Dandim 0424/Tanggamus Sambut Tim Wasev Pusterad Di Lokasi TMMD Ke 128 Pekon Kalimiring

 



Tanggamus, (GM) -- Komandan Kodim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.I.P., menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Pusterad dalam rangka peninjauan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 di Pekon Kalimiring, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Selasa (12/5/2026).


Kunjungan Tim Wasev dipimpin langsung Brigjen TNI Mukhlis., S. AP.,M.M bersama rombongan. Turut hadir Bupati Tanggamus Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, Kepala Staf Korem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr (Han), unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga setempat.


Kedatangan Tim Wasev disambut hangat oleh Satgas TMMD dan masyarakat yang selama ini bergotong royong melaksanakan pembangunan di wilayah Pekon Kalimiring.


Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono menjelaskan bahwa program TMMD ke-128 merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.


“Kegiatan TMMD ini bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Dandim.


Ia mengatakan, meskipun cuaca hujan menjadi salah satu kendala di lapangan, pelaksanaan pekerjaan tetap berjalan sesuai target berkat manajemen waktu dan kerja sama seluruh pihak.

“Kendala tentunya ada, saat ini cuaca hujan. Namun kendala tersebut bukan menjadi rintangan berat bagi kami karena kami mempunyai manajemen waktu,” kata Dandim.


Menurutnya, Satgas TMMD bersama masyarakat terus menyesuaikan pola pekerjaan agar seluruh sasaran fisik dapat selesai tepat waktu.

“Saat cuaca hujan kami menyesuaikan pekerjaan, dan ketika cuaca cerah langsung dikebut bersama masyarakat dan Satgas TMMD,” lanjutnya.



Adapun sasaran fisik TMMD ke-128 di Pekon Kalimiring meliputi normalisasi badan jalan sepanjang 2.570 meter, pengerasan jalan, pembangunan talud dan gorong-gorong, rehab rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sumur bor, hingga fasilitas MCK.


Selain itu, kegiatan nonfisik juga dilaksanakan berupa pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan, administrasi kependudukan, bantuan sosial, bantuan pendidikan, hingga pembagian bibit tanaman kepada masyarakat.


Sementara itu, Ketua Tim Wasev Pusterad Brigjen TNI Mukhis., S. AP.,M.M memberikan apresiasi atas semangat gotong royong dan dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan TMMD di Kabupaten Tanggamus.


“Kita berikan apresiasi terhadap kegiatan TMMD ke-128 di Kabupaten Tanggamus ini. Peran serta dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat cukup bagus,” ujar Brigjen Mukhlis.


Menurutnya, pembangunan jalan yang sebelumnya hanya berupa jalan setapak kini mulai membuka akses baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Dulunya ini jalan tertutup, hanya jalan setapak. Setelah dinormalisasi sekarang kendaraan bisa lewat,” ungkapnya.


Ia berharap hasil pembangunan tersebut dapat membantu memperlancar pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan masyarakat serta meningkatkan perekonomian warga desa.


TMMD ke-128 Tahun 2026 sendiri mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa” sebagai bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah.

Polres Lampung Barat Laksanakan Shalat Ghaib Untuk Brigpol Arya Supena, S.H.

 


Lampung Barat, (GM) -- Polres Lampung Barat melaksanakan shalat ghaib dan doa bersama untuk almarhum Brigpol Arya Supena, S.H., sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada personel Polri yang telah berpulang, Senin (11/05/2026). 


Kegiatan shalat ghaib tersebut dilaksanakan di Masjid lingkungan Polres Lampung Barat dan diikuti oleh Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, S.H., S.I.K., M.H., para Pejabat Utama, personel Polres Lampung Barat, serta ASN Polri.


Suasana haru dan khidmat menyelimuti jalannya kegiatan saat seluruh personel bersama-sama memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.


Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan rasa duka cita mendalam dari keluarga besar Polres Lampung Barat.


“Kami keluarga besar Polres Lampung Barat turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum Brigpol Arya Supena, S.H. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar AKBP Samsu Wirman.


Pelaksanaan shalat ghaib dan doa bersama berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Polres Tanggamus Gelar Shalat Ghaib Untuk Almarhum Bripka Anumerta Arya Supena Di Masjid Hidayatullah

 


Tanggamus, (GM) -- Polres Tanggamus melaksanakan shalat ghaib untuk almarhum Bripka Anumerta Arya Supena, S.H., ba’da shalat dzuhur di Masjid Hidayatullah Mapolres Tanggamus diimami oleh Agus Suparno, S.Ag. asal Kemenag Tanggamus Senin, (11/5/2026). 


Shalat ghaib tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan serta doa bersama jajaran Polres Tanggamus untuk almarhum Bripka Anumerta Arya Supena yang gugur saat menjalankan tugas.


Shalat ghaib diikuti oleh personel Polres Tanggamus dan masyarakat sekitar dilaksanakan secara khidmat usai pelaksanaan shalat dzuhur berjamaah.


Suasana haru tampak menyelimuti pelaksanaan shalat ghaib yang berlangsung di Masjid Hidayatullah tersebut, sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terakhir dari keluarga besar Polres Tanggamus kepada almarhum Bripka Anumerta Arya Supena, S.H. 



Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk empati dan penghormatan kepada sesama anggota Polri yang telah mengabdikan diri dalam pelaksanaan tugas.


“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” kata AKBP Rahmad Sujatmiko usai pelaksanaan kegiatan.


Diketahui, peristiwa tragis yang merenggut nyawa almarhum terjadi pada Sabtu 9 Mei 2026 sekitar pukul 05.30 WIB di Jalan ZA Pagaralam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Saat itu, Bripka Anumerta Arya Supena yang sedang berdinas memergoki dua pria mencurigakan yang diduga tengah merusak kunci sepeda motor milik warga di depan sebuah toko kue.


Ketika berusaha menghentikan aksi pelaku, salah satu pelaku melepaskan tembakan yang mengenai kepala korban. Bripka Anumerta Arya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tembak yang diderita.

Kapolres Lampung Barat Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Narkoba

 


Lampung Barat, (GM) -- Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, S.H., S.I.K., M.H. memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasat Narkoba Polres Lampung Barat yang dilaksanakan di Lapangan Apel Polres Lampung Barat, Sabtu (09/05/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para Pejabat Utama Polres Lampung Barat, para Kapolsek jajaran, personel Polres Lampung Barat, serta Bhayangkari.


Upacara serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran, pengembangan karier, serta peningkatan kinerja organisasi guna menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.


Dalam amanatnya, Kapolres Lampung Barat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas di Polres Lampung Barat.



Kapolres juga mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada pejabat baru, serta berharap agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas dan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


“Mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran dan pengembangan karier personel. Saya berharap pejabat yang baru dapat melanjutkan serta meningkatkan capaian yang telah diraih sebelumnya,” ujar AKBP Samsu Wirman.


Kegiatan upacara berlangsung dengan tertib dan lancar serta diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat lama dan pejabat baru oleh seluruh peserta kegiatan.

Bupati Tanggamus Launching Samsat Talang Padang, Target PBB-P2 2026 Capai Rp6,8 Miliar

 


Tanggamus, (GM) -- Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, resmi melaunching Fasilitas Pelayanan Samsat Kecamatan Talang Padang sekaligus membagikan SPPT PBB-P2 Tahun 2026, dalam kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Talang Padang Rabu, (6/4/2026).


Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak daerah.


“Saya mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi, guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat,” ujar Moh. Saleh Asnawi.


Ia menyebutkan target PAD tahun 2026 sebesar Rp139,1 miliar dari total APBD Rp1,67 triliun, dengan harapan capaian bisa menyentuh 100 persen di akhir tahun.



“Membayar pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk nyata kontribusi dalam pembangunan daerah,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tanggamus, Nanang Sumarlin, dalam laporannya menyampaikan bahwa mulai tahun 2026 masyarakat sudah dapat mengakses PBB-P2 secara digital tanpa harus menunggu distribusi SPPT fisik.


“Masyarakat kini bisa melihat dan membayar PBB-P2 secara online. Ini untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan transparansi layanan,” jelas Nanang.


Ia menambahkan, target penerimaan PBB-P2 tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp6.815.591.787.


Selain itu, Pemkab Tanggamus juga mendukung pembentukan Samsat Kecamatan dengan menyerahkan fasilitas kepada Bapenda Provinsi Lampung, sebagai bentuk sinergi lintas instansi.


“Ini merupakan wujud nyata sinergi antara Pemkab Tanggamus, Pemprov Lampung, Kepolisian, perbankan, dan Jasa Raharja dalam meningkatkan pelayanan pajak kepada masyarakat,” ujarnya.


Dengan hadirnya Samsat Kecamatan Talang Padang, masyarakat kini tidak perlu lagi ke Kota Agung untuk mengurus pajak kendaraan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak.


Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Tanggamus, Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah beserta jajaran perangkat daerah, Pimpinan Bank Lampung Cabang Kota Agung dan Talang Padang, Kepala BNI Cabang Talang Padang, Kepala UPTD Pengelolaan Pendapatan Wilayah XIII Provinsi Lampung, para camat, lurah dan kepala pekon se-Kabupaten Tanggamus, serta perwakilan Jasa Raharja.

Polda Lampung Musnahkan Barang Bukti Narkoba dari Tujuh Kasus, Selamatkan 216 Ribu Jiwa


Lampung-Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan tujuh kasus tindak pidana narkoba dalam kurun waktu tahun 2026 di Krematorium Lempasing 2 Kabupaten Pesawaran, Kamis (7/5/2026).


Pemusnahan dipimpin Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Lampung AKBP M. Elviza Tamrin mewakili Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung. 


Kegiatan tersebut turut dihadiri tim perwakilan Polda Lampung ,perwakilan Pengadilan Tinggi, dan perwakilan Kejaksaan Tinggi Lampung.


AKBP Elviza Tamrin mengatakan barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sabu dan ekstasi hasil sitaan dari tujuh kasus narkotika dengan total 11 tersangka.



“Barang bukti tersebut berasal dari tujuh kasus dengan total 11 tersangka yang berhasil diamankan jajaran Ditresnarkoba Polda Lampung,” ujarnya.


Ia menjelaskan, pemusnahan barang bukti merupakan bagian dari komitmen Polda Lampung dalam memberantas peredaran gelap narkotika sekaligus memastikan barang sitaan tidak disalahgunakan.


“Pemusnahan barang bukti ini merupakan langkah nyata kepolisian dalam memastikan barang bukti hasil sitaan tidak disalahgunakan serta sebagai bukti keseriusan Polda Lampung dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah hukum Lampung,” tegasnya.


Pungkas Elviza, dari pengungkapan tujuh kasus tersebut, Ditresnarkoba Polda Lampung berhasil menyelamatkan sekitar 216.332 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.

OPINI Lingkungan Rusak, Mental Ikut Sesak

 OPINI Lingkungan Rusak, Mental Ikut Sesak


Oleh : Rahma Anitian

Mahasiswi Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung


Beberapa waktu lalu saya sempat duduk di pinggir jalan sekitar sore hari. Kendaraan lewat tanpa henti, udara terasa panas walaupun matahari mulai turun, dan di sudut jalan terlihat tumpukan sampah yang belum diangkut. Anehnya, semua orang terlihat biasa saja. Tidak ada yang benar-benar peduli. Orang tetap lewat, tetap sibuk dengan urusannya masing-masing, seolah keadaan seperti itu memang sudah sewajarnya terjadi.


Mungkin itu masalah terbesar kita hari ini: terlalu sering melihat lingkungan rusak sampai akhirnya terbiasa.


Isu lingkungan memang semakin sering dibahas, baik di berita maupun media sosial. Hampir setiap minggu ada saja kabar tentang banjir, cuaca ekstrem, polusi udara, sungai tercemar, atau suhu panas yang terasa makin menyengat. Tetapi kebanyakan pembahasan hanya berhenti pada kerusakan alam secara fisik. Padahal, ada dampak lain yang diam-diam ikut tumbuh dan jarang disadari, yaitu dampak terhadap kondisi psikologis manusia.


Lingkungan ternyata punya pengaruh besar terhadap cara manusia berpikir, merasa, bahkan bersikap. Tinggal di tempat yang bersih, rindang, dan tidak terlalu bising biasanya membuat seseorang lebih tenang. Sebaliknya, hidup di lingkungan yang padat, sempit, panas, penuh polusi, dan minim ruang hijau sering membuat orang lebih mudah lelah secara emosional.


Hal ini bukan sekadar perasaan semata. World Health Organization pernah menjelaskan bahwa kualitas lingkungan, termasuk polusi udara, memiliki kaitan dengan kesehatan fisik dan mental manusia. Di beberapa penelitian lain juga disebutkan bahwa keberadaan ruang hijau dapat membantu menurunkan tingkat stres dan memperbaiki suasana hati. Artinya, kondisi lingkungan memang memengaruhi manusia lebih dalam daripada yang sering kita bayangkan.


Namun lihat keadaan sekarang. Di banyak kota, pohon semakin sedikit. Ruang terbuka hijau perlahan hilang karena pembangunan. Sungai berubah warna dan dipenuhi sampah rumah tangga. Bahkan udara segar sekarang terasa seperti sesuatu yang mewah.


Yang lebih mengkhawatirkan, manusia mulai kehilangan hubungan emosional dengan alam. Anak-anak lebih sering mengenal dunia lewat layar gadget dibanding bermain di tanah lapang. Banyak orang bangun pagi langsung melihat telepon genggam, tetapi hampir tidak pernah benar-benar memperhatikan keadaan lingkungan di sekitar rumahnya sendiri.


Saya rasa inilah alasan mengapa banyak orang sekarang mudah merasa penat. Hidup terasa cepat, sesak, dan melelahkan. Kita terus dikejar suara kendaraan, notifikasi media sosial, pekerjaan, serta tekanan hidup lainnya tanpa punya cukup ruang untuk benar-benar beristirahat secara mental.


Kadang manusia memang tidak sadar bahwa dirinya lelah karena lingkungan tempat ia hidup juga ikut melelahkan.


Ada hal menarik yang sering saya perhatikan di media sosial. Banyak orang senang mengunggah foto di tempat-tempat bernuansa alam. Kafe dengan banyak tanaman, pantai, gunung, atau tempat yang sejuk hampir selalu menarik perhatian. Mungkin tanpa sadar, manusia memang sedang mencari rasa tenang yang mulai hilang dari kehidupan sehari-harinya.


Ironisnya, setelah pulang dari tempat-tempat itu, kebiasaan lama sering kembali dilakukan. Masih membuang sampah sembarangan, memakai plastik sekali pakai berlebihan, atau menganggap masalah lingkungan sebagai urusan pemerintah semata. Kesadaran lingkungan akhirnya berhenti sebagai estetika, bukan menjadi kebiasaan hidup.


Di sisi lain, generasi muda sekarang juga menghadapi kecemasan baru tentang masa depan bumi. Mereka tumbuh dengan berita tentang perubahan iklim, banjir besar, hutan terbakar, dan suhu bumi yang terus meningkat. Banyak yang mulai merasa takut terhadap masa depan lingkungan, meskipun rasa takut itu sering dianggap berlebihan oleh orang-orang yang lebih tua.


Padahal rasa cemas itu nyata. Sulit merasa tenang ketika hampir setiap hari melihat kabar tentang kerusakan lingkungan terus terjadi tanpa perubahan berarti.


Menurut saya, masalah lingkungan hari ini sebenarnya bukan hanya soal kurangnya aturan atau minimnya teknologi. Persoalan utamanya ada pada cara manusia memandang alam. Kita terlalu lama menganggap alam hanya sebagai sesuatu yang bisa dipakai terus-menerus tanpa batas.


Manusia lupa bahwa ketika lingkungan rusak, dampaknya akan kembali ke manusia juga. Bukan cuma dalam bentuk banjir atau udara panas, tetapi juga dalam bentuk stres, rasa tidak nyaman, dan kualitas hidup yang menurun perlahan-lahan.


Karena itu, menjaga lingkungan seharusnya tidak lagi dipandang sebagai tren atau sekadar topik saat bencana datang. Kepedulian terhadap lingkungan perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Tidak harus dimulai dari hal besar. Kadang perubahan kecil justru lebih realistis untuk dilakukan secara konsisten.


Membuang sampah pada tempatnya mungkin terdengar sederhana, tetapi kebiasaan kecil seperti itu menunjukkan bahwa seseorang masih punya rasa peduli terhadap ruang hidup bersama. Mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, atau menjaga kebersihan sekitar rumah juga terlihat sepele, tetapi dampaknya jauh lebih besar jika dilakukan banyak orang.


Lingkungan yang sehat bukan hanya membuat kota terlihat indah. Lingkungan yang baik juga membantu manusia merasa lebih nyaman menjalani hidupnya. Sebab pada akhirnya, manusia tidak hanya membutuhkan tempat tinggal untuk hidup, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang mampu membuat pikirannya tetap tenang.


Mungkin itu sebabnya ketika lingkungan rusak, yang terasa sesak bukan hanya bumi, tetapi juga manusia yang hidup di dalamnya. ***