Tanggamus Foodies Festival 2026 Resmi Dibuka, Libatkan Puluhan UMKM Dan Dorong Ekonomi Lokal

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Suasana Taman Kota Soekarno, Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, tampak semakin meriah pada Puluhan pelaku usaha kuliner dan UMKM berkumpul dalam gelaran Tanggamus Foodies Festival 2026 yang resmi dibuka oleh Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. Sabtu malam, (31/10/2026). 


Festival yang mengusung tema "Rasa Lokal Daya Tarik Global" ini menjadi salah satu upaya menghadirkan hiburan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM, khususnya di Kabupaten Tanggamus.


Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Tanggamus Hj. Siti Mahmudah Saleh, Kapolsek Kota Agung, Danramil Kota Agung, Kepala Dinas Koperindag Andi Darmawan, Kepala Dinas Pariwisata Marhasan Samba, Camat Kota Agung Adi Putra, Kabag Prokopim Hendra Ferry, para lurah, tokoh masyarakat, panitia, serta masyarakat Kota Agung.


Dalam laporannya, Camat Kota Agung Adi Putra selaku panitia pelaksana menyampaikan bahwa Tanggamus Foodies Festival 2026 berlangsung selama tujuh hari, dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM dari dalam maupun luar Kabupaten Tanggamus.


"Alhamdulillah, kegiatan ini diikuti 65 UMKM dari Tanggamus, khususnya Kota Agung, serta 22 UMKM dari luar daerah, di antaranya Pesawaran, Metro, dan Bandar Lampung," ungkap Adi Putra.


Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk kuliner, tetapi juga diharapkan mampu menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan Taman Kota Soekarno.



Adi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Forum Pedagang Taman Kota, para sponsor, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.


Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari semakin berkembangnya aktivitas ekonomi dan wisata di Kota Agung.


Sementara itu, Bupati Tanggamus Saleh Asnawi dalam sambutannya mengapresiasi panitia penyelenggara, event organizer, serta seluruh pelaku UMKM yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.


Bupati menilai, festival seperti ini memiliki manfaat besar karena tidak hanya menjadi sarana hiburan dan wisata kuliner bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.


"Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara beserta Event Organizer. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan suatu kegiatan yang bermanfaat bagi upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ujar Bupati.


Ia juga optimistis kegiatan tersebut akan menarik banyak pengunjung karena masyarakat membutuhkan ruang rekreasi dan hiburan bersama keluarga.


Menurutnya, dampak positif festival tidak hanya dirasakan oleh pedagang UMKM, tetapi juga masyarakat lain yang turut mencari rezeki dari meningkatnya aktivitas pengunjung, seperti tukang parkir dan pedagang kaki lima.


"Selain pedagang UMKM, para tukang parkir dan pedagang kaki lima juga akan mengais rezeki dari ramainya pengunjung yang hadir," katanya.


Meski demikian, Bupati mengingatkan panitia dan seluruh peserta agar tetap memperhatikan kebersihan, keamanan, ketertiban, serta menjaga fasilitas umum dan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Saleh Asnawi secara resmi membuka Tanggamus Foodies Festival 2026 dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.


"Semoga langkah dan upaya kita dimudahkan dan diridai oleh Allah SWT. Aamiin," tuturnya.


Melalui kegiatan ini, Tanggamus Foodies Festival diharapkan tidak sekadar menjadi tempat berburu kuliner dan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang promosi produk lokal, memperluas pasar UMKM, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kabupaten Tanggamus.


Sebab, ketika UMKM tumbuh dan semakin dikenal, peluang ekonomi bagi masyarakat juga semakin terbuka.

Pesona Ngupi Senja Gunung Tanggamus 2026 Angkat Potensi Kopi Dan UMKM Lokal

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Menikmati kopi sambil menyaksikan matahari terbenam di tepi pantai, tentu menjadi pengalaman yang menarik. Inilah yang ditawarkan dalam kegiatan Pesona Ngupi Senja Gunung Tanggamus Tahun 2026 yang digelar di kawasan Wisata Pantai Muara Indah, Kota Agung, Sabtu (31/10/2026).


Kegiatan yang menggabungkan potensi kopi lokal, ekonomi kreatif, dan keindahan wisata alam ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Tanggamus sekaligus membuka ruang promosi bagi para pelaku UMKM kopi.


Acara tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Arpin, yang membacakan sambutan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Marhasan Samba, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Andi Dermawan, Ketua Forum Ekonomi Kreatif Tanggamus Azwansyah, Camat Kota Agung Adi Putra, Lurah Baros, narasumber Rahim AG, serta para pelaku UMKM kopi.


Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Saleh Asnawi menyampaikan bahwa Kabupaten Tanggamus memiliki potensi sumber daya alam yang lengkap, mulai dari pegunungan hingga kawasan pesisir laut. Potensi tersebut perlu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, termasuk melalui sektor kopi dan UMKM.


Bupati mengungkapkan, luas perkebunan di Kabupaten Tanggamus mencapai sekitar 82.000 hektare. Dari jumlah tersebut, perkebunan kopi robusta mencapai 41.611 hektare dengan produksi sekitar 33.855 ton per tahun.


Lima kecamatan menjadi sentra utama penghasil kopi robusta, yakni Ulu Belu, Air Naningan, Sumberejo, Talang Padang, dan Pulau Panggung.


Menurutnya, potensi perkebunan kopi tersebut harus diikuti dengan pengembangan produk olahan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.



"Mengingat potensi perkebunan kita yang luar biasa, sungguh tepat apabila UMKM yang produknya merupakan hasil olahan kopi dapat kita kembangkan dan majukan," demikian disampaikan Bupati dalam sambutannya.


Bupati juga menyebutkan bahwa Kabupaten Tanggamus memiliki sekitar 27.000 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan UMKM sebagai salah satu sektor unggulan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.


Selain itu, kemitraan antara petani kopi Tanggamus dengan sejumlah perusahaan nasional dan internasional juga telah terjalin, di antaranya PT Nestle Indonesia, PT Louis Dreyfus Commodities, PT Asia Makmur, PT Mayora, dan Need Coffee.


Bupati berharap kegiatan Pesona Ngupi Senja tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang diskusi serta promosi bagi produk-produk UMKM lokal.


"Mari kita berdiskusi untuk mencari cara agar pelaku UMKM bisa terus tumbuh dan bergerak, serta dicarikan ruang yang lebih luas untuk mempromosikan produk yang dibuat dan diproduksi," pesannya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba, menjelaskan bahwa konsep Pesona Ngupi Senja tidak semata-mata berorientasi pada penjualan produk kopi.


Menurutnya, kegiatan ini lebih mengedepankan pengalaman menikmati kopi lokal sambil menyaksikan keindahan matahari terbenam di kawasan Pantai Muara Indah.


Ia menjelaskan, konsep yang diusung menggabungkan cerita, cita rasa kopi, dan panorama alam Tanggamus sebagai daya tarik wisata.


"Konsep ini sebenarnya tidak hanya menjual kopi, tetapi lebih banyak mengangkat pengalaman. Bagaimana kita menikmati sunset di kaki Gunung Tanggamus, dengan keindahan alam dan aroma kopi yang berasal dari produk lokal kita," ungkap Marhasan.


Melalui kegiatan ini, Dinas Pariwisata berharap potensi kopi dan keindahan alam Tanggamus dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang memiliki daya tarik tersendiri.


Pesona Ngupi Senja Gunung Tanggamus Tahun 2026 pun secara resmi dibuka melalui sambutan Bupati yang dibacakan Staf Ahli Bupati Arpin.


Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam mempertemukan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM, sehingga kopi robusta Tanggamus tidak hanya dikenal sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan daya tarik wisata.

Bupati Tanggamus Hadiri LENTERA BUTANI 2026 Dorong OPD Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., menghadiri acara penerimaan penghargaan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung sekaligus penganugerahan LENTERA BUTANI (Layanan Evaluasi dan Apresiasi Pelaporan Keuangan sebagai Upaya Bersama untuk Mempertahankan Opini) Tahun 2026, di Ruang Rapat Utama Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus, Kamis (29/10/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung Purwanto, para staf ahli Bupati, Asisten II dan III, kepala perangkat daerah, kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, serta camat se-Kabupaten Tanggamus.


Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus menerima penghargaan peringkat ketiga pemerintah daerah terbaik dalam pemenuhan data sesuai Nota Kesepakatan Tahun 2025 dari DJPb Provinsi Lampung.


Bupati Tanggamus Saleh Asnawi menyampaikan apresiasi kepada DJPb Provinsi Lampung serta seluruh perangkat daerah yang telah berkontribusi dalam pemenuhan data dan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah.


Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian, melainkan tanggung jawab untuk terus menjaga kualitas data keuangan pemerintah daerah agar semakin akurat, lengkap, konsisten, dan tepat waktu.


“Data bukan sekadar angka yang disajikan dalam tabel atau laporan. Data merupakan dasar bagi pemerintah untuk mengambil keputusan, menyusun kebijakan, mengevaluasi pelaksanaan program, serta mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran kepada masyarakat,” ujar Saleh Asnawi.


Ia menegaskan, ketepatan data menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.


Selain penyerahan penghargaan dari DJPb Provinsi Lampung, kegiatan tersebut juga diisi dengan penganugerahan LENTERA BUTANI 2026 yang diinisiasi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Tanggamus.


Kepala BKAD Kabupaten Tanggamus, Afrida Susanti, S.E., M.M., menjelaskan bahwa LENTERA BUTANI merupakan program evaluasi sekaligus apresiasi kepada perangkat daerah dan kecamatan atas kinerja pengelolaan serta pelaporan keuangan.


Menurutnya, kualitas laporan keuangan pemerintah daerah tidak hanya ditentukan oleh BKAD, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam menyusun, menyajikan, dan mempertanggungjawabkan laporan keuangan secara tertib sesuai ketentuan.



“LENTERA BUTANI tidak dimaksudkan sekadar sebagai kegiatan memberikan piagam atau trofi. Lebih dari itu, program ini merupakan sarana untuk membangun budaya kerja yang disiplin, meningkatkan kualitas pelaporan, dan memperkuat komitmen bersama dalam mempertahankan opini WTP atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tanggamus,” ujar Afrida.


Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi perangkat daerah dan kecamatan untuk terus meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Sementara itu, perangkat daerah yang belum memperoleh penghargaan diharapkan menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan pada masa mendatang.


Bupati Saleh Asnawi menyambut baik pelaksanaan program tersebut sebagai upaya membangun budaya kerja yang tertib, disiplin, dan bertanggung jawab di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.


“LENTERA BUTANI bukan sekadar kegiatan untuk menentukan siapa yang menjadi juara dan siapa yang menerima penghargaan. Ini merupakan upaya membangun budaya kerja yang tertib, disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelaporan keuangan di seluruh OPD,” tegasnya.


Saleh Asnawi juga mengingatkan bahwa capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah yang diperoleh pada 2025 dan 2026 harus dipertahankan melalui perbaikan berkelanjutan.


Menurutnya, opini WTP bukanlah tujuan akhir dan tidak berarti seluruh proses pengelolaan keuangan telah sempurna. Karena itu, kualitas pengelolaan keuangan harus dijaga sejak tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban.


Ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga kualitas laporan keuangan bukan hanya berada pada BKAD, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh kepala perangkat daerah beserta jajarannya.


“Saya meminta kepada seluruh kepala OPD dan camat agar terus meningkatkan ketertiban administrasi, kualitas pencatatan keuangan, ketepatan pelaporan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” pesannya.


Bupati juga mengajak seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi, menghilangkan ego sektoral, dan menjadikan integritas serta akuntabilitas sebagai budaya kerja sehari-hari, bukan hanya ketika menghadapi pemeriksaan atau penilaian penghargaan.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Lampung Purwanto mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tanggamus yang menggabungkan pemberian penghargaan dengan evaluasi kualitas pelaporan keuangan melalui LENTERA BUTANI.


Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk melalui asistensi, konsultasi, pendampingan, dan pertukaran data untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan.


Menurutnya, pengelolaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan besarnya anggaran yang tersedia, tetapi juga bagaimana anggaran tersebut digunakan secara efektif dan efisien serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Dalam penganugerahan LENTERA BUTANI Tahun 2026, penghargaan diberikan dalam tiga kategori, yakni LENTERA CEPAT, LENTERA TEPAT, dan LENTERA HEBAT, masing-masing untuk perangkat daerah dan kecamatan dengan peringkat juara I, II, dan III.


Pada kategori LENTERA CEPAT tingkat perangkat daerah, juara I diraih Dinas Perkebunan dan Peternakan dengan nilai 87,95, juara II Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan nilai 87,60, serta juara III Inspektorat dengan nilai 86,00.


Untuk kategori LENTERA TEPAT tingkat perangkat daerah, juara I diraih BKAD dengan nilai 92,85, juara II Dinas Kesehatan dengan nilai 91,10, dan juara III Sekretariat Daerah dengan nilai 89,20.


Sementara itu, kategori LENTERA HEBAT tingkat perangkat daerah menempatkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sebagai juara I dengan nilai 91,35, disusul Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan dengan nilai 90,00 sebagai juara II, serta Dinas Sosial dengan nilai 87,75 sebagai juara III.


Pada tingkat kecamatan, kategori LENTERA CEPAT diraih Kecamatan Kota Agung Timur sebagai juara I dengan nilai 87,90, Kecamatan Pematang Sawa sebagai juara II dengan nilai 85,35, dan Kecamatan Sumberejo sebagai juara III dengan nilai 84,90.


Kategori LENTERA TEPAT tingkat kecamatan menempatkan Kecamatan Pugung sebagai juara I dengan nilai 90,45, Kecamatan Pulau Panggung sebagai juara II dengan nilai 88,00, dan Kecamatan Gisting sebagai juara III dengan nilai 87,80.


Adapun kategori LENTERA HEBAT tingkat kecamatan diraih Kecamatan Air Naningan sebagai juara I dengan nilai 90,40, Kecamatan Kota Agung Barat sebagai juara II dengan nilai 88,65, dan Kecamatan Kota Agung sebagai juara III dengan nilai 88,45.


Melalui penghargaan ini, Pemerintah Kabupaten Tanggamus diharapkan dapat terus memperkuat sinergi ant perangkat daerah, meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, serta menjaga konsistensi penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Hari Sumpah Pemuda Ke 98 : Parosil Tekankan Tiga Karakter Pemuda Patriotik Gigih Dan Berempati

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Kantor Bupati, Rabu (28/10/2026). 


Upacara diikuti Wakil Bupati Mad Hasnurin, Forkopimda, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, jajaran pegawai Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan para Pelajar. 


Dalam amanatnya, Parosil mengatakan 98 tahun lalu para pemuda Indonesia mengikrarkan janji yang menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, dan melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa.


Menurutnya, semangat itu harus terus hidup bukan hanya dalam ingatan, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa.



"Kita ingin membangun Indonesia yang maju. Tetapi kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter," kata Parosil.


Ia menekankan pentingnya membentuk generasi masa depan yang memiliki tiga karakter utama. Pertama, patriotik, yakni mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata.


Kedua, gigih, yakni tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa.


Ketiga, berempati, yakni tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan orang lain dan tidak berpaling ketika rakyat membutuhkan pertolongan.


"Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," ujarnya.


Parosil berpesan kepada para pemuda untuk bermimpi setinggi langit, bekerja keras, menjadi manusia yang kuat namun tetap memiliki kelembutan hati, serta berani memimpin dan bersedia melayani.


"Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia," katanya.


Menutup amanatnya, Parosil mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 dan mengajak seluruh generasi untuk membangun masa depan bersama.


"Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama," pungkasnya.

Polres Tanggamus Dan Petugas Gabungan Razia Hiburan Malam di Kota Agung Tiga Orang Positif Narkoba



Tanggamus,(gerakmedia) -- Polres Tanggamus bersama personel Kodim 0424/Tanggamus dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanggamus menggelar razia tempat hiburan malam dan sejumlah lokasi berkumpulnya masyarakat di Kecamatan Kota Agung, Sabtu (24/10/2026) malam.


Kasat Resnarkoba Polres Tanggamus Iptu Agus Heriyanto, S.H., M.H., mengatakan, razia yang dimulai sekitar pukul 22.00 WIB tersebut dilakukan dengan memeriksa sejumlah lokasi dan melakukan tes urine terhadap pengunjung untuk mengantisipasi penyalahgunaan serta peredaran narkotika.


“Razia ini merupakan upaya pencegahan dan penindakan terhadap penyalahgunaan narkotika, sekaligus untuk mengantisipasi peredaran narkoba di tempat hiburan malam dan lokasi berkumpulnya masyarakat,” kata Iptu Agus Heriyanto mewakili Kapolres Tanggamus AKBP AH. Hudi Arif, S.T.P., S.I.K., M.A., Senin (26/10/2026).


Iptu Agus menjelaskan, petugas gabungan menyasar lima lokasi di wilayah Kecamatan Kota Agung. Lokasi pertama yang diperiksa adalah Caffe and Family Karaoke Blessing di Dusun Tegal Wangi, Kelurahan Kuripan. Di tempat tersebut, petugas mendapati seorang perempuan berinisial RR dengan hasil tes urine positif mengandung methamphetamine atau zat yang terkandung dalam sabu-sabu.



Perempuan tersebut kemudian diserahkan kepada BNNK Tanggamus untuk penanganan lebih lanjut melalui rehabilitasi secara mandiri. Penyerahan dilakukan karena belum terdapat cukup alat bukti untuk meningkatkan perkara ke tahap penyidikan.


Petugas selanjutnya mendatangi Caffe and Family Aca Karaoke di Kelurahan Pasar Madang. Dari pemeriksaan dan tes urine terhadap pengunjung, tidak ditemukan hasil positif narkotika. Sementara di Kedai Kopi Mantap, Kelurahan Baros, tidak terdapat pengunjung saat petugas tiba di lokasi.


Razia berlanjut ke kafe di kawasan pinggir pantai Dermaga Kota Agung. Di lokasi tersebut, petugas tidak menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika, tetapi mendapati beberapa orang sedang mengonsumsi minuman keras.


Pemeriksaan terakhir dilakukan di Taman Soekarno, pusat Kota Agung. Di lokasi itu, petugas mengamankan dua laki-laki berinisial DA dan YG yang dicurigai berkaitan dengan dugaan transaksi narkotika.


Setelah dilakukan tes urine, keduanya dinyatakan positif mengandung amphetamine, zat yang juga terdapat dalam ekstasi. Satresnarkoba Polres Tanggamus kemudian melakukan pengembangan lebih lanjut.


“Hasil razia mencatat tiga orang positif berdasarkan pemeriksaan urine, terdiri atas satu perempuan dengan hasil positif methamphetamine dan dua laki-laki dengan hasil positif amphetamine,” jelasnya.


Iptu Agus Heriyanto menegaskan, razia gabungan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian bersama instansi terkait untuk mencegah penyalahgunaan narkotika dan menjaga keamanan masyarakat.


“Kami juga mengimbau masyarakat agar menjauhi narkoba serta melaporkan kepada petugas apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika,” tandasnya.

Kopdes Memiliki Aturan aturan Terentu Yang Harus Di Pahami Oleh Seluruh Masyarakat Desa Dan Seluruh Aparatur Pemerintah Pekon/Desa

 


Lampung, (gerakmedia) -- Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDMP) kini tengah digulirkan di seluruh Indonesia. Seiring dengan pelaksanaannya, muncul berbagai pemahaman yang keliru di masyarakat mengenai kedudukan dan peran pemerintah desa dalam koperasi tersebut. Berikut penjelasan berdasarkan peraturan yang berlaku agar masyarakat memahami dengan benar dan tepat selasa,(27/10/2026).


KDMP adalah koperasi yang beranggotakan warga masyarakat desa/kelurahan, dibentuk bersama dengan pemerintah desa. Dasar hukumnya adalah Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih . KDMP berfungsi menyalurkan kebutuhan pokok warga, menyerap hasil produksi masyarakat, serta menyalurkan program pemerintah di tingkat desa.


Banyak yang mengira Pemerintah Desa mengelola KDMP secara langsung. Itu tidak benar. Berikut peran sebenarnya sesuai aturan.


Yang Boleh Dilakukan Pemerintah Desa, diantaranya :

- Memfasilitasi pembentukan KDMP dan mendorong warga menjadi anggota.

- Mempertemukan KDMP dengan pihak terkait (pemerintah daerah, lembaga keuangan, dll.).

- Memfasilitasi pemanfaatan aset desa untuk keperluan usaha KDMP berdasarkan kesepakatan.

- Mengawasi agar KDMP berjalan transparan dan sesuai regulasi. 

-  Menerima manfaat ekonomi dari penggunaan aset desa, minimal 20% dari Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk pembangunan desa.


Sedangkan Yang Tidak Boleh. Diantaranya.

- Kepala Desa atau perangkat desa bukan pengurus KDMP sehari-hari.

- Pemerintah Desa tidak boleh mencampuri pengelolaan operasional koperasi.

- Keputusan usaha berada di tangan Rapat Anggota KDMP, bukan Kepala Desa.


Adapun terkait keuntungan KDMP kemana akurnya. Berdasarkan Perpres 82/2026 Pasal 32 . Minimal 20% dari SHU menjadi pendapatan desa, digunakan untuk kepentingan pembangunan desa.

Sebesar-besarnya 80% dari SHU dikembalikan kepada anggota dan masyarakat dalam bentuk manfaat ekonomi. Dan Aset yang digunakan KDMP tetap milik desa, hanya dimanfaatkan untuk usaha.

 20% itu dihitung dari Sisa Hasil Usaha (SHU), bukan dari omzet atau pendapatan kotor. Ini yang sering disalahpahami. 


Adapun perbedaan KDMP dengan BUMdes yaitu Aspek BUMdes Pendiri Pemerintah Desa Warga masyarakat bersama Pemdes.

Pengelola Ditunjuk oleh Pemdes/Raperdes Dipilih oleh anggota koperasi.

Dasar Hukum UU No. 6/2014 tentang Desa Perpres 82/2026 & UU Perkoperasian.

Sifat Lembaga usaha desa Koperasi warga.

KDMP bukan menggantikan BUMDes, melainkan saling melengkapi dan dapat bekerja sama .


Pesan penting untuk masyarakat :

1. KDMP dimiliki oleh warga, bukan oleh Kepala Desa atau perangkat desa.

2. Setiap warga berhak menjadi anggota dan berhak bersuara dalam rapat anggota.

3. Pemerintah desa berperan mendukung dan mengawasi, bukan mengelola.

4. Transparansi adalah hak publik, masyarakat berhak mengetahui laporan keuangan dan manfaat ekonomi yang diterima desa dari KDMP.

5. Jika ada kejanggalan, masyarakat dapat menyampaikan masukan melalui Rapat Anggota KDMP atau Musyawarah Desa.


"KDMP berhasil bukan ketika untung saja, tetapi ketika warga paham bahwa itu adalah milik mereka. Keterlibatan dan pengawasan masyarakat adalah kuncinya.

Tingkatkan Pelayanan Pagi Hari, Wakapolres Lampung Barat Pimpin Dan Tinjau Langsung Pengamanan Rawan Pagi Di MTsN 1 Liwa

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- Wakapolres Lampung Barat Kompol Abdul Rasyid, S.H., M.H., memimpin dan meninjau langsung Pelaksanaan Kegiatan Pengamanan (PAM) Rawan Pagi dan Pengaturan Lalu Lintas personel Polres Lampung Barat di depan MTsN 1 Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Senin (26/10/2026) pagi.


Kegiatan pelayanan masyarakat yang dimulai sekira pukul 06.30 WIB hingga selesai tersebut menyasar area zona selamat sekolah guna memastikan keamanan, keselamatan, serta kelancaran arus lalu lintas pada saat para siswa dan pengajar memulai aktivitas kegiatan belajar mengajar.


Dalam pelaksanaannya, personel di lapangan membantu menyeberangkan para pelajar, mengatur kelancaran arus kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4), serta memantau titik rawan kemacetan di sekitar lokasi sekolah. Kehadiran Wakapolres Lampung Barat di lokasi juga bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan terbaik, aman, dan humanis kepada masyarakat.


Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, S.H., S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Lampung Barat Kompol Abdul Rasyid, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan PAM Rawan Pagi merupakan komitmen jajaran Polres Lampung Barat dalam menghadirkan Polri di tengah-tengah masyarakat pada jam-jam sibuk pagi hari.


"Pengamanan dan pengaturan lalu lintas pagi hari ini rutin kami tingkatkan di lokasi-lokasi sekolah dan pusat keramaian. Kehadiran personel di lapangan ditujukan untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas, mencegah potensi kecelakaan lalu lintas, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pelajar, orang tua, dan seluruh pengguna jalan," ujar Wakapolres.


Dari hasil pelaksanaan kegiatan PAM Rawan Pagi tersebut, arus lalu lintas di Jalan Lintas seputaran MTsN 1 Liwa Kecamatan Balik Bukit terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.(humas)