PWLB–Inspektorat Lampung Barat Sepakat Perkuat Sinergi Pengawasan Pemerintahan

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- Ketua Umum Persatuan Wartawan Lampung Barat (PWLB), Hamdan, bersama jajaran pengurus melakukan kunjungan resmi sekaligus silaturahmi ke Inspektorat Kabupaten Lampung Barat, Selasa (11/8/2026).


Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Irban V Inspektorat Kabupaten Lampung Barat, Puguh Sugandhi, di ruang kerjanya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.


Pertemuan antara PWLB dan Inspektorat tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman mengenai peran masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Salah satu pembahasan utama adalah mengenai tata cara masyarakat menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan wewenang maupun indikasi yang berkaitan dengan kerugian keuangan negara.


Selain membahas mekanisme penyampaian laporan, pertemuan juga menjadi sarana edukasi bagi jajaran PWLB agar dalam menjalankan tugas jurnalistik senantiasa mengedepankan prinsip objektivitas, akurasi, keberimbangan, serta tetap berpedoman pada ketentuan dan fungsi pers sebagai kontrol sosial.


Ketua Umum PWLB, Hamdan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi secara langsung dengan Inspektorat Kabupaten Lampung Barat sebagai lembaga pengawasan internal pemerintah daerah.


«“Kami merasa sangat bersyukur dapat bersilaturahmi dan berdiskusi langsung dengan Inspektorat Kabupaten Lampung Barat. Harapan kami, ke depannya terjalin sinergi yang erat dalam segala hal, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Kami merasa tenang dan mendapat pandangan yang jauh lebih terang dalam menjalankan peran kami sebagai mitra pengawasan bersama,” ujar Hamdan.»


Menurutnya, pemahaman terhadap mekanisme pengawasan dan penyampaian laporan menjadi hal penting bagi insan pers. Dengan pemahaman yang baik, setiap informasi yang diterima dari masyarakat dapat ditindaklanjuti secara lebih profesional, dengan tetap melakukan verifikasi dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.


Sementara itu, Irban V Inspektorat Kabupaten Lampung Barat, Puguh Sugandhi, mengapresiasi kehadiran jajaran PWLB. Ia menyatakan bahwa edukasi mengenai pengawasan pemerintahan perlu terus dilakukan kepada masyarakat maupun berbagai organisasi yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.


«“Saya merasa bangga bisa berbagi pemahaman kepada rekan-rekan sekalian, apalagi PWLB sebagai organisasi profesi. Kehadiran dan peran PWLB sangat dibutuhkan untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan program pemerintah, baik pusat, daerah, maupun pemerintah kabupaten,” kata Puguh Sugandhi.»


Ia berharap komunikasi dan hubungan yang telah terjalin dapat terus dipelihara sehingga tercipta sinergi yang positif antara masyarakat, insan pers dan pemerintah dalam mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.


“Semoga bersama-sama kita dapat mewujudkan Kabupaten Lampung Barat yang hebat dan berkualitas dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” tegasnya.


Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi PWLB untuk memperkuat komitmen organisasi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional. PWLB menilai, fungsi kontrol sosial bukan semata-mata menyampaikan informasi atau kritik, tetapi juga memastikan setiap informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik disajikan secara bertanggung jawab.


Hamdan menambahkan, PWLB ke depan akan terus berupaya membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun lembaga nonpemerintah, sepanjang tetap berada dalam koridor tugas dan fungsi organisasi serta prinsip-prinsip jurnalistik.


«“Harapan kami ke depannya PWLB bisa bersinergi dan selaras dengan instansi pemerintah maupun nonpemerintah sesuai dengan fungsi kami sebagai kontrol sosial. Kami ingin menjalankan peran tersebut secara objektif, profesional dan konstruktif demi kepentingan masyarakat,” ujar Hamdan mengakhiri

Tangis Di Tengah Kobaran Api, Rumah Pa Uti Di Kali Miring Tanggamus Ludes Terbakar

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Suasana sore di Kampung Masjid, Dusun 1, Pekon Kali Miring, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus pukul 17.00 WIB. Mendadak mencekam. Sebuah rumah milik warga bernama Pa Uti dilalap si jago merah Senin, (10/8/2026). 


Api pertama kali diketahui oleh salah satu anak Pa Uti bernama Rina. Kobaran api diduga berasal dari bagian rumah yang terdapat kulkas. Dugaan sementara, peralatan elektronik tersebut mengalami korsleting listrik hingga memicu munculnya api.


Bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian bangunan.


Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya membantu dan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sekitar 30 menit kemudian, tepatnya pukul 17.30 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.


Petugas bersama warga berjibaku memadamkan kobaran api. Setelah kurang lebih satu jam dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan.


Beruntung, dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa. Kebakaran juga dilaporkan hanya menimpa satu unit rumah milik Pa Uti dan tidak merambat ke bangunan warga lainnya.



Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan rumah Pa Uti mengalami kerusakan sangat parah dan hampir seluruh bangunan hangus terbakar. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat tinggal keluarga tersebut kini tidak lagi layak untuk dihuni.


Pa Uti Kehilangan Tempat Tinggal


Musibah tersebut tentu menjadi pukulan berat bagi Pa Uti dan keluarganya. Selain kehilangan tempat tinggal, mereka juga harus menghadapi kebutuhan untuk memperbaiki atau membangun kembali rumah yang telah dilalap api.


Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dapat dipicu oleh peralatan dan instalasi listrik di dalam rumah.


Pemeriksaan secara berkala terhadap kabel, stop kontak, kulkas, serta berbagai perangkat elektronik lainnya dinilai penting untuk mencegah terjadinya korsleting yang dapat berujung pada kebakaran.


Di tengah musibah yang dialami Pa Uti, perhatian dari berbagai pihak sangat diharapkan. Pemerintah Kabupaten Tanggamus diharapkan dapat hadir dan memberikan bantuan kepada keluarga korban, mengingat kondisi rumah yang mengalami kerusakan berat dan sudah tidak dapat ditempati.


Bantuan pemerintah maupun kepedulian masyarakat diharapkan dapat meringankan beban Pa Uti dan keluarga serta membantu mereka untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak.


Sementara itu, terkait penyebab pasti kebakaran masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Sekda Tanggamus Pimpin Apel Pagi dan Pencanangan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2026



Tanggamus,(gerakmedia) -- Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, Suaidi, memimpin apel pagi sekaligus Pencanangan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2026 di Kabupaten Tanggamus, Senin (10/8/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Belakang Kantor Bupati Tanggamus tersebut dihadiri para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, para Camat se-Kabupaten Tanggamus, Kepala Pekon Teba dan Kepala Pekon Tanjung Jati Kecamatan Kota Agung Timur, serta para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.


Dalam kesempatan tersebut, Sekda Suaidi membacakan sambutan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, MA., MH., yang menyampaikan bahwa Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih merupakan bagian dari upaya menggugah rasa cinta tanah air dan meningkatkan semangat nasionalisme masyarakat.



“Penyerahan ini adalah gerakan moral dan nasionalisme, gerakan untuk menegaskan bahwa semangat merah putih masih menyala pada setiap anak bangsa, termasuk kita di Kabupaten Tanggamus,” ujar Bupati dalam sambutan yang dibacakan Sekda.


Secara simbolis, bendera Merah Putih dibagikan kepada 20 kecamatan dan 12 pekon di Kecamatan Kota Agung Timur.


Bupati menegaskan bahwa Bendera Merah Putih merupakan simbol persatuan dan kebanggaan bangsa Indonesia. Untuk itu, masyarakat Kabupaten Tanggamus diimbau mengibarkan Bendera Merah Putih di kantor, fasilitas umum maupun rumah penduduk selama bulan kemerdekaan.


“Saya menghimbau agar bendera merah putih kita kibarkan dengan bangga di kantor, fasilitas umum, maupun rumah penduduk mulai hari ini hingga 31 Agustus 2026,” kata Bupati.


Bupati juga meminta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus menjadi motor penggerak dalam menyukseskan gerakan tersebut, sekaligus memberikan teladan kepada masyarakat.


“Khusus kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, jadilah motor penggerak utama dalam mensukseskan gerakan ini. Tunjukkan teladan di lingkungan kerja dan tempat tinggal,” tegasnya.


Selain itu, ASN diminta mengajak keluarga, tetangga dan masyarakat untuk turut memasang Bendera Merah Putih di lingkungan masing-masing. Bendera yang dikibarkan juga diharapkan dalam kondisi baik, bersih dan dipasang dengan penuh penghormatan.


Melalui pencanangan ini, Pemerintah Kabupaten Tanggamus berharap semangat nasionalisme, persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air semakin tumbuh di tengah masyarakat.


Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2026 juga menjadi salah satu bentuk partisipasi Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Polres Tanggamus Jadi Rujukan Lintas Polda, Empat Polres Sumsel Pelajari Budidaya Bawang Putih Di Ulubelu

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Keberhasilan program ketahanan pangan budidaya bawang putih yang dikembangkan Polres Tanggamus bersama Dinas Pertanian dan Kelompok Tani KUPS Margo Rukun di Kecamatan Ulubelu menarik perhatian jajaran Polda Sumatera Selatan. Empat Polres, yakni Polres Muara Enim, Polres Pagar Alam, Polres Lahat, dan Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, melakukan studi banding ke Kabupaten Tanggamus, Kamis (6/8/2026).


Kegiatan diawali di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tanggamus, Kecamatan Kota Agung Timur, sebelum rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke Kelompok Tani KUPS Margo Rukun di Pekon Ngarip, Kecamatan Ulubelu, untuk melihat langsung proses budidaya bawang putih yang telah dikembangkan.


Di lokasi budidaya, Ketua Kelompok Tani KUPS Margo Rukun, Wastoyo, menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan studi banding. Ia mengaku siap berbagi pengalaman mengenai teknik budidaya bawang putih yang diperolehnya setelah mengikuti pembelajaran di Lombok atas dukungan Kapolda Lampung bersama jajaran Polres Tanggamus.


Selain memperkuat sektor pertanian, kegiatan studi banding tersebut juga diharapkan mempererat kerja sama antara Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, baik dalam pengembangan komoditas hortikultura, pertukaran teknologi budidaya, maupun penguatan ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.



Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Polres Tanggamus yang terdiri dari Kasat Binmas Polres Tanggamus Iptu Achmad Julizar, Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin, Kanit Tipidter Satreskrim, serta Kanit Ekonomi Satintelkam. Turut hadir jajaran Polres Pagar Alam, Polres Lahat, Polres Muara Enim, Polres OKU Selatan, Dinas Pertanian dari Tanggamus dan Pagar Alam, penyuluh pertanian, serta para petani.


Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., diwakili Kasat Binmas Iptu Achmad Julizar mengatakan kelompok tani binaan yang mengembangkan bawang putih tersebut beranggotakan tujuh orang, termasuk dua personel Polres Tanggamus Polda Lampung yang sebelumnya mengikuti pembelajaran budidaya di Sembalun, Lombok.


"Varietas bawang putih yang dikembangkan berasal dari Sembalun Nusa Tenggara Barat dan membutuhkan lahan dengan ketinggian sekitar 700 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut agar dapat tumbuh optimal," kata Iptu Ahmad Julizar.


Menurut Iptu Achmad Julizar, keberhasilan budidaya bawang putih di Tanggamus tidak lepas dari kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Karena itu, ia berharap seluruh peserta studi banding dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap pengalaman dan pengetahuan secara langsung dari para petani.


"Kami berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali seluruh aspek teknis budidaya melalui diskusi langsung bersama petani di lapangan, sehingga dapat diterapkan di daerah masing-masing," tegasnya


Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Kabupaten Tanggamus Rahmat Hidayat, S.P., menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan studi banding. Menurutnya, Kabupaten Tanggamus bersama Lampung Barat merupakan wilayah pionir pengembangan budidaya bawang putih di Provinsi Lampung.


"Seluruh peserta dapat menggali secara langsung berbagai teknik budidaya, mulai dari penanaman hingga tantangan yang dihadapi petani di lapangan bersama Kelompok Tani KUPS Margo Rukun," kata Rahmat Hidayat.


Sementara itu, Kasat Binmas Polres Pagar Alam Iptu Eka Harliansyah mengatakan kunjungan tersebut merupakan arahan pimpinan sebagai upaya mempelajari keberhasilan budidaya bawang putih di Kabupaten Tanggamus.


"Polres Tanggamus menjadi referensi pembelajaran bagi kami. Selain mempelajari teknik budidaya, kami juga membawa sampel tanaman yang nantinya akan diimplementasikan di wilayah Sumatera Selatan," katanya.


Ditempat sama, Kepala Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, Dra. Suterimawati, MM, mengatakan studi banding tersebut bertujuan mempelajari pola budidaya bawang putih yang telah berhasil diterapkan di Tanggamus sebagai bahan evaluasi terhadap upaya penanaman yang sebelumnya belum optimal di wilayah Sumatera Selatan.


"Kami menilai Polres Tanggamus berhasil membangun sinergi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sehingga keberhasilan itu menjadikan Polres Tanggamus sebagai salah satu rujukan kami dalam pengembangan budidaya bawang putih di wilayah dataran tinggi," tegasnya.

Tanggamus Perkuat Sektor Perikanan Bupati Dorong Nelayan Manfaatkan KUR BPJS Ketenagakerjaan Dan Bantuan Mesin Kapal

 



Tanggamus,(gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus terus memperkuat sektor perikanan melalui peningkatan akses pembiayaan, perlindungan sosial, dan dukungan sarana produksi bagi nelayan. Komitmen itu ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan bagi Pelaku Usaha Perikanan, serta penyerahan bantuan 15 unit mesin kapal di Kantor Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, Rabu (5/8/2026).


Kegiatan dibuka Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. dan dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tanggamus M. Rangga Putra Hakim, Anggota DPRD Tanggamus Fraksi Gerindra Tahang, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pringsewu, Kepala Cabang Bank Lampung Tanggamus, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Syamdjuniston, Kepala Dinas Perikanan Darma Setiawan, Camat Kota Agung Adi Putra, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Tanggamus Hendra Ferry, Tim Percepatan Pembangunan Daerah Amir Rahayu, Lurah Pasar Madang Apriliani Taurusia (lili), tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ratusan nelayan dan pelaku usaha perikanan.


Dalam sambutannya, Bupati Moh. Saleh Asnawi menegaskan bahwa Kabupaten Tanggamus memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar sehingga harus didukung dengan perlindungan bagi nelayan serta kemudahan akses permodalan.


"Kabupaten Tanggamus memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Namun aktivitas nelayan memiliki risiko kerja yang tinggi. Karena itu saya mengajak seluruh pelaku usaha perikanan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan agar memiliki perlindungan saat bekerja," ujar Bupati.


Selain perlindungan sosial, Bupati juga mendorong para nelayan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai solusi permodalan untuk mengembangkan usaha secara produktif.



"Gunakan KUR untuk meningkatkan produksi, memperbaiki kualitas hasil perikanan, memperluas pemasaran, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga," katanya.


Bupati juga mengapresiasi dukungan Anggota DPR RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Lampung, serta seluruh pihak yang telah bersinergi membantu masyarakat pesisir Tanggamus.


Ia mengungkapkan, posisi geografis Tanggamus yang berada di Teluk Semaka dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan.


"Tanggamus memiliki posisi yang sangat strategis. Potensi laut kita luar biasa. Kalau kita mau mengelola dan mengembangkannya dengan baik, ini akan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, baik hari ini maupun untuk masa depan anak cucu kita," tegasnya.


Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan secara simbolis bantuan 15 unit mesin kapal kepada tiga kelompok usaha bersama (KUB), yakni Gapoktan Bina Nelayan Sejahtera, KUB Kurnia Jaya, dan KUB Nelayan Jaya. Serta pembagian kartu peserta BPJS Tenaga kerja, klaim asuransi kecelakaan kerja dan meninggal dunia. 


Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus Darma Setiawan menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat akses pembiayaan dan perlindungan sosial bagi pelaku usaha perikanan.


Ia menyebutkan, selain penyaluran 15 unit mesin kapal, sebelumnya pemerintah juga telah menyalurkan 150 unit alat tangkap berupa jaring, 13 unit mesin ketinting, serta 1 unit kapal bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.


"Hari ini juga terdapat program BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku usaha perikanan sebanyak 1.776 premi untuk Kabupaten Tanggamus, dengan 475 premi diperuntukkan bagi Kecamatan Kota Agung," jelas Darma.


Menurutnya, kegiatan sosialisasi diikuti 125 peserta yang terdiri dari nelayan tangkap, pembudidaya ikan, pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, kelompok usaha perikanan, serta perangkat daerah terkait.


Di sisi lain, Wakil Ketua I DPRD Tanggamus M. Rangga Putra Hakim mengatakan bantuan mesin kapal merupakan aspirasi yang diperjuangkan melalui Partai Gerindra untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Tanggamus.


"Kami siap terus mendukung program pemerintah daerah. Bantuan ini bukan yang terakhir. Kami akan terus berupaya menarik bantuan dari pemerintah pusat sesuai kebutuhan masyarakat Tanggamus," ujarnya.


Ia menegaskan seluruh bantuan disalurkan berdasarkan koordinasi dengan Dinas Perikanan agar tepat sasaran.


"Kami berkoordinasi dengan Dinas Perikanan mengenai apa yang dibutuhkan dan siapa yang berhak menerima. Karena itu 15 mesin kapal ini disalurkan kepada tiga kelompok nelayan yang memang sudah terdata secara resmi," katanya.


Rangga juga berpesan agar seluruh penerima memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik.


"Rawat mesin kapal ini dengan baik. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan berkah bagi seluruh nelayan penerima," pungkasnya.

Amrullah

Polsek Ngaras Ungkap Kasus Pencurian Lampu Boom Di Pelabuhan Kota Jawa Dua Tersangka Diamankan




Pesisir Barat,(gerakmedia) -- Polsek Ngaras Polres Pesisir Barat berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/14/VIII/2026/SPKT/POLSEK NGARAS/POLRES PESISIR BARAT/POLDA LPG dari pelapor Sepri Edo (24), warga Pekon Kota Jawa, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat.

Dua tersangka berinisial NR (41) dan N (41), yang juga merupakan warga Pekon Kota Jawa, Kecamatan Bengkunat, sempat diamankan oleh warga di Pelabuhan Kota Jawa pada Selasa (4/8/2026).

Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Ngaras Iptu Doni Dermawan D, S.Psi., M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk kesigapan personel Polsek Ngaras dalam menindaklanjuti laporan masyarakat sekaligus komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.

"Setiap laporan yang diterima akan kami tindak lanjuti secara cepat dan profesional. 
Berkat respons cepat anggota di lapangan serta kerja sama masyarakat, pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti sehingga proses hukum dapat segera dilakukan," ujar Kapolsek.


Peristiwa bermula saat alarm GPS pada telepon genggam korban berbunyi, menandakan adanya pergerakan Lampu Boom yang dipasang di tengah laut.

Korban bersama dua rekannya kemudian menuju lokasi dan mendapati kedua tersangka menguasai Lampu Boom miliknya.

Di dalam perahu para tersangka juga ditemukan satu unit Lampu Boom milik saksi Kadek Deska Yudi Sanjaya.

Mendapat laporan tersebut, Tim Reskrim Polsek Ngaras yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Yanri Hidayat, S.H., M.H., langsung menuju lokasi dan mengamankan kedua tersangka beserta barang bukti untuk diproses lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan berupa tiga unit Lampu Boom, satu drigen bensin merek Yamaha warna merah, satu unit mesin perahu Yamaha Enduro, dan satu unit perahu sepanjang kurang lebih 9 meter.

Kedua tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. 

Penyidik Polsek Ngaras juga telah melakukan pemeriksaan saksi, olah TKP, gelar perkara, serta mengamankan barang bukti guna melengkapi proses penyidikan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap tindak pidana pencurian dan segera melapor apabila mengetahui atau mengalami kejadian serupa. Sinergi masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," tutup Iptu Doni.

(Tim Humas Polres Pesisir Barat)

SMKN 1 Way Tenong Gelar In-House Training, Perkuat Digitalisasi Pembelajaran yang Efektif, Inovatif, Dan Berkarakter

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- SMK Negeri 1 Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, menggelar kegiatan In-House Training (IHT) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya pendidik dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh tenaga pendidik untuk memperkuat kompetensi, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, (5/8/2026). 


Mengusung tema "Optimalisasi Digitalisasi Pembelajaran yang Efektif, Inovatif, dan Berkarakter", kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan bekal kepada para guru agar semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter yang menjadi fondasi utama dalam membentuk peserta didik.


Kepala SMK Negeri 1 Way Tenong, Ike Maria Sari, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat merupakan langkah nyata sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini. Menurutnya, perkembangan teknologi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari sehingga dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi.


"Teknologi akan terus berkembang, tetapi nilai, karakter, dan keteladanan guru akan selalu menjadi fondasi utama dalam pendidikan. Oleh karena itu, digitalisasi pembelajaran harus berjalan seiring dengan penguatan karakter peserta didik agar tercipta proses belajar yang tidak hanya modern, tetapi juga bermakna," ujar Ike Maria Sari.


Ia menambahkan, kegiatan In-House Training tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun sekolah yang lebih maju.


"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar, saling menginspirasi, dan saling menguatkan demi kemajuan SMKN 1 Way Tenong," tambahnya.


Lebih lanjut, Ike Maria Sari mengajak seluruh guru untuk menjadikan setiap perubahan sebagai peluang dalam meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme. Menurutnya, guru yang terus belajar akan mampu melahirkan generasi yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman sesuai dengan harapan dunia pendidikan.


"Mari kita jadikan perubahan sebagai kesempatan untuk melangkah lebih maju, karena guru yang terus belajar akan mampu melahirkan generasi yang hebat dan sesuai ekspektasi," ungkapnya.


Ike Maria Sari berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan In-House Training dapat menjadi amal kebaikan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kemajuan sekolah.


Melalui pelaksanaan In-House Training di SMK Negeri 1 Way Tenong,Ike Maria Sari menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kompetensi pendidik, pemanfaatan teknologi secara optimal, serta penguatan karakter sebagai pondasi utama dalam mencetak lulusan yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Semoga ilmu yang diperoleh menjadi amal baik dan membawa manfaat bagi sekolah yang kita cintai. Bergerak bersama, belajar bersama, dan maju bersama," tutup Ike Maria Sari.