Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Pendidikan. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Pendidikan. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Rekam Jejak Polwan Pertama Jadi Kapolsek Di Polres Tanggamus, Dari Reskrim Hingga Humas

 


Tanggamus, (GM) -- Nama Iptu Primadona, S.H., Laila semakin dikenal di lingkungan Polres Tanggamus Polda Lampung setelah dipercaya menjabat Kapolsek Wonosobo. Polwan asal Kota Agung itu memiliki rekam jejak panjang di sejumlah fungsi kepolisian, mulai dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Sat Binmas hingga Seksi Humas Polres Tanggamus.


Iptu Primadona Laila resmi dipercaya menjabat Kapolsek Wonosobo berdasarkan Surat Telegram Kapolda Lampung Nomor: ST/361/IV/2026 tanggal 30 April 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Lampung.


Sebelum menjabat Kapolsek Wonosobo, Iptu Primadona diketahui cukup lama bertugas di Satreskrim Polres Tanggamus. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus.


Saat menjabat Kanit PPA, Iptu Primadona dikenal aktif menangani berbagai perkara yang melibatkan perempuan dan anak dengan pendekatan humanis serta mengedepankan perlindungan terhadap korban.


Selain di Satreskrim, ia juga pernah mengemban tugas sebagai Kanit Bintibsos Sat Binmas Polres Tanggamus. Dalam jabatan tersebut, ia terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan masyarakat, penyuluhan kamtibmas hingga memperkuat kemitraan antara kepolisian dan warga.


Kariernya kemudian berlanjut saat dipercaya menjabat Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Tanggamus sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kasi Humas Polres Tanggamus berdasarkan Keputusan Kapolda Lampung Nomor: KEP/502/X/2025 dan KEP/503/X/2025 tanggal 22 Oktober 2025.


Selama menjabat Kasi Humas, Iptu Primadona dikenal aktif membangun komunikasi dengan insan pers, mendampingi pimpinan serta mengembangkan publikasi kegiatan kepolisian melalui berbagai platform media sosial dan media massa.


Usai sertijab, Iptu Primadona mengaku bersyukur atas amanah dan kepercayaan yang diberikan pimpinan kepadanya. Menurutnya, jabatan baru sebagai Kapolsek Wonosobo menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan baik.



“Hari ini telah dilaksanakan serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru. Amanah sebagai Kapolsek Wonosobo ini menjadi tantangan baru bagi saya pribadi. Saya berharap ke depan Polsek Wonosobo semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menciptakan situasi yang aman serta kondusif,” kata Iptu Primadona.


Ia juga berharap sinergitas bersama unsur forkopimcam, tokoh masyarakat dan insan media dapat terus terjalin dengan baik dalam mendukung tugas kepolisian di wilayah hukum Polsek Wonosobo.


“Saya juga meminta dukungan dan kerja sama rekan-rekan media. Nanti apabila ada kegiatan positif maupun pengungkapan kasus yang bisa dipublikasikan, saya berharap bisa bersama-sama membangun citra positif kepolisian,” ujarnya.


Menurut Iptu Primadona, pengalaman selama bertugas di Satreskrim hingga menjadi Kasi Humas menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai Kapolsek. Ia mengaku banyak belajar tentang penanganan persoalan di masyarakat, pelayanan publik hingga pengelolaan informasi kepada masyarakat.


“Selama di Humas saya banyak belajar. Pengalaman itu menjadi bekal penting bagi saya untuk mendukung tugas sebagai Kapolsek ke depan,” tandasnya.


Sebelumnya, sejumlah pejabat diserahterimakan yakni jabatan Kasat Samapta Polres Tanggamus dari AKP Mardiyono, S.H. yang dimutasi sebagai Ps. Kabag Ops Polres Lampung Timur kepada AKP Dian Afrizal, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat Panit 1 Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Lampung.


Jabatan Kasat Binmas Polres Tanggamus diserahterimakan dari AKP Bambang Purwadi, S.H. yang dimutasi sebagai Kasubbagfaskon Baglog Polres Pringsewu kepada Iptu Achmad Julizar yang sebelumnya menjabat Ps. Kanit Turjawali Sat Samapta Polresta Bandar Lampung.


Selanjutnya jabatan Kasat Polairud Polres Tanggamus diserahterimakan dari Iptu Fridy Roma Dona Panca Rizki, S.Sos yang dimutasi sebagai Kapolsek Limau Polres Tanggamus kepada AKP Dedi Yanto, S.Pd. yang sebelumnya menjabat Kapolsek Limau Polres Tanggamus.


Kemudian jabatan Kapolsek Wonosobo diserahterimakan dari Iptu Tjasudin, S.H. yang dimutasi sebagai Kasubbag Bekpal Baglog Polres Tanggamus kepada Iptu Primadona Laila, S.H. yang sebelumnya menjabat Kasi Humas Polres Tanggamus.


Jabatan Kapolsek Semaka diserahterimakan dari AKP Sutarto yang dimutasi sebagai Kasubbagkerma Bagops Polres Tanggamus kepada Iptu Joko Wahyudi yang sebelumnya menjabat Ps. Kasubbagkerma Bagops Polres Tanggamus.


Selanjutnya jabatan Kapolsek Limau diserahterimakan dari AKP Dedi Yanto, S.Pd. yang dimutasi sebagai Kasat Polairud Polres Tanggamus kepada IPTU Fridy Roma Dona Panca Rizki, S.Sos yang sebelumnya menjabat Ps. Kasat Polairud Polres Tanggamus.


Sementara jabatan Kapolsek Pematang Sawa diserahterimakan dari Ipda Ahmad Rais yang dimutasi sebagai Pama Polres Tanggamus dan diarahkan ke Sidokkes dalam rangka pengobatan kepada Ipda Neco Erlandi, S.H. yang sebelumnya menjabat Kanit 2 Satresnarkoba Polres Lampung Barat.


Adapun jabatan Kapolsek Talang Padang diserahkan Kapolres kepada Iptu Harunur Rasyid, S.H., M.H. yang sebelumnya bertugas sebagai Pamin 3 Subbagrenmin Bid Propam. Sebab pejabat lama Iptu Almasruri Ali, S.Tr.K., M.H. dimutasi ke Biro SDM Polda Lampung dalam rangka mengikuti pendidikan STIK.


Pejabat lain yang mengalami pergantian yakni jabatan Kasi Humas Polres Tanggamus diserahterimakan dari Iptu Primadona Laila, S.H. yang dimutasi sebagai Kapolsek Wonosobo Polres Tanggamus kepada AKP Sofyansyah, S.H. yang sebelumnya menjabat Kasat Binmas Polres Pesawaran.


Selain mutasi pejabat utama dan kapolsek, terdapat dua perwira yang masuk ke Polres Tanggamus yakni Ipda Yunizar, S.H. yang dimutasi dari Pamin 2 Subbag Renmin Ditintelkam Polda Lampung menjadi Pama Polres Tanggamus dan Ipda Suryana, S.H. yang dimutasi dari Kanit 4 Satreskrim Polres Pesisir Barat menjadi Pama Polres Tanggamus.


Sementara itu, satu perwira keluar dari Polres Tanggamus yakni Ipda Gede Putu Eka Sayang Wawi yang dimutasi dari Pamapta Polres Tanggamus menjadi Kasikeu Polres Lampung Barat.

Dandim 0424/Tanggamus Sambut Tim Wasev Pusterad Di Lokasi TMMD Ke 128 Pekon Kalimiring

 



Tanggamus, (GM) -- Komandan Kodim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.I.P., menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Pusterad dalam rangka peninjauan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 di Pekon Kalimiring, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Selasa (12/5/2026).


Kunjungan Tim Wasev dipimpin langsung Brigjen TNI Mukhlis., S. AP.,M.M bersama rombongan. Turut hadir Bupati Tanggamus Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, Kepala Staf Korem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr (Han), unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga setempat.


Kedatangan Tim Wasev disambut hangat oleh Satgas TMMD dan masyarakat yang selama ini bergotong royong melaksanakan pembangunan di wilayah Pekon Kalimiring.


Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono menjelaskan bahwa program TMMD ke-128 merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.


“Kegiatan TMMD ini bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Dandim.


Ia mengatakan, meskipun cuaca hujan menjadi salah satu kendala di lapangan, pelaksanaan pekerjaan tetap berjalan sesuai target berkat manajemen waktu dan kerja sama seluruh pihak.

“Kendala tentunya ada, saat ini cuaca hujan. Namun kendala tersebut bukan menjadi rintangan berat bagi kami karena kami mempunyai manajemen waktu,” kata Dandim.


Menurutnya, Satgas TMMD bersama masyarakat terus menyesuaikan pola pekerjaan agar seluruh sasaran fisik dapat selesai tepat waktu.

“Saat cuaca hujan kami menyesuaikan pekerjaan, dan ketika cuaca cerah langsung dikebut bersama masyarakat dan Satgas TMMD,” lanjutnya.



Adapun sasaran fisik TMMD ke-128 di Pekon Kalimiring meliputi normalisasi badan jalan sepanjang 2.570 meter, pengerasan jalan, pembangunan talud dan gorong-gorong, rehab rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sumur bor, hingga fasilitas MCK.


Selain itu, kegiatan nonfisik juga dilaksanakan berupa pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan, administrasi kependudukan, bantuan sosial, bantuan pendidikan, hingga pembagian bibit tanaman kepada masyarakat.


Sementara itu, Ketua Tim Wasev Pusterad Brigjen TNI Mukhis., S. AP.,M.M memberikan apresiasi atas semangat gotong royong dan dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan TMMD di Kabupaten Tanggamus.


“Kita berikan apresiasi terhadap kegiatan TMMD ke-128 di Kabupaten Tanggamus ini. Peran serta dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat cukup bagus,” ujar Brigjen Mukhlis.


Menurutnya, pembangunan jalan yang sebelumnya hanya berupa jalan setapak kini mulai membuka akses baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Dulunya ini jalan tertutup, hanya jalan setapak. Setelah dinormalisasi sekarang kendaraan bisa lewat,” ungkapnya.


Ia berharap hasil pembangunan tersebut dapat membantu memperlancar pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan masyarakat serta meningkatkan perekonomian warga desa.


TMMD ke-128 Tahun 2026 sendiri mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa” sebagai bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah.

Penyuluhan Hukum Di Bandar Lampung, Kepala Sekolah Didorong Pahami Aspek Yuridis




BANDAR LAMPUNG, (GM) -- Kegiatan penyuluhan hukum bertajuk Penguatan Profesionalisme dan Pemahaman Hukum dalam Manajemen Sekolah digelar di Soeltan Luxe Hotel Bandarlampung, Selasa (28/04/2026).


Kegiatan ini diikuti kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang humas dari SMA di Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Bandar Lampung, serta dari unsur Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).


Ketua MKKS SMA Provinsi Lampung, Drs. H. Soeharto, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan profesionalisme serta pemahaman hukum di lingkungan sekolah.



“Kegiatan ini untuk menunjang profesionalisme kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, khususnya dalam memahami aspek yuridis yang kerap belum dipahami secara menyeluruh dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.


Ia menambahkan, kurangnya pemahaman hukum berpotensi menimbulkan persoalan, bahkan dapat memicu proses hukum yang merugikan institusi pendidikan.


Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), Hengki Ahmat Jazuli, menekankan bahwa tugas jurnalistik harus berpedoman pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan kode etik jurnalistik.


Menurutnya, pihak sekolah juga perlu memahami mekanisme pemberian informasi kepada media agar tidak terjadi kesalahpahaman.


“Sekolah harus tegas dalam menerapkan aturan saat memberikan informasi maupun wawancara kepada wartawan, dengan mengacu pada standar Dewan Pers,” jelasnya.


Ia juga mengingatkan, apabila terdapat oknum yang mengaku sebagai wartawan namun tidak menjalankan tugas sesuai aturan jurnalistik, pihak sekolah dapat melaporkannya ke Dewan Pers atau aparat penegak hukum.


Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kepala sekolah dan jajaran humas dalam menjalankan tugas secara profesional, transparan, serta sesuai koridor hukum yang berlaku. (Red)

Wabup Agus Suranto Tekankan Merit Sistem 9 Pejabat Tanggamus Resmi Dilantik

 



TANGGAMUS, (GM) -- Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto menegaskan pentingnya penerapan sistem merit serta peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, di Ruatama Bupati Senin, (20/4/2026).


Dalam sambutannya, Agus Suranto menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari implementasi manajemen ASN yang mengedepankan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil.


“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini merupakan bagian dari implementasi sistem merit dalam manajemen ASN sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara,” ujar Agus Suranto.


Ia menegaskan, rotasi, promosi, dan mutasi merupakan langkah strategis untuk menjaga organisasi tetap dinamis dan responsif.



“Rotasi, promosi, atau mutasi merupakan langkah strategis untuk memastikan organisasi tetap dinamis dan responsif dalam upaya pencapaian target kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.


Wabup juga meminta para pejabat yang dilantik untuk langsung beradaptasi dan menunjukkan kinerja optimal.


“Saya berharap kepada pejabat yang hari ini menerima mandat, untuk bergerak cepat dan bekerja secara adaptif. Kenali dengan baik medan tugas, bangun sinergi dengan tim kerja, dan ciptakan ekosistem birokrasi yang sehat, terbuka, dan kolaboratif,” tegasnya.


Ia menambahkan, ASN harus mampu bekerja dengan kepekaan dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.


“Bekerja jangan hanya berdasarkan rutinitas, tetapi dengan kepekaan, empati, dan solusi yang berdampak langsung,” katanya.


Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 9 pejabat resmi menempati jabatan baru, yakni:

• Afrida Susanti, S.E., M.M. sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah

• Pramadya, S.KM., M.Kes sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

• Isman Hadi, S.E. sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan

• Budi Utomo, S.STP., M.H. sebagai Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD

• Saman, S.T. sebagai Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD

• Neng Ice Malantika, S.H. sebagai Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD

• Ibrahim, S.E., M.M. sebagai Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan

• Andi Kholil, S.H. sebagai Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan

• Septa Melasuri, S.E. sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Gisting


Secara khusus, Agus Suranto menyoroti peran strategis Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah dalam menjaga tata kelola keuangan daerah.


“Jabatan ini menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap kebijakan anggaran harus berpihak pada kepentingan masyarakat dan mendukung pembangunan secara efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Ia juga berharap pengelolaan keuangan daerah semakin transparan dan akuntabel guna meraih kembali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.


“Harapan kita adalah opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK dapat kita peroleh kembali,” pungkasnya.


Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Harlah Ke 80 Muslimat NU Bukan Sekadar Seremoni Melainkan Refleksi Perjalanan Panjang Organisasi



LAMPUNG BARAT, (GM) -- Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang Muslimat NU Lampung Barat masa bakti 2025–2030 yang dirangkaikan dengan peringatan Harlah Muslimat NU ke-80 tahun 2026.


Kegiatan berlangsung di Lamban Gedung Pancasila, Komplek Perkantoran Pemkab Lampung Barat, Minggu (19/4/2026).


Acara ini turut dihadiri Sekda Lampung Barat, jajaran organisasi wanita seperti GOW dan DWP, perwakilan Polres dan Kodim 0422/LB, Ketua PCNU Lampung Barat, serta berbagai organisasi keagamaan seperti Ansor, IPPNU, Muhammadiyah, dan Aisyiyah.


Dalam momentum tersebut, kepengurusan baru Muslimat NU Lampung Barat resmi dilantik berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Nomor 024/SK/A/PPMNU/VIII/2025.


Syahyana dipercaya sebagai Ketua, didampingi jajaran wakil ketua, sekretaris, hingga bendahara yang siap mengemban amanah hingga tahun 2030.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi ladang pengabdian yang penuh nilai kemuliaan.



“Muslimat NU telah terbukti menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, sekaligus menjaga tradisi ke-NU-an yang moderat, toleran, seimbang, dan adil,” ujarnya.


Menurutnya, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, peran Muslimat NU menjadi semakin strategis, terutama dalam membangun ketahanan keluarga, memperkuat pendidikan akhlak generasi muda, serta menjaga harmoni sosial di masyarakat.


Momentum Harlah ke-80 Muslimat NU juga disebutnya bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi perjalanan panjang organisasi dalam berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.


“Delapan puluh tahun adalah bukti nyata bahwa Muslimat NU konsisten hadir dalam bidang pendidikan, sosial, dakwah, hingga pemberdayaan perempuan,” tambahnya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat membuka ruang kolaborasi luas dengan Muslimat NU sebagai mitra strategis.


Hal ini sejalan dengan program pembangunan daerah 2025–2030, mulai dari penguatan sektor pertanian, peningkatan kualitas SDM, pengembangan UMKM, hingga penguatan nilai religius dan budaya lokal.


Wabup juga berharap Muslimat NU dapat berperan aktif dalam berbagai sektor, seperti pendidikan karakter berbasis akhlak, pemberdayaan ekonomi perempuan melalui UMKM, hingga edukasi kesehatan masyarakat termasuk pencegahan stunting.


“Dengan jaringan yang kuat hingga akar rumput, Muslimat NU memiliki posisi strategis untuk menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” tutupnya.

Diskominfo Lampung Barat Perjelas Himbauan Bupati Larangan Joget Dan Bernyanyi Di TikTok Pada Jam Kerja

 


LAMPUNG BARAT, (GM) -- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Barat (Lambar), memperjelas himbauan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus agar pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lampung Barat tidak bernyanyi dan berjoget pada saat Live Tik tok di jam kerja, Sabtu, (5/4/2026).  


Kepala Dinas Kominfo Lampung Barat Burlianto Eka Putra menjelaskan, himbauan tersebut bukan berarti membatasi atau melarang ASN untuk bernyanyi dan berjoget dalam segala momen melainkan hanya saat pada jam kerja. Hal itu karena belakangan banyak diantara ASN yang live tik tok karoke berjoget dan bernyanyi pada saat jam kerja.


Namun jika ASN bernyanyi dan berjoget dalam momentum yang tepat, seperti saat tampil di panggung ketika kondangan atau bernyayi disertai gerakan tertentu untuk membuat konten edukasi, itu bukan katagori yang dilarang.


"Yang dimaksud pak bupati itu, live tiktok, karoke, berjoget dan bernyanyi pada saat jam kerja, itu yang tidak boleh. Kalau konten yang sifatnya edukasi, kreatif, dan inovatif justru itu yang diharapkan pak bupati," terang Burlianto.


Burlianto menambahkan pihaknya mempertegas himbauan bupati terkait larangan live tiktok pada saat apel mingguan pasca lebaran yang lalu dikarenakan ada sejumlah laporan dari ASN utamanya dibidang promosi yang sering menggunakan media sosial dalam menyampaikan sosialisasi, edukasi dan ajakan terhadap masyarakat, yang takut konten yang mereka buat masuk katagori yang dilarang, mengingat konten yang dibuat kerap menyertkan musik, lagu, dan gerakan tari-tarian.


"Sudah banyak yang laporan, tim kreator kita yang ada di dinas dan tim Promkes takut kalau konten mereka termasuk katagori yang dilarang karena ada musik, lagu, dan gerakan tarinya," terang Burlianto.


Burlianto menambahkan disejumlah Satuan Kerja (Satker) seperti Dinas Pariwisata, Pendidikan, Kependudukan, Sosial, Mall Pelayan Publik, utamanya Dinas Kesehatan yang memiliki tim Promosi Kesehatan (Promkes) yang tersebar di Rumah Sakit (RS) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), yang memang dituntut kreatif dalam mempromosikan, mengajak dan menyampaikan informasi terhadap masyarakat. 


Pegawai atau tim kreatif yang ditugaskan untuk membuat konten-konten edukasi dimasing-masing Satker memang kerap  menyertakan musik, lagu, dan juga gerakan seperti tari dalam konten mereka, dan itu bukan katagori yang dilarang seperti yang disampaikan oleh pak bupati. "Tim kreatif sekarang banyak yang takut buat konten. Takut menyalahi karena konten edukasi yang mereka buat sering menyertakan musik, lagu, dan tari. 


"Untuk itu kami tegaskan kembali bahwa himbauan yang dimaksud pak bupati itu joget-joget, nyanyi, live tiktok di jam kerja. Kalau membuat konten promosi, edukasi, dan ajakan terhadap masayarakat dengan menyertakan musik, lagu, dan gerkan-gerakan tertentu itu boleh saja," tegas Burlianto.


Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan media sosial seperti TikTok harus dilakukan dengan bijak dan tidak mengganggu pekerjaan "Pada dasarnya pak bupati tidak melarang pegawai untuk menggunakan media sosial, tapi ia ingin pegawai ASN  menggunakan dengan bijak dan tidak mengganggu pekerjaan," tutup Burlianto.

Bupati Parosil Mabsus Tekankan Pelayanan Maksimal : 88 Pejabat Diminta Keluar Dari Zona Nyaman

 


Lampung Barat,(GM) -- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus menegaskan komitmennya terhadap peningkatan pelayanan publik saat melantik dan merolling 88 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Rabu (1/4/2026).


Kegiatan tersebut digelar di Sekolah Kopi, Pekon Sukajaya, Kecamatan Sumber Jaya.


Dalam arahannya, Parosil menekankan bahwa pejabat yang baru dilantik tidak boleh bekerja dalam zona nyaman.


Ia meminta seluruh aparatur untuk benar-benar hadir sebagai pelayan masyarakat.


“Harapan saya, nilai-nilai yang terkandung selama Ramadan, yakni disiplin, kesabaran, dan keikhlasan, dapat diterapkan dalam kehidupan sebagai abdi negara, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Parosil.


Menurutnya, kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah keterbukaan dan keutuhan informasi.


Oleh karena itu, ia meminta para pejabat untuk responsif terhadap setiap kebutuhan masyarakat.


“Kalau ada masyarakat yang butuh jawaban, layanan, bimbingan, atau perhatian, maka lakukan. Karena bapak dan ibu semua digaji untuk itu,” tegasnya.


Parosil juga mengingatkan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni atau pengisian jabatan.


Lebih dari itu, momen ini menjadi langkah strategis dalam memastikan roda pemerintahan berjalan efektif, profesional, dan mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks.


Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat saat ini tengah fokus menuntaskan berbagai program prioritas, khususnya dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.



“Keberadaan pejabat yang kompeten dan berdedikasi sangat dibutuhkan untuk mempercepat capaian visi dan misi daerah. Saya minta seluruh pejabat yang dilantik segera bekerja, lakukan konsolidasi, pahami tantangan, serta ciptakan terobosan yang inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.


Sebanyak 88 pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional di berbagai perangkat daerah dan kecamatan.


Dengan pelantikan ini, Parosil berharap kinerja birokrasi di Lampung Barat semakin solid dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, serta berkualitas bagi masyarakat.


Berikut nama-nama pejabat yang dilantik : 

1. Timbul Situmeang dilantik sebagai Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah.

2. Eric Enrico sebagai Sekretaris Badan Perencanaan Daerah.

3. Sukimin sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup.

4. Sumarlin sebagai Sekretaris Dinas Sosial.

5. Iwan Sopian sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP.

6. Usman A Rani sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan.

7. Ahmad Syukri sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

8. Asep Suganda sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon.

9. Erwin Ardiansya Indra Guna sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

10. M. Yones sebagai Sekretaris Inspektorat.

11. Ahmad Ahnuh sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

12. Sarjak sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian.

13. Ruspel Gultom sebagai Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah.

14. Juremiyudi sebagai Camat Lumbok Seminung.

15. Mat Patoni sebagai Camat Balik Bukit.

16. Heriyanto sebagai Camat Batu Ketulis.

17. Rudi Rahmadian sebagai Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.

18. M. Agus Setiawan sebagai Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah.

19. Dapet Jakson sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah.

20. Erna Risnawati sebagai Camat Way Tenong.

21. Agus Hadipurnama sebagai Camat Gedung Surian.

22. Rusman sebagai Camat Batu Brak.

23. Sri Handayani sebagai Camat Sumber Jaya.

24. Alexander Pranggabaya sebagai Camat Suoh.

25. Salman sebagai Camat Sukau.

26. Selyawati sebagai Kabid Akuntansi dan Pelaporan pada Badan Keuangan dan Aset Daerah.

27. Desmon Irawan sebagai Kabid Fisik pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

28. Candrapaska sebagai Kabid Penataan dan Kerjasama Pekon.

29. Heli Puspitawati sebagai Kabid Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian.

30. Kalpitori sebagai Kabid Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera.

31. Riady Andrianto sebagai Kabid Layanan Pustaka dan Pembudayaan Gemar Membaca.

32. Imam Sumantri sebagai Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

33. Budiyono sebagai Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan.

34. Edwin Okta Fernandes sebagai Kabid Teknik Sarana dan Prasarana pada Dinas Perhubungan.

35. Marico Tambunan sebagai Kabid Perkebunan.

36. Seno Susanto sebagai Kabid Perdagangan.

37. Alexander Saputra sebagai Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar.

38. Nova Christina sebagai Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal.

39. Muhlatip sebagai Kabid Rehabilitasi Sosial.

40. Rega Saputra sebagai Kabid Ketersediaan, Cadangan dan Kerawanan Pangan.

41. Dedi Firmansyah sebagai Kabid Aplikasi Informatika.

42. Elpin Jaya sebagai Kabid Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup.

43. Yudhy Primandha sebagai Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Kelembagaan Pekon.

44. Kelana Indah Susilawati sebagai Kabid Tanaman Pangan.

45. Nurmi sebagai Kabid Konsumsi, Penganekaragaman, Mutu dan Keamanan Pangan.

46. Mashuri sebagai Kabid Pengembangan Destinasi dan Kelembagaan Pariwisata.

47. Himaya Saputra sebagai Kabid Pembinaan Ketenagaan.

48. Misranto sebagai Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

49. Sukardi sebagai Kabid Penegakan Perda dan Perbup.

50. Hasnul Mubarok sebagai Kabid Angkutan dan Keselamatan.

51. Misno sebagai Sekretaris Kecamatan Sekincau.

52. Tusiran sebagai Sekretaris Kecamatan Bandar Negeri Suoh.

53. Juwarsyah sebagai Sekretaris Kecamatan Suoh.

54. Nilawati sebagai Kabid Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

55. Salaffudin sebagai Kabid Perindustrian.

56. Miftahul Khoiri sebagai Kasubbag Umum dan Perencanaan.

57. Adi Susanto sebagai Kasi Angkutan Penumpang.

58. Haidar sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Sekincau.

59. Imam Rosadi Vadilah Nodin sebagai Kepala UPTD Kebun Induk Kopi.

60. Anri Yusuf sebagai Kasi Kelembagaan, Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar.

61. Rifki Yufriza sebagai Kasubbid Akuntansi.

62. Slamet Sutono sebagai Kasubbag Perencanaan Inspektorat.

63. Erna Utami sebagai Kepala UPTD Rumah Potong Hewan.

64. Eviana Zuraida sebagai Kepala UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu.

65. Andes Seriawan sebagai Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kecamatan Sumber Jaya.

66. Lazio Toto Azmi sebagai Kasubbag Protokol.

67. Wendi Satria sebagai Kasi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Bandar Negeri Suoh.

68. Lekat Apriadi sebagai Kasi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Balik Bukit.

69. Desi Anggraini sebagai Kasubbid Penunjang Medis RSUD Alimudin Umar.

70. Darwin Sabara sebagai Kasubbag Umum dan Perencanaan Dinas Sosial.

71. Ferdiansyah Putra sebagai Kasubbag Umum dan Perencanaan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian.

72. Nurul Zahrotun sebagai Kasi Kemasyarakatan Kecamatan Sukau.

73. Elmayati sebagai Kasubbag Keuangan Dinas Lingkungan Hidup.

74. Ari Darmanto sebagai Kasubbag Keuangan Dinas Perhubungan.

75. Distomi sebagai Kasi Kemasyarakatan Kecamatan Kebun Tebu.

76. Dadang Horizon sebagai Kasi Kemasyarakatan Kecamatan Lumbok Seminung.

77. Erliansyah sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat Pekon Kecamatan Pagar Dewa.

78. Muhammad Irfan sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Gedung Surian.

79. Aupa Ependi sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat Pekon Kecamatan Bandar Negeri Suoh.

80. Heriyanto sebagai Kasubbag TU UPTD Rumah Potong Hewan.

81. Irwan sebagai Kasubbag TU UPTD Pusat Kesehatan dan Pengembangan Ternak Batu Ketulis.

82. Rohanah sebagai Kasubbag TU UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu.

83. Yusrizal sebagai Kasubbag TU UPTD Pemadam Kebakaran Kecamatan Sumber Jaya.

84. Deden Ramdani sebagai Kasubbag TU UPTD Kebun Induk Kopi.

85. Farid Wajdi sebagai Kasubbag Perencanaan dan Keuangan Kecamatan Kebun Tebu.

86. Isty Yanuritasari sebagai Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Kebun Tebu.

87. Endi Efriyadi sebagai Kasi Pembangunan Kelurahan Tugu Sari.

88. Mar’atus Sholeha sebagai Kasi Pembangunan Kelurahan Fajar Bulan.

DPRD Gelar Rapat Paripurna Jelang HUT Tanggamus Ke-29

 



Suasana khidmat menyelimuti ruang sidang DPRD Kabupaten Tanggamus saat Pemerintah Kabupaten Tanggamus bersama DPRD menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kabupaten Tanggamus, Jumat (27/3/2026).


Momentum sakral ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan panjang daerah sejak berdiri pada 21 Maret 1997, sekaligus peneguhan komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.


Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting daerah, mulai dari Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga insan pers. Hadir pula mewakili Gubernur Lampung, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Lampung, Binarti Bintang. Tampak juga Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, Wakil Bupati Agus Suranto, jajaran pimpinan dan anggota DPRD, perwakilan Dandim 0424/Tanggamus, perwakilan Kapolres Tanggamus, Kajari Tanggamus Subari Kurniawan, Sekretaris Daerah Suaidi, pimpinan partai politik, kepala OPD, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.


Dalam suasana penuh kebersamaan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tanggamus, Rangga Putra Hakim, mengajak seluruh hadirin untuk memaknai peringatan HUT ini sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum mempererat silaturahmi.


Ia menegaskan bahwa hari jadi daerah bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan ruang refleksi terhadap capaian dan tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan secara bersama.


“Melalui peringatan ini, mari kita satukan langkah dan gerak untuk terus melanjutkan pembangunan Kabupaten Tanggamus yang kita cintai,” ujarnya dengan penuh harap.


Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa meskipun berbagai kemajuan telah diraih, Kabupaten Tanggamus masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah yang memerlukan perhatian serius.


Peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, sektor pertanian, penguatan sumber daya manusia, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi utama menuju daerah yang lebih maju dan berdaya saing.


Sementara itu, Bupati Tanggamus, H. Moh. Saleh Asnawi, dalam pidatonya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rapat paripurna istimewa tersebut. Ia membuka sambutannya dengan ucapan selamat ulang tahun ke-62 kepada Provinsi Lampung, sekaligus menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah provinsi dan kabupaten.


Menurutnya, kolaborasi tersebut telah memberikan dampak signifikan, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan penguatan ketahanan pangan di wilayah Tanggamus.


Pada momentum HUT ke-29 ini, Bupati juga memberikan penghargaan kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa kondisi daerah yang aman dan kondusif merupakan faktor kunci dalam mendorong pembangunan yang terarah, efektif, dan berkelanjutan.


Mengusung tema “Dengan Semangat Kerja Jalan Lurus Kita Wujudkan Tanggamus yang Maju dan Sejahtera”, Bupati menekankan pentingnya integritas, kejujuran, serta sinergi lintas sektor dalam mencapai kesejahteraan masyarakat.


Nilai kearifan lokal “Begawi Jejama” atau bekerja bersama, menurutnya, harus terus dijaga dan dijadikan semangat utama dalam setiap langkah pembangunan.


Dalam paparannya, Bupati membeberkan sejumlah capaian membanggakan yang berhasil diraih Kabupaten Tanggamus dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Di antaranya keberhasilan menjadi juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Lampung tahun 2025, serta diraihnya predikat Kabupaten Sangat Inovatif dalam ajang Innovative Government Award yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.


Tak hanya itu, Tanggamus juga memperoleh penghargaan inovasi dari televisi nasional, yang semakin mengukuhkan posisi daerah sebagai salah satu kabupaten yang progresif dalam mendorong inovasi pemerintahan.


Dari sisi ekonomi, tren positif juga terus ditunjukkan. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanggamus tercatat meningkat menjadi 4,52 persen. PDRB per kapita turut mengalami kenaikan hingga mencapai Rp33,05 juta.


Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,1 persen, dengan target optimistis turun di bawah 10 persen pada tahun 2026.


Meski demikian, Bupati tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama, di samping pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan, penanganan stunting, serta percepatan pembangunan infrastruktur.


Di sektor ekonomi, Bupati secara khusus menyoroti pentingnya hilirisasi produk unggulan daerah. Ia mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun strategi konkret dalam mengembangkan komoditas unggulan, mulai dari proses produksi, distribusi, hingga membangun kemitraan investasi yang berkelanjutan.


“Pembangunan tidak cukup hanya dari apa yang kita lakukan, tetapi dari masalah apa yang berhasil kita selesaikan,” tegasnya, menandaskan arah kebijakan pembangunan ke depan.


Menutup sambutannya, Bupati juga mengimbau seluruh instansi pemerintah dan masyarakat untuk menggunakan lambang resmi Kabupaten Tanggamus sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 1997, sebagai bentuk menjaga identitas dan keseragaman simbol daerah.


berharap, peringatan HUT ke-29 ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum evaluasi, introspeksi, dan penguatan kebersamaan dalam membangun Kabupaten Tanggamus ke arah yang lebih maju, adil dan sejahtera.

Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi Lantik 47 Pejabat Pemkab Tanggamus

 



Tanggamus,(GM) -- Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan 47 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus pada Jumat (06/03/2026). 


Prosesi yang berlangsung khidmat di Kota Agung ini menjadi sinyal kuat dimulainya percepatan reformasi birokrasi dan transformasi ekonomi daerah melalui visi hilirisasi sumber daya alam.


​Pelantikan ini didasarkan pada serangkaian Keputusan Bupati Tanggamus, yakni Nomor 800.1.3.3/644/45/2026 (JPT Pratama), Nomor 800.1.3.3/687/45/2026 (Administrator dan Pengawas), Nomor 800.1.3.3/690/45/2026 (Fungsional Analis SDM), serta Nomor 800.1.3.3/380/45/2026 (Fungsional Guru).


Dalam nukilan sambutannya yang menggugah, Bupati menekankan bahwa Tanggamus harus menyudahi perannya sebagai sekadar “penyedia” bagi daerah lain. Selama ini, kekayaan bumi seperti kopi dan kakao kerap terbang keluar daerah dalam bentuk mentah untuk diolah di pabrik-pabrik besar di Pulau Jawa.


​”Sekarang, saatnya kita perlahan mengubah haluan. Hilirisasi adalah kunci. Kita tidak ingin lagi melihat hasil laut dan bumi kita hanya lewat. Kita harus mampu mengolahnya di sini, menciptakan lapangan kerja di sini, dan memastikan kesejahteraan itu tinggal di rumah kita sendiri, di Tanggamus,” ujar Bupati dengan nada tegas namun penuh harapan.


​Beliau memaparkan bahwa dengan membangun ekosistem industri yang terintegrasi, nilai tambah produk lokal akan meningkat berkali-kali lipat. Hal ini diproyeksikan menjadi katalisator utama dalam menurunkan angka kemiskinan dan mendongkrak indeks kesejahteraan rakyat secara merata.


Birokrasi yang “Jemput Bola”


​Menyadari kondisi fiskal daerah yang penuh tantangan, Bupati Saleh Asnawi menginstruksikan para pejabat yang baru dilantik untuk menanggalkan pola kerja “menunggu”. Beliau mendorong para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih agresif dalam bersinergi dengan pemerintah pusat.



​”Jangan hanya menunggu anggaran turun di meja. Kita harus bisa ‘jemput bola’. Jalin koordinasi intensif dengan kementerian di pusat untuk mengakses DAK maupun Dana Insentif Daerah. Kita butuh kreativitas dan proaktifitas untuk melobi pusat demi percepatan pembangunan daerah,” tambahnya.


​Integritas dan Budaya “Jalan Lurus”


​Pelantikan ini sendiri merupakan hasil dari proses seleksi terbuka yang transparan dan berbasis sistem merit, sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2023. Bupati memastikan bahwa setiap pejabat yang terpilih telah melalui penyaringan ketat yang bebas dari praktik transaksional.


Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik

​Berikut adalah daftar 47 pejabat yang mengemban amanah baru untuk memperkuat pembangunan di Kabupaten Tanggamus:

​I. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II)

​RULLY RUNA YUDA, S.STP., M.Si. – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

​JON NOVRI, S.STP., M.IP. – Asisten Administrasi Umum.

​IVAN KURNIAWAN, S.T. – Kepala BKPSDM.

​NANANG SUMARLIN, S.H., M.M. – Kepala Badan Pendapatan Daerah.

​LUBERTO FABIOCA, S.E., M.M. – Kepala Dinas PPPA, Dalduk, dan KB.

​Drs. VIKTOR LIBRADI HS, M.H. – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

​ARIA RESUKIA, S.T., M.M. – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

​MARHASAN SAMBA, S.I.P. – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

​Drs. SABAR MARULAK SITANGGANG – Kepala Dinas Perhubungan.

​II. Pejabat Administrator (Eselon III)


WILDAN HISTORI, SIP. – Camat Kota Agung Timur.

BAYU MAHARDIKA, S.H., MAP. – Sekretaris Badan Pendapatan Daerah.

MADRIZAL, S.Pd. – Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

EVAYANI, S.Sos.I. – Kabid Ketenagaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

ATRIA ANTHONI, S.P., M.M. – Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan, TP dan Hortikultura.

ISHAK BASUKI, S.T. – Kabid Cipta Karya pada Dinas PUPR.

ARIANTONI, S.T., M.T. – Kabid Pengairan pada Dinas PUPR.

SUPARMONO, S.Kom., M.M. – Kabid Perencanaan Perekonomian pada Bapperida.

UZAIRI UHIDA, S.Pt., M.M. – Kabid Perencanaan Makro, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bapperida.

ADHITYA RAMA DAEFI, S.E. – Kabid Riset dan Inovasi Daerah pada Bapperida.

NASRULLOH, S.E., M.M. – Kabid Perencanaan dan Keuangan pada RSUD Batin Mangunang.

Bdn. DAMSIANA, S.ST., M.Kes. – Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan.

RENSUS RENATUS SIMANJORANG, S.E., M.M. – Kabid Perindustrian pada Diskoperindag.

​III. Pejabat Pengawas (Eselon IV)

SITI ZUBAIDAH, S.H., M.M. – Kasi Ketenagaan PAUD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

ELIS SETYOWATI, S.E. – Kasi Ketenagaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

SUPARMAN, S.Pd. – Kasi Kurikulum Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

YUZAK PRASETYADI, S.Sos. – Kasubbag Tata Usaha pada Diskominfo.

YULIANA, S.E. – Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan pada Dinas Perhubungan.

HIDAYAT, S.E. – Kasi Penyelamatan dan Evakuasi pada Dinas Damkar dan Penyelamatan.

FITRIANA PUSPITA SARI, S.Kom. – Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada Dinas Ketahanan Pangan, TP dan Hortikultura.

PRIMA KURNIAWAN, S.Kom., M.M. – Kasubbag Akuntansi Belanja pada BPKAD.

ROKI RISMAYEDI, S.E. – Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada Bapenda.

RISNAWATI, S.E., M.M. – Kasubbid Penetapan Pajak Daerah I pada Bapenda.

NOFRIYANDI PUTRA, S.E. – Kasubbid Penerimaan Pajak Daerah pada Bapenda.

TRI KESUMA WARDANA, S.E. – Kasubbid Pelayanan, Pendataan, dan Penetapan Pajak pada Bapenda.

BUDI HARTONO, S.E. – Kasubbid Pengawasan dan Pembinaan Pajak Daerah pada Bapenda.

AHMAD IRSAN, S.P. – Kasi Pemerintahan pada Kecamatan Kota Agung.

MISRI JAYA, S.H. – Kasi Kesejahteraan Masyarakat pada Kecamatan Air Naningan.

EKA DAMAYANTI, AM.KL. – Kepala UPTD PPA pada Dinas PPPA, Dalduk dan KB.

​IV. Jabatan Fungsional

LINDA LESTARI, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

AGUNG TRY PRASETYO, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

YUNITA, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

CHANDRA AZURRA, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

IMAM MUKHLASIN, S.H. – Analis Hukum Ahli Pertama.

BUKHARI, S.Pd. – Guru Ahli Pertama.

BUNGA HERNAWATI MANIHURUK, S.TP. – Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda.

RIZKI HIDAYAH, S.Pd. – Guru Ahli Pertama.

SEP RIZAL, S.Pd. – Guru Ahli Pertama.

​Bupati Saleh Asnawi menutup arahannya dengan pesan mendalam mengenai tanggung jawab moral. Melalui budaya kerja “Jalan Lurus”, beliau berharap 47 pejabat ini mampu menjadi mesin penggerak yang transparan dan proaktif demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tanggamus

Polda DIY Dan Universitas Gajah Mada Sepakati Pembangunan Pusat Studi Kepolisian



Yogyakarta,(GM) -- Polda Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Universitas Gadjah Mada menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang pembangunan Pusat Studi Kepolisian, Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara institusi kepolisian dan dunia akademik dalam menjawab dinamika tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks. Rabu (4/3/2026). 


Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh Kapolda DIY Anggoro Sukartono, S.I.K., Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., jajaran pimpinan Universitas Gadjah Mada serta para Pejabat Utama Polda DIY.


Kapolda DIY dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan manifestasi komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan institusi kepolisian.


“Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan manifestasi konkret dari komitmen institusional untuk memperkuat sinergisitas antara dunia akademik dan institusi kepolisian dalam menjawab dinamika tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks,” ujar Kapolda.  



Kapolda menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap profesionalisme aparatur negara menuntut adanya pendekatan kepolisian yang berbasis riset, data, dan kajian ilmiah yang komprehensif.


Melalui pembangunan Pusat Studi Kepolisian, diharapkan dapat tercipta center of excellence yang berfungsi sebagai wadah pengembangan keilmuan, penelitian terapan, serta perumusan rekomendasi kebijakan strategis di bidang kepolisian. Kolaborasi ini juga menjadi ruang dialog konstruktif antara praktisi dan akademisi agar praktik kepolisian senantiasa selaras dengan prinsip good governance, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.  


Selain itu, pusat studi tersebut juga diharapkan mampu berkontribusi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pendidikan, pelatihan, seminar, publikasi ilmiah, serta kajian kebijakan yang relevan dengan kebutuhan organisasi kepolisian.


Sementara itu, Rektor UGM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda DIY atas kepercayaan yang diberikan kepada UGM untuk mengembangkan Pusat Studi Kepolisian. Menurutnya, kerja sama ini merupakan langkah yang sangat strategis dalam memperkuat sinergi antara pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik penegakan hukum.


UGM juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan pusat studi tersebut melalui kontribusi akademik, riset, serta penguatan jejaring keilmuan lintas disiplin. Diharapkan kerja sama ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan ilmu kepolisian serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Melalui kerja sama ini, Polda DIY dan UGM optimistis dapat mendorong terbangunnya ekosistem ilmu kepolisian yang lebih kuat, adaptif terhadap dinamika sosial, serta mendukung terwujudnya institusi Polri yang profesional dan semakin dipercaya masyarakat.(Rls/Ant)

Sungguh Mulia, Muhammad Suryo Siap Menanggung Biaya Rumah Sakit Hingga Biaya Sekolah Sampai Sarjana Kepada Anak Korban Kecelakaan

 


Yogyakarta, (GM) -- Muhammad Suryo siap bertanggung jawab atas musibah kecelakaan yang menimpanya dengan pengendara Jupiter MX, Aab Abdullah dan Deva yang menjadi korban kecelakaan pada Minggu (1/3) lalu.


Suryo, menyatakan akan menanggung semua biaya perawatan kedua korban sampai pulih dan juga siap membiayai sekolah Deva yang saat ini masih SD sampai menjadi sarjana.


Hal itu disampaikan Dandan, utusan Muhammad Suryo ketika mengunjungi Aab dan Deva di RSUD Wates, Kulon Progo, Selasa (3/3). 


Dandan dan rombongan ditemui langsung oleh keluarga korban dengan hangat dan penuh kekeluargaan.


"Kami diutus bapak Muhammad Suryo untuk menjenguk pak Aab dan dek Deva dan memastikan penanganan medis terhadap keduanya berjalan lancar. Kami menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa menjenguk sekarang, karena baru selesai prosesi pemakaman istri pak Suryo yang menjadi korban akibat kecelakaan ini," ucap Dandan kepada keluarga korban.


Ketika ditemui usai menjenguk, Dandan mengatakan bahwa kondisi Aab dan Deva sudah berangsur membaik. Keduanya sudah mendapat perawatan medis termasuk tindakan operasi.



"Alhamdulillah kondisi pak Aab dan dek Deva sudah membaik. Kami sudah komunikasi dengan dokter bahwa semua tindakan medis sudah dilakukan termasuk tindakan operasi," jelasnya.


Dandan menyampaikan permohonan maaf kepada korban. Pihaknya menegaskan siap bertanggungjawab. Segala bentuk pengobatan dan biaya hidup korban selama proses pengobatan selesai, akan ditanggung sepenuhnya oleh Muhammad Suryo. 


Pesan Suryo agar pengobatan Aab dan Deva dipindah ke Rumah Sakit JIH. Namun, keluarta Aab menolak karena pertimbangan jarak. Selain itu, penanganan di RSUD Wates juga sudah sangat baik.


Dandan juga menyampaikan pesan Suryo yang akan menanggung biaya pendidikan Deva sampai sarjana. Suryo juga telah memberikan santunan dan akan membelikan sepeda motor baru kepada korban.


"Kami sudah komunikasi dengan keluarga korban dan alhamdulillah disambut baik. Yang paling penting saat ini adalah pak Aab, dek Deva dan pak Suryo segera recover kembali dan bisa beraktivitas seperti sedia kala," jelasnya.


Dalam kesempatan itu, Suryo sempat melakukan video call dengan korban. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan meminta doa untuk almarhum istrinya, Anis Syarifah.


"Bapak, saya mohon maaf ya. Kalau istri saya ada salah, saya mohon maaf. Tidak ada yang menginginkan semua ini," ucap Suryo saat video call.


Suryo juga ingin menjadikan Aab, Ratih dan Deva menjadi keluarga.


"Semoga kita bisa jadi keluarga. Mulai hari ini saya menganggap panjenengan keluarga saya. Sekali lagi saya mohon maaf," katanya.


"Iya pak, sama-sama ya pak. Saya juga minta maaf atas kelalaian suami saya. Kami turut berduka atas kepergian istri bapak. Semoga bapak juga lekas membaik," ucap Ratih (35) ibunda Deva.


Ratih juga menyampaikan terimakasih kepada Muhammad Suryo dan HS yang telah bertanggungjawab terhadap musibah yang menimpa keluarganya. Ia mengatakan, semua biaya perawatan suami dan anaknya sudah ditanggung sepenuhnya oleh Suryo dan HS.


"Responnya baik, sejak kejadian itu, malamnya sudah ada utusan pak Suryo yang datang untuk menangani semuanya. Memastikan suami dan anak saya ditangani dengan baik termasuk dirawat di ruang VIP," jelasnya.

(Rls/Ant)

Pengusaha Muda Kelahiran Lampung Mengalami Kecelakaan : Kini Masih Dalam Perawatan Intensif Di RS JIH Yogyakarta

 


Yogyakarta, (GM) -- Pemilik Surya Group, produsen rokok HS Magelang Muhammad Suryo saat ini masih dirawat intensif di RS JIH Yogyakarta.

Suryo mengalami kecelakaan maut saat mengendarai motor Harley Davidson bersama istrinya, Anis Syarifah. 

Moge yang dikendarai menabrak pengendara motor Yamaha Jupiter M  di Jalan Nasional Purworejo-Wates, tepatnya perempatan dekat BRI Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Minggu sore (1/3/2026).

Akibat kejadian itu, sang istri Anis Syarifah, meninggal dunia.

Sedangkan pengendara Jupiter MX, seorang laki-laki warga sekitar TKP yang belum diketahui identitasnya, berboncengan dengan anaknya mengalami luka-luka dan diawat di RSUD Wates

Lalu siapa sosok Muhammad Suryo?

Muhammad Suryo adalah pengusaha kelahiran Lampung, 27 Maret 1984.

Masa kanak-kanaknya hingga SMA dihabiskan di Lampung Timur, sebelum orang tuanya harus migrasi ke Bengkulu.Kemudian ia melanjutkan pendidikan sarjana di Yogyakarta sekaligus tempat merintis bisnisnya.


Berawal dari usaha air isi ulang, berkembang ke bisnis konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya.

Pada 2024, Suryo membuka pabrik rokok HS di Salam, Kabupaten Magelang.

Ia memulai dengan hanya 30 buruh linting Keuletannya menjadikan HS berkembang pesat.


Beliau dikenal memiliki pola perekrutan karyawan yang unik tak peduli ijazah yang penting kemauan belajar.

Dalam menerima karyawan, Suryo tidak mensyaratkan pendidikan minimal, batas usia, atau bahkan pengalaman.

“Itu karena ingat diri saya sendiri yang mulai dari nol tanpa koneksi dan pengalaman. Banyak orang menganggur karena terbentur pengalaman kerja, maka saya ingin memberi kesempatan pada yang mau belajar,” ujarnya.


Setelah sukses membangun pabrik rokok di Magelang, pengusaha sukses ini tak lupa pada tanah kelahirannya, Dia pun mewujudkan baktinya dengan membangun pabrik rokok seluas dua hektare di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur.

Saat ini proses pembangunan pabrik baru HS telah dimulai.


Pria kelahiran Desa Sadar Sriwijaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, itu menargetkan pabrik bisa beroperasi tahun ini.

“Targetnya Maret pabrik sudah jadi dan April mulai perekrutan karyawan, kita membutuhkan 3000 tenaga kerja,” katanya


Pemilihan Lampung bukan hanya karena tanah kelahiran Suryo, tapi juga untuk memberi ruang untuk membuka lapangan pekerjaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat lampung.

“Semoga kehadiran HS dapat bermanfaat bagi daerah, membuka lapangan kerja, dan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Alumni SMPN 2 Tanjung Bintang, Lampung Selatan itu.


Alasan membangun pabrik di Lampung Timur, lanjut Suryo, karena ia ingin melihat daerah tempatnya lahir berkembang.

"Sejak saya kecil dulu di sana tingkat penganggurannya tinggi, teman-teman saya dulu banyak merantau di Jakarta. Maka biar teman-teman di sana bisa bekerja, saya ingin berkontribusi dengan pabrik HS,” katanya.

Seperti juga di Magelang, Suryo mengatakan akan memprioritaskan warga sekitar pabrik sebagai karyawan.

Termasuk juga memberi kesempatan pada pekerja disabilitas. Untuk meningkatkan skill, para pekerja akan dilatih tenaga professional. Mulai cara memilih daun tembakau, melinting hingga memahami standar mutu rokok. “Kami juga memberi uang saku tiga ratus ribu rupiah selama proses training,” katanya.


Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut melibatkan motor Harley Davidson dan sepeda motor Jupiter MX, terjadi di Jalan Nasional Purworejo-Wates, tepatnya perempatan dekat BRI Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Minggu sore (1/3/2026).

Berdasar sumber di lapangan, terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah Muhammad Suryo, yang dikenal sebagai pemilik rokok ‘HS’ mengendarai moge berboncengan dengan istrinya, Anis Syarifah, 41.

Sedangkan pengendara Jupiter MX, seorang laki-laki warga sekitar TKP yang belum diketahui identitasnya, berboncengan dengan anaknya.


Seorang saksi

Mengulas Sejarah Zaman Dahulu Kala : Bupati Parosil Mabsus Kini Resmikan Kekuhan Sebagai Alat Komunikasi Antar Masayarakat



Lampung Barat, (GM) -- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus resmi melaunching Kekuhan (Kentongan Bambu) sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal, Kamis (12/2/2026). 


Presmian berlangsung di SMPN 1 Liwa. Ditandai memukulan Kekuhan dipimpin Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus diikuti oleh seluruh tamu undangan. 


Menurut Bupati Lampung Barat, diresmikannya Kekuhan sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal bukan tanpa alasan. 


Selain Kekuhan memiliki sejarah atau historis tersendiri. Kekuhan pada dahulu sebelum berkembangnya zaman merupakan alat komunikasi antar masyarakat. 


"Sebelum berkembangnya zaman, Kekuhan merupakan alarm masyarakat yang memberi atau menyampaikan berita penting dan pada masuk waktu ibadah shalat," kata Parosil Mabsus. 


Meskipun dengan berkembangnya zaman semakin Modern, Parosil Mabsus berharap Kekuhan menjadi alat kominikasi yang efektif digunakan untuk memberi informasi antar masyarakat. 



"Meskipun sudah memasuki zaman moderen namun kearifan lokal di Lampung Barat harus tetap dipertahankan," ujarnya. 


Terlebih, Lampung Barat merupakan daerah rawan bencana, sebab sebagian wilayah merupakan perbukitan, juga dilewati langsung oleh Seser Semangko. 


Oleh karenanya, ia mengaku pihaknya berkomitmen untuk melestarikan Kekuhan sebagai alarm pemberian kabar berita antar masyarakat. 


"Kentongan merupakan alat tradisional yang dapat digunakan disituasi seperti apapun. Seandainya terjadi bencana Kekuhan dapat digunakan untuk memberi informasi ke masyarakat dengan harapan tidak terjadi korban jiwa," terangnya. 


Bupati dua periode itu juga menyoroti program Gubernur Lampung Mirzani Djausal 

"Kamis Beradap", beliau meminta agar kebijakan tersebut diikuti dan dipatuhi. 


"Sebagai bentuk dukungan kepada program Gubernur Lampung Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan untuk hari Kamis menggunakan batik khas Lampung dan Injang Miwang (sarung menangis)," tutupnya. 


Sementra kepala Pelaksana BPBD Lampung Barat Padang Priyo Utomo menjelaskan di tetapkannya Kekuhan sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap komitmen Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus-Mad Hasnurin sebagai Kabupaten tangguh bencana. 


Ia menjelaskan terdapat tujuh pola ketukan tanda komunikasi, peringatan pada Kekuhan:


1. Tiga ketukan pendek selama tiga kali menandakan ada yang meninggal. 

2. Dua ketukan pendek selama tiga kali menandakan adanya kemalingan.

3. Tiga ketukan pendek selama tiga kali memberikan informasi terjadi kebakaran rumah. 

4. Empat ketukan pendek selama tiga kali menandakan adanya bencana alam, banjir, longsor dan lain2. 

5. Lima ketukan pendek selama tiga kali jika terjadi kemalingan ternak.

6. Satu ketukan pendek dilanjutkan sepuluh ketukan panjang ditutup satu ketukan pendek untuk memanggil gotong royong.

7. Ketukan panjang yang dilakukan berkali-kali menandakan bahwa sudah terjadi bahaya atau darurat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mad Hasnurin, Ketua DPRD Edi Novial, Sekretaris Daerah Nukman, Ketua TPP PKK Partinia Parosil Mabsus, Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah dan dewan guru.

Musrenbang Hybrid Parosil Mabsus Tegaskan Akses Menuju Lokasi Pendidikan Menjadi Skala Perioritas 2027



Lampung Barat, (gerakmedia.com) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) tingkat Kecamatan. Penyusunan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) kali ini dengan wajah baru yakni mengadopsi konsep Hybrid (penggabungan tatap muka dan daring) Rabu (04/02/2026). 


Kegiatan tahunan tersebut diikuti 14 Kecamatan secara Hybrid dan dipusatkan di Balai Pekon Karang Agung, Kecamatan Way Tenong, Di buka langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), Sekretaris Daerah (SEKDA) Nukman, Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah dan lapisan masyarakat. 


Bupati Lampung Barat mengakau pihaknya melakukan kegiatan Musrenbang secara Hybrid adalah karena efisiensi anggaran dan efektivitas waktu, namun kendati dilakukan secara Zoom Parosil Mabsus berharap tidak mengurangi esensi maupun nilai manfaat dari setiap aspirasi yang diusulkan lapisan masyarakat. 


"Pola ini diterapkan sebagai langkah efisiensi dan efektivitas anggaran serta waktu, tanpa mengurangi esensi Musrenbang sebagai ruang penyerapan aspirasi masyarakat," kata Parosil Mabsus. 


Parosil Mabsus meminta, meskipun dilakukan secara Hybrid namun seluruh tahapan Musrenbang harus tetap mengacu pada petunjuk dan ketentuan yang berlaku, termasuk rekapitulasi hasil Musrenbang yang telah dilakukan mulai dari tingkat pekon hingga kecamatan.



"Apa yang diusulkan masyarakat dari tingkat pekon hingga kecamatan itulah yang akan menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah," kata Parosil Mabsu. 


Dari banyaknya usulan prioritas tingkat Kecamatan, Infrastruktur menjadi dominasi usulan warga. Parosil Mabsus berkomitmen ditahun 2027 infrastruktur menuju lokasi pendidikan akan menjadi skala prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat. 


"Di Lampung Barat tidak boleh ada anak sekolah yang sulit aksesnya untuk menuju sekolah. Jadi ke depan 2027 ruas-ruas jalan yang menuju tempat pendidikan harus menjadi sekala prioritas," kata dia. 


Parosil Mabsus juga menyoroti kondisi Pemerintah Daerah yang saat ini mengalami efisiensi anggaran, ia mengajak kepada seluruh Perangkat Daerah agar bersama-sama mencari peluang yang dapat menambah pendapatan daerah. 


"Saya berharap, sekarang bagaimana caranya kita bersama-sama mencari peluang apa yang bisa kita lakukan untuk menambah pendapatan daerah. Tidak boleh lagi berpikir bagaimana cara menghabiskan anggaran, tetapi bagaimana caranya kita mendapatkan anggaran dan dan menggali anggaran," papar Parosil Mabsus. 


"Kita tidak boleh berdiam diri dengan kondisi seperti ini," pungkasnya.

Parosil Sebut Program 5 Aksi PM dan 4 Komitmen PM Fondasi Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan di Lambar

 


Lampung Barat, (gerakmedia.com) --Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi menetapkan Program Peningkatan Mutu (PM) Pendidikan yang terintegrasi melalui 5 Aksi PM dan 4 Komitmen PM.


Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Disdikbud Kabupaten Lampung Barat Nomor 800/214 L01/2026 ditandatangani Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri.


Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, program 5 aksi PM dan 4 Komitmen tersebut selain sebagai pedoman pelaksanaan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan, juga merupakan fondasi untuk ningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan sekolah, khususnya Lampung Barat. 


"Program ini salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lampung Barat sesuai dengan visi dan misi saya bersama pak Mad Hasnurin (wakil bupati)," kata kepala daerah dua periode tersebut, Kamis 29 Januari 2026. 


Dengan ditetapkannya program 5 aksi PM dan 4 komitmen PM ini, Pakcik sapaan akrabnya bagi Parosil Mabsus berharap, dapat membentuk siswa yang unggul, berdaya saing dan berkarakter baik. 


Parosil Mabsus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat di bawah kepemimpinan dirinya bersama wakil Bupati Mad Hasnurin akan terus berupaya memperioritaskan mutu pendidikan, karena pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang sangat cepat. 


Sementara kepala Disdikbud Kabupaten Lampung Barat Tati Sulastri menjelaskan, Surat Edaran tersebut dimaksudkan sebagai acuan resmi sekaligus komitmen kolektif dalam membangun budaya mutu pendidikan di seluruh jenjang pendidikan di Lampung Barat.


"Dalam surat edaran itu, ruang lingkup pengaturan meliputi penerapan 5 Aksi Peningkatan Mutu Pendidikan, pelaksanaan 4 Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan, serta penandatanganan dan pelaksanaan fakta integritas oleh kepala satuan pendidikan. Lima aksi tersebut meliputi Penampilan, yang menekankan pembentukan budaya sikap, etika, kedisiplinan, dan keteladanan seluruh warga sekolah," ujarnya. 


Selanjutnya Profesionalisme, yang berfokus pada peningkatan kompetensi, integritas, serta kinerja pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.


Aksi berikutnya adalah Pelayanan, yakni penyediaan layanan pendidikan yang ramah, adil, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Selain itu, terdapat aksi Prestasi yang diarahkan pada pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik secara berkelanjutan sesuai minat dan bakat.


Kemudian aksi Publikasi menekankan pentingnya pendokumentasian, diseminasi, serta keterbukaan informasi terhadap praktik baik dan capaian pendidikan yang telah diraih sekolah.


Dalam pelaksanaannya, kelima aksi tersebut harus dijalankan secara terpadu dengan 4 Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan, yaitu Ramah Anak, Ramah Lingkungan, Ramah Budaya, dan Ramah Bencana.


Komitmen Ramah Anak bertujuan menjamin perlindungan, keselamatan, serta pemenuhan hak anak di lingkungan sekolah, sedangkan Ramah Lingkungan menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Ramah Budaya diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal, kearifan lokal, dan jati diri daerah, serta Ramah Bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di satuan pendidikan.


Tati juga menegaskan, setiap kepala satuan pendidikan wajib menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen moral dan profesional dalam menjalankan 5 Aksi dan 4 Komitmen PM.


Selain itu, satuan pendidikan diwajibkan menyusun dan melaksanakan Program Prioritas dan Tindak Kerja (PPTK) serta mengintegrasikan Program PM ke dalam RKAS, termasuk pemanfaatan Dana BOS secara transparan dan akuntabel.


Ke depan pihaknya akan melakukan pembinaan, pemantauan, dan evaluasi secara berkala untuk memastikan seluruh ketentuan dalam surat edaran tersebut dilaksanakan secara konsisten dan bertanggung jawab.

Memperingati HUT Ke 53 Partai PDI Perjuangan Kabupaten Pesisir Barat laksanankan upacara Bendera Dan Berbagi Nasi Kotak Kepada Pengguan Jalan

 


Pesisir Barat, (GM) -- Dalam Rangka memperingati HUT ke 53 PDI perjuangan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesisir Barat bersama Seluruh PAC 11 kecamatan dan Badan komunitas juang partai melaksanakan upacara Bendera di kantor DPC PDI Perjuangan kabupaten pesisir barat Sabtu, (10/01/2026).


Selain upacara bendera, Kegiatan dilanjutkan dengan Pelaksanaan Dapur Umum dan Pembagian Nasi Kotak Gotong royong kepada masyarakat sekitar dari tukang ojeg, para pedagang, tukang sapu, anak2 dan masyarakat  yang melintas di sepanjang jalan merdeka, jalan kesuma dan jalan seray. 


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud keperdulian dan kedekatan  PDI Perjuangan Kabupaten Pesisir Barat di hati Masyarakat. Selain itu kegiatan ini bukan hanya sekedar perayaan HUT partai saja melainkan menjadi kegiatan rutin yang akan dilakukan setiap bulan kedepannya.



Selain kegiatan ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesisir Barat masih akan melakukan Rangkaian kegiatan HUT ke 53 PDI Perjuangan dengan Tema disanalah aku berdiri selama-lamanya sesuai dengan perintah DPP partai.


Bertindak selalu inspektur upacara ,Wakabid bidang Ekonomi BUMN, Ripzon Efendi. S. Sos, yang mewakili ketua DPD PDI perjuangan kabupaten pesisir barat. 



hadir juga dalam kegiatan ini, wakil ketua bidang kehormatan Hj emnayati, wakabid kebudayaan dan pendidikan sri untari putri, wakabid tenaga kerja dan jamsos bapak Gunawan, wakil Sekretaris bidang internal Widdia Gusana rita. 

(Reed)

Bupati Tanggamus Lantik 75 Pejabat Administrator Dan Pengawas Eselon III Dan IV

 


Tanggamus, (GM) -- Bupati Tanggamus, Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, didampingi Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, secara resmi melantik sejumlah pejabat administrator (Eselon III) dan pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi pratama serta para undangan lainnya


Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. “Saya ucapkan selamat kepada Saudara-Saudari yang baru saja dilantik dalam Jabatan Administrator serta Jabatan Pengawas. Semoga amanah yang diberikan ini benar-benar dilaksanakan dengan penuh komitmen dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.


Bupati juga menekankan pentingnya memahami dan menginternalisasi konsekuensi dari jabatan yang diemban. Ia berharap para pejabat yang dilantik dapat terus meningkatkan kinerja, memahami tupoksi, serta meningkatkan kompetensi baik teknis, manajerial, sosial kultural, maupun kompetensi pemerintahan.


“Sebagai Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas, kalian menempati posisi yang sangat strategis dalam tata kelola pemerintahan. Jabatan ini merupakan tulang punggung birokrasi, karena kalian berperan langsung dalam memastikan kebijakan dapat diterjemahkan di lapangan, yang memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat,” tegasnya.


Bupati Saleh Asnawi juga mengingatkan para pejabat administrator untuk mampu mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan secara efektif, memimpin unit kerja dengan keteladanan, serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Sementara itu, pejabat pengawas diharapkan berperan penting sebagai pengendali teknis lapangan.


Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa kewenangan untuk mengangkat, memberhentikan, dan memindahkan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus merupakan kewenangan Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.


Bupati juga menegaskan akan memperketat disiplin kerja di seluruh OPD, termasuk menyoroti adanya pegawai yang tidak masuk kerja dalam jangka waktu panjang namun masih menerima hak gaji setiap bulan.



“Saya minta ini menjadi perhatian serius. Tidak boleh ada lagi pegawai yang tidak bekerja berbulan-bulan tetapi tetap mengambil gaji. Ini tidak adil, tidak etis, dan tidak mencerminkan integritas ASN. Ke depan, saya instruksikan seluruh pimpinan OPD untuk melakukan pengawasan ketat dan penegakan disiplin sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bupati Saleh Asnawi.


Di akhir sambutannya, Bupati Saleh Asnawi mengingatkan bahwa masyarakat saat ini sangat kritis, terutama di era digital. Ia meminta para pejabat untuk berhati-hati dalam segala tindakan dan tingkah laku, terutama dalam pelaksanaan tugas pelayanan pada masyarakat. “Berbuat baik saja terkadang disalahartikan, apalagi jikalau kita berbuat kesalahan atau kekhilafan,” pungkasnya.


Selain itu, Bupati juga menegaskan bahwa jabatan yang diemban akan dievaluasi secara berkala terhadap capaian target kinerja. Selaras dengan sumpah janji yang telah diucapkan, bekerjalah sesuai dengan core value Kabupaten Tanggamus, yaitu “Budaya Kerja Jalan Lurus”, yang berarti fokus pada tujuan, meluruskan arah kerja, mengurangi penyimpangan, menjaga integritas, sinergi, kolaborasi, dan istiqomah dalam bekerja untuk mencapai visi Kabupaten Tanggamus 2025-2030: “Bersama Tanggamus Maju Menuju Indonesia Emas.”


Daftar Pejabat Tingkat Camat (Eselon III-a)


1. Rusdi, S.IP.

Sekretaris Kecamatan Kelumbayan → Camat Bulok


2. Zuliyadi, S.IP., M.M.

Kabid Perpustakaan → Camat Kota Agung Barat


3. Derius Putrawan, S.P., M.M.

Camat Kelumbayan → Camat Gunung Alip


4. Ali Imron, S.H., M.M.

Sekretaris Kecamatan Kota Agung Barat → Camat Kelumbayan


5. Jhoni Irzal, S.Sos.

Analis Protokol → Camat Talang Padang


6. Novrizal Mulkan, S.H., M.M.

Kabid Riset & Inovasi Bappeda → Inspektur Pembantu III Inspektorat Daerah


7. Joko Suprihatin, S.Kom., M.M.

Pengawas Ketenagakerjaan → Kabag Administrasi Pembangunan Setda


8. Herliyanto, S.T., M.M.

Pejabat Pengadaan Barang/Jasa → Kabag Pengadaan Barang/Jasa Setda


9. Faturrahman Wijaya, S.Kep.

Kasubbag Perencanaan Dinas PPPA → Sekretaris Dinas PPPA


10. Marhasan Samba, S.I.P.

Analis Kebijakan Dinas Pariwisata → Sekretaris Dinas Pariwisata


11. Drs. Sabar Maruliak Sitanggang

Kabid Layanan Kepemudaan → Sekretaris Dinas Perhubungan


12. Yadi Mulyadi, S.T., M.M.

Kepala Dinas Pendidikan → Sekretaris Dinas Perpustakaan


13. Drs. Suyanto, M.M.

Kepala Dinas Pariwisata → Sekretaris Badan Kesbangpol


14. Eka Angkasawan, S.T., M.T.

Peneliti Dinas PUPR → Sekretaris Dinas PUPR


15. Gofir Purwanto, S.E., M.M.

Kabid Pembinaan BKPSDM → Sekretaris Dinas Kominfo


Pejabat Eselon III-b


16. Akhmad Isnaini, S.E.

Sekretaris Dinas Perhubungan → Kepala Bidang Layanan Kepemudaan, Pemuda dan Olahraga


17. Adi Gunawan, S.E., M.M.

Sekretaris Dinas Pendidikan → Kepala Bidang Penataan & Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup


18. Winda Fidirani, S.Pd.

Kepala Sub Bagian Umum Dinas Pendidikan → Kepala Bidang Pengembangan Kepariwisataan


19. Roziansyah, S.IP.

Analis Kebijakan Ahli Muda, Dinas PMD → Kabid Keuangan, Kekayaan & Produk Hukum Pekon


20. Mulyadi, S.T., M.M.

Kabid Sarana Prasarana Dinas Pendidikan → Kabid Sarpras Pendidikan & Kebudayaan


21. Helpin Rianda, S.E., M.M.

Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan → Sekretaris Kecamatan Semaka


22. Zainal, M.Pd.I.

Sekretaris Kecamatan Semaka → Sekretaris Kecamatan Kota Agung


23. Muhammad Ridwan, A.Pi.

Kabid Perikanan Tangkap → Kabid Perikanan Tangkap (Mutasi Ruang Lingkup)


24. Zuryati, S.E.

Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Pariwisata → Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan & Kebudayaan


25. Syarif Hidayat Bangsawan, S.STP., M.Si.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Kota Agung → Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata


26. Maliidarni, S.Pd.Ing., M.M.

Kabid Pemasaran Pariwisata → Kabid Destinasi Pariwisata


27. Yusnida, S.E.

Adyatama Ekraf Ahli Muda → Kabid Perbendaharaan BPKAD


28. Zoldiamanto, S.IP.

Kabid PAUD → Sekretaris Kecamatan Kelumbayan


29. Muhammad Amin, S.H.

Camat Talang Padang → Kepala Bidang Perpustakaan


30. Mukti Antonny, S.Si., M.M.

Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Muda → Kabid Pembinaan & Pengelolaan Data BKPSDM


31. Ari Yudha, A.Z., S.T., M.T.

Sekretaris Dinas PUPR → Kabid Angkutan Darat & Laut Dinas Perhubungan.


Pejabat Eselon III-b (Lanjutan)


32. Weli Yantika, S.E., M.M.

Analis Keuangan BPKAD → Kabid Anggaran BPKAD


33. Andrean Nur Pratama, S.IP., M.M.

Peneliti Ahli Muda Bappeda → Kabid Barang Milik Daerah BPKAD


34. Ria Veranida, S.E., M.M.

Kabid Aset Daerah BPKAD → Kabid Penerimaan Pendapatan Daerah Bapenda


35. Mario Eka Baweus, S.P., M.M.

Kabid Akuntansi & Pelaporan BPKAD → Kabid Pelayanan & Penetapan Pajak Daerah Bapenda


36. Dr. Yoptta, S.E.I., M.M.

Kasubid Akuntansi Belanja BPKAD → Kabid Akuntansi & Pelaporan BPKAD


37. Dwi Nopiyanto, S.T.

Kabid Pengairan Dinas PUPR → Kabid Perencanaan Infrastruktur Bappeda


38. Zulia, S.Sos.

Kabid Destinasi Pariwisata → Sekretaris Kecamatan Kelumbayan Barat


39. Parisyam, S.E.

Sekretaris Dewan → Kabid Pemberdayaan Masyarakat & Kelembagaan Pekon Dinas PMD


40. Sujono, S.E.

Sekretaris Kecamatan Kelumbayan Barat → Camat Kota Agung Barat


41. Khufronsyah, S.E.

Kasi Penyelamatan & Sarpras Damkar → Kabid Rehabilitasi BPBD


42. Edi Nugroho, S.Kom.

Kabid Rehabilitasi BPBD → Kabid Tata Pemerintahan Pekon Dinas PMD


43. Afifah Asna Dewi, S.Si.

Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda → Kabid PAUD & DIKMAS Dinas Pendidikan


44. Rahmad Kurniawan, S.A.N., M.M.

Kasubid Koordinasi Anggaran BPKAD → Kasubid Opsen Pajak Bapenda


45. Dessi Mauliani, S.E., M.M.

Kasubid Penerimaan & Keteriban Pendapatan BPKAD → Kasubid Pengelolaan Pajak BPHTB Bapenda


46. Nursamsiah, S.E., M.M.

Kasubag Umum Dinas Pariwisata → Kasubag Umum & Kepegawaian Dinas Pariwisata


47. Rusdi, S.E.

Kasi Ketenagaan Pendidikan Dasar → Kasi Ketenteraman & Ketertiban Kec. Air Naningan


48. Madrizal, S.Pd – Kasi Kurikulum SMP → Kasi Kesejahteraan Masyarakat Kec. Sumberrejo


49. Zainal Yulianto, S.E. – Kasi Pendidikan Anak Usia Dini → Kasi Trantib Kec. Kota Agung Timur.


ESELON IV-a & IV-b (NOMOR 50–75).


(Bagian yang min bilang sebelumnya belum masuk — sekarang sudah lengkap)


50. Iskandar, S.Ag., M.Pd.I

Kasie Pendidikan Masyarakat (DIKMAS) Dinas Pendidikan → Kasie PAUD & DIKMAS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.


51. Muhlisin, S.E.

Kasie Sarana Prasarana SD Dinas Pendidikan → Kasie Sarpras SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.


52. Deny Robiansyah, S.Sos

Kasubbag Perencanaan & Pelaporan Setda Perikanan → Kasubbag Perencanaan Setda Perikanan.


53. Netti Parida, S.E.

Kasubbag Umum & Kepegawaian BPKAD → Kasubbag Umum Dinas Perikanan.


54. Henri, S.IP

Kasubbag Kebijakan Belanja & Kas Daerah BPKAD → Kasubbag Pengelolaan Kas BPKAD.


55. Kemala Sari, S.Kom., M.M.

Kasubbag Pengelolaan Belanja Langsung BPKAD → Kasubbag Umum Dinas Perkebunan dan Peternakan.


56. Hafizun Zikri, S.E.

Kasubbag Umum Setda Perkebunan & Peternakan → Kasie Pembangunan Kecamatan Talang Padang.


57. Bambang Irawan, S.E., M.M.

Kasubbag Pemanfaatan & Monitoring Aset Daerah BPKAD → Kasubbag Pemanfaatan & Pengawasan Barang Milik Daerah BPKAD.


58. Erlina Permatasari, S.E.

Kasubbag Perencanaan & Evaluasi Kecamatan Bulok → Kasubbag Penatausahaan Barang Milik Daerah BPKAD.


59. Mas Eko Februanto, S.E.

Penelaah Teknis BPKAD → Kasubbag Belanja Daerah BPKAD.


60. Agus Ant Sopian, S.Kom.

Penelaah Teknis BPKAD → Kasubbag Akuntansi & Pelaporan BPKAD.


61. Ferdiansyah, S.E., M.M.

Kasubbag Akuntansi Pendapatan BPKAD → Kasubbag Penyusunan Anggaran BPKAD.


62. Joni Fariansyah, S.E., M.M.

Kasubbag Anggaran BPKAD → Kasubbag Koordinasi Anggaran BPKAD.


63. Fresly Bistok Simanjuntak, S.E.

Kasubbag Evaluasi Pendapatan BPKAD → Kasie Pembangunan Kecamatan Ulu Belu.


64. Eva Putrisia, S.H., M.M.

Kasubbag Penetapan Pajak BPKAD → Kasubbag Tata Usaha UPTD DPPPA.


65. Eliawati, S.E.

Kasubbag Pendataan Pendapatan BPKAD → Kasubbag Umum & Kepegawaian Sekretariat Baznas Tanggamus


66. Rio Iskandar, S.IP.

Lurah Kuripan → Kasie Pendapatan Kecamatan Air Naningan.


67. M. Rizki, S.E.

Penelaah Teknis Dinas Kominfo → Lurah Kuripan Kecamatan Kota Agung.


68. Nuriyanto, S.E.

Perencana Ahli Muda Dinas PUPR → Kasie Pemerintahan Kecamatan Kelumbayan Barat.


69. Febriyanto, S.T.

Kasubbag Tata Usaha UPT Pengairan Bulok Dinas PUPR → Kepala UPTD Pengairan Bulok.


70. Irwan Sugianto, S.E.

Penelaah Teknis Dinas PUPR → Kepala UPTD Pengairan Talang Padang.


71. Christina Dian Kurniawati, S.E.

Kasubbag Umum & Kerjasama Sekretariat KORPRI → Kepala UPTD Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura Gisting.


72. Andi Susanto, S.Kom.

Kasie Sarpras SMP Disdik → Kasubbag Tata Usaha UPTD Pertanian Wonosobo.


73. Handayani, S.E.

Kasubbag Olahraga & Seni Budaya Setda KORPRI → Kepala Seksi Pengembangan Benih Tanaman Hortikultura.


74. Rexila Febta Diana, S.I.P.

Kasubbag Bantuan Hukum & Sosial Setda KORPRI → Kasubbag TU UPTD Tanaman Perkebunan.


75. Fitriya Jafreni, S.E.

Kasie Ketenagaan Pendidikan Anak Usia Dini Disdik → Kasubbag Perencanaan & Evaluasi UPTD Pertanian Sumberjo.