Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Nasional. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Nasional. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Bukan Sekadar Perayaan, HUT TNI Ke-81 Di Lampung Barat Diisi Aksi Nyata Untuk Masyarakat

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Kabupaten Lampung Barat tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Kodim 0422/Lampung Barat turut menghadirkan aksi nyata melalui kegiatan Bakti Sosial Kesehatan (Baksoskes) yang digelar di Aula Makodim 0422/Lampung Barat, Minggu (20/9/2026).


Baksoskes menjadi momentum bagi TNI untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui berbagai pelayanan sosial dan kesehatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan Baksoskes, sambutan Panglima TNI serta laporan dari sejumlah tenaga kesehatan dan satuan TNI yang melaksanakan kegiatan sosial kesehatan di berbagai wilayah.


Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan sejumlah pelayanan, di antaranya donor darah, pemeriksaan kesehatan, pengobatan serta pembagian sembako.



Tercatat sebanyak 100 orang mengikuti donor darah, 100 orang mendapatkan pemeriksaan kesehatan, 50 orang mendapatkan pelayanan pengobatan, dan 20 orang menerima bantuan sembako.


Komandan Kodim 0422/Lampung Barat Letkol Inf Rizky Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat sekaligus bagian dari pengabdian TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan dan sosial.


“Momentum HUT ke-81 TNI ini kami manfaatkan bukan hanya untuk melaksanakan kegiatan seremonial, tetapi juga untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui bakti sosial kesehatan ini, kami berharap dapat membantu masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dengan rakyat,” ujar Dandim.


“Kami akan terus berupaya hadir di tengah-tengah masyarakat, membantu sesuai dengan kemampuan yang kami miliki. Karena TNI berasal dari rakyat dan akan selalu bersama rakyat,” tambahnya.

BPN Dan Bapenda Tanggamus Tandatangani PKS Sinkronisasi NIB-NOP Diperkuat

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Upaya memperkuat akurasi data pertanahan dan perpajakan daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Salah satunya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tanggamus dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tanggamus Rabu,(16/9/2026).


Penandatanganan PKS berlangsung pada bertempat di Kantor BPN Kabupaten Tanggamus.


Kerja sama tersebut ditandatangani Plt. Kepala BPN Kabupaten Tanggamus, Kadri Hartono, S.Si.T., M.H., bersama Kepala Bapenda Kabupaten Tanggamus, Nanang Sumarlin, S.H., M.M.


Fokus kerja sama ini berkaitan dengan sinkronisasi data Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP). Sinkronisasi diharapkan dapat menciptakan keterhubungan data pertanahan dengan data perpajakan daerah sehingga informasi yang dimiliki kedua instansi menjadi lebih akurat dan valid.



“Melalui kerja sama ini, kita berharap sinkronisasi data NIB dan NOP dapat berjalan dengan baik, sehingga data pertanahan dan perpajakan semakin akurat dan dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kadri Hartono.


Sementara itu, Nanang Sumarlin menyampaikan bahwa sinergi antara BPN dan Bapenda menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan data pendapatan daerah yang lebih tertib dan terintegrasi.


“Sinkronisasi data ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi pengelolaan data pendapatan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Nanang Sumarlin.


Selain memperkuat validitas data, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat memudahkan proses pencocokan informasi antara data bidang tanah dengan data objek pajak. Dengan data yang semakin terintegrasi, potensi perbedaan atau ketidaksesuaian data dapat lebih mudah diidentifikasi dan ditindaklanjuti oleh instansi terkait.


Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola data pemerintahan yang semakin tertib dan akuntabel. Kolaborasi antara BPN dan Bapenda diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap pengelolaan administrasi pertanahan dan perpajakan daerah secara lebih efektif, sekaligus memberikan kepastian informasi yang dibutuhkan masyarakat.


Dengan adanya PKS tersebut, sinergi antara BPN dan Bapenda Kabupaten Tanggamus diharapkan semakin kuat, khususnya dalam membangun basis data yang lebih valid, terintegrasi dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik di Kabupaten Tanggamus.

APBD Perubahan Tanggamus 2026 Naikkan Belanja Jadi Rp1,74 Triliun Enam Ranperda Disampaikan ke DPRD

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 serta enam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kepada DPRD Tanggamus, dalam Rapat Paripurna Senin,(14/9/2026).


Rapat dipimpin Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo, didampingi Wakil Ketua I M. Rangga Putra Hakim dan Wakil Ketua III Bunyamin.


Berdasarkan laporan Plt. Sekretaris DPRD Tanggamus Soni Yoga, rapat dihadiri 27 dari 45 anggota DPRD. Sementara 18 anggota tidak hadir, terdiri dari dua orang sakit, 13 izin dan tiga tanpa keterangan.


Dalam penyampaian nota pengantar, Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., mengatakan Rancangan APBD Perubahan 2026 menjadi landasan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pemerintah daerah pada sisa tahun anggaran 2026.


Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan berubah dari sebelumnya Rp1,67 triliun menjadi Rp1,64 triliun. Sementara belanja daerah meningkat dari Rp1,72 triliun menjadi Rp1,74 triliun.


Untuk pembiayaan, penerimaan pembiayaan naik dari Rp94,19 miliar menjadi Rp130,2 miliar, yang berasal dari penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp65 miliar dan SiLPA tahun sebelumnya sebesar Rp65,2 miliar.



Sedangkan pengeluaran pembiayaan diproyeksikan turun dari Rp45,14 miliar menjadi Rp28,89 miliar, antara lain untuk pembayaran cicilan pokok utang jatuh tempo dan penyertaan modal daerah.


Bupati menegaskan, rancangan perubahan APBD tersebut tetap disusun dalam kondisi anggaran berimbang.


Selain APBD Perubahan, Pemkab Tanggamus juga menyampaikan enam Ranperda untuk dibahas bersama DPRD.


Keenam Ranperda tersebut yakni Ranperda tentang Pengelolaan Sampah; perubahan kelima atas Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah; Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tanggamus Tahun 2026-2046; perubahan kedua atas Perda Nomor 8 Tahun 2015 tentang Badan Hippun Pemekonan; perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang tata cara pemilihan, pengangkatan/pelantikan dan pemberhentian Kepala Pekon; serta Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.


Bupati menjelaskan, Ranperda Pengelolaan Sampah diperlukan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang efektif, efisien, berkeadilan dan berkelanjutan, sekaligus mencegah dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.


Sementara Ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten 2026-2046 diarahkan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi pedoman pembangunan industri dengan memanfaatkan potensi daerah, khususnya sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata.


Adapun perubahan aturan mengenai Badan Hippun Pemekonan serta tata cara pemilihan Kepala Pekon dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan regulasi nasional, termasuk perubahan masa jabatan Kepala Pekon dari enam menjadi delapan tahun dan periodisasi maksimal dari tiga menjadi dua periode.


Bupati berharap seluruh tahapan pembahasan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga program pembangunan dapat segera dilaksanakan.


“Mari kita bekerja-sama, bekerja lebih keras. Insya Allah, langkah kita dimudahkan dan diridhai oleh Allah SWT,” ujar Bupati.


Penyampaian Rancangan APBD Perubahan dan enam Ranperda tersebut selanjutnya menjadi bahan pembahasan DPRD Tanggamus sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.

Peringati Hari Olahraga Nasional 2026, Kapolres Lampung Barat Pimpin Upacara Di Mako Polres

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Lapangan Apel Polres Lampung Barat, Rabu pagi (09/09/2026) pukul 08.00 WIB.


Kegiatan upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Para Pejabat Utama (PJU) Polres Lampung Barat, para Kapolsek jajaran, seluruh personel kepolisian, serta Aparat Sipil Negara (ASN) Polri di lingkungan Polres Lampung Barat.



Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa momen Peringatan Hari Olahraga Nasional ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kebugaran fisik dan jiwa olahraga bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


"Olahraga tidak hanya untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga membangun disiplin, mental pantang menyerah, dan kekompakan tim. Dengan tubuh yang sehat dan prima, seluruh personel Polres Lampung Barat dapat memberikan pelayanan yang maksimal dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah kita," ujar AKBP Samsu Wirman.


Seluruh rangkaian upacara peringatan Hari Olahraga Nasional di Lapangan Apel Polres Lampung Barat berjalan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.(humas)

Visitasi Kompolnas Ke Polda Lampung Dalami Kinerja dan Inovasi Pelayanan Untuk Kompolnas Award 2026



Lampung Selatan,(gerakmedia) -- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan visitasi ke Polda Lampung dalam rangka penilaian Kompolnas Award 2026, Selasa (18/8/2026). Visitasi menjadi bagian dari proses verifikasi dan pendalaman terhadap kinerja, inovasi, serta kualitas pelayanan kepolisian yang telah dijalankan Polda Lampung Rabu, (19/8/2026).


Kedatangan tim Kompolnas tidak sekadar melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga melihat secara langsung implementasi berbagai program dan inovasi yang menjadi indikator penilaian. Tim melakukan pencocokan antara data dan dokumen yang disampaikan dengan pelaksanaan program di lapangan.


Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam visitasi, mulai dari pelaksanaan tugas kepolisian, pelayanan publik, inovasi, pengelolaan sumber daya, hingga berbagai upaya Polda Lampung dalam meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat.


Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si. mengatakan, visitasi Kompolnas merupakan momentum penting bagi Polda Lampung untuk memperoleh penilaian secara objektif sekaligus mendapatkan masukan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.


“Bagi kami, visitasi ini bukan sekadar proses penilaian untuk mendapatkan penghargaan. Ini merupakan kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana program dan inovasi yang kami laksanakan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Sumarto.


Menurutnya, setiap evaluasi harus menjadi bahan pembenahan bagi seluruh jajaran. Polda Lampung berkomitmen memastikan program yang dijalankan tidak berhenti pada tataran administrasi, tetapi dapat diwujudkan dalam pelayanan yang nyata dan dirasakan masyarakat.



“Kami terbuka terhadap seluruh evaluasi dan masukan dari Kompolnas. Apa yang sudah baik akan kami pertahankan dan yang masih perlu diperbaiki akan menjadi perhatian untuk segera kami benahi,” katanya.


Sumarto menegaskan, penghargaan bukan menjadi tujuan akhir. Hal yang lebih penting adalah terwujudnya pelayanan kepolisian yang profesional, transparan, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, Polda Lampung terus mendorong keterbukaan informasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.


“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah bagaimana setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat. Evaluasi dari Kompolnas menjadi bahan penting bagi kami untuk terus melakukan pembenahan,” kata Yuni.


Ia menambahkan, Polda Lampung akan terus memperkuat inovasi pelayanan publik maupun komunikasi kepolisian, sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, serta mengakses layanan kepolisian.


“Semangat kami bukan hanya mengejar penilaian, tetapi memastikan setiap inovasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena ukuran keberhasilan pelayanan kepolisian pada akhirnya adalah kepercayaan dan kepuasan masyarakat,” ujarnya.


Visitasi Kompolnas Award 2026 diharapkan tidak berhenti pada proses penilaian, tetapi menjadi momentum evaluasi berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola, kinerja, dan kualitas pelayanan Polda Lampung.


Dengan semangat Presisi, Polda Lampung berkomitmen menjadikan setiap evaluasi sebagai bagian dari upaya membangun institusi kepolisian yang semakin profesional, responsif, transparan, dan dipercaya masyarakat.

HUT Ke-81 RI Di Tanggamus, Bupati Saleh Asnawi Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Pahlawan

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Semangat kemerdekaan terasa di Lapangan Merdeka Kotaagung, Kabupaten Tanggamus saat Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur Senin,(17/8/2026). 


Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara. Upacara berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan penampilan drumband anak-anak TK serta drumband SMA Negeri 1 Kotaagung yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan.


Upacara dihadiri Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, Ketua TP PKK Kabupaten Tanggamus beserta jajaran, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Tanggamus, serta unsur ASN dan masyarakat yang mengikuti jalannya upacara.


Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga diisi dengan pemberian Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada aparatur sipil negara sebagai penghargaan atas pengabdian, kesetiaan, kejujuran, kecakapan dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.


Penganugerahan tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 117/TK/Tahun 2025 tanggal 11 November 2025. Di Kabupaten Tanggamus, penghargaan diberikan kepada 65 penerima, terdiri dari dua orang untuk masa pengabdian 30 tahun, lima orang untuk masa pengabdian 20 tahun dan 58 orang untuk masa pengabdian 10 tahun.


Bagi Bupati Saleh Asnawi, peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Perjuangan para pahlawan, menurutnya, harus menjadi teladan dalam menjalankan tanggung jawab di masa sekarang.



“Jangan hanya seremonial untuk mengingat ini, tapi kita akan meneladani betapa perjuangan mereka sampai kita merdeka. Keteladanan itu yang harus diwariskan kepada kita, dan kita harus meneruskan perjuangan mereka,” ujar Saleh Asnawi.


Ia mengatakan, jika dahulu para pahlawan berjuang dengan tenaga, pikiran bahkan nyawa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka perjuangan generasi saat ini adalah menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat dan masa depan daerah.


“Kalau dulu mereka berjuang dengan tenaga, pikiran dan nyawa, kita sekarang berjuang bagaimana cara untuk membawa kemaslahatan untuk masyarakat kita ke depan,” katanya.


Usai upacara di Lapangan Merdeka Kotaagung, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dilanjutkan dengan Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Bahagia, Kecamatan Kotaagung Timur.


Upacara ziarah nasional dipimpin oleh Komandan Kodim 0424 Tanggamus sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.


Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di makam para pahlawan. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat atas jasa dan pengorbanan para pejuang yang telah mewariskan kemerdekaan kepada generasi saat ini.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Legiun Veteran Republik Indonesia Kabupaten Tanggamus di Rumah Dinas Bupati.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Saleh Asnawi menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada para veteran yang telah mengorbankan jiwa, raga dan harta untuk bangsa dan negara.


“Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada para veteran dan pejuang yang telah berjuang mengorbankan harta, jiwa dan raga dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Bupati.


Menurutnya, perjuangan para veteran harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus membangun daerah.


“Karena hidup itu memang harus berjuang. Tidak gampang mencapai sesuatu tanpa perjuangan. Tidak ada yang mudah, semuanya mesti berjuang untuk meraih tujuan,” katanya.


Sebagai bentuk penghormatan dan perhatian pemerintah daerah, pada acara ramah tamah tersebut juga diserahkan bantuan tali asih kepada sembilan penerima, terdiri dari tiga veteran, empat janda veteran, satu keluarga veteran yang telah almarhum dan satu koordinator veteran.


Bupati berharap tali asih tersebut tidak semata-mata dilihat dari nilai yang diberikan, melainkan sebagai bentuk ketulusan pemerintah daerah dalam menjaga silaturahmi sekaligus menghargai jasa para veteran.


“Jangan menilai dari besarannya, tetapi lihatlah dari keikhlasan kami kepada para veteran. Semoga tali silaturahmi antara pemerintah dengan para veteran dapat terus terjalin dengan baik,” ujarnya.


Menutup rangkaian pesan peringatan kemerdekaan, Bupati kembali mengajak masyarakat Tanggamus untuk mengambil semangat perjuangan para pahlawan dan meneruskannya melalui kerja nyata.


“Kita sekarang juga harus menjadi pahlawan untuk masa depan anak keturunan kita,” tegasnya.


Dengan semangat tersebut, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Tanggamus bukan hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan masih terus berlangsung melalui pengabdian dan kerja nyata untuk masyarakat.

Amrullah

Polres Tanggamus Jadi Rujukan Lintas Polda, Empat Polres Sumsel Pelajari Budidaya Bawang Putih Di Ulubelu

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Keberhasilan program ketahanan pangan budidaya bawang putih yang dikembangkan Polres Tanggamus bersama Dinas Pertanian dan Kelompok Tani KUPS Margo Rukun di Kecamatan Ulubelu menarik perhatian jajaran Polda Sumatera Selatan. Empat Polres, yakni Polres Muara Enim, Polres Pagar Alam, Polres Lahat, dan Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, melakukan studi banding ke Kabupaten Tanggamus, Kamis (6/8/2026).


Kegiatan diawali di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tanggamus, Kecamatan Kota Agung Timur, sebelum rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke Kelompok Tani KUPS Margo Rukun di Pekon Ngarip, Kecamatan Ulubelu, untuk melihat langsung proses budidaya bawang putih yang telah dikembangkan.


Di lokasi budidaya, Ketua Kelompok Tani KUPS Margo Rukun, Wastoyo, menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan studi banding. Ia mengaku siap berbagi pengalaman mengenai teknik budidaya bawang putih yang diperolehnya setelah mengikuti pembelajaran di Lombok atas dukungan Kapolda Lampung bersama jajaran Polres Tanggamus.


Selain memperkuat sektor pertanian, kegiatan studi banding tersebut juga diharapkan mempererat kerja sama antara Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, baik dalam pengembangan komoditas hortikultura, pertukaran teknologi budidaya, maupun penguatan ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.



Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Polres Tanggamus yang terdiri dari Kasat Binmas Polres Tanggamus Iptu Achmad Julizar, Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin, Kanit Tipidter Satreskrim, serta Kanit Ekonomi Satintelkam. Turut hadir jajaran Polres Pagar Alam, Polres Lahat, Polres Muara Enim, Polres OKU Selatan, Dinas Pertanian dari Tanggamus dan Pagar Alam, penyuluh pertanian, serta para petani.


Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., diwakili Kasat Binmas Iptu Achmad Julizar mengatakan kelompok tani binaan yang mengembangkan bawang putih tersebut beranggotakan tujuh orang, termasuk dua personel Polres Tanggamus Polda Lampung yang sebelumnya mengikuti pembelajaran budidaya di Sembalun, Lombok.


"Varietas bawang putih yang dikembangkan berasal dari Sembalun Nusa Tenggara Barat dan membutuhkan lahan dengan ketinggian sekitar 700 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut agar dapat tumbuh optimal," kata Iptu Ahmad Julizar.


Menurut Iptu Achmad Julizar, keberhasilan budidaya bawang putih di Tanggamus tidak lepas dari kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Karena itu, ia berharap seluruh peserta studi banding dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap pengalaman dan pengetahuan secara langsung dari para petani.


"Kami berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali seluruh aspek teknis budidaya melalui diskusi langsung bersama petani di lapangan, sehingga dapat diterapkan di daerah masing-masing," tegasnya


Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Kabupaten Tanggamus Rahmat Hidayat, S.P., menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan studi banding. Menurutnya, Kabupaten Tanggamus bersama Lampung Barat merupakan wilayah pionir pengembangan budidaya bawang putih di Provinsi Lampung.


"Seluruh peserta dapat menggali secara langsung berbagai teknik budidaya, mulai dari penanaman hingga tantangan yang dihadapi petani di lapangan bersama Kelompok Tani KUPS Margo Rukun," kata Rahmat Hidayat.


Sementara itu, Kasat Binmas Polres Pagar Alam Iptu Eka Harliansyah mengatakan kunjungan tersebut merupakan arahan pimpinan sebagai upaya mempelajari keberhasilan budidaya bawang putih di Kabupaten Tanggamus.


"Polres Tanggamus menjadi referensi pembelajaran bagi kami. Selain mempelajari teknik budidaya, kami juga membawa sampel tanaman yang nantinya akan diimplementasikan di wilayah Sumatera Selatan," katanya.


Ditempat sama, Kepala Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, Dra. Suterimawati, MM, mengatakan studi banding tersebut bertujuan mempelajari pola budidaya bawang putih yang telah berhasil diterapkan di Tanggamus sebagai bahan evaluasi terhadap upaya penanaman yang sebelumnya belum optimal di wilayah Sumatera Selatan.


"Kami menilai Polres Tanggamus berhasil membangun sinergi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sehingga keberhasilan itu menjadikan Polres Tanggamus sebagai salah satu rujukan kami dalam pengembangan budidaya bawang putih di wilayah dataran tinggi," tegasnya.

Bupati Lampung Barat Buka Soekarno Cup 2026, Ajang Cari Bibit Atlet Futsal Daerah

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus secara resmi membuka Turnamen Futsal Soekarno Cup 2026 di Lapangan Siliwangi, Pekon Puralaksana, Kecamatan Way Tenong, Jumat (31/07).


Kegiatan ini sekaligus menjadi peresmian Lapangan Futsal Siliwangi.Turnamen yang diinisiasi DPC PDI Perjuangan Lampung Barat ini diikuti 56 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Lampung Barat.


Acara pembukaan diawali dengan pertandingan eksibisi antara tim Bupati Lampung Barat melawan tim panitia, yang disambut antusias ratusan warga yang hadir.


Parosil Mabsus mengapresiasi penyelenggaraan Soekarno Cup oleh PDI Perjuangan. Menurutnya, kegiatan ini sangat tepat digelar pada bulan Juni yang bertepatan dengan bulan Bung Karno.



"Memang sudah seharusnya untuk memperingati bulan sang proklamator Soekarno kita menggelar kegiatan-kegiatan yang positif seperti ini," ujarnya.


Sebagai kepala daerah, Parosil Mabsus menegaskan turnamen ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana menjaring bibit atlet futsal terbaik asal Lampung Barat.


"Pemain terbaik nantinya akan diseleksi dan disiapkan, dibina dan dilatih agar ke depan dapat dikirim ke tingkat provinsi mewakili Lampung Barat," tuturnya.


Bupati Lampung Barat berpesan kepada dewan juri agar memperlakukan semua tim secara seimbang dan seadil-adilnya. Sebab tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat persaudaraan sekaligus menemukan atlet potensial.


"Harapannya ke depan dapat mengharumkan nama Lampung Barat di tingkat provinsi bahkan nasional," harap Parosil.


Dengan 56 tim yang berlaga, Soekarno Cup 2026 diharapkan Parosil Mabsus menjadi awal kebangkitan olahraga futsal di Lampung Barat. 


"Pemerintah daerah berkomitmen akan terus mendukung kegiatan kepemudaan dan olahraga sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda," kata Bupati Lampung Barat. 


Sementara itu, Ketua Pelaksana Yogi Mandala Putra yang juga merupakan anggota DPRD Lampung Barat periode 2024–2029 dari PDI Perjuangan menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa Bung Karno.


"Turnamen ini kita gelar dalam rangka memperingati bulan Bung Karno, sekaligus membina dan menyalurkan hobi masyarakat di bidang olahraga," Pungkasnya.

Bupati Tanggamus Dorong Hilirisasi Kakao Dan Kopi Demi Tingkatkan Nilai Tambah Petani

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus menegaskan komitmennya mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, khususnya kakao, kopi, dan kelapa, saat peringatan World Chocolate Day 2026 bertema Strengthening Sustainable Cocoa Partnerships through Agroforestry and Market Collaboration di Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Selasa (28/7/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Perindustrian RI, Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Indonesia, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Rikolto Indonesia, Preferred by Nature, perusahaan pengolahan kakao nasional dan internasional, akademisi, serta ratusan petani kakao dari Tanggamus, Lampung Barat, dan Lampung Timur.


Turut mendampingi Bupati Tanggamus jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tanggamus, di antaranya perwakilan Bappeda, Kepala Dinas Dinas Perkebunan dan Peternakan, Kepala Dinas KPTPH, Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas PMD, Dinas PPA Dalduk KB, Dinas Koperindag, Camat Semaka, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Tanggamus.


Dalam sambutannya, Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A.,M.H., mengatakan Tanggamus memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil kakao. Saat ini luas perkebunan kakao rakyat mencapai 13.640 hektare dengan produksi sekitar 8.672 ton yang menjadi sumber penghidupan bagi 17.634 kepala keluarga petani.


Menurutnya, peningkatan produksi kakao harus diikuti dengan pembangunan industri pengolahan di daerah agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati dari hasil panen, tetapi juga dari proses pengolahan hingga pemasaran.



"Kita berharap ke depan seluruh hasil pertanian yang ada di Tanggamus hilirisasinya ada di sini. Kalau nanti ada pabrik di sini, proses di sini, pemerintah akan mendapatkan pajak untuk pembangunan, masyarakat memperoleh manfaat CSR, harga lebih terjamin, dan lapangan kerja juga akan terbuka," kata Saleh Asnawi.


Ia mencontohkan komoditas kopi robusta Tanggamus yang selama ini banyak dikirim ke luar daerah untuk diolah sehingga nilai tambahnya belum dinikmati masyarakat setempat.


"Selama ini kopi robusta dari Tanggamus dibawa ke daerah lain untuk diproduksi. Yang menikmati nilai tambah bukan Tanggamus. Karena itu kami ingin hilirisasi dilakukan di daerah sendiri," ujarnya.


Selain kopi, pemerintah daerah juga menargetkan pengembangan industri kakao dan kelapa. Bahkan, menurut Saleh, pengolahan cokelat skala rumah tangga akan didorong melalui pemberdayaan kelompok PKK.


"Kakao ke depan akan kita hilirisasi di sini. Saya ingin nantinya menjadi peluang usaha bagi ibu-ibu PKK dengan mesin sederhana sehingga mampu menghasilkan produk cokelat yang memiliki nilai jual," tambahnya.


Bupati juga mengungkapkan pemerintah tengah membuka peluang kerja sama investasi, termasuk dengan investor dari Korea Selatan untuk mendukung pengembangan industri hilir sektor perkebunan.


Sementara itu, Direktur Program Kakao Asia Tenggara Rikolto, Nuzul Qodri, mengatakan Program Climate Change Adaptation Modality (CCAM) yang dijalankan sejak 2023 telah mendampingi petani kakao di Kecamatan Semaka, Wonosobo, dan Pematang Sawa.


"Sebanyak 950 petani telah mengikuti pelatihan budidaya kakao yang baik dan agroforestri. Kami juga memberikan pelatihan agribisnis serta distribusi ribuan bibit tanaman pendukung sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan ketahanan kebun kakao," jelasnya.


Pada kesempatan yang sama, perwakilan Preferred by Nature, Kiswara Santi, menekankan pentingnya penerapan sistem agroforestri untuk menjaga keberlanjutan produksi kakao di tengah tantangan perubahan iklim.


"Kami ingin mempertemukan seluruh pemangku kepentingan agar kakao Lampung kembali menjadi primadona dunia. Tanpa agroforestri, perubahan iklim dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas bahkan keberlanjutan tanaman kakao di masa depan," katanya.


Selain seremoni pembukaan, kegiatan World Chocolate Day 2026 diisi dengan penanaman pohon bersama, kunjungan demplot agroforestri, pameran usaha petani (Farmer Business Showcase), serta agenda business matching antara kelompok tani dan pelaku industri sebagai upaya memperkuat rantai pasok kakao berkelanjutan.

Amrullah

Meski Berulang Kali Disorot, PT Star Energy Dinilai Masih Bungkam : Transparansi Proyek Panas Bumi Di Kawasan TNBBS Dipertanyakan

 


Lampung Barat,(gerakmedia) ) -- Berbagai sorotan terhadap aktivitas proyek panas bumi PT Star Energy di wilayah Suoh–Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, hingga kini dinilai belum mendapat penjelasan resmi dari pihak perusahaan. Sejumlah persoalan yang sebelumnya telah menjadi perhatian publik, mulai dari kondisi jalan yang disebut mengalami kerusakan akibat aktivitas proyek, debu yang dikeluhkan warga, hingga minimnya keterbukaan informasi, masih menyisakan tanda tanya.


Proyek panas bumi yang berada di kawasan berbatasan dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) tersebut terus menjadi perhatian masyarakat karena dinilai memiliki dampak terhadap aspek sosial, lingkungan, dan infrastruktur. Namun, hingga kini PT Star Energy belum memberikan pernyataan resmi yang menjawab berbagai isu yang berkembang.


Selain dampak operasional, pola pengamanan di area proyek juga menjadi sorotan. Berdasarkan informasi yang diterima redaksi dari sejumlah pihak, akses menuju lokasi proyek dijaga cukup ketat. Wartawan yang hendak melakukan peliputan disebut tidak dapat memasuki area proyek tanpa memperoleh izin dari pihak perusahaan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana keterbukaan perusahaan terhadap media dan publik dalam memperoleh informasi terkait pelaksanaan proyek.


Sejumlah elemen masyarakat menilai fungsi hubungan masyarakat (humas) perusahaan seharusnya tidak hanya menjadi penyampai informasi internal, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, dan media. Minimnya tanggapan atas berbagai pemberitaan dinilai berpotensi memperkuat persepsi bahwa komunikasi publik perusahaan belum berjalan secara optimal.


Masyarakat juga berharap PT Star Energy memberikan penjelasan terbuka mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan untuk menjawab berbagai keluhan warga, termasuk penanganan kerusakan jalan yang diduga berkaitan dengan mobilitas kendaraan proyek, upaya pengendalian debu, serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.


Sejumlah elemen masyarakat juga menilai keterbukaan informasi merupakan salah satu kunci membangun kepercayaan masyarakat terhadap proyek-proyek strategis. Penjelasan yang disampaikan secara terbuka dan tepat waktu dinilai mampu mengurangi spekulasi, memberikan kepastian informasi, serta menciptakan hubungan yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat.


Hingga berita ini diterbitkan, PT Star Energy belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai sorotan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi PT Star Energy untuk menggunakan hak jawab maupun hak klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sehingga informasi yang diterima masyarakat tetap berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. (***)

Asisten Pemerintahan Rakyat Tanggamus Resmikan Acara Lomba Tari Kreasi Garapan Tradisional



Kota Agung,(gerakmedia) -- Bupati Tanggamus yang diwakilkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat  Rully Runa Yuda, S. STP. M. Si, secara resmi membuka Acara Perlombaan Tari Kreasi Garapan Tradisional yang di Selenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tangaamus Tahun 2026 , acara berlangsung di Taman Soekarno Hatta Kecamatan Kotaagung, Rabu (22/7/2026).


Tema kegaitan hari ini adalah Dengan budaya kerja jalan lurus kita lestarikan warisan budaya Tanggamus melalui Kreativitas tari kreasi  Garapan Tradisional berbasis kearifan Lokal. 


Bupati Tanggamus yang diwakilkan oleh Asisten Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Ruli Runa Yuda S.STP. MSi., dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan apresiasi saya sampaikan kepada panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sehingga kegiatan ini terlihat meriah dan insyaallah sampai selesainya acara dapat berlangsung aman damai dan lancar. 


Penghargaan dan ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada peserta lomba dan tokoh seni yang hadir disini yang terus membimbing dan membina anak anak kita untuk terus mencintai tari kreasi dan budaya , mari terus jaga persatuan dan kesatuan kita angkat seni budaya yang ada di Kabupaten Tanggamus. 


Bupati juga mengatakan lomba tari kreasi garapan  tradisional ini bukan sekadar ajang kompetisi melainkan menjadi ruang kreativitas bagi para seniman koreografer dan sanggar seni dan generasi muda untuk terus berkarya dengan tetap tradisional nilai nilai budaya tradisional. 


Selanjutnya bupati berharap melalui kegiatan ini akan lahir penari penari berbakat koreografer kreatif dan karya karya tari yang mampu menjadi kebanggaan Kabupaten Tanggamus di tingkat Provinsi dan Nasional, ujarnya.



Dalam sambutan Kadis Pendidikan yang diwakilkan oleh Sekretaris Pendidikan Pramadya M. Kes Pelaksanaan Lomba Tari Kreasi Garapan Tradisional merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan daerah. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku seni, sanggar tari, sekolah, dan generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas melalui karya tari yang berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.


Kadis juga mengatakan kegiatan ini diselenggarakan sebagai implementasi program Pemerintah Daerah dalam urusan pemerintahan bidang kebudayaan, sekaligus mendukung upaya pelestarian seni tradisi agar tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya daerah.


Tujuan Pelaksanaan Kegiatan ini adalah

1. Melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

2. Meningkatkan kreativitas para koreografer, seniman, sanggar seni, dan generasi muda dalam menciptakan karya tari berbasis budaya lokal.

3. Menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan kepedulian masyarakat terhadap budaya daerah.

4. Menjadi media pembinaan, apresiasi, dan regenerasi pelaku seni tari di Kabupaten Tanggamus.

5. Mempromosikan potensi seni budaya Kabupaten Tanggamus kepada masyarakat yang lebih luas.


Sasaran Pelaksanaan kegiatan ini adalah sanggar seni, sekolah, komunitas seni, serta pelaku budaya yang berada di wilayah Kabupaten Tanggamus. 


Adapun peserta yang mengikuti lomba dari 16 Kecamatan diantaranya SMP N 1 Semaka, SD N 1 Way Jaha (Pugung) , Panca Sanata (Kelumbayan), SMP N 1 kota agung , Sanggar Jejama Seandanan (Pematang Sawa) , SMP 1 Kota Agung, Sanggar Seni Budaya Buana Agung (Bulok), SMP N 1 Kelumbayan Barat, Sanggar Juniordanceart (Pulau panggung) , Sanggar Khanggom Muakhi (Kota Agung Barat) , Sanggar Sai Makhga (Limau), Sanggar Khagom Budaya (Gisting) , SDN Sridadi Wonosobo , Sanggar Nawasena Mulia Larasati (Sumberejo), Sanggar Tungga Production (Kota Agung), SMP N 1 Bandar Negeri Semuong, SMP N 1 Kota Agung Timur, SMP N 1 Air Naningan, SMKS Muhammadiyah Kota Agung, Sanggar Jejama Seandanan (Pematang Sawa). 


Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan semata, tetapi mampu melahirkan karya-karya tari kreasi yang berkualitas, menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Tanggamus, serta dapat mewakili daerah dalam berbagai festival seni budaya di tingkat provinsi maupun nasional, ucapnya"



Hadir dalam acara kegiatan Bupati Tanggamus yang diwakilkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ruli Runa Yuda, S. ST. M. Si, Kadis Pendidikan yang diwakilkan oleh Sekretaris Pendidikan Pramadya, M, Kes, Anggota Dewan H. Tahang dari Praksi Gerindra, ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanggamus atau yang mewakili, Kepala OPD Kabupaten Tanggamus;  Camat se-Kabupaten Tanggamus , Lurah se-Kecamatan Kota Agung, Ketua DKT, PPSDSBL, Sanggar Tari; Dewan Juri dan peserta Lomba Tari Kreasi.

Tanggamus Bahas Stabilitas Harga Pangan Hingga Dukungan Program 3 Juta Rumah

 


Tanggamus, (gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara virtual di Ruang Rapat Wakil Bupati Tanggamus, Senin (20/7/2026).


Rakor dipimpin Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya Mega. Turut hadir Inspektur Kabupaten Tanggamus Suhendar Z, Kepala Dinas Perikanan Darma Setiawan, Kadis Naker Dharma Saputra, perwakilan Polres Tanggamus, Kodim 0424/Tanggamus, Kejaksaan Negeri, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Tanggamus, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).


Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya Mega mengatakan, rakor membahas perkembangan inflasi nasional dan Provinsi Lampung, kondisi harga pangan di Kabupaten Tanggamus, neraca ketersediaan bahan pangan, serta evaluasi berbagai program pengendalian inflasi yang telah dilaksanakan sepanjang 2026.


"Rakor ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, sekaligus mengevaluasi langkah-langkah pengendalian inflasi agar tetap efektif," ujar Hendra Wijaya.


Berdasarkan laporan Tim Pengendalian Inflasi Kabupaten Tanggamus per 20 Juli 2026, secara nasional inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen, sementara secara bulanan (month to month/m-to-m) terjadi deflasi 0,44 persen. Komoditas penyumbang inflasi nasional terbesar berasal dari emas perhiasan sebesar 0,61 persen, bensin 0,25 persen, ikan segar 0,23 persen, dan beras 0,16 persen.



Sementara itu, Provinsi Lampung mencatat inflasi tahunan sebesar 2,46 persen dengan inflasi bulanan 0,55 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar sebesar 1,75 persen, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,63 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,26 persen, serta transportasi sebesar 0,52 persen. Adapun kelompok pendidikan mengalami deflasi sebesar 1,18 persen.


Untuk kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang menjadi sampel Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji sebesar 3,25 persen, sedangkan terendah di Kota Bandar Lampung sebesar 2,08 persen.


Laporan juga menunjukkan perkembangan harga sejumlah komoditas strategis di Kabupaten Tanggamus melalui Sistem Informasi Komoditas Pangan dan Pertanian (SIKOPP). Harga beras medium masih stabil di angka Rp13.125 per kilogram, gula pasir Rp17.300 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp20.750 per liter, daging ayam Rp27.750 per kilogram, dan daging sapi Rp130.000 per kilogram.


Sementara itu, harga telur ayam ras mengalami kenaikan dari Rp25.375 menjadi Rp26.000 per kilogram, sedangkan bawang merah turun dari Rp38.000 menjadi Rp36.750 per kilogram. Harga cabai merah besar juga turun menjadi Rp35.750 per kilogram, sementara cabai rawit tetap berada di angka Rp41.750 per kilogram.


Dari sisi ketersediaan pangan, neraca pangan Kabupaten Tanggamus menunjukkan kondisi surplus pada berbagai komoditas utama. Ketersediaan beras mencapai 106.675 ton dengan kebutuhan 5.297 ton, sehingga masih terdapat surplus sekitar 101.379 ton.


Komoditas lainnya juga berada dalam kondisi aman, di antaranya jagung surplus 8.762 ton, kedelai 29 ton, bawang merah 15 ton, bawang putih 35 ton, cabai rawit 17 ton, cabai besar 12 ton, daging sapi atau kerbau 477 ton, daging ayam ras 4.079 ton, telur ayam ras 3.769 ton, gula pasir 11.876 ton, serta minyak goreng 102 ton.


Dalam laporan tersebut juga dipaparkan perkembangan Indikator Perkembangan Harga (IPH) sebagai indikator potensi inflasi di daerah non-IHK. Pada minggu kedua Juli 2026, IPH Kabupaten Tanggamus tercatat sebesar 0,06 persen, dipengaruhi perubahan harga gula pasir, tepung terigu, dan bawang merah. Sementara rata-rata IPH Juni 2026 sebesar 0,40 persen dengan komoditas utama penyebab fluktuasi berasal dari cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.


Sepanjang 2026, Pemerintah Kabupaten Tanggamus telah melaksanakan berbagai langkah pengendalian inflasi, mulai dari penyusunan roadmap TPID, High Level Meeting yang dipimpin Wakil Bupati, bazar pasar murah menjelang Ramadan, operasi pasar LPG 3 kilogram bersubsidi, Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah kecamatan, operasi pasar minyak goreng serentak, capacity building TPID bersama Kejaksaan Negeri Kotaagung, hingga penyusunan neraca pangan daerah.


"Berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi," kata Hendra.


Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Tanggamus menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan agar pengendalian inflasi berjalan optimal, pasokan pangan tetap tersedia, dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat dapat terus dipertahankan.

Amrullah

Forkopimda Tanggamus Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah, Bupati : Pemerintah Harus Hadir Untuk Masyarakat

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengusung tema "Sinergi Forkopimda dalam Mewujudkan Kondusivitas IPOLEKSOSBUDHANKAM Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 dengan Budaya Kerja Jalan Lurus" di Ruang Rapat Bupati Tanggamus, Senin, (6/7/2026).


Rakor dipimpin Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. dan dihadiri Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko, Kejaksaan Negeri Tanggamus yang diwakili Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Tri Nurandi Sinaga, unsur Badan Intelijen Daerah (Binda), Sekretaris Daerah Suaidi, para asisten, kepala OPD, serta kepala bagian di lingkungan Pemkab Tanggamus.


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Tanggamus Rully Runa Yuda dalam paparannya menjelaskan, keberadaan Forkopimda bertujuan menciptakan hubungan harmonis antarunsur pimpinan daerah, menyelesaikan persoalan strategis, memperkuat deteksi dini, cegah dini, dan penanganan dini, sekaligus menjaga stabilitas politik, sosial, dan penyelenggaraan pemerintahan.


Ia juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah, mulai dari penguatan ideologi Pancasila, penyaluran bantuan keuangan partai politik, penertiban pasar, pemberantasan rokok ilegal, penertiban tambang ilegal, hingga pengembangan destinasi wisata Pantai Muara Indah.


Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo menegaskan bahwa kondisi politik di Kabupaten Tanggamus secara umum tetap kondusif meski dinamika internal partai politik tetap terjadi.


"Kalau bicara politik di Kabupaten Tanggamus, semuanya secara umum berjalan kondusif. Dinamika di internal partai merupakan hal yang wajar, tetapi secara keseluruhan situasi politik tetap aman dan kondusif," ujarnya.


Agung juga meminta agar setiap program pemerintah daerah benar-benar selaras dengan RPJMD dan visi misi kepala daerah sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.


Selain itu, ia menyoroti penataan pasar maupun penertiban tambang agar selalu dibarengi solusi bagi masyarakat.



"Ketika pemerintah melakukan penertiban, tentu harus diikuti solusi. Pedagang juga harus diberikan sarana dan prasarana sehingga penataan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat," katanya.


Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko menyampaikan sejumlah isu keamanan yang menjadi perhatian, mulai dari konflik lahan, kondisi Jembatan Way Kandis, kecelakaan lalu lintas, hingga upaya menjaga stabilitas keamanan menjelang berbagai agenda masyarakat.


Ia mengungkapkan, penyelesaian konflik lahan dilakukan melalui pendekatan persuasif sembari tetap menghormati proses hukum yang berjalan.


"Kami terus mengedepankan komunikasi kepada seluruh pihak agar tidak berkembang menjadi konflik sosial. Semua proses hukum berjalan dan kami mengajak masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," tegas Rahmat.


Kapolres juga menyampaikan perkembangan program penanaman bawang putih di Kecamatan Ulu Belu yang menjadi bagian dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.


Sementara itu, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono memaparkan sejumlah isu strategis daerah sepanjang Januari hingga Juni 2026 berdasarkan aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.


Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah maraknya penyebaran informasi bernuansa SARA dan hoaks di media sosial akibat rendahnya literasi digital masyarakat.


"Masih ditemukan unggahan bernuansa SARA yang berpotensi memicu perpecahan. Karena itu kami terus mengedukasi masyarakat melalui komunikasi sosial dan penguatan wawasan kebangsaan," ujarnya.


Dari sisi penegakan hukum, Kasi Datun Kejari Tanggamus Tri Nurandi Sinaga menyampaikan sejumlah perhatian, di antaranya potensi penyimpangan dana desa, tingginya penyalahgunaan narkotika, konflik agraria, hingga potensi polarisasi sosial pasca agenda politik.


Ia mengatakan Kejaksaan terus mengoptimalkan program Jaga Desa, penyuluhan hukum, serta mendorong pembangunan pusat rehabilitasi narkotika di Kabupaten Tanggamus.


"Kami berharap pemerintah daerah dapat mendukung pembangunan pusat rehabilitasi ketergantungan narkotika agar penanganan korban penyalahgunaan narkoba menjadi lebih efektif," katanya.


Sementara itu, perwakilan Binda Tanggamus, Fadil, mengungkapkan adanya sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, mulai dari penyebaran paham khilafah melalui komunitas terselubung, dinamika pergerakan mahasiswa, konflik satwa liar dengan masyarakat, aktivitas pertambangan ilegal di kawasan hutan, hingga peredaran senjata api ilegal yang diduga berkaitan dengan maraknya kasus begal.


Sekretaris Daerah Tanggamus Suaidi menekankan pentingnya komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan DPRD, sekaligus memperkuat koordinasi hingga tingkat Forkopimcam agar setiap persoalan sosial dapat diantisipasi sejak dini.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menegaskan seluruh persoalan akan dibahas secara komprehensif dengan melibatkan seluruh instansi terkait, termasuk persoalan tambang rakyat.


Menurutnya, pemerintah harus mampu membedakan aktivitas masyarakat untuk kebutuhan pribadi dengan kegiatan yang bersifat komersial.


"Kita harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi tentu ada batasannya. Kalau sudah bersifat komersial dan melanggar aturan, tentu harus ditindak sesuai ketentuan. Semua ini akan kita pelajari bersama agar ada solusi yang berpihak kepada masyarakat namun tetap sesuai aturan," tegas Bupati.


Ia berharap sinergi seluruh unsur Forkopimda terus diperkuat sehingga stabilitas daerah tetap terjaga dan pembangunan di Kabupaten Tanggamus dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat.

340 Guru Dan Kepala Sekolah Ikuti Seminar, Bupati Parosil Perkuat Kolaborasi Dengan FKIP Unila



Lampung Barat, (gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas di bidang pendidikan. Salah satunya melalui Seminar Nasional Pendidikan bertajuk "Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan" yang digelar di Lamban Gedung Pancasila, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, pada Sabtu (4/7/2026).


Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat dengan Magister Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Lampung (Unila) itu diikuti sebanyak 340 peserta, terdiri dari guru, kepala sekolah, dosen, serta insan pendidikan lainnya.


Sebanyak 257 peserta hadir langsung, sementara 83 peserta mengikuti secara daring.


Seminar tersebut dihadiri langsung Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Lampung Barat, Wakil Dekan I FKIP Unila Dr. Riswandi, M.Pd., Koordinator Prodi Magister Administrasi Pendidikan Dr. Handoko, S.T., M.Pd., jajaran perangkat daerah, kepala sekolah dan guru dari 15 Kecamatan yng ada di Lampung Barat, dosen, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.


Dalam sambutannya, Bupati Parosil Mabsus mengapresiasi FKIP Universitas Lampung yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyelenggarakan seminar nasional tersebut.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam mencetak pemimpin-pemimpin pendidikan yang berkualitas.



"Seminar seperti ini bukan hanya menjadi tempat berbagi ilmu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempersiapkan kepala sekolah dan guru yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki integritas dalam memajukan dunia pendidikan," ujar Parosil.


Parosil juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan.


Hal itu dibuktikan dengan alokasi anggaran pendidikan yang mencapai sekitar 36 persen dari APBD Lampung Barat.


Anggaran tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, seperti pemberian beasiswa bagi peserta didik hingga penyediaan seragam sekolah gratis.


Menurutnya, program-program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Ia berharap seminar tersebut mampu melahirkan kepala sekolah yang visioner dan guru-guru yang terus meningkatkan kompetensi sehingga siap menjadi pemimpin pendidikan di masa mendatang.


Sementara itu, Wakil Dekan I FKIP Universitas Lampung, Dr. Riswandi, M.Pd., mengatakan bahwa pemimpin masa depan tidak hadir begitu saja, melainkan dibentuk melalui pendidikan karakter yang dimulai dari keluarga dan diperkuat di sekolah.


"Pemimpin masa depan tidak lahir dengan kebetulan, tetapi dibentuk melalui karakter. Pembentukan karakter yang utama berasal dari keluarga, kemudian diperkuat melalui pembelajaran di sekolah dan di kelas.


Guru-gurulah yang sesungguhnya menyusun cetak biru lahirnya para pemimpin masa depan," kata Dr. Riswandi.


Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan jiwa kepemimpinan.


Seminar itu menghadirkan narasumber Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., Dr. Atik Rusdiani, M.Pd.I., dan Dr. Siti Rahma Sari, M.Pd., dengan moderator Dr. Ujang Efendi, M.Pd.I.


Berbagai materi yang disampaikan membahas penguatan kepemimpinan pendidikan, inovasi pembelajaran, hingga strategi membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul.


Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan FKIP Universitas Lampung yang ditandatangani langsung oleh Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Dekan I FKIP Unila Dr. Riswandi, M.Pd., sebagai bentuk penguatan kerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Lampung Barat.

Respon Cepat, Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus Kunjungi Lansia Penderita Stroke Dan Balita Mengidap Kelainan Jantung

 


Taggamus,(gerakmedia) -- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Herry Novrizal, M.M., CRP., menunjukkan respons cepat dengan mengunjungi Hamidah (64), warga Kelurahan Baros, Kecamatan Kota Agung, yang menderita stroke, pada Rabu (1/7/2026).


Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Tanggamus terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.


Dalam kesempatan itu, dr. Herry Novrizal juga menyerahkan tali asih kepada Hamidah sebagai bentuk perhatian dan dukungan.


Sebelumnya, kisah Pilu Hamidah ramai diberitakan berbagai media cetak dan online. Lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi itu dikabarkan belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal dan berharap dapat memperoleh pengobatan untuk kesembuhannya.


Didampingi jajaran Dinas Kesehatan dan Lurah Baros, Kepala Dinas Kesehatan berdialog langsung dengan Hamidah dan keluarganya untuk memastikan kondisi kesehatan serta kebutuhan pelayanan yang diperlukan.


Menurut dr. Herry Novrizal, hasil penelusuran menunjukkan bahwa kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Hamidah berada di bawah penanganan rumah sakit swasta. Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus tetap berkomitmen memberikan pelayanan karena menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat.



"Kami sudah berbincang dengan Ibu Hamidah dan sangat prihatin dengan kondisinya. masalahnya kepesertaan JKN beliau berada di rumah sakit swasta sehingga seharusnya pihak swasta yang menangani. Namun karena ini menyangkut kesehatan masyarakat dan masih dalam wilayah kerja kami, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus berkomitmen menjangkau serta memberikan pelayanan semaksimal mungkin agar beliau memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhannya," ujar dr. Herry Novrizal.


Ia juga mengaku telah menginstruksikan Bidan Desa untuk melakukan pemantauan rutin setiap bulan sekaligus memastikan ketersediaan obat selama satu bulan bagi Hamidah.


Selain mengunjungi Hamidah, Kepala Dinas Kesehatan juga menyambangi Rumah Sakit Batin Mangunang Kota Agung untuk melihat kondisi Zakia, balita berusia sembilan bulan asal Kelurahan Baros yang menderita Atrial Septal Defect (ASD) atau kelainan jantung bawaan.


Menurut dr. Herry Novrizal, kondisi Zakia saat ini sudah berangsur membaik dan kelainan pada jantung sudah pulih serta Demam yang sebelumnya dialami telah menurun, sementara infeksi saluran pernapasan yang dideritanya diduga dipicu paparan asap pembakaran sampah rumah tangga.


"Alhamdulillah kondisi Zakia sudah membaik. Saya berpesan kepada keluarga agar menghindarkan anak dari paparan asap pembakaran sampah, asap rokok, maupun asap lainnya. Mari kita lindungi anak-anak dari paparan asap agar mereka tumbuh sehat," katanya.


Sementara itu, suami Hamidah, Bai Haki (73), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus.


"Terima kasih kepada Bapak dr. Herry Novrizal,M.M.CRP., yang telah datang melihat kondisi istri saya, memberikan bantuan serta arahan. Semoga dengan perhatian dan pelayanan yang diberikan, istri saya bisa mendapatkan pengobatan yang baik dan pulih seperti sediakala," ungkapnya.

Parosil Mabsus Laporkan 87 KDMP Berdiri Di Lampung Barat Saat Terima Kunjungan Pangdam XXI Raden Intan

 


Lampung Barat,(gerakmedia.com) -- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus melaporkan hingga Juni 2026 sudah 87 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berdiri di Lampung Barat. Satu unit di Pekon Kenali, Kecamatan Belalau telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto melalui zoom Rabu, (24/6/2026).


Laporan itu disampaikan Parosil saat menerima kunjungan Panglima Kodam XXI Raden Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi di Pekon Kembahang, Kecamatan Batu Brak. 


Pangdam hadir meninjau langsung pembangunan KDMP di daerah. Bupati menyampaikan rasa bangga dan terharu atas kehadiran Pangdam. Ia menilai kunjungan tersebut memberi motivasi bagi pengelola koperasi sekaligus mempercepat proses pembangunan KDMP.


"Pembangunan KDMP kami utamakan di lokasi strategis di pinggir jalan. Dari 87 unit, 16 lokasi merupakan aset Pemerintah Kabupaten Lampung Barat," kata Parosil.


Selain KDMP, Bupati juga memaparkan capaian program prioritas lain. Untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) Lampung Barat telah mengoperasikan 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan membentuk tim Satgas MBG.



Untuk pelayanan kesehatan gratis, capaian Lampung Barat berada di urutan ke-13 nasional. Parosil berkomitmen meningkatkan capaian itu melalui edukasi ke masyarakat.


"Sekarang kami fokus pada pemahaman masyarakat terkait kesehatan. Masih banyak masyarakat yang takut untuk pemeriksaan kesehatan," ujarnya.


Menanggapi laporan Bupati, Pangdam Kristomei menegaskan TNI siap membantu pembangunan KDMP. Ia memastikan TNI tidak akan mengelola koperasi, hanya membantu pembangunan fisik.


"Kami siap mendukung apa yang menjadi program pemerintah daerah," kata Pangdam.


Pangdam meminta KDMP di Lampung Barat dikelola dengan baik agar target yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai.


"Saya berharap pengelolaan KDMP di Lampung Barat dikelola dengan baik agar apa yang ditargetkan Pemerintah pusat dapat tercapai," tutupnya.

48 Santri Utama Pagar Nusa Tanggamus Diwisuda, Ditempa Tak Hanya Jadi Pesilat, Tetapi Penjaga Akhlak Dan Tradisi



Tanggamus, (GM) -- Semangat persaudaraan, nilai keislaman, dan pelestarian budaya pencak silat berpadu dalam acara Wisuda dan Tasyakuran Santri Utama Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Angkatan V Tahun 2026 yang digelar di Pekon Terbaya, Kecamatan Kota Agung, Minggu,( 7/6/2026).


Sebanyak 48 santri utama resmi diwisuda setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan, pembinaan, dan pengujian yang menjadi syarat kelulusan di lingkungan Pagar Nusa.


Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Mujibul Umam dan Edy Yalismi, Ketua PCNU Kabupaten Tanggamus KH. Samsul Hadi, Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Hajin M. Umar, unsur Uspika Kecamatan Kota Agung, para pendekar, pengurus, pelatih, serta keluarga santri wisudawan.


Sambutan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanggamus Suhartono.


Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pagar Nusa bukan sekadar wadah pembelajaran bela diri, melainkan ruang pembentukan karakter, akhlak, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.



"Pagar Nusa bukan semata untuk bela diri, mencari kekuatan atau dukungan teman. Pagar Nusa adalah wadah melestarikan budaya pencak silat Indonesia yang berkembang di lingkungan Nahdliyin dari Sabang sampai Merauke," demikian pesan Bupati.


Ia juga mengingatkan para santri bahwa tantangan terbesar dalam kehidupan bukan berasal dari luar diri manusia, melainkan dari dalam dirinya sendiri.


"Musuh terbesar umat manusia adalah dirinya sendiri, yaitu hawa nafsunya sendiri. Karena itu teruslah belajar, berlatih, dan menjaga akhlak," pesannya.


Bupati turut mengapresiasi para pendiri, tokoh, pendekar, dan pelatih Pagar Nusa yang selama ini tanpa lelah membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berbudaya, dan memiliki semangat pengabdian.


Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Hajin M. Umar menjelaskan bahwa wisuda merupakan bagian dari proses panjang kaderisasi yang telah dilalui para santri.


Menurutnya, seluruh peserta tidak hanya diuji kemampuan fisik dan teknik pencak silat, tetapi juga pemahaman keagamaan dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.


"Mereka sudah kita didik, kita tempa, dan melalui berbagai ujian. Ujian terakhir ini menjadi bukti bahwa mereka lulus secara fisik, pengetahuan, serta memahami nilai-nilai Nahdlatul Ulama dan Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi ruh Pagar Nusa," ujar Hajin M. Umar.


Ia menegaskan, setelah diwisuda para santri tidak berhenti berlatih, melainkan didorong untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengukir prestasi.


"Kita sudah memiliki banyak atlet yang meraih prestasi tingkat provinsi hingga nasional. Harapan kami, kader-kader Pagar Nusa ini terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet silat berprestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Tanggamus," katanya.


Hajin juga mengungkapkan bahwa seluruh pelatih dan pengurus hingga saat ini masih mengabdikan diri secara sukarela tanpa honor.


"Kami belum mampu memberikan honor kepada para guru dan pelatih. Ini adalah bentuk pengabdian lillahi ta'ala. Yang terpenting bagi kami adalah mencetak kader yang berakhlak, bertakwa, dan mampu membawa prestasi bagi diri, keluarga, serta daerahnya," ungkapnya.


Rangkaian kegiatan wisuda sendiri telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya melalui pembinaan mental dan spiritual. Para santri mengikuti shalawatan, istighotsah, ceramah keagamaan, hingga penguatan nilai-nilai ke-NU-an sebagai bagian dari pembentukan karakter.


Selain prosesi wisuda, acara juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi pencak silat dari sejumlah padepokan di Kabupaten Tanggamus. Penampilan diawali oleh santri Padepokan Tapak Karuhun Kota Agung di bawah asuhan Taufik Radianto, dilanjutkan Padepokan AsmaAllah Sumberjo asuhan Her Subagio, Padepokan Macan Kumbang asuhan Asep Hidayat, SPKI Ulu Belu asuhan Bahrul, serta atraksi dari padepokan yang dibina langsung oleh Hajin M. Umar dan perguruan Bandrong.


Pertunjukan tersebut mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.


Melalui wisuda angkatan kelima ini, Pagar Nusa Tanggamus menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan memiliki kecintaan terhadap tradisi serta nilai-nilai kebangsaan.

Kapolri Cup 2026 : Dua Personil Polda Lampung Dipercaya Jadi Pengadil Di Kejuaraan Judo




Lampung, (GM) -- Polda Lampung tidak hanya mengirimkan atlet-atlet terbaiknya dalam ajang Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026, tetapi juga turut berkontribusi dalam menjaga sportivitas dan kualitas pertandingan Selasa, (19/05/2026).


Dua Perwira Menengah (Pamen) Polda Lampung secara resmi ditunjuk dan dipercaya untuk bertugas sebagai juri dan wasit dalam kejuaraan bergengsi tingkat nasional tersebut.


Kedua personel terbaik Polda Lampung yang mendapatkan amanah tersebut adalah :


Kompol Juli Sundara, S.Pd. (Jabatan Kasubdit Kamsel Dit Lantas Polda Lampung) memiliki kompetensi di mana dirinya telah mengantongi lisensi sebagai Wasit Nasional sejak tahun 2022.


Kompol Sukamso, S.Pd. (Jabatan Kasubbag Rohjashor Bag Watpers Ro SDM Polda Lampung) merupakan sosok pengadil senior yang telah menyandang predikat sebagai Wasit Nasional sekaligus Juri KATA (Seni) tingkat Asia sejak tahun 2022.



Pengalaman matang dan sertifikasi resmi yang mereka miliki sejak tahun 2022 ini menjadi jaminan bahwa jalannya pertandingan di Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 akan berlangsung secara adil, transparan, objektif, dan sesuai dengan standar regulasi tertinggi.


Untuk menjaga objektivitas dan kualitas pertandingan sekelas Kapolri Cup, PB PJSI menerapkan standar seleksi yang sangat ketat. 


Tidak semua juri dan wasit di Indonesia mendapatkan panggilan tugas ini, melainkan hanya mereka yang dinilai memiliki integritas tinggi serta rekam jejak yang matang.


Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, dalam keterangannya menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan kedua personil tersebut.


"Ini merupakan kehormatan besar bagi Polda Lampung. Dipercaya menjadi juri dan wasit di ajang sekelas Kapolri Cup membuktikan bahwa kompetensi personel kita diakui di tingkat markas besar. Kami yakin Kompol Juli Sundara dan Kompol Sukamso akan menjalankan tugas dengan integritas tinggi dan menjunjung tinggi fair play," ujar Helfi.


Keterlibatan aktif ini juga sejalan dengan komitmen Kapolda Lampung dalam mendukung penuh pengembangan bakat dan prestasi anggota di bidang olahraga. 


Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 sendiri merupakan agenda tahunan Polri yang menjadi wadah bagi para personel kepolisian seluruh Indonesia untuk menyalurkan bakat, menguji fisik, serta mempererat tali silaturahmi.


Dengan adanya perwakilan dari Polda Lampung sebagai perangkat pertandingan (wasit/juri), diharapkan dapat memotivasi personel Polda Lampung lainnya khususnya para srikandi dan bhayangkara muda untuk terus mengukir prestasi, baik di dalam maupun di luar kedinasan.

Tanggamus Genjot Capaian UCJ 2026, Ribuan Pekerja Rentan Sudah Terlindungi

 


 

TANGGAMUS, (GM) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus terus mendorong percepatan capaian Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) tahun 2026. Hal ini terungkap dalam kegiatan asistensi dan monitoring evaluasi (monev) yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting di Ruang Rapat Bapperida Jumat, (24/4/2026).


Kegiatan tersebut diikuti sejumlah OPD, di antaranya Inspektorat, Bapperida, BKAD, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Dinas PMD.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tanggamus, Doni Sangaji Barisang, menjelaskan bahwa Pemkab Tanggamus telah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk mendukung program tersebut.


“Pada tahun 2026, Kabupaten Tanggamus telah menganggarkan sebesar Rp1.099.929.600 untuk perlindungan pekerja rentan,” ujarnya.


Ia merinci, anggaran tersebut terdiri dari belanja iuran jaminan kecelakaan kerja sebesar Rp654.720.000 dan iuran jaminan kematian sebesar Rp445.209.600.



“Anggaran tersebut sudah direalisasikan sejak Maret 2026 untuk 5.456 pekerja rentan dengan masa perlindungan selama 12 bulan,” jelas Doni.


Tak hanya itu, Pemkab Tanggamus juga memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit untuk memperluas perlindungan sosial bagi pekerja sektor perkebunan.


“Melalui DBH Sawit, kami juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp10.080.000 untuk 50 pekerja perkebunan sawit yang belum terdaftar sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan,” tambahnya.


Menurut Doni, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada seluruh lapisan pekerja, khususnya yang masuk kategori rentan.


“Kami juga akan menginternalisasikan nomenklatur UCJ ke dalam dokumen Perubahan RKPD Tahun 2026 sebagai bentuk keseriusan daerah dalam mendukung program nasional ini,” tegasnya.


Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Tanggamus optimistis capaian Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di daerahnya dapat terus meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pekerja.

Polres Lampung Barat Gelar Upacara Kesadaran Nasional Dan Kenaikan Pangkat ASN



LAMPUNG BARAT, (GM) -- Polres Lampung Barat menggelar Upacara Kesadaran Nasional sekaligus pelantikan kenaikan pangkat Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri di lapangan apel Mapolres setempat, Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat utama dan personel Polres Lampung Barat Jumat, (17/04/2026). 


Dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan prosesi kenaikan pangkat bagi ASN Rusmaniah, S.IP., yang resmi beralih dari Golongan II/d menjadi III/a. Kenaikan pangkat ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja optimal yang telah diberikan dalam mendukung tugas-tugas kepolisian di lingkungan Polres Lampung Barat.



Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, S.H., S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Kompol Abdul Rasyid, S.H., M.H., menyampaikan bahwa upacara ini merupakan momentum untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan serta memperkuat disiplin personel.


"Kenaikan pangkat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan penghargaan negara atas prestasi dan loyalitas yang tinggi. Kami berharap dengan pangkat yang baru, semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat juga harus semakin meningkat," ujar Kompol Abdul Rasyid.


Selain pemberian ucapan selamat kepada personel yang naik pangkat, pimpinan upacara juga menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat secara langsung oleh seluruh peserta upacara dengan tetap menjaga ketertiban.(humas)