Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Lampung Tengah. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Lampung Tengah. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Kunjungan Kapolda Lampung : Berikan Arahan Semangat Dan Pesan Moril Bagi Jajaran Polres Pesisir Barat



Pesisir Barat,(gerakmedia) -- Kapolda Lampung Irjen. Pol. Helfi Assegaf, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Karo Ops Polda Lampung Kombes. Pol. Fadly Munzir Ismail, S.H., S.I.K., M.Si., beserta rombongan, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (19/8/2026).


Kunjungan tersebut berlangsung di Bandar Udara Muhammad Taufik Kiemas, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, dan disambut Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Havian Simbolon, S.E., S.I.K., M.H., Wakapolres Pesisir Barat KOMPOL Sugeng Sumanto, S.E., M.H., beserta para Pejabat Utama (PJU), perwira dan personel jajaran Polres Pesisir Barat.


Dalam kunjungan kerjanya, Kapolda Lampung memberikan arahan, motivasi dan pesan moril kepada seluruh personel agar tetap bersyukur serta tidak kehilangan semangat dalam melaksanakan tugas, meskipun menghadapi keterbatasan personel, fasilitas maupun anggaran. Kapolda menekankan pentingnya bekerja keras, disiplin, bertanggung jawab dan tertib administrasi. 


Personel juga diminta untuk tidak bekerja secara monoton, melainkan mampu berpikir besar, menciptakan terobosan, serta membangun komunikasi dan jaringan yang baik dengan pemerintah daerah, masyarakat, pengusaha maupun seluruh pihak terkait.


“Jangan mengeluh atau merasa kecil karena keterbatasan. Justru dalam keterbatasan kita harus mampu belajar, berinovasi, bekerja dengan hati dan memberikan manfaat,” pesan Kapolda.


Kapolda juga menekankan agar setiap personel dimanfaatkan secara optimal karena setiap anggota sangat berharga. 



Kehadiran polisi di tengah masyarakat harus terus ditingkatkan, termasuk melalui penguatan keamanan kawasan wisata dan pemberdayaan masyarakat.


Terkait persoalan konflik lahan, Kapolda meminta jajaran untuk mendorong penyelesaian secara baik dan sesuai ketentuan melalui verifikasi serta penataan status tanah dan masyarakat adat, dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh adat, akademisi dan instansi terkait, termasuk BPN.


Sementara itu, perusahaan perkebunan diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat melalui kemitraan dan pengelolaan lahan yang adil dan saling menguntungkan.


Pada kesempatan tersebut, Kapolda Lampung juga memberikan penekanan tegas kepada seluruh personel jajaran Polres Pesisir Barat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.


“Jangan ada anggota yang terlibat narkoba. Tidak ada toleransi dan akan ditindak tegas hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” tegas Kapolda.


Kapolda berharap seluruh personel mampu menjaga integritas, meningkatkan kinerja, serta hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Sementara itu, Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Havian Simbolon menyampaikan bahwa kunjungan kerja Kapolda Lampung merupakan bentuk perhatian dan motivasi pimpinan kepada seluruh jajaran Polres Pesisir Barat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di wilayah hukum Polres Pesisir Barat.


“Kunjungan dan arahan Bapak Kapolda Lampung menjadi motivasi bagi kami seluruh personel untuk semakin meningkatkan semangat, disiplin dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kami akan menindaklanjuti setiap arahan dan penekanan yang telah disampaikan,” ujar Kapolres.


“Semoga dengan adanya kunjungan dan arahan Bapak Kapolda Lampung ini, seluruh personel semakin termotivasi, solid dan mampu memberikan kinerja terbaik serta manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Barat,” pungkas Kapolres AKBP Rinto Havian Simbolon.


(Tim Humas Polres Pesisir Barat)

Bupati Tanggamus Dorong Hilirisasi Kakao Dan Kopi Demi Tingkatkan Nilai Tambah Petani

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus menegaskan komitmennya mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, khususnya kakao, kopi, dan kelapa, saat peringatan World Chocolate Day 2026 bertema Strengthening Sustainable Cocoa Partnerships through Agroforestry and Market Collaboration di Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Selasa (28/7/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Perindustrian RI, Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Indonesia, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Rikolto Indonesia, Preferred by Nature, perusahaan pengolahan kakao nasional dan internasional, akademisi, serta ratusan petani kakao dari Tanggamus, Lampung Barat, dan Lampung Timur.


Turut mendampingi Bupati Tanggamus jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tanggamus, di antaranya perwakilan Bappeda, Kepala Dinas Dinas Perkebunan dan Peternakan, Kepala Dinas KPTPH, Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas PMD, Dinas PPA Dalduk KB, Dinas Koperindag, Camat Semaka, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Tanggamus.


Dalam sambutannya, Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A.,M.H., mengatakan Tanggamus memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil kakao. Saat ini luas perkebunan kakao rakyat mencapai 13.640 hektare dengan produksi sekitar 8.672 ton yang menjadi sumber penghidupan bagi 17.634 kepala keluarga petani.


Menurutnya, peningkatan produksi kakao harus diikuti dengan pembangunan industri pengolahan di daerah agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati dari hasil panen, tetapi juga dari proses pengolahan hingga pemasaran.



"Kita berharap ke depan seluruh hasil pertanian yang ada di Tanggamus hilirisasinya ada di sini. Kalau nanti ada pabrik di sini, proses di sini, pemerintah akan mendapatkan pajak untuk pembangunan, masyarakat memperoleh manfaat CSR, harga lebih terjamin, dan lapangan kerja juga akan terbuka," kata Saleh Asnawi.


Ia mencontohkan komoditas kopi robusta Tanggamus yang selama ini banyak dikirim ke luar daerah untuk diolah sehingga nilai tambahnya belum dinikmati masyarakat setempat.


"Selama ini kopi robusta dari Tanggamus dibawa ke daerah lain untuk diproduksi. Yang menikmati nilai tambah bukan Tanggamus. Karena itu kami ingin hilirisasi dilakukan di daerah sendiri," ujarnya.


Selain kopi, pemerintah daerah juga menargetkan pengembangan industri kakao dan kelapa. Bahkan, menurut Saleh, pengolahan cokelat skala rumah tangga akan didorong melalui pemberdayaan kelompok PKK.


"Kakao ke depan akan kita hilirisasi di sini. Saya ingin nantinya menjadi peluang usaha bagi ibu-ibu PKK dengan mesin sederhana sehingga mampu menghasilkan produk cokelat yang memiliki nilai jual," tambahnya.


Bupati juga mengungkapkan pemerintah tengah membuka peluang kerja sama investasi, termasuk dengan investor dari Korea Selatan untuk mendukung pengembangan industri hilir sektor perkebunan.


Sementara itu, Direktur Program Kakao Asia Tenggara Rikolto, Nuzul Qodri, mengatakan Program Climate Change Adaptation Modality (CCAM) yang dijalankan sejak 2023 telah mendampingi petani kakao di Kecamatan Semaka, Wonosobo, dan Pematang Sawa.


"Sebanyak 950 petani telah mengikuti pelatihan budidaya kakao yang baik dan agroforestri. Kami juga memberikan pelatihan agribisnis serta distribusi ribuan bibit tanaman pendukung sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan ketahanan kebun kakao," jelasnya.


Pada kesempatan yang sama, perwakilan Preferred by Nature, Kiswara Santi, menekankan pentingnya penerapan sistem agroforestri untuk menjaga keberlanjutan produksi kakao di tengah tantangan perubahan iklim.


"Kami ingin mempertemukan seluruh pemangku kepentingan agar kakao Lampung kembali menjadi primadona dunia. Tanpa agroforestri, perubahan iklim dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas bahkan keberlanjutan tanaman kakao di masa depan," katanya.


Selain seremoni pembukaan, kegiatan World Chocolate Day 2026 diisi dengan penanaman pohon bersama, kunjungan demplot agroforestri, pameran usaha petani (Farmer Business Showcase), serta agenda business matching antara kelompok tani dan pelaku industri sebagai upaya memperkuat rantai pasok kakao berkelanjutan.

Amrullah

Tanggamus Bahas Stabilitas Harga Pangan Hingga Dukungan Program 3 Juta Rumah

 


Tanggamus, (gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara virtual di Ruang Rapat Wakil Bupati Tanggamus, Senin (20/7/2026).


Rakor dipimpin Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya Mega. Turut hadir Inspektur Kabupaten Tanggamus Suhendar Z, Kepala Dinas Perikanan Darma Setiawan, Kadis Naker Dharma Saputra, perwakilan Polres Tanggamus, Kodim 0424/Tanggamus, Kejaksaan Negeri, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Tanggamus, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).


Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya Mega mengatakan, rakor membahas perkembangan inflasi nasional dan Provinsi Lampung, kondisi harga pangan di Kabupaten Tanggamus, neraca ketersediaan bahan pangan, serta evaluasi berbagai program pengendalian inflasi yang telah dilaksanakan sepanjang 2026.


"Rakor ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, sekaligus mengevaluasi langkah-langkah pengendalian inflasi agar tetap efektif," ujar Hendra Wijaya.


Berdasarkan laporan Tim Pengendalian Inflasi Kabupaten Tanggamus per 20 Juli 2026, secara nasional inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen, sementara secara bulanan (month to month/m-to-m) terjadi deflasi 0,44 persen. Komoditas penyumbang inflasi nasional terbesar berasal dari emas perhiasan sebesar 0,61 persen, bensin 0,25 persen, ikan segar 0,23 persen, dan beras 0,16 persen.



Sementara itu, Provinsi Lampung mencatat inflasi tahunan sebesar 2,46 persen dengan inflasi bulanan 0,55 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar sebesar 1,75 persen, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,63 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,26 persen, serta transportasi sebesar 0,52 persen. Adapun kelompok pendidikan mengalami deflasi sebesar 1,18 persen.


Untuk kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang menjadi sampel Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji sebesar 3,25 persen, sedangkan terendah di Kota Bandar Lampung sebesar 2,08 persen.


Laporan juga menunjukkan perkembangan harga sejumlah komoditas strategis di Kabupaten Tanggamus melalui Sistem Informasi Komoditas Pangan dan Pertanian (SIKOPP). Harga beras medium masih stabil di angka Rp13.125 per kilogram, gula pasir Rp17.300 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp20.750 per liter, daging ayam Rp27.750 per kilogram, dan daging sapi Rp130.000 per kilogram.


Sementara itu, harga telur ayam ras mengalami kenaikan dari Rp25.375 menjadi Rp26.000 per kilogram, sedangkan bawang merah turun dari Rp38.000 menjadi Rp36.750 per kilogram. Harga cabai merah besar juga turun menjadi Rp35.750 per kilogram, sementara cabai rawit tetap berada di angka Rp41.750 per kilogram.


Dari sisi ketersediaan pangan, neraca pangan Kabupaten Tanggamus menunjukkan kondisi surplus pada berbagai komoditas utama. Ketersediaan beras mencapai 106.675 ton dengan kebutuhan 5.297 ton, sehingga masih terdapat surplus sekitar 101.379 ton.


Komoditas lainnya juga berada dalam kondisi aman, di antaranya jagung surplus 8.762 ton, kedelai 29 ton, bawang merah 15 ton, bawang putih 35 ton, cabai rawit 17 ton, cabai besar 12 ton, daging sapi atau kerbau 477 ton, daging ayam ras 4.079 ton, telur ayam ras 3.769 ton, gula pasir 11.876 ton, serta minyak goreng 102 ton.


Dalam laporan tersebut juga dipaparkan perkembangan Indikator Perkembangan Harga (IPH) sebagai indikator potensi inflasi di daerah non-IHK. Pada minggu kedua Juli 2026, IPH Kabupaten Tanggamus tercatat sebesar 0,06 persen, dipengaruhi perubahan harga gula pasir, tepung terigu, dan bawang merah. Sementara rata-rata IPH Juni 2026 sebesar 0,40 persen dengan komoditas utama penyebab fluktuasi berasal dari cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.


Sepanjang 2026, Pemerintah Kabupaten Tanggamus telah melaksanakan berbagai langkah pengendalian inflasi, mulai dari penyusunan roadmap TPID, High Level Meeting yang dipimpin Wakil Bupati, bazar pasar murah menjelang Ramadan, operasi pasar LPG 3 kilogram bersubsidi, Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah kecamatan, operasi pasar minyak goreng serentak, capacity building TPID bersama Kejaksaan Negeri Kotaagung, hingga penyusunan neraca pangan daerah.


"Berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi," kata Hendra.


Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Tanggamus menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan agar pengendalian inflasi berjalan optimal, pasokan pangan tetap tersedia, dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat dapat terus dipertahankan.

Amrullah

Modus COD Motor Kembali Makan Korban, Polisi Ringkus Dua Pelaku Curas



Lampung Selatan, (gerakmedia) -- Satreskrim Polres Lampung Selatan berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) bermodus transaksi jual beli sepeda motor yang terjadi di Kecamatan Sragi. Dua pelaku berhasil ditangkap dalam pengembangan penyelidikan, sementara seorang pelaku lainnya diketahui tengah menjalani proses hukum dalam perkara lain di Polres Lampung Timur Kamis, (16/7/2026).  


Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc. membenarkan pengungkapan tersebut. Pelaku pertama berinisial B.M. (47), warga Desa Bangunan, Kecamatan Palas, berhasil kami amankan di kediamannya. 


"Dari hasil pengembangan, keesokan harinya kami kembali menangkap pelaku kedua berinisial S.C. (24), warga Desa Kelau, Kecamatan Penengahan, di tempat kerjanya di Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda," ujarnya.


Kasus ini bermula pada Jumat, 26 Juni 2026 sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan Tugu Udang, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi. Saat itu korban, Agus Candra Jaya, datang memenuhi janji transaksi jual beli sepeda motor Suzuki Satria FU miliknya dengan seseorang yang telah menghubunginya. Namun sesampainya di lokasi, korban justru didatangi tiga orang pelaku yang langsung menodongkan senjata api.



Korban bersama seorang rekannya kemudian dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil. Kedua korban diborgol, mata mereka dilakban, lalu telepon genggam Samsung Galaxy A05s dan sepeda motor Suzuki Satria FU milik korban dibawa kabur. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp10 juta.


"Para pelaku menggunakan modus berpura-pura menjadi calon pembeli sepeda motor. Setelah korban datang ke lokasi yang telah disepakati, pelaku langsung mengancam menggunakan senjata api, menyekap korban, kemudian mengambil kendaraan dan barang berharganya," kata AKP Stefanus.


Berdasarkan laporan korban, Tim Opsnal Presisi 308 Polres Lampung Selatan melakukan penyelidikan intensif hingga berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku. Dari hasil penangkapan terhadap B.M., penyidik memperoleh informasi mengenai keterlibatan pelaku lain sehingga dilakukan pengembangan yang berujung pada penangkapan S.C. Polisi juga mengungkap satu pelaku lainnya berinisial M.F. saat ini sedang menjalani proses penyidikan di Polres Lampung Timur.


Dalam pengungkapan perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa kotak telepon genggam milik korban, dokumen sepeda motor Suzuki Satria FU, pakaian yang digunakan para pelaku saat beraksi. 


Serta barang bukti lain yang disita dalam proses penyidikan di Polres Lampung Timur berupa satu unit mobil Honda Mobilio warna abu-abu, satu buah borgol, satu gulung lakban cokelat, dan satu pucuk senjata api rakitan yang diduga digunakan saat melakukan aksi kejahatan.


"Kedua tersangka kami persangkakan melanggar Pasal 479 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun," tegas AKP Stefanus.


Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk melengkapi alat bukti dan mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara ini. Kami juga akan menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain maupun jaringan yang membantu pelaksanaan maupun hasil kejahatan tersebut.

Patroli Rutin Sat Samapta Polres Lampung Barat Sasar Pemuda Yang Masih Nongkrong Lewat Tengah Malam

 


Lampung Barat, (gerakmedia) -- Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Satuan Samapta Polres Lampung Barat terus mengintensifkan patroli rutin, khususnya pada jam-jam rawan di malam hingga dini hari.jumat 18 juli 2026


Salah satu sasaran patroli adalah para pemuda yang masih berkumpul atau nongkrong hingga melewati batas waktu tengah malam di sejumlah titik di wilayah hukum Polres Lampung Barat. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, seperti aksi balap liar, tawuran, konsumsi minuman keras, maupun tindak kriminalitas lainnya.


Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Samapta Iptu Mahmudi mengatakan bahwa patroli rutin merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk menciptakan rasa aman sekaligus memberikan imbauan kepada para pemuda agar tidak beraktivitas hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas.


"Kami mengimbau kepada para pemuda agar membatasi aktivitas di luar rumah hingga larut malam. Selain menjaga keselamatan diri, hal tersebut juga dapat mencegah mereka menjadi korban maupun pelaku tindak kejahatan. Apabila tidak memiliki kepentingan yang mendesak, sebaiknya segera kembali ke rumah," ujar Iptu Mahmudi.


Dalam pelaksanaannya, personel Sat Samapta juga memberikan edukasi dan imbauan secara humanis kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas.


Polres Lampung Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan patroli rutin sebagai upaya preventif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. (Humas)

Pemerintah Pekon Sumber Alam Imbau Warga Waspada Cuaca Kemarau

 


Lampung Barat, (gerakmedia) -- Memasuki musim kemarau, Pemerintah Pekon Sumber Alam, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran, (17/7/2026). 


Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan guna meminimalisir risiko kebakaran yang dapat terjadi akibat kelalaian maupun faktor teknis, khususnya di tengah kondisi cuaca yang cenderung lebih kering.


Peratin Pekon Sumber Alam, Husain, S.IP, mengajak masyarakat untuk tidak meninggalkan kompor, tungku maupun peralatan listrik dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.


Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan instalasi listrik di rumah terpasang dengan aman dan layak, serta menjauhkan api dari bahan-bahan yang mudah terbakar.


“Waspada kebakaran. Cegah kebakaran sebelum terjadi. Keselamatan kita merupakan tanggung jawab bersama,” demikian pesan yang disampaikan Pemerintah Pekon Sumber Alam melalui imbauan tersebut.


Pemerintah Pekon juga mengingatkan warga agar menyediakan alat pemadam api ringan atau perlengkapan pemadam sederhana di rumah sebagai langkah antisipasi awal apabila terjadi percikan api.


Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat asap atau api yang berpotensi menimbulkan kebakaran, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.


Langkah pencegahan ini dinilai penting mengingat kebakaran dapat menimbulkan kerugian besar terhadap harta benda dan membahayakan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, kewaspadaan serta kepedulian seluruh warga sangat diperlukan.


“Lingkungan Aman, Keluarga Nyaman”


Pemerintah Pekon Sumber Alam berharap imbauan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih berhati-hati selama musim kemarau. Pekon Sumber Alam merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat.

Pererat Sinergi : Kapolres Pesisir Barat Laksanakan Kunjungan Kerja Ke Kodim 0422 Dan Kejaksaan Lampung Barat



Lampung Barat, (gerakmedia) -- Dalam rangka memperkuat sinergitas dan soliditas antar-aparat penegak hukum serta unsur TNI, Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M. melaksanakan kunjungan kerja ke Kodim 0422/Lampung Barat dan Kejaksaan Negeri Lampung Barat, Selasa (14/7/2026).


Pada waktu yang sama, para Kapolsek jajaran Polres Pesisir Barat juga melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Koramil di wilayah hukum masing-masing, yakni Koramil 0422-01 Pesisir Utara, Koramil 0422-02 Pesisir Selatan, dan Koramil 0422-03 Pesisir Tengah.


Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh Wakapolres Pesisir Barat Kompol Sugeng Sumanto, S.E., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polres Pesisir Barat, serta personel Polres Pesisir Barat.



Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pesisir Barat menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus upaya mempererat koordinasi dan sinergi antara Polri, TNI, dan Kejaksaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung penegakan hukum yang profesional.


"Melalui kunjungan ini kami ingin memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik. 


Sinergitas antara Polri, TNI, dan Kejaksaan merupakan kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujar AKBP Bestiana.


Kapolres juga berharap hubungan harmonis yang telah terbangun dapat terus dipelihara dan ditingkatkan guna mendukung pelaksanaan tugas masing-masing institusi dalam memberikan rasa aman, kepastian hukum, dan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh keakraban, serta dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif.


(Humas Polres Pesisir Barat)

Gubernur Mirzani Dianugerahi Gelar Suntan Tihang Marga di Sekala Brak, Bupati Parosil : Ini Amanah Sekaligus Penguat Sinergi



Pekon Balak Batu Brak Lampung Barat,(gerakmedia) -- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dianugerahi Angkon Muakhi atau Pengakuan Bersaudara dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Kamis,(09/07/2026). 


Penganugerahan berlangsung di Lamban Gedung, Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, Dihadiri langsung oleh Bupati dan wakil Bupat Lampung Barat Parosil Mabsus - Mad Hasnurin beserta pemangku adat. 


Dalam prosesi adat yang sakral itu, Gubernur Mirzani diangkat sebagai saudara Sultan dan diberi gelar adat Suntan Tihang Marga. Beliau juga dikukuhkan sebagai Jamma Balak ni Saibatin atau Orang Besar di Kerajaan, serta dianugerahi Tongkat Pusaka Bindung Langit, Lencana Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung, dan Lencana Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).


Paduka Yang Mulia Saibatin Puniakan Dalom Beliau (PYM SPDB) Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, menjelaskan makna penting dari prosesi ini.


"Keberadaan Paksi Pak Sekala Bekhak terdiri dari empat kepaksian yakni Kepaksian Pernong, Kepaksian Buay Bejalan Diway, Kepaksian Buay Belunguh, Kepaksian Nyerupa. Empat kepaksian ini memiliki kedudukan yang sama dan memiliki wilayah masing-masing," kata beliau.


Lebih lanjut, Edward Syah menegaskan bahwa Angkon Muakhi ini bukan sekadar kegiatan seremonial namun sebuah bentuk rasa untuk menyatukan keguyuban yang akan diteruskan hingga generasi mendatang. 


 "Angkon muakhi ini adalah sebuah bentuk rasa untuk menyatakan hubungan yang guyup dan dekat untuk diteruskan dari generasi ke generasi. Tongkat yang kita berikan tadi bukan merupakan kebetulan, tongkat tadi memiliki makna dan nilai," ujar Pangeran Edward Syah Pernong.


Usai menerima gelar, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan terima kasih atas kehormatan besar dari Kepaksian Pernong.


"Bagi saya pribadi ini merupakan sebuah amanah yang harus terus dijaga, antara pemerintah dan pemangku adat," ujar Gubernur.


Gubernur Lampung menegaskan, ke depan setiap kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung akan diselaraskan dengan falsafah leluhur. 



"Dengan adanya anugerah ini, dalam mengambil kebijakan harus diselaraskan dengan falsafah leluhur. Ke depan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memperkuat budaya Lampung agar tetap lahir dan berkembang di Lampung," katanya.


Menurutnya, Kepaksian Pernong memiliki nilai strategis sebagai pilar pelestarian budaya. "Kepaksian Pernong ini wadah untuk menjaga identitas daerah dan memperkuat jati diri di tengah majunya zaman. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dengan pemangku adat akan mampu menarik wisata budaya. Lampung Barat ini kabupaten yang berkomitmen melestarikan warisan leluhur," tutup Gubernur.


Sementara, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan kebanggaan dan apresiasi atas penganugerahan tersebut.


 "Kebijaksanaan yang diberikan pimpinan adat ini merupakan proses yang sangat sakral. Atas nama Pemerintah Daerah saya memberi apresiasi setinggi-tingginya," ujar Bupati.


Di momen penting ini, Bupati Parosil juga menyampaikan beberapa titipan harapan kepada Gubernur. Pertama, terkait kelanjutan pembangunan yang berada di Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak. 


"Di masa kepemimpinan Gubernur Lampung Bapak Ridho Ficardo dulu, pernah digagas dan dibangun gedung yang merupakan sebuah kebanggaan masyarakat Lampung yang berada di Kabupaten Lampung Barat. Namun usai masa kepemimpinan Bapak Ridho pembangunan tersebut tidak dilanjutkan. Kami mengharapkan dukungan dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung agar dapat melanjutkan pembangunan gedung tersebut," harap Parosil.


Kedua, di bidang pendidikan. Bupati mengucapkan terima kasih atas kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung terkait penghapusan iuran komite di sekolah setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).


"Untuk mendukung program pendidikan, di bawah kepemimpinan saya bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin, kami mengagas berbagai program. Di antaranya pembagian tiga setel seragam gratis berikut alat tulis kepada seluruh siswa baru SD dan SMP se-Kabupaten Lampung Barat," jelasnya.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga memiliki program beasiswa kedokteran, seni dan budaya, kewirausahaan, hingga program satu keluarga satu sarjana. 


Bupati Lampung Barat juga menyampaikan terima kasih atas pembangunan Sekolah Luar Biasa di Lampung Barat oleh Pemerintah Provinsi Lampung. 


"Semoga sinergi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan para pemangku adat ini terus kuat. Dengan begitu, warisan budaya kita terjaga dan kesejahteraan masyarakat Lampung Barat semakin meningkat," pungkas Bupati Parosil.

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Pil Ekstasi Dan Sabu Tol Lampung Tengah, Satu Kurir Ditangkap

 


Lampung Tengah, (gerakmedia) --  Aparat gabungan dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung dan Satresnarkoba Polres Lampung Tengah menggagalkan upaya penyelundupan ribuan butir pil ekstasi dan sabu-sabu di Rest Area Kilometer 172B Jalan Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka).


Seorang pria berinisial R diduga berperan sebagai kurir narkotika ditangkap saat menumpangi bus SAN (Siliwangi Antar Nusa) tujuan Bandar Jaya, Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 22.47 WIB.


Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Menurut dia, keberhasilan penangkapan merupakan hasil koordinasi lintas fungsi antara Ditlantas Polda Lampung, Satresnarkoba Polres Lampung Tengah, dan pengelola jalan tol.


"Benar, telah dilakukan pengungkapan dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika di Rest Area KM 172B Jalan Tol Terpeka," ucapnya, Minggu (28/6/2026).


"Penindakan dilakukan berdasarkan informasi yang diterima petugas dan melalui koordinasi, serta pengamanan yang matang sehingga tersangka dapat diamankan tanpa membahayakan pengguna jalan lainnya," sambung Yuni.


Kata dia, operasi diawali dari informasi mengenai adanya distribusi narkotika yang akan melintas di ruas Tol Terpeka. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas menyusun skenario pengamanan dengan mengalihkan kendaraan menuju Rest Area KM 172B melalui sistem delay traffic.


Kemudian Personel Ditlantas Polda Lampung, Satresnarkoba Polres Lampung Tengah, serta petugas PT Hutama Karya kemudian bersiaga di lokasi sejak sore hingga malam hari. Saat bus yang menjadi target memasuki rest area sekitar pukul 22.30 WIB, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan penumpang.


"Dalam penggeledahan terhadap tas milik tersangka, petugas menemukan barang yang diduga narkotika. Setelah dilakukan pengujian awal menggunakan alat uji, barang tersebut dinyatakan positif narkotika," ujar Yuni.


Dari hasil penggeledahan, polisi menyita satu tas hitam berisi sekitar 1.150 butir pil ekstasi warna merah muda, sekitar 1.700 butir pil ekstasi berbagai warna, satu bungkus kecil pil ekstasi yang masih dihitung jumlahnya, lima butir pil ekstasi dengan warna berbeda, satu paket sabu-sabu yang belum ditimbang, serta sebilah senjata tajam jenis pisau badik.


Usai penangkapan, Satresnarkoba Polres Lampung Tengah langsung melakukan pengembangan untuk memburu pihak yang diduga menjadi penerima barang di wilayah Bandar Jaya.


Yuni menambahkan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap jaringan peredaran narkotika tersebut, termasuk menghitung secara pasti jumlah barang bukti dan mengungkap pihak lain yang diduga terlibat.


"Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan oleh Satresnarkoba Polres Lampung Tengah untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Pengembangan kasus masih terus dilakukan guna mengungkap jaringan yang lebih luas," tandas Kabid Humas.

Daftar Lengkap Mutasi Polda Lampung, Sejumlah PJU Dan 6 Kapolres Diganti

 


Bandar Lampung,(gerakmedia.com) --Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap sejumlah perwira menengah di jajaran Polda Lampung. Mutasi tersebut tertuang dalam tujuh Surat Telegram (ST) Kapolri bernomor ST/1335 hingga ST/1341/VI/KEP./2026 tertanggal (25/6/2026).


Rotasi jabatan tersebut meliputi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung, Kapolresta Bandar Lampung, serta enam kapolres di wilayah hukum Polda Lampung.


Beberapa pejabat utama yang dimutasi di antaranya Karo Logistik Polda Lampung Kombes Pol Supriadi yang mendapat penugasan sebagai Auditor Kepolisian Madya TK I Itwasum Polri. Posisinya digantikan oleh Kombes Pol Atot Irawan yang sebelumnya menjabat Dirintelkam Polda Banten.


Pergantian juga terjadi di Direktorat Polairud. Kombes Pol Boby Pa'ludin Tambunan mendapat penugasan dalam rangka pendidikan pengembangan, sementara jabatan Dirpolairud kini diisi Kombes Pol Arick Sartani Marbun.


Selain itu, jabatan Dirresnarkoba Polda Lampung yang sebelumnya diemban Kombes Pol Dwi Handoko Prasanto kini dipercayakan kepada Kombes Pol Dodi Suryadin. Sementara posisi Dirsamapta Polda Lampung kini dijabat AKBP Prayudha Widiatmoko menggantikan Kombes Pol Bramono Purnomo Nugroho.


Rotasi juga menyasar Kapolresta Bandar Lampung. Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mendapat promosi menjadi Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri. Jabatan Kapolresta Bandar Lampung selanjutnya diemban Kombes Pol Herbin Garbawiyata J. Sianipar yang sebelumnya menjabat Kapolresta Magelang Polda Jawa Tengah.


Sementara itu, pergantian juga terjadi di enam polres jajaran Polda Lampung. AKBP Toni Kasmiri dimutasi sebagai Wadirpamobvit Polda Jawa Timur dan digantikan AKBP Deddy Kurniawan sebagai Kapolres Lampung Selatan.


Selanjutnya, AKBP Raswidiati Anggraini ditunjuk sebagai Kapolres Lampung Utara menggantikan AKBP Deddy Kurniawan. AKBP Heti Patmawati dipercaya mengemban jabatan Wadirreskrimum Polda Lampung, sedangkan posisi Kapolres Lampung Timur kini dijabat AKBP Yuliansyah.


Di Polres Tulang Bawang, AKBP Adri Bhirawasto ditunjuk sebagai kapolres menggantikan AKBP Yuliansyah. Kemudian AKBP Sendi Antoni dimutasi sebagai Wakapolresta Bandara Soekarno-Hatta Polda Metro Jaya dan posisinya sebagai Kapolres Tulang Bawang Barat digantikan AKBP Himmawan Setiawan.


Pergantian juga terjadi di Polres Pringsewu. AKBP Mochammad Yunnus Saputra mendapat penugasan di Dittipidsiber Bareskrim Polri, sementara jabatan Kapolres Pringsewu kini diemban AKBP Dadi Perdana Putra.


Selain itu, mutasi juga mencakup sejumlah pejabat lainnya, yakni Kombes Pol Alim, AKBP Maryanto, serta AKBP Sukandar yang mendapat penugasan baru di lingkungan Polri.


Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan adanya mutasi tersebut. Menurutnya, rotasi jabatan merupakan hal yang biasa dilakukan di tubuh Polri sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier personel.


"Mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Kami mengucapkan selamat kepada pejabat yang mendapat amanah baru dan terima kasih atas dedikasi pejabat lama selama bertugas di Polda Lampung," kata Yuni.


Yuni menambahkan, seluruh pejabat yang dimutasi akan mengikuti proses serah terima jabatan (sertijab) di Polda Lampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

224 Warga Baru PSHT Di Lampung Barat Disahkan : Wabup Mad Hasnurin Beri Ucapan Selamat

 


Lampung Barat, (gerakmedia.com) -- Wakil Bupati (Wabup) Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin menghadiri acara pengesahan warga baru Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lampung Barat Tahun 2026/1448 Hijriyah yang berlangsung di Padepokan PSHT Cabang Lampung Barat NIC 068, Lingkungan Serdang Atas, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, pada Sabtu (20/6) malam.


Pada malam khidmat tersebut, sebanyak 224 warga baru Tingkat I PSHT dari 15 kecamatan di Kabupaten Lampung Barat resmi disahkan setelah menjalani proses latihan dan pembinaan selama satu tahun penuh.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mad Hasnurin mengucapkan selamat kepada seluruh warga baru yang telah berhasil menyelesaikan tahapan latihan hingga resmi menjadi bagian dari keluarga besar PSHT.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, saya mengucapkan selamat kepada seluruh calon warga baru yang malam ini disahkan menjadi Warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate," ujar Mad Hasnurin.


"Pengesahan ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan nilai-nilai luhur yang telah diajarkan selama proses latihan dan pembinaan," tambahnya.


Menurut Mad Hasnurin, PSHT bukan hanya organisasi pencak silat, tetapi juga wadah pembentukan karakter yang menanamkan nilai persaudaraan, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat.


Ia berharap para warga baru PSHT dapat menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menjaga nama baik organisasi, menghormati orang tua dan guru, menjunjung tinggi persatuan, serta menjauhi berbagai tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.


Wabup Mad Hasnurin juga memberikan apresiasi kepada keluarga besar PSHT yang selama ini telah berkontribusi dalam membina generasi muda melalui olahraga pencak silat dan pendidikan karakter.



"Saya juga mengajak seluruh warga PSHT untuk terus menjaga kerukunan dan mempererat tali persaudaraan, tidak hanya di lingkungan organisasi, tetapi juga dengan seluruh elemen masyarakat," ajaknya.


"Jadikan semangat 'Persaudaraan Selama-Lamanya' sebagai kekuatan untuk menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Lampung Barat yang kita cintai ini," imbuhnya.


Pada kesempatan tersebut, Mad Hasnurin turut memberikan tali asih kepada atlet-atlet berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi yang telah mengharumkan nama daerah.


Acara tahunan yang mengusung tema "Meneguhkan Jati Diri Setia Hati Terate untuk Memperkuat Solidaritas Memperkokoh Jiwa Nasionalisme"  itu juga dihadiri Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, Dandim 0422/LB Letkol Inf Rizky Kurniawan, anggota DPRD Lampung Barat, kepala perangkat daerah, Dewan Pengesah PSHT Pusat, ribuan warga PSHT Lampung Barat, serta ratusan wali siswa yang mengikuti prosesi pengesahan.


Sementara itu, Plt. Ketua Cabang PSHT Lampung Barat NIC 068, Kang Mas Supono, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Lampung Barat, unsur Forkopimda, dan seluruh tamu undangan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.


Ia mengungkapkan bahwa malam pengesahan tahun ini menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan 40 tahun perjalanan PSHT di Lampung Barat.


"Malam ini adalah pengesahan ke-39 yang dilaksanakan di padepokan. Jika dihitung sejak kepemimpinan Kang Mas Sugiono Adi Pranoto selaku Ketua Dewan Cabang, maka tepat malam ini genap 40 tahun berdirinya PSHT di Lampung Barat," ujarnya.


Supono berharap PSHT Lampung Barat semakin maju, berkembang, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.


Ia pun menutup sambutannya dengan semboyan sakral PSHT yang disambut antusias seluruh peserta yang hadir.


"Selama matahari masih bersinar, selama bumi masih dihuni manusia, selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate tetap jaya, kekal, abadi selamanya," pungkasnya.

Ditlantas Polda Lampung Salurkan 16.000 Liter Air Bersih Untuk 100 KK Di Pesawaran Sambut HUT Bhayangkara Ke 80




Lampung, (GM) -- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 16.000 liter kepada warga Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (17/6/2026). 


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari bakti sosial dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.


Bantuan disalurkan oleh personel Sat PJR Ditlantas Polda Lampung melalui dua unit armada truk tangki yang didistribusikan ke dua lokasi, yakni Dusun Srimulyo dan Dusun Salahudin, Desa Negeri Sakti.


Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat melalui program yang menyentuh kebutuhan dasar warga.


"Kegiatan pendistribusian air bersih ini merupakan salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih," kata Yuyun.


Menurut dia, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya di tengah keterbatasan pasokan air bersih yang dialami warga.



"Sebanyak 16.000 liter air bersih kami salurkan kepada 100 kepala keluarga di dua dusun di Desa Negeri Sakti. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga dan menjadi solusi sementara atas keterbatasan pasokan air bersih yang mereka hadapi," ujarnya.


Yuyun menambahkan, momentum Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi perayaan institusi Polri, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial dan hubungan kemitraan dengan masyarakat.


"Momentum Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi perayaan bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat melalui kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga," ungkapnya.


Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah desa dan masyarakat yang turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut.


"Kami mengapresiasi dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang telah menyambut baik kegiatan ini. Sinergi seperti ini menjadi modal penting untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.


Kegiatan diawali pada pukul 08.00 WIB dengan pemberangkatan armada tangki air dari Mako Ditlantas Polda Lampung yang dilepas langsung oleh Wadirlantas Polda Lampung.


Pada titik pertama di samping SDN 55 Dusun Srimulyo, sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan kepada 50 kepala keluarga. 


Selanjutnya, distribusi dilakukan di Lapangan Salahudin dengan jumlah yang sama, yakni 8.000 liter untuk 50 kepala keluarga.


Kepala Desa Negeri Sakti bersama perangkat desa turut mendampingi proses pendistribusian bantuan dari awal hingga selesai. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar serta mendapat sambutan positif dari masyarakat sebagai wujud kehadiran Polri di tengah warga menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Polda Lampung Berhasil Mengamankan Pasutri Terduga Penggelapan 19 Ton Kopi Senilai Rp1,3 Miliar


Bandar Lampung, (GM) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menangkap pasangan suami istri (Pasutri) diduga terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan biji kopi seberat sekitar 19 ton dengan nilai kerugian mencapai Rp1,3 miliar.


Kedua tersangka HS dan istrinya HA ditangkap tim Resmob Subdit III Jatanras Polda Lampung di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).


Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menyampaikan, pengungkapan perkara tersebut bermula dari transaksi jual beli kopi antara korban, Joni Hartono dengan tersangka pada Desember 2025.


Saat itu, tersangka HS meminta korban mengirimkan kopi dalam jumlah besar, yakni sekitar 19 ton. Permintaan tersebut disetujui korban yang kemudian membeli kopi dari para petani dan pengepul untuk memenuhi pesanan.


"Korban kemudian mengirimkan kopi menggunakan tiga kendaraan, terdiri dari dua unit colt diesel dan satu unit truk dengan total muatan sekitar 20,3 ton kopi," ungkapnya. 


Setelah kopi diterima, tersangka mengaku komoditas tersebut telah dimasukkan ke gudang pembeli. Namun hingga empat hari setelah pengiriman, pembayaran yang dijanjikan tidak kunjung dilakukan.


Menurut polisi, tersangka kemudian mengakui uang hasil penjualan kopi tersebut telah digunakan untuk kepentingan lain.


"Korban berupaya menemui tersangka untuk meminta pertanggungjawaban, tapi selalu mendapat berbagai alasan dan tidak pernah berhasil bertemu. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar 20.390 kilogram kopi atau senilai Rp1,3 miliar," terang Yuni. 


Alhasil, kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polda Lampung dengan nomor laporan polisi LP/B/942/XII/2025/SPKT/Polda Lampung.


Dalam proses penyelidikan, polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan kedua tersangka yang berada di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.


Tim Resmob Subdit III Jatanras Polda Lampung dipimpin Kompol Jonnifer Yolandra kemudian bergerak menuju lokasi dan mengamankan keduanya di sebuah rumah kos di Gang Wonorejo, Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu.


Setelah ditangkap, kedua tersangka dibawa ke Mapolda Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Polisi menjerat keduanya dengan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana diatur dalam ketentuan KUHP yang berlaku. "Saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara, serta mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut," tandas Kabid Humas.

Viral Pungli di Perbatasan Lampung Tengah-Lampung Utara, Polisi Ciduk Dua Pelaku




Lampung Tengah, (GM) -- Polisi menangkap dua pria diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pengendara di Jalan Lintas Sumatera, wilayah perbatasan Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Utara, Sabtu (6/6/2026).


Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, penindakan dilakukan setelah beredar video viral di media sosial (Medsos) memperlihatkan aktivitas pungli di kawasan Kampung Banjar Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah.


Menurutnya, petugas Satreskrim Polres Lampung Tengah langsung menindaklanjuti informasi tersebut dengan menerjunkan personel ke lokasi setempat.


"Hasil pengecekan ke lokasi dan berhasil mengamankan dua orang yang diduga melakukan pungutan liar terhadap pengendara yang melintas," ujarnya. 


Lebih lanjut Dua pelaku diamankan masing-masing berinisial M (34) dan AA (33), warga Kampung Banjar Ratu, Kecamatan Way Pengubuan. Keduanya diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap.


Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp113.000 hasil pungutan, satu ember cat bekas merek Nippon Paint, serta satu bendera berwarna merah dan kuning yang diduga digunakan saat menjalankan aksinya.


Yuni menegaskan, praktik pungli yang meresahkan masyarakat tidak akan ditoleransi, terutama di jalur strategis seperti Jalan Lintas Sumatera yang menjadi akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang.


Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Way Pengubuan. Polisi juga akan meminta keduanya membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.


Selain itu, kepolisian akan memberikan pembinaan kepada para pelaku guna mencegah terulangnya tindakan serupa di kemudian hari.


"Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan praktik pungli atau tindakan yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan," ucap Yuni. 


Yuni menambahkan, Polres Lampung Tengah memastikan akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan, guna menjaga keamanan serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang melintas di ruas Jalan Lintas Sumatera.


"Kasus ini masih terus ditindaklanjuti dan dikembangkan oleh Polres Lampung Tengah. Kami pastikan pengamanan wilayah hukum setempat terus digiatkan," tandas mantan Kapolres Metro tersebut.

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolda Lampung Tegaskan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa Dan Pondasi Perdamaian Dunia




Lampung Selatan, (GM) -- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mapolda Lampung, Senin (1/6/2026). 


Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia.”


Dalam amanatnya, Kapolda Lampung menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.


“Pancasila harus terus hidup dalam setiap denyut nadi kehidupan berbangsa dan bernegara. 


Pancasila bukan hanya dasar negara yang mempersatukan keberagaman Indonesia, tetapi juga menjadi landasan moral dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan,” tegas Helfi.


Helfi menjelaskan, di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, hingga dinamika geopolitik internasional, Pancasila tetap menjadi bintang penuntun dan jangkar moral bagi bangsa Indonesia. 


Keberhasilan Indonesia menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Pancasila mampu menyatukan perbedaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Lebih lanjut, Helfi mengingatkan bahwa sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 



Menurutnya, nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi salah satu kontribusi penting Indonesia dalam membangun dialog dan menjembatani berbagai perbedaan di tingkat global.


“Peran aktif Indonesia dalam misi perdamaian dunia, kontribusi pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta komitmen menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih tertindas merupakan implementasi nyata dari nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujarnya.


Kapolda juga menekankan bahwa kemajuan pembangunan, ekonomi, maupun teknologi harus selalu diiringi dengan nilai moral dan etika yang berlandaskan Pancasila. 


Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan terus relevan menjawab tantangan zaman.


Selain itu, Kapolda mengingatkan pentingnya menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial, memberikan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat, serta memastikan tidak ada warga negara yang merasa terpinggirkan dalam proses pembangunan. 


Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.


Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Polda Lampung ditutup dengan pembacaan doa yang memohon kepada Allah SWT agar nilai-nilai Pancasila senantiasa menjadi pemersatu bangsa, memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, cinta tanah air, serta menjaga Indonesia tetap aman, damai, maju, dan berkarakter.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Polda Lampung mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sebagai fondasi dalam menjaga persatuan serta mewujudkan Indonesia yang semakin kuat di tengah dinamika global.

Gerak Cepat Polres Pesisir Barat Evakuasi Dua Korban Tenggelam Di Pantai Labuhan Jukung

 


Pesisir Barat, (GM) -- Polres pesisir barat dan tim gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap dua wisatawan yang terseret arus ombak saat berenang di Pantai Labuhan Jukung, Kabupaten Pesisir Barat, Selasa (26/5/2026).


Peristiwa bermula pada Senin, 25 Mei 2026, sekitar pukul 14.30 WIB, ketika rombongan wisatawan berangkat dari Kabupaten Tulang Bawang menuju Kabupaten Pesisir Barat untuk berlibur. Rombongan tiba di Pesisir Barat pada Selasa dini hari sekitar pukul 05.00 WIB dan sempat beristirahat di salah satu rumah makan di Pekon Mandiri, Kecamatan Krui Selatan.


Sekitar pukul 08.00 WIB, delapan orang dari rombongan tersebut berenang di Pantai Labuhan Jukung. Namun nahas, lima orang terseret arus ombak pantai. Tiga orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya tenggelam.


Satu korban berhasil diselamatkan oleh wisatawan asing dan segera dibawa ke Puskesmas Krui guna mendapatkan penanganan medis. Sedangkan satu korban lainnya sempat dinyatakan hilang dan langsung dilakukan pencarian oleh personel kepolisian bersama masyarakat sekitar.



Tim SAR gabungan yang terdiri dari Direktorat Polairud Polda Lampung Pos Krui, Sat Polairud Polres Pesisir Barat, Polsek Pesisir Tengah, BPBD Pesisir Barat, serta masyarakat setempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.


Setelah dilakukan pencarian intensif, korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 10.40 WIB di bibir pantai dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi menggunakan kendaraan patroli Sat Samapta dan dibawa ke Puskesmas Krui.


Mewakili Kapolres pesisir barat AKBP BESTIANA, S.I.K., M.M., Kabag ops KOMPOL ROHMADI, S.H., menyampaikan “2 korban tenggelam berhasil dievakuasi dimana 1 korban selamat an MY(34) dan 1 korban meningal dunia an GP(25) semuanya berhasil di evakuasi dan langsung di bawa ke puskesmas krui untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya. 


Setelah di lakukan autopsi, Jenazah kemudian dibawa oleh pihak keluarga bersama petugas Puskesmas Pesisir Tengah menuju rumah duka di Kabupaten Tulang Bawang.


“Polres Pesisir Barat mengimbau para wisatawan agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai dan mematuhi peringatan di sekitar pantai dan keamanan petugas demi keselamatan bersama,”tutupnya.

JULEHA Tanggamus Cetak Penyembelih Halal Profesional Wabup : Masyarakat Harus Yakin Produk Yang Dikonsumsi Halal

 



Tanggamus, (GM) -- Suasana Balai Pekon Suka Negeri Jaya, Kecamatan Talang Padang, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan peserta dari berbagai penjuru Tanggamus berkumpul bukan untuk sekadar mengikuti pelatihan biasa, melainkan menyiapkan diri menjadi juru sembelih halal profesional yang memahami syariat, kesehatan, sekaligus standar kompetensi resmi Minggu, (17/5/2026).


Sebanyak 170 peserta mengikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) berbasis kompetensi tahun kedua yang digelar Pemerintah Kabupaten Tanggamus bersama organisasi JULEHA. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaminan produk halal sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan hewan.


Pelatihan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, Ketua DPW JULEHA Provinsi Lampung Saluddin, Ketua MUI Kabupaten Tanggamus, Ketua DPD JULEHA Tanggamus Jon Baitulhaq, perwakilan Dinas Peternakan, unsur kecamatan, hingga tokoh masyarakat.


Dalam sambutannya, Agus Suranto menegaskan bahwa pelatihan JULEHA menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan proses penyembelihan hewan dilakukan secara benar dan sesuai ketentuan syariat.



“Kami menyambut baik kegiatan ini karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tanggamus ingin memastikan bahwa setiap proses penyembelihan dilakukan oleh tenaga yang memahami aturan syariat, kesehatan, dan tata cara penyembelihan yang benar. Dengan begitu, masyarakat merasa aman dan yakin terhadap kehalalan produk yang dikonsumsi,” ujar Agus Suranto.


Ia juga berharap para peserta tidak hanya mengikuti pelatihan secara formalitas, tetapi benar-benar mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing.


“Jadilah juru sembelih yang profesional, amanah, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat. Ilmu yang diperoleh hari ini jangan berhenti di sini saja, tetapi harus diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat luas. Karena menjaga kehalalan bukan hanya tugas pemerintah atau organisasi, melainkan tanggung jawab bersama,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua DPD JULEHA Tanggamus, Jon Baitulhaq, mengatakan bahwa profesi juru sembelih halal bukan sekadar pekerjaan biasa, melainkan amanah besar yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat terhadap pangan halal.


“Kami ingin melahirkan juru sembelih yang bukan hanya terampil memegang pisau, tetapi juga memahami bahwa pekerjaan ini adalah amanah besar,” katanya.


Menurut Jon, meningkatnya jumlah peserta menjadi tanda kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penyembelihan halal semakin tinggi dari tahun ke tahun.


Pelatihan ini sekaligus memperkuat peran JULEHA sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas dan kehalalan produk hewan ternak di tengah masyarakat.

Polres Tanggamus Gelar Shalat Ghaib Untuk Almarhum Bripka Anumerta Arya Supena Di Masjid Hidayatullah

 


Tanggamus, (GM) -- Polres Tanggamus melaksanakan shalat ghaib untuk almarhum Bripka Anumerta Arya Supena, S.H., ba’da shalat dzuhur di Masjid Hidayatullah Mapolres Tanggamus diimami oleh Agus Suparno, S.Ag. asal Kemenag Tanggamus Senin, (11/5/2026). 


Shalat ghaib tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan serta doa bersama jajaran Polres Tanggamus untuk almarhum Bripka Anumerta Arya Supena yang gugur saat menjalankan tugas.


Shalat ghaib diikuti oleh personel Polres Tanggamus dan masyarakat sekitar dilaksanakan secara khidmat usai pelaksanaan shalat dzuhur berjamaah.


Suasana haru tampak menyelimuti pelaksanaan shalat ghaib yang berlangsung di Masjid Hidayatullah tersebut, sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terakhir dari keluarga besar Polres Tanggamus kepada almarhum Bripka Anumerta Arya Supena, S.H. 



Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk empati dan penghormatan kepada sesama anggota Polri yang telah mengabdikan diri dalam pelaksanaan tugas.


“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” kata AKBP Rahmad Sujatmiko usai pelaksanaan kegiatan.


Diketahui, peristiwa tragis yang merenggut nyawa almarhum terjadi pada Sabtu 9 Mei 2026 sekitar pukul 05.30 WIB di Jalan ZA Pagaralam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Saat itu, Bripka Anumerta Arya Supena yang sedang berdinas memergoki dua pria mencurigakan yang diduga tengah merusak kunci sepeda motor milik warga di depan sebuah toko kue.


Ketika berusaha menghentikan aksi pelaku, salah satu pelaku melepaskan tembakan yang mengenai kepala korban. Bripka Anumerta Arya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tembak yang diderita.

Sempat Mangkir Dari Persidangan : Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Ditetapkan Tersangka Korupsi Dana PI 10% PT LEB



Screenshot_20260429_004626_Gallery


BANDAR LAMPUNG, (GM) -- Kejaksaan Tinggi Lampung resmi menetapkan mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan dana Participating Interest (PI) 10 persen pada PT Lampung Energy Berjaya.

Penetapan tersebut dilakukan pada Selasa malam (28/4/2026), disertai dengan penahanan selama 20 hari ke depan.


Langkah ini menjadi sorotan publik karena Arinal tercatat sebagai mantan gubernur pertama di Lampung yang langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.


Berdasarkan hasil audit BPKP Lampung, kasus ini menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp268.760.385.500. Dana tersebut merupakan bagian dari PI 10 persen yang seharusnya menjadi hak daerah untuk mendukung pembangunan.


Selain itu, penyidik juga telah menyita sejumlah aset milik tersangka dengan nilai total mencapai Rp38,5 miliar. Barang bukti tersebut kini diamankan di gudang penyimpanan milik Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.


Nama Arinal sebelumnya telah muncul dalam proses persidangan perkara korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat perusahaan daerah. Kasus tersebut tengah disidangkan di Pengadilan Tipikor pada PN Tanjung Karang.


Dalam dakwaan jaksa, Arinal disebut memiliki peran dalam kapasitasnya sebagai gubernur sekaligus pemegang saham pada dua badan usaha milik daerah, yakni PT Lampung Jasa Utama dan PT Lampung Energy Berjaya.


Ia diduga terlibat bersama sejumlah pihak, di antaranya: Heri Wardoyo (Komisaris PT LEB), M. Hermawan Eriadi (Direktur Utama PT LEB), dan Budi Kurniawan (Direktur Operasional PT LEB)


Pihak Kejati Lampung menegaskan bahwa proses penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain. Penegakan hukum dilakukan secara profesional dan terbuka, tanpa pandang jabatan.


Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat, khususnya di Lampung, yang menantikan perkembangan lebih lanjut serta langkah hukum berikutnya dari aparat penegak hukum.(Reded )

RSUD Alimudin Umar : Langkah Pemkab Lampung Barat Meningkatkan Layanan Kesehatan Untuk Semua Masyarakat

 


LAMPUNG BARAT, (GM) -- Di bawah kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin, Kabupaten Lampung Barat terus berkomitmen untuk meningkatkan sektor kesehatan demi kesejahteraan masyarakat.

Salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut adalah pengembangan dan peningkatan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimuddin Umar, yang kini sedang menjalani berbagai program transformasi untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih lengkap, terjangkau, dan merata di bawah naungan Dinas Kesehatan setempat.

RSUD Alimuddin Umar terus berupaya memperbaiki fasilitas medis demi memastikan masyarakat Lampung Barat mendapatkan pelayanan terbaik. Salah satu langkah besar yang sedang dilakukan adalah renovasi gedung untuk penambahan fasilitas CT Scan dan terapi bagi pasien kanker.


Saat ini, proyek renovasi gedung CT Scan tengah berada pada tahap perencanaan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED), dan diharapkan dapat dilanjutkan dengan proses lelang serta kontrak pada Mei 2026.
Dengan adanya fasilitas CT Scan yang lebih lengkap, diharapkan proses diagnosa berbagai penyakit dapat lebih cepat dan akurat.
Sementara itu, alat CT Scan sendiri akan diterima melalui skema bantuan dari Kementerian Kesehatan, yang diperkirakan akan hadir pada triwulan IV tahun 2026.

Tidak hanya itu, rumah sakit ini juga sedang menjajaki pengelolaan terapi untuk pasien kanker dengan Kementerian Kesehatan melalui portal Bantuan Pemerintah (Banper).
Meskipun waktu pastinya belum bisa dipastikan, ini menunjukkan keseriusan Pemkab Lampung Barat untuk memberikan solusi bagi pasien kanker dengan fasilitas yang memadai.

RSUD Alimuddin Umar telah menjadi rumah sakit rujukan utama bagi berbagai penyakit yang memerlukan perawatan medis lebih lanjut.

Beberapa kondisi medis yang sering dirujuk antara lain anemia, demam berdarah (DHF), tuberkulosis (TB) paru, diabetes mellitus (DM) dengan hipoglikemia, hipertensi, PPOK, kejang demam kompleks, serta korban kecelakaan lalu lintas.

Rumah sakit ini menerima rujukan dari Puskesmas di seluruh Kabupaten Lampung Barat, termasuk dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda, Rumah Sakit M. Tohir, serta Puskesmas di wilayah Pesisir Barat dan perbatasan OKU Selatan.

Melalui perluasan layanan rujukan ini, RSUD Alimuddin Umar diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pasien dan memberikan perawatan yang lebih lengkap, tanpa harus memikirkan jarak dan biaya tinggi yang sering menjadi kendala bagi masyarakat.

Saat ini, RSUD Alimuddin Umar memiliki 13 dokter spesialis yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Di antaranya adalah spesialis penyakit dalam, obstetri dan ginekologi (OBGYN), anak, bedah, mata, THT-KL, saraf, dan paru.
Selain itu, rumah sakit ini juga memiliki dokter penunjang di bidang radiologi, patologi klinik, anastesi, dan gizi klinik.

Keberagaman spesialisasi ini memastikan bahwa hampir seluruh jenis penyakit dapat ditangani oleh tenaga medis yang kompeten, menjadikan RSUD Alimuddin Umar sebagai rumah sakit pilihan utama di Lampung Barat.
Salah satu langkah yang diambil oleh Pemkab Lampung Barat untuk mendukung kinerja RSUD Alimuddin Umar adalah pemberian Tunjangan Penghasilan PNS (TPP) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), insentif bagi tenaga non-PNS, serta pemberian jasa pelayanan.

Semua ini bertujuan untuk memotivasi tenaga medis dan paramedis dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan para tenaga medis dapat bekerja dengan semangat yang lebih tinggi, sehingga kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Alimuddin Umar dapat terus meningkat.
Dalam rangka memastikan semua lapisan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang baik, RSUD Alimuddin Umar terus berkomitmen melayani pasien yang terdaftar dalam program BPJS Kesehatan.
Bagi pasien dengan diagnosis yang sesuai dengan ketentuan BPJS, rumah sakit ini akan memberikan layanan tanpa harus khawatir dengan biaya pengobatan.

Dengan beragam fasilitas yang telah disiapkan, RSUD Alimuddin Umar siap menjadi pilihan utama bagi masyarakat Lampung Barat dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan.
Visi dan misi Pemkab Lampung Barat yang menekankan pada pembangunan sektor kesehatan tercermin jelas dalam upaya-upaya yang dilakukan oleh RSUD Alimuddin Umar.
Melalui berbagai program peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan, Pemkab Lampung Barat ingin memastikan bahwa masyarakat Lampung Barat dapat menikmati layanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan merata.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, serta peran aktif masyarakat, diharapkan RSUD Alimuddin Umar dapat terus berkembang menjadi rumah sakit yang lebih baik, memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat Lampung Barat, dan mewujudkan visi Pemkab Lampung Barat untuk menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Pemkab Lampung Barat, di bawah kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin, berkomitmen untuk terus bekerja keras demi mewujudkan Lampung Barat yang lebih sehat dan lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat.