Berduka : Iptu Nur Alim Anggota Satalantas Polsek Gedongtengen Gugur Dalam Menjalankan. Operasi Ketupat 2026

 


Yogyakarta,(GM) -- Kepala Pos Pengamanan Operasi Ketupat Progo 2026 Pos Tugu Jogja, Iptu Nur Alim, S.H. meninggal dunia diduga karena kelelahan saat bertugas mengamankan arus mudik dan libur lebaran Rabu, (25/3/2026). 


“Iya benar (meninggal) siang ini, saya masih di lokasi”, saat dikonfirmasi media PS Kasihumas Polresta Yogyakarta Ipda R Anton BS, S.Psi. M.M.


Iptu Nur Alim sendiri sehari-hari bertugas sebagai Kanitlantas Polsek Gedongtengen dan ditugaskan sebagai Kapospam Tugu Jogja selama Operasi Ketupat Progo tahun  ini.


Sehari hari, ia memimpin pengamanan di Kawasan Tugu Jogja dan sekitarnya termasuk stasiun tugu yang selama pelaksanaan operasi sangat ramai dan padat penumpang. Sebagai kepala pos pengamanan tu, Iptu Nur Alim sangat bertanggung jawab dan berdedikasi dalam oelaksanaan tugasnya, hal ini dapat diukur dari kondusifnya kawasan tugu dan sekitarnya selama berlangsungnya operasi.



“Beliau sangat rajin dan bertanggung jawab selama menjabat Kapospam sehingga penyebab kematiannya diduga karena kelelahan saat bertugas mengamankan libur lebaran”, tambah Kasihumas.


Meski secara resmi belum ada penyelidikan terkait meninggalnya Iptu Nur Alim, namun kuat dugaan adalah kelelahan fisik akibat tugas tanpa henti di tengah padatnya arus mudik lebaran 1447 H.


Hingga saat ini Operasi Ketupat Progo 2026 masih berlangsung dengan melibatkan ribuan personel gabungan.


Tujuan utama operasi ini adalah memastikan arus lalu lintas lancar, mencegah kemacetan, dan menjaga keamanan di destinasi wisata utama Jogja seperti Malioboro, Tugu, dan sekitarnya.(Rls/Ant)

Bocah 4 Tahun Harus kehilangan Nyawa Saat Tertabrak Kereta Api Gajayana Di Kalasan



Sleman Yogyakarta,(GM) -- Polsek Kalasan Polresta Sleman mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan kereta api yang mengakibatkan seorang anak meninggal dunia di Dusun Dogongan Kringinan 02/08, Tirtomartani, Kalasan, pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.


Peristiwa tersebut terjadi saat Kereta Api Gajayana jurusan Gambir–Malang melintas dan menabrak seorang anak berinisial B.A. (4), warga setempat. Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya bermain di sekitar rumah yang berada dekat dengan jalur rel kereta api.


Mengetahui kejadian tersebut, ibu korban segera menghampiri lokasi dan membawa korban ke rumah sebelum akhirnya bersama petugas Polsek Kalasan membawa korban ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk penanganan lebih lanjut serta proses visum.


Petugas kepolisian yang dipimpin Kapolsek Kalasan bersama piket fungsi langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Sleman.


IPTU Argo Anggoro S.H ,Kasi Humas Polresta Sleman memberikan keterangan bahwa saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan saksi serta melengkapi administrasi laporan guna penanganan lebih lanjut. Situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif.(Rls/Ant)

Wakapolda DIY Tinjau Tol Purwomartani Hingga Pos Di Bantul, Pastikan Pengamanan Wisata dan Arus Balik Berjalan Lancar




Yogyakarta,(GM) -- Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., melakukan peninjauan sejumlah titik pengamanan dan jalur strategis dalam rangka pengamanan wisata dan arus balik di Daerah Istimewa Yogyakarta Senin, (23/3/2026). 


Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda DIY didampingi oleh Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at, S.I.K., M.H., meninjau kesiapan jalur Tol Solo–Yogyakarta–YIA segmen Purwomartani. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, serta kesiapsiagaan personel dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode arus balik.


Selain meninjau jalur tol, Wakapolda DIY juga melakukan pengecekan di Pos Pengamanan Kretek, Bantul, bersama Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto, S.H., S.I.K., M.H. Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda mengecek kesiapan personel, sarana prasarana, serta strategi pengamanan yang disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan wisata pantai selatan yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.


Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Pos Pengamanan Druwo guna memastikan seluruh pos pengamanan Operasi Ketupat berjalan optimal dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat.



Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan pengecekan tersebut merupakan bentuk komitmen Polda DIY dalam memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana pengamanan selama masa libur Idulfitri.


“Melalui pengecekan langsung di lapangan ini, diharapkan seluruh personel yang bertugas di pos pengamanan dapat melaksanakan tugas secara optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik yang melaksanakan perjalanan arus balik maupun yang berwisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Ihsan.


Ia juga menambahkan bahwa Polda DIY terus mengoptimalkan pengamanan di jalur utama, kawasan wisata, serta titik-titik keramaian guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama momentum libur Lebaran.


Dengan adanya kesiapsiagaan personel di lapangan, diharapkan masyarakat dapat menjalani perjalanan arus balik maupun aktivitas wisata dengan aman, nyaman, dan lancar.(Red/Ant)

Wakil Bupati Bantul Hadir Ditengah Ratusan Warga Yang Antusias Berebut Gunungan Ketupat



Bantul,(GM) -- Masyarakat Padukuhan Deresan, Kalurahan Ringinharjo Bantul menggelar lagi acara Garebeg Gunungan Ketupat, Acara Garebeg Gunungan Ketupat  ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan turun temurun oleh masyarakat padukuhan Deresan Ringinharjo Bantul, acara ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas segala karunia kenikmatan, ketentraman dan hasil bumi kepada masyarakat dan sebagai ungkapan rasa syukur setelah satu bulan menjalani ibadah puasa ramadhan Sabtu malam,(21/3/2026).  


Dalam acara Garebeg Gunungan Ketupat yang dikawal oleh Bregada Prajurit Cokro Joyo Padukuhan Deresan ini juga sekaligus dilakukan Siraman pohon Beringin Kyai Daruno Mulyo yang merupakan pemberian dari Kraton Yogyakarta pada tahun 2010 silam.


Wakil Bupati Bantul H. Aris Suharyanta dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada masyarakat Padukuhan Deresan yang tetap konsisten menjaga tradisi budaya ini.



"Saya sebagai warga Ringinharjo sangat bangga kepada masyarakat Padukuhan Deresan, karena tradisi budaya seperti ini tidak setiap daerah bisa dan mampu melestarikannya karena berbagai faktor", terang Aris.


Pagelaran Garebeg Bakdo Ketupat dimulai dengan laporan oleh Suyatno, yang bertugas sebagai Panji I Bregada kepada Pangarso Upacara Sulistyo Atmaji selaku lurah di Kalurahan Ringinharjo serta penyerahan tumpeng oleh kepala dukuh Deresan Sugeng Wusana.


Setelah didoakan oleh Kyai Imam Solikhin selaku perwakilan Kaum Rois Padukuhan Deresan, Gunungan Ketupat lalu diperebutkan oleh warga yang datang. Oleh masyarakat Uba Rampe Gunungan tersebut dipercaya akan menjadi berkah bagi yang mendapatkannya. 


Menurut tokoh masyarakat Padukuhan Deresan yang juga abdi dalem Kraton Yogyakarta Mas Bekel Atmo Yasinto, mitos yang berkembang di masyarakat asal usul nama Padukuhan Deresan yaitu ketika pada jaman Kanjeng Sunan Kalijaga sewaktu berdakwah di Padukuhan itu ada beberapa santri yang hendak mengikuti Kanjeng Sunan Kalijaga, namun oleh Kanjeng Sunan Kalijaga tidak diperbolehkan untuk ikut keliling dakwah, dan diminta untuk Nderes atau belajar mengaji di tempat itu. Versi lain tentang asal usul nama Padukuhan Deresan dikarenakan pada jaman dahulu pendapatan harian masyarakat setempat adalah sebagai "penderes kelapa" atau pembuat gula merah, sehingga nama daerah itu kemudian menjadi nama Padukuhan Deresan. 


"Pohon Beringin Kyai Daruno Mulyo diberikan oleh Kraton Yogyakarta sebagai pengganti pohon beringin sepuh yang tumbang pada tahun 2005 lalu, dan Beringin Sepuh itulah yang menjadi Cikal Bakal nama Kalurahan Ringinharjo, sehingga Padukuhan Deresan menjadi sentral dari Kalurahan Ringinharjo", imbuh ketua Pagelaran Garebeg Bakdo Ketupat tersebut. 


Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bantul H. Aris Suharyanta, Dinas Kebudayaan Bantul, Panewu Bantul, kepala dukuh se kalurahan Ringinharjo, ketua RT se padukuhan Deresan serta 12 abdi dalem Kraton Yogyakarta yang berdomisili di padukuhan Deresan Ringinharjo Bantul.(Rls/Ant)

Polres Tanggamus Amankan Pelaku Penganiayaan Hingga Meninggal Dunia Di Wonosobo

 


Tanggamus,(GM) --- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanggamus bersama Unit Reskrim Polsek Wonosobo berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal yang terjadi pada sekitar pukul 01.00 WIB di Pekon Soponyono, Wonosobo, Tanggamus. Jumat (20/3/2026).


Pelaku yang diamankan inisial TA (27) warga Pekon Pekon Padang Ratu, Kecamatan Wonosobo yang merupakan residivis kasus Curas yang menyebabkan korban meninggal dunia pada tahun 2016 di Jalan Lakaran, Wonosobo, dengan vonis 15 tahun.


Sementara itu, korban diketahui bernama Riki Kurniawan (32), warga Pekon Padang Ratu, Kecamatan Wonosobo. Korban meninggal dunia akibat sejumlah luka tusuk di bagian tubuhnya.


Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Khairul Yasin Ariga, S.Kom., M.H., mengatakan, setelah menerima laporan, tim gabungan langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku setelah dilakukan tindakan persuasif kepada keluarga korban.


"Hasil pendekatan kepada keluarganya, pelaku berhasil diamankan, setelah TA diserahkan oleh Kepala Pekon Padang Ratu, Kecamatan Wonosobo tidak lama usai kejadian," kata AKP Khairul Yasin Ariga, Minggu 22 Maret 2026.


Lanjutnya, selain pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti antara lain satu helai kaos warna hitam, satu celana jeans warna biru, serta satu unit mobil Honda Jazz warna putih yang diduga digunakan untuk menjemput korban sebelum kejadian. 



"Selain barang bukti tersebut diamankan senjata tajam yang digunakan terduga pelaku yang ditemukan sekitar 5 meter dari TKP," ujarnya.


Kasat menjelaskan, berdasarkan laporan keluarga korban, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pelapor, Fatoni, yang merupakan paman korban, yang mendapat kabar dari adik korban dan mendatangi Puskesmas Siring Betik. 


Setibanya di lokasi, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan sejumlah luka diantaranya 3 luka dibagian leher sebelah kiri, 2 luka di kepala sebelah kiri, luka tusuk dan sayat di lengan tangan kiri dan 1 luka tusuk di punggung bagian sebelah kanan.


"Korban kemudian sempat dibawa ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, dan dinyatakan telah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum tiba di rumah sakit," jelasnya.


Kasat mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan, sebelum kejadian nahas tersebut, korban Riki Kurniawan dijemput oleh pelaku bersama teman-temannya menggunakan satu unit mobil Honda Jazz warna putih pada Kamis, 19 Maret 2026 malam untuk bersantai.


Korban ikut, seperti  kebiasaan mereka sebelumnya bersama pelaku dan rekan-rekannya hingga akhirnya mereka berkumpul dilokasi pesawahan Pekon Soponyono, Kecamatan Wonosobo.


Di lokasi pesawahan tersebut, Jumat 20 Maret 2026, pukul 12.00 WIB, tiba-tiba pelaku dan korban terlibat cekcok dan pelaku melancarkan serangan menggunakan senjata tajam yang berujung pada meninggalnya korban.


"Motif sementara pelaku melakukan kejahatan tersebut diduga karena emosi sesaat, menurut pelaku lantaran diejek korban," ungkapnya.


Saat ini, pelaku telah diamankan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Penyidik menerapkan Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagai pasal primer, subsidair Pasal 466 ayat (2), serta lebih subsidair Pasal 466 ayat (3) KUHP. “Ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.

Keakraban Petugas Polres Bantul Saat Pengamanan Takbir Keliling Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H

 


BANTUL,(GM) -- Polres Bantul berkomitmen penuh untuk menjaga kondusivitas lingkungan saat pelaksanaan takbir keliling malam nanti, Sejumlah personel akan diterjunkan di berbagai titik strategis untuk melakukan pemantauan dan pengamanan secara intensif Kamis, (19/3/2026). 

Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto menjelaskan, langkah tersebut demi memastikan agar masyarakat dapat merayakan malam takbir dengan khidmat dan tenang. Untuk itu, pihaknya tidak akan segan untuk menindak siapapun yang melanggar aturan dan berpotensi mengganggu ketertiban lingkungan.


“Kami akan melakukan tindakan tegas apabila ada pihak-pihak yang melakukan perbuatan yang mengganggu keamanan. Harapan kami, masyarakat Bantul dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh khidmat, damai, dan nyaman,” ucapnya.


Agar situasi tetap terkendali, Kapolres merinci sejumlah larangan yang akan menjadi perhatian dari petugas. Peserta takbir keliling diharapkan untuk tidak membawa benda berbahaya yang dapat memicu provokasi maupun gangguan keamanan.


“Peserta (takbir keliling) dilarang keras membawa senjata tajam, minuman keras, serta petasan atau kembang api. Karena dapat berpotensi menimbulkan keresahan dan tindak kriminal,” katanya. 


Selain itu, Bayu juga mengimbau agar masyarakat membatasi volume pengeras suara yang digunakan. Sehingga, kegiatan takbir tidak menganggu ketenangan warga lainnya.


“Pengeras suara hanya boleh digunakan untuk syiar Idulfitri. Lalu ukuran desibelnya juga harus diperhatikan agat tidak menganggu ketenangan yang lain,” ujarnya.


Pantauan awak media saat sebagian umat muslim yang melaksanakan takbir keliling di Ringroad selatan malam ini 19/3, nampak keakraban petugas dari Polres Bantul yang melaksanakan pengamanan dengan menyapa anak-anak yang sedang mengikuti takbir keliling.


Diketahui bahwa peserta yang melaksanakan takbir keliling adalah jamaah masjid yang berada di sekitar Ringroad selatan pos Madukismo dan takmir masjid setempat akan melanjutkan takbir dilingkungan masjid sesuai dengan arahan Bupati Bantul. (Red/Ant).

100 Ribu Lebih Pemudik Masuk Lampung Pengawalan PJR Dikerahkan Situasi Terkendali




Lampung,(GM) -- Polda Lampung memastikan arus mudik H-3 Lebaran 2026 tetap terkendali meski gelombang pemudik dari Pulau Jawa melonjak tajam. 


Dalam pemantauan Operasi Ketupat Krakatau, lebih dari 100 ribu orang tercatat masuk ke Lampung melalui Pelabuhan Bakauheni.


Lonjakan ini terjadi sejak Rabu (18/3) malam hingga Kamis pagi. Sebanyak 100.637 penumpang bersama 23.358 kendaraan menyeberang dari Jawa ke Sumatera. 


Sementara arus sebaliknya jauh lebih rendah, hanya 24.890 orang dengan 4.693 kendaraan yang keluar menuju Jawa.


Di tengah tingginya arus tersebut, Polda Lampung juga melakukan pengawalan terhadap rombongan pemudik sepeda motor dari Merak yang tiba di Lampung pada malam hari.


Sebanyak empat personel Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Lampung diterjunkan dalam pengawalan itu, terdiri dari dua personel menggunakan kendaraan roda dua dan dua unit kendaraan roda empat.


Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan pengawalan dilakukan untuk memastikan keselamatan pemudik, khususnya pengguna sepeda motor yang menempuh perjalanan jarak jauh.


“Pengawalan ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada pemudik, khususnya kendaraan roda dua yang masuk dari Merak menuju Lampung,” kata Yuni.


Ia menegaskan, lonjakan arus mudik di H-3 masih dalam kendali petugas di lapangan.


“Secara umum arus mudik masih terkendali, meskipun terjadi peningkatan signifikan dari arah Jawa ke Sumatera,” ujarnya.


Selain di Bakauheni, pergerakan juga terpantau di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) dengan 531 kendaraan dan 580 orang yang masuk. 


Sementara jalur udara melalui Bandara Radin Inten II mencatat 2.871 penumpang datang dan 2.019 orang berangkat.

Yuni memastikan hingga saat ini tidak ada kejadian menonjol selama pelaksanaan pengamanan.


“Belum ada laporan kecelakaan besar, kemacetan panjang, maupun tindak kriminalitas. Situasi masih aman dan kondusif,” tegasnya.


Ia juga mengimbau pemudik untuk tetap berhati-hati selama perjalanan.


“Kami mengingatkan pemudik untuk tetap patuh aturan, menjaga kondisi fisik, dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” pungkasnya.


Dengan kondisi cuaca berawan dan gelombang laut relatif tenang, aktivitas penyeberangan di Selat Sunda masih berlangsung normal tanpa hambatan berarti.