menuju Pekon Tampang Muda dapat segera direalisasikan agar akses masyarakat menjadi lebih mudah. Selain itu, kami juga berharap adanya pembangunan jembatan, bantuan sumur bor, serta alat pertanian seperti mesin perontok padi untuk mendukung para petani," ungkapnya.


Senada dengan itu, perwakilan masyarakat, Sukusno, mengatakan kehadiran Anggota DPRD di tengah masyarakat menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.


"Kami berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat direalisasikan, terutama pembangunan jalan tembus yang akan sangat membantu kelancaran transportasi hasil pertanian, akses pendidikan, maupun pelayanan kesehatan," ujarnya.


Di kesempatan yang sama, Helmi, warga Pekon Tampang Muda, berharap pemerintah juga memberikan perhatian kepada kelompok nelayan di wilayah tersebut.


"Kami membutuhkan bantuan berupa mesin perahu, perahu nelayan, jaring, serta alat tangkap ikan lainnya agar dapat meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan para nelayan," katanya.


Kegiatan reses berlangsung dengan penuh keakraban dan diwarnai dialog antara masyarakat dengan anggota DPRD. Berbagai aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan dalam penyusunan program pembangunan daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Pematang Sawa.

Wabup Tanggamus Ajak Warga Lestarikan Tradisi Bersih Pekon Dan Ruwat Mata Air Batu Kramat

 


Tangggamus,(gerakmedia) -- Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto menghadiri doa bersama dalam rangka Bersih Pekon dan Ruwatan Mata Air Batu Kramat di Pekon Batu Kramat, Kecamatan Kota Agung Timur, Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan masyarakat Minggu,(12/7/2026). 


Dalam sambutannya, Agus Suranto menegaskan bahwa kegiatan Bersih Pekon bukan sekadar membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga menjadi sarana membersihkan hati, mempererat persaudaraan, dan memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.


"Kegiatan Bersih Pekon ini bukan hanya sekadar bersih-bersih secara fisik, tetapi lebih kepada membersihkan hati dan pikiran dengan saling berkumpul, bersilaturahmi, serta berdoa bersama," ujar Agus Suranto.


Ia mengatakan, tradisi yang terus dipertahankan masyarakat Pekon Batu Kramat merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga kerukunan dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta kondusif.



Menurutnya, apabila kebersamaan dan silaturahmi terus terjalin, maka semangat gotong royong akan tetap hidup dan menjadi kekuatan utama dalam membangun pekon.


"Semoga kegiatan Bersih Pekon ini tidak hanya menjadi sebuah agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi budaya yang terus mengakar dalam kehidupan masyarakat," katanya.


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekaligus kebersihan jiwa dan raga sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.


"Kepada seluruh warga, mari kita selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan jiwa maupun kebersihan raga kita masing-masing demi terciptanya lingkungan yang sehat, rukun, dan harmonis," pungkasnya.


Kegiatan doa bersama berlangsung penuh khidmat dengan dihadiri Camat Kota Agung Timur beserta unsur Uspika, Kepala Pekon Batu Kramat Masrantok beserta jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Pekon Batu Kramat.

Kinerja Puskesmas Kota Agung Kabupaten Tanggamus Kembali Jadi Sorotan

 



Tanggamus,(gerakmedia) -- Dugaan belum optimalnya pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kota Agung kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya muncul sejumlah keluhan serupa, kini seorang anak berusia 12 tahun asal Pekon Penanggungan, Kecamatan Kota Agung, diduga belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan secara memadai meski mengalami gangguan pertumbuhan sejak kecil Selasa,(7/7/2026). 


Anak tersebut bernama Sifa Saukia, putri pasangan Supendi dan Asnawati. Kondisi yang dialaminya memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pendataan, pemantauan, dan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perhatian pemerintah.


Saat ditemui media Asnawati mengaku putrinya hingga kini belum pernah memperoleh pemeriksaan maupun pendampingan kesehatan dari tenaga kesehatan, baik Bidan Desa, Puskesmas Kota Agung maupun Rumah Sakit Batin Mangunang.


"Anak kami sudah berusia 12 tahun. Selama ini belum pernah diperiksa ataupun mendapat pelayanan kesehatan dari bidan desa, Puskesmas maupun rumah sakit. Yang pernah datang hanya pendamping PKH untuk pendataan," ujar Asnawati.


Menurutnya, kondisi gangguan pertumbuhan yang dialami Sifa sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini, keluarga mengaku belum pernah menerima kunjungan maupun pemeriksaan kesehatan secara langsung.


Sebagai orang tua, Asnawati berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus segera memberikan perhatian terhadap kondisi anaknya melalui pemeriksaan medis secara menyeluruh serta penanganan sesuai kebutuhan.


"Kami tidak menuntut apa-apa. Kami hanya ingin anak kami diperiksa dan mendapatkan pengobatan serta perhatian agar kondisinya bisa diketahui secara pasti," katanya.


Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana sistem pendataan dan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat berjalan di wilayah kerja Puskesmas Kota Agung. Pasalnya, apabila benar seorang anak dengan kondisi khusus belum pernah tersentuh pelayanan kesehatan selama bertahun-tahun, hal tersebut patut menjadi bahan evaluasi bagi instansi terkait.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Kota Agung maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus belum memberikan keterangan resmi. Media masih terus berupaya memperoleh konfirmasi guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.


Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Indonesia (KWI) Kabupaten Tanggamus, Parta Irawan, mengaku prihatin atas kondisi yang dialami Sifa Saukia.


Menurutnya, apabila informasi yang disampaikan keluarga benar, maka Pemerintah Kabupaten Tanggamus perlu segera melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan kesehatan dasar, khususnya mekanisme pendataan dan kunjungan kepada warga yang membutuhkan penanganan medis.

"Kami berharap Dinas Kesehatan segera turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Sifa serta mengevaluasi pelayanan kesehatan di wilayah kerja. 


Puskesmas Kota Agung agar kejadian serupa tidak terus berulang," tegas Parta.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan dasar tidak hanya sebatas menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga memastikan warga yang memiliki keterbatasan atau kondisi khusus tetap memperoleh haknya atas pelayanan kesehatan yang layak.

Forkopimda Tanggamus Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah, Bupati : Pemerintah Harus Hadir Untuk Masyarakat

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengusung tema "Sinergi Forkopimda dalam Mewujudkan Kondusivitas IPOLEKSOSBUDHANKAM Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 dengan Budaya Kerja Jalan Lurus" di Ruang Rapat Bupati Tanggamus, Senin, (6/7/2026).


Rakor dipimpin Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. dan dihadiri Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko, Kejaksaan Negeri Tanggamus yang diwakili Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Tri Nurandi Sinaga, unsur Badan Intelijen Daerah (Binda), Sekretaris Daerah Suaidi, para asisten, kepala OPD, serta kepala bagian di lingkungan Pemkab Tanggamus.


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Tanggamus Rully Runa Yuda dalam paparannya menjelaskan, keberadaan Forkopimda bertujuan menciptakan hubungan harmonis antarunsur pimpinan daerah, menyelesaikan persoalan strategis, memperkuat deteksi dini, cegah dini, dan penanganan dini, sekaligus menjaga stabilitas politik, sosial, dan penyelenggaraan pemerintahan.


Ia juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah, mulai dari penguatan ideologi Pancasila, penyaluran bantuan keuangan partai politik, penertiban pasar, pemberantasan rokok ilegal, penertiban tambang ilegal, hingga pengembangan destinasi wisata Pantai Muara Indah.


Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo menegaskan bahwa kondisi politik di Kabupaten Tanggamus secara umum tetap kondusif meski dinamika internal partai politik tetap terjadi.


"Kalau bicara politik di Kabupaten Tanggamus, semuanya secara umum berjalan kondusif. Dinamika di internal partai merupakan hal yang wajar, tetapi secara keseluruhan situasi politik tetap aman dan kondusif," ujarnya.


Agung juga meminta agar setiap program pemerintah daerah benar-benar selaras dengan RPJMD dan visi misi kepala daerah sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.


Selain itu, ia menyoroti penataan pasar maupun penertiban tambang agar selalu dibarengi solusi bagi masyarakat.



"Ketika pemerintah melakukan penertiban, tentu harus diikuti solusi. Pedagang juga harus diberikan sarana dan prasarana sehingga penataan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat," katanya.


Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko menyampaikan sejumlah isu keamanan yang menjadi perhatian, mulai dari konflik lahan, kondisi Jembatan Way Kandis, kecelakaan lalu lintas, hingga upaya menjaga stabilitas keamanan menjelang berbagai agenda masyarakat.


Ia mengungkapkan, penyelesaian konflik lahan dilakukan melalui pendekatan persuasif sembari tetap menghormati proses hukum yang berjalan.


"Kami terus mengedepankan komunikasi kepada seluruh pihak agar tidak berkembang menjadi konflik sosial. Semua proses hukum berjalan dan kami mengajak masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," tegas Rahmat.


Kapolres juga menyampaikan perkembangan program penanaman bawang putih di Kecamatan Ulu Belu yang menjadi bagian dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.


Sementara itu, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono memaparkan sejumlah isu strategis daerah sepanjang Januari hingga Juni 2026 berdasarkan aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.


Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah maraknya penyebaran informasi bernuansa SARA dan hoaks di media sosial akibat rendahnya literasi digital masyarakat.


"Masih ditemukan unggahan bernuansa SARA yang berpotensi memicu perpecahan. Karena itu kami terus mengedukasi masyarakat melalui komunikasi sosial dan penguatan wawasan kebangsaan," ujarnya.


Dari sisi penegakan hukum, Kasi Datun Kejari Tanggamus Tri Nurandi Sinaga menyampaikan sejumlah perhatian, di antaranya potensi penyimpangan dana desa, tingginya penyalahgunaan narkotika, konflik agraria, hingga potensi polarisasi sosial pasca agenda politik.


Ia mengatakan Kejaksaan terus mengoptimalkan program Jaga Desa, penyuluhan hukum, serta mendorong pembangunan pusat rehabilitasi narkotika di Kabupaten Tanggamus.


"Kami berharap pemerintah daerah dapat mendukung pembangunan pusat rehabilitasi ketergantungan narkotika agar penanganan korban penyalahgunaan narkoba menjadi lebih efektif," katanya.


Sementara itu, perwakilan Binda Tanggamus, Fadil, mengungkapkan adanya sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, mulai dari penyebaran paham khilafah melalui komunitas terselubung, dinamika pergerakan mahasiswa, konflik satwa liar dengan masyarakat, aktivitas pertambangan ilegal di kawasan hutan, hingga peredaran senjata api ilegal yang diduga berkaitan dengan maraknya kasus begal.


Sekretaris Daerah Tanggamus Suaidi menekankan pentingnya komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan DPRD, sekaligus memperkuat koordinasi hingga tingkat Forkopimcam agar setiap persoalan sosial dapat diantisipasi sejak dini.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menegaskan seluruh persoalan akan dibahas secara komprehensif dengan melibatkan seluruh instansi terkait, termasuk persoalan tambang rakyat.


Menurutnya, pemerintah harus mampu membedakan aktivitas masyarakat untuk kebutuhan pribadi dengan kegiatan yang bersifat komersial.


"Kita harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi tentu ada batasannya. Kalau sudah bersifat komersial dan melanggar aturan, tentu harus ditindak sesuai ketentuan. Semua ini akan kita pelajari bersama agar ada solusi yang berpihak kepada masyarakat namun tetap sesuai aturan," tegas Bupati.


Ia berharap sinergi seluruh unsur Forkopimda terus diperkuat sehingga stabilitas daerah tetap terjaga dan pembangunan di Kabupaten Tanggamus dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat.

Respon Cepat, Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus Kunjungi Lansia Penderita Stroke Dan Balita Mengidap Kelainan Jantung

 


Taggamus,(gerakmedia) -- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Herry Novrizal, M.M., CRP., menunjukkan respons cepat dengan mengunjungi Hamidah (64), warga Kelurahan Baros, Kecamatan Kota Agung, yang menderita stroke, pada Rabu (1/7/2026).


Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Tanggamus terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.


Dalam kesempatan itu, dr. Herry Novrizal juga menyerahkan tali asih kepada Hamidah sebagai bentuk perhatian dan dukungan.


Sebelumnya, kisah Pilu Hamidah ramai diberitakan berbagai media cetak dan online. Lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi itu dikabarkan belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal dan berharap dapat memperoleh pengobatan untuk kesembuhannya.


Didampingi jajaran Dinas Kesehatan dan Lurah Baros, Kepala Dinas Kesehatan berdialog langsung dengan Hamidah dan keluarganya untuk memastikan kondisi kesehatan serta kebutuhan pelayanan yang diperlukan.


Menurut dr. Herry Novrizal, hasil penelusuran menunjukkan bahwa kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Hamidah berada di bawah penanganan rumah sakit swasta. Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus tetap berkomitmen memberikan pelayanan karena menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat.



"Kami sudah berbincang dengan Ibu Hamidah dan sangat prihatin dengan kondisinya. masalahnya kepesertaan JKN beliau berada di rumah sakit swasta sehingga seharusnya pihak swasta yang menangani. Namun karena ini menyangkut kesehatan masyarakat dan masih dalam wilayah kerja kami, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus berkomitmen menjangkau serta memberikan pelayanan semaksimal mungkin agar beliau memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhannya," ujar dr. Herry Novrizal.


Ia juga mengaku telah menginstruksikan Bidan Desa untuk melakukan pemantauan rutin setiap bulan sekaligus memastikan ketersediaan obat selama satu bulan bagi Hamidah.


Selain mengunjungi Hamidah, Kepala Dinas Kesehatan juga menyambangi Rumah Sakit Batin Mangunang Kota Agung untuk melihat kondisi Zakia, balita berusia sembilan bulan asal Kelurahan Baros yang menderita Atrial Septal Defect (ASD) atau kelainan jantung bawaan.


Menurut dr. Herry Novrizal, kondisi Zakia saat ini sudah berangsur membaik dan kelainan pada jantung sudah pulih serta Demam yang sebelumnya dialami telah menurun, sementara infeksi saluran pernapasan yang dideritanya diduga dipicu paparan asap pembakaran sampah rumah tangga.


"Alhamdulillah kondisi Zakia sudah membaik. Saya berpesan kepada keluarga agar menghindarkan anak dari paparan asap pembakaran sampah, asap rokok, maupun asap lainnya. Mari kita lindungi anak-anak dari paparan asap agar mereka tumbuh sehat," katanya.


Sementara itu, suami Hamidah, Bai Haki (73), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus.


"Terima kasih kepada Bapak dr. Herry Novrizal,M.M.CRP., yang telah datang melihat kondisi istri saya, memberikan bantuan serta arahan. Semoga dengan perhatian dan pelayanan yang diberikan, istri saya bisa mendapatkan pengobatan yang baik dan pulih seperti sediakala," ungkapnya.

Polsek Wonosobo Dan Inafis Polres Tanggamus Identifikasi Kebakaran Toko Diamond Berkah

 


Tanggamus, (gerakmedia) -- Polsek Wonosobo bersama Tim Inafis Polres Tanggamus melakukan identifikasi terkait kebakaran yang menghanguskan Toko Swalayan Diamond Berkah di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Pemilik toko diketahui bernama Khoirur Rozikin alias H. Oji (48), warga Pekon Banjar Negoro, Kecamatan Wonosobo Minggu (28/6/2026) pagi. 


Dalam rangkaian pemadaman itu, Polsek Wonosobo juga melakukan pengamanan terhadap barang-barang yang masih dapat diselamatkan.


Kapolsek Wonosobo Iptu Primadona Laila, S.H., mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting atau arus pendek listrik.


"Untuk dugaan sementara, penyebab kebakaran akibat korsleting listrik yang berasal dari ruang penyimpanan atau gudang di lantai dua bangunan," kata Iptu Primadona Laila mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.


Kapolsek menjelaskan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Salah seorang saksi, Ansorizal (63), pertama kali melihat kepulan asap hitam dari bagian atap toko. Ia kemudian meminta pertolongan warga dan menghubungi karyawan toko.



Tak lama berselang, saksi lainnya, Suwilo (53), turut membantu dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api dengan cepat menjalar ke bagian atap dan gudang toko yang berisi berbagai barang dagangan.


"Sekitar pukul 07.30 WIB, dua unit mobil pemadam  Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tanggamus tiba di lokasi dan langsung memadamkan kobaran api selama 2 jam 30 menit petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 10.00 WIB.


Kapolsek menyebut, akibat kebakaran tersebut, satu unit gedung Toko Diamond Berkah beserta berbagai barang dagangan seperti pakaian, tas, sepatu, sandal, kebutuhan rumah tangga, 17 unit pendingin ruangan (AC), tujuh unit CCTV, serta dua unit komputer dan perangkatnya ikut terbakar. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 


Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan para saksi, Tim Identifikasi Polres Tanggamus menyimpulkan sementara bahwa kebakaran diduga dipicu arus hubungan pendek listrik yang berasal dari ruang penyimpanan atau gudang di lantai dua bangunan.


"Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta," tegasnya.


Saat ini, Polsek Wonosobo telah memasang garis polisi, meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan pendalaman lebih lanjut terkait peristiwa kebakaran tersebut.


"Hingga saat ini kami jug masih terus melakukan pemantauan guna memastikan lokasi aman dan kondusif," tandasnya.

Lorong Puskesmas Kota Agung Diduga Jadi Lapak Pedagang, Pengawasan Manajemen Kembali Dipertanyakan

 


Tanggamus, (gerakmedia) -- Sorotan terhadap pelayanan di Puskesmas Kota Agung, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, kembali mencuat. Selain dugaan belum optimalnya pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, awak media juga menemukan adanya aktivitas seorang pedagang yang berjualan di dalam area lorong Puskesmas, tepatnya di lorong yang berada di dekat beberapa ruangan staf Jumat, (26/6/2026).


Temuan tersebut terjadi saat awak media melakukan konfirmasi terkait dugaan kelalaian pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota Agung. 


Seorang pedagang perempuan yang identitasnya disamarkan dengan nama Melati terlihat dengan santai menggelar dagangan berupa aneka jajanan di dalam lorong Puskesmas. Aktivitas tersebut dinilai tidak lazim mengingat area pelayanan kesehatan semestinya steril dari aktivitas perdagangan yang berpotensi mengganggu pelayanan maupun kebersihan lingkungan.


Yang menjadi perhatian, saat awak media tengah mencari informasi mengenai keberadaan Kepala UPT Puskesmas Kota Agung, pedagang tersebut diduga sempat memberikan isyarat kepada seseorang agar tidak masuk ke ruangan.


"Ada wartawan, sana dulu... jangan dulu masuk," 

ucapnya, sebagaimana didengar langsung oleh awak media.


Peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai hubungan pedagang dengan pihak internal Puskesmas. Gestur dan sikap pedagang tersebut dinilai seolah mengetahui situasi di dalam kantor, sehingga memunculkan dugaan adanya pembiaran atau bahkan izin secara tidak langsung untuk beraktivitas di lingkungan Puskesmas. Dugaan tersebut tentu masih memerlukan klarifikasi dari pihak Puskesmas.


Padahal, secara umum aktivitas berjualan di dalam area fasilitas pelayanan kesehatan tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan prinsip kebersihan, keamanan, dan pengendalian infeksi. Lingkungan Puskesmas merupakan kawasan yang harus dijaga sterilitasnya demi melindungi pasien, tenaga kesehatan, maupun pengunjung.


Keberadaan pedagang di lorong pelayanan berpotensi mengganggu kenyamanan pasien, menghambat mobilitas petugas kesehatan, serta meningkatkan risiko munculnya serangga maupun tikus yang dapat menjadi media penyebaran penyakit apabila sisa makanan atau sampah tidak dikelola dengan baik.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan internal terhadap tata tertib lingkungan Puskesmas. Sebagai institusi pelayanan kesehatan, manajemen Puskesmas semestinya memahami dan menegakkan aturan mengenai kebersihan serta pengendalian risiko infeksi di lingkungan kerja.


Secara regulasi, pengelolaan Puskesmas mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat yang menegaskan bahwa Puskesmas wajib menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan aspek mutu, keselamatan pasien, keamanan, dan kesehatan lingkungan.

Selain itu, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan mengatur pentingnya penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk menjaga lingkungan tetap bersih dan meminimalkan berbagai potensi sumber penularan penyakit.


Sementara itu, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juga menegaskan bahwa penyelenggara fasilitas pelayanan kesehatan wajib menjamin mutu, keamanan, keselamatan pasien, serta menciptakan lingkungan pelayanan yang sehat.


Atas temuan tersebut, masyarakat berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Puskesmas Kota Agung, tidak hanya terkait pelayanan kesehatan, tetapi juga pengawasan terhadap aktivitas yang berlangsung di dalam lingkungan Puskesmas.


Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan maupun penyalahgunaan kewenangan yang mengakibatkan terganggunya pelayanan publik, masyarakat berharap penanganannya dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga mampu memberikan efek jera dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

DPRD Setujui LKPJ Bupati Tanggamus 2025, Pemkab Fokus Tuntaskan Program Tertunda Dan Perkuat Pelayanan Dasar

 



Tanggamus,(gerakmedia) -- DPRD Kabupaten Tanggamus menyetujui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tanggamus Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin, 25 Mei 2026. Persetujuan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong pembangunan daerah.


Dalam pendapat akhir kepala daerah yang disampaikan Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, khususnya Panitia Khusus (Pansus) LKPJ, yang telah melakukan pembahasan dan evaluasi secara komprehensif terhadap kinerja pemerintah daerah selama tahun anggaran 2025.


Bupati menjelaskan, LKPJ yang telah disampaikan kepada DPRD pada 9 April 2026 merupakan bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan selama satu tahun terakhir. Ia menilai persetujuan DPRD tidak sekadar memenuhi kewajiban formal sesuai regulasi, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.


Menurutnya, kolaborasi yang baik antara eksekutif dan legislatif telah berkontribusi terhadap sejumlah capaian pembangunan daerah. Di tengah tantangan ekonomi global, Kabupaten Tanggamus mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,52 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga mencapai angka 71,36, sementara pengeluaran per kapita masyarakat tercatat sebesar Rp10,88 juta per tahun.



“Capaian pembangunan ini menunjukkan bahwa ketika eksekutif dan legislatif berjalan dalam harmoni kemitraan yang sejajar, lompatan pembangunan bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan,” ujar Bupati dalam sambutannya.


Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat sejumlah catatan yang perlu dibenahi. Keterbatasan fiskal daerah serta penanganan bencana banjir di beberapa wilayah menyebabkan sejumlah target pembangunan fisik belum dapat diselesaikan secara optimal pada tahun 2025.


Menyikapi rekomendasi DPRD, Bupati menegaskan seluruh perangkat daerah diminta untuk segera mempelajari, memahami, dan menindaklanjuti setiap masukan yang diberikan. Ia juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar menghilangkan ego sektoral yang berpotensi menghambat pencapaian target pembangunan daerah.


Harga Pengadaan Dipertanyakan Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Tanggamus akan memfokuskan kebijakan belanja pada APBD Tahun Anggaran 2026 untuk menyelesaikan program-program fisik yang tertunda pada tahun sebelumnya. Selain itu, anggaran juga akan diarahkan pada peningkatan pelayanan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi kerakyatan.


Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah. Ia optimistis sinergi yang terjalin antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat akan mampu mewujudkan Kabupaten Tanggamus yang lebih maju, adil, sejahtera, dan bermartabat.


“Semoga persatuan, tekad, dan kerja sama yang erat dapat terus kita pertahankan dan ditingkatkan demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Tanggamus yang lebih maju, adil, sejahtera, dan bermartabat,” tutupnya.

Resmikan Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan, Bupati Tanggamus Tegaskan Negara Harus Hadir Hingga Wilayah Kepulauan

 



Tanggamus,(gerakmedia.com) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus terus memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat pesisir, kepulauan, dan daerah terpencil. Komitmen itu diwujudkan melalui peresmian operasional Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan, penyerahan ambulans untuk Puskesmas Putih Doh, pemberian penghargaan kepada puskesmas berprestasi, serta pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di UPTD Puskesmas Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Selasa, 23 Juni 2026.


Peresmian dipimpin langsung Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. Turut hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Yeni Rusli, Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus dr. Herry Novrizal, Kepala BNNK Tanggamus Diani Indramaya, anggota DPRD Tanggamus Rahman Agus, Iflah Haza, dan Ahmad Farid, Kepala Dinas Kominfo Suhartono.


Kemudian, Plt Kepala UPTD Puskesmas Putih Doh Nova Jumyana, Sekretaris Bapperida Feri Setiawan, Sekretaris Dinas PMD Lauyustis, Camat Cukuh Balak Alsep Rizam, Kabag Protokol Setdakab Tanggamus Hendra Ferry, para kepala OPD, kepala puskesmas se-Kabupaten Tanggamus, kepala pekon, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat.


Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pembangunan sektor kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang harus menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali.


"Kondisi geografis bukan alasan untuk membatasi pelayanan kepada masyarakat. Justru karena tantangan itu, pemerintah harus hadir lebih dekat dan memastikan setiap warga memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang bermutu," tegas Moh. Saleh Asnawi.


Menurutnya, kehadiran Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan menjadi solusi bagi masyarakat kepulauan yang selama ini harus menempuh perjalanan laut sekitar satu hingga dua jam untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.



"Ini adalah simbol kehadiran negara dan bentuk keberpihakan kepada masyarakat kepulauan. Fasilitas ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat," ujarnya.


Bupati juga mengapresiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus yang berhasil menyelesaikan pembangunan dan rehabilitasi 11 fasilitas kesehatan pada 2025 serta melanjutkan 14 program pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan sepanjang 2026.


Selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Tanggamus juga mencatat capaian positif Program Cek Kesehatan Gratis. Hingga 21 Juni 2026, sebanyak 246.100 warga atau 38,39 persen dari total sasaran telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, mendekati target tahunan sebesar 46 persen.


"Saya berharap target 46 persen tahun ini dapat tercapai bahkan terlampaui. Capaian ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit terus meningkat," kata Bupati.


Sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Tanggamus juga menjalankan Program Bupati Tanggamus Health Excellence Award 2026. Program ini merupakan bentuk apresiasi kepada puskesmas yang menunjukkan dedikasi, inovasi, dan capaian kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Bupati juga memberikan penghargaan kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah pesisir, pegunungan, dan kepulauan. Menurutnya, para tenaga kesehatan tidak hanya menjalankan tugas memberikan pelayanan medis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga harapan masyarakat terhadap akses kesehatan yang layak.


"Saudara-saudara bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi sedang menjaga harapan masyarakat," ucapnya.


Rangkaian kegiatan juga diisi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BNNK Tanggamus dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus tentang Program OPD Bersinar (Bersih dari Narkoba) sebagai upaya memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.


"Saya berharap kerja sama ini menjadi contoh bagi seluruh perangkat daerah untuk bersama-sama memerangi narkoba hingga ke akar-akarnya, karena dampaknya sangat merusak kesehatan, keluarga, dan masa depan bangsa," pungkas Moh. Saleh Asnawi.

Sidak RSUD Batin Mangunang, Wabup Tanggamus Soroti Kerusakan WC Dan Saluran Pembuangan

 


Tanggamus, (GM) -- Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, Jumat, Sidak dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi fasilitas sanitasi rumah sakit yang dinilai mengganggu kenyamanan pelayanan (19/6/2026). 


"Setelah kita cek, ternyata benar, sejumlah WC mengalami kemacetan. Pihak rumah sakit sudah berupaya melakukan perbaikan, ada yang disedot dan dilakukan penanganan lainnya, tetapi belum tuntas," ujar Agus Suranto.


Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tanggamus akan melibatkan Dinas PUPR untuk mencari solusi teknis yang tepat terhadap persoalan tersebut.


"Kita ajak teman-teman dari PU untuk membantu memberikan pemikiran dan solusi. Nanti akan ada tim yang menginventarisasi seluruh kondisi kerusakan agar penanganannya bisa dilakukan secara menyeluruh," katanya.


Direktur RSUD Batin Mangunang, dr. Theresia Hutabarat, menjelaskan permasalahan utama diduga berada pada sistem aliran pembuangan dan septic tank yang hingga kini belum ditemukan titik kerusakannya secara pasti.



"Kurang lebih ada 10 titik yang mengalami gangguan dari total lebih dari 30 titik fasilitas sanitasi yang ada. Kerusakan ini sudah berlangsung cukup lama dan kami terus berupaya mencari sumber permasalahannya, namun belum menemukan titik yang pasti," jelasnya.


Ia mengatakan pihak rumah sakit telah melakukan berbagai langkah perbaikan, termasuk pembukaan dan pembersihan septic tank. Namun hasilnya masih belum optimal sehingga membutuhkan pendampingan teknis dari Dinas PUPR.


"Kami sudah melakukan berbagai upaya, tetapi belum optimal. Karena itu kami berkoordinasi dengan PU untuk mengkaji di mana sebenarnya sumber masalahnya agar bisa ditangani secara tepat," ungkap Theresia.


Kerusakan tersebut disebut berdampak pada kenyamanan pasien maupun pengunjung rumah sakit.


"Tentunya kondisi ini membuat pelayanan menjadi kurang nyaman. Karena itu kami berharap segera ditemukan solusi agar fasilitas sanitasi rumah sakit dapat berfungsi normal kembali," tandasnya.


Mendampingi Wakil Bupati Agus Suranto, Asisten Perekonomian Hendra Wijaya, Kadishub Sabar Sitanggang, Sekrataris Bapperida Feri Septiawan, Direktur RSUD Theresia Hutabarat, Kabag Adbang Joko Supratin, Kabid Cipta Karya Ishak Basuki dan bidang Diinas Lingkungan Hidup.

48 Santri Utama Pagar Nusa Tanggamus Diwisuda, Ditempa Tak Hanya Jadi Pesilat, Tetapi Penjaga Akhlak Dan Tradisi



Tanggamus, (GM) -- Semangat persaudaraan, nilai keislaman, dan pelestarian budaya pencak silat berpadu dalam acara Wisuda dan Tasyakuran Santri Utama Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Angkatan V Tahun 2026 yang digelar di Pekon Terbaya, Kecamatan Kota Agung, Minggu,( 7/6/2026).


Sebanyak 48 santri utama resmi diwisuda setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan, pembinaan, dan pengujian yang menjadi syarat kelulusan di lingkungan Pagar Nusa.


Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Mujibul Umam dan Edy Yalismi, Ketua PCNU Kabupaten Tanggamus KH. Samsul Hadi, Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Hajin M. Umar, unsur Uspika Kecamatan Kota Agung, para pendekar, pengurus, pelatih, serta keluarga santri wisudawan.


Sambutan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanggamus Suhartono.


Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pagar Nusa bukan sekadar wadah pembelajaran bela diri, melainkan ruang pembentukan karakter, akhlak, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.



"Pagar Nusa bukan semata untuk bela diri, mencari kekuatan atau dukungan teman. Pagar Nusa adalah wadah melestarikan budaya pencak silat Indonesia yang berkembang di lingkungan Nahdliyin dari Sabang sampai Merauke," demikian pesan Bupati.


Ia juga mengingatkan para santri bahwa tantangan terbesar dalam kehidupan bukan berasal dari luar diri manusia, melainkan dari dalam dirinya sendiri.


"Musuh terbesar umat manusia adalah dirinya sendiri, yaitu hawa nafsunya sendiri. Karena itu teruslah belajar, berlatih, dan menjaga akhlak," pesannya.


Bupati turut mengapresiasi para pendiri, tokoh, pendekar, dan pelatih Pagar Nusa yang selama ini tanpa lelah membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berbudaya, dan memiliki semangat pengabdian.


Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Hajin M. Umar menjelaskan bahwa wisuda merupakan bagian dari proses panjang kaderisasi yang telah dilalui para santri.


Menurutnya, seluruh peserta tidak hanya diuji kemampuan fisik dan teknik pencak silat, tetapi juga pemahaman keagamaan dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.


"Mereka sudah kita didik, kita tempa, dan melalui berbagai ujian. Ujian terakhir ini menjadi bukti bahwa mereka lulus secara fisik, pengetahuan, serta memahami nilai-nilai Nahdlatul Ulama dan Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi ruh Pagar Nusa," ujar Hajin M. Umar.


Ia menegaskan, setelah diwisuda para santri tidak berhenti berlatih, melainkan didorong untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengukir prestasi.


"Kita sudah memiliki banyak atlet yang meraih prestasi tingkat provinsi hingga nasional. Harapan kami, kader-kader Pagar Nusa ini terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet silat berprestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Tanggamus," katanya.


Hajin juga mengungkapkan bahwa seluruh pelatih dan pengurus hingga saat ini masih mengabdikan diri secara sukarela tanpa honor.


"Kami belum mampu memberikan honor kepada para guru dan pelatih. Ini adalah bentuk pengabdian lillahi ta'ala. Yang terpenting bagi kami adalah mencetak kader yang berakhlak, bertakwa, dan mampu membawa prestasi bagi diri, keluarga, serta daerahnya," ungkapnya.


Rangkaian kegiatan wisuda sendiri telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya melalui pembinaan mental dan spiritual. Para santri mengikuti shalawatan, istighotsah, ceramah keagamaan, hingga penguatan nilai-nilai ke-NU-an sebagai bagian dari pembentukan karakter.


Selain prosesi wisuda, acara juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi pencak silat dari sejumlah padepokan di Kabupaten Tanggamus. Penampilan diawali oleh santri Padepokan Tapak Karuhun Kota Agung di bawah asuhan Taufik Radianto, dilanjutkan Padepokan AsmaAllah Sumberjo asuhan Her Subagio, Padepokan Macan Kumbang asuhan Asep Hidayat, SPKI Ulu Belu asuhan Bahrul, serta atraksi dari padepokan yang dibina langsung oleh Hajin M. Umar dan perguruan Bandrong.


Pertunjukan tersebut mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.


Melalui wisuda angkatan kelima ini, Pagar Nusa Tanggamus menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan memiliki kecintaan terhadap tradisi serta nilai-nilai kebangsaan.

Wakapolres Tanggamus Hadiri Ground Breaking Jembatan Garuda Tahap V dan VI Di Gunung Alip

 



Tanggamus, (GM) -- Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Wakapolres Tanggamus Kompol Fredy Aprisa Putra P., S.H., M.H., menghadiri kegiatan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI yang digelar di aliran Sungai Way Tebu, Pekon Darussalam, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, Jumat (5/6/2026).


Kegiatan yang merupakan program Kodam XXI Raden Inten melalui Kodim 0424/Tanggamus tersebut juga dihadiri Bupati Tanggamus Drs. H. M. Saleh Asnawi, M.A., M.H., Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo, S.T., M.M., Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, Camat Gunung Alip, para kepala pekon, unsur TNI-Polri serta masyarakat setempat.


Program pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur untuk membuka akses wilayah yang masih terisolasi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga.


Pada Tahap V, pembangunan dilakukan di Pekon Sinar Betung, Kecamatan Talang Padang berupa jembatan beton berukuran 4 meter x 6 meter serta di Pekon Darussalam, Kecamatan Gunung Alip berupa jembatan gantung sepanjang 55 meter dengan lebar 1,2 meter.


Sedangkan pada Tahap VI, pembangunan mencakup Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan dengan jembatan gantung sepanjang 32 meter dan lebar 1,2 meter, serta Pekon Sidomulyo, Kecamatan Sumberejo dengan jembatan gantung sepanjang 25 meter dan lebar 1,2 meter.



Khusus jembatan di Pekon Darussalam, keberadaannya diperkirakan mampu memangkas jarak tempuh warga hingga 15 kilometer. Infrastruktur tersebut juga akan memudahkan distribusi hasil pertanian seperti kopi, lada dan pisang, sekaligus meningkatkan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.


Wakapolres Kompol Fredy Aprisa Putra mengatakan kehadirannya mewakili Kapolres Tanggamus dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.


"Polres Tanggamus mendukung penuh program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi warga," kata Kompol Fredy Aprisa.


Dalam kesempatan itu, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono menegaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan upaya nyata untuk membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat pembangunan daerah.


Menurutnya, kehadiran jembatan akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, akses pendidikan hingga pelayanan kesehatan.


"Pembangunan Tahap V dan VI ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap jembatan ini mampu meningkatkan kesejahteraan warga dan memperkuat konektivitas antarwilayah," kata Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono.


Sementara itu, Bupati Tanggamus Moh Saleh Asnawi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang terus mendorong pembangunan infrastruktur hingga ke daerah terpencil.


Ia menilai Program Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang lebih baik.


"Program ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap masyarakat di pelosok. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada TNI AD yang terus bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Polres Tanggamus Gelar Upacara Pemakaman Dinas Polri Untuk Aiptu Putra Alam

 


Tanggamus, (GM) -- Polres Tanggamus melaksanakan upacara pemakaman secara dinas Polri bagi Aiptu Putra Alam bin Fatman pada Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum selama bertugas di institusi Kepolisian Republik Indonesia Jumat, (29/5/2026). 


Almarhum Aiptu Putra Alam diketahui terakhir menjabat sebagai Ps Kanit Binmas Polsek Semaka, Polres Tanggamus. Almarhum meninggal dunia pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.20 WIB karena sakit saat menjalani perawatan di rumah sakit.


Prosesi pemberangkatan jenazah dilaksanakan di rumah duka yang berada di kawasan Jati Agung, Way Hui, Lampung Selatan. Sementara upacara pemakaman dilangsungkan di Tempat Pemakaman Umum Gunung Agung, Bandar Lampung, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.


Bertindak selaku Inspektur Upacara yakni Kabag Ops Polres Tanggamus Kompol Yoefi Kurniawan, S.E., S.H., M.H. Sedangkan Perwira Upacara dijabat AKP Restu Marwoto, S.H., dan Komandan Upacara dipercayakan kepada Ipda Tedi Eko Winanto, S.Kom.



Dalam prosesi upacara, jenazah almarhum diserahkan pihak keluarga kepada Inspektur Upacara untuk dimakamkan secara kedinasan Polri. Upacara berlangsung dengan rangkaian penghormatan pasukan, pembacaan daftar riwayat hidup, apel persada, penurunan jenazah ke liang lahat, hingga penaburan bunga oleh Inspektur Upacara dan keluarga.


Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman saat keluarga, kerabat, serta personel Polres Tanggamus memberikan penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama berdinas.


Kasi Humas Polres Tanggamus AKP Sofyansyah, S.H., menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum Aiptu Putra Alam. Ia mengatakan, almarhum merupakan sosok anggota Polri yang dikenal baik, disiplin dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya.


“Atas nama keluarga besar Polres Tanggamus, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Aiptu Putra Alam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” kata AKP Sofyansyah mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.


Ia menambahkan, pelaksanaan upacara pemakaman secara dinas Polri tersebut merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan terakhir institusi kepada personel yang telah mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara melalui Polri.


“Upacara kedinasan ini merupakan wujud penghormatan institusi Polri atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama bertugas. Semoga segala amal ibadah dan pengabdiannya menjadi ladang pahala serta dikenang dengan baik oleh keluarga besar Polri maupun masyarakat,” tambahnya.

Bupati Tanggamus Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 1 Ton Lebih Ke Masjid Al-Khasyi’in

 


Tanggamus, (GM) -- Bupati Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. menyerahkan bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berupa satu ekor sapi kurban jenis limosin dengan berat hidup mencapai 1.038 kilogram kepada pengurus Masjid Al-Khasyi’in di Pekon Banjar Negeri, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus Selasa, (26/5/2026).


Penyerahan hewan kurban dalam rangka Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi itu turut diserahkan kepada Ketua MUI Kabupaten Tanggamus dan disaksikan sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I DPRD Tanggamus Rangga Putra Hakim, Anggota DPRD Tanggamus Edy Yalismi, Anggota DPRD Tanggamus Mujibul Umam, Asisten Sekdakab Rully Runa Yuda, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Henri Fatra, Kabag Protokol Hendra Ferry, Camat Gunung Alip Darius Putrawan, serta Kepala Pekon Banjar Negeri.


Dalam wawancaranya, Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. menyampaikan rasa syukur atas bantuan sapi kurban dari Presiden RI yang diberikan kepada masyarakat Tanggamus melalui Masjid Al-Khasyi’in.



“Selain penyerahan sapi dari Presiden RI, untuk kurban di Tanggamus juga cukup banyak. Di wilayah Bangga Besar ada beberapa sapi, kemudian di wilayah Selamik tadi saya lihat sudah ada lima sapi kurban,” kata Saleh Asnawi.


Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah Organisasi Perangkat Daerah hingga pihak keluarga turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kurban tahun ini.


“Dari OPD juga ada, kemudian dari keluarga anak saya juga ada satu sapi yang ukurannya hampir sama besar. Jadi memang cukup banyak hewan kurban tahun ini,” ujarnya.


Menjelang pelaksanaan Idul Adha, Saleh Asnawi mengaku akan melaksanakan Salat Id di Islamic Center dan berharap momentum kurban menjadi penguat nilai keimanan serta rasa syukur masyarakat.


“Saya berharap masyarakat betul-betul bisa meningkatkan rasa syukur dan keimanan kepada Allah SWT. Kurban ini menjadi wujud kewajiban dan rasa syukur kita karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan menjalani kehidupan sehari-hari,” tandasnya.

Respon Laporan Warga, Polsek Talang Padang Gerebek Lokasi Dugaan Prostitusi Dan Pesta Miras

 



Tanggamus, (GM) -- Polsek Talang Padang Polres Tanggamus menggerebek sebuah rumah warga di Pekon Sinar Petir, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, yang diduga dijadikan tempat pesta minuman keras dan praktik prostitusi, Rabu malam (20/5/2026).


Penggerebekan dilakukan setelah Polsek Talang Padang menerima laporan masyarakat melalui Bhabinkamtibmas terkait aktivitas mencurigakan di salah satu rumah warga milik DZ di wilayah Pekon Sinar Petir tersebut.


Kapolsek Talang Padang Iptu Harunur Rasyid, S.H., M.H., mengatakan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti informasi tersebut dengan berkoordinasi bersama Unit Reskrim dan aparatur pekon setempat.


“Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel bersama Bhabinkamtibmas dan Kepala Pekon langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan,” kata Iptu Harunur Rasyid mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Jumat 22 Mei 2026.



Iptu Harunur Rasyid menjelaskan, saat tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB, pihaknya menemukan enam orang terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan sedang berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras jenis Kawa-kawa.


Keenam orang yang diamankan masing-masing diantaranya Empat laki-laki yang diamankan masing-masing berinisial DZ (40), AEW (46), A (32), dan D (45). Sementara dua perempuan yang turut diamankan berinisial YR (30) dan K (42).


"Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu botol sisa minuman keras merek Kawa-kawa," jelasnya.


Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus merespons setiap informasi dari masyarakat terkait gangguan kamtibmas, termasuk aktivitas yang meresahkan warga.


“Polsek Talang Padang mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan,” tegasnya.


Ditambahkan Kapolsek, terhadap 6 orang tersebut telah dilakukan pembinaan dan mereka membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.


“Enam orang yang diamankan telah menjalani pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak kembali melakukan perbuatan serupa,” tutupnya.

Pemkab Tanggamus Sambut Tim PT SMI, Ajukan Pinjaman Rp65 Miliar Untuk Bangun 13 Jalan Dan 2 Jembatan

 



Tanggamus, (GM) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus menyambut kedatangan tim dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat utama Kantor Bupati Tanggamus, Pertemuan tersebut menjadi langkah awal verifikasi teknis pengajuan pinjaman daerah senilai Rp65 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Tanggamus Senin sore, (18/5/2026). 


Rapat dipimpin langsung Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, didampingi jajaran asisten dan kepala OPD. Dalam sambutannya, Agus memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Tanggamus, mulai dari sektor perkebunan kopi, pertanian hingga kawasan pesisir.


Ia menyebut Tanggamus memiliki garis pantai sekitar 202 kilometer yang membentang di wilayah Teluk Semaka hingga Kelumbayan dan menjadi salah satu kekuatan sektor perikanan maupun pariwisata daerah. Selain itu, Tanggamus juga dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta terbesar di Provinsi Lampung dengan luas perkebunan kopi lebih dari 41 ribu hektare.


“Produk unggulan berupa kopi, persawahan dan perkebunan kita Alhamdulillah luas dan potensinya baik. Bahkan pada masanya dulu, beras dari Tanggamus pernah masuk ke Istana Presiden,” ujar Agus Suranto di hadapan tim PT SMI.


Suasana rapat berlangsung formal namun hangat. Tim PT SMI yang dipimpin Joan Juliandi Tampubolon bersama Pebriana tampak berdiskusi dengan jajaran Pemkab Tanggamus mengenai kesiapan administrasi, teknis hingga manfaat ekonomi dari proyek yang diajukan.


Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya Mega, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tahapan penting sebelum PT SMI mengambil keputusan final terhadap pinjaman daerah yang diajukan Pemkab Tanggamus.



“Hari ini dipimpin Pak Wakil Bupati menerima dan menyambut kedatangan tim PT SMI. Besok akan dilakukan titik kumpul di Bappeda sebelum penilaian lapangan. Ada tiga aspek penilaian utama dari PT SMI, yakni kelengkapan dokumen, kesiapan penganggaran, dan kemanfaatan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Hendra.


Ia menyebut, total pinjaman yang diajukan sebesar Rp65 miliar untuk pembangunan 15 titik infrastruktur yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tanggamus.


“Dari 15 titik itu terdiri dari 13 ruas jalan dan 2 jembatan. Lokasinya tersebar mulai dari Kelumbayan, Waynipah, Kotaagung, Talang Padang dan kecamatan lainnya. Infrastruktur ini memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.


Menurut Hendra, verifikasi lapangan akan melibatkan seluruh camat dari 15 kecamatan lokasi pembangunan. Ia berharap hasil penilaian PT SMI dapat selesai dalam satu bulan ke depan sehingga proses pembangunan bisa segera berjalan.


“Insya Allah akhir Juni sudah ada keputusan final berkaitan dengan pinjaman PT SMI ini. Kalau sudah disetujui, Juli proses lelang selesai dan Agustus paket pekerjaan sudah terkontrak,” tambahnya.


Sementara itu, Joan Juliandi Tampubolon selaku Tim Leader Pembiayaan Publik PT SMI menegaskan bahwa pihaknya datang untuk memastikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam melaksanakan proyek yang dibiayai melalui skema pinjaman daerah.


“Kami ingin memastikan kesiapan dokumentasi penganggaran, kesiapan teknis seperti desain dan RAB, serta kesiapan aspek sosial dan manfaat ekonominya. Yang paling penting bagi kami, manfaat proyek harus lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan,” ujar Joan.


Ia menjelaskan, PT SMI akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen teknis hingga kondisi lapangan untuk memastikan proyek benar-benar berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.


“Dua hari ke depan kami akan banyak berdiskusi dengan OPD terkait. Kami ingin memastikan antara perencanaan, dokumen teknis dan kondisi lapangan benar-benar sinkron,” katanya.


Joan juga menekankan bahwa proyek infrastruktur yang diajukan harus mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.


“Jalan dan jembatan yang diusulkan ini diharapkan menjadi pengungkit ekonomi daerah sehingga nantinya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.


Turut hadir dalam rapat tersebut para asisten Setdakab Tanggamus, Kepala BKAD Afrida Susanti, Kadis PUPR Belly Palupi, Kepala Bapperida Doni Sangaji Barisang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Keimas Yusfi, Kepala Dinas Kominfo Sohartono, Kabag Adbang, Seketaris Inspektorat, Plt Kabag Umum, Kabid Bina Marga PUPR, serta sejumlah OPD lainnya.

JULEHA Tanggamus Cetak Penyembelih Halal Profesional Wabup : Masyarakat Harus Yakin Produk Yang Dikonsumsi Halal

 



Tanggamus, (GM) -- Suasana Balai Pekon Suka Negeri Jaya, Kecamatan Talang Padang, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan peserta dari berbagai penjuru Tanggamus berkumpul bukan untuk sekadar mengikuti pelatihan biasa, melainkan menyiapkan diri menjadi juru sembelih halal profesional yang memahami syariat, kesehatan, sekaligus standar kompetensi resmi Minggu, (17/5/2026).


Sebanyak 170 peserta mengikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) berbasis kompetensi tahun kedua yang digelar Pemerintah Kabupaten Tanggamus bersama organisasi JULEHA. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaminan produk halal sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan hewan.


Pelatihan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, Ketua DPW JULEHA Provinsi Lampung Saluddin, Ketua MUI Kabupaten Tanggamus, Ketua DPD JULEHA Tanggamus Jon Baitulhaq, perwakilan Dinas Peternakan, unsur kecamatan, hingga tokoh masyarakat.


Dalam sambutannya, Agus Suranto menegaskan bahwa pelatihan JULEHA menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan proses penyembelihan hewan dilakukan secara benar dan sesuai ketentuan syariat.



“Kami menyambut baik kegiatan ini karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tanggamus ingin memastikan bahwa setiap proses penyembelihan dilakukan oleh tenaga yang memahami aturan syariat, kesehatan, dan tata cara penyembelihan yang benar. Dengan begitu, masyarakat merasa aman dan yakin terhadap kehalalan produk yang dikonsumsi,” ujar Agus Suranto.


Ia juga berharap para peserta tidak hanya mengikuti pelatihan secara formalitas, tetapi benar-benar mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing.


“Jadilah juru sembelih yang profesional, amanah, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat. Ilmu yang diperoleh hari ini jangan berhenti di sini saja, tetapi harus diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat luas. Karena menjaga kehalalan bukan hanya tugas pemerintah atau organisasi, melainkan tanggung jawab bersama,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua DPD JULEHA Tanggamus, Jon Baitulhaq, mengatakan bahwa profesi juru sembelih halal bukan sekadar pekerjaan biasa, melainkan amanah besar yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat terhadap pangan halal.


“Kami ingin melahirkan juru sembelih yang bukan hanya terampil memegang pisau, tetapi juga memahami bahwa pekerjaan ini adalah amanah besar,” katanya.


Menurut Jon, meningkatnya jumlah peserta menjadi tanda kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penyembelihan halal semakin tinggi dari tahun ke tahun.


Pelatihan ini sekaligus memperkuat peran JULEHA sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas dan kehalalan produk hewan ternak di tengah masyarakat.

Rekam Jejak Polwan Pertama Jadi Kapolsek Di Polres Tanggamus, Dari Reskrim Hingga Humas

 


Tanggamus, (GM) -- Nama Iptu Primadona, S.H., Laila semakin dikenal di lingkungan Polres Tanggamus Polda Lampung setelah dipercaya menjabat Kapolsek Wonosobo. Polwan asal Kota Agung itu memiliki rekam jejak panjang di sejumlah fungsi kepolisian, mulai dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Sat Binmas hingga Seksi Humas Polres Tanggamus.


Iptu Primadona Laila resmi dipercaya menjabat Kapolsek Wonosobo berdasarkan Surat Telegram Kapolda Lampung Nomor: ST/361/IV/2026 tanggal 30 April 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Lampung.


Sebelum menjabat Kapolsek Wonosobo, Iptu Primadona diketahui cukup lama bertugas di Satreskrim Polres Tanggamus. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus.


Saat menjabat Kanit PPA, Iptu Primadona dikenal aktif menangani berbagai perkara yang melibatkan perempuan dan anak dengan pendekatan humanis serta mengedepankan perlindungan terhadap korban.


Selain di Satreskrim, ia juga pernah mengemban tugas sebagai Kanit Bintibsos Sat Binmas Polres Tanggamus. Dalam jabatan tersebut, ia terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan masyarakat, penyuluhan kamtibmas hingga memperkuat kemitraan antara kepolisian dan warga.


Kariernya kemudian berlanjut saat dipercaya menjabat Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Tanggamus sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kasi Humas Polres Tanggamus berdasarkan Keputusan Kapolda Lampung Nomor: KEP/502/X/2025 dan KEP/503/X/2025 tanggal 22 Oktober 2025.


Selama menjabat Kasi Humas, Iptu Primadona dikenal aktif membangun komunikasi dengan insan pers, mendampingi pimpinan serta mengembangkan publikasi kegiatan kepolisian melalui berbagai platform media sosial dan media massa.


Usai sertijab, Iptu Primadona mengaku bersyukur atas amanah dan kepercayaan yang diberikan pimpinan kepadanya. Menurutnya, jabatan baru sebagai Kapolsek Wonosobo menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan baik.



“Hari ini telah dilaksanakan serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru. Amanah sebagai Kapolsek Wonosobo ini menjadi tantangan baru bagi saya pribadi. Saya berharap ke depan Polsek Wonosobo semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menciptakan situasi yang aman serta kondusif,” kata Iptu Primadona.


Ia juga berharap sinergitas bersama unsur forkopimcam, tokoh masyarakat dan insan media dapat terus terjalin dengan baik dalam mendukung tugas kepolisian di wilayah hukum Polsek Wonosobo.


“Saya juga meminta dukungan dan kerja sama rekan-rekan media. Nanti apabila ada kegiatan positif maupun pengungkapan kasus yang bisa dipublikasikan, saya berharap bisa bersama-sama membangun citra positif kepolisian,” ujarnya.


Menurut Iptu Primadona, pengalaman selama bertugas di Satreskrim hingga menjadi Kasi Humas menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai Kapolsek. Ia mengaku banyak belajar tentang penanganan persoalan di masyarakat, pelayanan publik hingga pengelolaan informasi kepada masyarakat.


“Selama di Humas saya banyak belajar. Pengalaman itu menjadi bekal penting bagi saya untuk mendukung tugas sebagai Kapolsek ke depan,” tandasnya.


Sebelumnya, sejumlah pejabat diserahterimakan yakni jabatan Kasat Samapta Polres Tanggamus dari AKP Mardiyono, S.H. yang dimutasi sebagai Ps. Kabag Ops Polres Lampung Timur kepada AKP Dian Afrizal, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat Panit 1 Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Lampung.


Jabatan Kasat Binmas Polres Tanggamus diserahterimakan dari AKP Bambang Purwadi, S.H. yang dimutasi sebagai Kasubbagfaskon Baglog Polres Pringsewu kepada Iptu Achmad Julizar yang sebelumnya menjabat Ps. Kanit Turjawali Sat Samapta Polresta Bandar Lampung.


Selanjutnya jabatan Kasat Polairud Polres Tanggamus diserahterimakan dari Iptu Fridy Roma Dona Panca Rizki, S.Sos yang dimutasi sebagai Kapolsek Limau Polres Tanggamus kepada AKP Dedi Yanto, S.Pd. yang sebelumnya menjabat Kapolsek Limau Polres Tanggamus.


Kemudian jabatan Kapolsek Wonosobo diserahterimakan dari Iptu Tjasudin, S.H. yang dimutasi sebagai Kasubbag Bekpal Baglog Polres Tanggamus kepada Iptu Primadona Laila, S.H. yang sebelumnya menjabat Kasi Humas Polres Tanggamus.


Jabatan Kapolsek Semaka diserahterimakan dari AKP Sutarto yang dimutasi sebagai Kasubbagkerma Bagops Polres Tanggamus kepada Iptu Joko Wahyudi yang sebelumnya menjabat Ps. Kasubbagkerma Bagops Polres Tanggamus.


Selanjutnya jabatan Kapolsek Limau diserahterimakan dari AKP Dedi Yanto, S.Pd. yang dimutasi sebagai Kasat Polairud Polres Tanggamus kepada IPTU Fridy Roma Dona Panca Rizki, S.Sos yang sebelumnya menjabat Ps. Kasat Polairud Polres Tanggamus.


Sementara jabatan Kapolsek Pematang Sawa diserahterimakan dari Ipda Ahmad Rais yang dimutasi sebagai Pama Polres Tanggamus dan diarahkan ke Sidokkes dalam rangka pengobatan kepada Ipda Neco Erlandi, S.H. yang sebelumnya menjabat Kanit 2 Satresnarkoba Polres Lampung Barat.


Adapun jabatan Kapolsek Talang Padang diserahkan Kapolres kepada Iptu Harunur Rasyid, S.H., M.H. yang sebelumnya bertugas sebagai Pamin 3 Subbagrenmin Bid Propam. Sebab pejabat lama Iptu Almasruri Ali, S.Tr.K., M.H. dimutasi ke Biro SDM Polda Lampung dalam rangka mengikuti pendidikan STIK.


Pejabat lain yang mengalami pergantian yakni jabatan Kasi Humas Polres Tanggamus diserahterimakan dari Iptu Primadona Laila, S.H. yang dimutasi sebagai Kapolsek Wonosobo Polres Tanggamus kepada AKP Sofyansyah, S.H. yang sebelumnya menjabat Kasat Binmas Polres Pesawaran.


Selain mutasi pejabat utama dan kapolsek, terdapat dua perwira yang masuk ke Polres Tanggamus yakni Ipda Yunizar, S.H. yang dimutasi dari Pamin 2 Subbag Renmin Ditintelkam Polda Lampung menjadi Pama Polres Tanggamus dan Ipda Suryana, S.H. yang dimutasi dari Kanit 4 Satreskrim Polres Pesisir Barat menjadi Pama Polres Tanggamus.


Sementara itu, satu perwira keluar dari Polres Tanggamus yakni Ipda Gede Putu Eka Sayang Wawi yang dimutasi dari Pamapta Polres Tanggamus menjadi Kasikeu Polres Lampung Barat.