Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Budaya. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Budaya. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Harlah Ke 80 Muslimat NU Bukan Sekadar Seremoni Melainkan Refleksi Perjalanan Panjang Organisasi



LAMPUNG BARAT, (GM) -- Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang Muslimat NU Lampung Barat masa bakti 2025–2030 yang dirangkaikan dengan peringatan Harlah Muslimat NU ke-80 tahun 2026.


Kegiatan berlangsung di Lamban Gedung Pancasila, Komplek Perkantoran Pemkab Lampung Barat, Minggu (19/4/2026).


Acara ini turut dihadiri Sekda Lampung Barat, jajaran organisasi wanita seperti GOW dan DWP, perwakilan Polres dan Kodim 0422/LB, Ketua PCNU Lampung Barat, serta berbagai organisasi keagamaan seperti Ansor, IPPNU, Muhammadiyah, dan Aisyiyah.


Dalam momentum tersebut, kepengurusan baru Muslimat NU Lampung Barat resmi dilantik berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Nomor 024/SK/A/PPMNU/VIII/2025.


Syahyana dipercaya sebagai Ketua, didampingi jajaran wakil ketua, sekretaris, hingga bendahara yang siap mengemban amanah hingga tahun 2030.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi ladang pengabdian yang penuh nilai kemuliaan.



“Muslimat NU telah terbukti menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, sekaligus menjaga tradisi ke-NU-an yang moderat, toleran, seimbang, dan adil,” ujarnya.


Menurutnya, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, peran Muslimat NU menjadi semakin strategis, terutama dalam membangun ketahanan keluarga, memperkuat pendidikan akhlak generasi muda, serta menjaga harmoni sosial di masyarakat.


Momentum Harlah ke-80 Muslimat NU juga disebutnya bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi perjalanan panjang organisasi dalam berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.


“Delapan puluh tahun adalah bukti nyata bahwa Muslimat NU konsisten hadir dalam bidang pendidikan, sosial, dakwah, hingga pemberdayaan perempuan,” tambahnya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat membuka ruang kolaborasi luas dengan Muslimat NU sebagai mitra strategis.


Hal ini sejalan dengan program pembangunan daerah 2025–2030, mulai dari penguatan sektor pertanian, peningkatan kualitas SDM, pengembangan UMKM, hingga penguatan nilai religius dan budaya lokal.


Wabup juga berharap Muslimat NU dapat berperan aktif dalam berbagai sektor, seperti pendidikan karakter berbasis akhlak, pemberdayaan ekonomi perempuan melalui UMKM, hingga edukasi kesehatan masyarakat termasuk pencegahan stunting.


“Dengan jaringan yang kuat hingga akar rumput, Muslimat NU memiliki posisi strategis untuk menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” tutupnya.

Hadiri Halal Bihalal Dan Silaturahmi Warga Pujakesuma Kabupaten Lambar : Wakil Bupati Ajak Bersinergi

 


LAMPUNG BARAT, (GM) -- Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin menghadiri acara Halal Bihalal pentas seni yang digelar Dewan Pengurus Daerah Penguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Kabupaten Lampung Barat di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Minggu (12/4/2026). 


Pada kesempatan ini, Mad Hasnurin menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan Halal Bihalal ini, komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antara Pujakesuma dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dapat terjalin khususnya dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik lagi.


Menurutnya, halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta saling memaafkan dengan tulus dan ikhlas.



"Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kebersamaan dan persatuan adalah kunci utama dalam membangun daerah yang kita cintai ini," terangnya. 


"Saya juga sangat mengapresiasi diselenggarakannya pentas seni budaya dalam kegiatan ini. Hal ini menunjukkan bahwa Paguyuban Pujakesuma tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga turut melestarikan nilai-nilai budaya, khususnya budaya Jawa, sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia," sambungnya.


Lampung Barat adalah daerah yang majemuk, terdiri dari berbagai suku, budaya, dan latar belakang. Keberadaan Pujakesuma menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan, memperkokoh persatuan, serta menjadi teladan dalam hidup berdampingan secara rukun dan damai.


Oleh karena itu, Mad Hasnurin berharap Paguyuban Pujakesuma terus berperan aktif dalam pembangunan daerah, baik melalui kegiatan sosial, budaya, maupun kontribusi nyata dalam mendukung program-program pemerintah daerah.


"Mari kita jadikan momentum halal bihalal ini sebagai titik awal untuk semakin memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat gotong royong, serta menjaga nilai-nilai luhur budaya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Bupati Pesisir Barat Sampaikan LKPJ TA 2025 Dalam Rapat Paripurna

 


PESISIR BARAT, (GM) -- Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Barat yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD Pesibar, Selasa (07/04/2026).


Penyampaian LKPJ tersebut merupakan pelaksanaan amanat peraturan perundang-undangan sekaligus bentuk keseimbangan antara lembaga eksekutif dan legislatif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.


Atas nama Pemerintah Daerah, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD Kabupaten Pesisir Barat yang telah mengagendakan rapat paripurna tersebut. Ucapan serupa juga disampaikan kepada seluruh pimpinan hingga staf perangkat daerah yang telah menuntaskan program, kegiatan, dan subkegiatan sepanjang Tahun Anggaran 2025.


Selain itu, apresiasi diberikan kepada seluruh stakeholder pembangunan di Kabupaten Pesisir Barat, mulai dari Forkopimda, kementerian, instansi dan lembaga, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, pemuka agama, tokoh adat, hingga masyarakat yang telah berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.


Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan amanat Pasal 69 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. LKPJ disusun mengacu pada sistematika yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020.


Tema pembangunan daerah Tahun 2025 mengusung “Pemantapan Ekonomi Masyarakat dan Peningkatan Sumber Daya Manusia serta Kualitas Infrastruktur.” Tema tersebut dijabarkan ke dalam lima prioritas pembangunan, yaitu peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, penguatan ekonomi masyarakat, reformasi birokrasi dan pelayanan publik berkualitas, serta harmonisasi kehidupan sosial budaya.


Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 ditargetkan sebesar Rp944,39 miliar dengan realisasi Rp746,97 miliar atau 79,09 persen. Sementara belanja daerah ditetapkan Rp945,83 miliar dengan realisasi Rp743,28 miliar atau 78,59 persen. Adapun pembiayaan netto daerah ditargetkan Rp1,44 miliar dan terealisasi 100 persen.


Bupati juga memaparkan capaian indikator kinerja utama kepala daerah Tahun 2025, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia mencapai 100,96 persen, Indeks Pembangunan Gender 99,40 persen, tingkat kemantapan jalan daerah 98,93 persen, serta akses masyarakat terhadap sumber air sehat mencapai 99,27 persen. Selain itu, rasio jaringan irigasi mencapai 114,93 persen dan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik sebesar 103,38 persen.


Secara rata-rata, realisasi indikator kinerja tersebut mencapai 107,29 persen. Meski demikian, masih terdapat beberapa indikator yang belum dirilis karena masih dalam proses penghitungan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).


Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan bahwa sepanjang Tahun 2025 terdapat tujuh peraturan daerah yang telah diundangkan. Tiga di antaranya bersifat solutif terhadap permasalahan masyarakat, sementara empat lainnya merupakan regulasi rutin terkait perencanaan dan penganggaran.


Menutup penyampaiannya, Bupati menegaskan bahwa secara umum kinerja Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat Tahun Anggaran 2025 berjalan dengan baik, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah.


“Evaluasi dan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ ini akan kami jadikan sebagai bahan perbaikan kinerja ke depan,” ujarnya.


Pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pesisir Barat, dengan harapan pembangunan daerah terus berlanjut demi terwujudnya Pesisir Barat yang semakin maju dan sejahtera. 

Bupati Lampung Barat Buka Musrenbang RKPD 2027, Fokus Transformasi Infrastruktur, Ekonomi Dan Pelayanan Publik

 


Lampung Barat,(GM) -- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus bersama Kepala Bappeda Provinsi Lampung Anang Risgiyanto membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kabupten Lampung Barat di Aula Kagungan Setdakab, Senin (30/03/2026). 


Pembukaan ditandai dengan pemukulan Kekuhan, kemudian dilanjutkan penanda tanganan berita acara oleh Bupati dan wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus - Mad Hasnurin beserta Kepala Bappeda Provinsi Lampung Anang Risgiyanto. 


Bupati Lampung Barat menegaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah, dengan menekankan transformasi infrastruktur, transformasi ekonomi, dan pelayanan publik sebagai pilar utama menuju Lampung Barat Hebat dan Setia.  


Menurutnya, Musrenbang ini merupakan rangkaian dari proses perencanaan pembangunan yang dimulai dari tingkat Pekon (Desa), kecamatan, hingga Kabupaten yang nantinya akan dilanjutkan tingkat Provinsi. 



"Musrenbang ini menjadi simpul akumulasi dari seluruh proses perencanaan pembangunan, sekaligus wadah untuk menyepakati prioritas pembangunan daerah, program kegiatan, serta sinkronisasi dengan program provinsi dan nasional," kata Parosil Mabsus. 


Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Tahun 2025 diantaranya pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45%, tingkat kemiskinan menurun menjadi 9,93%, IPM mencapai 73,14, tingkat pengangguran terbuka terendah di Provinsi Lampung 2,11%, angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 19,60 poin atau hanya 1 kasus kematian ibu sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu 4,51 poin atau 23 kasus kematian bayi.


"Program unggulan serta dukungan pusat dan Provinsi diantaranya pengembangan desa wisata budaya, program Desaku maju, pembangunan infrastruktur wilayah, program Makan Bergizi Gratis 69.492 penerima, 29 SPPG," jelasnya. 


Selain itu, koperasi Desa Kelurahan Merah Putih sebanyak 135 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dengan 82 gerai, yang lebih dari 100% ada 4 gerai, yang lebih 90% ada 2 gerai dan 76 gerai lainnya masih di bawah 90%. Sekolah Rakyat yang saat ini dalam tahap persiapan lahan hibah dari provinsi, program ASRI dan pembentukan Satgas hingga pekon dan pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB).


Prioritas Rancangan RKPD Kabupaten Lampung Barat 2027 meliputi : Peningkatan kualitas dan daya saing SDM, peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, transformasi ekonomi inklusif dan hilirisasi, pembangunan infrastruktur strategis dan ramah lingkungan, penguatan inovasi dan kewirausahaan daerah dan penguatan ketahanan pangan dan ekonomi desa. 


Sementara, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Kepala Bappeda Lampung Anang Risgiyanto mengapresiasi kepada seluruh perangkat daerah di Lampung Barat yang telah menunjukkan kinerja di tahun 2025 dengan baik, meski mengalami episiensi namun dapat menunjukkan kinerja yang maksimal. 


Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan peran aktif seluruh pihak. "Mari kita sinergikan langkah menuju Lampung yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing," tutupnya.

Wakil Bupati Bantul Hadir Ditengah Ratusan Warga Yang Antusias Berebut Gunungan Ketupat



Bantul,(GM) -- Masyarakat Padukuhan Deresan, Kalurahan Ringinharjo Bantul menggelar lagi acara Garebeg Gunungan Ketupat, Acara Garebeg Gunungan Ketupat  ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan turun temurun oleh masyarakat padukuhan Deresan Ringinharjo Bantul, acara ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas segala karunia kenikmatan, ketentraman dan hasil bumi kepada masyarakat dan sebagai ungkapan rasa syukur setelah satu bulan menjalani ibadah puasa ramadhan Sabtu malam,(21/3/2026).  


Dalam acara Garebeg Gunungan Ketupat yang dikawal oleh Bregada Prajurit Cokro Joyo Padukuhan Deresan ini juga sekaligus dilakukan Siraman pohon Beringin Kyai Daruno Mulyo yang merupakan pemberian dari Kraton Yogyakarta pada tahun 2010 silam.


Wakil Bupati Bantul H. Aris Suharyanta dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada masyarakat Padukuhan Deresan yang tetap konsisten menjaga tradisi budaya ini.



"Saya sebagai warga Ringinharjo sangat bangga kepada masyarakat Padukuhan Deresan, karena tradisi budaya seperti ini tidak setiap daerah bisa dan mampu melestarikannya karena berbagai faktor", terang Aris.


Pagelaran Garebeg Bakdo Ketupat dimulai dengan laporan oleh Suyatno, yang bertugas sebagai Panji I Bregada kepada Pangarso Upacara Sulistyo Atmaji selaku lurah di Kalurahan Ringinharjo serta penyerahan tumpeng oleh kepala dukuh Deresan Sugeng Wusana.


Setelah didoakan oleh Kyai Imam Solikhin selaku perwakilan Kaum Rois Padukuhan Deresan, Gunungan Ketupat lalu diperebutkan oleh warga yang datang. Oleh masyarakat Uba Rampe Gunungan tersebut dipercaya akan menjadi berkah bagi yang mendapatkannya. 


Menurut tokoh masyarakat Padukuhan Deresan yang juga abdi dalem Kraton Yogyakarta Mas Bekel Atmo Yasinto, mitos yang berkembang di masyarakat asal usul nama Padukuhan Deresan yaitu ketika pada jaman Kanjeng Sunan Kalijaga sewaktu berdakwah di Padukuhan itu ada beberapa santri yang hendak mengikuti Kanjeng Sunan Kalijaga, namun oleh Kanjeng Sunan Kalijaga tidak diperbolehkan untuk ikut keliling dakwah, dan diminta untuk Nderes atau belajar mengaji di tempat itu. Versi lain tentang asal usul nama Padukuhan Deresan dikarenakan pada jaman dahulu pendapatan harian masyarakat setempat adalah sebagai "penderes kelapa" atau pembuat gula merah, sehingga nama daerah itu kemudian menjadi nama Padukuhan Deresan. 


"Pohon Beringin Kyai Daruno Mulyo diberikan oleh Kraton Yogyakarta sebagai pengganti pohon beringin sepuh yang tumbang pada tahun 2005 lalu, dan Beringin Sepuh itulah yang menjadi Cikal Bakal nama Kalurahan Ringinharjo, sehingga Padukuhan Deresan menjadi sentral dari Kalurahan Ringinharjo", imbuh ketua Pagelaran Garebeg Bakdo Ketupat tersebut. 


Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bantul H. Aris Suharyanta, Dinas Kebudayaan Bantul, Panewu Bantul, kepala dukuh se kalurahan Ringinharjo, ketua RT se padukuhan Deresan serta 12 abdi dalem Kraton Yogyakarta yang berdomisili di padukuhan Deresan Ringinharjo Bantul.(Rls/Ant)

Bupati Lampung Barat Serahkan Bantuan Pesta Sekura Cakak Buah, Minta Jaga Marwah Budaya Sekura

 


Lampung Barat,(GM) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya Nusantara. Hal ini ditandai dengan penyerahan bantuan kepada Pekon yang akan menggelar pesta Budaya Sekura Cakak Buah. Selasa (10/3/2026). 


Sekura Cakak Buah adalah tradisi pesta topeng budaya khas masyarakat Saibatin di Kabupaten Lampung Barat yang diadakan meriah setiap 1-7 Syawal untuk merayakan Idul Fitri. Tradisi ini menampilkan peserta menggunakan topeng (Sekura) dan memanjat pohon pinang (Cakak Buah) untuk silaturahmi, gotong royong, dan memeriahkan Lebaran.


Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus - Mad Hasnurin di rumah dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit senilai Rp. 2 juta per Pekon, 


Parosil Mabsus mengatakan, adanya pemberian bantuan tersebut sebagai ujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam mendukung pelestarian budaya Sekura yang merupakan warisan nenek moyang terlebih dahulu. 



"Sebagai dukungan agar perhelatan Pesta Budaya Sekura tingkat Pekon lebih meriah dan tertib serta meringankan biaya oprasional panitia dalam menyiapkan kegiatan," ucapnya. 


Kepala Daerah yang merupakan asli suku Lampung itu berharap agar perhelatan Pesta Sekura Cakak Buah dapat berjalan dengan kondusif, terhindar dari keributan serta menjaga kebersihan lingkungan. 


"Saya berharap agar tradisi ini terus dikemas dengan baik, sehingga menjadi daya tarik wisatawan luar daerah. Mengingat sekura merupakan budaya yang santun maka kita harus dapat menjaga etika di jalan maupun di lokasi Sekura," paparnya. 


Dengan tegas Bupati Lampung Barat meminta agar para pencinta budaya Sekura tetap menjaga marwah budaya yang sudah mendunia tersebut. 


"Gunakanlah pakaian sebagai mana mestinya, sewajarnya. Jangan sampai menunjukkan yang bersipat negatif seperti mengenakan pakaian yang mengumbar aurat atau meminta-minta kepada pengguna jalan," pungkasnya.

Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi Lantik 47 Pejabat Pemkab Tanggamus

 



Tanggamus,(GM) -- Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan 47 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus pada Jumat (06/03/2026). 


Prosesi yang berlangsung khidmat di Kota Agung ini menjadi sinyal kuat dimulainya percepatan reformasi birokrasi dan transformasi ekonomi daerah melalui visi hilirisasi sumber daya alam.


​Pelantikan ini didasarkan pada serangkaian Keputusan Bupati Tanggamus, yakni Nomor 800.1.3.3/644/45/2026 (JPT Pratama), Nomor 800.1.3.3/687/45/2026 (Administrator dan Pengawas), Nomor 800.1.3.3/690/45/2026 (Fungsional Analis SDM), serta Nomor 800.1.3.3/380/45/2026 (Fungsional Guru).


Dalam nukilan sambutannya yang menggugah, Bupati menekankan bahwa Tanggamus harus menyudahi perannya sebagai sekadar “penyedia” bagi daerah lain. Selama ini, kekayaan bumi seperti kopi dan kakao kerap terbang keluar daerah dalam bentuk mentah untuk diolah di pabrik-pabrik besar di Pulau Jawa.


​”Sekarang, saatnya kita perlahan mengubah haluan. Hilirisasi adalah kunci. Kita tidak ingin lagi melihat hasil laut dan bumi kita hanya lewat. Kita harus mampu mengolahnya di sini, menciptakan lapangan kerja di sini, dan memastikan kesejahteraan itu tinggal di rumah kita sendiri, di Tanggamus,” ujar Bupati dengan nada tegas namun penuh harapan.


​Beliau memaparkan bahwa dengan membangun ekosistem industri yang terintegrasi, nilai tambah produk lokal akan meningkat berkali-kali lipat. Hal ini diproyeksikan menjadi katalisator utama dalam menurunkan angka kemiskinan dan mendongkrak indeks kesejahteraan rakyat secara merata.


Birokrasi yang “Jemput Bola”


​Menyadari kondisi fiskal daerah yang penuh tantangan, Bupati Saleh Asnawi menginstruksikan para pejabat yang baru dilantik untuk menanggalkan pola kerja “menunggu”. Beliau mendorong para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih agresif dalam bersinergi dengan pemerintah pusat.



​”Jangan hanya menunggu anggaran turun di meja. Kita harus bisa ‘jemput bola’. Jalin koordinasi intensif dengan kementerian di pusat untuk mengakses DAK maupun Dana Insentif Daerah. Kita butuh kreativitas dan proaktifitas untuk melobi pusat demi percepatan pembangunan daerah,” tambahnya.


​Integritas dan Budaya “Jalan Lurus”


​Pelantikan ini sendiri merupakan hasil dari proses seleksi terbuka yang transparan dan berbasis sistem merit, sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2023. Bupati memastikan bahwa setiap pejabat yang terpilih telah melalui penyaringan ketat yang bebas dari praktik transaksional.


Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik

​Berikut adalah daftar 47 pejabat yang mengemban amanah baru untuk memperkuat pembangunan di Kabupaten Tanggamus:

​I. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II)

​RULLY RUNA YUDA, S.STP., M.Si. – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

​JON NOVRI, S.STP., M.IP. – Asisten Administrasi Umum.

​IVAN KURNIAWAN, S.T. – Kepala BKPSDM.

​NANANG SUMARLIN, S.H., M.M. – Kepala Badan Pendapatan Daerah.

​LUBERTO FABIOCA, S.E., M.M. – Kepala Dinas PPPA, Dalduk, dan KB.

​Drs. VIKTOR LIBRADI HS, M.H. – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

​ARIA RESUKIA, S.T., M.M. – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

​MARHASAN SAMBA, S.I.P. – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

​Drs. SABAR MARULAK SITANGGANG – Kepala Dinas Perhubungan.

​II. Pejabat Administrator (Eselon III)


WILDAN HISTORI, SIP. – Camat Kota Agung Timur.

BAYU MAHARDIKA, S.H., MAP. – Sekretaris Badan Pendapatan Daerah.

MADRIZAL, S.Pd. – Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

EVAYANI, S.Sos.I. – Kabid Ketenagaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

ATRIA ANTHONI, S.P., M.M. – Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan, TP dan Hortikultura.

ISHAK BASUKI, S.T. – Kabid Cipta Karya pada Dinas PUPR.

ARIANTONI, S.T., M.T. – Kabid Pengairan pada Dinas PUPR.

SUPARMONO, S.Kom., M.M. – Kabid Perencanaan Perekonomian pada Bapperida.

UZAIRI UHIDA, S.Pt., M.M. – Kabid Perencanaan Makro, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bapperida.

ADHITYA RAMA DAEFI, S.E. – Kabid Riset dan Inovasi Daerah pada Bapperida.

NASRULLOH, S.E., M.M. – Kabid Perencanaan dan Keuangan pada RSUD Batin Mangunang.

Bdn. DAMSIANA, S.ST., M.Kes. – Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan.

RENSUS RENATUS SIMANJORANG, S.E., M.M. – Kabid Perindustrian pada Diskoperindag.

​III. Pejabat Pengawas (Eselon IV)

SITI ZUBAIDAH, S.H., M.M. – Kasi Ketenagaan PAUD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

ELIS SETYOWATI, S.E. – Kasi Ketenagaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

SUPARMAN, S.Pd. – Kasi Kurikulum Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

YUZAK PRASETYADI, S.Sos. – Kasubbag Tata Usaha pada Diskominfo.

YULIANA, S.E. – Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan pada Dinas Perhubungan.

HIDAYAT, S.E. – Kasi Penyelamatan dan Evakuasi pada Dinas Damkar dan Penyelamatan.

FITRIANA PUSPITA SARI, S.Kom. – Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada Dinas Ketahanan Pangan, TP dan Hortikultura.

PRIMA KURNIAWAN, S.Kom., M.M. – Kasubbag Akuntansi Belanja pada BPKAD.

ROKI RISMAYEDI, S.E. – Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada Bapenda.

RISNAWATI, S.E., M.M. – Kasubbid Penetapan Pajak Daerah I pada Bapenda.

NOFRIYANDI PUTRA, S.E. – Kasubbid Penerimaan Pajak Daerah pada Bapenda.

TRI KESUMA WARDANA, S.E. – Kasubbid Pelayanan, Pendataan, dan Penetapan Pajak pada Bapenda.

BUDI HARTONO, S.E. – Kasubbid Pengawasan dan Pembinaan Pajak Daerah pada Bapenda.

AHMAD IRSAN, S.P. – Kasi Pemerintahan pada Kecamatan Kota Agung.

MISRI JAYA, S.H. – Kasi Kesejahteraan Masyarakat pada Kecamatan Air Naningan.

EKA DAMAYANTI, AM.KL. – Kepala UPTD PPA pada Dinas PPPA, Dalduk dan KB.

​IV. Jabatan Fungsional

LINDA LESTARI, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

AGUNG TRY PRASETYO, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

YUNITA, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

CHANDRA AZURRA, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

IMAM MUKHLASIN, S.H. – Analis Hukum Ahli Pertama.

BUKHARI, S.Pd. – Guru Ahli Pertama.

BUNGA HERNAWATI MANIHURUK, S.TP. – Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda.

RIZKI HIDAYAH, S.Pd. – Guru Ahli Pertama.

SEP RIZAL, S.Pd. – Guru Ahli Pertama.

​Bupati Saleh Asnawi menutup arahannya dengan pesan mendalam mengenai tanggung jawab moral. Melalui budaya kerja “Jalan Lurus”, beliau berharap 47 pejabat ini mampu menjadi mesin penggerak yang transparan dan proaktif demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tanggamus

Parosil Sebut Program 5 Aksi PM dan 4 Komitmen PM Fondasi Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan di Lambar

 


Lampung Barat, (gerakmedia.com) --Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi menetapkan Program Peningkatan Mutu (PM) Pendidikan yang terintegrasi melalui 5 Aksi PM dan 4 Komitmen PM.


Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Disdikbud Kabupaten Lampung Barat Nomor 800/214 L01/2026 ditandatangani Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri.


Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, program 5 aksi PM dan 4 Komitmen tersebut selain sebagai pedoman pelaksanaan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan, juga merupakan fondasi untuk ningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan sekolah, khususnya Lampung Barat. 


"Program ini salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lampung Barat sesuai dengan visi dan misi saya bersama pak Mad Hasnurin (wakil bupati)," kata kepala daerah dua periode tersebut, Kamis 29 Januari 2026. 


Dengan ditetapkannya program 5 aksi PM dan 4 komitmen PM ini, Pakcik sapaan akrabnya bagi Parosil Mabsus berharap, dapat membentuk siswa yang unggul, berdaya saing dan berkarakter baik. 


Parosil Mabsus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat di bawah kepemimpinan dirinya bersama wakil Bupati Mad Hasnurin akan terus berupaya memperioritaskan mutu pendidikan, karena pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang sangat cepat. 


Sementara kepala Disdikbud Kabupaten Lampung Barat Tati Sulastri menjelaskan, Surat Edaran tersebut dimaksudkan sebagai acuan resmi sekaligus komitmen kolektif dalam membangun budaya mutu pendidikan di seluruh jenjang pendidikan di Lampung Barat.


"Dalam surat edaran itu, ruang lingkup pengaturan meliputi penerapan 5 Aksi Peningkatan Mutu Pendidikan, pelaksanaan 4 Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan, serta penandatanganan dan pelaksanaan fakta integritas oleh kepala satuan pendidikan. Lima aksi tersebut meliputi Penampilan, yang menekankan pembentukan budaya sikap, etika, kedisiplinan, dan keteladanan seluruh warga sekolah," ujarnya. 


Selanjutnya Profesionalisme, yang berfokus pada peningkatan kompetensi, integritas, serta kinerja pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.


Aksi berikutnya adalah Pelayanan, yakni penyediaan layanan pendidikan yang ramah, adil, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Selain itu, terdapat aksi Prestasi yang diarahkan pada pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik secara berkelanjutan sesuai minat dan bakat.


Kemudian aksi Publikasi menekankan pentingnya pendokumentasian, diseminasi, serta keterbukaan informasi terhadap praktik baik dan capaian pendidikan yang telah diraih sekolah.


Dalam pelaksanaannya, kelima aksi tersebut harus dijalankan secara terpadu dengan 4 Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan, yaitu Ramah Anak, Ramah Lingkungan, Ramah Budaya, dan Ramah Bencana.


Komitmen Ramah Anak bertujuan menjamin perlindungan, keselamatan, serta pemenuhan hak anak di lingkungan sekolah, sedangkan Ramah Lingkungan menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Ramah Budaya diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal, kearifan lokal, dan jati diri daerah, serta Ramah Bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di satuan pendidikan.


Tati juga menegaskan, setiap kepala satuan pendidikan wajib menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen moral dan profesional dalam menjalankan 5 Aksi dan 4 Komitmen PM.


Selain itu, satuan pendidikan diwajibkan menyusun dan melaksanakan Program Prioritas dan Tindak Kerja (PPTK) serta mengintegrasikan Program PM ke dalam RKAS, termasuk pemanfaatan Dana BOS secara transparan dan akuntabel.


Ke depan pihaknya akan melakukan pembinaan, pemantauan, dan evaluasi secara berkala untuk memastikan seluruh ketentuan dalam surat edaran tersebut dilaksanakan secara konsisten dan bertanggung jawab.

Bupati Tanggamus Lantik 75 Pejabat Administrator Dan Pengawas Eselon III Dan IV

 


Tanggamus, (GM) -- Bupati Tanggamus, Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, didampingi Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, secara resmi melantik sejumlah pejabat administrator (Eselon III) dan pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi pratama serta para undangan lainnya


Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. “Saya ucapkan selamat kepada Saudara-Saudari yang baru saja dilantik dalam Jabatan Administrator serta Jabatan Pengawas. Semoga amanah yang diberikan ini benar-benar dilaksanakan dengan penuh komitmen dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.


Bupati juga menekankan pentingnya memahami dan menginternalisasi konsekuensi dari jabatan yang diemban. Ia berharap para pejabat yang dilantik dapat terus meningkatkan kinerja, memahami tupoksi, serta meningkatkan kompetensi baik teknis, manajerial, sosial kultural, maupun kompetensi pemerintahan.


“Sebagai Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas, kalian menempati posisi yang sangat strategis dalam tata kelola pemerintahan. Jabatan ini merupakan tulang punggung birokrasi, karena kalian berperan langsung dalam memastikan kebijakan dapat diterjemahkan di lapangan, yang memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat,” tegasnya.


Bupati Saleh Asnawi juga mengingatkan para pejabat administrator untuk mampu mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan secara efektif, memimpin unit kerja dengan keteladanan, serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Sementara itu, pejabat pengawas diharapkan berperan penting sebagai pengendali teknis lapangan.


Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa kewenangan untuk mengangkat, memberhentikan, dan memindahkan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus merupakan kewenangan Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.


Bupati juga menegaskan akan memperketat disiplin kerja di seluruh OPD, termasuk menyoroti adanya pegawai yang tidak masuk kerja dalam jangka waktu panjang namun masih menerima hak gaji setiap bulan.



“Saya minta ini menjadi perhatian serius. Tidak boleh ada lagi pegawai yang tidak bekerja berbulan-bulan tetapi tetap mengambil gaji. Ini tidak adil, tidak etis, dan tidak mencerminkan integritas ASN. Ke depan, saya instruksikan seluruh pimpinan OPD untuk melakukan pengawasan ketat dan penegakan disiplin sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bupati Saleh Asnawi.


Di akhir sambutannya, Bupati Saleh Asnawi mengingatkan bahwa masyarakat saat ini sangat kritis, terutama di era digital. Ia meminta para pejabat untuk berhati-hati dalam segala tindakan dan tingkah laku, terutama dalam pelaksanaan tugas pelayanan pada masyarakat. “Berbuat baik saja terkadang disalahartikan, apalagi jikalau kita berbuat kesalahan atau kekhilafan,” pungkasnya.


Selain itu, Bupati juga menegaskan bahwa jabatan yang diemban akan dievaluasi secara berkala terhadap capaian target kinerja. Selaras dengan sumpah janji yang telah diucapkan, bekerjalah sesuai dengan core value Kabupaten Tanggamus, yaitu “Budaya Kerja Jalan Lurus”, yang berarti fokus pada tujuan, meluruskan arah kerja, mengurangi penyimpangan, menjaga integritas, sinergi, kolaborasi, dan istiqomah dalam bekerja untuk mencapai visi Kabupaten Tanggamus 2025-2030: “Bersama Tanggamus Maju Menuju Indonesia Emas.”


Daftar Pejabat Tingkat Camat (Eselon III-a)


1. Rusdi, S.IP.

Sekretaris Kecamatan Kelumbayan → Camat Bulok


2. Zuliyadi, S.IP., M.M.

Kabid Perpustakaan → Camat Kota Agung Barat


3. Derius Putrawan, S.P., M.M.

Camat Kelumbayan → Camat Gunung Alip


4. Ali Imron, S.H., M.M.

Sekretaris Kecamatan Kota Agung Barat → Camat Kelumbayan


5. Jhoni Irzal, S.Sos.

Analis Protokol → Camat Talang Padang


6. Novrizal Mulkan, S.H., M.M.

Kabid Riset & Inovasi Bappeda → Inspektur Pembantu III Inspektorat Daerah


7. Joko Suprihatin, S.Kom., M.M.

Pengawas Ketenagakerjaan → Kabag Administrasi Pembangunan Setda


8. Herliyanto, S.T., M.M.

Pejabat Pengadaan Barang/Jasa → Kabag Pengadaan Barang/Jasa Setda


9. Faturrahman Wijaya, S.Kep.

Kasubbag Perencanaan Dinas PPPA → Sekretaris Dinas PPPA


10. Marhasan Samba, S.I.P.

Analis Kebijakan Dinas Pariwisata → Sekretaris Dinas Pariwisata


11. Drs. Sabar Maruliak Sitanggang

Kabid Layanan Kepemudaan → Sekretaris Dinas Perhubungan


12. Yadi Mulyadi, S.T., M.M.

Kepala Dinas Pendidikan → Sekretaris Dinas Perpustakaan


13. Drs. Suyanto, M.M.

Kepala Dinas Pariwisata → Sekretaris Badan Kesbangpol


14. Eka Angkasawan, S.T., M.T.

Peneliti Dinas PUPR → Sekretaris Dinas PUPR


15. Gofir Purwanto, S.E., M.M.

Kabid Pembinaan BKPSDM → Sekretaris Dinas Kominfo


Pejabat Eselon III-b


16. Akhmad Isnaini, S.E.

Sekretaris Dinas Perhubungan → Kepala Bidang Layanan Kepemudaan, Pemuda dan Olahraga


17. Adi Gunawan, S.E., M.M.

Sekretaris Dinas Pendidikan → Kepala Bidang Penataan & Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup


18. Winda Fidirani, S.Pd.

Kepala Sub Bagian Umum Dinas Pendidikan → Kepala Bidang Pengembangan Kepariwisataan


19. Roziansyah, S.IP.

Analis Kebijakan Ahli Muda, Dinas PMD → Kabid Keuangan, Kekayaan & Produk Hukum Pekon


20. Mulyadi, S.T., M.M.

Kabid Sarana Prasarana Dinas Pendidikan → Kabid Sarpras Pendidikan & Kebudayaan


21. Helpin Rianda, S.E., M.M.

Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan → Sekretaris Kecamatan Semaka


22. Zainal, M.Pd.I.

Sekretaris Kecamatan Semaka → Sekretaris Kecamatan Kota Agung


23. Muhammad Ridwan, A.Pi.

Kabid Perikanan Tangkap → Kabid Perikanan Tangkap (Mutasi Ruang Lingkup)


24. Zuryati, S.E.

Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Pariwisata → Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan & Kebudayaan


25. Syarif Hidayat Bangsawan, S.STP., M.Si.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Kota Agung → Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata


26. Maliidarni, S.Pd.Ing., M.M.

Kabid Pemasaran Pariwisata → Kabid Destinasi Pariwisata


27. Yusnida, S.E.

Adyatama Ekraf Ahli Muda → Kabid Perbendaharaan BPKAD


28. Zoldiamanto, S.IP.

Kabid PAUD → Sekretaris Kecamatan Kelumbayan


29. Muhammad Amin, S.H.

Camat Talang Padang → Kepala Bidang Perpustakaan


30. Mukti Antonny, S.Si., M.M.

Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Muda → Kabid Pembinaan & Pengelolaan Data BKPSDM


31. Ari Yudha, A.Z., S.T., M.T.

Sekretaris Dinas PUPR → Kabid Angkutan Darat & Laut Dinas Perhubungan.


Pejabat Eselon III-b (Lanjutan)


32. Weli Yantika, S.E., M.M.

Analis Keuangan BPKAD → Kabid Anggaran BPKAD


33. Andrean Nur Pratama, S.IP., M.M.

Peneliti Ahli Muda Bappeda → Kabid Barang Milik Daerah BPKAD


34. Ria Veranida, S.E., M.M.

Kabid Aset Daerah BPKAD → Kabid Penerimaan Pendapatan Daerah Bapenda


35. Mario Eka Baweus, S.P., M.M.

Kabid Akuntansi & Pelaporan BPKAD → Kabid Pelayanan & Penetapan Pajak Daerah Bapenda


36. Dr. Yoptta, S.E.I., M.M.

Kasubid Akuntansi Belanja BPKAD → Kabid Akuntansi & Pelaporan BPKAD


37. Dwi Nopiyanto, S.T.

Kabid Pengairan Dinas PUPR → Kabid Perencanaan Infrastruktur Bappeda


38. Zulia, S.Sos.

Kabid Destinasi Pariwisata → Sekretaris Kecamatan Kelumbayan Barat


39. Parisyam, S.E.

Sekretaris Dewan → Kabid Pemberdayaan Masyarakat & Kelembagaan Pekon Dinas PMD


40. Sujono, S.E.

Sekretaris Kecamatan Kelumbayan Barat → Camat Kota Agung Barat


41. Khufronsyah, S.E.

Kasi Penyelamatan & Sarpras Damkar → Kabid Rehabilitasi BPBD


42. Edi Nugroho, S.Kom.

Kabid Rehabilitasi BPBD → Kabid Tata Pemerintahan Pekon Dinas PMD


43. Afifah Asna Dewi, S.Si.

Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda → Kabid PAUD & DIKMAS Dinas Pendidikan


44. Rahmad Kurniawan, S.A.N., M.M.

Kasubid Koordinasi Anggaran BPKAD → Kasubid Opsen Pajak Bapenda


45. Dessi Mauliani, S.E., M.M.

Kasubid Penerimaan & Keteriban Pendapatan BPKAD → Kasubid Pengelolaan Pajak BPHTB Bapenda


46. Nursamsiah, S.E., M.M.

Kasubag Umum Dinas Pariwisata → Kasubag Umum & Kepegawaian Dinas Pariwisata


47. Rusdi, S.E.

Kasi Ketenagaan Pendidikan Dasar → Kasi Ketenteraman & Ketertiban Kec. Air Naningan


48. Madrizal, S.Pd – Kasi Kurikulum SMP → Kasi Kesejahteraan Masyarakat Kec. Sumberrejo


49. Zainal Yulianto, S.E. – Kasi Pendidikan Anak Usia Dini → Kasi Trantib Kec. Kota Agung Timur.


ESELON IV-a & IV-b (NOMOR 50–75).


(Bagian yang min bilang sebelumnya belum masuk — sekarang sudah lengkap)


50. Iskandar, S.Ag., M.Pd.I

Kasie Pendidikan Masyarakat (DIKMAS) Dinas Pendidikan → Kasie PAUD & DIKMAS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.


51. Muhlisin, S.E.

Kasie Sarana Prasarana SD Dinas Pendidikan → Kasie Sarpras SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.


52. Deny Robiansyah, S.Sos

Kasubbag Perencanaan & Pelaporan Setda Perikanan → Kasubbag Perencanaan Setda Perikanan.


53. Netti Parida, S.E.

Kasubbag Umum & Kepegawaian BPKAD → Kasubbag Umum Dinas Perikanan.


54. Henri, S.IP

Kasubbag Kebijakan Belanja & Kas Daerah BPKAD → Kasubbag Pengelolaan Kas BPKAD.


55. Kemala Sari, S.Kom., M.M.

Kasubbag Pengelolaan Belanja Langsung BPKAD → Kasubbag Umum Dinas Perkebunan dan Peternakan.


56. Hafizun Zikri, S.E.

Kasubbag Umum Setda Perkebunan & Peternakan → Kasie Pembangunan Kecamatan Talang Padang.


57. Bambang Irawan, S.E., M.M.

Kasubbag Pemanfaatan & Monitoring Aset Daerah BPKAD → Kasubbag Pemanfaatan & Pengawasan Barang Milik Daerah BPKAD.


58. Erlina Permatasari, S.E.

Kasubbag Perencanaan & Evaluasi Kecamatan Bulok → Kasubbag Penatausahaan Barang Milik Daerah BPKAD.


59. Mas Eko Februanto, S.E.

Penelaah Teknis BPKAD → Kasubbag Belanja Daerah BPKAD.


60. Agus Ant Sopian, S.Kom.

Penelaah Teknis BPKAD → Kasubbag Akuntansi & Pelaporan BPKAD.


61. Ferdiansyah, S.E., M.M.

Kasubbag Akuntansi Pendapatan BPKAD → Kasubbag Penyusunan Anggaran BPKAD.


62. Joni Fariansyah, S.E., M.M.

Kasubbag Anggaran BPKAD → Kasubbag Koordinasi Anggaran BPKAD.


63. Fresly Bistok Simanjuntak, S.E.

Kasubbag Evaluasi Pendapatan BPKAD → Kasie Pembangunan Kecamatan Ulu Belu.


64. Eva Putrisia, S.H., M.M.

Kasubbag Penetapan Pajak BPKAD → Kasubbag Tata Usaha UPTD DPPPA.


65. Eliawati, S.E.

Kasubbag Pendataan Pendapatan BPKAD → Kasubbag Umum & Kepegawaian Sekretariat Baznas Tanggamus


66. Rio Iskandar, S.IP.

Lurah Kuripan → Kasie Pendapatan Kecamatan Air Naningan.


67. M. Rizki, S.E.

Penelaah Teknis Dinas Kominfo → Lurah Kuripan Kecamatan Kota Agung.


68. Nuriyanto, S.E.

Perencana Ahli Muda Dinas PUPR → Kasie Pemerintahan Kecamatan Kelumbayan Barat.


69. Febriyanto, S.T.

Kasubbag Tata Usaha UPT Pengairan Bulok Dinas PUPR → Kepala UPTD Pengairan Bulok.


70. Irwan Sugianto, S.E.

Penelaah Teknis Dinas PUPR → Kepala UPTD Pengairan Talang Padang.


71. Christina Dian Kurniawati, S.E.

Kasubbag Umum & Kerjasama Sekretariat KORPRI → Kepala UPTD Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura Gisting.


72. Andi Susanto, S.Kom.

Kasie Sarpras SMP Disdik → Kasubbag Tata Usaha UPTD Pertanian Wonosobo.


73. Handayani, S.E.

Kasubbag Olahraga & Seni Budaya Setda KORPRI → Kepala Seksi Pengembangan Benih Tanaman Hortikultura.


74. Rexila Febta Diana, S.I.P.

Kasubbag Bantuan Hukum & Sosial Setda KORPRI → Kasubbag TU UPTD Tanaman Perkebunan.


75. Fitriya Jafreni, S.E.

Kasie Ketenagaan Pendidikan Anak Usia Dini Disdik → Kasubbag Perencanaan & Evaluasi UPTD Pertanian Sumberjo.

Batu Brak Untuk Lampung : Pekon Balak Menjadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Dan Warisan Budaya



Lampung Barat, (GM) -- Pekon Balak di Kecamatan Batu Brak resmi ditetapkan sebagai salah satu Desa Wisata Budaya dalam program unggulan Gubernur Lampung Rabu, (10/12/25).


Penetapan ini menempatkan Pekon Balak sebagai representasi kearifan lokal dan pintu gerbang budaya Lampung Barat, sekaligus membawa harapan baru bagi penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor wisata berbasis tradisi.


Penetapan tersebut mengemuka dalam kegiatan Audiensi dengan Tenaga Pendamping Gubernur dalam rangka Kunjungan Desa Budaya. 


Rombongan tenaga pendamping gubernur diterima di Rumah Dinas Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, sebelum melanjutkan peninjauan langsung ke Gedung Dalom Kepaksian Pernong di Pekon Balak, lokasi pusat Desa Wisata Budaya.


Hadir dalam rombongan, Tenaga Pendamping Gubernur Bidang Infrastruktur Pengembangan Wilayah Provinsi Lampung Ir. Ansori Dzausal, MT., serta Tenaga Pendamping Gubernur Bidang Kebudayaan Rahmat Satori, didampingi jajaran pemerintah daerah dan tokoh adat Lampung Barat.


Ir. Ansori Dzausal menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan program Gubernur Lampung terkait pengembangan desa pemaju dan desa wisata budaya.



“Program Pak Gubernur mendorong desa-desa yang memiliki karakter kuat untuk menjadi desa wisata budaya. Kami diminta meninjau, mempelajari, dan memilih desa yang punya potensi. Pekon Balak termasuk salah satu dari lima desa di Provinsi Lampung yang terpilih,” ujar Ansori.


Ia menegaskan bahwa wisata budaya bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.


“Festival sehari dua hari itu biasa. Wisata budaya berarti sepanjang tahun ada aktivitas yang bisa dilihat wisatawan. Pada akhirnya, wisata itu harus bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat, ada produk yang bisa dibeli, ada kenangan yang membuat orang ingin kembali,” lanjutnya.


Ansori juga menekankan bahwa Pekon Balak dipilih karena posisi strategisnya sebagai “pintu gerbang keluar masuknya budaya Lampung Barat”, sehingga dinilai pantas menjadi pusat pengembangan budaya daerah.


Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas penunjukan Pekon Balak sebagai Desa Wisata Budaya.


“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami berterima kasih karena Lampung Barat, khususnya Pekon Balak, terpilih sebagai pusat wisata cagar budaya. Kami berharap pendampingan dari tim gubernur mampu menguatkan kembali budaya Batu Brak dan membuktikan bahwa Pekon Balak siap menjadi wajah budaya Lampung Barat,” ucapnya.


Wabup juga menyampaikan kondisi pembangunan Gedung Pakuon, rumah adat yang sejak 10 tahun terakhir terhenti pembangunannya.


“Gedung Pakuon sudah diatap, tapi 10 tahun ini mandek karena keterbatasan anggaran. Kami mohon bantuan Pak Gubernur agar pembangunan ini dapat dituntaskan, mengingat lokasi ini direncanakan menjadi pusat wisata budaya Pekon Balak,” tambahnya.


Penunjukan Pekon Balak sebagai Desa Wisata Budaya membawa harapan besar bagi masyarakat adat dan pelaku wisata di Lampung Barat.


Selain menjaga tradisi, program ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi baru, mulai dari kerajinan lokal, kuliner, hingga agenda budaya yang berkelanjutan sepanjang tahun.


Dengan dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten, serta kesiapan masyarakat adat Batu Brak, Pekon Balak diproyeksikan menjadi ikon wisata budaya yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memberi kesejahteraan bagi warganya.

Bupati Dedi Irawan Lantik Tujuh Pejabat Tinggi Pratama

 


Pesisir Barat, (GM) -- Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan, resmi melantik tujuh jabatan pimpinan tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Pesibar, di Selasar Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Selasa (24/11/2025).

Pelantikan tersebut disaksikan juga para Asisten, Staf Ahli Bupari, dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati, Dedi Irawan mengawali sambutannya dengan ucapan selamat terhadap seluruh pejabat tinggi Pratama terlantik. Momentum kali ini tentu menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri, yang akan berpengaruh langsung pada peningkatan jenjang karir.

"Namun demikian para pejabat terlantik dituntut untuk mampu melaksanakan amanah sebagai ASN, aparatur pemerintahan, sekaligus abdi masyarakat. Kondisi ini memberikan konsekuensi logis bagi setiap ASN untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan budaya kerja sebagai bagian dari kewajiban profesional," tegas Bupati, Dedi Irawan.

Bupati, Dedi Irawan berharap seluruh ASN mampu menerjemahkan dan melaksanakan aksi nyata Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, yang mengubah paradigma reformasi birokrasi menjadi berorientasi pada kinerja profesional, komitmen terhadap kepentingan rakyat, serta akuntabilitas sesuai tuntutan zaman.

Sejalan dengan itu, Bupati, Dedi Irawan berharap agar ASN di lingkungan Pemkab Pesibar, khususnya yang baru dilantik, dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi secara profesional, bertanggung jawab, serta terus meningkatkan kapasitas dan kualitas kerja. "Hal ini akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, baik dari sisi sikap, administrasi yang rapi, cepat dan tepat, maupun mekanisme komunikasi yang jelas dan mudah dipahami, sebagai kebutuhan di tengah dinamika masyarakat saat ini," lanjut Bupati, Dedi Irawan. "Saya minta untuk terus meningkatkan kualitas diri, etos kerja produktif, keterampilan, kreativitas, dan menjaga citra positif ASN. Jangan melakukan hal-hal yang menyimpang dari peraturan dan selalu berpegang pada nilai-nilai integritas," tandas Bupati, Dedi Irawan.

"Perlu dipahami bahwa Tahun 2026 kita akan menghadapi efisiensi anggaran yang menuntut kita lebih kreatif dan inovatif dalam bekerja. Lakukanlah inovasi-inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat. Jadilah pelayan masyarakat yang sejati, karena kita digaji oleh uang rakyat dan setiap langkah kerja kita harus kembali kepada kepentingan rakyat. Oleh karenanya, saya mengimbau seluruh ASN untuk selalu belajar, siap berbenah, serta terus mengasah kemampuan diri agar dapat melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan sebagaimana mestinya, sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan tetap memegang prinsip tepat waktu, tepat administrasi, dan tepat mutu," pungkas Bupati, Dedi Irawan.

Berikut daftar tujuh pejabat tinggi Pratama terlantik
1. Dr. Drs. Gunawan, M.Si., dilantik sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah
2. Unzir, S.P., dilantik sebagai Inspektur
3. Sri Agustini, S.K.M., M.Kes., dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan
4. Eksir Abadi, S.H., M.M., dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik
5. Amrul Haq, S.E., M.Si., dilantik sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
6. Ir. Armand Achyuni, dilantik sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
7. Armen Qodar, S.P., M.M., dilantik sebagai Asisten III Bidang Administrasi Umum

Bupati Pesisir Barat Pimpin Upacara Peringatan HUT PGRI Dan Hari Guru Nasional 2025

 


Pesisir Barat, (GM) -- Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan, menghadiri sekaligus memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 yang dilangsungkan di SMPN 1 Krui, Selasa (25/11/2025).

Tampak hadir langsung juga Wakil Bupati, Irawan Topani, S.H., M.Kn., anggota DPRD, Ali Yudiem, S.H., Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Marnentinus, S.IP., M.M., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Syahrial Abadi, S.Pd., M.M., forkopimda, dan jajaran pengurus PGRI Pesibar.

Bupati, Dedi Irawan mengatakan bahwa, momen peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini menjadi sebuah penegasan kembali atas tugas mulia yang diemban oleh guru yaitu tugas mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan Indonesia. "Guru hebat, Indonesia kuat, fondasi filosofi tema peringatan Hari Guru Nasional tahun ini yang berarti sebuah pernyataan kausalitas yang tegas. Kami percaya bahwa tidak ada Indonesia Kuat tanpa Guru Hebat," kata Bupati, Dedi Irawan.

Bupati, Dedi Irawan melanjutkan guru hebat adalah guru yang mengajar dengan hati, tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur pancasila. Guru yang adaptif, mampu merangkul teknologi, namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal. Guru yang tergerak, terus berinovasi dan menjadikan kelas sebagai ruang yang penuh inspirasi dan minim diskriminasi. Kebijakan transformasi guru yaitu sentralisasi tata kelola.

"Telah lama kita mendengar keluhan mengenai rumitnya tata kelola guru. Ketimpangan distribusi, ketidakjelasan status, hingga isu keterlambatan tunjangan profesi, seringkali menjadi beban yang mengganggu fokus utama yaitu mengajar. Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan Guru Hebat secara merata di seluruh Indonesia, pemerintah pusat, melalui Kemendikdasmen, bersama dengan DPR dan kementerian/lembaga terkait, sedang memfinalisasi langkah strategis dan monumental, sentralisasi tata kelola guru dan tenaga kependidikan," papar Bupati, Dedi Irawan.

Dijelaskan Bupati, Dedi Irawan, sentralisasi yang dimaksud yaitu kesejahteraan merata dengan pengelolaan ASN guru yang ditarik ke pusat, diharapkan tidak ada lagi disparitas atau keterlambatan dalam pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tambahan Penghasilan (Tamsil), sehingga kesejahteraan menjadi lebih terjamin, seragam, dan tepat waktu.

"redistribusi yang adil yaitu sentralisasi memungkinkan Kemendikdasmen melakukan pemetaan kebutuhan dan penempatan guru secara lebih optimal, memastikan setiap sekolah, termasuk yang berada di daerah 3T, mendapatkan guru yang kompeten sesuai standar nasional. Terkait status guru honorer, kebijakan ini juga menjadi solusi struktural jangka panjang untuk menyelesaikan masalah status dan formasi guru honorer yang selama ini tergantung pada anggaran dan kebijakan pemerintah daerah. Kita ingin seluruh guru memiliki kepastian dan masa depan yang lebih jelas," imbuh Bupati, Dedi Irawan.

"Kebijakan ini adalah bentuk komitmen nyata pemerintah untuk melindungi dan memuliakan profesi guru. Kami ingin guru fokus pada tugas mendidik, tanpa perlu khawatir akan urusan administrasi yang berlarut-larut," terus Bupati, Dedi Irawan.

Tentang program prioritas Kemendikdasmen 2025, sentralisasi tata kelola guru ini beriringan dengan program-program prioritas kemendikdasmen di Tahun 2025 yang harus didukung bersama. Pertama, wajib belajar 13 tahun, upaya perluasan akses pendidikan hingga jenjang menengah (SMA/SMK) untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang terputus dari pendidikan. Kedua, peningkatan mutu vokasi (SMK), melalui penguatan program pusat keunggulan, link and match dengan industri 4.0, dan penyediaan sertifikasi kompetensi global bagi siswa dan guru SMK.

"Ketiga, penguatan literasi dan karakter, distribusi 1,5 juta buku bacaan bermutu ke sekolah-sekolah berliterasi rendah, penguatan pendidikan karakter, dan revitalisasi bahasa daerah sebagai bagian dari pelestarian budaya. Keempat, inovasi pembelajaran digital, pemanfaatan teknologi terkini, seperti smartboard dan platform digital, sebagai alat bantu untuk menjadikan pembelajaran lebih interaktif, relevan, dan efisien. teknologi harus menjadi asisten terbaik bagi guru hebat," jelas Bupati, Dedi Irawan.

Ditandaskan Bupati, Dedi Irawan, perubahan adalah keniscayaan. pendidikan tidak boleh stagnan. Melalui kolaborasi antara kebijakan transformatif, program prioritas yang terarah, dan semangat pengabdian, pemerintah sedang membangun Indonesia kuat yang sesungguhnya.

"Kami tidak meminta Guru bekerja lebih keras, kami meminta bekerja lebih cerdas, fokus, dan bermakna. Kami akan terus berupaya menghilangkan segala kendala struktural yang membelenggu potensi anda. Mari, jadikan Hari Guru Nasional 2025 sebagai momentum untuk memperbaharui janji kepada bangsa yaitu mendidik dengan hati, mengabdi tanpa henti," pungkas Bupati, Dedi Irawan.

Pernikahan Ananda Reksa Dan Pinas Di Desa Babatan Kecamatan SDL Kabupaten Muara Enim

 


Sumatra Selatan,(GM) -- Muara Enim Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa dalam rangkaian acara dan Pernikahan yang digelar oleh Bapak Sopono Desa  Babatan kecamatan SDL Kabupaten  Muara Enim Hari Minggu 30/11/2025. Bersama istri tercinta Kurnilawati Acara tersebut berlangsung di kediaman keluarga yang berlokasi di Desa Babatan Kecamatan SDL Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan 


Kegiatan ini dimulai sejak hari Kamis, 27/11/ 2025, dan akan mencapai puncaknya pada Minggu 30/11/2025. Untuk menjamin kenyamanan dan ketertiban selama acara berlangsung, Seluruh Panitia Desa Babatan turut dikerahkan untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar.


Ketua Panitia acara, menyampaikan bahwa hajatan ini menjadi momentum kebersamaan bagi keluarga besar Ibu  Domokrasi, sekaligus menjadi ajang silaturahmi warga. Dukungan penuh juga diberikan kades babatan Dedi harismanto Kabiro Gerakmedia, Amrullah  tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat, 



Sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya lokal, acara ini turut dimeriahkan dengan Acara Musik Orgel Tunggal Dan Adat Palembang yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan dan masyarakat sekitar.


Kehadiran dan peran aktif Wartawan dan Kabiro dalam hajatan keluarga ini tidak hanya menunjukkan sisi humanis dan kekeluargaan tetapi juga memperlihatkan betapa Wartawan membaur dengan masyarakat, menjunjung tinggi nilai nilai budaya serta menjaga jalinan silahturahmi.


Acara berlangsung hangat dan penuh khidmat, serta diharapkan menjadi berkah bagi keluarga besar dan masyarakat Desa Babatan Kecamatan SDL Kabupaten Muara Enim


Amrullah

Permata Yang Tersembunyi Di Kabupaten Tanggamus Lampung : Wisata Air Terjun Way Lalaan

 


Tanggamus,(GM) -- Pekon Kampung Baru Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus. Way Lalaan kembali menegaskan pos isinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan ruang strategis bagi pengembangan potensi seni dan budaya lokal. Kawasan wisata yang dikenal dengan panorama air terjun dan suasana alamnya yang asri ini, kini berkembang menjadi pusat aktivitas kreatif yang membuka kesempatan luas bagi para pegiat seni untuk berkarya Pada hari Senin, (17/11/2025). 


Sebagai tempat rekreasi, Way Lalaan menghadirkan pengalaman wisata yang menenangkan melalui hamparan hijau pepohonan, udara segar, serta pesona alam yang masih sangat terjaga. Keindahan ini memberikan nilai tambah bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana damai sekaligus menghilangkan kepenatan dari rutinitas sehari-hari.


Namun, lebih dari sekadar wisata alam, Way Lalaan juga difungsikan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan seni. Berbagai komunitas seni, mulai dari seni tari, musik tradisional, teater, hingga seni rupa, menjadikan kawasan ini sebagai tempat latihan, eksplorasi karya, hingga penyelenggaraan pertunjukan terbatas. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkaya atmosfer wisata, tetapi juga membuka ruang dialog kreatif antara seniman dan masyarakat.



Pengelola Way Lalaan menyampaikan bahwa pengembangan kawasan sebagai pusat kegiatan seni merupakan bagian dari upaya meningkatkan peran wisata dalam penguatan budaya lokal. Melalui pendekatan ini, Way Lalaan diharapkan tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, melainkan juga ruang edukasi yang menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai seni dan budaya daerah.


“Way Lalaan bukan hanya tempat menikmati keindahan alam. Kami ingin menjadikannya ruang yang mendorong kreativitas, mempertemukan seniman dengan masyarakat, serta memperkuat identitas budaya lokal,” demikian pernyataan pengelola dalam keterangan resminya.


Dengan potensi alam yang memukau serta dukungan terhadap kegiatan seni, Way Lalaan semakin mempertegas dirinya sebagai destinasi wisata yang menghadirkan perpaduan harmonis antara rekreasi, budaya, dan kreativitas. Ke depan, pengelola berkomitmen untuk terus memperluas fasilitas dan kolaborasi, sehingga Way Lalaan dapat menjadi ikon wisata yang berdaya saing tinggi sekaligus memiliki nilai sosial-budaya yang kuat bagi masyarakat.


Amrullah

Parosil Mabsus Tegur Pihak Samsat Lampung Barat : Jangan Persulit Setiap Pembayar Pajak Jangan Ada Lagi Sistem Titip, Tembak



Lampung Barat,(GM) -- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, masyarakat sudah terbudaya melakukan pembayaran pajak kendaraan dengan menembak atau menitip dengan pegawai Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Hal tersebut karena dianggap masyarakat proses terlalu rumit.


"Sudah menjadi budaya masyarakat selama ini lebih baik nitip asal jangan pusing. Untuk itu sekiranya agar proses pembayaran pajak kendaraan bermotor tidak dipersulit, terutama menyangkut persyaratan administrasi," kata Parosil Mabsus. 


Ungkapan itu disampaikan Parosil Mabsus saat mengadakan pertemuan dengan Plt Kepala Samsat Lampung Barat Sangun di rumah dinas Bupati setempat, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Selasa 04 November 2025. 



Parosil Mabsus menyayangkan jika ada masyarakat yang batal membayar pajak hanya karena terkendala administrasi. Jika terlalu banyak syarat administrasi, masyarakat menjadi enggan membayar pajak.


"Padahal mereka berniat dan mempunyai keinginan taat pajak akan tetapi karena sulitnya administrasi sehingga masyarakat tidak betah pusing, ujung-ujungnya tidak jadi membayar pajak," ujar Parosil. 


Parosil Mabsus berharap, pelayanan Samsat bisa lebih fleksibel dan memudahkan, terutama bagi masyarakat yang memang memiliki itikad baik untuk melunasi kewajiban pajaknya. Ia menekankan bahwa pelayanan yang mudah akan berbanding lurus dengan peningkatan PAD dan kepatuhan masyarakat.


Sementara, Plt kepala Samsat Lampung Barat Sangun, menyambut baik sampaian Parosil Mabsus. Ia menuturkan yunit kendaraan di Lampung Barat sudah mencapai 96 ribu. 


"Kita akan memulai taat pajak dari Apartur Sipil Negara (ASN) pak Bupati. Dan kalau memang mau efektip mungkin bisa kita ciptakan trobosan Samsat Desa untuk mempermudah masyarakat melakukan pembayaran pajak," tutupnya.

Sosialisasi Budaya Pemuda Pemudi Di Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus

 


Tanggamus,(GM) -- Di Wilayah Pekon Kagungan Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus hari Jum'at (24/10/2025). Lembaga Swadaya Masyarakat Keluarga Besar Pemuda Tanggamus (LSM KBPT), Secara resmi mengadakan acara sosialisasi budaya.


Acara ini dilaksanakan sebagai upaya untuk  kepercayaan masyarakat di Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Keluarga Besar Pemuda Tanggamus (KBPT).


Puluhan warga masyarakat kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus khususnya Pekon Kagungan sangat antusias untuk mengikuti kegiatan.


Acara ini di hadiri oleh Anggota Dewan Wandi SE, kepala Pekon Kagungan, Kabid Kesbangpol, Tokoh adat, Para Jurnalis, Ketua Sekretaris Bendahara dan Anggota LSM KBPT, 


Dalam sambutannya Wandi SE pembina LSM KBPT mengatakan," peran pemuda pemudi sangat penting dan berguna untuk masyarakat, dan harus berkontribusi terhadap Pemeritah untuk kemajuan Kabupaten Tanggamus," ujarnya.


Harapan Pemerintah Untuk organisasi atau LSM harus terdaftar, dan melaksanakan sosialisasi yang membantu dan bermanfaat bagi masyarakat ujar Kabid Kesbangpol, Tokoh adat berkata bahwa LSM KBPT menunjukkan bahwa tidak semua LSM itu jahat atau suka mengusik, dan mengurusi kesalahan masyarakat maupun Pemerintahan.


Acara diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur, warga masyarakat yang hadir berharap dengan adanya acara sosialisasi budaya ini bisa membantu masyarakat kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus. 


Amrullah

Kapolda Lampung Kunjungan Kerja Ke Polres Tanggamus

 


Tanggamus,(GM) -- Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si. melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Tanggamus, Sabtu (18/10/2025). Kunjungan ini bertujuan memperkuat soliditas internal serta memberikan arahan langsung kepada seluruh personel Polres Tanggamus terkait pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.


Kedatangan Kapolda Lampung didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Lampung, Ny. Lurie Helmy Santika, beserta sejumlah Pejabat Utama Polda Lampung. Rombongan disambut hangat oleh Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., jajaran Forkopimda Kabupaten Tanggamus, Bhayangkari Cabang Tanggamus, serta personel Polres Tanggamus.


Setibanya di Mapolres, Kapolda Lampung menerima pengalungan bunga dari Polisi Cilik (Pocil) sebagai bentuk penghormatan, dilanjutkan dengan penyambutan tarian adat Siger Pangunten yang mencerminkan kehangatan dan kearifan budaya Lampung dalam menyambut tamu kehormatan.


Usai menerima jajar kehormatan dari pasukan Sat Samapta Polres Tanggamus, Kapolda beserta rombongan menuju lapangan Mapolres untuk memberikan arahan penting kepada seluruh personel.



Dalam arahannya, Irjen Pol Helmy Santika menegaskan bahwa setiap anggota Polri harus memiliki komitmen kuat terhadap tugas dan tanggung jawabnya, serta menanamkan nilai integritas, profesionalisme, dan kedisiplinan dalam setiap tindakan.


“Saya ingin seluruh personel Polres Tanggamus memahami bahwa kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan masyarakat. Tugas kita bukan hanya menegakkan hukum, tapi juga menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang tulus dan humanis,” tegas Kapolda Lampung.


Kapolda juga meminta personil Polres Tanggamus menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang, serta terus memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.


“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan kepercayaan masyarakat adalah kekuatan utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Karena itu, jadilah personel yang dicintai masyarakat, bukan ditakuti,” imbuhnya.


Sementara itu, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta arahan langsung dari Kapolda Lampung. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran siap melaksanakan setiap pesan dan petunjuk pimpinan dalam mewujudkan Polri yang presisi dan dipercaya masyarakat.


“Kami segenap keluarga besar Polres Tanggamus merasa terhormat atas kunjungan Bapak Kapolda. Arahan yang disampaikan akan menjadi motivasi kami untuk terus bekerja lebih baik dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Tanggamus,” tegas Kapolres.

Rayakan HUT Ke-34, Pemkab Lambar Gelar Tabligh Akbar, Hadirkan Ulama Kondang Hilman Fauzi

 


Lampung barat,(gm) -- Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Kabupaten Lampung Barat tahun 2025 ini tak sekadar seremoni tahunan semata, pasalnya, berbeda dari tahun sebelumnya yang dirayakan dengan berbagai perlombaan. 


Peringatan hari jadi Kabupaten Lampung Barat kali ini, kepala daerah yang akrab disapa Pak Cik Parosil Mabsus itu menginginkan untuk dijadikan momen sebagai bagian dari strategi pembangunan sosial berbasis budaya dan spiritualitas keagamaan dengan menggelar Tabligh Akbar menghadirkan ulama kondang Hilam Fauzi. 


Menurut Parosil Mabsus, perayaan hari jadi Kabupaten Lampung Barat tahun 2025 ini digelarnya Pengajian Akbar dengan menghadirkan salah satu ulama kondang bukanlah kebetulan, tetapi bagian dari visi dan program dirinya bersama wakil Bupati Mad Hasnurin yakni peningkatan Iman dan Taqwa. 


"Saya menginginkan perayaan hari jadi Kabupaten Lampung Barat tahun 2025 ini tidak hanya dirayakan secara seremoni saja dengan menggelar berbagai perlombaan seperti tahun sebelumnya, namun harus kita jadikan sebagai wadah untuk introspeksi diri sekaligus untuk meningkatkan keimanan, memperdalam pemahaman agama, membimbing perilaku sesuai moral Islam dan mempererat hubungan sosial," jelas Parosil Mabsus. 



Parosil Mabsus juga berdoa agar masyarakat Lampung Barat selalu sehat, bahagia, dan dijauhkan dari bahaya. Ia menegaskan pentingnya doa bersama dalam setiap ikhtiar pembangunan.


Pembangunan, lanjut Parosil, tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga penataan wilayah. Pemerintah daerah akan memprioritaskan penataan Kota Liwa agar menjadi kawasan yang nyaman dikunjungi sekaligus menarik bagi wisatawan.


“Kita ingin Kota Liwa lebih indah, lebih enak dikunjungi, bahkan bisa jadi destinasi tempat masyarakat berswafoto. Tapi infrastruktur juga tetap jadi prioritas, karena jalan kita masih banyak yang butuh perbaikan,” kata dia.


Parosil mengingatkan masyarakat bahwa kerusakan jalan kerap terjadi akibat meningkatnya jumlah kendaraan dan aktivitas ekonomi. Karena itu, perbaikan infrastruktur butuh dukungan dan pemahaman semua pihak.


Sementara dalam tausiyahnya ustadz kondang Hilman Fauzi, Ia memberikan pesan penting soal akhlak dan spiritualitas. Menurutnya, pembangunan fisik akan lebih bermakna jika diiringi dengan pembangunan iman dan moral.


Menurutnya, pemimpin yang istiqomah dan masyarakat yang berakhlak akan menjadikan pembangunan lebih berkah. 


Dengan antusiasnya kehadiran ribuan masyarakat di lapangan Kantor Bupati Lampung Barat diharapkan selain sebagai ajang syiar agama, momentum tersebut juga untuk menyampaikan arah kebijakan strategis ke depan.