Polres Tanggamus Jadi Rujukan Lintas Polda, Empat Polres Sumsel Pelajari Budidaya Bawang Putih Di Ulubelu

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Keberhasilan program ketahanan pangan budidaya bawang putih yang dikembangkan Polres Tanggamus bersama Dinas Pertanian dan Kelompok Tani KUPS Margo Rukun di Kecamatan Ulubelu menarik perhatian jajaran Polda Sumatera Selatan. Empat Polres, yakni Polres Muara Enim, Polres Pagar Alam, Polres Lahat, dan Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, melakukan studi banding ke Kabupaten Tanggamus, Kamis (6/8/2026).


Kegiatan diawali di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tanggamus, Kecamatan Kota Agung Timur, sebelum rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke Kelompok Tani KUPS Margo Rukun di Pekon Ngarip, Kecamatan Ulubelu, untuk melihat langsung proses budidaya bawang putih yang telah dikembangkan.


Di lokasi budidaya, Ketua Kelompok Tani KUPS Margo Rukun, Wastoyo, menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan studi banding. Ia mengaku siap berbagi pengalaman mengenai teknik budidaya bawang putih yang diperolehnya setelah mengikuti pembelajaran di Lombok atas dukungan Kapolda Lampung bersama jajaran Polres Tanggamus.


Selain memperkuat sektor pertanian, kegiatan studi banding tersebut juga diharapkan mempererat kerja sama antara Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, baik dalam pengembangan komoditas hortikultura, pertukaran teknologi budidaya, maupun penguatan ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.



Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Polres Tanggamus yang terdiri dari Kasat Binmas Polres Tanggamus Iptu Achmad Julizar, Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin, Kanit Tipidter Satreskrim, serta Kanit Ekonomi Satintelkam. Turut hadir jajaran Polres Pagar Alam, Polres Lahat, Polres Muara Enim, Polres OKU Selatan, Dinas Pertanian dari Tanggamus dan Pagar Alam, penyuluh pertanian, serta para petani.


Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., diwakili Kasat Binmas Iptu Achmad Julizar mengatakan kelompok tani binaan yang mengembangkan bawang putih tersebut beranggotakan tujuh orang, termasuk dua personel Polres Tanggamus Polda Lampung yang sebelumnya mengikuti pembelajaran budidaya di Sembalun, Lombok.


"Varietas bawang putih yang dikembangkan berasal dari Sembalun Nusa Tenggara Barat dan membutuhkan lahan dengan ketinggian sekitar 700 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut agar dapat tumbuh optimal," kata Iptu Ahmad Julizar.


Menurut Iptu Achmad Julizar, keberhasilan budidaya bawang putih di Tanggamus tidak lepas dari kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Karena itu, ia berharap seluruh peserta studi banding dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap pengalaman dan pengetahuan secara langsung dari para petani.


"Kami berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali seluruh aspek teknis budidaya melalui diskusi langsung bersama petani di lapangan, sehingga dapat diterapkan di daerah masing-masing," tegasnya


Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Kabupaten Tanggamus Rahmat Hidayat, S.P., menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan studi banding. Menurutnya, Kabupaten Tanggamus bersama Lampung Barat merupakan wilayah pionir pengembangan budidaya bawang putih di Provinsi Lampung.


"Seluruh peserta dapat menggali secara langsung berbagai teknik budidaya, mulai dari penanaman hingga tantangan yang dihadapi petani di lapangan bersama Kelompok Tani KUPS Margo Rukun," kata Rahmat Hidayat.


Sementara itu, Kasat Binmas Polres Pagar Alam Iptu Eka Harliansyah mengatakan kunjungan tersebut merupakan arahan pimpinan sebagai upaya mempelajari keberhasilan budidaya bawang putih di Kabupaten Tanggamus.


"Polres Tanggamus menjadi referensi pembelajaran bagi kami. Selain mempelajari teknik budidaya, kami juga membawa sampel tanaman yang nantinya akan diimplementasikan di wilayah Sumatera Selatan," katanya.


Ditempat sama, Kepala Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, Dra. Suterimawati, MM, mengatakan studi banding tersebut bertujuan mempelajari pola budidaya bawang putih yang telah berhasil diterapkan di Tanggamus sebagai bahan evaluasi terhadap upaya penanaman yang sebelumnya belum optimal di wilayah Sumatera Selatan.


"Kami menilai Polres Tanggamus berhasil membangun sinergi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sehingga keberhasilan itu menjadikan Polres Tanggamus sebagai salah satu rujukan kami dalam pengembangan budidaya bawang putih di wilayah dataran tinggi," tegasnya.

Tanggamus Perkuat Sektor Perikanan Bupati Dorong Nelayan Manfaatkan KUR BPJS Ketenagakerjaan Dan Bantuan Mesin Kapal

 



Tanggamus,(gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus terus memperkuat sektor perikanan melalui peningkatan akses pembiayaan, perlindungan sosial, dan dukungan sarana produksi bagi nelayan. Komitmen itu ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan bagi Pelaku Usaha Perikanan, serta penyerahan bantuan 15 unit mesin kapal di Kantor Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, Rabu (5/8/2026).


Kegiatan dibuka Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. dan dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tanggamus M. Rangga Putra Hakim, Anggota DPRD Tanggamus Fraksi Gerindra Tahang, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pringsewu, Kepala Cabang Bank Lampung Tanggamus, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Syamdjuniston, Kepala Dinas Perikanan Darma Setiawan, Camat Kota Agung Adi Putra, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Tanggamus Hendra Ferry, Tim Percepatan Pembangunan Daerah Amir Rahayu, Lurah Pasar Madang Apriliani Taurusia (lili), tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ratusan nelayan dan pelaku usaha perikanan.


Dalam sambutannya, Bupati Moh. Saleh Asnawi menegaskan bahwa Kabupaten Tanggamus memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar sehingga harus didukung dengan perlindungan bagi nelayan serta kemudahan akses permodalan.


"Kabupaten Tanggamus memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Namun aktivitas nelayan memiliki risiko kerja yang tinggi. Karena itu saya mengajak seluruh pelaku usaha perikanan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan agar memiliki perlindungan saat bekerja," ujar Bupati.


Selain perlindungan sosial, Bupati juga mendorong para nelayan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai solusi permodalan untuk mengembangkan usaha secara produktif.



"Gunakan KUR untuk meningkatkan produksi, memperbaiki kualitas hasil perikanan, memperluas pemasaran, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga," katanya.


Bupati juga mengapresiasi dukungan Anggota DPR RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Lampung, serta seluruh pihak yang telah bersinergi membantu masyarakat pesisir Tanggamus.


Ia mengungkapkan, posisi geografis Tanggamus yang berada di Teluk Semaka dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan.


"Tanggamus memiliki posisi yang sangat strategis. Potensi laut kita luar biasa. Kalau kita mau mengelola dan mengembangkannya dengan baik, ini akan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, baik hari ini maupun untuk masa depan anak cucu kita," tegasnya.


Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan secara simbolis bantuan 15 unit mesin kapal kepada tiga kelompok usaha bersama (KUB), yakni Gapoktan Bina Nelayan Sejahtera, KUB Kurnia Jaya, dan KUB Nelayan Jaya. Serta pembagian kartu peserta BPJS Tenaga kerja, klaim asuransi kecelakaan kerja dan meninggal dunia. 


Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus Darma Setiawan menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat akses pembiayaan dan perlindungan sosial bagi pelaku usaha perikanan.


Ia menyebutkan, selain penyaluran 15 unit mesin kapal, sebelumnya pemerintah juga telah menyalurkan 150 unit alat tangkap berupa jaring, 13 unit mesin ketinting, serta 1 unit kapal bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.


"Hari ini juga terdapat program BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku usaha perikanan sebanyak 1.776 premi untuk Kabupaten Tanggamus, dengan 475 premi diperuntukkan bagi Kecamatan Kota Agung," jelas Darma.


Menurutnya, kegiatan sosialisasi diikuti 125 peserta yang terdiri dari nelayan tangkap, pembudidaya ikan, pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, kelompok usaha perikanan, serta perangkat daerah terkait.


Di sisi lain, Wakil Ketua I DPRD Tanggamus M. Rangga Putra Hakim mengatakan bantuan mesin kapal merupakan aspirasi yang diperjuangkan melalui Partai Gerindra untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Tanggamus.


"Kami siap terus mendukung program pemerintah daerah. Bantuan ini bukan yang terakhir. Kami akan terus berupaya menarik bantuan dari pemerintah pusat sesuai kebutuhan masyarakat Tanggamus," ujarnya.


Ia menegaskan seluruh bantuan disalurkan berdasarkan koordinasi dengan Dinas Perikanan agar tepat sasaran.


"Kami berkoordinasi dengan Dinas Perikanan mengenai apa yang dibutuhkan dan siapa yang berhak menerima. Karena itu 15 mesin kapal ini disalurkan kepada tiga kelompok nelayan yang memang sudah terdata secara resmi," katanya.


Rangga juga berpesan agar seluruh penerima memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik.


"Rawat mesin kapal ini dengan baik. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan berkah bagi seluruh nelayan penerima," pungkasnya.

Amrullah

Polsek Ngaras Ungkap Kasus Pencurian Lampu Boom Di Pelabuhan Kota Jawa Dua Tersangka Diamankan




Pesisir Barat,(gerakmedia) -- Polsek Ngaras Polres Pesisir Barat berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/14/VIII/2026/SPKT/POLSEK NGARAS/POLRES PESISIR BARAT/POLDA LPG dari pelapor Sepri Edo (24), warga Pekon Kota Jawa, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat.

Dua tersangka berinisial NR (41) dan N (41), yang juga merupakan warga Pekon Kota Jawa, Kecamatan Bengkunat, sempat diamankan oleh warga di Pelabuhan Kota Jawa pada Selasa (4/8/2026).

Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Ngaras Iptu Doni Dermawan D, S.Psi., M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk kesigapan personel Polsek Ngaras dalam menindaklanjuti laporan masyarakat sekaligus komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.

"Setiap laporan yang diterima akan kami tindak lanjuti secara cepat dan profesional. 
Berkat respons cepat anggota di lapangan serta kerja sama masyarakat, pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti sehingga proses hukum dapat segera dilakukan," ujar Kapolsek.


Peristiwa bermula saat alarm GPS pada telepon genggam korban berbunyi, menandakan adanya pergerakan Lampu Boom yang dipasang di tengah laut.

Korban bersama dua rekannya kemudian menuju lokasi dan mendapati kedua tersangka menguasai Lampu Boom miliknya.

Di dalam perahu para tersangka juga ditemukan satu unit Lampu Boom milik saksi Kadek Deska Yudi Sanjaya.

Mendapat laporan tersebut, Tim Reskrim Polsek Ngaras yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Yanri Hidayat, S.H., M.H., langsung menuju lokasi dan mengamankan kedua tersangka beserta barang bukti untuk diproses lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan berupa tiga unit Lampu Boom, satu drigen bensin merek Yamaha warna merah, satu unit mesin perahu Yamaha Enduro, dan satu unit perahu sepanjang kurang lebih 9 meter.

Kedua tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. 

Penyidik Polsek Ngaras juga telah melakukan pemeriksaan saksi, olah TKP, gelar perkara, serta mengamankan barang bukti guna melengkapi proses penyidikan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap tindak pidana pencurian dan segera melapor apabila mengetahui atau mengalami kejadian serupa. Sinergi masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," tutup Iptu Doni.

(Tim Humas Polres Pesisir Barat)

SMKN 1 Way Tenong Gelar In-House Training, Perkuat Digitalisasi Pembelajaran yang Efektif, Inovatif, Dan Berkarakter

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- SMK Negeri 1 Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, menggelar kegiatan In-House Training (IHT) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya pendidik dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh tenaga pendidik untuk memperkuat kompetensi, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, (5/8/2026). 


Mengusung tema "Optimalisasi Digitalisasi Pembelajaran yang Efektif, Inovatif, dan Berkarakter", kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan bekal kepada para guru agar semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter yang menjadi fondasi utama dalam membentuk peserta didik.


Kepala SMK Negeri 1 Way Tenong, Ike Maria Sari, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat merupakan langkah nyata sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini. Menurutnya, perkembangan teknologi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari sehingga dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi.


"Teknologi akan terus berkembang, tetapi nilai, karakter, dan keteladanan guru akan selalu menjadi fondasi utama dalam pendidikan. Oleh karena itu, digitalisasi pembelajaran harus berjalan seiring dengan penguatan karakter peserta didik agar tercipta proses belajar yang tidak hanya modern, tetapi juga bermakna," ujar Ike Maria Sari.


Ia menambahkan, kegiatan In-House Training tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun sekolah yang lebih maju.


"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar, saling menginspirasi, dan saling menguatkan demi kemajuan SMKN 1 Way Tenong," tambahnya.


Lebih lanjut, Ike Maria Sari mengajak seluruh guru untuk menjadikan setiap perubahan sebagai peluang dalam meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme. Menurutnya, guru yang terus belajar akan mampu melahirkan generasi yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman sesuai dengan harapan dunia pendidikan.


"Mari kita jadikan perubahan sebagai kesempatan untuk melangkah lebih maju, karena guru yang terus belajar akan mampu melahirkan generasi yang hebat dan sesuai ekspektasi," ungkapnya.


Ike Maria Sari berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan In-House Training dapat menjadi amal kebaikan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kemajuan sekolah.


Melalui pelaksanaan In-House Training di SMK Negeri 1 Way Tenong,Ike Maria Sari menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kompetensi pendidik, pemanfaatan teknologi secara optimal, serta penguatan karakter sebagai pondasi utama dalam mencetak lulusan yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Semoga ilmu yang diperoleh menjadi amal baik dan membawa manfaat bagi sekolah yang kita cintai. Bergerak bersama, belajar bersama, dan maju bersama," tutup Ike Maria Sari.

Polemik BUMDES Kacapura Inspektorat Tanggamus Segera Audit Pengelolaan Pekon Kacapura

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Dugaan persoalan dalam pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berdikari Pekon Kacapura, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, mendapat perhatian serius dari Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus Selasa (4/8/2026). 


Masyarakat berharap pengawasan dilakukan secara menyeluruh dan objektif guna memastikan pengelolaan anggaran telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku


Menanggapi aspirasi masyarakat, Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus menyatakan akan segera memanggil Kepala Pekon Kacapura, Hj. Faiqoturrohmah, S.Pd., beserta jajaran pengurus BUMDes Berdikari untuk dimintai klarifikasi


Sekretaris Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus, Gustam Apriansyah, didampingi Pelaksana Harian (Plh.) Inspektur Pembantu (Irban) II, Madsunawar, menegaskan bahwa proses klarifikasi akan dilakukan secara profesional dan berdasarkan fakta


"Inspektorat akan segera memanggil direktur dan pengurus BUMDes, serta Kepala Pekon, untuk diminta keterangan atau klarifikasi," ujar Gustam saat memberikan keterangan di ruang kerjanya. 



Rencana pemanggilan tersebut menyusul munculnya berbagai laporan dan keluhan masyarakat terkait pengelolaan BUMDes Berdikari


Dalam proses klarifikasi sebelumnya di kediaman Kepala Pekon pada Rabu (29/7/2026), turut hadir Ketua BUMDes Edi dan Bendahara Vivi (VH)


Sejumlah warga menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu dijelaskan lebih lanjut mengenai tata kelola dan pertanggungjawaban anggaran


Sorotan publik juga mengarah pada program ketahanan pangan Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sekitar Rp200 juta. Berdasarkan informasi yang dihimpun, fasilitas kandang yang dibangun dilaporkan tidak lagi berisi ternak


Pengurus BUMDes menyampaikan bahwa ternak mengalami kematian yang diduga disebabkan faktor cuaca. 


Namun, sebagian masyarakat mempertanyakan kelengkapan dokumen administrasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut


Selain itu, warga juga menyampaikan berbagai dugaan lain, mulai dari pengelolaan modal usaha, mekanisme administrasi keuangan, hingga penggunaan aset operasional BUMDes yang dinilai perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat pengawas.


Salah seorang warga Pekon Kacapura berharap proses pemeriksaan dilakukan secara transparan agar seluruh persoalan menjadi terang


"Kami berharap penggunaan dana desa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami meminta seluruh proses diperiksa secara terbuka sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.


Masyarakat juga berharap Inspektorat melakukan audit secara menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan BUMDes Berdikari, termasuk apabila diperlukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap dokumen keuangan dan aset yang berkaitan dengan operasional BUMDes, sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Hingga berita ini ditulis, proses klarifikasi oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus masih menunggu pelaksanaan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait.

AMR

Bupati Parosil Minta BPJS Kesehatan Tingkatkan Layanan Cepat bagi Masyarakat Lampung Barat

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus meminta BPJS Kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam memberikan penanganan yang cepat terhadap peserta yang membutuhkan layanan kesehatan darurat.


Pesan tersebut disampaikan Parosil saat menerima audiensi BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi yang dipimpin Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi, Novi Kurniadi, S.K.M., M.B.A., di Lamban Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (04/08/2026).


Audiensi tersebut menjadi pertemuan perdana Novi Kurniadi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat sejak dipercaya memimpin BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi. Selain bersilaturahmi, pertemuan juga membahas berbagai program BPJS Kesehatan yang telah dan akan dijalankan di Lampung Barat guna meningkatkan pelayanan jaminan kesehatan bagi masyarakat.


Turut hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Barat Aliyurdin, S.Sos., M.H., Kepala Bappeda Erik, dr. Wawan, serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumadi dan Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Lampung Barat


Dalam audiensi itu, Bupati Parosil menyampaikan apresiasi atas kinerja BPJS Kesehatan yang selama ini dinilai telah menjadi mitra pemerintah daerah dalam memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah membuktikan kinerjanya bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kerja sama yang sudah terjalin dengan baik ini harus terus dipertahankan," kata Parosil.


Meski demikian, Parosil berharap kualitas pelayanan terus ditingkatkan. Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, khususnya dalam kondisi mendesak, harus mendapatkan penanganan yang cepat dan tidak dipersulit.


"Saya minta kepada BPJS agar lebih proaktif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kalau ada persoalan terkait pelayanan, segera ditindaklanjuti. Masyarakat yang sedang sakit membutuhkan pelayanan yang cepat. Jangan sampai mereka kecewa karena lambatnya pelayanan yang diberikan," tegasnya.


Ia juga berharap sinergi antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat semakin erat sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat diselesaikan melalui koordinasi yang baik.


Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi, Novi Kurniadi, mengatakan kunjungannya merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus memperkenalkan diri sebagai pimpinan baru BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi.


Ia menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi memiliki wilayah kerja yang meliputi empat kabupaten, yaitu Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Barat, dan Pesisir Barat.


"Kunjungan ini merupakan silaturahmi sekaligus memperkenalkan diri sebagai Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi yang baru. Kami ingin memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat," kata Novi.


Menurutnya, sinergi antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan layanan jaminan kesehatan yang lebih efektif, cepat, dan mudah diakses masyarakat.


Melalui audiensi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan berbagai program BPJS Kesehatan di Kabupaten Lampung Barat. 


"Kolaborasi yang semakin solid diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memperoleh hak atas layanan kesehatan," Pungkasnya.

Kapolda Lampung Pimpin Sertijab 12 Pejabat Strategis Perkuat Organisasi Dan Pelayanan Polri Presisi


Lampung, (gerakmedia) -- Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) terhadap 12 pejabat strategis di lingkungan Polda Lampung yang berlangsung di Gedung Serbaguna Presisi Polda Lampung, Senin (3/8/2026). Pergantian pejabat tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi guna memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, (3/8/2026). 


Sebanyak 12 jabatan yang diserahterimakan terdiri atas empat Pejabat Utama Polda Lampung dan delapan Kapolres jajaran. Jabatan tersebut meliputi Karo Log, Direktur Samapta, Direktur Polairud, Kepala SPKT, Kapolresta Bandar Lampung, Kapolres Lampung Selatan, Kapolres Lampung Utara, Kapolres Lampung Timur, Kapolres Tulang Bawang, Kapolres Way Kanan, Kapolres Pringsewu, serta Kapolres Tulang Bawang Barat.


Prosesi Sertijab diawali dengan pembacaan keputusan Kapolri tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara serah terima jabatan, berita acara pengambilan sumpah dan pakta integritas, serta penyematan dan pelepasan tanda jabatan sebagai simbol estafet kepemimpinan di lingkungan Polda Lampung.



Pada jajaran Pejabat Utama, jabatan Karo Log diserahterimakan dari Kombes Pol Supriadi kepada Kombes Pol Atot Irawan. Jabatan Direktur Samapta kini diemban Kombes Pol Prayudha Widiatmoko menggantikan Kombes Pol Bramono Purnomo. Selanjutnya, jabatan Direktur Polairud diserahterimakan dari Kombes Pol Boby Pa'ludin Tambunan kepada Kombes Pol Erick Sartani Marbun, sedangkan jabatan Kepala SPKT kini dijabat AKBP Tri Hendro Prasetyo menggantikan AKBP Fenza.


Di jajaran kewilayahan, Kombes Pol Herbin Garbawiyata J. Sianipar dipercaya menjabat Kapolresta Bandar Lampung menggantikan Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay. Jabatan Kapolres Lampung Selatan diserahterimakan dari AKBP Toni Kasmiri kepada AKBP Deddy Kurniawan, sementara jabatan Kapolres Lampung Utara kini diemban AKBP Raswidiati Anggraini menggantikan AKBP Deddy Kurniawan.


Rotasi juga berlangsung pada jabatan Kapolres Lampung Timur dari AKBP Heti Patmawati kepada AKBP Yuliansyah, Kapolres Tulang Bawang dari AKBP Yuliansyah kepada AKBP Adri Bhirawasto, Kapolres Way Kanan dari AKBP Didik Kurnianto kepada AKBP Ramadhona, Kapolres Pringsewu dari AKBP Mochammad Yunnus Saputra kepada AKBP Dadi Perdana Putra, serta Kapolres Tulang Bawang Barat dari AKBP Sendi Antoni kepada AKBP Himmawan Setiawan.


Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, mutasi dan serah terima jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi yang rutin dilaksanakan untuk menjaga dinamika, regenerasi kepemimpinan, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas di lingkungan Polri.


"Pergantian pejabat merupakan proses yang alamiah dalam organisasi Polri. Melalui penyegaran ini diharapkan setiap pejabat dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawabnya, memperkuat sinergi internal maupun eksternal, serta terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ujar Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.


Ia menambahkan, dengan hadirnya kepemimpinan baru pada sejumlah fungsi dan kewilayahan, Polda Lampung optimistis pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal sejalan dengan implementasi Polri Presisi.


Pelaksanaan Sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri Wakapolda Lampung, Irwasda Polda Lampung, para Pejabat Utama Polda Lampung, para Kapolres jajaran, Ketua Bhayangkari Daerah Lampung beserta pengurus, serta tamu undangan lainnya.