Tampilkan postingan dengan label YOGYAKARTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YOGYAKARTA. Tampilkan semua postingan

Sungguh Mulia, Muhammad Suryo Siap Menanggung Biaya Rumah Sakit Hingga Biaya Sekolah Sampai Sarjana Kepada Anak Korban Kecelakaan

 


Yogyakarta, (GM) -- Muhammad Suryo siap bertanggung jawab atas musibah kecelakaan yang menimpanya dengan pengendara Jupiter MX, Aab Abdullah dan Deva yang menjadi korban kecelakaan pada Minggu (1/3) lalu.


Suryo, menyatakan akan menanggung semua biaya perawatan kedua korban sampai pulih dan juga siap membiayai sekolah Deva yang saat ini masih SD sampai menjadi sarjana.


Hal itu disampaikan Dandan, utusan Muhammad Suryo ketika mengunjungi Aab dan Deva di RSUD Wates, Kulon Progo, Selasa (3/3). 


Dandan dan rombongan ditemui langsung oleh keluarga korban dengan hangat dan penuh kekeluargaan.


"Kami diutus bapak Muhammad Suryo untuk menjenguk pak Aab dan dek Deva dan memastikan penanganan medis terhadap keduanya berjalan lancar. Kami menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa menjenguk sekarang, karena baru selesai prosesi pemakaman istri pak Suryo yang menjadi korban akibat kecelakaan ini," ucap Dandan kepada keluarga korban.


Ketika ditemui usai menjenguk, Dandan mengatakan bahwa kondisi Aab dan Deva sudah berangsur membaik. Keduanya sudah mendapat perawatan medis termasuk tindakan operasi.



"Alhamdulillah kondisi pak Aab dan dek Deva sudah membaik. Kami sudah komunikasi dengan dokter bahwa semua tindakan medis sudah dilakukan termasuk tindakan operasi," jelasnya.


Dandan menyampaikan permohonan maaf kepada korban. Pihaknya menegaskan siap bertanggungjawab. Segala bentuk pengobatan dan biaya hidup korban selama proses pengobatan selesai, akan ditanggung sepenuhnya oleh Muhammad Suryo. 


Pesan Suryo agar pengobatan Aab dan Deva dipindah ke Rumah Sakit JIH. Namun, keluarta Aab menolak karena pertimbangan jarak. Selain itu, penanganan di RSUD Wates juga sudah sangat baik.


Dandan juga menyampaikan pesan Suryo yang akan menanggung biaya pendidikan Deva sampai sarjana. Suryo juga telah memberikan santunan dan akan membelikan sepeda motor baru kepada korban.


"Kami sudah komunikasi dengan keluarga korban dan alhamdulillah disambut baik. Yang paling penting saat ini adalah pak Aab, dek Deva dan pak Suryo segera recover kembali dan bisa beraktivitas seperti sedia kala," jelasnya.


Dalam kesempatan itu, Suryo sempat melakukan video call dengan korban. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan meminta doa untuk almarhum istrinya, Anis Syarifah.


"Bapak, saya mohon maaf ya. Kalau istri saya ada salah, saya mohon maaf. Tidak ada yang menginginkan semua ini," ucap Suryo saat video call.


Suryo juga ingin menjadikan Aab, Ratih dan Deva menjadi keluarga.


"Semoga kita bisa jadi keluarga. Mulai hari ini saya menganggap panjenengan keluarga saya. Sekali lagi saya mohon maaf," katanya.


"Iya pak, sama-sama ya pak. Saya juga minta maaf atas kelalaian suami saya. Kami turut berduka atas kepergian istri bapak. Semoga bapak juga lekas membaik," ucap Ratih (35) ibunda Deva.


Ratih juga menyampaikan terimakasih kepada Muhammad Suryo dan HS yang telah bertanggungjawab terhadap musibah yang menimpa keluarganya. Ia mengatakan, semua biaya perawatan suami dan anaknya sudah ditanggung sepenuhnya oleh Suryo dan HS.


"Responnya baik, sejak kejadian itu, malamnya sudah ada utusan pak Suryo yang datang untuk menangani semuanya. Memastikan suami dan anak saya ditangani dengan baik termasuk dirawat di ruang VIP," jelasnya.

(Rls/Ant)

Pengusaha Muda Kelahiran Lampung Mengalami Kecelakaan : Kini Masih Dalam Perawatan Intensif Di RS JIH Yogyakarta

 


Yogyakarta, (GM) -- Pemilik Surya Group, produsen rokok HS Magelang Muhammad Suryo saat ini masih dirawat intensif di RS JIH Yogyakarta.

Suryo mengalami kecelakaan maut saat mengendarai motor Harley Davidson bersama istrinya, Anis Syarifah. 

Moge yang dikendarai menabrak pengendara motor Yamaha Jupiter M  di Jalan Nasional Purworejo-Wates, tepatnya perempatan dekat BRI Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Minggu sore (1/3/2026).

Akibat kejadian itu, sang istri Anis Syarifah, meninggal dunia.

Sedangkan pengendara Jupiter MX, seorang laki-laki warga sekitar TKP yang belum diketahui identitasnya, berboncengan dengan anaknya mengalami luka-luka dan diawat di RSUD Wates

Lalu siapa sosok Muhammad Suryo?

Muhammad Suryo adalah pengusaha kelahiran Lampung, 27 Maret 1984.

Masa kanak-kanaknya hingga SMA dihabiskan di Lampung Timur, sebelum orang tuanya harus migrasi ke Bengkulu.Kemudian ia melanjutkan pendidikan sarjana di Yogyakarta sekaligus tempat merintis bisnisnya.


Berawal dari usaha air isi ulang, berkembang ke bisnis konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya.

Pada 2024, Suryo membuka pabrik rokok HS di Salam, Kabupaten Magelang.

Ia memulai dengan hanya 30 buruh linting Keuletannya menjadikan HS berkembang pesat.


Beliau dikenal memiliki pola perekrutan karyawan yang unik tak peduli ijazah yang penting kemauan belajar.

Dalam menerima karyawan, Suryo tidak mensyaratkan pendidikan minimal, batas usia, atau bahkan pengalaman.

“Itu karena ingat diri saya sendiri yang mulai dari nol tanpa koneksi dan pengalaman. Banyak orang menganggur karena terbentur pengalaman kerja, maka saya ingin memberi kesempatan pada yang mau belajar,” ujarnya.


Setelah sukses membangun pabrik rokok di Magelang, pengusaha sukses ini tak lupa pada tanah kelahirannya, Dia pun mewujudkan baktinya dengan membangun pabrik rokok seluas dua hektare di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur.

Saat ini proses pembangunan pabrik baru HS telah dimulai.


Pria kelahiran Desa Sadar Sriwijaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, itu menargetkan pabrik bisa beroperasi tahun ini.

“Targetnya Maret pabrik sudah jadi dan April mulai perekrutan karyawan, kita membutuhkan 3000 tenaga kerja,” katanya


Pemilihan Lampung bukan hanya karena tanah kelahiran Suryo, tapi juga untuk memberi ruang untuk membuka lapangan pekerjaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat lampung.

“Semoga kehadiran HS dapat bermanfaat bagi daerah, membuka lapangan kerja, dan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Alumni SMPN 2 Tanjung Bintang, Lampung Selatan itu.


Alasan membangun pabrik di Lampung Timur, lanjut Suryo, karena ia ingin melihat daerah tempatnya lahir berkembang.

"Sejak saya kecil dulu di sana tingkat penganggurannya tinggi, teman-teman saya dulu banyak merantau di Jakarta. Maka biar teman-teman di sana bisa bekerja, saya ingin berkontribusi dengan pabrik HS,” katanya.

Seperti juga di Magelang, Suryo mengatakan akan memprioritaskan warga sekitar pabrik sebagai karyawan.

Termasuk juga memberi kesempatan pada pekerja disabilitas. Untuk meningkatkan skill, para pekerja akan dilatih tenaga professional. Mulai cara memilih daun tembakau, melinting hingga memahami standar mutu rokok. “Kami juga memberi uang saku tiga ratus ribu rupiah selama proses training,” katanya.


Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut melibatkan motor Harley Davidson dan sepeda motor Jupiter MX, terjadi di Jalan Nasional Purworejo-Wates, tepatnya perempatan dekat BRI Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Minggu sore (1/3/2026).

Berdasar sumber di lapangan, terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah Muhammad Suryo, yang dikenal sebagai pemilik rokok ‘HS’ mengendarai moge berboncengan dengan istrinya, Anis Syarifah, 41.

Sedangkan pengendara Jupiter MX, seorang laki-laki warga sekitar TKP yang belum diketahui identitasnya, berboncengan dengan anaknya.


Seorang saksi

Lanal Yogyakarta Perketat Pengawasan Perangkat Digital Prajurit dan PNS Guna Cegah Judi Online



Yogyakarta, (GM) -- Dalam rangka memerangi maraknya praktik judi online yang dinilai dapat menggerus disiplin, moral, serta integritas prajurit, Lanal Yogyakarta melaksanakan pengawasan internal melalui pemeriksaan perangkat digital (handphone) terhadap seluruh prajurit dan PNS, (02/03/2026). 


Kegiatan pengamanan dan pengawasan tersebut dilaksanakan pada hari ini bertempat di Lapangan Apel Mako Lanal Yogyakarta. Pemeriksaan dipimpin oleh Palaksa Lanal Yogyakarta, Letkol Laut (T) Wahyu B, S.T., dan diikuti oleh seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, serta PNS Lanal Yogyakarta.



Komandan Lanal Yogyakarta, Kolonel Hafied Indarwan, S.E., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pimpinan dalam menjaga profesionalisme dan kehormatan prajurit TNI AL di tengah tantangan penyalahgunaan teknologi informasi. Melalui pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan seluruh personel semakin bijak dalam menggunakan perangkat digital dan tidak terjerumus pada aktivitas ilegal seperti judi online yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun institusi.


Melalui kegiatan ini, Lanal Yogyakarta menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hukum dan disiplin, sekaligus memperkuat pembinaan personel guna mewujudkan prajurit TNI AL yang profesional, berintegritas, dan siap mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut.(Red/Ant)

DPP FJI Kecam Pernyataan Menteri Agama Yang Anggap Zakat Tidak Populer

 


Yogyakarta, (GM) -- Beredarnya video pernyataan menteri Agama K.H.Nasarudin Umar, dalam sebuah kanal YouTube CNBC Indonesia, yang menyiarkan Kelola Dana Umat, dimana dalam pernyataan trrsebut Menteri Agama menyampaikan bahwa negara yang mau maju harus meninggalkan zakat karena tidak populer Sabtu, (28/2/2026).


Pernyataan tersebut membuat Ketua DPP FJI Yogyakarta mengecam pernyataan tersebut. 

Sehubungan dengan pernyataan dari Menteri Agama Republik Indonesia (KH Nasaruddin Umar) yang menyebutkan bahwa zakat "tidak populer", kami Dewan Pimpinan Pusat Front Jihad Islam (DPP FJI) menyampaikan tanggapan sebagai bentuk protes, keberatan terhadap Statment Mentri Agama terkait zakat tidak populer.


1. Bahwa Zakat merupakan rukun Islam ketiga yang memiliki dasar teologis, yuridis, dan sosial yang sangat kuat. Oleh karena itu, zakat bukan sekadar persoalan popularitas, melainkan kewajiban agama yang melekat bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat (muzaki). Dalam praktiknya, potensi zakat di Indonesia sangat besar dan terus menunjukkan peningkatan penghimpunan dari tahun ke tahun melalui berbagai lembaga resmi.


2. Bahwa apabila terdapat pandangan bahwa zakat belum optimal atau belum menjadi arus utama dalam sistem ekonomi nasional, hal tersebut seharusnya. menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat literasi zakat, tata kelola, transparansi, serta integrasi dengan program pengentasan kemiskinan, bukan dimaknai sebagai kurangnya minat masyarakat terhadap zakat itu sendiri.


3. Bahwa kami memandang penting bagi pemerintah, khususnya Kementerian Agama, untuk terus mendorong edukasi, inovasi digitalisasi pengumpulan zakat, serta sinergi dengan lembaga amil zakat agar kepercayaan publik


semakin meningkat. Dengan langkah tersebut, zakat dapat berperan strategis dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat


4. Bahwa Narasi yang berkembang di ruang publik hendaknya disampaikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah ummat. Zakat adalah instrumen ibadah sekaligus sosial ekonomi yang telah terbukti membantu mustahik dan memperkuat solidaritas sosial


Demikian tanggapan ini kami sampaikan sebagai bentuk protes, keberatan sekaligus. masukan konstruktif. Besar harapan kami agar pengelolaan zakat di Indonesia semakin maju, profesional, dan memberi manfaat luas bagi bangsa dan negara. tutup Abdurrahman selaku Ketua DPP FJI Yogyakarta.

(Rls/Ant).

Lanal Yogyakarta Gelar Program Laut Bersih di Pantai Samas Bentuk Lestarikan Ekosistem Pesisir



Yogyakarta, (GM) -- Cuaca bukan menjadi penghalang bagi Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta untuk melaksanakan kegiatan Program Laut Bersih (Prolasih) di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Jumat (27/02/2026).


Kegiatan tersebut tetap dilaksanakan meskipun diguyur hujan sebagai wujud kepedulian dan komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan laut dan pesisir, sekaligus melaksanakan Taklimat Presiden RI Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).



Pelaksanaan Prolasih melibatkan prajurit dan PNS TNI AL, Ibu Jalasenastri, prajurit Koramil Sanden, Satpolairud Bantul, serta masyarakat setempat. Sasaran kegiatan difokuskan pada pembersihan sampah di sepanjang area pantai dan lingkungan sekitarnya guna mengurangi pencemaran laut, khususnya sampah plastik yang berpotensi merusak ekosistem pesisir.


Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel Marinir Hafied Indarwan, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan Program Laut Bersih merupakan program rutin TNI AL yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat seluruh peserta untuk tetap melaksanakan kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim.


Melalui kegiatan Prolasih ini, diharapkan terwujud lingkungan Pantai Samas yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sekaligus memperkuat sinergi antara TNI AL dan masyarakat dalam menjaga kelestarian wilayah pesisir.(Rls/Ant)

Merasa Dizolimi BBWSO, Penambang Rakyat Di Kali Progo Mulai Geram Dengan Regulasi Konyol

 


Yogyakarta,(gm) -- Nasib penambang pasir rakyat makin terjepit. Mereka yang sudah puluhan tahun bekerja dengan keringat, kini seakan menjadi penjahat di tanah kelahiran sendiri. Bukan karena merusak, bukan karena melanggar aturan, tetapi karena perizinan yang sengaja dipersulit.


Pengajukan izin seakan akan di persulit dan  jawabannya berputar-putar. Dinas terkait seolah tuli, BBWSO pun bungkam. Tetapi saat investor besar datang dengan modal triliunan, pintu izin terbuka lebar, lengkap dengan karpet merah. Bukankah ini wajah nyata negeri yang tajam ke bawah, tumpul ke atas?


Fakta itu makin terang dalam undangan audensi PPPS (Paguyuban Penambang Pasir Sungai) dengan BBWSO DIY pada Rabu (10/9/2025). Di surat resmi undangan, tercantum jelas bahwa kepala BBWSO akan hadir bersama pejabatnya. Namun, pada hari H, kepala dinas justru tidak datang karena ada tugas ke Jakarta. Audensi yang seharusnya menjadi ruang dialog akhirnya hanya diwakilkan oleh staf.


Permintaan maaf memang disampaikan, tapi kekecewaan para pengurus PPPS tidak bisa ditutupi dan perwakilan dari Penambang akhirnya berpamitan pulng.



“Kami sangat kecewa karena kita sudah diundang dan datang ke sini untuk beraudensi mencari titik temu tentang Rekomtek, dan di surat undangan jelas tertulis kepala dinas BBWSO akan hadir tapi nyatanya zonk,” tegas Agung, Ketua PPPS, sebelum acara ditutup.


Nada kekecewaan serupa datang dari Umar, salah satu pengurus sekaligus koordinator PPPS. Saat dihubungi Kamis (11/9/2025), Umar mengungkapkan, “Kami sudah jemu cuma di-ontang-antingkan yang gak ada kejelasan. Saat kita gelar aksi di kepatihan kita dijanjikan dalam satu bulan izin akan turun, tapi nyatanya sampai saat ini belum ada kejelasan. Bahkan audensi yang dijanjikan dengan kepala BBWS, ternyata beliau juga tidak hadir.


Di sisi lain, perusahaan bermodal besar dengan mudah mendapat restu. Eksploitasi berskala industri justru diakomodasi, meski dampaknya terhadap lingkungan jauh lebih parah dibandingkan penambang rakyat. Inilah wajah ketimpangan yang menohok: wong cilik kian termarjinalkan, sementara mereka yang berduit diberi legalitas.


Padahal, bantaran Kali Progo bukan monopoli penguasa atau segelintir investor. Ia adalah ruang hidup rakyat, tempat tradisi dan nafkah melekat selama puluhan tahun.


Membunuh mata pencaharian penambang pasir rakyat sama saja dengan merenggut hak hidup keluarga-keluarga kecil yang hanya ingin makan dari keringatnya sendiri.


Kita tidak sedang bicara sekadar pasir, tapi tentang keadilan sosial. Tentang hak rakyat kecil untuk hidup layak di tanah kelahirannya sendiri. Jika negara abai, maka jeritan di tepian Progo akan terus menggema, menjadi tanda bahwa keadilan itu masih jauh dari kata nyata.

(Red/Ant) 

Kapolda DIY Pimpin SertijabTiga jabatan strategis, AKBP Prof. Dr. Saprodin, S.H., M.H., Resmi menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda DIY



Yogyakarta, (gm) -- Polda DIY kembali melakukan rotasi pejabat utama dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar Senin pagi (14/7/2025) di Gedung Anton Soedjarwo, Mapolda DIY. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., dan dihadiri oleh jajaran pejabat utama, Bhayangkari, serta perwakilan personel satuan kerja Polda DIY.


Tiga jabatan strategis yang diserahterimakan yaitu Irwasda, Dirreskrimsus, dan Kapolresta Yogyakarta.


Brigjen Pol Ady Wibowo, S.I.K., M.Si., yang sebelumnya menjabat sebagai Irwasda Polda DIY, kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Auditor Kepolisian Utama Tingkat II di Slog Polri. Posisi Irwasda Polda DIY kini diisi oleh Kombes Pol I Gusti Ngurah Rai Mahaputra, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Tingkat II Itwasum Polri.


Sementara itu, tongkat estafet jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus diserahkan oleh Kombes Pol Dr. Wirdhanto Hadicaksono, S.H., S.I.K., M.Si., yang kini dipromosikan sebagai Dirreskrimsus Polda Jawa Barat. Penggantinya adalah AKBP Prof. Dr. Saprodin, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat posisi yang sama di Polda Sulawesi Barat.



Untuk jabatan Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma, S.I.K., M.H. resmi menyerahkan jabatan kepada Kombes Pol Eva Guna Pandia, S.I.K., M.M., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Karolog Polda Papua Barat. Aditya kini mengemban tugas baru sebagai Kasubditpam VIP Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri.


Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa mutasi dan rotasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi Polri.


“Mutasi ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri tertanggal 24 Juni 2025. Ini adalah proses alamiah dalam tubuh Polri untuk pengembangan karier dan peningkatan kinerja organisasi,” jelasnya.


Lebih lanjut, Ihsan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama  bertugas di Polda DIY serta tak lupa mengucapkan selamat datang kepada para pejabat yang baru, semoga dapat segera menyesuaikan dengan kondisi dan karakteristik wilayah DIY.


Ihsan juga menegaskan bahwa seluruh pejabat yang mendapatkan amanah baru merupakan sosok terbaik dan berpengalaman di bidangnya.


“Mereka adalah sosok-sosok berpengalaman. Dengan kehadiran pejabat baru ini, diharapkan pelayanan masyarakat dapat semakin meningkat,” tambahnya.Rls/Ananta

Kejurda Inkanas Piala Kapolda DIY Resmi Dibuka 26 Kontingen Siap Berlaga



Yogyakarta, (gm) -- Kejuaraan Daerah (Kejurda) Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) DIY “Piala Kapolda DIY” 2025 resmi dibuka oleh Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono, S.I.K., di Gedung Olah Raga Pangukan, Sleman, Sabtu (12/7). 


Sebanyak 26 kontingen dari seluruh kota dan kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta siap bertanding dalam ajang tahunan ini.


Pembukaan Kejurda ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Kapolda DIY yang didampingi Ketua Forki Sleman H.M. Yazid, serta pejabat utama Polda DIY. 


Dalam kejuaraan ini akan mempertandingkan beberapa kelas kategori Kata dan Kumite untuk semua kelompok umur.



Dalam sambutannya, Kapolda DIY yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Inkanas Pengda DIY memberikan apresiasi atas kerja keras Pengda Inkanas DIY dan jajaran staf Polda DIY dalam menyelenggarakan event ini. 


“Kejurda ini menjadi wadah penting untuk mengukur kemampuan atlet dari berbagai Dojo dan ranting, sekaligus media evaluasi pembinaan prestasi secara berjenjang dan berkelanjutan,” ucapnya. 


Irjen Anggoro berharap seluruh atlet, pelatih, dan juri dapat menjalankan kejuaraan ini secara profesional dan sportif. 


“Kepada para atlet, saya ucapkan selamat bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik serta junjung tinggi sportivitas dan semangat juang,” ujarnya.


Selain sebagai ajang kompetisi, Kejurda Inkanas juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan antar atlet. 


“Inkanas bukan hanya soal pertandingan, tapi juga wadah pembinaan kedisiplinan remaja untuk membangun mental yang kuat dan mandiri,” tambahnya.


Setelah pembukaan, Kapolda DIY menyerahkan piagam penghargaan kepada atlet dan official yang telah berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. 


Kejurda Inkanas Piala Kapolda DIY 2025 pun resmi bergulir, membuka peluang para atlet daerah untuk menorehkan prestasi gemilang.(Reed/Ant)

Rangkaian Bulan Bakti Polri Dalam Menyambut Hari Bhayangkara Ke-79 Ratusan Personel Gabungan Polda DIY Dan Polresta Yogyakarta Sambangi Sungai Code

 


Yogyakrta,(gm) -- Di tengah derasnya arus Sungai Code yang mengalir di jantung kota, tampak kekompakan dan kebersamaan antara personel Polda DIY, Polresta Yogyakarta dan masyarakat sekitar yang bahu membahu membersihkan sampah campuran yang mengotori sungai code dan sepanjang alirannya, (Jumat, 20 Juni 2025). 


Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Bulan Bakti Polri dalam menyambut hari Bhayangkara ke-79 dan juga sebagai bentuk kepedulian Polri untuk ikut menjaga lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.


Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas antusiasnya untuk turut serta bersama personel Polda DIY dan Polresta Yogyakarta melaksanakan kegiatan gotong royong.


“Kegiatan hari ini, bukan hanya sekedar aksi bersih-bersih mengumpulkan sampah, tetapi juga dapat membangun kesadaran kita semua tentang pentingnya pengelolaan sampah secara bertanggungjawab” tambahnya. 


Kombes Ihsan menambahkan bahwa Ini adalah wujud nyata aparat dan masyarakat bisa bersinergi, saling melengkapi dan bekerjasama untuk mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari. 


“Semangat dan budaya bersih seperti ini harus selalu kita tumbuhkan, karena lingkungan dan sungai yang bersih adalah cerminan masyarakat yang peduli akan lingkungan,” ujarnya.


Dalam kegiatan penuh semangat kebersamaan tersebut, sebanyak puluhan karung sampah campuran berhasil dikumpulkan dari dalam sungai maupun sepanjang aliran Sungai Code. 


Sampah ini nantinya akan dikelola dan dibuang dengan baik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.


“Gotong royong ini bukan hanya sekedar kegiatan simbolis, tetapi diharapkan dapat terus dilaksanakan agar mampu menumbuhkan budaya hidup bersih dan memupuk rasa kebersamaan untuk menjaga dan bertanggung jawab dengan lingkungan yang ada di sekitar kita,” tutupnya.(Rsl/Ananta)

Polda DIY Tetapkan 7 Tersangka Mafia Tanah Yang Rugikan Mbah Tupon Rp3,5 Miliar



Yogyakrta,(gm) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY bersama Bidang Humas Polda DIY menggelar konferensi pers pada Jumat (20/6/2025) terkait pengungkapan kasus penipuan dan penggelapan dengan modus pecah bidang tanah. 


Kasus ini melibatkan manipulasi atas dua Sertifikat Hak Bangunan milik Tupon Hadi Suwarno (Mbah Tupon) seluas total 1.947 m² di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. 


“Kasus ini menjadi potret kejahatan mafia tanah yang memanfaatkan kondisi korban yang sudah lanjut usia, tidak bisa baca tulis, serta terganggu pendengarannya,” jelas Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Idham Mahdi, S.I.K., M.A.P..


Dalam kasus ini, tujuh tersangka telah ditetapkan, di antaranya BR (60), Tk (54), VW (50), Ty (50), MA (47), IF (46), dan AH (60). Mereka bekerja sama menggunakan akta palsu, memalsukan tandatangan, hingga menjadikan sertifikat sebagai agunan kredit bank.


“Salah satu pelaku, MA, bahkan berhasil mendapatkan kredit hingga Rp2,5 miliar atas nama sertifikat hasil manipulasi,” ujar Idham.


Modus kejahatan dimulai sejak tahun 2022, ketika BR meminta sertifikat milik Mbah Tupon untuk alasan pecah bidang dan wakaf jalan. Namun belakangan diketahui, dokumen yang ditandatangani korban merupakan akta jual beli palsu tanpa kesepakatan jual beli yang sah. 


"Kami menemukan bahwa AJB dibuat secara fiktif oleh oknum PPAT dan notaris tanpa kehadiran pihak yang sebenarnya," tegasnya.


Akibat perbuatan para pelaku, dua sertifikat milik Mbah Tupon kini telah berpindah nama dan menjadi jaminan pinjaman, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp3,5 miliar.


Polda DIY menjerat para tersangka dengan pasal berlapis, mulai dari penipuan, penggelapan, pemalsuan dokumen, hingga tindak pidana pencucian uang. 


“Pasal-pasal yang dikenakan memiliki ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara,” ungkapnya.


Polda DIY menyampaikan komitmennya memberantas mafia tanah secara tuntas. 


“Kami tidak akan mentolerir tindakan serupa. Bagi masyarakat yang merasa dirugikan atau mengetahui praktik seperti ini, kami imbau segera melapor ke kantor polisi terdekat atau langsung ke Polda DIY,” pungkas Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K.(Rls/Ant)

Laksanakan Patroli Malam Ditsamapta Polda DIY Amankan 83 Botol Berbagai Macam Miras di Mantrijeron

 

                 

Yogyakarta,(GM) -- Laksanakan patroli malam rutin, Personel Ditsamapta Polda DIY berhasil mengamankan 83 botol minuman keras (miras) di wilayah Mantrijeron, Kota Yogyakarta. 


Penindakan ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan yang mengarah pada peredaran miras tanpa izin.


Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyebutkan seusai mendapati laporan tersebut, personel pun segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. 


“Dari hasil pemeriksaan, berhasil mengamankan tersangka VV (Perempuan, 20 Th) serta puluhan botol miras berbagai merek yang tidak memiliki izin edar resmi dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 6.335.000,00,” tambahnya. 


Kabidhumas menambahkan bahwa kasus ini sedang diproses melalui tindak pidana ringan (tipiring) sesuai ketentuan hukum yang berlaku oleh Ditsamapta Polda DIY. 


“Saat ini sedang ditahap pemberkasan yang nantinya diajukan ke Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta,” tambahnya. 


“Ini merupakan bagian dari langkah preventif Polda DIY dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya pada malam hari, ucapnya. 


Lebih lanjut, Kombes Ihsan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah peduli dan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian.


“Kami mengucapkan terima kasih atas laporan yang disampaikan masyarakat. Ini adalah bukti bahwa sinergitas antara masyarakat dan kepolisian berjalan dengan baik dalam upaya pemberantasan miras,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.


Polda DIY berkomitmen untuk terus melakukan patroli dan menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum demi terciptanya kamtibmas yang kondusif.


“Mari bersama kita upayakan berantas miras untuk ciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari miras,” tutupnya.(Rls/Ant)

Brigjen Pol Anggoro Sukartono Mengemban Hari ini Menerima Tongkat Komando Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan



Yogyakarta,(GM) -- Polda DIY menyambut kedatangan Kapolda baru, Brigjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., dengan prosesi pedang pora yang berlangsung khidmat di Mapolda DIY, Rabu (18/3/2024). Penyambutan ini menjadi simbol estafet kepemimpinan setelah sebelumnya dilaksanakan serah terima jabatan (sertijab) di Mabes Polri, Jakarta, pada (14/3/2025).


Adapun mutasi tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor ST/488/III/KEP./2025 tertanggal 12 Maret 2025.


Sebelum tiba di Yogyakarta, Brigjen Pol Anggoro Sukartono terlebih dahulu mengikuti prosesi sertijab di Mabes Polri yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Dalam acara tersebut, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., resmi menyerahkan jabatannya sebagai Kapolda DIY sebelum mengemban tugas baru sebagai Asisten Kapolri Bidang Logistik.


Brigjen Pol Anggoro Sukartono sendiri sebelumnya menjabat sebagai Karo Paminal Divpropam Polri. Dengan pengalaman tersebut, beliau diharapkan dapat membawa kepemimpinan yang tegas dan berintegritas dalam menjaga keamanan serta meningkatkan pelayanan masyarakat di wilayah Daerah istimewa Yogyakarta.


Setibanya di Mapolda DIY, Brigjen Pol Anggoro Sukartono langsung disambut dengan tradisi pedang pora. Irjen Pol Suwondo Nainggolan turut hadir mendampingi dalam tradisi tersebut. Selanjutnya, upacara welcome parade turut diselenggarakan, di mana jajaran pejabat utama dan personel Polda DIY berbaris rapi menyambut kedatangan Kapolda baru dengan semangat dan antusiasme tinggi.


Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan dan dukungan penuh kepada Kapolda baru dalam menjalankan tugasnya.


Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menegaskan bahwa penyambutan ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Yogyakarta.


“Tradisi penyambutan ini merupakan wujud penghormatan serta dukungan penuh kepada Kapolda baru. Kami yakin, di bawah kepemimpinan Brigjen Pol Anggoro Sukartono, Polda DIY akan semakin solid dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Ihsan.


Kabidhumas menyebutkan bahwa kedatangan Brigjen Anggoro di Polda DIY hari ini akan melaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari penyambutan yang dilanjutkan farewell parade, kemudian laporan kesatuan bersama Pejabat Utama dan Kapolres/Ta Jajaran serta kegiatan silaturahmi Kapolda DIY dengan masyarakat.


“Artinya pada hari ini Irjen Pol Suwondo Nainggolan yang telah berdedikasi selama 2 tahun 5 bulan di Yogyakarta ini secara resmi akan meninggalkan Polda DIY untuk menduduki jabatan baru yakni Asisten Logistik Kapolri,” tambahnya.


Lebih lanjut, Kabidhumas menyebutkan Kapolda baru yakni Brigjen Pol Anggoro Sukartono secara resmi melanjutkan kepemimpinan di Polda DIY untuk melaksanakan tugas menjaga kamtibmas di DIY.


“Dengan kepemimpinan baru, semoga kedepan Polda DIY semakin profesional dan responsif dalam menghadapi tantangan keamanan serta terus bersinergi dengan masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Yogyakarta,” tutupnya.(Ananta)

Polda DIY Gelar Shalat Ghaib Untuk 3 Anggota Polri Yang Gugur Dalam Tugas Di Way Kanan



Yogyakarta,(GM) -- Polda DIY menggelar Shalat Ghaib di Masjid Babussalam sebagai bentuk duka cita dan penghormatan atas gugurnya tiga anggota Polri terbaik dalam pelaksanaan tugas di Kabupaten Way Kanan, Lampung, pada Selasa (18/3).


Ketiga anggota yang gugur dalam tugas tersebut adalah IPTU Lusiyanto, S.H., yang menjabat sebagai Kapolsek Negara Batin Polres Way Kanan, Bripka Petrus Apriyanto yang bertugas sebagai anggota Polsek Negara Batin Polres Way Kanan, serta Bripda M. Ghalib Surya Ganta, S.H., yang merupakan anggota Sat Reskrim Polres Way Kanan.


Shalat Ghaib ini diikuti oleh seluruh personel Polda DIY dan dilaksanakan di jajaran Polres dan Polsek sebagai bentuk solidaritas dan doa bagi para almarhum yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.


Dalam kesempatan ini, Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya ketiga anggota Polri tersebut.


“Kami keluarga besar Polda DIY turut berduka cita sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga anggota terbaik Polri dalam tugas di Way Kanan, Lampung. Mereka adalah prajurit Bhayangkara sejati yang mengorbankan jiwa dan raga demi keamanan masyarakat. Kami berdoa semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Perjuangan mereka akan terus kami lanjutkan sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.”(Rls/Ant)

Remaja Asal Jakarta Diduga Jadi Dalang Kebakaran Tiga Gerbong Di Stasiun Tugu



Yogyakarta,(GM) -- Tiga rangkaian gerbong kereta api (KA) yang terparkir di Stasiun Tugu Yogyakarta hangus terbakar pada Rabu, 12 Maret 2025, sekitar pukul 06.44 WIB. Insiden kebakaran ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Stasiun Tugu merupakan salah satu stasiun utama dan tersibuk di Yogyakarta. Kobaran api yang melahap tiga gerbong tersebut sempat menciptakan kepanikan di sekitar stasiun dan mengganggu operasional perjalanan kereta api.


Polisi bergerak cepat dalam menyelidiki kasus ini. Hanya dalam hitungan jam, seorang terduga pelaku berhasil diamankan. Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi mengungkapkan bahwa pelaku berinisial M (17), seorang remaja asal Jakarta, ditangkap di kawasan Malioboro tidak lama setelah kebakaran terjadi. "Dari hasil olah TKP dan didukung oleh keterangan Labfor, personel Ditreskrimum Polda DIY dan Polresta Yogyakarta berhasil mengamankan satu orang laki-laki berinisial M warga Jakarta," ujar Endriadi kepada wartawan, Kamis (13/3).


Penangkapan ini bermula dari rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan di sekitar gerbong sebelum kebakaran terjadi. Rekaman tersebut memperlihatkan sosok M yang mondar-mandir di sekitar lokasi kebakaran. Berdasarkan rekaman dan hasil olah TKP, tim kepolisian segera melakukan pengejaran hingga akhirnya menangkap M di kawasan Malioboro. "Kita tangkap di daerah Malioboro sesaat setelah peristiwa kebakaran. Ada (bukti) CCTV, hasil Labfor, berkesesuaian semua. Hasil keterangan dia juga," ungkap Endriadi.


Lebih lanjut, Endriadi menjelaskan bahwa M diduga kuat membakar tiga gerbong KA tersebut dengan cara yang cukup sederhana namun berbahaya. "Awalnya M ini membakar kertas kardus menggunakan korek api. Api dari kertas itu kemudian digunakan untuk membakar gerbong yang sedang terparkir," jelasnya. M masuk ke dalam gerbong, menyalakan api pada kardus, dan meninggalkannya begitu saja hingga api dengan cepat menyebar dan melahap seluruh gerbong.


Motif dari tindakan nekat ini masih dalam penyelidikan. Polisi belum memberikan keterangan pasti apakah tindakan ini berkaitan dengan masalah pribadi atau ada unsur lain yang melatarbelakanginya. "Saat ini kami masih mendalami motif pelaku. Yang jelas, tindakan ini sangat membahayakan dan menimbulkan kerugian besar," tegas Endriadi.


Akibat kejadian ini, operasional di Stasiun Tugu sempat terganggu dan menimbulkan kerugian materil yang cukup besar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun tiga gerbong mengalami kerusakan parah dan tidak bisa digunakan kembali. Proses evakuasi dan pembersihan sisa kebakaran masih terus dilakukan oleh petugas.


Kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. "Kami akan mendalami motif pelaku dan menindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," tutup Endriadi. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak tentang pentingnya pengawasan ketat di area publik, terutama di fasilitas transportasi utama seperti stasiun kereta api di Stasiun Tugu


Yogyakarta–GM,- Tiga rangkaian gerbong kereta api (KA) yang terparkir di Stasiun Tugu Yogyakarta hangus terbakar pada Rabu, 12 Maret 2025, sekitar pukul 06.44 WIB. Insiden kebakaran ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Stasiun Tugu merupakan salah satu stasiun utama dan tersibuk di Yogyakarta. Kobaran api yang melahap tiga gerbong tersebut sempat menciptakan kepanikan di sekitar stasiun dan mengganggu operasional perjalanan kereta api.


Polisi bergerak cepat dalam menyelidiki kasus ini. Hanya dalam hitungan jam, seorang terduga pelaku berhasil diamankan. Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi mengungkapkan bahwa pelaku berinisial M (17), seorang remaja asal Jakarta, ditangkap di kawasan Malioboro tidak lama setelah kebakaran terjadi. "Dari hasil olah TKP dan didukung oleh keterangan Labfor, personel Ditreskrimum Polda DIY dan Polresta Yogyakarta berhasil mengamankan satu orang laki-laki berinisial M warga Jakarta," ujar Endriadi kepada awak Grakmedia.com, Kamis (13/3).


Penangkapan ini bermula dari rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan di sekitar gerbong sebelum kebakaran terjadi. Rekaman tersebut memperlihatkan sosok M yang mondar-mandir di sekitar lokasi kebakaran. Berdasarkan rekaman dan hasil olah TKP, tim kepolisian segera melakukan pengejaran hingga akhirnya menangkap M di kawasan Malioboro. "Kita tangkap di daerah Malioboro sesaat setelah peristiwa kebakaran. Ada (bukti) CCTV, hasil Labfor, berkesesuaian semua. Hasil keterangan dia juga," ungkap Endriadi.


Lebih lanjut, Endriadi menjelaskan bahwa M diduga kuat membakar tiga gerbong KA tersebut dengan cara yang cukup sederhana namun berbahaya. "Awalnya M ini membakar kertas kardus menggunakan korek api. Api dari kertas itu kemudian digunakan untuk membakar gerbong yang sedang terparkir," jelasnya. M masuk ke dalam gerbong, menyalakan api pada kardus, dan meninggalkannya begitu saja hingga api dengan cepat menyebar dan melahap seluruh gerbong.


Motif dari tindakan nekat ini masih dalam penyelidikan. Polisi belum memberikan keterangan pasti apakah tindakan ini berkaitan dengan masalah pribadi atau ada unsur lain yang melatarbelakanginya. 


"Saat ini kami masih mendalami motif pelaku. Yang jelas, tindakan ini sangat membahayakan dan menimbulkan kerugian besar," tegas Endriadi.


Akibat kejadian ini, operasional di Stasiun Tugu sempat terganggu dan menimbulkan kerugian materil yang cukup besar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun tiga gerbong mengalami kerusakan parah dan tidak bisa digunakan kembali. Proses evakuasi dan pembersihan sisa kebakaran masih terus dilakukan oleh petugas.


Kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. "Kami akan mendalami motif pelaku dan menindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," tutup Endriadi. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak tentang pentingnya pengawasan ketat di area publik, terutama di fasilitas transportasi utama seperti stasiun kereta api.(Red/Ant)

Satgas Pangan Polda DIY Gelar Cek Minyak Di Retail Besar Sleman


Yogyakarta,(GM) -- Satgas pangan Polda DIY kembali melaksanakan kegiatan inspeksi minyak goreng "Minyakita" di retail besar wilayah Sleman. Kamis (13/3/2025).


Kegiatan ini dipimpin oleh Dirreskrimsus Polda DIY, Kombes Pol. Dr. Wirdhanto Hadicaksono, S.I.k., M.Si. turut hadir Kabid Dagri Disperindag DIY, Ir. Intan Maestikaningrum. M.Si dan Kadisperindag Sleman, Dra. RR. Mae Rusmi Suryaningsih, M.T.


Pengecekan minyakita di retail dilakukan untuk memastikan kualitas dan kuantitas minyak goreng sesuai ketentuan dan selanjutnya akan dikirim ke toko pengecer dan pasar untuk dijual. Petugas  UPT Metrologi Legal Sleman menggunakan tabung kaca sebagai alat ukur volume minyak, memastikan setiap takaran yang dijual sesuai dengan standar yang berlaku. Sampel pemeriksaan sebanyak 3 kemasan pouch dan 3 kemasan botol. Selain itu, pemeriksaan juga mencakup kualitas minyak dan kepatuhan terhadap harga jual yang telah ditetapkan pemerintah.


Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polda DIY dalam menjaga keadilan dan keamanan konsumen di wilayah Yogyakarta.


“Kami berupaya memastikan agar tidak ada praktik kecurangan dalam perdagangan, khususnya minyak goreng yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Pengawasan seperti ini akan terus dilakukan untuk melindungi hak konsumen,” tegasnya.


Sementara itu, Dirreskrimsus Polda DIY menerangkan bahwa sampai saat ini sudah melakukan pengecekan 20 Pasar di DIY, untuk minyakkita saat ini belum ditemukan adanya takaran yang jauh dari kapasitas di kemasan. 


“Sampai saat ini belum ditemukan adanya kecurangan dan dari sampel yang kita ambil masih di batas toleransi baik dalam kemasan pouch atau botol,” tambahnya. 


Melalui pengawasan ini, diharapkan distribusi minyak goreng di Yogyakarta tetap berjalan lancar, adil, dan bebas dari praktik kecurangan.


“Karena masih dalam batas toleransi jadi bisa didistribusikan ke masyarakat, sehingga rantai konsumen pun tetap berjalan dan tidak menimbulkan kelangkaan,” ucapnya. 


Dirreskrimsus menegaskan akan terus melakukan penyelidikan ini ke semua toko di DIY yang menjual produk “Minyakkita”. 


“Kami juga menghimbau kepada pengedar/pengecer agar tidak mendistribusikan produk apabila terdapat produk yang diluar batas toleransi agar tidak merugikan konsumen atau masyarakat,” tutupnya.(Rls/Ant)

Polda DIY Laksanakan Pengecekan Minyakita di Pasar Beringharjo Yogyakarta


Yogyakarta,(GM) -- Personel Satuan Tugas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan pengecekan terhadap ketersediaan, harga, dan volume minyak goreng Minyakita di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, pada hari Selasa (11/3/2025). 


Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menerangkan bahwa Satgas Pangan Polda DIY yang terjun kelapangan adalah  AKBP Cahyo Wicaksono, S.H., M.A., Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda DIY beserta tim dengan tujuan untuk memastikan keakuratan isi kemasan dan stabilitas harga, termasuk stok ketersediaan serta mencegah adanya praktik penimbunan atau penyimpangan distribusi di wilayah DIY.


Adapun pemeriksaan dilakukan di beberapa kios di Pasar Beringharjo, dengan melibatkan petugas UPT Metrologi Legal Kota Yogyakarta. Hasil pengecekan dengan menggunakan alat ukur hydrometer menunjukkan bahwa setiap  kemasan benar-benar berisi 1000 ml atau 1 liter minyak, sesuai dengan standar yang ditetapkan,"ujarnya.


Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, SE, M.Si, dan juga Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, S.I.P. Sinergitas antar instansi ini dilakukan untuk memastikan bahwa distribusi dan penjualan Minyakita di DIY berjalan sesuai prosedur, sehingga konsumen mendapatkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan label.


Hasil pengecekan terkait ketersediaan menunjukkan bahwa stok minyak goreng di Pasar Beringharjo dalam kondisi aman, harga stabil sesuai dengan HET, dan volume kemasan telah sesuai standar.


Dengan dilaksanakannya pengecekan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan minyak goreng dengan harga yang terjangkau dan volume yang tepat, sehingga mendukung kestabilan harga bahan pokok penting di wilayah DIY.”Tutup Kombes Pol Ihsan(Rls/Ant)

Sekretariat DPRD DIY Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani WBBM


Yogyakarta,(GM) -- Sekretariat DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi mencanangkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Senin (10/03/2025).


Kegiatan ini ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan Komitmen Integritas oleh seluruh pegawai Sekretariat DPRD DIY, dipimpin langsung oleh Yudi Ismono, S.Sos, M.Acc selaku Sekretaris DPRD DIY.


Pencanangan ini merupakan langkah strategis dalam membangun birokrasi yang transparan, profesional, dan berintegritas.


Yudi Ismono yang juga merupakan Ketua Umum Perkumpulan Penyuluh Antikorupsi Nasional (Perpaksinas) periode 2023-2026 menekankan bahwa integritas adalah faktor utama dalam keberhasilan kinerja pemerintahan.


“Integritas merupakan gambaran diri seseorang dalam organisasi, yang tercermin dari perilaku dan tindakan sehari-hari. Kurangnya integritas menjadi penyebab utama praktik korupsi,” ujarnya.


Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari praktik korupsi, Sekretariat DPRD DIY terus melakukan berbagai langkah pembenahan. Upaya ini meliputi reformasi sistem administrasi, penataan tatalaksana, penguatan sistem manajemen SDM, peningkatan pengawasan, serta penguatan akuntabilitas kinerja dan pelayanan publik. Selain itu, partisipasi masyarakat juga didorong untuk turut mengawal transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan.


Yudi Ismono menegaskan bahwa keberhasilan implementasi zona integritas bergantung pada komitmen bersama. “Jika komitmen ini dijalankan secara konsisten, menciptakan institusi yang bersih dan melayani bukan hanya sekadar cita-cita, tetapi sebuah keniscayaan,” tambahnya.


Dengan adanya pencanangan ini, diharapkan seluruh elemen, baik internal maupun eksternal, dapat bersinergi dalam mendukung terciptanya birokrasi yang bebas dari korupsi serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (Red/Ananta)

Sekretariat DPRD DIY Teguhkan Komitmen Wujudkan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi


Yogyakarta,(GM) -- Yudi Ismono, S.Sos, M.Acc selaku Sekretaris DPRD DIY beserta jajaran menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Komitmen ini bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah langkah nyata untuk menciptakan birokrasi yang transparan, profesional, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kamis (20/02/2025).


Sekretaris DPRD DIY menegaskan bahwa reformasi birokrasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan publik. "Kami berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Integritas adalah fondasi utama dalam setiap kebijakan dan pelayanan yang kami jalankan," ujarnya.


Sebagai bagian dari upaya ini, Sekretariat DPRD DIY terus melakukan pembenahan sistem administrasi, penguatan pengawasan internal, serta mendorong partisipasi publik dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari praktik korupsi dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.


Dengan adanya komitmen ini, Sekretariat DPRD DIY mengajak seluruh pihak, baik pegawai internal maupun masyarakat, untuk bersama-sama mengawal upaya pembangunan zona integritas ini. "Kolaborasi dan dukungan dari semua elemen sangat penting dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan melayani," tambahnya.


Melalui langkah konkret ini, Sekretaris DPRD DIY berharap dapat menjadi contoh dalam penerapan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada prinsip transparansi dan akuntabilitas.(Red/Ananta

Apel Khusus Lanal Yogyakarta Dalam Rangka HUT Pomal Ke 79 Tahun 2025


Yogyakarta,(GM) -- Pangkalan TNI AL (Lanal) Yogyakarta melaksanakan Apel Khusus dalam rangka HUT Pomal ke 79 Th. 2025 yang diikuti oleh seluruh Prajurit dan PNS Lanal Yogyakarta di Mako Lanal Yogyakarta Jl. Melati Wetan No. 62 Baciro Yogyakarta (20/2/2025).


Dalam amanatnya Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali,  S.E., M.M.. M.Tr.Opsla., yang dibacakan oleh Pjs. Palaksa  Yogyakarta Mayor Laut (P) Jalu Tri selaku Pimpinan Apel mengatakan, Institusi Pomal sebagai Penegak Disiplin, Tata tertib dan Hukum Prajurit Matra Laut harus dapat menunjukan eksistensinya dalam pengamanan fisik baik material dan personal, terutama mewaspadai, mencegah dan menangani berbagai bentuk pelanggaran prajurit yang disebabkan karena dorongan situasi yang kita hadapi.


Harapanya engan mengangkat tema “Polisi Militer Angkatan Laut Siap Mendukung Tugas Pokok TNI Angkatan Laut Yang Modern, Berdaya Gentar Kawasan dan Ber proyeksi Global Dalam Mewujudkan Indonesia Maju.


”Diharapkan akan terus menjadi kesatria penegak aturan yang senantiasa berpihak pada kebenaran, dan menjadi figur-figur teladan yang bukan hanya mampu menjadi pelindung bangsa dari ancaman musuh namun juga menjadi penjaga moral prajurit Matra Laut dari ancaman pelanggaran kode etik dan disiplin keprajuritan,"harapnya


Selain itu juga disampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kinerja organisasi Puspomal dalam mendukung tugas TNI Angkatan Laut secara keseluruhan dan memberikan kontribusi positif dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.(Rls/Ananta)

Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo Laksanakan Bakti Sosial di DIY


Yogyakarta,(GM) -- Dalam rangkaian Tour of Kemala (TOK) 2025, Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, bersama rombongan melaksanakan berbagai kegiatan Bhakti Sosial di beberapa wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (14/2/2025). 


Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian Bhayangkari terhadap masyarakat dan keluarga besar Polri, tetapi juga wujud nyata kontribusi sosial bagi mereka yang membutuhkan.


Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menerangkan bahwa  kunjungan pertama di Padukuhan Soronanggan, Kalurahan Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. Di lokasi ini, Ketua Umum Bhayangkari mengunjungi Ananda Fazira Al Amira Raharjo, putri dari Brigadir Pandu Raharjo, anggota Yanma Polda DIY, yang tengah mengalami kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian ekstra. Dalam kunjungan tersebut, Ny. Juliati Sigit Prabowo memberikan santunan serta dukungan moril kepada keluarga, sebagai bentuk kepedulian Bhayangkari kepada anggota Polri dan keluarganya yang tengah menghadapi ujian.


Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Sleman, di mana Ny. Juliati Sigit Prabowo bersama Ketua Bhayangkari Daerah DIY, Ny. Novi Suwondo, dan Kabiddokkes Polda DIY AKBP dr. Fajar Amansyah, Sp.PD., FINASIM, mengunjungi Ananda Alesha Qonita Alahyra, putri dari Brigadir Wahyu Indartomo, anggota Satbrimob Polda DIY. Gadis kecil berusia 2,5 tahun ini mengalami pembengkakan ginjal yang memerlukan perawatan intensif. Selain memberikan santunan, Kabiddokkes Polda DIY juga turut menjelaskan perkembangan kesehatan Ananda Alesha kepada keluarganya.


Tidak hanya memberikan perhatian kepada keluarga anggota Polri, Bhakti Sosial Tour of Kemala juga hadir di Panti Asuhan Al-Dzikro di Wukirsari, Imogiri, Bantul. Di panti ini, Bhayangkari memberikan bantuan berupa biaya pembangunan kolam ikan, 8.000 benih ikan lele, sembako, serta perlengkapan sekolah dan keseharian anak-anak panti. Peresmian kolam ikan dan penaburan benih ikan menjadi simbol semangat kebersamaan serta upaya mendukung ketahanan pangan bagi anak-anak di panti.


Pengurus Panti Asuhan Al-Dzikro, Wasito, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan tersebut.

“Bantuan ini akan digunakan sebagai sarana pelatihan anak-anak untuk mencukupi kebutuhan pangan mereka secara mandiri. Terima kasih kepada Ketua Umum Bhayangkari yang telah peduli dengan anak-anak kami,” ujarnya.


Selain itu, Ketua Umum Bhayangkari juga mengunjungi Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai di Kotagede, Yogyakarta. Yayasan ini unik karena menaungi anak-anak yatim piatu, fakir miskin, anak-anak pelaku kejahatan jalanan, hingga anak-anak narapidana terorisme (napiter).


Di rumah singgah ini, Bhayangkari memberikan bantuan berupa biaya pembangunan dapur dan ruang makan, kasur gulung, selimut, sarung, perlengkapan sekolah, sembako, susu, peralatan mandi, hingga mainan anak-anak. Selain menyerahkan bantuan, Ketua Umum Bhayangkari juga berinteraksi langsung dan makan bersama anak-anak panti.


Ny. Juliati Sigit Prabowo berharap bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan penghuni rumah singgah dan membantu mereka mendapatkan masa depan yang lebih baik.

“Kami ingin hadir bukan hanya sekadar memberi, tetapi juga berbagi kasih dan semangat kepada anak-anak di sini. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik bagi mereka,” tuturnya.


Kombes Ihsan menyampaikan bahwa selain kegiatan di empat lokasi tersebut, Bhakti Sosial Tour of Kemala juga dilaksanakan serentak di lima kabupaten di DIY, yakni Gunungkidul, Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul, dan Kulon Progo.


Rangkaian kegiatan Tour Of Kemala masih akan dilaksanakan besuk Sabtu (15/2) dan minggu (16/2). Semoga Bhayangkari dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat guna mendukung tugas Polri, “Pungkas Kabid Humas.(Rls/Ant)