Sabtu, 07 November 2026

Ketum DPP AWPI Roadshow Ke Lampung : Panaskan Mesin Menuju Kongres II Dan UKW 2027

 



Bandar Lampung,(gerakmedia) -- Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) mulai memanaskan mesin organisasi menuju Kongres II AWPI. Sabtu, (7/11/2026). 


Ketua Umum DPP AWPI, Hengki Ahmad Jazuli, turun langsung ke Provinsi Lampung untuk mengonsolidasikan kekuatan organisasi sekaligus menegaskan agenda peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).


Roadshow dan konsolidasi tersebut berlangsung di Kantor DPD AWPI Provinsi Lampung, dengan dihadiri seluruh unsur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPC AWPI se-Provinsi Lampung.


Dalam arahannya, Hengki memastikan Kongres II AWPI akan digelar pada Juni 2027 di Jakarta. Agenda besar organisasi itu akan dibarengi dengan pelaksanaan UKW sebagai bagian dari komitmen AWPI memperkuat kualitas dan profesionalisme wartawan.


Hengki menegaskan, AWPI bukan sekadar wadah berhimpun para wartawan, tetapi organisasi yang menempatkan kompetensi dan profesionalisme sebagai fondasi utama.


Di tengah semakin ramainya profesi kewartawanan di Indonesia, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, AWPI mendorong penguatan kompetensi melalui UKW agar wartawan memiliki kemampuan dan standar profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Selain mematangkan persiapan Kongres II, Hengki juga mendorong AWPI di daerah agar tidak bergantung pada pihak lain.


Ia berharap AWPI, khususnya di Provinsi Lampung, mampu membangun kemandirian organisasi dan berdiri di atas kaki sendiri.


Sementara itu, Ketua DPD AWPI Provinsi Lampung, H. Barusman HM, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kongres II AWPI dan UKW.


“Sebagai organisasi wartawan profesional tentunya AWPI Lampung mendukung penuh pelaksanaan Kongres II dan juga UKW, karena itu menandakan keseriusan AWPI untuk menghadirkan wartawan yang kompeten di tengah ramainya wartawan di seluruh Indonesia,” tegas Barusman.


Menurutnya, konsolidasi bersama Ketua Umum DPP AWPI menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat DPC di seluruh Lampung.


AWPI Lampung, kata dia, siap mendukung agenda nasional organisasi menuju Kongres II pada Juni 2027, sekaligus mendorong lahirnya wartawan-wartawan yang semakin kompeten dan profesional. (Red)

Label:

Jumat, 06 November 2026

Rekam Jejak Carek Unila : Memotret Ketulusan Seorang Pejuang Kemanusiaan

 


Lampung,(gerakmedia) -- Deretan buku medis tersusun rapi di sudut ruangan, jauh dari kesan kaku sebuah ruangan seorang guru besar. Di sanalah Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Sp.KKLP. menyambut saya dengan senyum ramah. Sore itu, Jumat (06/11), ruang kerjanya di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) menjadi saksi awal perbincangan hangat yang menguak sisi lain seorang pejuang kemanusiaan. Sabtu (7/11/2026). 


Pria yang kini menjadi salah satu kandidat kuat nahkoda baru Unila itu duduk santai, mengenakan kemeja rapi dengan gestur yang begitu bersahaja. Ketika saya membuka percakapan ihwal masa-masa kelam pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, sorot matanya menerawang jauh. Kenangan tentang badai yang menguji nyawa itu seolah berkelebat kembali di kepalanya.


"Waktu itu, kita tidak punya pilihan selain maju," kenang Prof. Asep membuka cerita, suaranya tenang namun menyiratkan ketegasan seorang komandan di medan perang.


Sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila saat itu, pundaknya memikul beban ganda yang teramat berat. Di satu sisi, ia harus menjaga roda birokrasi kampus tetap berputar. Di sisi lain, panggilan jiwa seorang dokter dan Ketua IDI Wilayah Lampung mendorongnya terjun langsung ke jantung badai.


"Sebagai dokter, sumpah jabatan kami jelas, keselamatan manusia di atas segalanya. Tapi sebagai pimpinan di kampus, saya juga bertanggung jawab atas ketenangan sivitas akademika. Rasanya seperti berjalan di atas seutas tali di tengah badai," ujarnya sambil tersenyum tipis, mengenang hari-hari penuh ketidakpastian ketika masker dan alat pelindung diri menjadi pakaian sehari-hari.


Ia berkisah bagaimana dirinya tidak memilih bersembunyi di balik zona nyaman ruang ber-AC. Prof. Asep justru memilih berdiri di garis depan. Di bawah komandonya, IDI Wilayah Lampung menjelma menjadi garda terdepan Tim Mitigasi Pusat. Suaranya sedikit meninggi penuh semangat ketika menceritakan bagaimana ia menggerakkan para dokter, relawan, hingga mahasiswa kedokteran untuk bahu-membahu menyusuri sudut-sudut daerah. Memastikan vaksin sampai ke lengan masyarakat.


Namun, di balik kerja keras itu, ada sisi humanis yang paling menyentuh dari sosok seorang Prof. Asep Sukohar. Ia sadar betul bahwa perang melawan virus tak bisa dimenangkan sendirian. Dengan gaya bertutur yang rendah hati, ia memuji kolaborasi lintas sektor yang terjalin saat itu.


"Mana bisa kita bekerja sendiri? Waktu itu, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Pemprov, Pemkot/Pemkab bahkan teman-teman BIN, semuanya melebur jadi satu. Kami punya satu tujuan, yaitu menyelamatkan warga Lampung," tuturnya penuh kehangatan.


Sinergi luar biasa itu bukan tanpa hasil. Ingatannya melayang pada momen-momen ketika kerja keras tersebut diapresiasi. Ia mengenang Sabtu sore di akhir Maret 2022, saat Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, menyematkan langsung penghargaan sebagai Pejuang Penanganan COVID-19 di Hotel Novotel Bandar Lampung. Beberapa bulan kemudian, tepatnya Juli 2022, apresiasi serupa datang dari Kapolda Lampung, Irjen Pol. Hendro Sugianto, di lapangan terbuka Mapolda.


Bagi sebagian orang, deretan penghargaan bergengsi itu mungkin akan dipajang megah sebagai lambang kejayaan pribadi. Namun, di hadapan saya sore itu, Prof. Asep justru merendah.


"Penghargaan itu adalah kristalisasi keringat para perawat yang kelelahan di bilik vaksin. Kristalisasi air mata kelegaan pasien yang sembuh. Kristalisasi pengorbanan dan kerja sama ribuan tangan yang tak lelah berjuang. Penghargaan itu bukan milik saya pribadi. Saya hanya kebagian tugas menerimanya saja," ucapnya tersenyum santai.


Matahari perlahan tenggelam di ufuk barat Bandar Lampung, menyisakan pendar jingga yang menembus kaca jendela ruang kerjanya. Dari perbincangan sore itu, satu hal menjadi sangat terang. Rekam jejak kemanusiaan Prof. Asep Sukohar bukan sekadar deretan catatan prestasi di atas kertas atau plakat piagam di dinding.


Ia adalah potret seorang pemimpin yang teruji oleh krisis, ditempa oleh kepedulian, dan dibentuk oleh ketulusan. Di tengah dinamika pemilihan rektor Unila saat ini, kisah sang dokter pejuang dari Fakultas Kedokteran ini membuktikan satu hal mutlak. Yakni kepemimpinan sejati tidak lahir dari ambisi kekuasaan. Melainkan dari seberapa besar seseorang rela mendedikasikan hidupnya untuk menyelamatkan sesama. (*)

Label:

Tekab 308 Polres Tanggamus Tangkap Resedivis Pelaku Curanmor Di Wonosobo

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Tanggamus bersama URC Polsek Kota Agung dan Polsek Wonosobo menangkap seorang pria bernama Apriansyah (27), terduga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) sepeda motor di Pekon Dadirejo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus Jumat,(6/11/2026).


Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Khairul Yasin Ariga, S.Kom., M.H., mengatakan, pengungkapan kasus tersebut atas laporan pencurian sepeda motor yang terjadi pada Agustus 2023 atasnama pelapor Suptrial (34) warga Pekon Belu, Kecamatan Kota Agung Barat dengan korban putranya bernama Niko Ariansyah (18).


Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, tim gabungan berhasil menangkap tersangka saat melintas dengan gerak gerik mencurigakan di Jalan Raya Pekon Kalisari Kecamatan Wonosobo, Tanggamus.


"Tersangka Apriansyah ditangkap pada Kamis, 5 November 2026, sekitar pukul 18.30 WIB," kata AKP Khairul Yasin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP AH Hudi Arif, S.T.P., S.I.K., M.A., 


Kasat menegaskan, saat pengembangan kasus pencarian barang bukti dalam kasus lain, tersangka melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur.


"Terhadapnya diberikan tindakan tegas pada kaki kirinya. Setelah itu, pelaku dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis sebelum menjalani pemeriksaan di Polres Tanggamus," tegasnya.


AKP Khairul Yasin mengungkapkan, dalam penangkapan itu, pihaknya juga berhasil meredam rencana aksi Curanmur tersangka, pasalnya tersangka diamankan saat diduga sedang hunting mencari sasaran.



“Berdasarkan keterangan tersangka, ia sedang mencari sasaran untuk melakukan pencurian kendaraan bermotor,” ungkap AKP Khairul Yasin.


Kasat menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa Apriansyah merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan pada tahun 2020.


"Selain perkara di Pekon Dadirejo, tersangka diduga terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor di halaman Masjid Pekon Teba, Kecamatan Kota Agung, berdasarkan laporan polisi tertanggal 11 April 2024," ujarnya.


Kasat menjelaskan, peristiwa pencurian itu terjadi pada Senin, 21 Agustus 2023, sekitar pukul 20.00 WIB, di jalan raya Pekon Dadirejo, Kecamatan Wonosobo. Korban Nico Ariyansah Putra saat kejadian berusia 15 tahun, kehilangan satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih bernomor polisi BE 2731 ZE dan satu unit handphone Oppo A9 2020 warna ungu yang berada di bawah jok motor.


Kejadian bermula ketika korban membuat janji bertemu dengan temannya, Bayu Tri Apdianto, di depan sebuah tempat pencucian kendaraan (steam) di Pekon Dadirejo. Setibanya di lokasi, korban melihat temannya sudah bersama dua orang pria yang tidak dikenalnya.


Salah seorang dari kedua pria tersebut kemudian menghampiri korban dan menawarkan diri untuk mengendarai sepeda motor miliknya. Karena mengira kedua pria itu merupakan teman Bayu, korban mengizinkan salah seorang pelaku membawa sepeda motornya, sementara korban dibonceng.


Namun, saat kendaraan mulai berjalan, pelaku mengangkat bagian depan sepeda motor hingga korban yang dibonceng terjatuh. Setelah korban terjatuh, pelaku langsung melarikan diri membawa sepeda motor tersebut.


"Akibat kejadian itu, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Vario dan satu unit handphone Oppo A9 2020. Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp24 juta dan melapor ke Polsek Wonosobo," jelasnya.


Menurut Kasat, dalam pengungkapan tersebut, Tekab 308 turut menyita satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih Nopol BE 2731 ZE dengan nomor mesin JMD1E094066 dan nomor rangka MH1JMDPK0093846.


"Selain itu juga, diamankan satu buah kunci letter T dan satu anak mata kunci T yang ditemukan di dalam celana jeans pendek merek Cardinal yang dikenakan pelaku saat diamankan," ujarnya.


Ditambahkannya, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Apriansyah mengaku melakukan pencurian tersebut karena tidak memiliki pekerjaan tetap, mengalami desakan ekonomi, serta ingin mendapatkan keuntungan secara instan.


"Pengakuannya ya faktor ekonomi, sebab dia tidak memiliki pekerjaan tetap," imbuhnya.


Saat ini, tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Polres Tanggamus untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.


"Atas perbuatannya, Apriansyah dipersangkakan melanggar Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun," tandasnya.

Label:

Wabup Lampung Barat Lepas 6 Taruna Sekolah Kedinasan Kemenhub Ke Poltrada Bali

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin melepas 6 peserta didik Sekolah Kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2026/2027 Formasi Kabupaten Lampung Barat, dalam audiensi pelepasan di ruang kerja Wakil Bupati, Kamis, (5/11/2026).


Para peserta didik menghadap Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Perhubungan Burlianto Eka Putra dan perwakilan BKPSDM Lampung Barat.


Berdasarkan Pengumuman Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kementerian Perhubungan Nomor PG-BPSDMP 10 Tahun 2026 tanggal 2 November 2026 tentang Hasil Kelulusan Akhir Seleksi Penerimaan Calon Taruna (SIPENCATAR) Pola Pembibitan, sebanyak 6 peserta dari Formasi Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Barat dinyatakan lulus akhir.


Untuk Program Studi D-III Manajemen Transportasi Jalan, 4 formasi terisi semua, yakni Anida Zaskya Ulhaq dari Kecamatan Way Tenong, Azzarina Imamah dari Kecamatan Way Mengaku, Rival Anggara dari Kecamatan Batu Brak, dan Devan Eza Mahendra dari Kecamatan Balik Bukit.


Sementara untuk Program Studi D-III Manajemen Logistik, dari 3 formasi yang dibuka hanya 2 yang terisi, yakni Fanny Alvina dan Hafizhah Naura yang sama-sama berasal dari Kecamatan Batu Brak. Satu formasi tidak terisi karena peserta tidak memenuhi syarat.



Dari keenam peserta tersebut, dua orang mendapat biaya akademik dan non-akademik, tiga orang mendapat biaya akademik, dan satu orang menempuh jalur biaya mandiri.


Mereka akan menempuh pendidikan selama tiga tahun di Bali, kemudian kembali ke Kabupaten Lampung Barat dan penempatannya otomatis di Dinas Perhubungan sebagai ASN.


Kepala Dinas Perhubungan Lampung Barat, Burlianto, menegaskan skema penempatan itu sudah pasti dalam pola pembibitan.


"Tujuannya untuk melepas, supaya bisa mendapat motivasi untuk bisa dilaksanakan pendidikan di Bali nanti, selama tiga tahun pendidikan dan nanti setelah selesai pendidikan akan menjadi pegawai di Dinas Perhubungan Lampung Barat," kata Burlianto.


Dalam perbincangan itu, Wabup Mad Hasnurin mengingatkan para peserta untuk bersyukur karena tidak semua peserta seleksi berhasil lulus. Menurut Wabup Mad Hasnurin, kesempatan itu tidak datang dua kali. Alasannya, setelah tiga tahun pendidikan di Bali dan kembali ke daerah, para peserta langsung menjadi pegawai negeri tanpa harus kembali bersaing mencari pekerjaan.


"Selama tiga tahun ini fokus belajar, pesan saya jangan main-main, sungguh-sungguh belajar, karena kesempatan baik ini tidak terulang dua kali, kenapa harus bersyukur? Karena sekarang ini mencari pekerjaan susah. Karena setelah selesai pendidikan dan pulang nanti langsung menjadi pegawai negeri," kata Mad Hasnurin.


Ia berharap keenam peserta dapat berprestasi dan kembali dengan hasil terbaik."Saya harap, adek-adek semua ini bisa berprestasi pulang bisa tunjukkan hasil terbaik dari banyaknya saingan seluruh Indonesia. Pelajarilah pengetahuan seluas-luasnya untuk bekal kalian di hari esok. Mudah-mudahan dari pendidikan ini kalian bisa berhasil menjadi ASN yang baik, untuk membahagiakan diri sendiri, keluarga, dan mengharumkan nama Kabupaten Lampung Barat," kata Mad Hasnurin menutup pesannya.

Label:

Kamis, 05 November 2026

Polda Lampung Berhasil Ungkap 15 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi Dan Dugaan Penyelundupan 22 Ton Beras Impor

 Press Release Nomor: 389 / XI / HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas, Kamis 5 November 2026




Lampung,(gerakmedia) -- Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Lampung Brigjen Pol. Sumarto memimpin konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan dugaan penyelundupan beras impor tanpa dokumen sah, Kamis (5/11/2026), bertempat di Lobi Gedung Serba Guna (GSG) Polda Lampung.


Dalam konferensi pers tersebut, Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) memaparkan hasil pengungkapan dua perkara, yakni penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi dan dugaan penyelundupan beras impor tanpa dokumen resmi.


Pengungkapan ini merupakan wujud komitmen Polda Lampung dalam menjalankan program prioritas Kapolri, khususnya pada aspek penegakan hukum yang berkeadilan, responsif, dan akuntabel guna mendukung stabilitas ekonomi nasional maupun daerah.


UNGKAP 15 KASUS PENYALAHGUNAAN BBM BERSUBSIDI


Sepanjang Oktober 2026, Polda Lampung bersama jajaran Polres berhasil mengungkap sebanyak 15 kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan total 20 orang tersangka yang diproses hukum.


Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 27.740 liter BBM jenis solar bersubsidi, 1.153 liter Pertalite, serta 19 unit kendaraan bermotor yang terdiri dari truk, mobil tangki modifikasi, dan kendaraan roda empat lainnya.


Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku menjalankan sejumlah modus operandi, di antaranya menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi, memanfaatkan barcode ganda untuk melakukan pengisian BBM secara berulang, serta menimbun BBM bersubsidi untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi dari harga subsidi.


Akibat praktik tersebut, potensi kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp2.605.588.624 atau lebih dari Rp2,6 miliar.


Sebagai langkah pencegahan, Pertamina telah memblokir hampir 9.000 barcode yang diduga digunakan secara berulang untuk penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi. Penyidik juga terus menelusuri pola distribusi dan jaringan yang terlibat, termasuk dugaan penyaluran BBM ke sektor industri di wilayah Palembang.


Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.



UNGKAP DUGAAN PENYELUNDUPAN 22 TON BERAS IMPOR


Selain pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi, Ditreskrimsus Polda Lampung juga mengungkap dugaan penyelundupan beras impor tanpa dokumen sah.


Pengungkapan tersebut bermula pada Senin, 19 Oktober 2026, sekitar pukul 00.30 WIB. Personel Ditreskrimsus Polda Lampung mengamankan seorang laki-laki berinisial RI di Rest Area KM 20B Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.


Dalam pemeriksaan, petugas menemukan 440 karung beras dengan berat sekitar 22 ton yang diangkut menggunakan satu unit truk Hino berwarna hijau dengan nomor polisi BA 9808 KU.


Beras tersebut dikemas dalam karung putih tanpa merek atau label, hanya terdapat kode bertuliskan "di r42". Pengemudi tidak dapat menunjukkan dokumen resmi yang dipersyaratkan untuk pengangkutan beras tersebut.


Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, beras tersebut diduga berasal dari India dan masuk melalui pelabuhan di Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, dengan tujuan pengiriman ke wilayah Karawang, Jawa Barat.


Pengembangan penyidikan juga mengungkap keterangan saksi berinisial R mengenai dugaan aktivitas pendistribusian beras serupa yang dilakukan seseorang berinisial ZH sebanyak tujuh kali selama periode Agustus hingga Oktober 2026.


Setiap pengiriman diperkirakan mencapai 20–25 ton, dengan total keseluruhan sekitar 155 ton. Berdasarkan estimasi harga Rp13.500 per kilogram, nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp2,1 miliar.


Dalam perkara ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 440 karung beras atau sekitar 22 ton, satu unit telepon genggam Redmi Note 14 berwarna hijau, satu unit iPhone 16 Pro Max berwarna hitam, satu lembar surat jalan tertanggal 15 Oktober 2026, serta satu lembar fotokopi surat keterangan pengganti STNK sementara.


Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi tambahan, pengumpulan alat bukti, serta penelusuran lebih lanjut ke wilayah Riau dan Jawa Barat guna mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk pemesan beras tersebut.


Dalam penanganan perkara ini, Polda Lampung juga berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, serta Kejaksaan Tinggi Lampung.


Perkara tersebut disangkakan dengan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 110 juncto Pasal 36 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, serta Pasal 86 juncto Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.


POLDA LAMPUNG TEGASKAN TIDAK ADA TOLERANSI


Dalam penegasannya, Waka Polda Lampung menyatakan tidak akan memberikan toleransi kepada oknum-oknum yang mencoba bermain-main dengan distribusi BBM bersubsidi. Seluruh pelaku beserta barang bukti dalam perkara penyalahgunaan BBM telah diamankan untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Masyarakat juga diimbau untuk tidak terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi maupun peredaran barang yang tidak memenuhi ketentuan hukum.


Apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Call Center Polri 110 atau Hotline Kapolda Lampung di nomor 0821-716-1992.


Melalui pengungkapan kedua perkara tersebut, Polda Lampung menegaskan bahwa penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga bertujuan melindungi kepentingan masyarakat, menjaga ketertiban distribusi barang, serta mencegah kerugian negara.


Sinergi Polisi Bersama Masyarakat akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memastikan subsidi pemerintah tepat sasaran demi terwujudnya Provinsi Lampung yang aman dan kondusif.

Label:

Rabu, 04 November 2026

BPJS Aktif Baru 64,36% : Yanuar Irawan Minta Jangan Ada Warga Tanggamus Kesulitan Berobat Karena Administrasi

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan yang belum aktif masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Pasalnya, meskipun cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah mencapai 96,01 persen, tingkat keaktifan peserta baru berada di angka 64,36 persen Kamis,(5/11/2026).


Artinya, masih banyak masyarakat yang secara administrasi sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, tetapi belum bisa memanfaatkan jaminan tersebut ketika membutuhkan pelayanan medis.


Persoalan inilah yang menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi dan Sinergi Pemerintah Kabupaten Tanggamus dengan Pemerintah Provinsi Lampung terkait Kesehatan Masyarakat Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Kantor Bupati Tanggamus. 


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., diwakili Wakil Bupati Agus Suranto yang membacakan sambutan Bupati.


Hadir pula Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Dr. H. Yanuar Irawan, S.E., M.M., Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bandar Lampung Herman Indratmo, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Maradona, Kepala Dinas Kesehatan, para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tanggamus, serta para kepala UPTD Puskesmas.


Sementara itu, jajaran APDESI Kabupaten Tanggamus dan para kepala pekon serta lurah mengikuti kegiatan secara daring.


Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati Agus Suranto, ditegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah.


Bupati juga menyoroti data kepesertaan JKN Kabupaten Tanggamus per Mei 2026 yang masih belum memenuhi target nasional. Berdasarkan target RPJMN 2024–2029, pada 2026 cakupan kepesertaan ditargetkan mencapai 98,6 persen dengan tingkat keaktifan minimal 80 persen.


" Tidak boleh ada satu pun warga Tanggamus yang menunda berobat, apalagi kehilangan nyawa, hanya karena tidak memiliki jaminan kesehatan atau karena kepesertaannya tidak aktif," demikian pesan Bupati dalam sambutan tersebut.


Untuk mengatasi persoalan itu, Bupati meminta Dinas Kesehatan bersama BPJS Kesehatan melakukan pendataan peserta nonaktif secara rinci berdasarkan nama dan alamat hingga tingkat pekon dan kelurahan.


Selain itu, Dinas Sosial diminta melakukan verifikasi dan validasi data masyarakat kurang mampu agar bantuan iuran tepat sasaran.


Bupati juga menginstruksikan Bapperida dan BKAD memprioritaskan perencanaan pembiayaan iuran JKN bagi masyarakat yang didaftarkan pemerintah daerah, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta membuka peluang kerja sama pembiayaan dengan pemerintah provinsi.


Camat, kepala pekon, lurah, hingga jajaran APDESI juga diminta aktif mendata warga yang belum terdaftar maupun yang kepesertaannya sudah tidak aktif.


Bahkan, seluruh langkah tersebut diminta memiliki target dan laporan perkembangan setiap bulan.


"Saya tidak ingin rapat ini berhenti sebagai seremoni. Saya ingin rapat ini melahirkan rencana aksi yang jelas: siapa melakukan apa, kapan, dan dengan target berapa," tegas Bupati dalam sambutannya.


Yanuar Irawan: BPJS Kesehatan Bukan Belas Kasihan, tetapi Hak Masyarakat


Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, menyampaikan bahwa persoalan jaminan kesehatan masyarakat harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan sekadar persoalan administrasi atau kemampuan keuangan daerah.


Menurutnya, masyarakat memiliki hak mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu, jangan sampai warga yang membutuhkan pertolongan medis justru kesulitan hanya karena kepesertaan BPJS tidak aktif atau terbentur prosedur birokrasi.



"Ini bukan belas kasihan. Ini hak warga negara. Siapa pun itu. Jadi jangan sampai kita menganggap bahwa kita bekerja untuk masyarakat karena kasihan. Tidak, Bapak-Ibu. Ini hak masyarakat yang kebetulan kita diberikan amanah," tegas Yanuar.


Politisi yang telah tiga periode duduk di DPRD tersebut juga menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi sejumlah rumah sakit di Provinsi Lampung.


Ia mengaku masih menemukan warga Tanggamus yang menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi mengalami kesulitan karena persoalan administrasi BPJS Kesehatan.


Bahkan, saat mengunjungi salah satu rumah sakit di Bandar Lampung, dirinya menemukan sembilan warga Tanggamus yang sedang dirawat dan menghadapi persoalan jaminan kesehatan.


Yanuar menilai prosedur pelayanan memang harus dijalankan, tetapi jangan sampai penerapannya terlalu kaku sehingga menghambat masyarakat mendapatkan pertolongan.


"Prosedur boleh, tapi jangan terlalu kaku. Tidak ada gunanya prosedur kita terapkan kalau masyarakat kita dalam kondisi kesulitan," ujarnya.


Ia juga menyoroti mekanisme pengaktifan kembali kepesertaan BPJS yang dalam kondisi tertentu membutuhkan waktu hingga bulan berikutnya.


Menurutnya, persoalan tersebut harus dicarikan solusi melalui koordinasi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan pihak rumah sakit agar masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tidak dibiarkan menunggu terlalu lama.


Siapkan Rumah Singgah dan Ambulans untuk Warga Tanggamus


Tak hanya berbicara soal kepesertaan BPJS, Yanuar juga mengungkapkan sejumlah fasilitas yang disiapkan untuk membantu masyarakat Tanggamus yang harus menjalani pengobatan di Bandar Lampung.


Fasilitas tersebut di antaranya rumah singgah bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan, termasuk bantuan makan hingga tindakan medis selesai dilakukan.


Selain itu, tersedia pula fasilitas ambulans untuk membantu mengantar pasien, khususnya masyarakat kurang mampu, menuju rumah sakit maupun kembali ke Tanggamus.


"Kalau ada warga kita yang berobat, terutama di rumah sakit Abdul Moeloek, silakan hubungi saya atau tim saya. Sudah ada tim yang membantu mengurus masyarakat kita di sana," ungkapnya.


Ia juga meminta para camat dan kepala pekon menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat agar warga yang membutuhkan bantuan mengetahui fasilitas yang bisa dimanfaatkan.


Soroti Ketidaktepatan Data Bansos


Dalam kesempatan itu, Yanuar turut menyinggung persoalan data bantuan sosial yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dan kerap menempatkan kepala pekon dalam posisi sulit.


Menurutnya, masih ditemukan kondisi di lapangan yang dinilai belum sesuai antara tingkat kesejahteraan masyarakat dengan pengelompokan desil dalam data sosial ekonomi.


Ia mencontohkan wilayah Kecamatan Air Naningan, yang menurut pengamatannya masih memiliki banyak masyarakat kurang mampu, tetapi komposisi data desil yang ada perlu ditinjau kembali.


Yanuar menegaskan bahwa kepala pekon pada dasarnya menjalankan data yang ditetapkan pemerintah pusat. Karena itu, apabila ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat perlu difasilitasi untuk melakukan pendataan ulang dan mengusulkan perbaikan melalui mekanisme yang berlaku.


"Kalau memang ada data yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, mari kita koreksi. Kita usulkan melalui kepala pekon, camat, dan kabupaten agar ke depan bisa diperbaiki," katanya.


Ia berharap persoalan data tersebut juga menjadi perhatian bersama agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan tidak justru terlewatkan.


Menutup penyampaiannya, Yanuar meminta seluruh camat dan kepala pekon memanfaatkan forum koordinasi tersebut untuk menyampaikan kendala yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait kepesertaan BPJS, pelayanan kesehatan, dan bantuan sosial.


Ia ingin persoalan yang selama ini terjadi di lapangan tidak hanya menjadi bahan pembicaraan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.


Sementara itu, melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Tanggamus berharap dukungan Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD Provinsi Lampung, dan BPJS Kesehatan dapat mempercepat peningkatan cakupan serta keaktifan peserta JKN.


Sebab, pada akhirnya, keberhasilan program jaminan kesehatan bukan hanya dilihat dari banyaknya masyarakat yang memiliki kartu BPJS, tetapi dari seberapa besar masyarakat benar-benar mendapatkan perlindungan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.


#Tanggamus#Pemkab Tanggamus #AgusSuranto #SalehAsnawi #YanuarIrawan #BPJSKesehatan#JKN#UHC #Kesehatan Masyarakat #Lampung

Label:

Selasa, 03 November 2026

UPTD Puskesmas Lemong Bersama Dinkes Pesisir Barat Adakan (GERMAS) Gerakan Masyarakat Sehat

 



Pesisir Barat,(gerakmedia) -- Dinas kesehatan Kabupaten Pesisir Barat bersama UPTD Puskesmas Kecamatan Lemong, adakan acara GERMAS.Dalam rangka Kampanye dan Penggerakan pada Masyarakat untuk Hidup Sehat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)Tahun 2026. Kegiatan tersebut di pusatkan di SMPN 23 Krui, Pekon Lemong, Senin ( 02/11/2026).



Kegiatan yang di ikuti 175 peserta tersebut melibatkan unsur Forkopimcam Lemong, mulai dari Camat Lemong, Danramil 422-01 Pesisir Utara,Kepolsek Pesisir Utara,Kepala KUA Lemong,Peratin Pekon Lemong,jajaran Dinkes sebanyak 13 orang, UPTD Puskesmas Lemong 23 orang, serta 132 Siswa siswi,dewan guru dan Kepala Sekolah SMPN 23 Kerui.



Acara di mulai pukul 08:00 WIB, dengan Senam Bersama yang di pimpin instruktur dari Puskermas Lemong.Dilanjutkan dengan Upacara pembukaan,menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Hidup Sehat.



Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Barat dalam sambutannya yang di wakili Kabud Kesmas menyampaikan bahwa CTPS merupakan intervensi kesehatan paling murah dan Efektif untuk mencegah penyakit." Cuci tangan pakai Sabun dapat mencegah penyakit Diare, ISPA,dan stunting.Ini sejalan dengan tema HKN Thun 2026' Cegah Sejak Dini,Sehat Sepanjang Hayat," Ujarnya.

Camat Lemong dalam sambutannya mengapresiasikan Dinkes yang memilih Lemong sebagai lokasi Kampanye.Iya meminta seluruh siswa menjadi duta CTPS di lingkungan keluarga." Mungkin terlihat sederhana,hanya Cuci tangan. Tapi dari tangan yang bersih,kita menjaga masadepan Anak anak Lemong," Tegasnya.



Puncak kegiatan adalah Edukasi"Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun"Oleh narasumber dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dilanjutkan Flashmob dan Peraktik 6 langkah CTPS secara serentak.Tampak antusiasme siswa saat memperaktikkan cuci tangan di meja meja yang yelah di sediakan galon Air,sabun cair dan tisu oleh panitia.



Tak hanya itu,Puskesmas Lemong juga menggelar aksi pangan lokal dengan menampilkana eka jajanan sehat seprti singkong rebus,jagung,ubi dan buah,serta pelayanan Cek Kesehatan Geratis (CKG) peliputi cek tekanan darah,gula darah dan konsutasi kesehatan yng di layani lansung ileh 23 tenaga kesehatan Puskesmas Lemong.



Kepala UPTD Puskesmas Lemong menyampaikan kegiatan ini adalah bukti Komitmen Puskesmas dalam promotif-preventif" kami ingin Anak anak SMPN 23 Kerui tirk hanya pintas secara akademik,tapi juga sehat dan mnjadi agen perubahan PHBS di Pekon Lemong,"Ujarnya.



Kegiatan di tutup dengan yel-yel bersama Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun Tetal Bersih Untuk Semua dan foto bersama seluruh peserta.

Label: