Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Budaya. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Budaya. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Wabup Tanggamus Ajak Warga Lestarikan Tradisi Bersih Pekon Dan Ruwat Mata Air Batu Kramat

 


Tangggamus,(gerakmedia) -- Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto menghadiri doa bersama dalam rangka Bersih Pekon dan Ruwatan Mata Air Batu Kramat di Pekon Batu Kramat, Kecamatan Kota Agung Timur, Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan masyarakat Minggu,(12/7/2026). 


Dalam sambutannya, Agus Suranto menegaskan bahwa kegiatan Bersih Pekon bukan sekadar membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga menjadi sarana membersihkan hati, mempererat persaudaraan, dan memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.


"Kegiatan Bersih Pekon ini bukan hanya sekadar bersih-bersih secara fisik, tetapi lebih kepada membersihkan hati dan pikiran dengan saling berkumpul, bersilaturahmi, serta berdoa bersama," ujar Agus Suranto.


Ia mengatakan, tradisi yang terus dipertahankan masyarakat Pekon Batu Kramat merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga kerukunan dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta kondusif.



Menurutnya, apabila kebersamaan dan silaturahmi terus terjalin, maka semangat gotong royong akan tetap hidup dan menjadi kekuatan utama dalam membangun pekon.


"Semoga kegiatan Bersih Pekon ini tidak hanya menjadi sebuah agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi budaya yang terus mengakar dalam kehidupan masyarakat," katanya.


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekaligus kebersihan jiwa dan raga sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.


"Kepada seluruh warga, mari kita selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan jiwa maupun kebersihan raga kita masing-masing demi terciptanya lingkungan yang sehat, rukun, dan harmonis," pungkasnya.


Kegiatan doa bersama berlangsung penuh khidmat dengan dihadiri Camat Kota Agung Timur beserta unsur Uspika, Kepala Pekon Batu Kramat Masrantok beserta jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Pekon Batu Kramat.

Gubernur Mirzani Dianugerahi Gelar Suntan Tihang Marga di Sekala Brak, Bupati Parosil : Ini Amanah Sekaligus Penguat Sinergi



Pekon Balak Batu Brak Lampung Barat,(gerakmedia) -- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dianugerahi Angkon Muakhi atau Pengakuan Bersaudara dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Kamis,(09/07/2026). 


Penganugerahan berlangsung di Lamban Gedung, Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, Dihadiri langsung oleh Bupati dan wakil Bupat Lampung Barat Parosil Mabsus - Mad Hasnurin beserta pemangku adat. 


Dalam prosesi adat yang sakral itu, Gubernur Mirzani diangkat sebagai saudara Sultan dan diberi gelar adat Suntan Tihang Marga. Beliau juga dikukuhkan sebagai Jamma Balak ni Saibatin atau Orang Besar di Kerajaan, serta dianugerahi Tongkat Pusaka Bindung Langit, Lencana Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung, dan Lencana Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).


Paduka Yang Mulia Saibatin Puniakan Dalom Beliau (PYM SPDB) Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, menjelaskan makna penting dari prosesi ini.


"Keberadaan Paksi Pak Sekala Bekhak terdiri dari empat kepaksian yakni Kepaksian Pernong, Kepaksian Buay Bejalan Diway, Kepaksian Buay Belunguh, Kepaksian Nyerupa. Empat kepaksian ini memiliki kedudukan yang sama dan memiliki wilayah masing-masing," kata beliau.


Lebih lanjut, Edward Syah menegaskan bahwa Angkon Muakhi ini bukan sekadar kegiatan seremonial namun sebuah bentuk rasa untuk menyatukan keguyuban yang akan diteruskan hingga generasi mendatang. 


 "Angkon muakhi ini adalah sebuah bentuk rasa untuk menyatakan hubungan yang guyup dan dekat untuk diteruskan dari generasi ke generasi. Tongkat yang kita berikan tadi bukan merupakan kebetulan, tongkat tadi memiliki makna dan nilai," ujar Pangeran Edward Syah Pernong.


Usai menerima gelar, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan terima kasih atas kehormatan besar dari Kepaksian Pernong.


"Bagi saya pribadi ini merupakan sebuah amanah yang harus terus dijaga, antara pemerintah dan pemangku adat," ujar Gubernur.


Gubernur Lampung menegaskan, ke depan setiap kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung akan diselaraskan dengan falsafah leluhur. 



"Dengan adanya anugerah ini, dalam mengambil kebijakan harus diselaraskan dengan falsafah leluhur. Ke depan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memperkuat budaya Lampung agar tetap lahir dan berkembang di Lampung," katanya.


Menurutnya, Kepaksian Pernong memiliki nilai strategis sebagai pilar pelestarian budaya. "Kepaksian Pernong ini wadah untuk menjaga identitas daerah dan memperkuat jati diri di tengah majunya zaman. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dengan pemangku adat akan mampu menarik wisata budaya. Lampung Barat ini kabupaten yang berkomitmen melestarikan warisan leluhur," tutup Gubernur.


Sementara, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan kebanggaan dan apresiasi atas penganugerahan tersebut.


 "Kebijaksanaan yang diberikan pimpinan adat ini merupakan proses yang sangat sakral. Atas nama Pemerintah Daerah saya memberi apresiasi setinggi-tingginya," ujar Bupati.


Di momen penting ini, Bupati Parosil juga menyampaikan beberapa titipan harapan kepada Gubernur. Pertama, terkait kelanjutan pembangunan yang berada di Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak. 


"Di masa kepemimpinan Gubernur Lampung Bapak Ridho Ficardo dulu, pernah digagas dan dibangun gedung yang merupakan sebuah kebanggaan masyarakat Lampung yang berada di Kabupaten Lampung Barat. Namun usai masa kepemimpinan Bapak Ridho pembangunan tersebut tidak dilanjutkan. Kami mengharapkan dukungan dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung agar dapat melanjutkan pembangunan gedung tersebut," harap Parosil.


Kedua, di bidang pendidikan. Bupati mengucapkan terima kasih atas kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung terkait penghapusan iuran komite di sekolah setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).


"Untuk mendukung program pendidikan, di bawah kepemimpinan saya bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin, kami mengagas berbagai program. Di antaranya pembagian tiga setel seragam gratis berikut alat tulis kepada seluruh siswa baru SD dan SMP se-Kabupaten Lampung Barat," jelasnya.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga memiliki program beasiswa kedokteran, seni dan budaya, kewirausahaan, hingga program satu keluarga satu sarjana. 


Bupati Lampung Barat juga menyampaikan terima kasih atas pembangunan Sekolah Luar Biasa di Lampung Barat oleh Pemerintah Provinsi Lampung. 


"Semoga sinergi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan para pemangku adat ini terus kuat. Dengan begitu, warisan budaya kita terjaga dan kesejahteraan masyarakat Lampung Barat semakin meningkat," pungkas Bupati Parosil.

Forkopimda Tanggamus Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah, Bupati : Pemerintah Harus Hadir Untuk Masyarakat

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengusung tema "Sinergi Forkopimda dalam Mewujudkan Kondusivitas IPOLEKSOSBUDHANKAM Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 dengan Budaya Kerja Jalan Lurus" di Ruang Rapat Bupati Tanggamus, Senin, (6/7/2026).


Rakor dipimpin Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. dan dihadiri Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko, Kejaksaan Negeri Tanggamus yang diwakili Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Tri Nurandi Sinaga, unsur Badan Intelijen Daerah (Binda), Sekretaris Daerah Suaidi, para asisten, kepala OPD, serta kepala bagian di lingkungan Pemkab Tanggamus.


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Tanggamus Rully Runa Yuda dalam paparannya menjelaskan, keberadaan Forkopimda bertujuan menciptakan hubungan harmonis antarunsur pimpinan daerah, menyelesaikan persoalan strategis, memperkuat deteksi dini, cegah dini, dan penanganan dini, sekaligus menjaga stabilitas politik, sosial, dan penyelenggaraan pemerintahan.


Ia juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah, mulai dari penguatan ideologi Pancasila, penyaluran bantuan keuangan partai politik, penertiban pasar, pemberantasan rokok ilegal, penertiban tambang ilegal, hingga pengembangan destinasi wisata Pantai Muara Indah.


Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo menegaskan bahwa kondisi politik di Kabupaten Tanggamus secara umum tetap kondusif meski dinamika internal partai politik tetap terjadi.


"Kalau bicara politik di Kabupaten Tanggamus, semuanya secara umum berjalan kondusif. Dinamika di internal partai merupakan hal yang wajar, tetapi secara keseluruhan situasi politik tetap aman dan kondusif," ujarnya.


Agung juga meminta agar setiap program pemerintah daerah benar-benar selaras dengan RPJMD dan visi misi kepala daerah sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.


Selain itu, ia menyoroti penataan pasar maupun penertiban tambang agar selalu dibarengi solusi bagi masyarakat.



"Ketika pemerintah melakukan penertiban, tentu harus diikuti solusi. Pedagang juga harus diberikan sarana dan prasarana sehingga penataan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat," katanya.


Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko menyampaikan sejumlah isu keamanan yang menjadi perhatian, mulai dari konflik lahan, kondisi Jembatan Way Kandis, kecelakaan lalu lintas, hingga upaya menjaga stabilitas keamanan menjelang berbagai agenda masyarakat.


Ia mengungkapkan, penyelesaian konflik lahan dilakukan melalui pendekatan persuasif sembari tetap menghormati proses hukum yang berjalan.


"Kami terus mengedepankan komunikasi kepada seluruh pihak agar tidak berkembang menjadi konflik sosial. Semua proses hukum berjalan dan kami mengajak masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," tegas Rahmat.


Kapolres juga menyampaikan perkembangan program penanaman bawang putih di Kecamatan Ulu Belu yang menjadi bagian dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.


Sementara itu, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono memaparkan sejumlah isu strategis daerah sepanjang Januari hingga Juni 2026 berdasarkan aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.


Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah maraknya penyebaran informasi bernuansa SARA dan hoaks di media sosial akibat rendahnya literasi digital masyarakat.


"Masih ditemukan unggahan bernuansa SARA yang berpotensi memicu perpecahan. Karena itu kami terus mengedukasi masyarakat melalui komunikasi sosial dan penguatan wawasan kebangsaan," ujarnya.


Dari sisi penegakan hukum, Kasi Datun Kejari Tanggamus Tri Nurandi Sinaga menyampaikan sejumlah perhatian, di antaranya potensi penyimpangan dana desa, tingginya penyalahgunaan narkotika, konflik agraria, hingga potensi polarisasi sosial pasca agenda politik.


Ia mengatakan Kejaksaan terus mengoptimalkan program Jaga Desa, penyuluhan hukum, serta mendorong pembangunan pusat rehabilitasi narkotika di Kabupaten Tanggamus.


"Kami berharap pemerintah daerah dapat mendukung pembangunan pusat rehabilitasi ketergantungan narkotika agar penanganan korban penyalahgunaan narkoba menjadi lebih efektif," katanya.


Sementara itu, perwakilan Binda Tanggamus, Fadil, mengungkapkan adanya sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, mulai dari penyebaran paham khilafah melalui komunitas terselubung, dinamika pergerakan mahasiswa, konflik satwa liar dengan masyarakat, aktivitas pertambangan ilegal di kawasan hutan, hingga peredaran senjata api ilegal yang diduga berkaitan dengan maraknya kasus begal.


Sekretaris Daerah Tanggamus Suaidi menekankan pentingnya komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan DPRD, sekaligus memperkuat koordinasi hingga tingkat Forkopimcam agar setiap persoalan sosial dapat diantisipasi sejak dini.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menegaskan seluruh persoalan akan dibahas secara komprehensif dengan melibatkan seluruh instansi terkait, termasuk persoalan tambang rakyat.


Menurutnya, pemerintah harus mampu membedakan aktivitas masyarakat untuk kebutuhan pribadi dengan kegiatan yang bersifat komersial.


"Kita harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi tentu ada batasannya. Kalau sudah bersifat komersial dan melanggar aturan, tentu harus ditindak sesuai ketentuan. Semua ini akan kita pelajari bersama agar ada solusi yang berpihak kepada masyarakat namun tetap sesuai aturan," tegas Bupati.


Ia berharap sinergi seluruh unsur Forkopimda terus diperkuat sehingga stabilitas daerah tetap terjaga dan pembangunan di Kabupaten Tanggamus dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Lambar Tanam 50 Pohon Buah Dan Bersih-bersih Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

  



Lampung Barat, (GM) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan aksi nyata. Sebanyak 50 pohon buah-buahan ditanam di pelataran Lamban Pancasila, Kecamatan Balik Bukit, Kamis (11/6/2026). 


Usai penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti bersih-bersih lingkungan perkantoran Pemerintah Daerah. Apel gotong royong dipimpin langsung Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Ahmad Hikami dan diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Lampung Barat.


Ahmad Hikami menegaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini bukan sekadar agenda seremonial. Namun sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga serta melestarikan lingkungan hidup.



"Lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari merupakan modal dasar terwujudnya kualitas hidup masyarakat yang lebih baik, sekaligus warisan berharga bagi generasi masa kini dan mendatang," ujar Ahmad Hikami dalam sambutannya.


Ia menyampaikan, saat ini berbagai tantangan lingkungan semakin nyata. Mulai dari pencemaran, persoalan pengelolaan sampah, kerusakan hutan dan lahan, hingga dampak perubahan iklim. Karena itu kata dia, pelestarian lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah saja.


"Upaya ini memerlukan keterlibatan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta berbagai pihak lainnya," katanya.


Menurut Hikami penanaman pohon buah di pelataran Lamban Pancasila ini sebagai bentuk aksi konkret. Selain menjaga keseimbangan alam dan mencegah bencana, pohon buah juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlangsungan hidup generasi mendatang.


Melalui momentum ini ia mengajak jajaran dan lapisan masyarakat memulai langkah sederhana namun berdampak besar. Di antaranya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan benar, serta menanam dan merawat pohon di lingkungan rumah maupun tempat kerja.


"Marilah kita jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya dan gaya hidup sehari-hari. Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab tinggi. Kita yakin Lampung Barat dapat menjadi kabupaten yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan," pungkasnya.

48 Santri Utama Pagar Nusa Tanggamus Diwisuda, Ditempa Tak Hanya Jadi Pesilat, Tetapi Penjaga Akhlak Dan Tradisi



Tanggamus, (GM) -- Semangat persaudaraan, nilai keislaman, dan pelestarian budaya pencak silat berpadu dalam acara Wisuda dan Tasyakuran Santri Utama Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Angkatan V Tahun 2026 yang digelar di Pekon Terbaya, Kecamatan Kota Agung, Minggu,( 7/6/2026).


Sebanyak 48 santri utama resmi diwisuda setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan, pembinaan, dan pengujian yang menjadi syarat kelulusan di lingkungan Pagar Nusa.


Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Mujibul Umam dan Edy Yalismi, Ketua PCNU Kabupaten Tanggamus KH. Samsul Hadi, Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Hajin M. Umar, unsur Uspika Kecamatan Kota Agung, para pendekar, pengurus, pelatih, serta keluarga santri wisudawan.


Sambutan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanggamus Suhartono.


Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pagar Nusa bukan sekadar wadah pembelajaran bela diri, melainkan ruang pembentukan karakter, akhlak, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.



"Pagar Nusa bukan semata untuk bela diri, mencari kekuatan atau dukungan teman. Pagar Nusa adalah wadah melestarikan budaya pencak silat Indonesia yang berkembang di lingkungan Nahdliyin dari Sabang sampai Merauke," demikian pesan Bupati.


Ia juga mengingatkan para santri bahwa tantangan terbesar dalam kehidupan bukan berasal dari luar diri manusia, melainkan dari dalam dirinya sendiri.


"Musuh terbesar umat manusia adalah dirinya sendiri, yaitu hawa nafsunya sendiri. Karena itu teruslah belajar, berlatih, dan menjaga akhlak," pesannya.


Bupati turut mengapresiasi para pendiri, tokoh, pendekar, dan pelatih Pagar Nusa yang selama ini tanpa lelah membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berbudaya, dan memiliki semangat pengabdian.


Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Hajin M. Umar menjelaskan bahwa wisuda merupakan bagian dari proses panjang kaderisasi yang telah dilalui para santri.


Menurutnya, seluruh peserta tidak hanya diuji kemampuan fisik dan teknik pencak silat, tetapi juga pemahaman keagamaan dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.


"Mereka sudah kita didik, kita tempa, dan melalui berbagai ujian. Ujian terakhir ini menjadi bukti bahwa mereka lulus secara fisik, pengetahuan, serta memahami nilai-nilai Nahdlatul Ulama dan Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi ruh Pagar Nusa," ujar Hajin M. Umar.


Ia menegaskan, setelah diwisuda para santri tidak berhenti berlatih, melainkan didorong untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengukir prestasi.


"Kita sudah memiliki banyak atlet yang meraih prestasi tingkat provinsi hingga nasional. Harapan kami, kader-kader Pagar Nusa ini terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet silat berprestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Tanggamus," katanya.


Hajin juga mengungkapkan bahwa seluruh pelatih dan pengurus hingga saat ini masih mengabdikan diri secara sukarela tanpa honor.


"Kami belum mampu memberikan honor kepada para guru dan pelatih. Ini adalah bentuk pengabdian lillahi ta'ala. Yang terpenting bagi kami adalah mencetak kader yang berakhlak, bertakwa, dan mampu membawa prestasi bagi diri, keluarga, serta daerahnya," ungkapnya.


Rangkaian kegiatan wisuda sendiri telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya melalui pembinaan mental dan spiritual. Para santri mengikuti shalawatan, istighotsah, ceramah keagamaan, hingga penguatan nilai-nilai ke-NU-an sebagai bagian dari pembentukan karakter.


Selain prosesi wisuda, acara juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi pencak silat dari sejumlah padepokan di Kabupaten Tanggamus. Penampilan diawali oleh santri Padepokan Tapak Karuhun Kota Agung di bawah asuhan Taufik Radianto, dilanjutkan Padepokan AsmaAllah Sumberjo asuhan Her Subagio, Padepokan Macan Kumbang asuhan Asep Hidayat, SPKI Ulu Belu asuhan Bahrul, serta atraksi dari padepokan yang dibina langsung oleh Hajin M. Umar dan perguruan Bandrong.


Pertunjukan tersebut mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.


Melalui wisuda angkatan kelima ini, Pagar Nusa Tanggamus menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan memiliki kecintaan terhadap tradisi serta nilai-nilai kebangsaan.

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolda Lampung Tegaskan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa Dan Pondasi Perdamaian Dunia




Lampung Selatan, (GM) -- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mapolda Lampung, Senin (1/6/2026). 


Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia.”


Dalam amanatnya, Kapolda Lampung menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.


“Pancasila harus terus hidup dalam setiap denyut nadi kehidupan berbangsa dan bernegara. 


Pancasila bukan hanya dasar negara yang mempersatukan keberagaman Indonesia, tetapi juga menjadi landasan moral dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan,” tegas Helfi.


Helfi menjelaskan, di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, hingga dinamika geopolitik internasional, Pancasila tetap menjadi bintang penuntun dan jangkar moral bagi bangsa Indonesia. 


Keberhasilan Indonesia menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Pancasila mampu menyatukan perbedaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Lebih lanjut, Helfi mengingatkan bahwa sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 



Menurutnya, nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi salah satu kontribusi penting Indonesia dalam membangun dialog dan menjembatani berbagai perbedaan di tingkat global.


“Peran aktif Indonesia dalam misi perdamaian dunia, kontribusi pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta komitmen menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih tertindas merupakan implementasi nyata dari nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujarnya.


Kapolda juga menekankan bahwa kemajuan pembangunan, ekonomi, maupun teknologi harus selalu diiringi dengan nilai moral dan etika yang berlandaskan Pancasila. 


Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan terus relevan menjawab tantangan zaman.


Selain itu, Kapolda mengingatkan pentingnya menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial, memberikan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat, serta memastikan tidak ada warga negara yang merasa terpinggirkan dalam proses pembangunan. 


Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.


Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Polda Lampung ditutup dengan pembacaan doa yang memohon kepada Allah SWT agar nilai-nilai Pancasila senantiasa menjadi pemersatu bangsa, memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, cinta tanah air, serta menjaga Indonesia tetap aman, damai, maju, dan berkarakter.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Polda Lampung mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sebagai fondasi dalam menjaga persatuan serta mewujudkan Indonesia yang semakin kuat di tengah dinamika global.

Bupati Tanggamus Buka BOTA-CAMPOTA Di Pantai Cukuh Batu : Promosi Daerah Tembus Mancanegara

 



TANGGAMUS, (GM) -- Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi membuka kegiatan Beaches On The Air (BOTA) dan Camping On The Air (CAMPOTA) di Pantai Cukuh Batu, Kota Agung, Kegiatan komunitas radio amatir ini dinilai mampu menjadi sarana promosi wisata hingga ke tingkat internasional Sabtu, (2/4/2026).


Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia dan komunitas yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia juga menyambut peserta dari berbagai daerah yang hadir di Tanggamus.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanggamus, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Terima kasih telah menjadikan Tanggamus sebagai lokasi kegiatan,” kata Saleh Asnawi.


Menurutnya, Tanggamus memiliki potensi alam yang lengkap, mulai dari garis pantai Teluk Semaka sepanjang 202 kilometer hingga kawasan pegunungan dan perbukitan.



“Kegiatan seperti ini penting, bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi media promosi daerah,” ujarnya.


Ia menjelaskan, BOTA merupakan aktivitas komunikasi radio yang dilakukan dari kawasan pantai, sementara CAMPOTA dilakukan dengan konsep berkemah di alam terbuka. Kegiatan ini, kata dia, menjadi wadah mempererat solidaritas sekaligus membangun kolaborasi antaranggota komunitas.


Bupati juga mengingatkan peserta untuk menjaga kebersihan lingkungan serta melestarikan budaya lokal selama kegiatan berlangsung.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tanggamus Suhartono, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan, Camat Kota Agung, serta Lurah Pasar Madang dan Baros.


Sementara itu, Ketua ORARI Lokal Tanggamus Heridwan Ghozali mengatakan kegiatan ini diikuti peserta dari sejumlah daerah seperti Lampung, Palembang, Bogor, dan Banten.


Ia menyebut, melalui komunikasi radio, kegiatan ini berpotensi mengenalkan Tanggamus hingga ke luar negeri.


“Kalau propagasi bagus, komunikasi bisa sampai ke luar negeri seperti Amerika, Brasil, Inggris, bahkan Rusia. Dari situ mereka bisa tahu Tanggamus,” kata Heridwan.


Menurutnya, kegiatan BOTA-CAMPOTA di Tanggamus merupakan salah satu yang terbesar sejauh ini dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah.


Ke depan, pihaknya juga berencana mengembangkan kegiatan serupa di kawasan pegunungan melalui konsep Summits On The Air (SOTA) di wilayah Gisting dan Ulubelu.


Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini ditutup pada Minggu, 3 April 2026, pukul 10.00 WIB.

Tanpa Data : Semua Jadi Sia-sia Wabup Agus Suranto Pimpin Komitmen EPSS 2026 Di Tanggamus

 


TANGGAMUS, (GM) -- Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, memimpin langsung penandatanganan Komitmen Bersama Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Talang Padang Rabu, (29/4/2026).


Momen ini bukan sekadar seremoni. Bersamaan dengan itu, juga dicanangkan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 sebagai langkah konkret memperkuat budaya data hingga ke tingkat pekon.


Kegiatan yang digelar secara hybrid sejak pukul 08.30 WIB ini turut dihadiri Kepala BPS Tanggamus Niken Hariyanti, Kepala Dinas Kominfo Suhartono, Kepala Bapperida Doni Sengaji Berisang, serta Kepala Dinas PMD Arpin.


Dalam tata kelola data daerah, Dinas Kominfo berperan sebagai wali data, sementara Bapperida sebagai koordinator data, memastikan seluruh proses pengelolaan data berjalan terarah, terintegrasi, dan sesuai prinsip Satu Data Indonesia.


Program Gagal Bukan Karena Anggaran, Tapi Data


Dalam sambutannya, Wabup Agus Suranto menegaskan persoalan klasik pembangunan bukan terletak pada minimnya anggaran, melainkan kualitas data.



“Banyak program pemerintah gagal tepat sasaran, bukan karena kekurangan anggaran, tetapi karena data yang digunakan tidak akurat, tidak mutakhir, dan tidak terintegrasi,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa pekon tidak boleh lagi hanya menjadi objek pendataan.


“Pekon hari ini tidak bisa lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi harus menjadi subjek yang mampu mengelola datanya sendiri,” lanjutnya.


Lebih jauh, Agus menyoroti pentingnya kolaborasi lintas OPD.


“Saya berharap seluruh perangkat daerah tidak lagi bekerja sendiri-sendiri dalam pengelolaan data. Ego sektoral harus dikurangi. Data harus menjadi bahasa bersama dalam pengambilan kebijakan,” harapnya.


5 Komitmen Kunci: Dari Data Akurat hingga Satu Data Indonesia


Penandatanganan Komitmen Bersama EPSS 2026 memuat lima poin utama:


Meningkatkan kualitas statistik sektoral secara berkelanjutan


Memperkuat tata kelola data yang akurat dan terpadu


Mendorong kolaborasi antar perangkat daerah


Mendukung pelaksanaan EPSS 2026 secara optimal


Mewujudkan Satu Data Indonesia di Tanggamus



Komitmen ini menjadi fondasi dalam setiap proses perencanaan hingga evaluasi pembangunan berbasis data.


Kepala BPS: Desa Cantik Bukan Sekadar Seremonial


Kepala BPS Tanggamus, Niken Hariyanti, menegaskan bahwa program Desa Cantik adalah transformasi nyata, bukan kegiatan simbolis.


“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah nyata untuk membangun budaya statistik yang baik hingga ke tingkat pekon,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa kesalahan data akan berdampak langsung pada arah kebijakan.


“Ketika data tidak akurat atau tidak terkelola dengan baik, maka risiko kesalahan sasaran program pembangunan menjadi semakin besar,” jelasnya.


Sejak 2022, program Desa Cantik telah berjalan di Tanggamus, dan pada 2026 kembali ditetapkan tiga pekon sebagai lokus pembinaan.


2 OPD Jadi Fokus, 3 Pekon Siap Dibina


Dalam pelaksanaan EPSS 2026, dua OPD ditetapkan sebagai lokus pembinaan, yakni:


Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura


Dinas Kesehatan



Sementara itu, tiga pekon dipilih untuk program Desa Cantik sebagai penguatan statistik di level desa.

Harlah Ke 80 Muslimat NU Bukan Sekadar Seremoni Melainkan Refleksi Perjalanan Panjang Organisasi



LAMPUNG BARAT, (GM) -- Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang Muslimat NU Lampung Barat masa bakti 2025–2030 yang dirangkaikan dengan peringatan Harlah Muslimat NU ke-80 tahun 2026.


Kegiatan berlangsung di Lamban Gedung Pancasila, Komplek Perkantoran Pemkab Lampung Barat, Minggu (19/4/2026).


Acara ini turut dihadiri Sekda Lampung Barat, jajaran organisasi wanita seperti GOW dan DWP, perwakilan Polres dan Kodim 0422/LB, Ketua PCNU Lampung Barat, serta berbagai organisasi keagamaan seperti Ansor, IPPNU, Muhammadiyah, dan Aisyiyah.


Dalam momentum tersebut, kepengurusan baru Muslimat NU Lampung Barat resmi dilantik berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Nomor 024/SK/A/PPMNU/VIII/2025.


Syahyana dipercaya sebagai Ketua, didampingi jajaran wakil ketua, sekretaris, hingga bendahara yang siap mengemban amanah hingga tahun 2030.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi ladang pengabdian yang penuh nilai kemuliaan.



“Muslimat NU telah terbukti menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, sekaligus menjaga tradisi ke-NU-an yang moderat, toleran, seimbang, dan adil,” ujarnya.


Menurutnya, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, peran Muslimat NU menjadi semakin strategis, terutama dalam membangun ketahanan keluarga, memperkuat pendidikan akhlak generasi muda, serta menjaga harmoni sosial di masyarakat.


Momentum Harlah ke-80 Muslimat NU juga disebutnya bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi perjalanan panjang organisasi dalam berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.


“Delapan puluh tahun adalah bukti nyata bahwa Muslimat NU konsisten hadir dalam bidang pendidikan, sosial, dakwah, hingga pemberdayaan perempuan,” tambahnya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat membuka ruang kolaborasi luas dengan Muslimat NU sebagai mitra strategis.


Hal ini sejalan dengan program pembangunan daerah 2025–2030, mulai dari penguatan sektor pertanian, peningkatan kualitas SDM, pengembangan UMKM, hingga penguatan nilai religius dan budaya lokal.


Wabup juga berharap Muslimat NU dapat berperan aktif dalam berbagai sektor, seperti pendidikan karakter berbasis akhlak, pemberdayaan ekonomi perempuan melalui UMKM, hingga edukasi kesehatan masyarakat termasuk pencegahan stunting.


“Dengan jaringan yang kuat hingga akar rumput, Muslimat NU memiliki posisi strategis untuk menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” tutupnya.

Hadiri Halal Bihalal Dan Silaturahmi Warga Pujakesuma Kabupaten Lambar : Wakil Bupati Ajak Bersinergi

 


LAMPUNG BARAT, (GM) -- Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin menghadiri acara Halal Bihalal pentas seni yang digelar Dewan Pengurus Daerah Penguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Kabupaten Lampung Barat di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Minggu (12/4/2026). 


Pada kesempatan ini, Mad Hasnurin menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan Halal Bihalal ini, komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antara Pujakesuma dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dapat terjalin khususnya dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik lagi.


Menurutnya, halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta saling memaafkan dengan tulus dan ikhlas.



"Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kebersamaan dan persatuan adalah kunci utama dalam membangun daerah yang kita cintai ini," terangnya. 


"Saya juga sangat mengapresiasi diselenggarakannya pentas seni budaya dalam kegiatan ini. Hal ini menunjukkan bahwa Paguyuban Pujakesuma tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga turut melestarikan nilai-nilai budaya, khususnya budaya Jawa, sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia," sambungnya.


Lampung Barat adalah daerah yang majemuk, terdiri dari berbagai suku, budaya, dan latar belakang. Keberadaan Pujakesuma menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan, memperkokoh persatuan, serta menjadi teladan dalam hidup berdampingan secara rukun dan damai.


Oleh karena itu, Mad Hasnurin berharap Paguyuban Pujakesuma terus berperan aktif dalam pembangunan daerah, baik melalui kegiatan sosial, budaya, maupun kontribusi nyata dalam mendukung program-program pemerintah daerah.


"Mari kita jadikan momentum halal bihalal ini sebagai titik awal untuk semakin memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat gotong royong, serta menjaga nilai-nilai luhur budaya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Bupati Pesisir Barat Sampaikan LKPJ TA 2025 Dalam Rapat Paripurna

 


PESISIR BARAT, (GM) -- Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Barat yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD Pesibar, Selasa (07/04/2026).


Penyampaian LKPJ tersebut merupakan pelaksanaan amanat peraturan perundang-undangan sekaligus bentuk keseimbangan antara lembaga eksekutif dan legislatif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.


Atas nama Pemerintah Daerah, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD Kabupaten Pesisir Barat yang telah mengagendakan rapat paripurna tersebut. Ucapan serupa juga disampaikan kepada seluruh pimpinan hingga staf perangkat daerah yang telah menuntaskan program, kegiatan, dan subkegiatan sepanjang Tahun Anggaran 2025.


Selain itu, apresiasi diberikan kepada seluruh stakeholder pembangunan di Kabupaten Pesisir Barat, mulai dari Forkopimda, kementerian, instansi dan lembaga, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, pemuka agama, tokoh adat, hingga masyarakat yang telah berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.


Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan amanat Pasal 69 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. LKPJ disusun mengacu pada sistematika yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020.


Tema pembangunan daerah Tahun 2025 mengusung “Pemantapan Ekonomi Masyarakat dan Peningkatan Sumber Daya Manusia serta Kualitas Infrastruktur.” Tema tersebut dijabarkan ke dalam lima prioritas pembangunan, yaitu peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, penguatan ekonomi masyarakat, reformasi birokrasi dan pelayanan publik berkualitas, serta harmonisasi kehidupan sosial budaya.


Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 ditargetkan sebesar Rp944,39 miliar dengan realisasi Rp746,97 miliar atau 79,09 persen. Sementara belanja daerah ditetapkan Rp945,83 miliar dengan realisasi Rp743,28 miliar atau 78,59 persen. Adapun pembiayaan netto daerah ditargetkan Rp1,44 miliar dan terealisasi 100 persen.


Bupati juga memaparkan capaian indikator kinerja utama kepala daerah Tahun 2025, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia mencapai 100,96 persen, Indeks Pembangunan Gender 99,40 persen, tingkat kemantapan jalan daerah 98,93 persen, serta akses masyarakat terhadap sumber air sehat mencapai 99,27 persen. Selain itu, rasio jaringan irigasi mencapai 114,93 persen dan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik sebesar 103,38 persen.


Secara rata-rata, realisasi indikator kinerja tersebut mencapai 107,29 persen. Meski demikian, masih terdapat beberapa indikator yang belum dirilis karena masih dalam proses penghitungan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).


Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan bahwa sepanjang Tahun 2025 terdapat tujuh peraturan daerah yang telah diundangkan. Tiga di antaranya bersifat solutif terhadap permasalahan masyarakat, sementara empat lainnya merupakan regulasi rutin terkait perencanaan dan penganggaran.


Menutup penyampaiannya, Bupati menegaskan bahwa secara umum kinerja Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat Tahun Anggaran 2025 berjalan dengan baik, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah.


“Evaluasi dan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ ini akan kami jadikan sebagai bahan perbaikan kinerja ke depan,” ujarnya.


Pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pesisir Barat, dengan harapan pembangunan daerah terus berlanjut demi terwujudnya Pesisir Barat yang semakin maju dan sejahtera. 

Bupati Lampung Barat Buka Musrenbang RKPD 2027, Fokus Transformasi Infrastruktur, Ekonomi Dan Pelayanan Publik

 


Lampung Barat,(GM) -- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus bersama Kepala Bappeda Provinsi Lampung Anang Risgiyanto membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kabupten Lampung Barat di Aula Kagungan Setdakab, Senin (30/03/2026). 


Pembukaan ditandai dengan pemukulan Kekuhan, kemudian dilanjutkan penanda tanganan berita acara oleh Bupati dan wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus - Mad Hasnurin beserta Kepala Bappeda Provinsi Lampung Anang Risgiyanto. 


Bupati Lampung Barat menegaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah, dengan menekankan transformasi infrastruktur, transformasi ekonomi, dan pelayanan publik sebagai pilar utama menuju Lampung Barat Hebat dan Setia.  


Menurutnya, Musrenbang ini merupakan rangkaian dari proses perencanaan pembangunan yang dimulai dari tingkat Pekon (Desa), kecamatan, hingga Kabupaten yang nantinya akan dilanjutkan tingkat Provinsi. 



"Musrenbang ini menjadi simpul akumulasi dari seluruh proses perencanaan pembangunan, sekaligus wadah untuk menyepakati prioritas pembangunan daerah, program kegiatan, serta sinkronisasi dengan program provinsi dan nasional," kata Parosil Mabsus. 


Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Tahun 2025 diantaranya pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45%, tingkat kemiskinan menurun menjadi 9,93%, IPM mencapai 73,14, tingkat pengangguran terbuka terendah di Provinsi Lampung 2,11%, angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 19,60 poin atau hanya 1 kasus kematian ibu sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu 4,51 poin atau 23 kasus kematian bayi.


"Program unggulan serta dukungan pusat dan Provinsi diantaranya pengembangan desa wisata budaya, program Desaku maju, pembangunan infrastruktur wilayah, program Makan Bergizi Gratis 69.492 penerima, 29 SPPG," jelasnya. 


Selain itu, koperasi Desa Kelurahan Merah Putih sebanyak 135 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dengan 82 gerai, yang lebih dari 100% ada 4 gerai, yang lebih 90% ada 2 gerai dan 76 gerai lainnya masih di bawah 90%. Sekolah Rakyat yang saat ini dalam tahap persiapan lahan hibah dari provinsi, program ASRI dan pembentukan Satgas hingga pekon dan pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB).


Prioritas Rancangan RKPD Kabupaten Lampung Barat 2027 meliputi : Peningkatan kualitas dan daya saing SDM, peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, transformasi ekonomi inklusif dan hilirisasi, pembangunan infrastruktur strategis dan ramah lingkungan, penguatan inovasi dan kewirausahaan daerah dan penguatan ketahanan pangan dan ekonomi desa. 


Sementara, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Kepala Bappeda Lampung Anang Risgiyanto mengapresiasi kepada seluruh perangkat daerah di Lampung Barat yang telah menunjukkan kinerja di tahun 2025 dengan baik, meski mengalami episiensi namun dapat menunjukkan kinerja yang maksimal. 


Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan peran aktif seluruh pihak. "Mari kita sinergikan langkah menuju Lampung yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing," tutupnya.

Wakil Bupati Bantul Hadir Ditengah Ratusan Warga Yang Antusias Berebut Gunungan Ketupat



Bantul,(GM) -- Masyarakat Padukuhan Deresan, Kalurahan Ringinharjo Bantul menggelar lagi acara Garebeg Gunungan Ketupat, Acara Garebeg Gunungan Ketupat  ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan turun temurun oleh masyarakat padukuhan Deresan Ringinharjo Bantul, acara ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas segala karunia kenikmatan, ketentraman dan hasil bumi kepada masyarakat dan sebagai ungkapan rasa syukur setelah satu bulan menjalani ibadah puasa ramadhan Sabtu malam,(21/3/2026).  


Dalam acara Garebeg Gunungan Ketupat yang dikawal oleh Bregada Prajurit Cokro Joyo Padukuhan Deresan ini juga sekaligus dilakukan Siraman pohon Beringin Kyai Daruno Mulyo yang merupakan pemberian dari Kraton Yogyakarta pada tahun 2010 silam.


Wakil Bupati Bantul H. Aris Suharyanta dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada masyarakat Padukuhan Deresan yang tetap konsisten menjaga tradisi budaya ini.



"Saya sebagai warga Ringinharjo sangat bangga kepada masyarakat Padukuhan Deresan, karena tradisi budaya seperti ini tidak setiap daerah bisa dan mampu melestarikannya karena berbagai faktor", terang Aris.


Pagelaran Garebeg Bakdo Ketupat dimulai dengan laporan oleh Suyatno, yang bertugas sebagai Panji I Bregada kepada Pangarso Upacara Sulistyo Atmaji selaku lurah di Kalurahan Ringinharjo serta penyerahan tumpeng oleh kepala dukuh Deresan Sugeng Wusana.


Setelah didoakan oleh Kyai Imam Solikhin selaku perwakilan Kaum Rois Padukuhan Deresan, Gunungan Ketupat lalu diperebutkan oleh warga yang datang. Oleh masyarakat Uba Rampe Gunungan tersebut dipercaya akan menjadi berkah bagi yang mendapatkannya. 


Menurut tokoh masyarakat Padukuhan Deresan yang juga abdi dalem Kraton Yogyakarta Mas Bekel Atmo Yasinto, mitos yang berkembang di masyarakat asal usul nama Padukuhan Deresan yaitu ketika pada jaman Kanjeng Sunan Kalijaga sewaktu berdakwah di Padukuhan itu ada beberapa santri yang hendak mengikuti Kanjeng Sunan Kalijaga, namun oleh Kanjeng Sunan Kalijaga tidak diperbolehkan untuk ikut keliling dakwah, dan diminta untuk Nderes atau belajar mengaji di tempat itu. Versi lain tentang asal usul nama Padukuhan Deresan dikarenakan pada jaman dahulu pendapatan harian masyarakat setempat adalah sebagai "penderes kelapa" atau pembuat gula merah, sehingga nama daerah itu kemudian menjadi nama Padukuhan Deresan. 


"Pohon Beringin Kyai Daruno Mulyo diberikan oleh Kraton Yogyakarta sebagai pengganti pohon beringin sepuh yang tumbang pada tahun 2005 lalu, dan Beringin Sepuh itulah yang menjadi Cikal Bakal nama Kalurahan Ringinharjo, sehingga Padukuhan Deresan menjadi sentral dari Kalurahan Ringinharjo", imbuh ketua Pagelaran Garebeg Bakdo Ketupat tersebut. 


Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bantul H. Aris Suharyanta, Dinas Kebudayaan Bantul, Panewu Bantul, kepala dukuh se kalurahan Ringinharjo, ketua RT se padukuhan Deresan serta 12 abdi dalem Kraton Yogyakarta yang berdomisili di padukuhan Deresan Ringinharjo Bantul.(Rls/Ant)

Bupati Lampung Barat Serahkan Bantuan Pesta Sekura Cakak Buah, Minta Jaga Marwah Budaya Sekura

 


Lampung Barat,(GM) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya Nusantara. Hal ini ditandai dengan penyerahan bantuan kepada Pekon yang akan menggelar pesta Budaya Sekura Cakak Buah. Selasa (10/3/2026). 


Sekura Cakak Buah adalah tradisi pesta topeng budaya khas masyarakat Saibatin di Kabupaten Lampung Barat yang diadakan meriah setiap 1-7 Syawal untuk merayakan Idul Fitri. Tradisi ini menampilkan peserta menggunakan topeng (Sekura) dan memanjat pohon pinang (Cakak Buah) untuk silaturahmi, gotong royong, dan memeriahkan Lebaran.


Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus - Mad Hasnurin di rumah dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit senilai Rp. 2 juta per Pekon, 


Parosil Mabsus mengatakan, adanya pemberian bantuan tersebut sebagai ujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam mendukung pelestarian budaya Sekura yang merupakan warisan nenek moyang terlebih dahulu. 



"Sebagai dukungan agar perhelatan Pesta Budaya Sekura tingkat Pekon lebih meriah dan tertib serta meringankan biaya oprasional panitia dalam menyiapkan kegiatan," ucapnya. 


Kepala Daerah yang merupakan asli suku Lampung itu berharap agar perhelatan Pesta Sekura Cakak Buah dapat berjalan dengan kondusif, terhindar dari keributan serta menjaga kebersihan lingkungan. 


"Saya berharap agar tradisi ini terus dikemas dengan baik, sehingga menjadi daya tarik wisatawan luar daerah. Mengingat sekura merupakan budaya yang santun maka kita harus dapat menjaga etika di jalan maupun di lokasi Sekura," paparnya. 


Dengan tegas Bupati Lampung Barat meminta agar para pencinta budaya Sekura tetap menjaga marwah budaya yang sudah mendunia tersebut. 


"Gunakanlah pakaian sebagai mana mestinya, sewajarnya. Jangan sampai menunjukkan yang bersipat negatif seperti mengenakan pakaian yang mengumbar aurat atau meminta-minta kepada pengguna jalan," pungkasnya.

Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi Lantik 47 Pejabat Pemkab Tanggamus

 



Tanggamus,(GM) -- Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan 47 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus pada Jumat (06/03/2026). 


Prosesi yang berlangsung khidmat di Kota Agung ini menjadi sinyal kuat dimulainya percepatan reformasi birokrasi dan transformasi ekonomi daerah melalui visi hilirisasi sumber daya alam.


​Pelantikan ini didasarkan pada serangkaian Keputusan Bupati Tanggamus, yakni Nomor 800.1.3.3/644/45/2026 (JPT Pratama), Nomor 800.1.3.3/687/45/2026 (Administrator dan Pengawas), Nomor 800.1.3.3/690/45/2026 (Fungsional Analis SDM), serta Nomor 800.1.3.3/380/45/2026 (Fungsional Guru).


Dalam nukilan sambutannya yang menggugah, Bupati menekankan bahwa Tanggamus harus menyudahi perannya sebagai sekadar “penyedia” bagi daerah lain. Selama ini, kekayaan bumi seperti kopi dan kakao kerap terbang keluar daerah dalam bentuk mentah untuk diolah di pabrik-pabrik besar di Pulau Jawa.


​”Sekarang, saatnya kita perlahan mengubah haluan. Hilirisasi adalah kunci. Kita tidak ingin lagi melihat hasil laut dan bumi kita hanya lewat. Kita harus mampu mengolahnya di sini, menciptakan lapangan kerja di sini, dan memastikan kesejahteraan itu tinggal di rumah kita sendiri, di Tanggamus,” ujar Bupati dengan nada tegas namun penuh harapan.


​Beliau memaparkan bahwa dengan membangun ekosistem industri yang terintegrasi, nilai tambah produk lokal akan meningkat berkali-kali lipat. Hal ini diproyeksikan menjadi katalisator utama dalam menurunkan angka kemiskinan dan mendongkrak indeks kesejahteraan rakyat secara merata.


Birokrasi yang “Jemput Bola”


​Menyadari kondisi fiskal daerah yang penuh tantangan, Bupati Saleh Asnawi menginstruksikan para pejabat yang baru dilantik untuk menanggalkan pola kerja “menunggu”. Beliau mendorong para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih agresif dalam bersinergi dengan pemerintah pusat.



​”Jangan hanya menunggu anggaran turun di meja. Kita harus bisa ‘jemput bola’. Jalin koordinasi intensif dengan kementerian di pusat untuk mengakses DAK maupun Dana Insentif Daerah. Kita butuh kreativitas dan proaktifitas untuk melobi pusat demi percepatan pembangunan daerah,” tambahnya.


​Integritas dan Budaya “Jalan Lurus”


​Pelantikan ini sendiri merupakan hasil dari proses seleksi terbuka yang transparan dan berbasis sistem merit, sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2023. Bupati memastikan bahwa setiap pejabat yang terpilih telah melalui penyaringan ketat yang bebas dari praktik transaksional.


Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik

​Berikut adalah daftar 47 pejabat yang mengemban amanah baru untuk memperkuat pembangunan di Kabupaten Tanggamus:

​I. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II)

​RULLY RUNA YUDA, S.STP., M.Si. – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

​JON NOVRI, S.STP., M.IP. – Asisten Administrasi Umum.

​IVAN KURNIAWAN, S.T. – Kepala BKPSDM.

​NANANG SUMARLIN, S.H., M.M. – Kepala Badan Pendapatan Daerah.

​LUBERTO FABIOCA, S.E., M.M. – Kepala Dinas PPPA, Dalduk, dan KB.

​Drs. VIKTOR LIBRADI HS, M.H. – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

​ARIA RESUKIA, S.T., M.M. – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

​MARHASAN SAMBA, S.I.P. – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

​Drs. SABAR MARULAK SITANGGANG – Kepala Dinas Perhubungan.

​II. Pejabat Administrator (Eselon III)


WILDAN HISTORI, SIP. – Camat Kota Agung Timur.

BAYU MAHARDIKA, S.H., MAP. – Sekretaris Badan Pendapatan Daerah.

MADRIZAL, S.Pd. – Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

EVAYANI, S.Sos.I. – Kabid Ketenagaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

ATRIA ANTHONI, S.P., M.M. – Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan, TP dan Hortikultura.

ISHAK BASUKI, S.T. – Kabid Cipta Karya pada Dinas PUPR.

ARIANTONI, S.T., M.T. – Kabid Pengairan pada Dinas PUPR.

SUPARMONO, S.Kom., M.M. – Kabid Perencanaan Perekonomian pada Bapperida.

UZAIRI UHIDA, S.Pt., M.M. – Kabid Perencanaan Makro, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bapperida.

ADHITYA RAMA DAEFI, S.E. – Kabid Riset dan Inovasi Daerah pada Bapperida.

NASRULLOH, S.E., M.M. – Kabid Perencanaan dan Keuangan pada RSUD Batin Mangunang.

Bdn. DAMSIANA, S.ST., M.Kes. – Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan.

RENSUS RENATUS SIMANJORANG, S.E., M.M. – Kabid Perindustrian pada Diskoperindag.

​III. Pejabat Pengawas (Eselon IV)

SITI ZUBAIDAH, S.H., M.M. – Kasi Ketenagaan PAUD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

ELIS SETYOWATI, S.E. – Kasi Ketenagaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

SUPARMAN, S.Pd. – Kasi Kurikulum Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

YUZAK PRASETYADI, S.Sos. – Kasubbag Tata Usaha pada Diskominfo.

YULIANA, S.E. – Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan pada Dinas Perhubungan.

HIDAYAT, S.E. – Kasi Penyelamatan dan Evakuasi pada Dinas Damkar dan Penyelamatan.

FITRIANA PUSPITA SARI, S.Kom. – Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada Dinas Ketahanan Pangan, TP dan Hortikultura.

PRIMA KURNIAWAN, S.Kom., M.M. – Kasubbag Akuntansi Belanja pada BPKAD.

ROKI RISMAYEDI, S.E. – Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada Bapenda.

RISNAWATI, S.E., M.M. – Kasubbid Penetapan Pajak Daerah I pada Bapenda.

NOFRIYANDI PUTRA, S.E. – Kasubbid Penerimaan Pajak Daerah pada Bapenda.

TRI KESUMA WARDANA, S.E. – Kasubbid Pelayanan, Pendataan, dan Penetapan Pajak pada Bapenda.

BUDI HARTONO, S.E. – Kasubbid Pengawasan dan Pembinaan Pajak Daerah pada Bapenda.

AHMAD IRSAN, S.P. – Kasi Pemerintahan pada Kecamatan Kota Agung.

MISRI JAYA, S.H. – Kasi Kesejahteraan Masyarakat pada Kecamatan Air Naningan.

EKA DAMAYANTI, AM.KL. – Kepala UPTD PPA pada Dinas PPPA, Dalduk dan KB.

​IV. Jabatan Fungsional

LINDA LESTARI, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

AGUNG TRY PRASETYO, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

YUNITA, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

CHANDRA AZURRA, S.Kom. – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama.

IMAM MUKHLASIN, S.H. – Analis Hukum Ahli Pertama.

BUKHARI, S.Pd. – Guru Ahli Pertama.

BUNGA HERNAWATI MANIHURUK, S.TP. – Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda.

RIZKI HIDAYAH, S.Pd. – Guru Ahli Pertama.

SEP RIZAL, S.Pd. – Guru Ahli Pertama.

​Bupati Saleh Asnawi menutup arahannya dengan pesan mendalam mengenai tanggung jawab moral. Melalui budaya kerja “Jalan Lurus”, beliau berharap 47 pejabat ini mampu menjadi mesin penggerak yang transparan dan proaktif demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tanggamus

Parosil Sebut Program 5 Aksi PM dan 4 Komitmen PM Fondasi Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan di Lambar

 


Lampung Barat, (gerakmedia.com) --Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi menetapkan Program Peningkatan Mutu (PM) Pendidikan yang terintegrasi melalui 5 Aksi PM dan 4 Komitmen PM.


Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Disdikbud Kabupaten Lampung Barat Nomor 800/214 L01/2026 ditandatangani Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri.


Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, program 5 aksi PM dan 4 Komitmen tersebut selain sebagai pedoman pelaksanaan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan, juga merupakan fondasi untuk ningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan sekolah, khususnya Lampung Barat. 


"Program ini salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lampung Barat sesuai dengan visi dan misi saya bersama pak Mad Hasnurin (wakil bupati)," kata kepala daerah dua periode tersebut, Kamis 29 Januari 2026. 


Dengan ditetapkannya program 5 aksi PM dan 4 komitmen PM ini, Pakcik sapaan akrabnya bagi Parosil Mabsus berharap, dapat membentuk siswa yang unggul, berdaya saing dan berkarakter baik. 


Parosil Mabsus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat di bawah kepemimpinan dirinya bersama wakil Bupati Mad Hasnurin akan terus berupaya memperioritaskan mutu pendidikan, karena pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang sangat cepat. 


Sementara kepala Disdikbud Kabupaten Lampung Barat Tati Sulastri menjelaskan, Surat Edaran tersebut dimaksudkan sebagai acuan resmi sekaligus komitmen kolektif dalam membangun budaya mutu pendidikan di seluruh jenjang pendidikan di Lampung Barat.


"Dalam surat edaran itu, ruang lingkup pengaturan meliputi penerapan 5 Aksi Peningkatan Mutu Pendidikan, pelaksanaan 4 Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan, serta penandatanganan dan pelaksanaan fakta integritas oleh kepala satuan pendidikan. Lima aksi tersebut meliputi Penampilan, yang menekankan pembentukan budaya sikap, etika, kedisiplinan, dan keteladanan seluruh warga sekolah," ujarnya. 


Selanjutnya Profesionalisme, yang berfokus pada peningkatan kompetensi, integritas, serta kinerja pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.


Aksi berikutnya adalah Pelayanan, yakni penyediaan layanan pendidikan yang ramah, adil, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Selain itu, terdapat aksi Prestasi yang diarahkan pada pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik secara berkelanjutan sesuai minat dan bakat.


Kemudian aksi Publikasi menekankan pentingnya pendokumentasian, diseminasi, serta keterbukaan informasi terhadap praktik baik dan capaian pendidikan yang telah diraih sekolah.


Dalam pelaksanaannya, kelima aksi tersebut harus dijalankan secara terpadu dengan 4 Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan, yaitu Ramah Anak, Ramah Lingkungan, Ramah Budaya, dan Ramah Bencana.


Komitmen Ramah Anak bertujuan menjamin perlindungan, keselamatan, serta pemenuhan hak anak di lingkungan sekolah, sedangkan Ramah Lingkungan menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Ramah Budaya diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal, kearifan lokal, dan jati diri daerah, serta Ramah Bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di satuan pendidikan.


Tati juga menegaskan, setiap kepala satuan pendidikan wajib menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen moral dan profesional dalam menjalankan 5 Aksi dan 4 Komitmen PM.


Selain itu, satuan pendidikan diwajibkan menyusun dan melaksanakan Program Prioritas dan Tindak Kerja (PPTK) serta mengintegrasikan Program PM ke dalam RKAS, termasuk pemanfaatan Dana BOS secara transparan dan akuntabel.


Ke depan pihaknya akan melakukan pembinaan, pemantauan, dan evaluasi secara berkala untuk memastikan seluruh ketentuan dalam surat edaran tersebut dilaksanakan secara konsisten dan bertanggung jawab.

Bupati Tanggamus Lantik 75 Pejabat Administrator Dan Pengawas Eselon III Dan IV

 


Tanggamus, (GM) -- Bupati Tanggamus, Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, didampingi Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, secara resmi melantik sejumlah pejabat administrator (Eselon III) dan pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi pratama serta para undangan lainnya


Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. “Saya ucapkan selamat kepada Saudara-Saudari yang baru saja dilantik dalam Jabatan Administrator serta Jabatan Pengawas. Semoga amanah yang diberikan ini benar-benar dilaksanakan dengan penuh komitmen dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.


Bupati juga menekankan pentingnya memahami dan menginternalisasi konsekuensi dari jabatan yang diemban. Ia berharap para pejabat yang dilantik dapat terus meningkatkan kinerja, memahami tupoksi, serta meningkatkan kompetensi baik teknis, manajerial, sosial kultural, maupun kompetensi pemerintahan.


“Sebagai Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas, kalian menempati posisi yang sangat strategis dalam tata kelola pemerintahan. Jabatan ini merupakan tulang punggung birokrasi, karena kalian berperan langsung dalam memastikan kebijakan dapat diterjemahkan di lapangan, yang memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat,” tegasnya.


Bupati Saleh Asnawi juga mengingatkan para pejabat administrator untuk mampu mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan secara efektif, memimpin unit kerja dengan keteladanan, serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Sementara itu, pejabat pengawas diharapkan berperan penting sebagai pengendali teknis lapangan.


Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa kewenangan untuk mengangkat, memberhentikan, dan memindahkan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus merupakan kewenangan Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.


Bupati juga menegaskan akan memperketat disiplin kerja di seluruh OPD, termasuk menyoroti adanya pegawai yang tidak masuk kerja dalam jangka waktu panjang namun masih menerima hak gaji setiap bulan.



“Saya minta ini menjadi perhatian serius. Tidak boleh ada lagi pegawai yang tidak bekerja berbulan-bulan tetapi tetap mengambil gaji. Ini tidak adil, tidak etis, dan tidak mencerminkan integritas ASN. Ke depan, saya instruksikan seluruh pimpinan OPD untuk melakukan pengawasan ketat dan penegakan disiplin sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bupati Saleh Asnawi.


Di akhir sambutannya, Bupati Saleh Asnawi mengingatkan bahwa masyarakat saat ini sangat kritis, terutama di era digital. Ia meminta para pejabat untuk berhati-hati dalam segala tindakan dan tingkah laku, terutama dalam pelaksanaan tugas pelayanan pada masyarakat. “Berbuat baik saja terkadang disalahartikan, apalagi jikalau kita berbuat kesalahan atau kekhilafan,” pungkasnya.


Selain itu, Bupati juga menegaskan bahwa jabatan yang diemban akan dievaluasi secara berkala terhadap capaian target kinerja. Selaras dengan sumpah janji yang telah diucapkan, bekerjalah sesuai dengan core value Kabupaten Tanggamus, yaitu “Budaya Kerja Jalan Lurus”, yang berarti fokus pada tujuan, meluruskan arah kerja, mengurangi penyimpangan, menjaga integritas, sinergi, kolaborasi, dan istiqomah dalam bekerja untuk mencapai visi Kabupaten Tanggamus 2025-2030: “Bersama Tanggamus Maju Menuju Indonesia Emas.”


Daftar Pejabat Tingkat Camat (Eselon III-a)


1. Rusdi, S.IP.

Sekretaris Kecamatan Kelumbayan → Camat Bulok


2. Zuliyadi, S.IP., M.M.

Kabid Perpustakaan → Camat Kota Agung Barat


3. Derius Putrawan, S.P., M.M.

Camat Kelumbayan → Camat Gunung Alip


4. Ali Imron, S.H., M.M.

Sekretaris Kecamatan Kota Agung Barat → Camat Kelumbayan


5. Jhoni Irzal, S.Sos.

Analis Protokol → Camat Talang Padang


6. Novrizal Mulkan, S.H., M.M.

Kabid Riset & Inovasi Bappeda → Inspektur Pembantu III Inspektorat Daerah


7. Joko Suprihatin, S.Kom., M.M.

Pengawas Ketenagakerjaan → Kabag Administrasi Pembangunan Setda


8. Herliyanto, S.T., M.M.

Pejabat Pengadaan Barang/Jasa → Kabag Pengadaan Barang/Jasa Setda


9. Faturrahman Wijaya, S.Kep.

Kasubbag Perencanaan Dinas PPPA → Sekretaris Dinas PPPA


10. Marhasan Samba, S.I.P.

Analis Kebijakan Dinas Pariwisata → Sekretaris Dinas Pariwisata


11. Drs. Sabar Maruliak Sitanggang

Kabid Layanan Kepemudaan → Sekretaris Dinas Perhubungan


12. Yadi Mulyadi, S.T., M.M.

Kepala Dinas Pendidikan → Sekretaris Dinas Perpustakaan


13. Drs. Suyanto, M.M.

Kepala Dinas Pariwisata → Sekretaris Badan Kesbangpol


14. Eka Angkasawan, S.T., M.T.

Peneliti Dinas PUPR → Sekretaris Dinas PUPR


15. Gofir Purwanto, S.E., M.M.

Kabid Pembinaan BKPSDM → Sekretaris Dinas Kominfo


Pejabat Eselon III-b


16. Akhmad Isnaini, S.E.

Sekretaris Dinas Perhubungan → Kepala Bidang Layanan Kepemudaan, Pemuda dan Olahraga


17. Adi Gunawan, S.E., M.M.

Sekretaris Dinas Pendidikan → Kepala Bidang Penataan & Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup


18. Winda Fidirani, S.Pd.

Kepala Sub Bagian Umum Dinas Pendidikan → Kepala Bidang Pengembangan Kepariwisataan


19. Roziansyah, S.IP.

Analis Kebijakan Ahli Muda, Dinas PMD → Kabid Keuangan, Kekayaan & Produk Hukum Pekon


20. Mulyadi, S.T., M.M.

Kabid Sarana Prasarana Dinas Pendidikan → Kabid Sarpras Pendidikan & Kebudayaan


21. Helpin Rianda, S.E., M.M.

Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan → Sekretaris Kecamatan Semaka


22. Zainal, M.Pd.I.

Sekretaris Kecamatan Semaka → Sekretaris Kecamatan Kota Agung


23. Muhammad Ridwan, A.Pi.

Kabid Perikanan Tangkap → Kabid Perikanan Tangkap (Mutasi Ruang Lingkup)


24. Zuryati, S.E.

Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Pariwisata → Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan & Kebudayaan


25. Syarif Hidayat Bangsawan, S.STP., M.Si.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Kota Agung → Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata


26. Maliidarni, S.Pd.Ing., M.M.

Kabid Pemasaran Pariwisata → Kabid Destinasi Pariwisata


27. Yusnida, S.E.

Adyatama Ekraf Ahli Muda → Kabid Perbendaharaan BPKAD


28. Zoldiamanto, S.IP.

Kabid PAUD → Sekretaris Kecamatan Kelumbayan


29. Muhammad Amin, S.H.

Camat Talang Padang → Kepala Bidang Perpustakaan


30. Mukti Antonny, S.Si., M.M.

Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Muda → Kabid Pembinaan & Pengelolaan Data BKPSDM


31. Ari Yudha, A.Z., S.T., M.T.

Sekretaris Dinas PUPR → Kabid Angkutan Darat & Laut Dinas Perhubungan.


Pejabat Eselon III-b (Lanjutan)


32. Weli Yantika, S.E., M.M.

Analis Keuangan BPKAD → Kabid Anggaran BPKAD


33. Andrean Nur Pratama, S.IP., M.M.

Peneliti Ahli Muda Bappeda → Kabid Barang Milik Daerah BPKAD


34. Ria Veranida, S.E., M.M.

Kabid Aset Daerah BPKAD → Kabid Penerimaan Pendapatan Daerah Bapenda


35. Mario Eka Baweus, S.P., M.M.

Kabid Akuntansi & Pelaporan BPKAD → Kabid Pelayanan & Penetapan Pajak Daerah Bapenda


36. Dr. Yoptta, S.E.I., M.M.

Kasubid Akuntansi Belanja BPKAD → Kabid Akuntansi & Pelaporan BPKAD


37. Dwi Nopiyanto, S.T.

Kabid Pengairan Dinas PUPR → Kabid Perencanaan Infrastruktur Bappeda


38. Zulia, S.Sos.

Kabid Destinasi Pariwisata → Sekretaris Kecamatan Kelumbayan Barat


39. Parisyam, S.E.

Sekretaris Dewan → Kabid Pemberdayaan Masyarakat & Kelembagaan Pekon Dinas PMD


40. Sujono, S.E.

Sekretaris Kecamatan Kelumbayan Barat → Camat Kota Agung Barat


41. Khufronsyah, S.E.

Kasi Penyelamatan & Sarpras Damkar → Kabid Rehabilitasi BPBD


42. Edi Nugroho, S.Kom.

Kabid Rehabilitasi BPBD → Kabid Tata Pemerintahan Pekon Dinas PMD


43. Afifah Asna Dewi, S.Si.

Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda → Kabid PAUD & DIKMAS Dinas Pendidikan


44. Rahmad Kurniawan, S.A.N., M.M.

Kasubid Koordinasi Anggaran BPKAD → Kasubid Opsen Pajak Bapenda


45. Dessi Mauliani, S.E., M.M.

Kasubid Penerimaan & Keteriban Pendapatan BPKAD → Kasubid Pengelolaan Pajak BPHTB Bapenda


46. Nursamsiah, S.E., M.M.

Kasubag Umum Dinas Pariwisata → Kasubag Umum & Kepegawaian Dinas Pariwisata


47. Rusdi, S.E.

Kasi Ketenagaan Pendidikan Dasar → Kasi Ketenteraman & Ketertiban Kec. Air Naningan


48. Madrizal, S.Pd – Kasi Kurikulum SMP → Kasi Kesejahteraan Masyarakat Kec. Sumberrejo


49. Zainal Yulianto, S.E. – Kasi Pendidikan Anak Usia Dini → Kasi Trantib Kec. Kota Agung Timur.


ESELON IV-a & IV-b (NOMOR 50–75).


(Bagian yang min bilang sebelumnya belum masuk — sekarang sudah lengkap)


50. Iskandar, S.Ag., M.Pd.I

Kasie Pendidikan Masyarakat (DIKMAS) Dinas Pendidikan → Kasie PAUD & DIKMAS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.


51. Muhlisin, S.E.

Kasie Sarana Prasarana SD Dinas Pendidikan → Kasie Sarpras SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.


52. Deny Robiansyah, S.Sos

Kasubbag Perencanaan & Pelaporan Setda Perikanan → Kasubbag Perencanaan Setda Perikanan.


53. Netti Parida, S.E.

Kasubbag Umum & Kepegawaian BPKAD → Kasubbag Umum Dinas Perikanan.


54. Henri, S.IP

Kasubbag Kebijakan Belanja & Kas Daerah BPKAD → Kasubbag Pengelolaan Kas BPKAD.


55. Kemala Sari, S.Kom., M.M.

Kasubbag Pengelolaan Belanja Langsung BPKAD → Kasubbag Umum Dinas Perkebunan dan Peternakan.


56. Hafizun Zikri, S.E.

Kasubbag Umum Setda Perkebunan & Peternakan → Kasie Pembangunan Kecamatan Talang Padang.


57. Bambang Irawan, S.E., M.M.

Kasubbag Pemanfaatan & Monitoring Aset Daerah BPKAD → Kasubbag Pemanfaatan & Pengawasan Barang Milik Daerah BPKAD.


58. Erlina Permatasari, S.E.

Kasubbag Perencanaan & Evaluasi Kecamatan Bulok → Kasubbag Penatausahaan Barang Milik Daerah BPKAD.


59. Mas Eko Februanto, S.E.

Penelaah Teknis BPKAD → Kasubbag Belanja Daerah BPKAD.


60. Agus Ant Sopian, S.Kom.

Penelaah Teknis BPKAD → Kasubbag Akuntansi & Pelaporan BPKAD.


61. Ferdiansyah, S.E., M.M.

Kasubbag Akuntansi Pendapatan BPKAD → Kasubbag Penyusunan Anggaran BPKAD.


62. Joni Fariansyah, S.E., M.M.

Kasubbag Anggaran BPKAD → Kasubbag Koordinasi Anggaran BPKAD.


63. Fresly Bistok Simanjuntak, S.E.

Kasubbag Evaluasi Pendapatan BPKAD → Kasie Pembangunan Kecamatan Ulu Belu.


64. Eva Putrisia, S.H., M.M.

Kasubbag Penetapan Pajak BPKAD → Kasubbag Tata Usaha UPTD DPPPA.


65. Eliawati, S.E.

Kasubbag Pendataan Pendapatan BPKAD → Kasubbag Umum & Kepegawaian Sekretariat Baznas Tanggamus


66. Rio Iskandar, S.IP.

Lurah Kuripan → Kasie Pendapatan Kecamatan Air Naningan.


67. M. Rizki, S.E.

Penelaah Teknis Dinas Kominfo → Lurah Kuripan Kecamatan Kota Agung.


68. Nuriyanto, S.E.

Perencana Ahli Muda Dinas PUPR → Kasie Pemerintahan Kecamatan Kelumbayan Barat.


69. Febriyanto, S.T.

Kasubbag Tata Usaha UPT Pengairan Bulok Dinas PUPR → Kepala UPTD Pengairan Bulok.


70. Irwan Sugianto, S.E.

Penelaah Teknis Dinas PUPR → Kepala UPTD Pengairan Talang Padang.


71. Christina Dian Kurniawati, S.E.

Kasubbag Umum & Kerjasama Sekretariat KORPRI → Kepala UPTD Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura Gisting.


72. Andi Susanto, S.Kom.

Kasie Sarpras SMP Disdik → Kasubbag Tata Usaha UPTD Pertanian Wonosobo.


73. Handayani, S.E.

Kasubbag Olahraga & Seni Budaya Setda KORPRI → Kepala Seksi Pengembangan Benih Tanaman Hortikultura.


74. Rexila Febta Diana, S.I.P.

Kasubbag Bantuan Hukum & Sosial Setda KORPRI → Kasubbag TU UPTD Tanaman Perkebunan.


75. Fitriya Jafreni, S.E.

Kasie Ketenagaan Pendidikan Anak Usia Dini Disdik → Kasubbag Perencanaan & Evaluasi UPTD Pertanian Sumberjo.