Minggu, 08 November 2026

Polres Tanggamus Gerebek Sarang Narkoba Di Wonosobo 5,88 Gram Sabu Dan 4 Butir Ekstasi Dua Pria Diamankan

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Tim gabungan Polres Tanggamus mengungkap dugaan peredaran narkotika di Pekon Bandar Kejadian, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Dalam penggerebekan di tiga lokasi, petugas mengamankan dua pria serta menyita barang bukti 58 paket sabu siap edar seberat 5,88 gram dan empat butir pil diduga ekstasi dengan berat bruto 1,43 gram Minggu, (8/11/2026).


Pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Tanggamus dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika, sekaligus mencegah wilayah Kabupaten Tanggamus menjadi tempat transaksi maupun penyimpanan barang terlarang.


Kasat Resnarkoba Polres Tanggamus Iptu Agus Heriyanto, S.H., M.H., pengungkapan pada Kamis, 29 Oktober 2026, tim gabungan menangkap berinisial Ruslan alias Siluk (45) dan remaja inisial MU (17).


"Penangkapan awal bermula diamankannya Ruslan, selanjutnya pengembangan diamankan remaja inisial MU yang merupakan kaki tangan Ruslan," kata Iptu Agus Heriyanto mewakili Kapolres Tanggamus AKBP AH. Hudi Arif, S.T.P., S.I.K., M.A., 


Kasat menjelaskan, penggerebekan tersebut, berdasarkan informasi masyarakat mengenai aktivitas transaksi narkotika yang diduga dilakukan Ruslan di sekitar Pasar Wonosobo dan sebuah gubuk di wilayah Pekon Bandar Kejadian.


Atas informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya menerjunkan tim gabungan Satresnarkoba, Satreskrim, Satintelkam dan Satsamapta Polres Tanggamus lalu bergerak menuju Pasar Wonosobo dan mendapati Ruslan berada di depan sebuah konter yang diduga akan menjadi lokasi transaksi narkotika.



Usai melakukan penggerebekan dan mengamankan Ruslan, tim melakukan penggeledahan di lokasi dan menemukan dua bungkus plastik klip kecil berisi kristal putih diduga sabu dengan berat bruto 0,41 gram, dua buah kunci gembok dan satu unit telepon genggam.


Petugas kemudian melakukan pengembangan dengan mendatangi rumah Ruslan di Pekon Bandar Kejadian. Penggeledahan dilakukan dengan disaksikan keluarganya yang memberikan izin untuk membuka paksa pintu rumah karena kunci gembok yang ditemukan tidak sesuai dengan gembok di rumah tersebut.


Dari dalam rumah, tim kembali menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, di antaranya dua plastik klip sedang dan empat plastik klip kecil bekas pakai yang masih menyisakan residu, satu pipa kaca pirek, kotak kecil berwarna merah, korek api gas serta KTP atas nama Ruslan


Pengembangan berlanjut ke sebuah gubuk yang berada di tengah perkebunan Pekon Bandar Kejadian. Di lokasi tersebut, petugas menemukan seorang pria berinisial MU (17) bersembunyi di bawah dipan atau tempat tidur.


Dari hasil penggeledahan di sekitar gubuk, polisi menemukan tiga bungkus plastik klip sedang yang berisi total 24 paket kecil kristal putih diduga sabu dengan berat bruto 5,47 gram. Selain itu, ditemukan satu bungkus plastik klip kecil berisi empat butir pil diduga ekstasi berwarna hijau muda bermerek Barongsai dengan berat bruto 1,43 gram, satu kotak kaleng dan satu unit telepon genggam.


"Dengan demikian, total barang bukti sabu yang diamankan dari dua lokasi mencapai berat bruto 5,88 gram, ditambah empat butir pil diduga ekstasi dengan berat bruto 1,43 gram. Menurut MU, barang tersebut merupakan titipan Ruslan untuk diedarkan," jelasnya.


Kasat menegaskan, selain menangkap Ruslan dan MU, pihakanya juga masih melakukan pengembangan asal muasal barang haram tersebu guna mengungkap jaringan tersangka.


"Hingga saat ini, kami masih melakukan pengembangan kasus guna mengungkap jaringan Ruslan," tegasnya.


Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti ditahan di Mapolres Tanggamus untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.


"Keduanya dijerat dengan pasal tindak pidana narkotika sebagaimana diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP beserta perubahannya," tandasnya.

Label:

Sabtu, 07 November 2026

Polda Lampung Bersama Astamaops dan Kakorlantas Polri Matangkan Pengamanan Nataru Di Bakauheni

 Press Release Nomor: 400/ XI / HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas. 



Lampung, (gerakmedia) -- Polda Lampung mulai mematangkan kesiapan pengamanan menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Salah satu fokus utama adalah memastikan kelancaran arus penyeberangan di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, yang menjadi jalur vital penghubung Sumatera dan Jawa. Kamis,(5/11/2026).


Kesiapan tersebut diperkuat melalui kunjungan Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri Komjen Pol Roycke Harry Langie bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri di Pelabuhan Bakauheni. 


Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Lampung Brigjen Pol Yustan Alpiani mendampingi rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah fasilitas pelabuhan.


Tiga lokasi strategis yang menjadi sasaran peninjauan yakni Pelabuhan BBJ, Pelabuhan PT SMA, dan fasilitas PT Wika Beton.


Pengecekan dilakukan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana, fasilitas pelayanan, serta sistem pengamanan dan pengaturan arus penumpang maupun kendaraan menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa libur akhir tahun.


Kapolda Lampung Brigjen Pol Yustan Alpiani mengatakan, kesiapan pengamanan Nataru membutuhkan perencanaan dan koordinasi lintas sektoral agar seluruh aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan penyeberangan, dapat berjalan aman dan lancar.



"Kami dari Polda Lampung bersama seluruh stakeholder terus memperkuat koordinasi dan melakukan pengecekan kesiapan fasilitas pelabuhan, termasuk sistem pelayanan serta pengamanan arus kendaraan dan penumpang," ujar Yustan.


Menurut dia, Pelabuhan Bakauheni memiliki peran strategis karena menjadi salah satu pintu utama mobilitas masyarakat dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa maupun sebaliknya.


Karena itu, kesiapan seluruh unsur terkait perlu dipastikan sejak dini untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan dan penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru.


"Kami ingin memastikan seluruh aspek pengamanan dan pelayanan dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai terjadi kendala yang dapat menghambat perjalanan masyarakat selama momentum Nataru," katanya.


Yustan menegaskan, Polda Lampung akan mengedepankan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, pengelola pelabuhan, serta instansi terkait lainnya dalam menghadapi peningkatan aktivitas penyeberangan.


"Sinergi dan komunikasi antarinstansi menjadi hal penting. Dengan kesiapan bersama, potensi gangguan keamanan maupun hambatan pelayanan dapat diantisipasi lebih awal," ucapnya.


Dia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengamanan Nataru tidak hanya diukur dari situasi keamanan yang kondusif, tetapi juga dari kelancaran pelayanan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan.


"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat dapat melaksanakan perjalanan dan merayakan Natal serta Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan lancar," tambah Yustan.


Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Kabaharkam Polri Komjen Pol Herry Heryawan, Kakorlantas Polri Brigjen Pol Aries Syahbudin, Dirjen Perhubungan Darat Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono.


Dari jajaran Polda Lampung, hadir Karoops Kombes Pol M Anggi Naulifar Siregar, Dirlantas Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, Dirpolairud Kombes Pol Erick Sartani Marbun, dan Kabid Humas Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.


Kegiatan tersebut juga melibatkan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, unsur TNI, Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, serta perwakilan instansi dan perusahaan pengelola jasa transportasi penyeberangan.


Rombongan tiba di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 09.50 WIB menggunakan tiga helikopter milik Polri. Setelah melakukan peninjauan di sejumlah lokasi hingga sekitar pukul 12.20 WIB, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pelabuhan Indah Kiat, Banten.


Melalui pengecekan sejak dini ini, Polda Lampung bersama seluruh stakeholder diharapkan dapat mempersiapkan langkah pengamanan dan pelayanan secara optimal demi mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 H

Label:

Ketum DPP AWPI Roadshow Ke Lampung : Panaskan Mesin Menuju Kongres II Dan UKW 2027

 



Bandar Lampung,(gerakmedia) -- Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) mulai memanaskan mesin organisasi menuju Kongres II AWPI. Sabtu, (7/11/2026). 


Ketua Umum DPP AWPI, Hengki Ahmad Jazuli, turun langsung ke Provinsi Lampung untuk mengonsolidasikan kekuatan organisasi sekaligus menegaskan agenda peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).


Roadshow dan konsolidasi tersebut berlangsung di Kantor DPD AWPI Provinsi Lampung, dengan dihadiri seluruh unsur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPC AWPI se-Provinsi Lampung.


Dalam arahannya, Hengki memastikan Kongres II AWPI akan digelar pada Juni 2027 di Jakarta. Agenda besar organisasi itu akan dibarengi dengan pelaksanaan UKW sebagai bagian dari komitmen AWPI memperkuat kualitas dan profesionalisme wartawan.


Hengki menegaskan, AWPI bukan sekadar wadah berhimpun para wartawan, tetapi organisasi yang menempatkan kompetensi dan profesionalisme sebagai fondasi utama.


Di tengah semakin ramainya profesi kewartawanan di Indonesia, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, AWPI mendorong penguatan kompetensi melalui UKW agar wartawan memiliki kemampuan dan standar profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Selain mematangkan persiapan Kongres II, Hengki juga mendorong AWPI di daerah agar tidak bergantung pada pihak lain.


Ia berharap AWPI, khususnya di Provinsi Lampung, mampu membangun kemandirian organisasi dan berdiri di atas kaki sendiri.


Sementara itu, Ketua DPD AWPI Provinsi Lampung, H. Barusman HM, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kongres II AWPI dan UKW.


“Sebagai organisasi wartawan profesional tentunya AWPI Lampung mendukung penuh pelaksanaan Kongres II dan juga UKW, karena itu menandakan keseriusan AWPI untuk menghadirkan wartawan yang kompeten di tengah ramainya wartawan di seluruh Indonesia,” tegas Barusman.


Menurutnya, konsolidasi bersama Ketua Umum DPP AWPI menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat DPC di seluruh Lampung.


AWPI Lampung, kata dia, siap mendukung agenda nasional organisasi menuju Kongres II pada Juni 2027, sekaligus mendorong lahirnya wartawan-wartawan yang semakin kompeten dan profesional. (Red)

Label:

Jumat, 06 November 2026

Rekam Jejak Carek Unila : Memotret Ketulusan Seorang Pejuang Kemanusiaan

 


Lampung,(gerakmedia) -- Deretan buku medis tersusun rapi di sudut ruangan, jauh dari kesan kaku sebuah ruangan seorang guru besar. Di sanalah Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Sp.KKLP. menyambut saya dengan senyum ramah. Sore itu, Jumat (06/11), ruang kerjanya di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) menjadi saksi awal perbincangan hangat yang menguak sisi lain seorang pejuang kemanusiaan. Sabtu (7/11/2026). 


Pria yang kini menjadi salah satu kandidat kuat nahkoda baru Unila itu duduk santai, mengenakan kemeja rapi dengan gestur yang begitu bersahaja. Ketika saya membuka percakapan ihwal masa-masa kelam pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, sorot matanya menerawang jauh. Kenangan tentang badai yang menguji nyawa itu seolah berkelebat kembali di kepalanya.


"Waktu itu, kita tidak punya pilihan selain maju," kenang Prof. Asep membuka cerita, suaranya tenang namun menyiratkan ketegasan seorang komandan di medan perang.


Sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila saat itu, pundaknya memikul beban ganda yang teramat berat. Di satu sisi, ia harus menjaga roda birokrasi kampus tetap berputar. Di sisi lain, panggilan jiwa seorang dokter dan Ketua IDI Wilayah Lampung mendorongnya terjun langsung ke jantung badai.


"Sebagai dokter, sumpah jabatan kami jelas, keselamatan manusia di atas segalanya. Tapi sebagai pimpinan di kampus, saya juga bertanggung jawab atas ketenangan sivitas akademika. Rasanya seperti berjalan di atas seutas tali di tengah badai," ujarnya sambil tersenyum tipis, mengenang hari-hari penuh ketidakpastian ketika masker dan alat pelindung diri menjadi pakaian sehari-hari.


Ia berkisah bagaimana dirinya tidak memilih bersembunyi di balik zona nyaman ruang ber-AC. Prof. Asep justru memilih berdiri di garis depan. Di bawah komandonya, IDI Wilayah Lampung menjelma menjadi garda terdepan Tim Mitigasi Pusat. Suaranya sedikit meninggi penuh semangat ketika menceritakan bagaimana ia menggerakkan para dokter, relawan, hingga mahasiswa kedokteran untuk bahu-membahu menyusuri sudut-sudut daerah. Memastikan vaksin sampai ke lengan masyarakat.


Namun, di balik kerja keras itu, ada sisi humanis yang paling menyentuh dari sosok seorang Prof. Asep Sukohar. Ia sadar betul bahwa perang melawan virus tak bisa dimenangkan sendirian. Dengan gaya bertutur yang rendah hati, ia memuji kolaborasi lintas sektor yang terjalin saat itu.


"Mana bisa kita bekerja sendiri? Waktu itu, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Pemprov, Pemkot/Pemkab bahkan teman-teman BIN, semuanya melebur jadi satu. Kami punya satu tujuan, yaitu menyelamatkan warga Lampung," tuturnya penuh kehangatan.


Sinergi luar biasa itu bukan tanpa hasil. Ingatannya melayang pada momen-momen ketika kerja keras tersebut diapresiasi. Ia mengenang Sabtu sore di akhir Maret 2022, saat Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, menyematkan langsung penghargaan sebagai Pejuang Penanganan COVID-19 di Hotel Novotel Bandar Lampung. Beberapa bulan kemudian, tepatnya Juli 2022, apresiasi serupa datang dari Kapolda Lampung, Irjen Pol. Hendro Sugianto, di lapangan terbuka Mapolda.


Bagi sebagian orang, deretan penghargaan bergengsi itu mungkin akan dipajang megah sebagai lambang kejayaan pribadi. Namun, di hadapan saya sore itu, Prof. Asep justru merendah.


"Penghargaan itu adalah kristalisasi keringat para perawat yang kelelahan di bilik vaksin. Kristalisasi air mata kelegaan pasien yang sembuh. Kristalisasi pengorbanan dan kerja sama ribuan tangan yang tak lelah berjuang. Penghargaan itu bukan milik saya pribadi. Saya hanya kebagian tugas menerimanya saja," ucapnya tersenyum santai.


Matahari perlahan tenggelam di ufuk barat Bandar Lampung, menyisakan pendar jingga yang menembus kaca jendela ruang kerjanya. Dari perbincangan sore itu, satu hal menjadi sangat terang. Rekam jejak kemanusiaan Prof. Asep Sukohar bukan sekadar deretan catatan prestasi di atas kertas atau plakat piagam di dinding.


Ia adalah potret seorang pemimpin yang teruji oleh krisis, ditempa oleh kepedulian, dan dibentuk oleh ketulusan. Di tengah dinamika pemilihan rektor Unila saat ini, kisah sang dokter pejuang dari Fakultas Kedokteran ini membuktikan satu hal mutlak. Yakni kepemimpinan sejati tidak lahir dari ambisi kekuasaan. Melainkan dari seberapa besar seseorang rela mendedikasikan hidupnya untuk menyelamatkan sesama. (*)

Label:

Tekab 308 Polres Tanggamus Tangkap Resedivis Pelaku Curanmor Di Wonosobo

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Tanggamus bersama URC Polsek Kota Agung dan Polsek Wonosobo menangkap seorang pria bernama Apriansyah (27), terduga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) sepeda motor di Pekon Dadirejo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus Jumat,(6/11/2026).


Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Khairul Yasin Ariga, S.Kom., M.H., mengatakan, pengungkapan kasus tersebut atas laporan pencurian sepeda motor yang terjadi pada Agustus 2023 atasnama pelapor Suptrial (34) warga Pekon Belu, Kecamatan Kota Agung Barat dengan korban putranya bernama Niko Ariansyah (18).


Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, tim gabungan berhasil menangkap tersangka saat melintas dengan gerak gerik mencurigakan di Jalan Raya Pekon Kalisari Kecamatan Wonosobo, Tanggamus.


"Tersangka Apriansyah ditangkap pada Kamis, 5 November 2026, sekitar pukul 18.30 WIB," kata AKP Khairul Yasin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP AH Hudi Arif, S.T.P., S.I.K., M.A., 


Kasat menegaskan, saat pengembangan kasus pencarian barang bukti dalam kasus lain, tersangka melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur.


"Terhadapnya diberikan tindakan tegas pada kaki kirinya. Setelah itu, pelaku dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis sebelum menjalani pemeriksaan di Polres Tanggamus," tegasnya.


AKP Khairul Yasin mengungkapkan, dalam penangkapan itu, pihaknya juga berhasil meredam rencana aksi Curanmur tersangka, pasalnya tersangka diamankan saat diduga sedang hunting mencari sasaran.



“Berdasarkan keterangan tersangka, ia sedang mencari sasaran untuk melakukan pencurian kendaraan bermotor,” ungkap AKP Khairul Yasin.


Kasat menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa Apriansyah merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan pada tahun 2020.


"Selain perkara di Pekon Dadirejo, tersangka diduga terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor di halaman Masjid Pekon Teba, Kecamatan Kota Agung, berdasarkan laporan polisi tertanggal 11 April 2024," ujarnya.


Kasat menjelaskan, peristiwa pencurian itu terjadi pada Senin, 21 Agustus 2023, sekitar pukul 20.00 WIB, di jalan raya Pekon Dadirejo, Kecamatan Wonosobo. Korban Nico Ariyansah Putra saat kejadian berusia 15 tahun, kehilangan satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih bernomor polisi BE 2731 ZE dan satu unit handphone Oppo A9 2020 warna ungu yang berada di bawah jok motor.


Kejadian bermula ketika korban membuat janji bertemu dengan temannya, Bayu Tri Apdianto, di depan sebuah tempat pencucian kendaraan (steam) di Pekon Dadirejo. Setibanya di lokasi, korban melihat temannya sudah bersama dua orang pria yang tidak dikenalnya.


Salah seorang dari kedua pria tersebut kemudian menghampiri korban dan menawarkan diri untuk mengendarai sepeda motor miliknya. Karena mengira kedua pria itu merupakan teman Bayu, korban mengizinkan salah seorang pelaku membawa sepeda motornya, sementara korban dibonceng.


Namun, saat kendaraan mulai berjalan, pelaku mengangkat bagian depan sepeda motor hingga korban yang dibonceng terjatuh. Setelah korban terjatuh, pelaku langsung melarikan diri membawa sepeda motor tersebut.


"Akibat kejadian itu, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Vario dan satu unit handphone Oppo A9 2020. Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp24 juta dan melapor ke Polsek Wonosobo," jelasnya.


Menurut Kasat, dalam pengungkapan tersebut, Tekab 308 turut menyita satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih Nopol BE 2731 ZE dengan nomor mesin JMD1E094066 dan nomor rangka MH1JMDPK0093846.


"Selain itu juga, diamankan satu buah kunci letter T dan satu anak mata kunci T yang ditemukan di dalam celana jeans pendek merek Cardinal yang dikenakan pelaku saat diamankan," ujarnya.


Ditambahkannya, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Apriansyah mengaku melakukan pencurian tersebut karena tidak memiliki pekerjaan tetap, mengalami desakan ekonomi, serta ingin mendapatkan keuntungan secara instan.


"Pengakuannya ya faktor ekonomi, sebab dia tidak memiliki pekerjaan tetap," imbuhnya.


Saat ini, tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Polres Tanggamus untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.


"Atas perbuatannya, Apriansyah dipersangkakan melanggar Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun," tandasnya.

Label:

Wabup Lampung Barat Lepas 6 Taruna Sekolah Kedinasan Kemenhub Ke Poltrada Bali

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin melepas 6 peserta didik Sekolah Kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2026/2027 Formasi Kabupaten Lampung Barat, dalam audiensi pelepasan di ruang kerja Wakil Bupati, Kamis, (5/11/2026).


Para peserta didik menghadap Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Perhubungan Burlianto Eka Putra dan perwakilan BKPSDM Lampung Barat.


Berdasarkan Pengumuman Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kementerian Perhubungan Nomor PG-BPSDMP 10 Tahun 2026 tanggal 2 November 2026 tentang Hasil Kelulusan Akhir Seleksi Penerimaan Calon Taruna (SIPENCATAR) Pola Pembibitan, sebanyak 6 peserta dari Formasi Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Barat dinyatakan lulus akhir.


Untuk Program Studi D-III Manajemen Transportasi Jalan, 4 formasi terisi semua, yakni Anida Zaskya Ulhaq dari Kecamatan Way Tenong, Azzarina Imamah dari Kecamatan Way Mengaku, Rival Anggara dari Kecamatan Batu Brak, dan Devan Eza Mahendra dari Kecamatan Balik Bukit.


Sementara untuk Program Studi D-III Manajemen Logistik, dari 3 formasi yang dibuka hanya 2 yang terisi, yakni Fanny Alvina dan Hafizhah Naura yang sama-sama berasal dari Kecamatan Batu Brak. Satu formasi tidak terisi karena peserta tidak memenuhi syarat.



Dari keenam peserta tersebut, dua orang mendapat biaya akademik dan non-akademik, tiga orang mendapat biaya akademik, dan satu orang menempuh jalur biaya mandiri.


Mereka akan menempuh pendidikan selama tiga tahun di Bali, kemudian kembali ke Kabupaten Lampung Barat dan penempatannya otomatis di Dinas Perhubungan sebagai ASN.


Kepala Dinas Perhubungan Lampung Barat, Burlianto, menegaskan skema penempatan itu sudah pasti dalam pola pembibitan.


"Tujuannya untuk melepas, supaya bisa mendapat motivasi untuk bisa dilaksanakan pendidikan di Bali nanti, selama tiga tahun pendidikan dan nanti setelah selesai pendidikan akan menjadi pegawai di Dinas Perhubungan Lampung Barat," kata Burlianto.


Dalam perbincangan itu, Wabup Mad Hasnurin mengingatkan para peserta untuk bersyukur karena tidak semua peserta seleksi berhasil lulus. Menurut Wabup Mad Hasnurin, kesempatan itu tidak datang dua kali. Alasannya, setelah tiga tahun pendidikan di Bali dan kembali ke daerah, para peserta langsung menjadi pegawai negeri tanpa harus kembali bersaing mencari pekerjaan.


"Selama tiga tahun ini fokus belajar, pesan saya jangan main-main, sungguh-sungguh belajar, karena kesempatan baik ini tidak terulang dua kali, kenapa harus bersyukur? Karena sekarang ini mencari pekerjaan susah. Karena setelah selesai pendidikan dan pulang nanti langsung menjadi pegawai negeri," kata Mad Hasnurin.


Ia berharap keenam peserta dapat berprestasi dan kembali dengan hasil terbaik."Saya harap, adek-adek semua ini bisa berprestasi pulang bisa tunjukkan hasil terbaik dari banyaknya saingan seluruh Indonesia. Pelajarilah pengetahuan seluas-luasnya untuk bekal kalian di hari esok. Mudah-mudahan dari pendidikan ini kalian bisa berhasil menjadi ASN yang baik, untuk membahagiakan diri sendiri, keluarga, dan mengharumkan nama Kabupaten Lampung Barat," kata Mad Hasnurin menutup pesannya.

Label:

Kamis, 05 November 2026

Polda Lampung Berhasil Ungkap 15 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi Dan Dugaan Penyelundupan 22 Ton Beras Impor

 Press Release Nomor: 389 / XI / HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas, Kamis 5 November 2026




Lampung,(gerakmedia) -- Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Lampung Brigjen Pol. Sumarto memimpin konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan dugaan penyelundupan beras impor tanpa dokumen sah, Kamis (5/11/2026), bertempat di Lobi Gedung Serba Guna (GSG) Polda Lampung.


Dalam konferensi pers tersebut, Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) memaparkan hasil pengungkapan dua perkara, yakni penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi dan dugaan penyelundupan beras impor tanpa dokumen resmi.


Pengungkapan ini merupakan wujud komitmen Polda Lampung dalam menjalankan program prioritas Kapolri, khususnya pada aspek penegakan hukum yang berkeadilan, responsif, dan akuntabel guna mendukung stabilitas ekonomi nasional maupun daerah.


UNGKAP 15 KASUS PENYALAHGUNAAN BBM BERSUBSIDI


Sepanjang Oktober 2026, Polda Lampung bersama jajaran Polres berhasil mengungkap sebanyak 15 kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan total 20 orang tersangka yang diproses hukum.


Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 27.740 liter BBM jenis solar bersubsidi, 1.153 liter Pertalite, serta 19 unit kendaraan bermotor yang terdiri dari truk, mobil tangki modifikasi, dan kendaraan roda empat lainnya.


Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku menjalankan sejumlah modus operandi, di antaranya menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi, memanfaatkan barcode ganda untuk melakukan pengisian BBM secara berulang, serta menimbun BBM bersubsidi untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi dari harga subsidi.


Akibat praktik tersebut, potensi kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp2.605.588.624 atau lebih dari Rp2,6 miliar.


Sebagai langkah pencegahan, Pertamina telah memblokir hampir 9.000 barcode yang diduga digunakan secara berulang untuk penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi. Penyidik juga terus menelusuri pola distribusi dan jaringan yang terlibat, termasuk dugaan penyaluran BBM ke sektor industri di wilayah Palembang.


Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.



UNGKAP DUGAAN PENYELUNDUPAN 22 TON BERAS IMPOR


Selain pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi, Ditreskrimsus Polda Lampung juga mengungkap dugaan penyelundupan beras impor tanpa dokumen sah.


Pengungkapan tersebut bermula pada Senin, 19 Oktober 2026, sekitar pukul 00.30 WIB. Personel Ditreskrimsus Polda Lampung mengamankan seorang laki-laki berinisial RI di Rest Area KM 20B Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.


Dalam pemeriksaan, petugas menemukan 440 karung beras dengan berat sekitar 22 ton yang diangkut menggunakan satu unit truk Hino berwarna hijau dengan nomor polisi BA 9808 KU.


Beras tersebut dikemas dalam karung putih tanpa merek atau label, hanya terdapat kode bertuliskan "di r42". Pengemudi tidak dapat menunjukkan dokumen resmi yang dipersyaratkan untuk pengangkutan beras tersebut.


Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, beras tersebut diduga berasal dari India dan masuk melalui pelabuhan di Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, dengan tujuan pengiriman ke wilayah Karawang, Jawa Barat.


Pengembangan penyidikan juga mengungkap keterangan saksi berinisial R mengenai dugaan aktivitas pendistribusian beras serupa yang dilakukan seseorang berinisial ZH sebanyak tujuh kali selama periode Agustus hingga Oktober 2026.


Setiap pengiriman diperkirakan mencapai 20–25 ton, dengan total keseluruhan sekitar 155 ton. Berdasarkan estimasi harga Rp13.500 per kilogram, nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp2,1 miliar.


Dalam perkara ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 440 karung beras atau sekitar 22 ton, satu unit telepon genggam Redmi Note 14 berwarna hijau, satu unit iPhone 16 Pro Max berwarna hitam, satu lembar surat jalan tertanggal 15 Oktober 2026, serta satu lembar fotokopi surat keterangan pengganti STNK sementara.


Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi tambahan, pengumpulan alat bukti, serta penelusuran lebih lanjut ke wilayah Riau dan Jawa Barat guna mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk pemesan beras tersebut.


Dalam penanganan perkara ini, Polda Lampung juga berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, serta Kejaksaan Tinggi Lampung.


Perkara tersebut disangkakan dengan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 110 juncto Pasal 36 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, serta Pasal 86 juncto Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.


POLDA LAMPUNG TEGASKAN TIDAK ADA TOLERANSI


Dalam penegasannya, Waka Polda Lampung menyatakan tidak akan memberikan toleransi kepada oknum-oknum yang mencoba bermain-main dengan distribusi BBM bersubsidi. Seluruh pelaku beserta barang bukti dalam perkara penyalahgunaan BBM telah diamankan untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Masyarakat juga diimbau untuk tidak terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi maupun peredaran barang yang tidak memenuhi ketentuan hukum.


Apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Call Center Polri 110 atau Hotline Kapolda Lampung di nomor 0821-716-1992.


Melalui pengungkapan kedua perkara tersebut, Polda Lampung menegaskan bahwa penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga bertujuan melindungi kepentingan masyarakat, menjaga ketertiban distribusi barang, serta mencegah kerugian negara.


Sinergi Polisi Bersama Masyarakat akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memastikan subsidi pemerintah tepat sasaran demi terwujudnya Provinsi Lampung yang aman dan kondusif.

Label: