Polres Lampung Barat Gelar Apel Sabuk Kamtibmas, Wujudkan Situasi Aman Dan Kondusif

 


LAMPUNG BARAT, (GM) -- Polres Lampung Barat melaksanakan kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Lampung Barat bertempat di Lapangan Polres Lampung Barat Rabu, (16/4/2026).


Kegiatan apel tersebut diikuti oleh personel Polres Lampung Barat bersama instansi terkait serta unsur masyarakat yang turut berperan dalam menjaga keamanan lingkungan.


Apel Sabuk Kamtibmas ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mempererat koordinasi antara Polri, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas.


Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, S.H., S.I.K., M.H. melalui Waka Polres Lampung Barat  Kompol Abdul Rasyid SH MH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.



“Melalui Apel Sabuk Kamtibmas ini, kita perkuat sinergi dan kebersamaan dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Lampung Barat,” ujar Wakapolres


Sementara itu, salah satu perwakilan masyarakat yang hadir, Paryono, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Polres Lampung Barat.


“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena dapat meningkatkan rasa aman di lingkungan masyarakat. Dengan adanya sinergi antara Polri dan masyarakat, kami merasa lebih terlindungi,” ujar Paryono.


Kapolres juga mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.


Kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar (humas)

Polsek Wonosobo Identifikasi Banjir Di Bandar Negeri Semuong

 


TANGGAMUS, (GM) -- Personel Polsek Wonosobo turun langsung melakukan patroli dan monitoring debit air Sungai Way Banding di wilayah Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, menyusul sempat meluapnya aliran sungai hingga merendam permukiman warga, Senin (13/4/2026) sore.


Kapolsek Wonosobo, Iptu Tjasudin, S.H., mengatakan, kegiatan dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi banjir susulan. 


“Kami melaksanakan patroli serta pengecekan debit air Sungai Way Banding karena sebelumnya sempat meluap ke permukiman warga,” kata Iptu Tjasudin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Selasa 14 April 2026.



Kapolsek menjelaskan, luapan air terjadi di sejumlah pekon, yakni Pekon Gunung Doh, Pekon Banding, dan Pekon Raja Basa. Akibatnya, sekitar 20 rumah warga sempat tergenang air.


Menurutnya, meluapnya Sungai Way Banding diduga akibat kiriman air dari wilayah Kecamatan Suoh, Lampung Barat, yang meningkatkan debit air secara signifikan hingga melampaui batas normal.


“Air sempat masuk ke rumah warga, namun saat ini debit air sudah mulai surut dan tidak ditemukan tanda-tanda adanya luapan susulan,” jelasnya.


Kesempatan itu Kapolsek mengimbau masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai untuk tetap waspada, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu yang berpotensi memicu kiriman air kembali ke wilayah hilir.


“Warga di sekitar sungai agar waspada saat hujan di hulu. Jika ada kenaikan debit air, segera laporkan ke petugas,” tandasnya.

Tingkatkan Kemampuan : Polres Pesisir Barat Gelar Sispamkota

 


PESISIR BARAT, (GM) -- Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel, Polres Pesisir Barat menggelar kegiatan Sispamkota pada di halaman Mapolres Pesisir Barat Senin, (13/4/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh personel Polres Pesisir Barat dengan rangkaian simulasi pengamanan yang melibatkan unsur Dalmas (Pengendalian Massa). Simulasi ini bertujuan untuk melatih respons cepat serta kesiapan anggota dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, khususnya yang menyasar wilayah kab. Pesisir Barat.


Dalam pelaksanaannya, personel mempraktikkan prosedur pengamanan mulai dari penjagaan pintu masuk, pemeriksaan, hingga penanganan situasi kontinjensi apabila terjadi ancaman. Rangkaian Dalmas juga ditampilkan sebagai bagian dari kesiapan dalam mengendalikan situasi apabila terjadi gangguan yang melibatkan massa.



Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melalui Kabag Ops Polres Pesisir Barat Kompol Rohmadi, S.H., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan personel di lapangan.


“Melalui kegiatan Sispamkota ini, kami ingin memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam menjaga keamanan Kota. Selain itu, latihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis serta koordinasi antar personel dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.


Ia menambahkan, kesiapan dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan, sehingga latihan seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala guna mengantisipasi berbagai potensi ancaman.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polres Pesisir Barat semakin sigap, terlatih, dan profesional dalam menjalankan tugas menjaga keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Inflasi Tanggamus 3,48 Persen : Harga Pangan Stabil Tapi Cabai Mulai Naik

 


TANGGAMUS, (GM) -- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanggamus mencatat perkembangan inflasi yang masih terkendali di tengah dinamika harga pangan. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten II Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya Mega, di ruang rapat Wakil Bupati,  terungkap inflasi tahunan (year-on-year) Maret 2026 mencapai 3,48 persen Senin, (13/4/2026).


Secara bulanan, Tanggamus justru mengalami deflasi 0,41 persen. Sementara di tingkat Provinsi Lampung, inflasi tercatat 1,16 persen (y-on-y) dan 0,19 persen (m-to-m).


Asisten II Hendra Wijaya Mega menegaskan, kondisi inflasi Tanggamus masih relatif terkendali dengan dukungan ketersediaan pangan yang surplus di berbagai komoditas utama.


Sejumlah komoditas strategis terpantau stabil, bahkan berada di bawah rata-rata harga provinsi. Beras medium misalnya, berada di kisaran Rp13.125/kg, lebih rendah dari harga provinsi. Begitu juga gula pasir Rp17.300/kg, minyak goreng Rp20.250/liter, hingga daging ayam Rp30.000/kg.



Namun, perhatian mulai tertuju pada komoditas cabai. Cabe merah tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp31.500/kg, sementara cabe rawit bertahan di Rp49.250/kg.


“Pergerakan harga cabai perlu diwaspadai karena menjadi salah satu pemicu fluktuasi inflasi mingguan,” lanjutnya.


Dari sisi neraca pangan, Tanggamus menunjukkan kondisi aman. Beras surplus hingga 93.446 ton, jagung 8.716 ton, hingga daging sapi surplus 509 ton. Ketersediaan ini menjadi penopang utama stabilitas harga di daerah.


Sementara itu, Indikator Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan tren fluktuatif sepanjang awal 2026. Puncak tertinggi terjadi pada pekan pertama Januari sebesar 0,85, sedangkan titik terendah pada pekan pertama Februari di angka -0,64.


Pemkab Tanggamus sendiri telah melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi, mulai dari operasi pasar, gerakan pangan murah, hingga monitoring harga rutin di pasar tradisional.


“Upaya pengendalian inflasi terus diperkuat melalui sinergi lintas OPD dan pemangku kepentingan, terutama menjelang momen hari besar keagamaan,” tegasnya.


Rakor tersebut turut dihadiri perwakilan OPD terkait, di antaranya dari Disnaker, Inspektorat, dan Bagian Perekonomian Setdakab Tanggamus, Dinas Kominfo, Bapperida, Dinas Perikanan, Dinas ketahanan pangan dan holtikultura, Kejaksaan, BPS dan Bapenda Tanggamus.

Hadiri Halal Bihalal Dan Silaturahmi Warga Pujakesuma Kabupaten Lambar : Wakil Bupati Ajak Bersinergi

 


LAMPUNG BARAT, (GM) -- Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin menghadiri acara Halal Bihalal pentas seni yang digelar Dewan Pengurus Daerah Penguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Kabupaten Lampung Barat di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Minggu (12/4/2026). 


Pada kesempatan ini, Mad Hasnurin menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan Halal Bihalal ini, komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antara Pujakesuma dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dapat terjalin khususnya dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik lagi.


Menurutnya, halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta saling memaafkan dengan tulus dan ikhlas.



"Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kebersamaan dan persatuan adalah kunci utama dalam membangun daerah yang kita cintai ini," terangnya. 


"Saya juga sangat mengapresiasi diselenggarakannya pentas seni budaya dalam kegiatan ini. Hal ini menunjukkan bahwa Paguyuban Pujakesuma tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga turut melestarikan nilai-nilai budaya, khususnya budaya Jawa, sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia," sambungnya.


Lampung Barat adalah daerah yang majemuk, terdiri dari berbagai suku, budaya, dan latar belakang. Keberadaan Pujakesuma menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan, memperkokoh persatuan, serta menjadi teladan dalam hidup berdampingan secara rukun dan damai.


Oleh karena itu, Mad Hasnurin berharap Paguyuban Pujakesuma terus berperan aktif dalam pembangunan daerah, baik melalui kegiatan sosial, budaya, maupun kontribusi nyata dalam mendukung program-program pemerintah daerah.


"Mari kita jadikan momentum halal bihalal ini sebagai titik awal untuk semakin memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat gotong royong, serta menjaga nilai-nilai luhur budaya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Polda Lampung Berhasil Bongkar Sindikat Penimbunan BBM Ilegal Di Pesawaran, Potensi Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar

 


PESAWARAN, (GM) -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung bersama Satuan Brimobda Lampung berhasil menggerebek tiga gudang yang menjadi tempat penimbunan dan pengolahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Selasa (9/4/2026). 


Operasi besar-besaran yang dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026 ini berhasil mengamankan puluhan pekerja dan menyita ratusan ribu liter BBM.


Pengungkapan ini bermula dari pengecekan intensif terhadap aktivitas mencurigakan di wilayah pesisir Pesawaran.


Di lokasi pertama (TKP 1), petugas menemukan gudang milik saudara H yang telah beroperasi selama enam bulan.


Modus yang digunakan adalah mengolah minyak mentah (minyak cong) asal Sekayu, Sumatera Selatan, menggunakan zat bleaching untuk memurnikannya menjadi BBM menyerupai solar.


Sementara di lokasi kedua (TKP 2) milik saudara Y, gudang digunakan untuk menampung solar murni hasil “pengecoran” atau pembelian ilegal dari berbagai SPBU.


Untuk lokasi ketiga (TKP 3), pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan gudangi tersebut.


Dalam operasi ini, Polda Lampung berhasil mengamankan total 32 orang, yang terdiri dari pekerja gudang, sopir, hingga kernet.


Adapun total barang bukti BBMi solar ilegal yang disita dariketiga lokasi mencapai 203.000 liter. Selain BBM, petugas juga menyita:

9 unit kendaraan Colt Diesel yang telah dimodifikasi baknyai menjadi tangki penampung;i

237 unit tedmond (tandon) kapasitas 1.000 liter;

3 unit kapal, yakni KM Inka Mina I, KM Inka Mina II, dan KM Rizki, yang diduga digunakan untuk distribusi melalui jalur laut; dan

puluhan mesin pompa (alkon), selang spiral, serta zat kimia pemurni solar.



Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan upaya serius Polri dalam melindungi sumber daya energi dan keuangan negara.


“Operasi ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara yang sangat masif. Berdasarkan kalkulasi tim di lapangan, dengan volume temuan 203 ton per minggu atau mencapai 812 ton per bulan, aktivitas ilegal ini diperkirakan merugikan negara hingga Rp160,7 miliar jika dihitung dalam kurun waktu tiga tahun dengan estimasi kerugian Rp5.500 per liter,” ujar Helfi.


Helfi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik penimbunan BBM ilegal,

Masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas serupa diminta segera melapor melalui Call Center Polri 110.


Saat ini, para pekerja beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolda Lampung untuk proses penyidikan lebih lanjut,Adapun khusus barang bukti berupa 3 unit kapal masih berada di TKP karena keterbatasan tempat, namun tetap dalam penjagaan ketat personel Polda Lampung.

Bupati Tanggamus Resmikan Fasilitas Baru RSUD Batin Mangunang

 


TANGGAMUS, (GM) -- Langkah besar peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Tanggamus akhirnya resmi dimulai. Bupati Tanggamus, H. Moh. Saleh Asnawi, meresmikan sejumlah fasilitas strategis di RSUD Batin Mangunang (RSUD-BM), Selasa, (7/4/2026).


Peresmian ini mencakup Gedung PICU (Pediatric Intensive Care Unit), NICU (Neonatal Intensive Care Unit), ruang penanganan obat sitotoksik, serta Cathlab (Catheterization Laboratory). 

Tak hanya itu, Bupati juga meninjau langsung kesiapan layanan hemodialisa dan alat mammografi.


Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kehadiran gedung dan fasilitas modern tidak akan berarti tanpa kualitas pelayanan yang mumpuni.


“Walaupun banyak gedung dan fasilitas baru, tidak akan berarti tanpa diikuti peningkatan kualitas dan kemampuan tenaga medis serta tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” tegasnya.


Menurutnya, sektor kesehatan adalah layanan yang sangat sensitif karena menyangkut keselamatan dan kepercayaan masyarakat. Ia mengingatkan seluruh jajaran rumah sakit agar bekerja dengan penuh tanggung jawab.



“Seribu kebaikan bisa hilang hanya karena satu kesalahan. Ini yang harus menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.


Bupati juga mengapresiasi inovasi dan pembenahan yang terus dilakukan manajemen RSUD Batin Mangunang dalam meningkatkan kualitas layanan. Ia berharap fasilitas baru ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pasien dengan kondisi kritis.


“Dengan adanya fasilitas ini, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah seperti Bandar Lampung atau Pringsewu. Ini akan menghemat waktu dan biaya bagi masyarakat,” jelasnya.


Lebih jauh, ia menargetkan RSUD Batin Mangunang menjadi rumah sakit rujukan utama di Tanggamus sekaligus kebanggaan masyarakat.


“Saya berharap RSUD Batin Mangunang benar-benar menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat, dengan pelayanan yang profesional dan berkualitas,” ucapnya.


Di akhir sambutan, Bupati secara resmi menyatakan seluruh fasilitas tersebut siap digunakan.


“Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, fasilitas NICU, PICU, sitotoksik, dan Cathlab di RSUD Batin Mangunang saya resmikan dan siap dipergunakan,” tandasnya.


Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan di Tanggamus, dengan harapan masyarakat kini bisa mendapatkan penanganan medis yang lebih cepat, lengkap, dan dekat dari rumah.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Asisten Setdakab, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Kominfo, Direktur RSUD Batin Mangunang beserta jajaran, serta Direktur PT Internusa Jaya Paya.