Bupati Tanggamus Sambut Kunjungan Kajati Lampung

  


Tanggamus,(gerakmedia) -- Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. menyambut kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Dr. Danang Suryo Wibowo, S.H., LL.M. beserta jajaran Kejaksaan Tinggi Lampung dalam rangka meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus Selasa,(15/7/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Kajati Lampung didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanggamus Subari Kurniawan, dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Talang Padang. Sementara dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus turut mendampingi Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Suaidi, para Kepala OPD, Kabag Protokol, Camat Pugung Ahmad Yani Halim, serta jajaran Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Pugung.


Kunjungan diawali di SD Negeri 1 Way Jaha, Kecamatan Pugung. Kajati Lampung bersama Bupati Tanggamus meninjau secara langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari proses pembagian makanan hingga kualitas menu yang diterima para siswa. 


Pada kesempatan tersebut, Bupati Tanggamus memberikan apresiasi terhadap kebersihan dan penataan lingkungan sekolah, baik ruang kelas maupun fasilitas pendukung lainnya yang dinilai telah menciptakan suasana belajar yang nyaman dan sehat.


Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Suka Jadi, Kecamatan Pugung. Di lokasi tersebut, rombongan meninjau seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemasakan, pengemasan hingga proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Kebersihan dapur, kelayakan peralatan, standar higienitas, serta mekanisme pengawasan menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut.


Dalam kesempatan itu, Kajati Lampung dan Bupati Tanggamus menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas bahan baku dan menu makanan yang disajikan kepada para siswa. Program Makan Bergizi Gratis dinilai sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bangsa sehingga seluruh proses penyelenggaraannya harus memenuhi standar keamanan pangan dan mutu gizi.


Selain kualitas makanan, perhatian juga diberikan terhadap pengelolaan limbah dapur SPPG agar tidak mencemari lingkungan, khususnya sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat. Pengelola SPPG diharapkan menerapkan sistem pengelolaan limbah yang baik sehingga operasional dapur tetap ramah lingkungan.


Selanjutnya, rombongan mengunjungi Madrasah Aliyah (MA) Al Falah Gunung Kasih, Kecamatan Pugung. Di sekolah tersebut, Kajati Lampung bersama Bupati Tanggamus kembali meninjau pelaksanaan pembagian makanan bergizi kepada para siswa sekaligus memastikan program berjalan dengan baik dan menjangkau seluruh peserta didik penerima manfaat.


Camat Pugung Ahmad Yani Halim mengatakan, sebelum kunjungan berlangsung Pemerintah Kecamatan Pugung telah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Tanggamus dan Cabang Kejaksaan Negeri Talang Padang melalui Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tanggamus guna mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.



"Dalam persiapan kunjungan ini, Kecamatan Pugung berkoordinasi dengan Kejari Tanggamus dan Kacabjari Talang Padang melalui Bapperida Kabupaten Tanggamus, termasuk seluruh persiapan di lokasi kunjungan," kata Ahmad Yani Halim.


Ia menyampaikan, Kajati Lampung juga memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus agar pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis terus ditingkatkan.


"Masukan khusus untuk Pemerintah Kabupaten Tanggamus, termasuk Pemerintah Kecamatan Pugung, adalah agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG ini," ujarnya.


Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kecamatan Pugung akan meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pengelola SPPG serta melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) melalui kunjungan rutin ke seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah Kecamatan Pugung.


"Langkah yang segera kami lakukan adalah meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pihak pengelola SPPG dengan melibatkan anggota Forkopimcam. Kami juga akan mengupayakan kunjungan secara berkala ke seluruh SPPG yang beroperasi di Kecamatan Pugung," tegas Ahmad Yani Halim.


Kunjungan tersebut menjadi wujud sinergi antara Kejaksaan dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan sesuai standar, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi di dapur SPPG, distribusi makanan kepada peserta didik, hingga pengelolaan limbah, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh generasi penerus bangsa.

Pererat Sinergi : Kapolres Pesisir Barat Laksanakan Kunjungan Kerja Ke Kodim 0422 Dan Kejaksaan Lampung Barat



Lampung Barat, (gerakmedia) -- Dalam rangka memperkuat sinergitas dan soliditas antar-aparat penegak hukum serta unsur TNI, Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M. melaksanakan kunjungan kerja ke Kodim 0422/Lampung Barat dan Kejaksaan Negeri Lampung Barat, Selasa (14/7/2026).


Pada waktu yang sama, para Kapolsek jajaran Polres Pesisir Barat juga melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Koramil di wilayah hukum masing-masing, yakni Koramil 0422-01 Pesisir Utara, Koramil 0422-02 Pesisir Selatan, dan Koramil 0422-03 Pesisir Tengah.


Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh Wakapolres Pesisir Barat Kompol Sugeng Sumanto, S.E., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polres Pesisir Barat, serta personel Polres Pesisir Barat.



Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pesisir Barat menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus upaya mempererat koordinasi dan sinergi antara Polri, TNI, dan Kejaksaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung penegakan hukum yang profesional.


"Melalui kunjungan ini kami ingin memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik. 


Sinergitas antara Polri, TNI, dan Kejaksaan merupakan kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujar AKBP Bestiana.


Kapolres juga berharap hubungan harmonis yang telah terbangun dapat terus dipelihara dan ditingkatkan guna mendukung pelaksanaan tugas masing-masing institusi dalam memberikan rasa aman, kepastian hukum, dan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh keakraban, serta dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif.


(Humas Polres Pesisir Barat)

Reses DPRD Tanggamus Pekon Tampang Muda Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus

  



Tanggamus, (gerakmedia) -- Masyarakat Pekon Tampang Muda, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Sangat antusias terlihat saat menghadiri kegiatan Reses III Masa Sidang III DPRD Kabupaten Tanggamus Tahun Sidang 2026/2027 yang digelar pada Senin (13/7/2026).


Kegiatan reses dilaksanakan di kediaman Rasid, RT 01 RW 01, Pekon Tampang Muda, dan dihadiri ratusan warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi kepada wakil rakyat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Komisi IV, Zudarwansyah, S.Kom, Kepala Pekon Tampang Muda Hamid beserta jajaran aparatur pekon, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga dari seluruh wilayah Pekon Tampang Muda.


Dalam sambutannya, Zudarwansyah, S.Kom menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia mengaku prihatin terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, khususnya di sembilan pekon wilayah Pematang Sawa bagian selatan.


"Saya akan terus berjuang agar kebutuhan masyarakat dapat menjadi perhatian pemerintah, terutama terkait akses transportasi, pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Pematang Sawa bagian ujung," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Pekon Tampang Muda, Hamid, mengapresiasi kepedulian Anggota DPRD yang telah hadir langsung mendengarkan aspirasi masyarakat.



"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan kerja Bapak Zudarwansyah. Harapan terbesar masyarakat saat ini adalah terwujudnya pembangunan jalan tembus dari Way Nipah hingga Pekon Tampang Muda. 


Infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan akses transportasi dan perekonomian masyarakat," katanya.


Perwakilan tokoh adat, Rohmuddin, juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) II tersebut. Menurutnya, masyarakat hanya memiliki beberapa kebutuhan prioritas yang diharapkan dapat diperjuangkan.


"Kami sangat berharap pembangunan jalan tembus dari Way Nipah menuju Pekon Tampang Muda dapat segera direalisasikan agar akses masyarakat menjadi lebih mudah. Selain itu, kami juga berharap adanya pembangunan jembatan, bantuan sumur bor, serta alat pertanian seperti mesin perontok padi untuk mendukung para petani," ungkapnya.


Senada dengan itu, perwakilan masyarakat, Sukusno, mengatakan kehadiran Anggota DPRD di tengah masyarakat menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.


"Kami berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat direalisasikan, terutama pembangunan jalan tembus yang akan sangat membantu kelancaran transportasi hasil pertanian, akses pendidikan, maupun pelayanan kesehatan," ujarnya.


Di kesempatan yang sama, Helmi, warga Pekon Tampang Muda, berharap pemerintah juga memberikan perhatian kepada kelompok nelayan di wilayah tersebut.


"Kami membutuhkan bantuan berupa mesin perahu, perahu nelayan, jaring, serta alat tangkap ikan lainnya agar dapat meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan para nelayan," katanya.


Kegiatan reses berlangsung dengan penuh keakraban dan diwarnai dialog antara masyarakat dengan anggota DPRD. Berbagai aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan dalam penyusunan program pembangunan daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Pematang Sawa.

Wabup Tanggamus Ajak Warga Lestarikan Tradisi Bersih Pekon Dan Ruwat Mata Air Batu Kramat

 


Tangggamus,(gerakmedia) -- Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto menghadiri doa bersama dalam rangka Bersih Pekon dan Ruwatan Mata Air Batu Kramat di Pekon Batu Kramat, Kecamatan Kota Agung Timur, Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan masyarakat Minggu,(12/7/2026). 


Dalam sambutannya, Agus Suranto menegaskan bahwa kegiatan Bersih Pekon bukan sekadar membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga menjadi sarana membersihkan hati, mempererat persaudaraan, dan memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.


"Kegiatan Bersih Pekon ini bukan hanya sekadar bersih-bersih secara fisik, tetapi lebih kepada membersihkan hati dan pikiran dengan saling berkumpul, bersilaturahmi, serta berdoa bersama," ujar Agus Suranto.


Ia mengatakan, tradisi yang terus dipertahankan masyarakat Pekon Batu Kramat merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga kerukunan dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta kondusif.



Menurutnya, apabila kebersamaan dan silaturahmi terus terjalin, maka semangat gotong royong akan tetap hidup dan menjadi kekuatan utama dalam membangun pekon.


"Semoga kegiatan Bersih Pekon ini tidak hanya menjadi sebuah agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi budaya yang terus mengakar dalam kehidupan masyarakat," katanya.


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekaligus kebersihan jiwa dan raga sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.


"Kepada seluruh warga, mari kita selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan jiwa maupun kebersihan raga kita masing-masing demi terciptanya lingkungan yang sehat, rukun, dan harmonis," pungkasnya.


Kegiatan doa bersama berlangsung penuh khidmat dengan dihadiri Camat Kota Agung Timur beserta unsur Uspika, Kepala Pekon Batu Kramat Masrantok beserta jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Pekon Batu Kramat.

Gubernur Mirzani Dianugerahi Gelar Suntan Tihang Marga di Sekala Brak, Bupati Parosil : Ini Amanah Sekaligus Penguat Sinergi



Pekon Balak Batu Brak Lampung Barat,(gerakmedia) -- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dianugerahi Angkon Muakhi atau Pengakuan Bersaudara dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Kamis,(09/07/2026). 


Penganugerahan berlangsung di Lamban Gedung, Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, Dihadiri langsung oleh Bupati dan wakil Bupat Lampung Barat Parosil Mabsus - Mad Hasnurin beserta pemangku adat. 


Dalam prosesi adat yang sakral itu, Gubernur Mirzani diangkat sebagai saudara Sultan dan diberi gelar adat Suntan Tihang Marga. Beliau juga dikukuhkan sebagai Jamma Balak ni Saibatin atau Orang Besar di Kerajaan, serta dianugerahi Tongkat Pusaka Bindung Langit, Lencana Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung, dan Lencana Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).


Paduka Yang Mulia Saibatin Puniakan Dalom Beliau (PYM SPDB) Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, menjelaskan makna penting dari prosesi ini.


"Keberadaan Paksi Pak Sekala Bekhak terdiri dari empat kepaksian yakni Kepaksian Pernong, Kepaksian Buay Bejalan Diway, Kepaksian Buay Belunguh, Kepaksian Nyerupa. Empat kepaksian ini memiliki kedudukan yang sama dan memiliki wilayah masing-masing," kata beliau.


Lebih lanjut, Edward Syah menegaskan bahwa Angkon Muakhi ini bukan sekadar kegiatan seremonial namun sebuah bentuk rasa untuk menyatukan keguyuban yang akan diteruskan hingga generasi mendatang. 


 "Angkon muakhi ini adalah sebuah bentuk rasa untuk menyatakan hubungan yang guyup dan dekat untuk diteruskan dari generasi ke generasi. Tongkat yang kita berikan tadi bukan merupakan kebetulan, tongkat tadi memiliki makna dan nilai," ujar Pangeran Edward Syah Pernong.


Usai menerima gelar, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan terima kasih atas kehormatan besar dari Kepaksian Pernong.


"Bagi saya pribadi ini merupakan sebuah amanah yang harus terus dijaga, antara pemerintah dan pemangku adat," ujar Gubernur.


Gubernur Lampung menegaskan, ke depan setiap kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung akan diselaraskan dengan falsafah leluhur. 



"Dengan adanya anugerah ini, dalam mengambil kebijakan harus diselaraskan dengan falsafah leluhur. Ke depan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memperkuat budaya Lampung agar tetap lahir dan berkembang di Lampung," katanya.


Menurutnya, Kepaksian Pernong memiliki nilai strategis sebagai pilar pelestarian budaya. "Kepaksian Pernong ini wadah untuk menjaga identitas daerah dan memperkuat jati diri di tengah majunya zaman. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dengan pemangku adat akan mampu menarik wisata budaya. Lampung Barat ini kabupaten yang berkomitmen melestarikan warisan leluhur," tutup Gubernur.


Sementara, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan kebanggaan dan apresiasi atas penganugerahan tersebut.


 "Kebijaksanaan yang diberikan pimpinan adat ini merupakan proses yang sangat sakral. Atas nama Pemerintah Daerah saya memberi apresiasi setinggi-tingginya," ujar Bupati.


Di momen penting ini, Bupati Parosil juga menyampaikan beberapa titipan harapan kepada Gubernur. Pertama, terkait kelanjutan pembangunan yang berada di Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak. 


"Di masa kepemimpinan Gubernur Lampung Bapak Ridho Ficardo dulu, pernah digagas dan dibangun gedung yang merupakan sebuah kebanggaan masyarakat Lampung yang berada di Kabupaten Lampung Barat. Namun usai masa kepemimpinan Bapak Ridho pembangunan tersebut tidak dilanjutkan. Kami mengharapkan dukungan dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung agar dapat melanjutkan pembangunan gedung tersebut," harap Parosil.


Kedua, di bidang pendidikan. Bupati mengucapkan terima kasih atas kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung terkait penghapusan iuran komite di sekolah setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).


"Untuk mendukung program pendidikan, di bawah kepemimpinan saya bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin, kami mengagas berbagai program. Di antaranya pembagian tiga setel seragam gratis berikut alat tulis kepada seluruh siswa baru SD dan SMP se-Kabupaten Lampung Barat," jelasnya.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga memiliki program beasiswa kedokteran, seni dan budaya, kewirausahaan, hingga program satu keluarga satu sarjana. 


Bupati Lampung Barat juga menyampaikan terima kasih atas pembangunan Sekolah Luar Biasa di Lampung Barat oleh Pemerintah Provinsi Lampung. 


"Semoga sinergi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan para pemangku adat ini terus kuat. Dengan begitu, warisan budaya kita terjaga dan kesejahteraan masyarakat Lampung Barat semakin meningkat," pungkas Bupati Parosil.

Kinerja Puskesmas Kota Agung Kabupaten Tanggamus Kembali Jadi Sorotan

 



Tanggamus,(gerakmedia) -- Dugaan belum optimalnya pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kota Agung kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya muncul sejumlah keluhan serupa, kini seorang anak berusia 12 tahun asal Pekon Penanggungan, Kecamatan Kota Agung, diduga belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan secara memadai meski mengalami gangguan pertumbuhan sejak kecil Selasa,(7/7/2026). 


Anak tersebut bernama Sifa Saukia, putri pasangan Supendi dan Asnawati. Kondisi yang dialaminya memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pendataan, pemantauan, dan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perhatian pemerintah.


Saat ditemui media Asnawati mengaku putrinya hingga kini belum pernah memperoleh pemeriksaan maupun pendampingan kesehatan dari tenaga kesehatan, baik Bidan Desa, Puskesmas Kota Agung maupun Rumah Sakit Batin Mangunang.


"Anak kami sudah berusia 12 tahun. Selama ini belum pernah diperiksa ataupun mendapat pelayanan kesehatan dari bidan desa, Puskesmas maupun rumah sakit. Yang pernah datang hanya pendamping PKH untuk pendataan," ujar Asnawati.


Menurutnya, kondisi gangguan pertumbuhan yang dialami Sifa sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini, keluarga mengaku belum pernah menerima kunjungan maupun pemeriksaan kesehatan secara langsung.


Sebagai orang tua, Asnawati berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus segera memberikan perhatian terhadap kondisi anaknya melalui pemeriksaan medis secara menyeluruh serta penanganan sesuai kebutuhan.


"Kami tidak menuntut apa-apa. Kami hanya ingin anak kami diperiksa dan mendapatkan pengobatan serta perhatian agar kondisinya bisa diketahui secara pasti," katanya.


Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana sistem pendataan dan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat berjalan di wilayah kerja Puskesmas Kota Agung. Pasalnya, apabila benar seorang anak dengan kondisi khusus belum pernah tersentuh pelayanan kesehatan selama bertahun-tahun, hal tersebut patut menjadi bahan evaluasi bagi instansi terkait.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Kota Agung maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus belum memberikan keterangan resmi. Media masih terus berupaya memperoleh konfirmasi guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.


Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Indonesia (KWI) Kabupaten Tanggamus, Parta Irawan, mengaku prihatin atas kondisi yang dialami Sifa Saukia.


Menurutnya, apabila informasi yang disampaikan keluarga benar, maka Pemerintah Kabupaten Tanggamus perlu segera melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan kesehatan dasar, khususnya mekanisme pendataan dan kunjungan kepada warga yang membutuhkan penanganan medis.

"Kami berharap Dinas Kesehatan segera turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Sifa serta mengevaluasi pelayanan kesehatan di wilayah kerja. 


Puskesmas Kota Agung agar kejadian serupa tidak terus berulang," tegas Parta.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan dasar tidak hanya sebatas menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga memastikan warga yang memiliki keterbatasan atau kondisi khusus tetap memperoleh haknya atas pelayanan kesehatan yang layak.

Forkopimda Tanggamus Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah, Bupati : Pemerintah Harus Hadir Untuk Masyarakat

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengusung tema "Sinergi Forkopimda dalam Mewujudkan Kondusivitas IPOLEKSOSBUDHANKAM Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 dengan Budaya Kerja Jalan Lurus" di Ruang Rapat Bupati Tanggamus, Senin, (6/7/2026).


Rakor dipimpin Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. dan dihadiri Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko, Kejaksaan Negeri Tanggamus yang diwakili Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Tri Nurandi Sinaga, unsur Badan Intelijen Daerah (Binda), Sekretaris Daerah Suaidi, para asisten, kepala OPD, serta kepala bagian di lingkungan Pemkab Tanggamus.


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Tanggamus Rully Runa Yuda dalam paparannya menjelaskan, keberadaan Forkopimda bertujuan menciptakan hubungan harmonis antarunsur pimpinan daerah, menyelesaikan persoalan strategis, memperkuat deteksi dini, cegah dini, dan penanganan dini, sekaligus menjaga stabilitas politik, sosial, dan penyelenggaraan pemerintahan.


Ia juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah, mulai dari penguatan ideologi Pancasila, penyaluran bantuan keuangan partai politik, penertiban pasar, pemberantasan rokok ilegal, penertiban tambang ilegal, hingga pengembangan destinasi wisata Pantai Muara Indah.


Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo menegaskan bahwa kondisi politik di Kabupaten Tanggamus secara umum tetap kondusif meski dinamika internal partai politik tetap terjadi.


"Kalau bicara politik di Kabupaten Tanggamus, semuanya secara umum berjalan kondusif. Dinamika di internal partai merupakan hal yang wajar, tetapi secara keseluruhan situasi politik tetap aman dan kondusif," ujarnya.


Agung juga meminta agar setiap program pemerintah daerah benar-benar selaras dengan RPJMD dan visi misi kepala daerah sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.


Selain itu, ia menyoroti penataan pasar maupun penertiban tambang agar selalu dibarengi solusi bagi masyarakat.



"Ketika pemerintah melakukan penertiban, tentu harus diikuti solusi. Pedagang juga harus diberikan sarana dan prasarana sehingga penataan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat," katanya.


Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko menyampaikan sejumlah isu keamanan yang menjadi perhatian, mulai dari konflik lahan, kondisi Jembatan Way Kandis, kecelakaan lalu lintas, hingga upaya menjaga stabilitas keamanan menjelang berbagai agenda masyarakat.


Ia mengungkapkan, penyelesaian konflik lahan dilakukan melalui pendekatan persuasif sembari tetap menghormati proses hukum yang berjalan.


"Kami terus mengedepankan komunikasi kepada seluruh pihak agar tidak berkembang menjadi konflik sosial. Semua proses hukum berjalan dan kami mengajak masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," tegas Rahmat.


Kapolres juga menyampaikan perkembangan program penanaman bawang putih di Kecamatan Ulu Belu yang menjadi bagian dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.


Sementara itu, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono memaparkan sejumlah isu strategis daerah sepanjang Januari hingga Juni 2026 berdasarkan aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.


Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah maraknya penyebaran informasi bernuansa SARA dan hoaks di media sosial akibat rendahnya literasi digital masyarakat.


"Masih ditemukan unggahan bernuansa SARA yang berpotensi memicu perpecahan. Karena itu kami terus mengedukasi masyarakat melalui komunikasi sosial dan penguatan wawasan kebangsaan," ujarnya.


Dari sisi penegakan hukum, Kasi Datun Kejari Tanggamus Tri Nurandi Sinaga menyampaikan sejumlah perhatian, di antaranya potensi penyimpangan dana desa, tingginya penyalahgunaan narkotika, konflik agraria, hingga potensi polarisasi sosial pasca agenda politik.


Ia mengatakan Kejaksaan terus mengoptimalkan program Jaga Desa, penyuluhan hukum, serta mendorong pembangunan pusat rehabilitasi narkotika di Kabupaten Tanggamus.


"Kami berharap pemerintah daerah dapat mendukung pembangunan pusat rehabilitasi ketergantungan narkotika agar penanganan korban penyalahgunaan narkoba menjadi lebih efektif," katanya.


Sementara itu, perwakilan Binda Tanggamus, Fadil, mengungkapkan adanya sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, mulai dari penyebaran paham khilafah melalui komunitas terselubung, dinamika pergerakan mahasiswa, konflik satwa liar dengan masyarakat, aktivitas pertambangan ilegal di kawasan hutan, hingga peredaran senjata api ilegal yang diduga berkaitan dengan maraknya kasus begal.


Sekretaris Daerah Tanggamus Suaidi menekankan pentingnya komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan DPRD, sekaligus memperkuat koordinasi hingga tingkat Forkopimcam agar setiap persoalan sosial dapat diantisipasi sejak dini.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menegaskan seluruh persoalan akan dibahas secara komprehensif dengan melibatkan seluruh instansi terkait, termasuk persoalan tambang rakyat.


Menurutnya, pemerintah harus mampu membedakan aktivitas masyarakat untuk kebutuhan pribadi dengan kegiatan yang bersifat komersial.


"Kita harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi tentu ada batasannya. Kalau sudah bersifat komersial dan melanggar aturan, tentu harus ditindak sesuai ketentuan. Semua ini akan kita pelajari bersama agar ada solusi yang berpihak kepada masyarakat namun tetap sesuai aturan," tegas Bupati.


Ia berharap sinergi seluruh unsur Forkopimda terus diperkuat sehingga stabilitas daerah tetap terjaga dan pembangunan di Kabupaten Tanggamus dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat.