PNS Bandar Lampung Dilaporkan Hilang, Keluarga Minta Bantuan Masyarakat

 


Bandar Lampung, (GM) -- Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, dilaporkan hilang setelah tidak kunjung pulang sejak Kamis (18/6/2026).


Berdasarkan Surat Keterangan Orang Hilang yang diterbitkan Polresta Bandar Lampung, pria bernama Erlangga (51) dilaporkan hilang oleh istrinya, Yantiana, pada Jumat (19/6/2026).


Dalam laporan tersebut dijelaskan, Erlangga yang berprofesi sebagai PNS terakhir kali meninggalkan rumah usai makan siang dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario BE 2571. Saat pergi, ia tidak membawa identitas pribadi.

Menurut keterangan keluarga, Erlangga sempat diketahui berkunjung ke rumah saudaranya di wilayah Tanjung Lampung Selatan. Namun setelah itu keberadaannya tidak lagi diketahui.


Arya, keluarga menyebut Erlangga meninggalkan rumah saudaranya sekitar pukul 02.00 WIB. Hingga laporan dibuat, yang bersangkutan belum kembali ke rumah dan upaya pencarian yang dilakukan keluarga belum membuahkan hasil.


Adapun ciri-ciri Erlangga yakni berkulit sawo matang, tinggi sekitar 160 sentimeter, berat badan sekitar 60 kilogram, berperawakan agak gempal, berambut ikal, serta memiliki kebiasaan mata sering berkedip.


Atas kejadian tersebut, keluarga telah melaporkan kehilangan tersebut ke Polresta Bandar Lampung dan berharap masyarakat yang mengetahui atau melihat keberadaan Erlangga dapat segera memberikan informasi kepada pihak keluarga maupun kepolisian.

"Kami berharap siapa saja yang melihat atau mengetahui keberadaan beliau dapat segera menghubungi keluarga agar bisa segera ditemukan," ujar Arya adik korban hilang.


Bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan Erlangga untuk segera menghubungi pihak keluarga atau kantor kepolisian terdekat. (rinto)

Sidak RSUD Batin Mangunang, Wabup Tanggamus Soroti Kerusakan WC Dan Saluran Pembuangan

 


Tanggamus, (GM) -- Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, Jumat, Sidak dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi fasilitas sanitasi rumah sakit yang dinilai mengganggu kenyamanan pelayanan (19/6/2026). 


"Setelah kita cek, ternyata benar, sejumlah WC mengalami kemacetan. Pihak rumah sakit sudah berupaya melakukan perbaikan, ada yang disedot dan dilakukan penanganan lainnya, tetapi belum tuntas," ujar Agus Suranto.


Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tanggamus akan melibatkan Dinas PUPR untuk mencari solusi teknis yang tepat terhadap persoalan tersebut.


"Kita ajak teman-teman dari PU untuk membantu memberikan pemikiran dan solusi. Nanti akan ada tim yang menginventarisasi seluruh kondisi kerusakan agar penanganannya bisa dilakukan secara menyeluruh," katanya.


Direktur RSUD Batin Mangunang, dr. Theresia Hutabarat, menjelaskan permasalahan utama diduga berada pada sistem aliran pembuangan dan septic tank yang hingga kini belum ditemukan titik kerusakannya secara pasti.



"Kurang lebih ada 10 titik yang mengalami gangguan dari total lebih dari 30 titik fasilitas sanitasi yang ada. Kerusakan ini sudah berlangsung cukup lama dan kami terus berupaya mencari sumber permasalahannya, namun belum menemukan titik yang pasti," jelasnya.


Ia mengatakan pihak rumah sakit telah melakukan berbagai langkah perbaikan, termasuk pembukaan dan pembersihan septic tank. Namun hasilnya masih belum optimal sehingga membutuhkan pendampingan teknis dari Dinas PUPR.


"Kami sudah melakukan berbagai upaya, tetapi belum optimal. Karena itu kami berkoordinasi dengan PU untuk mengkaji di mana sebenarnya sumber masalahnya agar bisa ditangani secara tepat," ungkap Theresia.


Kerusakan tersebut disebut berdampak pada kenyamanan pasien maupun pengunjung rumah sakit.


"Tentunya kondisi ini membuat pelayanan menjadi kurang nyaman. Karena itu kami berharap segera ditemukan solusi agar fasilitas sanitasi rumah sakit dapat berfungsi normal kembali," tandasnya.


Mendampingi Wakil Bupati Agus Suranto, Asisten Perekonomian Hendra Wijaya, Kadishub Sabar Sitanggang, Sekrataris Bapperida Feri Septiawan, Direktur RSUD Theresia Hutabarat, Kabag Adbang Joko Supratin, Kabid Cipta Karya Ishak Basuki dan bidang Diinas Lingkungan Hidup.

Peringati HUT Polri Ke 80 Polres Pesisir Barat Dan Kodim 0422/ Lampung Barat Gelar Lomba Menembak


Pesisir Barat, (GM) -- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ke-80, Polres Pesisir Barat bersama Kodim 0422/Lampung Barat menggelar kegiatan Lomba Menembak Bersama yang berlangsung pada di Lapangan Tembak Kodim 0422/Lampung Barat Kamis, (19/6/2026).


Kapolres Pesisir Barat, AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., beserta Pejabat Utama (PJU) dan personel yang mengikuti perlombaan, disambut langsung oleh Dandim 0422/Lampung Barat, Letkol Inf Rizky Kurniawan, bersama para pejabat dan personel Kodim dengan penuh keakraban dan semangat kebersamaan.


Turut hadir Kapolres Lampung Barat, AKBP Samsu Wirman S.H., S.I.K., M.H., dalam memeriahkan perlombaan tersebut.


Kegiatan ini mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat, Bersinergi Menjaga Keamanan dan Persatuan Bangsa”. Lomba menembak tersebut menjadi wujud nyata sinergitas antara TNI dan Polri dalam mempererat soliditas, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Lampung Barat dan Pesisir Barat.


Sebagai peserta, anggota TNI dari Kodim 0422/Lampung Barat dan personel Polres Pesisir Barat saling menguji kemampuan dan keterampilan menembak. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme, ketangkasan, disiplin, serta kesiapsiagaan personel dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.


Pada kesempatan ini, Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa kolaborasi dan sinergi yang kuat antara TNI dan Polri merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif bagi masyarakat.



“Sinergi TNI-Polri yang kokoh merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan bangsa. Melalui kegiatan ini, kami ingin terus mempererat hubungan yang harmonis, meningkatkan soliditas, serta membangun semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Kapolres.


Selama perlombaan berlangsung, para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, diperoleh para pemenang sebagai berikut:

Juara I

Bripka Hariyadi, Personel Polres Pesisir Barat. 

Juara II

Serda Muhammad Ridwan, Personel Kodim 0422/Lampung Barat. 

Juara III

Aipda Endang, Personel Satreskrim Polres Pesisir Barat. 


Kepada para pemenang, Kapolres Pesisir Barat menyerahkan piala, piagam dan penghargaan, serta ucapan selamat sebagai bentuk apresiasi atas prestasi, dedikasi, dan kemampuan yang telah ditunjukkan selama perlombaan berlangsung.


AKBP Bestiana juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, serta jajaran Kodim 0422/Lampung Barat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut dengan aman, tertib, dan sukses.


Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat komunikasi, koordinasi, dan hubungan emosional antara personel TNI dan Polri, sehingga semakin solid dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.


Kegiatan lomba menembak ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Polri ke-80 yang mengusung semangat “Polri Untuk Masyarakat”, sebagai penegasan komitmen institusi Polri untuk terus hadir, melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.


“Melalui momentum HUT Polri ke-80 ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder, khususnya TNI, demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan. Semoga kebersamaan ini terus terjaga demi Indonesia yang aman dan maju,” pungkas AKBP Bestiana.

Ditlantas Polda Lampung Salurkan 16.000 Liter Air Bersih Untuk 100 KK Di Pesawaran Sambut HUT Bhayangkara Ke 80




Lampung, (GM) -- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 16.000 liter kepada warga Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (17/6/2026). 


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari bakti sosial dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.


Bantuan disalurkan oleh personel Sat PJR Ditlantas Polda Lampung melalui dua unit armada truk tangki yang didistribusikan ke dua lokasi, yakni Dusun Srimulyo dan Dusun Salahudin, Desa Negeri Sakti.


Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat melalui program yang menyentuh kebutuhan dasar warga.


"Kegiatan pendistribusian air bersih ini merupakan salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih," kata Yuyun.


Menurut dia, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya di tengah keterbatasan pasokan air bersih yang dialami warga.



"Sebanyak 16.000 liter air bersih kami salurkan kepada 100 kepala keluarga di dua dusun di Desa Negeri Sakti. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga dan menjadi solusi sementara atas keterbatasan pasokan air bersih yang mereka hadapi," ujarnya.


Yuyun menambahkan, momentum Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi perayaan institusi Polri, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial dan hubungan kemitraan dengan masyarakat.


"Momentum Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi perayaan bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat melalui kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga," ungkapnya.


Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah desa dan masyarakat yang turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut.


"Kami mengapresiasi dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang telah menyambut baik kegiatan ini. Sinergi seperti ini menjadi modal penting untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.


Kegiatan diawali pada pukul 08.00 WIB dengan pemberangkatan armada tangki air dari Mako Ditlantas Polda Lampung yang dilepas langsung oleh Wadirlantas Polda Lampung.


Pada titik pertama di samping SDN 55 Dusun Srimulyo, sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan kepada 50 kepala keluarga. 


Selanjutnya, distribusi dilakukan di Lapangan Salahudin dengan jumlah yang sama, yakni 8.000 liter untuk 50 kepala keluarga.


Kepala Desa Negeri Sakti bersama perangkat desa turut mendampingi proses pendistribusian bantuan dari awal hingga selesai. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar serta mendapat sambutan positif dari masyarakat sebagai wujud kehadiran Polri di tengah warga menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Perkuat Sinergi TNI POLRI : Kunjungan Kapolres Pesisir Barat Dengan Yonif TP 944/ Raja Saibatin Cakti



Pesisir Barat, (GM) -- Kapolres Pesisir Barat, AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., bersama rombongan melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Yonif TP 944/Raja Saibatin Cakti (RSC) yang bermarkas di Pekon Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat Senin, (15/6/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan kelembagaan, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Pesisir Barat.


Dalam suasana penuh keakraban, Kapolres Pesisir Barat beserta rombongan disambut langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) TP 944/Raja Saibatin Cakti (RSC) Mayor Inf Ruddy Setyadi Alfista, S.S.T. HAN., S.I.P., beserta jajaran personel Yonif TP 944/RSC.



Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergitas dan komunikasi antarinstansi demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di tengah masyarakat.


Pada kesempatan ini, Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M. menyampaikan bahwa hubungan yang harmonis antara TNI dan Polri merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah.


"Sinergitas dan soliditas TNI-Polri harus terus dijaga dan ditingkatkan. Melalui kegiatan silaturahmi seperti ini, kita dapat memperkuat koordinasi, membangun komunikasi yang baik, serta menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan tugas demi terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Pesisir Barat," ujar Kapolres.


Selanjutnya, Kapolres mengatakan bahwa kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini perlu terus dipelihara dan ditingkatkan guna mendukung pelaksanaan tugas masing-masing institusi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Dengan terjalinnya komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik antara TNI dan Polri, diharapkan dapat menjadi pondasi yang kuat dalam menjaga keamanan wilayah, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mewujudkan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Pesisir Barat," pungkas Kapolres Bestiana.

Polda Lampung Berhasil Mengamankan Pasutri Terduga Penggelapan 19 Ton Kopi Senilai Rp1,3 Miliar


Bandar Lampung, (GM) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menangkap pasangan suami istri (Pasutri) diduga terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan biji kopi seberat sekitar 19 ton dengan nilai kerugian mencapai Rp1,3 miliar.


Kedua tersangka HS dan istrinya HA ditangkap tim Resmob Subdit III Jatanras Polda Lampung di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).


Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menyampaikan, pengungkapan perkara tersebut bermula dari transaksi jual beli kopi antara korban, Joni Hartono dengan tersangka pada Desember 2025.


Saat itu, tersangka HS meminta korban mengirimkan kopi dalam jumlah besar, yakni sekitar 19 ton. Permintaan tersebut disetujui korban yang kemudian membeli kopi dari para petani dan pengepul untuk memenuhi pesanan.


"Korban kemudian mengirimkan kopi menggunakan tiga kendaraan, terdiri dari dua unit colt diesel dan satu unit truk dengan total muatan sekitar 20,3 ton kopi," ungkapnya. 


Setelah kopi diterima, tersangka mengaku komoditas tersebut telah dimasukkan ke gudang pembeli. Namun hingga empat hari setelah pengiriman, pembayaran yang dijanjikan tidak kunjung dilakukan.


Menurut polisi, tersangka kemudian mengakui uang hasil penjualan kopi tersebut telah digunakan untuk kepentingan lain.


"Korban berupaya menemui tersangka untuk meminta pertanggungjawaban, tapi selalu mendapat berbagai alasan dan tidak pernah berhasil bertemu. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar 20.390 kilogram kopi atau senilai Rp1,3 miliar," terang Yuni. 


Alhasil, kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polda Lampung dengan nomor laporan polisi LP/B/942/XII/2025/SPKT/Polda Lampung.


Dalam proses penyelidikan, polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan kedua tersangka yang berada di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.


Tim Resmob Subdit III Jatanras Polda Lampung dipimpin Kompol Jonnifer Yolandra kemudian bergerak menuju lokasi dan mengamankan keduanya di sebuah rumah kos di Gang Wonorejo, Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu.


Setelah ditangkap, kedua tersangka dibawa ke Mapolda Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Polisi menjerat keduanya dengan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana diatur dalam ketentuan KUHP yang berlaku. "Saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara, serta mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut," tandas Kabid Humas.

Polsek Wonosobo Fasilitasi Rembuk Pekon, Kasus Dugaan Pencurian Ayam Diselesaikan Melalui Restorative Justice

 


Tanggamus, (GM) -- Polsek Wonosobo Polres Tanggamus memfasilitasi penyelesaian dugaan tindak pidana pencurian seekor ayam melalui mediasi, rembuk pekon dan mekanisme restorative justice yang mempertemukan warga Pekon Banjar Negara, Kecamatan Wonosobo dengan dua pelajar asal Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus Kamis,(11/5/2026).


Mediasi berlangsung di Mapolsek Wonosobo,  dipimpin langsung Kapolsek Wonosobo Iptu Primadona Laila, S.H., didampingi Kanit Reskrim R. Sinaga, S.H., personel Reskrim Polsek Wonosobo serta Bhabinkamtibmas Bripka Fera Oktaviani, S.H.


Kapolsek Wonosobo Iptu Primadona Laila mengatakan penyelesaian melalui mediasi dan pendekatan restorative justice dilakukan sebagai upaya problem solving guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di tengah masyarakat.


"Penyelesaian secara kekeluargaan menjadi langkah yang diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk usia para pihak yang masih berstatus pelajar, sehingga diharapkan dapat memberikan efek pembinaan tanpa mengabaikan rasa keadilan," kata Iptu Primadona Laila mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.



Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 9 Juni 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di Pekon Banjar Negara, Kecamatan Wonosobo. Saat itu dua remaja berinisial SR (15) dan RA (15) warga Kecamatan Bandar Negeri Semuong diduga hendak mengambil seekor ayam milik Basir (55), warga Pekon Banjar Negara.


"Modus yang dilakukan yakni membawa seekor ayam untuk diadu dengan ayam milik warga yang menjadi sasaran. Namun saat hendak mengambil ayam tersebut, aksi kedua remaja diketahui warga sehingga ayam berhasil dilepaskan dan tidak sempat dibawa pergi," jelasnya.


Menurut Kapolsek, setelah dilakukan mediasi, kedua remaja bersama keluarganya menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan meminta agar persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Korban pun menerima permohonan maaf tersebut dan sepakat tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum.


"Dalam kesepakatan yang dituangkan dalam surat perdamaian, kedua belah pihak sepakat untuk saling menghormati, tidak melakukan intimidasi maupun provokasi, serta bersama-sama mengajukan penyelesaian perkara melalui mekanisme keadilan restoratif kepada pihak kepolisian," ujarnya.


Iptu Primadona Laila menambahkan bahwa restorative justice mengedepankan pemulihan hubungan antara korban dan pelaku melalui musyawarah serta kesepakatan bersama. Dalam perkara tersebut, korban telah memberikan maaf, sementara para pelaku mengakui perbuatannya dan berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.


Selain itu, kedua belah pihak juga menyatakan siap mematuhi seluruh isi perjanjian perdamaian yang telah dibuat. Apabila di kemudian hari kesepakatan tersebut dilanggar, maka para pihak siap mengikuti proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.


"Melalui problem solving, rembuk pekon dan restorative justice, diharapkan tercipta keharmonisan di tengah masyarakat, memberikan kesempatan bagi pelaku untuk memperbaiki diri, memulihkan hubungan sosial yang sempat terganggu, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Wonosobo," ungkapnya.