Tampilkan postingan dengan label YOGYAKARTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YOGYAKARTA. Tampilkan semua postingan

Berduka : Iptu Nur Alim Anggota Satalantas Polsek Gedongtengen Gugur Dalam Menjalankan. Operasi Ketupat 2026

 


Yogyakarta,(GM) -- Kepala Pos Pengamanan Operasi Ketupat Progo 2026 Pos Tugu Jogja, Iptu Nur Alim, S.H. meninggal dunia diduga karena kelelahan saat bertugas mengamankan arus mudik dan libur lebaran Rabu, (25/3/2026). 


“Iya benar (meninggal) siang ini, saya masih di lokasi”, saat dikonfirmasi media PS Kasihumas Polresta Yogyakarta Ipda R Anton BS, S.Psi. M.M.


Iptu Nur Alim sendiri sehari-hari bertugas sebagai Kanitlantas Polsek Gedongtengen dan ditugaskan sebagai Kapospam Tugu Jogja selama Operasi Ketupat Progo tahun  ini.


Sehari hari, ia memimpin pengamanan di Kawasan Tugu Jogja dan sekitarnya termasuk stasiun tugu yang selama pelaksanaan operasi sangat ramai dan padat penumpang. Sebagai kepala pos pengamanan tu, Iptu Nur Alim sangat bertanggung jawab dan berdedikasi dalam oelaksanaan tugasnya, hal ini dapat diukur dari kondusifnya kawasan tugu dan sekitarnya selama berlangsungnya operasi.



“Beliau sangat rajin dan bertanggung jawab selama menjabat Kapospam sehingga penyebab kematiannya diduga karena kelelahan saat bertugas mengamankan libur lebaran”, tambah Kasihumas.


Meski secara resmi belum ada penyelidikan terkait meninggalnya Iptu Nur Alim, namun kuat dugaan adalah kelelahan fisik akibat tugas tanpa henti di tengah padatnya arus mudik lebaran 1447 H.


Hingga saat ini Operasi Ketupat Progo 2026 masih berlangsung dengan melibatkan ribuan personel gabungan.


Tujuan utama operasi ini adalah memastikan arus lalu lintas lancar, mencegah kemacetan, dan menjaga keamanan di destinasi wisata utama Jogja seperti Malioboro, Tugu, dan sekitarnya.(Rls/Ant)

Wakapolda DIY Tinjau Tol Purwomartani Hingga Pos Di Bantul, Pastikan Pengamanan Wisata dan Arus Balik Berjalan Lancar




Yogyakarta,(GM) -- Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., melakukan peninjauan sejumlah titik pengamanan dan jalur strategis dalam rangka pengamanan wisata dan arus balik di Daerah Istimewa Yogyakarta Senin, (23/3/2026). 


Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda DIY didampingi oleh Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at, S.I.K., M.H., meninjau kesiapan jalur Tol Solo–Yogyakarta–YIA segmen Purwomartani. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, serta kesiapsiagaan personel dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode arus balik.


Selain meninjau jalur tol, Wakapolda DIY juga melakukan pengecekan di Pos Pengamanan Kretek, Bantul, bersama Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto, S.H., S.I.K., M.H. Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda mengecek kesiapan personel, sarana prasarana, serta strategi pengamanan yang disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan wisata pantai selatan yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.


Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Pos Pengamanan Druwo guna memastikan seluruh pos pengamanan Operasi Ketupat berjalan optimal dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat.



Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan pengecekan tersebut merupakan bentuk komitmen Polda DIY dalam memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana pengamanan selama masa libur Idulfitri.


“Melalui pengecekan langsung di lapangan ini, diharapkan seluruh personel yang bertugas di pos pengamanan dapat melaksanakan tugas secara optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik yang melaksanakan perjalanan arus balik maupun yang berwisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Ihsan.


Ia juga menambahkan bahwa Polda DIY terus mengoptimalkan pengamanan di jalur utama, kawasan wisata, serta titik-titik keramaian guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama momentum libur Lebaran.


Dengan adanya kesiapsiagaan personel di lapangan, diharapkan masyarakat dapat menjalani perjalanan arus balik maupun aktivitas wisata dengan aman, nyaman, dan lancar.(Red/Ant)

MY Esti Wijayati Salurkan Bantuan Bagi Warga Kurang Mampu Di Enam Titik Wilayah Kota Yogyakarta Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial Partai

 


Yogyakarta,(GM) -- Ketua DPP PDI Perjuangan, Esti Wijayati, mengajak masyarakat menjaga kebersamaan, kerukunan, serta kesehatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di tengah dinamika kondisi global dan cuaca ekstrem Kamis, (18/3). 

“Mari kita jaga kesehatan, kebersamaan dan kerukunan, serta pastikan Idul Fitri 1447 H ini menjadi momentum kebangkitan gotong royong kita semua,” kata Esti Wijayati di Yogyakarta. 

Ia mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam mengelola keuangan keluarga, mengingat situasi ekonomi global yang masih berpengaruh terhadap kondisi domestik.

Selain itu, kewaspadaan terhadap kesehatan juga perlu ditingkatkan, terutama pada masa peralihan musim yang berpotensi memicu gangguan kesehatan.

Dalam rangkaian kunjungannya ke sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kota Yogyakarta, Esti menemukan masih adanya masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.

Ia menyebutkan, kondisi warga pada kelompok desil satu di wilayah perkotaan relatif lebih baik dibandingkan dengan masyarakat di daerah seperti Gunungkidul dan Kulon Progo, yang secara fisik masih terlihat memerlukan penanganan lebih serius.


Pada akhir Ramadan 1447 H, Esti juga telah menyalurkan bantuan bagi warga kurang mampu di enam titik di Kota Yogyakarta sebagai bentuk kepedulian sosial partai.

Menurut dia, kader PDI Perjuangan harus terus hadir di tengah masyarakat, sebagaimana arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.


“Kader PDI Perjuangan harus bersama dengan masyarakat. Pesan Ibu Megawati, kita harus senantiasa menemani masyarakat kecil,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perbedaan waktu perayaan Idul Fitri tidak seharusnya menjadi persoalan, mengingat masyarakat Indonesia telah terbiasa menjaga toleransi antarumat beragama.


“Mari jaga toleransi dan keberagaman agar menjadi kekuatan untuk mempererat tali silaturahmi tanpa mengurangi esensi ibadah masing-masing,” kata Esti.


Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, mengapresiasi peran masyarakat dalam menjaga situasi kondusif selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.

Ia juga menyampaikan bahwa PDI Perjuangan telah membuka posko mudik di kawasan Giwangan untuk membantu masyarakat selama arus mudik.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan serta merawat kerukunan dan toleransi dalam menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri 1447 H,” kata Eko.(Red/Ant)

Peringati Nuzulul Qur’an 1447 H, Polda DIY Tekankan Integritas Dan Profesionalisme Personel

 


Yogyakarta,(GM) -- Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menyelenggarakan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H / 2026 M yang bertempat di Gedung Anton Soedjarwo, Mapolda DIY, Acara yang berlangsung khidmat dalam bentuk pengajian ini dihadiri oleh jajaran internal Polda DIY serta unsur FORKOPIMDA DIY Kamis, (12/3/2026). 


Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda DIY Brigjen Pol Edy Djunaedi, S.I.K., hadir membacakan sambutan tertulis Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. Peringatan tahun ini mengusung tema "Nuzulul Qur’an Menjadi Inspirasi bagi Pejabat Aparat dalam Meningkatkan Integritas dan Profesionalisme".  


Dalam amanatnya, Kapolda DIY menekankan bahwa turunnya Al-Qur’an di bulan Ramadhan bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan pedoman hidup yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, serta amanah. Beliau menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas penegakan hukum.  


"Integritas berarti kesesuaian antara perkataan dan perbuatan, antara kewenangan dan tanggung jawab, serta antara jabatan dan pengabdian. Tanpa integritas, profesionalisme tidak akan memiliki makna," tegas Kapolda dalam sambutan yang dibacakan Wakapolda DIY.  



Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat mentalitas spiritual personel Polri.


"Melalui peringatan Nuzulul Qur'an ini, kami berharap seluruh personel Polda DIY dapat mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagaimana arahan Bapak Kapolda, penguatan iman dan takwa adalah kunci untuk mewujudkan Polri yang PRESISI dan dicintai masyarakat," ujar Kombes Pol Ihsan.


Lebih lanjut, ditekankan bahwa profesionalisme Polri tidak hanya diukur dari kemampuan teknis operasional, tetapi juga dari komitmen moral untuk bekerja secara objektif, transparan, akuntabel, dan humanis. Momentum Nuzulul Qur’an ini pun dijadikan sarana introspeksi bagi seluruh personel untuk memastikan kewenangan yang dimiliki telah dijalankan sebagai amanah dan menjadi teladan bagi masyarakat.  


Di akhir sambutan, Kapolda mengajak seluruh personel Polda DIY untuk terus memperkuat integritas pribadi dan menjaga nama baik institusi. Dengan landasan iman dan takwa, diharapkan Polri mampu mewujudkan postur yang PRESISI, dipercaya masyarakat, serta senantiasa hadir sebagai solusi di tengah tantangan zaman.  


Acara pengajian peringatan Nuzulul Qur’an ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran tugas pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.(Rls/Ant)

Sinergi Pengamanan Mudik 2026 Danlanal Yogyakarta Sambut Kunker Menko Polkam Di YIA

 


Yogyakarta,(GM) -- Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel Marinir Hafied Indarwan, S.E., hadir secara langsung dalam penyambutan dan pengamanan Kunjungan Kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulon Progo, Rabu (04/03/2026).


Kehadiran Danlanal Yogyakarta merupakan wujud dukungan TNI AL dalam menjamin keamanan dan kelancaran agenda kunjungan kerja pemerintah pusat di wilayah DIY, khususnya dalam rangka peninjauan kesiapan arus mudik Lebaran 2026.


Dalam kegiatan tersebut, Menko Polkam menerima paparan terkait kesiapan operasional bandara, proyeksi penumpang, penguatan mitigasi bencana, serta sinergi lintas sektoral guna mewujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia.


Kehadiran unsur TNI AL menegaskan komitmen Lanal Yogyakarta untuk terus bersinergi dengan seluruh instansi terkait dalam mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.(Rls/Ant)

Polda DIY Dan Universitas Gajah Mada Sepakati Pembangunan Pusat Studi Kepolisian



Yogyakarta,(GM) -- Polda Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Universitas Gadjah Mada menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang pembangunan Pusat Studi Kepolisian, Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara institusi kepolisian dan dunia akademik dalam menjawab dinamika tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks. Rabu (4/3/2026). 


Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh Kapolda DIY Anggoro Sukartono, S.I.K., Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., jajaran pimpinan Universitas Gadjah Mada serta para Pejabat Utama Polda DIY.


Kapolda DIY dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan manifestasi komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan institusi kepolisian.


“Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan manifestasi konkret dari komitmen institusional untuk memperkuat sinergisitas antara dunia akademik dan institusi kepolisian dalam menjawab dinamika tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks,” ujar Kapolda.  



Kapolda menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap profesionalisme aparatur negara menuntut adanya pendekatan kepolisian yang berbasis riset, data, dan kajian ilmiah yang komprehensif.


Melalui pembangunan Pusat Studi Kepolisian, diharapkan dapat tercipta center of excellence yang berfungsi sebagai wadah pengembangan keilmuan, penelitian terapan, serta perumusan rekomendasi kebijakan strategis di bidang kepolisian. Kolaborasi ini juga menjadi ruang dialog konstruktif antara praktisi dan akademisi agar praktik kepolisian senantiasa selaras dengan prinsip good governance, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.  


Selain itu, pusat studi tersebut juga diharapkan mampu berkontribusi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pendidikan, pelatihan, seminar, publikasi ilmiah, serta kajian kebijakan yang relevan dengan kebutuhan organisasi kepolisian.


Sementara itu, Rektor UGM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda DIY atas kepercayaan yang diberikan kepada UGM untuk mengembangkan Pusat Studi Kepolisian. Menurutnya, kerja sama ini merupakan langkah yang sangat strategis dalam memperkuat sinergi antara pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik penegakan hukum.


UGM juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan pusat studi tersebut melalui kontribusi akademik, riset, serta penguatan jejaring keilmuan lintas disiplin. Diharapkan kerja sama ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan ilmu kepolisian serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Melalui kerja sama ini, Polda DIY dan UGM optimistis dapat mendorong terbangunnya ekosistem ilmu kepolisian yang lebih kuat, adaptif terhadap dinamika sosial, serta mendukung terwujudnya institusi Polri yang profesional dan semakin dipercaya masyarakat.(Rls/Ant)

Sungguh Mulia, Muhammad Suryo Siap Menanggung Biaya Rumah Sakit Hingga Biaya Sekolah Sampai Sarjana Kepada Anak Korban Kecelakaan

 


Yogyakarta, (GM) -- Muhammad Suryo siap bertanggung jawab atas musibah kecelakaan yang menimpanya dengan pengendara Jupiter MX, Aab Abdullah dan Deva yang menjadi korban kecelakaan pada Minggu (1/3) lalu.


Suryo, menyatakan akan menanggung semua biaya perawatan kedua korban sampai pulih dan juga siap membiayai sekolah Deva yang saat ini masih SD sampai menjadi sarjana.


Hal itu disampaikan Dandan, utusan Muhammad Suryo ketika mengunjungi Aab dan Deva di RSUD Wates, Kulon Progo, Selasa (3/3). 


Dandan dan rombongan ditemui langsung oleh keluarga korban dengan hangat dan penuh kekeluargaan.


"Kami diutus bapak Muhammad Suryo untuk menjenguk pak Aab dan dek Deva dan memastikan penanganan medis terhadap keduanya berjalan lancar. Kami menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa menjenguk sekarang, karena baru selesai prosesi pemakaman istri pak Suryo yang menjadi korban akibat kecelakaan ini," ucap Dandan kepada keluarga korban.


Ketika ditemui usai menjenguk, Dandan mengatakan bahwa kondisi Aab dan Deva sudah berangsur membaik. Keduanya sudah mendapat perawatan medis termasuk tindakan operasi.



"Alhamdulillah kondisi pak Aab dan dek Deva sudah membaik. Kami sudah komunikasi dengan dokter bahwa semua tindakan medis sudah dilakukan termasuk tindakan operasi," jelasnya.


Dandan menyampaikan permohonan maaf kepada korban. Pihaknya menegaskan siap bertanggungjawab. Segala bentuk pengobatan dan biaya hidup korban selama proses pengobatan selesai, akan ditanggung sepenuhnya oleh Muhammad Suryo. 


Pesan Suryo agar pengobatan Aab dan Deva dipindah ke Rumah Sakit JIH. Namun, keluarta Aab menolak karena pertimbangan jarak. Selain itu, penanganan di RSUD Wates juga sudah sangat baik.


Dandan juga menyampaikan pesan Suryo yang akan menanggung biaya pendidikan Deva sampai sarjana. Suryo juga telah memberikan santunan dan akan membelikan sepeda motor baru kepada korban.


"Kami sudah komunikasi dengan keluarga korban dan alhamdulillah disambut baik. Yang paling penting saat ini adalah pak Aab, dek Deva dan pak Suryo segera recover kembali dan bisa beraktivitas seperti sedia kala," jelasnya.


Dalam kesempatan itu, Suryo sempat melakukan video call dengan korban. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan meminta doa untuk almarhum istrinya, Anis Syarifah.


"Bapak, saya mohon maaf ya. Kalau istri saya ada salah, saya mohon maaf. Tidak ada yang menginginkan semua ini," ucap Suryo saat video call.


Suryo juga ingin menjadikan Aab, Ratih dan Deva menjadi keluarga.


"Semoga kita bisa jadi keluarga. Mulai hari ini saya menganggap panjenengan keluarga saya. Sekali lagi saya mohon maaf," katanya.


"Iya pak, sama-sama ya pak. Saya juga minta maaf atas kelalaian suami saya. Kami turut berduka atas kepergian istri bapak. Semoga bapak juga lekas membaik," ucap Ratih (35) ibunda Deva.


Ratih juga menyampaikan terimakasih kepada Muhammad Suryo dan HS yang telah bertanggungjawab terhadap musibah yang menimpa keluarganya. Ia mengatakan, semua biaya perawatan suami dan anaknya sudah ditanggung sepenuhnya oleh Suryo dan HS.


"Responnya baik, sejak kejadian itu, malamnya sudah ada utusan pak Suryo yang datang untuk menangani semuanya. Memastikan suami dan anak saya ditangani dengan baik termasuk dirawat di ruang VIP," jelasnya.

(Rls/Ant)

Pengusaha Muda Kelahiran Lampung Mengalami Kecelakaan : Kini Masih Dalam Perawatan Intensif Di RS JIH Yogyakarta

 


Yogyakarta, (GM) -- Pemilik Surya Group, produsen rokok HS Magelang Muhammad Suryo saat ini masih dirawat intensif di RS JIH Yogyakarta.

Suryo mengalami kecelakaan maut saat mengendarai motor Harley Davidson bersama istrinya, Anis Syarifah. 

Moge yang dikendarai menabrak pengendara motor Yamaha Jupiter M  di Jalan Nasional Purworejo-Wates, tepatnya perempatan dekat BRI Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Minggu sore (1/3/2026).

Akibat kejadian itu, sang istri Anis Syarifah, meninggal dunia.

Sedangkan pengendara Jupiter MX, seorang laki-laki warga sekitar TKP yang belum diketahui identitasnya, berboncengan dengan anaknya mengalami luka-luka dan diawat di RSUD Wates

Lalu siapa sosok Muhammad Suryo?

Muhammad Suryo adalah pengusaha kelahiran Lampung, 27 Maret 1984.

Masa kanak-kanaknya hingga SMA dihabiskan di Lampung Timur, sebelum orang tuanya harus migrasi ke Bengkulu.Kemudian ia melanjutkan pendidikan sarjana di Yogyakarta sekaligus tempat merintis bisnisnya.


Berawal dari usaha air isi ulang, berkembang ke bisnis konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya.

Pada 2024, Suryo membuka pabrik rokok HS di Salam, Kabupaten Magelang.

Ia memulai dengan hanya 30 buruh linting Keuletannya menjadikan HS berkembang pesat.


Beliau dikenal memiliki pola perekrutan karyawan yang unik tak peduli ijazah yang penting kemauan belajar.

Dalam menerima karyawan, Suryo tidak mensyaratkan pendidikan minimal, batas usia, atau bahkan pengalaman.

“Itu karena ingat diri saya sendiri yang mulai dari nol tanpa koneksi dan pengalaman. Banyak orang menganggur karena terbentur pengalaman kerja, maka saya ingin memberi kesempatan pada yang mau belajar,” ujarnya.


Setelah sukses membangun pabrik rokok di Magelang, pengusaha sukses ini tak lupa pada tanah kelahirannya, Dia pun mewujudkan baktinya dengan membangun pabrik rokok seluas dua hektare di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur.

Saat ini proses pembangunan pabrik baru HS telah dimulai.


Pria kelahiran Desa Sadar Sriwijaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, itu menargetkan pabrik bisa beroperasi tahun ini.

“Targetnya Maret pabrik sudah jadi dan April mulai perekrutan karyawan, kita membutuhkan 3000 tenaga kerja,” katanya


Pemilihan Lampung bukan hanya karena tanah kelahiran Suryo, tapi juga untuk memberi ruang untuk membuka lapangan pekerjaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat lampung.

“Semoga kehadiran HS dapat bermanfaat bagi daerah, membuka lapangan kerja, dan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Alumni SMPN 2 Tanjung Bintang, Lampung Selatan itu.


Alasan membangun pabrik di Lampung Timur, lanjut Suryo, karena ia ingin melihat daerah tempatnya lahir berkembang.

"Sejak saya kecil dulu di sana tingkat penganggurannya tinggi, teman-teman saya dulu banyak merantau di Jakarta. Maka biar teman-teman di sana bisa bekerja, saya ingin berkontribusi dengan pabrik HS,” katanya.

Seperti juga di Magelang, Suryo mengatakan akan memprioritaskan warga sekitar pabrik sebagai karyawan.

Termasuk juga memberi kesempatan pada pekerja disabilitas. Untuk meningkatkan skill, para pekerja akan dilatih tenaga professional. Mulai cara memilih daun tembakau, melinting hingga memahami standar mutu rokok. “Kami juga memberi uang saku tiga ratus ribu rupiah selama proses training,” katanya.


Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut melibatkan motor Harley Davidson dan sepeda motor Jupiter MX, terjadi di Jalan Nasional Purworejo-Wates, tepatnya perempatan dekat BRI Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Minggu sore (1/3/2026).

Berdasar sumber di lapangan, terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah Muhammad Suryo, yang dikenal sebagai pemilik rokok ‘HS’ mengendarai moge berboncengan dengan istrinya, Anis Syarifah, 41.

Sedangkan pengendara Jupiter MX, seorang laki-laki warga sekitar TKP yang belum diketahui identitasnya, berboncengan dengan anaknya.


Seorang saksi

Lanal Yogyakarta Perketat Pengawasan Perangkat Digital Prajurit dan PNS Guna Cegah Judi Online



Yogyakarta, (GM) -- Dalam rangka memerangi maraknya praktik judi online yang dinilai dapat menggerus disiplin, moral, serta integritas prajurit, Lanal Yogyakarta melaksanakan pengawasan internal melalui pemeriksaan perangkat digital (handphone) terhadap seluruh prajurit dan PNS, (02/03/2026). 


Kegiatan pengamanan dan pengawasan tersebut dilaksanakan pada hari ini bertempat di Lapangan Apel Mako Lanal Yogyakarta. Pemeriksaan dipimpin oleh Palaksa Lanal Yogyakarta, Letkol Laut (T) Wahyu B, S.T., dan diikuti oleh seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, serta PNS Lanal Yogyakarta.



Komandan Lanal Yogyakarta, Kolonel Hafied Indarwan, S.E., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pimpinan dalam menjaga profesionalisme dan kehormatan prajurit TNI AL di tengah tantangan penyalahgunaan teknologi informasi. Melalui pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan seluruh personel semakin bijak dalam menggunakan perangkat digital dan tidak terjerumus pada aktivitas ilegal seperti judi online yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun institusi.


Melalui kegiatan ini, Lanal Yogyakarta menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hukum dan disiplin, sekaligus memperkuat pembinaan personel guna mewujudkan prajurit TNI AL yang profesional, berintegritas, dan siap mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut.(Red/Ant)

DPP FJI Kecam Pernyataan Menteri Agama Yang Anggap Zakat Tidak Populer

 


Yogyakarta, (GM) -- Beredarnya video pernyataan menteri Agama K.H.Nasarudin Umar, dalam sebuah kanal YouTube CNBC Indonesia, yang menyiarkan Kelola Dana Umat, dimana dalam pernyataan trrsebut Menteri Agama menyampaikan bahwa negara yang mau maju harus meninggalkan zakat karena tidak populer Sabtu, (28/2/2026).


Pernyataan tersebut membuat Ketua DPP FJI Yogyakarta mengecam pernyataan tersebut. 

Sehubungan dengan pernyataan dari Menteri Agama Republik Indonesia (KH Nasaruddin Umar) yang menyebutkan bahwa zakat "tidak populer", kami Dewan Pimpinan Pusat Front Jihad Islam (DPP FJI) menyampaikan tanggapan sebagai bentuk protes, keberatan terhadap Statment Mentri Agama terkait zakat tidak populer.


1. Bahwa Zakat merupakan rukun Islam ketiga yang memiliki dasar teologis, yuridis, dan sosial yang sangat kuat. Oleh karena itu, zakat bukan sekadar persoalan popularitas, melainkan kewajiban agama yang melekat bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat (muzaki). Dalam praktiknya, potensi zakat di Indonesia sangat besar dan terus menunjukkan peningkatan penghimpunan dari tahun ke tahun melalui berbagai lembaga resmi.


2. Bahwa apabila terdapat pandangan bahwa zakat belum optimal atau belum menjadi arus utama dalam sistem ekonomi nasional, hal tersebut seharusnya. menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat literasi zakat, tata kelola, transparansi, serta integrasi dengan program pengentasan kemiskinan, bukan dimaknai sebagai kurangnya minat masyarakat terhadap zakat itu sendiri.


3. Bahwa kami memandang penting bagi pemerintah, khususnya Kementerian Agama, untuk terus mendorong edukasi, inovasi digitalisasi pengumpulan zakat, serta sinergi dengan lembaga amil zakat agar kepercayaan publik


semakin meningkat. Dengan langkah tersebut, zakat dapat berperan strategis dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat


4. Bahwa Narasi yang berkembang di ruang publik hendaknya disampaikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah ummat. Zakat adalah instrumen ibadah sekaligus sosial ekonomi yang telah terbukti membantu mustahik dan memperkuat solidaritas sosial


Demikian tanggapan ini kami sampaikan sebagai bentuk protes, keberatan sekaligus. masukan konstruktif. Besar harapan kami agar pengelolaan zakat di Indonesia semakin maju, profesional, dan memberi manfaat luas bagi bangsa dan negara. tutup Abdurrahman selaku Ketua DPP FJI Yogyakarta.

(Rls/Ant).

Lanal Yogyakarta Gelar Program Laut Bersih di Pantai Samas Bentuk Lestarikan Ekosistem Pesisir



Yogyakarta, (GM) -- Cuaca bukan menjadi penghalang bagi Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta untuk melaksanakan kegiatan Program Laut Bersih (Prolasih) di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Jumat (27/02/2026).


Kegiatan tersebut tetap dilaksanakan meskipun diguyur hujan sebagai wujud kepedulian dan komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan laut dan pesisir, sekaligus melaksanakan Taklimat Presiden RI Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).



Pelaksanaan Prolasih melibatkan prajurit dan PNS TNI AL, Ibu Jalasenastri, prajurit Koramil Sanden, Satpolairud Bantul, serta masyarakat setempat. Sasaran kegiatan difokuskan pada pembersihan sampah di sepanjang area pantai dan lingkungan sekitarnya guna mengurangi pencemaran laut, khususnya sampah plastik yang berpotensi merusak ekosistem pesisir.


Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel Marinir Hafied Indarwan, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan Program Laut Bersih merupakan program rutin TNI AL yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat seluruh peserta untuk tetap melaksanakan kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim.


Melalui kegiatan Prolasih ini, diharapkan terwujud lingkungan Pantai Samas yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sekaligus memperkuat sinergi antara TNI AL dan masyarakat dalam menjaga kelestarian wilayah pesisir.(Rls/Ant)

Merasa Dizolimi BBWSO, Penambang Rakyat Di Kali Progo Mulai Geram Dengan Regulasi Konyol

 


Yogyakarta,(gm) -- Nasib penambang pasir rakyat makin terjepit. Mereka yang sudah puluhan tahun bekerja dengan keringat, kini seakan menjadi penjahat di tanah kelahiran sendiri. Bukan karena merusak, bukan karena melanggar aturan, tetapi karena perizinan yang sengaja dipersulit.


Pengajukan izin seakan akan di persulit dan  jawabannya berputar-putar. Dinas terkait seolah tuli, BBWSO pun bungkam. Tetapi saat investor besar datang dengan modal triliunan, pintu izin terbuka lebar, lengkap dengan karpet merah. Bukankah ini wajah nyata negeri yang tajam ke bawah, tumpul ke atas?


Fakta itu makin terang dalam undangan audensi PPPS (Paguyuban Penambang Pasir Sungai) dengan BBWSO DIY pada Rabu (10/9/2025). Di surat resmi undangan, tercantum jelas bahwa kepala BBWSO akan hadir bersama pejabatnya. Namun, pada hari H, kepala dinas justru tidak datang karena ada tugas ke Jakarta. Audensi yang seharusnya menjadi ruang dialog akhirnya hanya diwakilkan oleh staf.


Permintaan maaf memang disampaikan, tapi kekecewaan para pengurus PPPS tidak bisa ditutupi dan perwakilan dari Penambang akhirnya berpamitan pulng.



“Kami sangat kecewa karena kita sudah diundang dan datang ke sini untuk beraudensi mencari titik temu tentang Rekomtek, dan di surat undangan jelas tertulis kepala dinas BBWSO akan hadir tapi nyatanya zonk,” tegas Agung, Ketua PPPS, sebelum acara ditutup.


Nada kekecewaan serupa datang dari Umar, salah satu pengurus sekaligus koordinator PPPS. Saat dihubungi Kamis (11/9/2025), Umar mengungkapkan, “Kami sudah jemu cuma di-ontang-antingkan yang gak ada kejelasan. Saat kita gelar aksi di kepatihan kita dijanjikan dalam satu bulan izin akan turun, tapi nyatanya sampai saat ini belum ada kejelasan. Bahkan audensi yang dijanjikan dengan kepala BBWS, ternyata beliau juga tidak hadir.


Di sisi lain, perusahaan bermodal besar dengan mudah mendapat restu. Eksploitasi berskala industri justru diakomodasi, meski dampaknya terhadap lingkungan jauh lebih parah dibandingkan penambang rakyat. Inilah wajah ketimpangan yang menohok: wong cilik kian termarjinalkan, sementara mereka yang berduit diberi legalitas.


Padahal, bantaran Kali Progo bukan monopoli penguasa atau segelintir investor. Ia adalah ruang hidup rakyat, tempat tradisi dan nafkah melekat selama puluhan tahun.


Membunuh mata pencaharian penambang pasir rakyat sama saja dengan merenggut hak hidup keluarga-keluarga kecil yang hanya ingin makan dari keringatnya sendiri.


Kita tidak sedang bicara sekadar pasir, tapi tentang keadilan sosial. Tentang hak rakyat kecil untuk hidup layak di tanah kelahirannya sendiri. Jika negara abai, maka jeritan di tepian Progo akan terus menggema, menjadi tanda bahwa keadilan itu masih jauh dari kata nyata.

(Red/Ant) 

Kapolda DIY Pimpin SertijabTiga jabatan strategis, AKBP Prof. Dr. Saprodin, S.H., M.H., Resmi menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda DIY



Yogyakarta, (gm) -- Polda DIY kembali melakukan rotasi pejabat utama dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar Senin pagi (14/7/2025) di Gedung Anton Soedjarwo, Mapolda DIY. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., dan dihadiri oleh jajaran pejabat utama, Bhayangkari, serta perwakilan personel satuan kerja Polda DIY.


Tiga jabatan strategis yang diserahterimakan yaitu Irwasda, Dirreskrimsus, dan Kapolresta Yogyakarta.


Brigjen Pol Ady Wibowo, S.I.K., M.Si., yang sebelumnya menjabat sebagai Irwasda Polda DIY, kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Auditor Kepolisian Utama Tingkat II di Slog Polri. Posisi Irwasda Polda DIY kini diisi oleh Kombes Pol I Gusti Ngurah Rai Mahaputra, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Tingkat II Itwasum Polri.


Sementara itu, tongkat estafet jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus diserahkan oleh Kombes Pol Dr. Wirdhanto Hadicaksono, S.H., S.I.K., M.Si., yang kini dipromosikan sebagai Dirreskrimsus Polda Jawa Barat. Penggantinya adalah AKBP Prof. Dr. Saprodin, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat posisi yang sama di Polda Sulawesi Barat.



Untuk jabatan Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma, S.I.K., M.H. resmi menyerahkan jabatan kepada Kombes Pol Eva Guna Pandia, S.I.K., M.M., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Karolog Polda Papua Barat. Aditya kini mengemban tugas baru sebagai Kasubditpam VIP Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri.


Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa mutasi dan rotasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi Polri.


“Mutasi ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri tertanggal 24 Juni 2025. Ini adalah proses alamiah dalam tubuh Polri untuk pengembangan karier dan peningkatan kinerja organisasi,” jelasnya.


Lebih lanjut, Ihsan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama  bertugas di Polda DIY serta tak lupa mengucapkan selamat datang kepada para pejabat yang baru, semoga dapat segera menyesuaikan dengan kondisi dan karakteristik wilayah DIY.


Ihsan juga menegaskan bahwa seluruh pejabat yang mendapatkan amanah baru merupakan sosok terbaik dan berpengalaman di bidangnya.


“Mereka adalah sosok-sosok berpengalaman. Dengan kehadiran pejabat baru ini, diharapkan pelayanan masyarakat dapat semakin meningkat,” tambahnya.Rls/Ananta

Kejurda Inkanas Piala Kapolda DIY Resmi Dibuka 26 Kontingen Siap Berlaga



Yogyakarta, (gm) -- Kejuaraan Daerah (Kejurda) Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) DIY “Piala Kapolda DIY” 2025 resmi dibuka oleh Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono, S.I.K., di Gedung Olah Raga Pangukan, Sleman, Sabtu (12/7). 


Sebanyak 26 kontingen dari seluruh kota dan kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta siap bertanding dalam ajang tahunan ini.


Pembukaan Kejurda ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Kapolda DIY yang didampingi Ketua Forki Sleman H.M. Yazid, serta pejabat utama Polda DIY. 


Dalam kejuaraan ini akan mempertandingkan beberapa kelas kategori Kata dan Kumite untuk semua kelompok umur.



Dalam sambutannya, Kapolda DIY yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Inkanas Pengda DIY memberikan apresiasi atas kerja keras Pengda Inkanas DIY dan jajaran staf Polda DIY dalam menyelenggarakan event ini. 


“Kejurda ini menjadi wadah penting untuk mengukur kemampuan atlet dari berbagai Dojo dan ranting, sekaligus media evaluasi pembinaan prestasi secara berjenjang dan berkelanjutan,” ucapnya. 


Irjen Anggoro berharap seluruh atlet, pelatih, dan juri dapat menjalankan kejuaraan ini secara profesional dan sportif. 


“Kepada para atlet, saya ucapkan selamat bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik serta junjung tinggi sportivitas dan semangat juang,” ujarnya.


Selain sebagai ajang kompetisi, Kejurda Inkanas juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan antar atlet. 


“Inkanas bukan hanya soal pertandingan, tapi juga wadah pembinaan kedisiplinan remaja untuk membangun mental yang kuat dan mandiri,” tambahnya.


Setelah pembukaan, Kapolda DIY menyerahkan piagam penghargaan kepada atlet dan official yang telah berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. 


Kejurda Inkanas Piala Kapolda DIY 2025 pun resmi bergulir, membuka peluang para atlet daerah untuk menorehkan prestasi gemilang.(Reed/Ant)

Rangkaian Bulan Bakti Polri Dalam Menyambut Hari Bhayangkara Ke-79 Ratusan Personel Gabungan Polda DIY Dan Polresta Yogyakarta Sambangi Sungai Code

 


Yogyakrta,(gm) -- Di tengah derasnya arus Sungai Code yang mengalir di jantung kota, tampak kekompakan dan kebersamaan antara personel Polda DIY, Polresta Yogyakarta dan masyarakat sekitar yang bahu membahu membersihkan sampah campuran yang mengotori sungai code dan sepanjang alirannya, (Jumat, 20 Juni 2025). 


Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Bulan Bakti Polri dalam menyambut hari Bhayangkara ke-79 dan juga sebagai bentuk kepedulian Polri untuk ikut menjaga lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.


Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas antusiasnya untuk turut serta bersama personel Polda DIY dan Polresta Yogyakarta melaksanakan kegiatan gotong royong.


“Kegiatan hari ini, bukan hanya sekedar aksi bersih-bersih mengumpulkan sampah, tetapi juga dapat membangun kesadaran kita semua tentang pentingnya pengelolaan sampah secara bertanggungjawab” tambahnya. 


Kombes Ihsan menambahkan bahwa Ini adalah wujud nyata aparat dan masyarakat bisa bersinergi, saling melengkapi dan bekerjasama untuk mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari. 


“Semangat dan budaya bersih seperti ini harus selalu kita tumbuhkan, karena lingkungan dan sungai yang bersih adalah cerminan masyarakat yang peduli akan lingkungan,” ujarnya.


Dalam kegiatan penuh semangat kebersamaan tersebut, sebanyak puluhan karung sampah campuran berhasil dikumpulkan dari dalam sungai maupun sepanjang aliran Sungai Code. 


Sampah ini nantinya akan dikelola dan dibuang dengan baik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.


“Gotong royong ini bukan hanya sekedar kegiatan simbolis, tetapi diharapkan dapat terus dilaksanakan agar mampu menumbuhkan budaya hidup bersih dan memupuk rasa kebersamaan untuk menjaga dan bertanggung jawab dengan lingkungan yang ada di sekitar kita,” tutupnya.(Rsl/Ananta)

Polda DIY Tetapkan 7 Tersangka Mafia Tanah Yang Rugikan Mbah Tupon Rp3,5 Miliar



Yogyakrta,(gm) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY bersama Bidang Humas Polda DIY menggelar konferensi pers pada Jumat (20/6/2025) terkait pengungkapan kasus penipuan dan penggelapan dengan modus pecah bidang tanah. 


Kasus ini melibatkan manipulasi atas dua Sertifikat Hak Bangunan milik Tupon Hadi Suwarno (Mbah Tupon) seluas total 1.947 m² di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. 


“Kasus ini menjadi potret kejahatan mafia tanah yang memanfaatkan kondisi korban yang sudah lanjut usia, tidak bisa baca tulis, serta terganggu pendengarannya,” jelas Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Idham Mahdi, S.I.K., M.A.P..


Dalam kasus ini, tujuh tersangka telah ditetapkan, di antaranya BR (60), Tk (54), VW (50), Ty (50), MA (47), IF (46), dan AH (60). Mereka bekerja sama menggunakan akta palsu, memalsukan tandatangan, hingga menjadikan sertifikat sebagai agunan kredit bank.


“Salah satu pelaku, MA, bahkan berhasil mendapatkan kredit hingga Rp2,5 miliar atas nama sertifikat hasil manipulasi,” ujar Idham.


Modus kejahatan dimulai sejak tahun 2022, ketika BR meminta sertifikat milik Mbah Tupon untuk alasan pecah bidang dan wakaf jalan. Namun belakangan diketahui, dokumen yang ditandatangani korban merupakan akta jual beli palsu tanpa kesepakatan jual beli yang sah. 


"Kami menemukan bahwa AJB dibuat secara fiktif oleh oknum PPAT dan notaris tanpa kehadiran pihak yang sebenarnya," tegasnya.


Akibat perbuatan para pelaku, dua sertifikat milik Mbah Tupon kini telah berpindah nama dan menjadi jaminan pinjaman, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp3,5 miliar.


Polda DIY menjerat para tersangka dengan pasal berlapis, mulai dari penipuan, penggelapan, pemalsuan dokumen, hingga tindak pidana pencucian uang. 


“Pasal-pasal yang dikenakan memiliki ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara,” ungkapnya.


Polda DIY menyampaikan komitmennya memberantas mafia tanah secara tuntas. 


“Kami tidak akan mentolerir tindakan serupa. Bagi masyarakat yang merasa dirugikan atau mengetahui praktik seperti ini, kami imbau segera melapor ke kantor polisi terdekat atau langsung ke Polda DIY,” pungkas Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K.(Rls/Ant)

Laksanakan Patroli Malam Ditsamapta Polda DIY Amankan 83 Botol Berbagai Macam Miras di Mantrijeron

 

                 

Yogyakarta,(GM) -- Laksanakan patroli malam rutin, Personel Ditsamapta Polda DIY berhasil mengamankan 83 botol minuman keras (miras) di wilayah Mantrijeron, Kota Yogyakarta. 


Penindakan ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan yang mengarah pada peredaran miras tanpa izin.


Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyebutkan seusai mendapati laporan tersebut, personel pun segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. 


“Dari hasil pemeriksaan, berhasil mengamankan tersangka VV (Perempuan, 20 Th) serta puluhan botol miras berbagai merek yang tidak memiliki izin edar resmi dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 6.335.000,00,” tambahnya. 


Kabidhumas menambahkan bahwa kasus ini sedang diproses melalui tindak pidana ringan (tipiring) sesuai ketentuan hukum yang berlaku oleh Ditsamapta Polda DIY. 


“Saat ini sedang ditahap pemberkasan yang nantinya diajukan ke Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta,” tambahnya. 


“Ini merupakan bagian dari langkah preventif Polda DIY dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya pada malam hari, ucapnya. 


Lebih lanjut, Kombes Ihsan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah peduli dan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian.


“Kami mengucapkan terima kasih atas laporan yang disampaikan masyarakat. Ini adalah bukti bahwa sinergitas antara masyarakat dan kepolisian berjalan dengan baik dalam upaya pemberantasan miras,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.


Polda DIY berkomitmen untuk terus melakukan patroli dan menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum demi terciptanya kamtibmas yang kondusif.


“Mari bersama kita upayakan berantas miras untuk ciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari miras,” tutupnya.(Rls/Ant)

Brigjen Pol Anggoro Sukartono Mengemban Hari ini Menerima Tongkat Komando Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan



Yogyakarta,(GM) -- Polda DIY menyambut kedatangan Kapolda baru, Brigjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., dengan prosesi pedang pora yang berlangsung khidmat di Mapolda DIY, Rabu (18/3/2024). Penyambutan ini menjadi simbol estafet kepemimpinan setelah sebelumnya dilaksanakan serah terima jabatan (sertijab) di Mabes Polri, Jakarta, pada (14/3/2025).


Adapun mutasi tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor ST/488/III/KEP./2025 tertanggal 12 Maret 2025.


Sebelum tiba di Yogyakarta, Brigjen Pol Anggoro Sukartono terlebih dahulu mengikuti prosesi sertijab di Mabes Polri yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Dalam acara tersebut, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., resmi menyerahkan jabatannya sebagai Kapolda DIY sebelum mengemban tugas baru sebagai Asisten Kapolri Bidang Logistik.


Brigjen Pol Anggoro Sukartono sendiri sebelumnya menjabat sebagai Karo Paminal Divpropam Polri. Dengan pengalaman tersebut, beliau diharapkan dapat membawa kepemimpinan yang tegas dan berintegritas dalam menjaga keamanan serta meningkatkan pelayanan masyarakat di wilayah Daerah istimewa Yogyakarta.


Setibanya di Mapolda DIY, Brigjen Pol Anggoro Sukartono langsung disambut dengan tradisi pedang pora. Irjen Pol Suwondo Nainggolan turut hadir mendampingi dalam tradisi tersebut. Selanjutnya, upacara welcome parade turut diselenggarakan, di mana jajaran pejabat utama dan personel Polda DIY berbaris rapi menyambut kedatangan Kapolda baru dengan semangat dan antusiasme tinggi.


Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan dan dukungan penuh kepada Kapolda baru dalam menjalankan tugasnya.


Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menegaskan bahwa penyambutan ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Yogyakarta.


“Tradisi penyambutan ini merupakan wujud penghormatan serta dukungan penuh kepada Kapolda baru. Kami yakin, di bawah kepemimpinan Brigjen Pol Anggoro Sukartono, Polda DIY akan semakin solid dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Ihsan.


Kabidhumas menyebutkan bahwa kedatangan Brigjen Anggoro di Polda DIY hari ini akan melaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari penyambutan yang dilanjutkan farewell parade, kemudian laporan kesatuan bersama Pejabat Utama dan Kapolres/Ta Jajaran serta kegiatan silaturahmi Kapolda DIY dengan masyarakat.


“Artinya pada hari ini Irjen Pol Suwondo Nainggolan yang telah berdedikasi selama 2 tahun 5 bulan di Yogyakarta ini secara resmi akan meninggalkan Polda DIY untuk menduduki jabatan baru yakni Asisten Logistik Kapolri,” tambahnya.


Lebih lanjut, Kabidhumas menyebutkan Kapolda baru yakni Brigjen Pol Anggoro Sukartono secara resmi melanjutkan kepemimpinan di Polda DIY untuk melaksanakan tugas menjaga kamtibmas di DIY.


“Dengan kepemimpinan baru, semoga kedepan Polda DIY semakin profesional dan responsif dalam menghadapi tantangan keamanan serta terus bersinergi dengan masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Yogyakarta,” tutupnya.(Ananta)

Polda DIY Gelar Shalat Ghaib Untuk 3 Anggota Polri Yang Gugur Dalam Tugas Di Way Kanan



Yogyakarta,(GM) -- Polda DIY menggelar Shalat Ghaib di Masjid Babussalam sebagai bentuk duka cita dan penghormatan atas gugurnya tiga anggota Polri terbaik dalam pelaksanaan tugas di Kabupaten Way Kanan, Lampung, pada Selasa (18/3).


Ketiga anggota yang gugur dalam tugas tersebut adalah IPTU Lusiyanto, S.H., yang menjabat sebagai Kapolsek Negara Batin Polres Way Kanan, Bripka Petrus Apriyanto yang bertugas sebagai anggota Polsek Negara Batin Polres Way Kanan, serta Bripda M. Ghalib Surya Ganta, S.H., yang merupakan anggota Sat Reskrim Polres Way Kanan.


Shalat Ghaib ini diikuti oleh seluruh personel Polda DIY dan dilaksanakan di jajaran Polres dan Polsek sebagai bentuk solidaritas dan doa bagi para almarhum yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.


Dalam kesempatan ini, Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya ketiga anggota Polri tersebut.


“Kami keluarga besar Polda DIY turut berduka cita sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga anggota terbaik Polri dalam tugas di Way Kanan, Lampung. Mereka adalah prajurit Bhayangkara sejati yang mengorbankan jiwa dan raga demi keamanan masyarakat. Kami berdoa semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Perjuangan mereka akan terus kami lanjutkan sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.”(Rls/Ant)

Remaja Asal Jakarta Diduga Jadi Dalang Kebakaran Tiga Gerbong Di Stasiun Tugu



Yogyakarta,(GM) -- Tiga rangkaian gerbong kereta api (KA) yang terparkir di Stasiun Tugu Yogyakarta hangus terbakar pada Rabu, 12 Maret 2025, sekitar pukul 06.44 WIB. Insiden kebakaran ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Stasiun Tugu merupakan salah satu stasiun utama dan tersibuk di Yogyakarta. Kobaran api yang melahap tiga gerbong tersebut sempat menciptakan kepanikan di sekitar stasiun dan mengganggu operasional perjalanan kereta api.


Polisi bergerak cepat dalam menyelidiki kasus ini. Hanya dalam hitungan jam, seorang terduga pelaku berhasil diamankan. Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi mengungkapkan bahwa pelaku berinisial M (17), seorang remaja asal Jakarta, ditangkap di kawasan Malioboro tidak lama setelah kebakaran terjadi. "Dari hasil olah TKP dan didukung oleh keterangan Labfor, personel Ditreskrimum Polda DIY dan Polresta Yogyakarta berhasil mengamankan satu orang laki-laki berinisial M warga Jakarta," ujar Endriadi kepada wartawan, Kamis (13/3).


Penangkapan ini bermula dari rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan di sekitar gerbong sebelum kebakaran terjadi. Rekaman tersebut memperlihatkan sosok M yang mondar-mandir di sekitar lokasi kebakaran. Berdasarkan rekaman dan hasil olah TKP, tim kepolisian segera melakukan pengejaran hingga akhirnya menangkap M di kawasan Malioboro. "Kita tangkap di daerah Malioboro sesaat setelah peristiwa kebakaran. Ada (bukti) CCTV, hasil Labfor, berkesesuaian semua. Hasil keterangan dia juga," ungkap Endriadi.


Lebih lanjut, Endriadi menjelaskan bahwa M diduga kuat membakar tiga gerbong KA tersebut dengan cara yang cukup sederhana namun berbahaya. "Awalnya M ini membakar kertas kardus menggunakan korek api. Api dari kertas itu kemudian digunakan untuk membakar gerbong yang sedang terparkir," jelasnya. M masuk ke dalam gerbong, menyalakan api pada kardus, dan meninggalkannya begitu saja hingga api dengan cepat menyebar dan melahap seluruh gerbong.


Motif dari tindakan nekat ini masih dalam penyelidikan. Polisi belum memberikan keterangan pasti apakah tindakan ini berkaitan dengan masalah pribadi atau ada unsur lain yang melatarbelakanginya. "Saat ini kami masih mendalami motif pelaku. Yang jelas, tindakan ini sangat membahayakan dan menimbulkan kerugian besar," tegas Endriadi.


Akibat kejadian ini, operasional di Stasiun Tugu sempat terganggu dan menimbulkan kerugian materil yang cukup besar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun tiga gerbong mengalami kerusakan parah dan tidak bisa digunakan kembali. Proses evakuasi dan pembersihan sisa kebakaran masih terus dilakukan oleh petugas.


Kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. "Kami akan mendalami motif pelaku dan menindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," tutup Endriadi. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak tentang pentingnya pengawasan ketat di area publik, terutama di fasilitas transportasi utama seperti stasiun kereta api di Stasiun Tugu


Yogyakarta–GM,- Tiga rangkaian gerbong kereta api (KA) yang terparkir di Stasiun Tugu Yogyakarta hangus terbakar pada Rabu, 12 Maret 2025, sekitar pukul 06.44 WIB. Insiden kebakaran ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Stasiun Tugu merupakan salah satu stasiun utama dan tersibuk di Yogyakarta. Kobaran api yang melahap tiga gerbong tersebut sempat menciptakan kepanikan di sekitar stasiun dan mengganggu operasional perjalanan kereta api.


Polisi bergerak cepat dalam menyelidiki kasus ini. Hanya dalam hitungan jam, seorang terduga pelaku berhasil diamankan. Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi mengungkapkan bahwa pelaku berinisial M (17), seorang remaja asal Jakarta, ditangkap di kawasan Malioboro tidak lama setelah kebakaran terjadi. "Dari hasil olah TKP dan didukung oleh keterangan Labfor, personel Ditreskrimum Polda DIY dan Polresta Yogyakarta berhasil mengamankan satu orang laki-laki berinisial M warga Jakarta," ujar Endriadi kepada awak Grakmedia.com, Kamis (13/3).


Penangkapan ini bermula dari rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan di sekitar gerbong sebelum kebakaran terjadi. Rekaman tersebut memperlihatkan sosok M yang mondar-mandir di sekitar lokasi kebakaran. Berdasarkan rekaman dan hasil olah TKP, tim kepolisian segera melakukan pengejaran hingga akhirnya menangkap M di kawasan Malioboro. "Kita tangkap di daerah Malioboro sesaat setelah peristiwa kebakaran. Ada (bukti) CCTV, hasil Labfor, berkesesuaian semua. Hasil keterangan dia juga," ungkap Endriadi.


Lebih lanjut, Endriadi menjelaskan bahwa M diduga kuat membakar tiga gerbong KA tersebut dengan cara yang cukup sederhana namun berbahaya. "Awalnya M ini membakar kertas kardus menggunakan korek api. Api dari kertas itu kemudian digunakan untuk membakar gerbong yang sedang terparkir," jelasnya. M masuk ke dalam gerbong, menyalakan api pada kardus, dan meninggalkannya begitu saja hingga api dengan cepat menyebar dan melahap seluruh gerbong.


Motif dari tindakan nekat ini masih dalam penyelidikan. Polisi belum memberikan keterangan pasti apakah tindakan ini berkaitan dengan masalah pribadi atau ada unsur lain yang melatarbelakanginya. 


"Saat ini kami masih mendalami motif pelaku. Yang jelas, tindakan ini sangat membahayakan dan menimbulkan kerugian besar," tegas Endriadi.


Akibat kejadian ini, operasional di Stasiun Tugu sempat terganggu dan menimbulkan kerugian materil yang cukup besar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun tiga gerbong mengalami kerusakan parah dan tidak bisa digunakan kembali. Proses evakuasi dan pembersihan sisa kebakaran masih terus dilakukan oleh petugas.


Kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. "Kami akan mendalami motif pelaku dan menindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," tutup Endriadi. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak tentang pentingnya pengawasan ketat di area publik, terutama di fasilitas transportasi utama seperti stasiun kereta api.(Red/Ant)