Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Budaya. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Budaya. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Lantik 47 Kepala Sekolah : Bupati Tanggamus Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., melantik dan mengambil sumpah/janji 47 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Dalam pelantikan tersebut, Bupati menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan Jumat, (16/10/2026). 


Pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Utama Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus, dengan dihadiri Sekretaris Daerah, para staf ahli Bupati, Asisten, Inspektur, Kepala BKPSDM, Kepala BKAD, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kebag Prokopim. 


Dalam sambutannya, Saleh Asnawi menyampaikan ucapan selamat kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diberikan bukan sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab besar terhadap kemajuan pendidikan dan masa depan generasi penerus.


“Saya tegaskan lagi, tidak ada jual beli jabatan. Saya minta semua menjalankan amanah dan tanggung jawab dengan baik,” tegas Saleh Asnawi.


Menurutnya, jabatan kepala sekolah harus dijalankan dengan kesadaran bahwa setiap tanggung jawab tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada bangsa, negara, dan masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah SWT.


Bupati berharap para kepala sekolah segera melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, meningkatkan kinerja, serta menjadi teladan di lingkungan sekolah masing-masing.


Ia menekankan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memperkuat mutu pembelajaran, meningkatkan prestasi peserta didik, membangun budaya belajar yang positif, serta mempersiapkan generasi yang unggul dan mampu menghadapi tantangan masa depan.



“Jabatan kepala sekolah adalah amanah, bukan sekadar kedudukan atau kebanggaan. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk menentukan arah kemajuan sekolah, membangun budaya belajar yang positif, serta memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.


Saleh Asnawi juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap perundungan, kekerasan, maupun perlakuan yang merugikan peserta didik.


Selain itu, kepala sekolah diminta mengelola anggaran dan aset sekolah secara transparan serta akuntabel, menghindari penyalahgunaan wewenang dan konflik kepentingan, serta menjalankan seluruh tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Bupati turut menekankan bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai oleh kepala sekolah seorang diri. Diperlukan kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan, orang tua, masyarakat, dan pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas.



“Pemimpin sekolah harus memberikan keteladanan, bukan hanya instruksi. Saya mengharapkan pemimpin yang bekerja nyata, mampu menyelesaikan persoalan, dan membawa perubahan positif bagi sekolah,” katanya.


Ia menambahkan, masa depan Kabupaten Tanggamus sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan anak-anak saat ini. Karena itu, seluruh unsur pendidikan diharapkan menjalankan peran masing-masing dengan sungguh-sungguh demi mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik.


DAFTAR 47 KEPALA SEKOLAH YANG DILANTIK


Berdasarkan rekapitulasi data BKPSDM Kabupaten Tanggamus yang diterima, berikut nama-nama pejabat beserta jabatan kepala sekolah yang diemban setelah pelantikan.


1. Jumadi, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Way Asahan, Kecamatan Pematang Sawa.


2. Jamastuti, S.Pd.I.

Kepala SD Negeri 1 Rantau Tijang, Kecamatan Pugung.


3. Susani Lita Sari, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Terbaya, Kecamatan Kota Agung.


4. Pebri Puspitasari, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Maja, Kecamatan Kota Agung Barat.


5. Mestiana Wati, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Kanoman, Kecamatan Semaka.


6. Jakfar Sidiq, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Sudimoro, Kecamatan Semaka.


7. Sri Indah Wahyuni, S.Pd.

Kepala TK Negeri 1 Air Naningan, Kecamatan Air Naningan.


8. Haryati Boru Saragih, S.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Sinar Sekampung, Kecamatan Air Naningan.


9. Agung Marinir, S.Pd.

Kepala TK Negeri 1 Bandar Negeri Semuong, Kecamatan Bandar Negeri Semuong.


10. Endang Sri Hartati, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 2 Sukamara, Kecamatan Bulok.


11. Erni Asih, S.Ag.

Kepala SD Negeri 3 Suka Agung Barat, Kecamatan Bulok.


12. Mustaqim

Kepala SD Negeri 1 Banjarmasin, Kecamatan Bulok.


13. Sri Mulyani, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 2 Sukanegara, Kecamatan Bulok.


14. Hanifa Cahyani, S.Pd.

Kepala SD Negeri 01 Suka Agung, Kecamatan Bulok.


15. Neri Yuspa, S.Pd.

Kepala SD Negeri 2 Suka Agung, Kecamatan Bulok.


16. Muhammad Nasir, S.Pd.

Kepala SD Negeri 4 Suka Agung, Kecamatan Bulok.


17. Yanuar Rindrawansyah, M.Pd.

Kepala SMP Negeri 1 Bulok, Kecamatan Bulok.


18. Mariani, S.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Gisting Permai, Kecamatan Gisting.


19. Roslan, S.Pd.

Kepala SMP Negeri 1 Kota Agung Barat, Kecamatan Kota Agung Barat.


20. Danang Pandu Aji, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri Binjai Wangi, Kecamatan Pugung.


21. Mahfud Mahi, S.Pd.

Kepala SD Negeri Kayu Ubi, Kecamatan Pugung.


22. Yuria Yusuf, M.Pd.

Kepala SMP Negeri 2 Pugung, Kecamatan Pugung.


23. Sudi Lestari, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Gedung Agung, Kecamatan Pulau Panggung.


24. Yeni Ervayanti, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 2 Muaradua, Kecamatan Pulau Panggung.


25. Parti, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Tanjung Gunung, Kecamatan Pulau Panggung.


26. Patriyani, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 2 Karang Rejo, Kecamatan Semaka.


27. Eko Budi Ertanto, S.Pd.

Kepala SD Negeri 2 Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo.


28. Suratinem, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Argomulyo, Kecamatan Sumberrejo.


29. Kudiyah, M.Pd.

Kepala SD Negeri 2 Argomulyo, Kecamatan Sumberrejo.


30. Roid Kamaluddin, M.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Sidomulyo, Kecamatan Sumberrejo.


31. Veiha Yonata, M.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Way Halom, Kecamatan Talang Padang.


32. Candra, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 2 Datarajan, Kecamatan Ulu Belu.


33. Winarsi, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Airabang, Kecamatan Ulu Belu.


34. Parida Wati, S.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Bandar Kejadian, Kecamatan Wonosobo.


35. Septia Ardini, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 2 Banding Agung, Kecamatan Talang Padang.


36. Mutmainnah, M.Pd.

Kepala SMP Satu Atap 2 Cukuh Balak, Kecamatan Cukuh Balak.


37. Aisan, S.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Suka Merindu, Kecamatan Talang Padang.


38. Murhanah, S.Pd.I.

Kepala SD Negeri 1 Tanjung Betuah, Kecamatan Cukuh Balak.


39. Emawati, M.Pd.

Kepala SMP Negeri 2 Ulu Belu, Kecamatan Ulu Belu.


40. Wahyudi, S.Pd.

Kepala SD Negeri 2 Penantian, Kecamatan Ulu Belu.


41. Farida Isnaini, S.Pd.

Kepala SD Negeri Merbau, Kecamatan Kelumbayan Barat.


42. Meriyanti, S.Pd.

Kepala SD Negeri 2 Guringgarsari, Kecamatan Ulu Belu.


43. Mirzan, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 3 Ngarip, Kecamatan Ulu Belu.


44. Puspita Vemilia Sari, M.Pd.

Kepala SD Negeri 1 Sukamaju, Kecamatan Ulu Belu.


45. Delfa Fitri, S.Pd.SD.

Kepala SD Negeri 1 Kali Bening, Kecamatan Talang Padang.


46. Dayani Hasbi, S.Pd.

Kepala SMP Negeri 1 Limau, Kecamatan Limau.


47. Maradonna Z, S.Pd., M.M.

Kepala SMP Negeri Satu Atap 2 Pematang Sawa, Kecamatan Pematang Sawa.


Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kepemimpinan sekolah di Kabupaten Tanggamus. Para kepala sekolah yang baru dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah secara profesional, memperkuat kualitas pembelajaran, menjaga integritas, serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas bagi seluruh peserta didik.

Kapolres AKBP AH Hudi Arif Tiba Di Polres Tanggamus Disambut Siger Pangunten Hingga Tradisi Pedang Pora

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Kapolres Tanggamus yang baru, AKBP AH Hudi Arif, S.T.P., S.I.K., M.A., tiba di Mapolres Tanggamus, Kedatangannya disambut langsung oleh Wakapolres Tanggamus Kompol Fredy Aprisa Putra, S.H., M.H., bersama jajaran di gerbang utama Mapolres setempat Selasa, (6/10/2026). 


Penyambutan kemudian dilanjutkan dengan nuansa budaya Lampung melalui Tari Siger Pangunten yang dibawakan oleh siswa SMA Negeri 1 Kota Agung. Tari tradisional tersebut menjadi bagian dari penyambutan sebagai bentuk penghormatan kepada Kapolres Tanggamus yang baru.


Selain Tari Siger Pangunten, dua Polisi Cilik (Pocil) Polres Tanggamus turut menyambut kedatangan AKBP AH Hudi Arif dengan menyerahkan buket bunga. Penyambutan juga diwarnai pemberian selendang tapis sebagai bagian dari nuansa budaya Lampung.


Usai rangkaian penyambutan tersebut, Kapolres Tanggamus menerima jajar hormat dan laporan kondisi Markas Komando (Mako) dari personel Sat Samapta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan para pejabat utama Polres Tanggamus kepada Kapolres yang baru.



Tak berhenti di situ, rangkaian penyambutan dilanjutkan dengan Tradisi Pedang Pora. Sebanyak 15 personel, termasuk komandan pleton (danton), mengikuti prosesi tersebut di bawah pimpinan Ipda Ujang Wahyudi selaku KSPKT Polres Tanggamus.


Tradisi Pedang Pora menjadi salah satu bentuk penghormatan dalam penyambutan pejabat baru di lingkungan Kepolisian. Setelah seluruh rangkaian penyambutan selesai, AKBP AH Hudi Arif kemudian melanjutkan kegiatan internal bersama jajaran Polres Tanggamus.


Usai tradisi Pedang Pora, Kapolres AKBP AH Hudi Arif, selanjutnya disambut Kapolres Tanggamus lama AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., bersama istri di koridor utama Mapolres.


Kasi Humas Polres Tanggamus AKP Sofyansyah, S.H., mengatakan, rangkaian penyambutan Kapolres AKBP AH Hudi Arif dilaksanakan melalui sejumlah kegiatan.


“Kegiatan di antaranya penyambutan awal, laporan kesatuan, commander wish di lapangan dan aula. Pada sore harinya dilaksanakan pelepasan AKBP Rahmad Sujatmiko,” kata AKP Sofyansyah.

Lampung Barat Sabet Juara Kabupaten Terkreatif Di Lampung Tapis Karnaval 2026

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- Kabupaten Lampung Barat kembali mengharumkan nama daerah. Dalam ajang Lampung Tapis Karnaval yang merupakan rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026, kontingen yang berasal dari Bumi Beguai Jejama dinobatkan sebagai Kabupaten Terkreatif Minggu, (30/08/2026). 


Karnaval digelar dengan rute start dari Bundaran Tugu Gajah dan finish di Lapangan Saburai, Bandar Lampung. Ajang ini diikuti oleh 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dengan menampilkan kekayaan budaya, busana adat, dan potensi wisata masing-masing daerah.


Kontingen Lampung Barat tampil dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DISPORAPAR) Bernaria didampingi Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekraf Imam Sumantri beserta puluhan seniman, dan pelajar.


Berna mengatakan, Lampung Barat mengusung tema Pesona Bumi Sekala Bekhak. Konsep ini menampilkan tiga unsur utama, mitologi, budaya khas Lampung Barat dan berbagai destinasi wisata yang ada Lampung Barat.



"Kami sangat bangga dan berterima kasih. Juara Terkreatif ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Tema Pesona Bumi Sekala Bekhak kami angkat untuk memperkenalkan bahwa Lampung Barat punya cerita, punya budaya, dan punya destinasi wisata yang luar biasa," ujar Bernaria.


Ia menambahkan, keikutsertaan ini juga menjadi strategi promosi pariwisata dan ekonomi kreatif. 


"Harapan kami, setelah tampil di Tapis Karnaval ini, wisatawan semakin penasaran dan datang langsung ke Lampung Barat," lanjutnya.


Sebagai kepala daerah, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus turut mengapresiasi prestasi tersebut. Ia menyebut penghargaan ini bukti bahwa kreativitas masyarakat Lampung Barat mampu bersaing di tingkat provinsi.


"Saya ucapkan selamat kepada seluruh kontingen. Ini kemenangan kita bersama. Jadikan Juara Terkreatif ini sebagai motivasi untuk terus berinovasi dan menggali potensi budaya yang kita miliki," kata Parosil.


Menurut Parosil, budaya adalah identitas dan juga penggerak ekonomi. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat akan terus mendukung kegiatan seni dan budaya agar bisa dikemas lebih menarik dan bernilai ekonomi.


Dengan raihan juara Kabupaten Terkreatif, Lampung Barat membuktikan bahwa mengangkat jati diri daerah dengan kemasan kreatif mampu menarik perhatian dan memenangkan hati masyarakat Lampung.


"Ke depan kita harus konsisten. Budaya kita jaga, pariwisata kita kembangkan, dan UMKM kita ikut naik kelas," Tutupnya.

Bupati Tanggamus Lantik 78 Pejabat Tekankan Integritas Dan Budaya Kerja Jalan Lurus



Tanggamus,(gerakmedia) -- Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. melantik dan mengambil sumpah/janji 78 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Rabu (26/8/2026).


Pelantikan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Islamic Center Kotaagung dan mencakup Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas serta Kepala UPTD Puskesmas.


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan Camat.


Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi mengatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari pembinaan dan pengembangan karier ASN sekaligus pemenuhan kebutuhan organisasi agar roda pemerintahan berjalan efektif, profesional dan berkesinambungan.


“Jabatan yang kalian emban bukanlah sekadar kedudukan dalam struktur organisasi. Di balik itu terdapat amanah dan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan dan organisasi, tetapi juga kepada masyarakat dan tentunya kepada Allah SWT,” kata Saleh Asnawi.


Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik menjalankan amanah dengan integritas, profesionalisme, disiplin dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Empat Pejabat JPT Pratama


Untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, empat pejabat yang dilantik yakni Arpin, S.Pd., M.M. sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik; Hendra Wijaya Mega, S.T., M.T., M.M. sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; Dharma Saputra, S.E., M.H. sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM; serta Ir. Belli Pahlupi, S.T., M.T. sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja.


Bupati meminta para pejabat pimpinan tinggi pratama tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi mampu membaca tantangan, membangun inovasi dan memastikan seluruh jajaran bekerja dalam satu arah.



“Jangan hanya berorientasi pada rutinitas. Saudara harus mampu melihat persoalan secara lebih luas, membaca tantangan ke depan, membangun inovasi, serta memastikan seluruh jajaran bekerja dalam satu arah dan satu tujuan,” tegasnya.


14 Camat Dilantik


Dalam daftar 78 pejabat tersebut, terdapat 14 camat yang mendapat amanah baru, yakni:


1. Ali Imron, S.H., M.M. — Camat Wonosobo

2. Aguslan, S.Sos. — Camat Cukuh Balak

3. Eko Setiono, S.E., M.M. — Camat Gisting

4. Iskandar, S.Ag., M.Pdi. — Camat Kelumbayan

5. Nurdiansyah, S.STP., M.Si. — Camat Kelumbayan Barat

6. Edi Yulian, S.E., M.M. — Camat Pematang Sawa

7. Romas Yadi, S.Sos., M.M. — Camat Pugung

8. Yusmanto Agung, S.E. — Camat Semaka

9. Joni Repi, S.E., M.M. — Camat Pulau Panggung

10. Senen, S.P., S.Pd. — Camat Sumberejo

11. Edwin Syah, S.E., M.M. — Camat Air Naningan

12. Enie Yusnita Linda, S.E. — Camat Ulu Belu

13. Sujono, S.E. — Camat Bandar Negeri Semuong

14. Sarif Hidayat Bangsawan, S.STP., M.Si. — Camat Kota Agung Barat


Khusus kepada para camat, Bupati menegaskan peran mereka sebagai koordinator pemerintahan di tingkat kecamatan sekaligus pelaksana sebagian kewenangan yang dilimpahkan Bupati.


“Camat memiliki peran strategis sebagai koordinator yang akan mengkoordinasikan seluruh elemen pemerintahan di tingkat kecamatan,” ujar Saleh.


Para camat juga diminta segera mengikuti Pelatihan Kepamongprajaan guna meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam menjalankan tugas.


Pejabat Administrator dan Pengawas


Sejumlah pejabat administrator dan pengawas yang dilantik antara lain:


- Riswanda Djunaidi, S.E., M.M. — Sekretaris Dinas Tenaga Kerja.

- Ristika Trianita, S.STP., M.Si. — Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga.

- Henri Fatra, S.T., M.M. — Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral pada Dinas Tenaga Kerja.

- Ricardo Putrayasa, S.A.B. — Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

- Dhani Riza Efriansyah, S.T. — Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.

- Erlan Deni Saputra, S.Sos., M.M. — Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur pada Satuan Polisi Pamong Praja.

- Nauval, S.Sos. — Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.

- Syafrizal, S.Pd.I., M.Pd. — Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

- Gigih Rudiansyah, S.E. — Kepala Bidang Persandian pada Dinas Komunikasi dan Informatika.

- Ovi Ariansyah, S.IP. — Kepala Bidang Kearsipan Dokumentasi pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

- Bambang Probo Sampurno, S.STP., M.Si. — Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga.

- Lutfi Sobri, S.Pi., M.Si. — Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan.

- Rodiyal, S.E. — Kepala Bidang Pengawasan Perikanan pada Dinas Perikanan.

- Jauhari, S.E. — Kepala Bidang Penunjang dan Sarana Prasarana pada RSUD Batin Mangunang.


Selain itu, dilantik pula sejumlah sekretaris kecamatan, kepala UPTD, kepala seksi, kepala subbagian dan pejabat lainnya hingga total 78 orang.


13 Kepala Puskesmas


Pelantikan juga mencakup 13 Kepala UPTD Puskesmas, yaitu:


1. Beny Heranista, S.Tr.Keb. — Kepala UPTD Puskesmas Air Naningan.

2. Bdn. Maritha, S.ST. — Kepala UPTD Puskesmas Kota Agung.

3. dr. Inten Kumala Sari — Kepala UPTD Puskesmas Gisting.

4. Fran Adrian, S.Kep. — Kepala UPTD Puskesmas Wonosobo.

5. Ns. Meli Sugiarti, S.Kep., M.M. — Kepala UPTD Puskesmas Gunung Sari.

6. Supriyanto, S.K.M. — Kepala UPTD Puskesmas Ngarip.

7. Eni Sapriani MD, SST., M.Kes. — Kepala UPTD Puskesmas Margoyoso.

8. Bdn. Diana, S.Tr.Keb. — Kepala UPTD Puskesmas Martanda.

9. dr. Tri Ayuni Laraswati — Kepala UPTD Puskesmas Way Nipah.

10. dr. Indah Pratiwi, S.Ked. — Kepala UPTD Puskesmas Talang Padang.

11. dr. Vinda Rhendia — Kepala UPTD Puskesmas Sanggi.

12. dr. Ice Malahani Indha Wulan — Kepala UPTD Puskesmas Bulok Sukamara.

13. dr. Neli Widiastuti, M.M. — Kepala UPTD Puskesmas Sumanda.


Kepala UPTD Puskesmas juga diminta segera mengikuti Pelatihan Manajemen Puskesmas. Bupati meminta BKPSDM bersama Dinas Kesehatan memfasilitasi pelaksanaan pelatihan tersebut.


Perkuat Budaya Kerja “Jalan Lurus”


Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Bupati Saleh Asnawi menekankan empat hal utama, yakni menjaga integritas, loyalitas dan profesionalisme; memperkuat budaya kerja “Jalan Lurus”; meningkatkan pelayanan publik melalui inovasi, percepatan kinerja dan teknologi informasi; serta membangun sinergi dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.


“Bekerja dengan jujur, disiplin, bertanggung jawab dan istiqomah dalam pengabdian,” pesannya.


Ia berharap seluruh pejabat yang baru dilantik mampu memberikan dedikasi terbaik dan menjadikan jabatan sebagai amanah untuk meningkatkan kualitas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat Tanggamus.


“Laksanakan amanah ini dengan penuh rasa tanggung jawab, berikan dedikasi dan loyalitas terbaik,” pungkasnya.

Penyerahan Piala SD N 1 Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus

 



Tanggamus,(gerakmedia) -- Sekolah Dasar Negri (SD N) Gisting Permai Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan karnaval Senin,(24/08/2026). 


Sekolah Dasar Negri (SD N) 1 Gisting Permai melakukan kegiatan pembagian Piala karnaval Acara pembagian Piala ini dihadiri oleh kepala sekolah, bapak guru, ibu guru dan wali murid juga turut antusias menghadiri acara tersebut.


Pembagian Piala karnaval oleh kepala sekolah SD N 1 merupakan bentuk apresiasi langsung untuk merayakan presentasi kreativitas, dan kerja keras seluruh warga sekolah. 



Aktivitas ini memiliki banyak dampak positif jika dikelola dengan baik, Manfaat Kegiatan Meningkatkan motivasi Siswa lebih semangat berkompetisi sehat.


Membangun Kebanggaan Menumbuhkan rasa cinta terhadap sekolah, Apresiasi kreativitas menghargai kerja keras guru siswa dan orang tua Langkah optimal paska kegiatan publikasi presentasi


Kegiatan ini juga diharapkan dapat menginspirasi para siswa untuk terus berkarya serta ikut menjaga dan melestarikan budaya dan lingkungan.

(Amrullah)

Bupati Saleh Asnawi Lepas Karnaval Budaya HUT Ke-81 RI Di Kota Agung

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Suasana Taman Kotaagung, Kabupaten Tanggamus berlangsung meriah. Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan Karnaval Budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Kota Agung Rabu,(19/8/2026). 


Karnaval mengusung tema Generasi yang Tangguh, Bersatu, Semangat Berkarya Menyongsong Indonesia Emas 2045 dan secara resmi dilepas oleh Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H.


Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian pesta rakyat untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Peserta berasal dari berbagai jenjang, mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga masyarakat umum.


Pelaksanaan karnaval dibagi dalam dua sesi. Peserta dari jenjang PAUD, TK dan SD mengikuti pawai pada pagi hingga menjelang siang. Sementara peserta SMP, SMA dan masyarakat umum melanjutkan kemeriahan karnaval setelah salat Dzuhur.



Camat Kotaagung Adi Putra dalam laporannya menyampaikan, secara keseluruhan karnaval diikuti sekitar 65 peserta dari berbagai unsur pendidikan, pekon dan kelurahan serta kelompok masyarakat umum.


Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hingga siang. Warga memadati sejumlah ruas yang menjadi jalur karnaval untuk menyaksikan beragam penampilan, kostum dan kreativitas peserta.


Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi mengapresiasi panitia, peserta, para guru, pemerintah pekon dan kelurahan serta masyarakat yang telah ikut menyukseskan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI.


“Mari kita sebagai warga masyarakat Kota Agung untuk tetap bersatu, kompak, mencurahkan segala daya upaya untuk membangun Kabupaten Tanggamus yang sama-sama kita cintai menjadi lebih baik lagi,” ujar Saleh Asnawi.


Menurutnya, karnaval tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan serta menampilkan kreativitas dan potensi budaya dari berbagai kelompok masyarakat.


Usai menyampaikan sambutan, Bupati Saleh Asnawi secara resmi melepas peserta karnaval sesi siang yang diikuti pelajar SMP, SMA dan masyarakat umum.


Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Tanggamus Dra. Hj. Siti Mahmudah Saleh, M.Pd., Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Tanggamus Veni Vera Wati, Anggota DPRD Tanggamus Reza Dinata, Kapolsek Kotaagung, Camat Kotaagung, Kabag Prokopim, Tim PKK  kecamatan, lurah dan kakon serta panitia pelaksana.


Karnaval berlangsung semarak dengan berbagai kreasi peserta yang mencerminkan keberagaman, semangat persatuan dan kecintaan terhadap budaya. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat gotong royong serta menumbuhkan semangat generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Amrullah

APIP Inspektorat Tanggamus Teken Fakta Integritas Bukan Sekedar Seremonial



Tanggamus,(gerakmedia) -- Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus menegaskan komitmen menjalankan tugas secara independen, objektif, profesional dan akuntabel melalui penandatanganan Pakta Integritas APIP, Jum'at (13/8/2026). 


Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Kantor Bupati Tanggamus, dan disaksikan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., bersama jajaran Asisten I, Asisten II dan Asisten III.


Turut hadir Inspektur Daerah Tanggamus Drs. Suhendar Zuber, M.Si., CGCAE., sekretaris dan para Inspektur Pembantu (Irban), pejabat struktural, pejabat fungsional auditor dan PPUPD, serta jajaran staf Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus.


Pakta integritas tersebut memuat empat komitmen utama, yakni bersikap independen dan objektif, profesional dan akuntabel, menjaga kerahasiaan data, dokumen serta informasi terkait tugas pengawasan, serta menjadi garda terdepan dalam mengawal dan mewujudkan budaya kerja JALAN LURUS.


Inspektur Daerah Tanggamus Suhendar Zuber mengatakan penandatanganan pakta integritas menjadi bentuk komitmen jajaran APIP dalam menjalankan tugas pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sekaligus memperkuat upaya pencegahan korupsi, kolusi dan nepotisme.


Ia menjelaskan, komitmen tersebut sejalan dengan amanat UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.



“Ini menjadi langkah krusial untuk menegaskan penolakan terhadap segala bentuk KKN serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kinerja instansi,” ujar Suhendar.


Menurutnya, budaya kerja JALAN LURUS juga merupakan implementasi arahan Bupati Tanggamus agar jajaran Inspektorat tidak ragu dalam menjalankan fungsi pengawasan dan harus tegas terhadap setiap potensi penyimpangan.


Suhendar menambahkan, penandatanganan tersebut lahir dari kesadaran jajaran APIP untuk menjaga marwah institusi, menghindari benturan kepentingan dan menolak segala bentuk gratifikasi.


“Yang kita bangun adalah kesadaran bersama. Ini bukan hanya karena perintah atau kewajiban, tetapi tumbuh dari komitmen masing-masing untuk menjaga integritas,” katanya.


Sementara itu, Bupati Tanggamus Saleh Asnawi menegaskan bahwa pakta integritas tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata.


“Pakta integritas ini bukan hanya seremoni, tetapi harus betul-betul dipahami, dihayati dan dijalankan,” tegas Saleh.


Bupati menyebut APIP memiliki posisi strategis sebagai mata dan telinga pemerintah daerah dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan, termasuk mencegah terjadinya penyimpangan melalui fungsi pengawasan dan sistem peringatan dini.



Karena itu, ia meminta jajaran APIP bekerja secara efektif, profesional dan objektif tanpa rasa takut maupun pilih kasih.


“Kalau memang dinilai tidak benar, harus diambil tindakan. Jangan takut untuk melakukan pengawasan,” ujarnya.


Saleh juga menegaskan komitmennya untuk membangun pemerintahan yang bersih serta menolak praktik transaksional dalam birokrasi.


Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak mengenal praktik pembayaran untuk kepentingan jabatan, perpindahan maupun urusan kedinasan.


“Saya tidak pernah akan melayani kalau ada permainan uang. Niat saya tulus dan ikhlas untuk membangun Tanggamus,” tegasnya.


Bupati berharap penguatan integritas APIP dapat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan korupsi sekaligus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, profesional dan bertanggung jawab.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus menuju pengawasan yang independen, objektif dan berintegritas serta mendukung pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).


Lebih lanjut, Bupati Saleh Asnawi mengungkapkan komitmennya untuk terus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, termasuk melalui peningkatan dukungan anggaran bagi APIP secara bertahap.


Upaya tersebut diarahkan agar kapasitas dan efektivitas pengawasan semakin optimal, termasuk memenuhi kebutuhan anggaran pengawasan sesuai ketentuan dan kemampuan keuangan daerah.


“Dukungan terhadap APIP akan terus kita tingkatkan setiap tahun agar fungsi pengawasan dapat berjalan semakin maksimal,” ungkapnya.


Penguatan dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat tindak lanjut atas hasil pemeriksaan dan temuan, sekaligus memastikan setiap rekomendasi pengawasan dapat ditindaklanjuti secara serius oleh perangkat daerah.


Dengan demikian, penandatanganan Pakta Integritas APIP Tahun 2026 tidak hanya menjadi simbol komitmen, tetapi menjadi bagian dari langkah nyata Pemkab Tanggamus dalam memperkuat pengawasan, mencegah penyimpangan dan mewujudkan pemerintahan yang bersih serta berintegritas.


Penandatanganan Pakta Integritas khusus jajaran APIP ini menjadi langkah perdana yang dilaksanakan di Provinsi Lampung, sekaligus menandai komitmen Pemkab Tanggamus dalam memperkuat independensi dan integritas aparat pengawasan internal pemerintah.

Amrullah

Wakil Bupati Agus Suranto Dorong Seluruh OPD Bangun Zona Integritas

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto memimpin rapat pembahasan persiapan pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus di Ruang Rapat Kantor Wakil Bupati, Rabu (29/7/2026).


Rapat dihadiri Asisten III Setdakab Tanggamus Jon Novri, Inspektorat Daerah, Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), RSUD Batin Mangunang, serta Bagian Organisasi Setdakab Tanggamus.


Asisten III Setdakab Tanggamus Jon Novri menjelaskan, pembangunan Zona Integritas merupakan amanat Peraturan Menteri PANRB Nomor 5 Tahun 2024 tentang perubahan atas PermenPANRB Nomor 90 Tahun 2021 mengenai pembangunan dan evaluasi Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).


Ia mengatakan, penerapan Zona Integritas bertujuan memperkuat pencegahan korupsi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.



"Kalau tidak di minggu pertama atau minggu kedua Agustus, pencanangan akan kita laksanakan. Setelah itu OPD akan menjalankan tahapan-tahapan implementasi. Harapan kami ini bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar mampu mencegah praktik korupsi, pungutan liar dalam pelayanan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik," ujar Jon Novri.


Ia menjelaskan, tahap awal pembangunan Zona Integritas akan difokuskan pada lima lokus wajib sebagaimana diatur dalam regulasi, yakni rumah sakit daerah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, unit pelayanan terpadu satu pintu, sektor pendidikan, serta sektor ketenagakerjaan.


Meski demikian, Wakil Bupati Agus Suranto meminta semangat pembangunan Zona Integritas tidak berhenti pada lima organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.


Menurutnya, seluruh OPD hingga pemerintah kecamatan dan pekon harus memiliki komitmen yang sama dalam membangun budaya kerja yang berintegritas.


"Kalau memungkinkan jangan hanya fokus pada lima layanan. Sudah waktunya kita semuanya punya komitmen. Kalau sebagai pilot project boleh lima, sepuluh, atau bahkan kalau mampu sekalian semuanya. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh layanan pemerintah mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," tegas Agus Suranto.


Agus juga menilai keberhasilan pembangunan Zona Integritas membutuhkan tim pendamping yang lebih kuat. Menurutnya, pendampingan tidak bisa hanya dibebankan kepada Inspektorat yang memiliki keterbatasan personel dan tugas yang cukup banyak.


"Saya kira tim pendampingnya harus ditambah. Jangan hanya Inspektorat. OPD yang sudah berpengalaman dan berhasil membangun Zona Integritas harus ikut menularkan dan membina OPD lainnya. Dengan begitu kekuatan pendampingan akan semakin baik," katanya.


Pemerintah Kabupaten Tanggamus menargetkan pencanangan Zona Integritas dimulai pada awal Agustus 2026 sebagai langkah awal memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.

Amrullah

Asisten Pemerintahan Rakyat Tanggamus Resmikan Acara Lomba Tari Kreasi Garapan Tradisional



Kota Agung,(gerakmedia) -- Bupati Tanggamus yang diwakilkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat  Rully Runa Yuda, S. STP. M. Si, secara resmi membuka Acara Perlombaan Tari Kreasi Garapan Tradisional yang di Selenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tangaamus Tahun 2026 , acara berlangsung di Taman Soekarno Hatta Kecamatan Kotaagung, Rabu (22/7/2026).


Tema kegaitan hari ini adalah Dengan budaya kerja jalan lurus kita lestarikan warisan budaya Tanggamus melalui Kreativitas tari kreasi  Garapan Tradisional berbasis kearifan Lokal. 


Bupati Tanggamus yang diwakilkan oleh Asisten Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Ruli Runa Yuda S.STP. MSi., dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan apresiasi saya sampaikan kepada panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sehingga kegiatan ini terlihat meriah dan insyaallah sampai selesainya acara dapat berlangsung aman damai dan lancar. 


Penghargaan dan ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada peserta lomba dan tokoh seni yang hadir disini yang terus membimbing dan membina anak anak kita untuk terus mencintai tari kreasi dan budaya , mari terus jaga persatuan dan kesatuan kita angkat seni budaya yang ada di Kabupaten Tanggamus. 


Bupati juga mengatakan lomba tari kreasi garapan  tradisional ini bukan sekadar ajang kompetisi melainkan menjadi ruang kreativitas bagi para seniman koreografer dan sanggar seni dan generasi muda untuk terus berkarya dengan tetap tradisional nilai nilai budaya tradisional. 


Selanjutnya bupati berharap melalui kegiatan ini akan lahir penari penari berbakat koreografer kreatif dan karya karya tari yang mampu menjadi kebanggaan Kabupaten Tanggamus di tingkat Provinsi dan Nasional, ujarnya.



Dalam sambutan Kadis Pendidikan yang diwakilkan oleh Sekretaris Pendidikan Pramadya M. Kes Pelaksanaan Lomba Tari Kreasi Garapan Tradisional merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan daerah. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku seni, sanggar tari, sekolah, dan generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas melalui karya tari yang berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.


Kadis juga mengatakan kegiatan ini diselenggarakan sebagai implementasi program Pemerintah Daerah dalam urusan pemerintahan bidang kebudayaan, sekaligus mendukung upaya pelestarian seni tradisi agar tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya daerah.


Tujuan Pelaksanaan Kegiatan ini adalah

1. Melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

2. Meningkatkan kreativitas para koreografer, seniman, sanggar seni, dan generasi muda dalam menciptakan karya tari berbasis budaya lokal.

3. Menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan kepedulian masyarakat terhadap budaya daerah.

4. Menjadi media pembinaan, apresiasi, dan regenerasi pelaku seni tari di Kabupaten Tanggamus.

5. Mempromosikan potensi seni budaya Kabupaten Tanggamus kepada masyarakat yang lebih luas.


Sasaran Pelaksanaan kegiatan ini adalah sanggar seni, sekolah, komunitas seni, serta pelaku budaya yang berada di wilayah Kabupaten Tanggamus. 


Adapun peserta yang mengikuti lomba dari 16 Kecamatan diantaranya SMP N 1 Semaka, SD N 1 Way Jaha (Pugung) , Panca Sanata (Kelumbayan), SMP N 1 kota agung , Sanggar Jejama Seandanan (Pematang Sawa) , SMP 1 Kota Agung, Sanggar Seni Budaya Buana Agung (Bulok), SMP N 1 Kelumbayan Barat, Sanggar Juniordanceart (Pulau panggung) , Sanggar Khanggom Muakhi (Kota Agung Barat) , Sanggar Sai Makhga (Limau), Sanggar Khagom Budaya (Gisting) , SDN Sridadi Wonosobo , Sanggar Nawasena Mulia Larasati (Sumberejo), Sanggar Tungga Production (Kota Agung), SMP N 1 Bandar Negeri Semuong, SMP N 1 Kota Agung Timur, SMP N 1 Air Naningan, SMKS Muhammadiyah Kota Agung, Sanggar Jejama Seandanan (Pematang Sawa). 


Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan semata, tetapi mampu melahirkan karya-karya tari kreasi yang berkualitas, menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Tanggamus, serta dapat mewakili daerah dalam berbagai festival seni budaya di tingkat provinsi maupun nasional, ucapnya"



Hadir dalam acara kegiatan Bupati Tanggamus yang diwakilkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ruli Runa Yuda, S. ST. M. Si, Kadis Pendidikan yang diwakilkan oleh Sekretaris Pendidikan Pramadya, M, Kes, Anggota Dewan H. Tahang dari Praksi Gerindra, ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanggamus atau yang mewakili, Kepala OPD Kabupaten Tanggamus;  Camat se-Kabupaten Tanggamus , Lurah se-Kecamatan Kota Agung, Ketua DKT, PPSDSBL, Sanggar Tari; Dewan Juri dan peserta Lomba Tari Kreasi.

Wabup Tanggamus Ajak Warga Lestarikan Tradisi Bersih Pekon Dan Ruwat Mata Air Batu Kramat

 


Tangggamus,(gerakmedia) -- Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto menghadiri doa bersama dalam rangka Bersih Pekon dan Ruwatan Mata Air Batu Kramat di Pekon Batu Kramat, Kecamatan Kota Agung Timur, Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan masyarakat Minggu,(12/7/2026). 


Dalam sambutannya, Agus Suranto menegaskan bahwa kegiatan Bersih Pekon bukan sekadar membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga menjadi sarana membersihkan hati, mempererat persaudaraan, dan memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.


"Kegiatan Bersih Pekon ini bukan hanya sekadar bersih-bersih secara fisik, tetapi lebih kepada membersihkan hati dan pikiran dengan saling berkumpul, bersilaturahmi, serta berdoa bersama," ujar Agus Suranto.


Ia mengatakan, tradisi yang terus dipertahankan masyarakat Pekon Batu Kramat merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga kerukunan dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta kondusif.



Menurutnya, apabila kebersamaan dan silaturahmi terus terjalin, maka semangat gotong royong akan tetap hidup dan menjadi kekuatan utama dalam membangun pekon.


"Semoga kegiatan Bersih Pekon ini tidak hanya menjadi sebuah agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi budaya yang terus mengakar dalam kehidupan masyarakat," katanya.


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekaligus kebersihan jiwa dan raga sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.


"Kepada seluruh warga, mari kita selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan jiwa maupun kebersihan raga kita masing-masing demi terciptanya lingkungan yang sehat, rukun, dan harmonis," pungkasnya.


Kegiatan doa bersama berlangsung penuh khidmat dengan dihadiri Camat Kota Agung Timur beserta unsur Uspika, Kepala Pekon Batu Kramat Masrantok beserta jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Pekon Batu Kramat.

Gubernur Mirzani Dianugerahi Gelar Suntan Tihang Marga di Sekala Brak, Bupati Parosil : Ini Amanah Sekaligus Penguat Sinergi



Pekon Balak Batu Brak Lampung Barat,(gerakmedia) -- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dianugerahi Angkon Muakhi atau Pengakuan Bersaudara dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Kamis,(09/07/2026). 


Penganugerahan berlangsung di Lamban Gedung, Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, Dihadiri langsung oleh Bupati dan wakil Bupat Lampung Barat Parosil Mabsus - Mad Hasnurin beserta pemangku adat. 


Dalam prosesi adat yang sakral itu, Gubernur Mirzani diangkat sebagai saudara Sultan dan diberi gelar adat Suntan Tihang Marga. Beliau juga dikukuhkan sebagai Jamma Balak ni Saibatin atau Orang Besar di Kerajaan, serta dianugerahi Tongkat Pusaka Bindung Langit, Lencana Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung, dan Lencana Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).


Paduka Yang Mulia Saibatin Puniakan Dalom Beliau (PYM SPDB) Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, menjelaskan makna penting dari prosesi ini.


"Keberadaan Paksi Pak Sekala Bekhak terdiri dari empat kepaksian yakni Kepaksian Pernong, Kepaksian Buay Bejalan Diway, Kepaksian Buay Belunguh, Kepaksian Nyerupa. Empat kepaksian ini memiliki kedudukan yang sama dan memiliki wilayah masing-masing," kata beliau.


Lebih lanjut, Edward Syah menegaskan bahwa Angkon Muakhi ini bukan sekadar kegiatan seremonial namun sebuah bentuk rasa untuk menyatukan keguyuban yang akan diteruskan hingga generasi mendatang. 


 "Angkon muakhi ini adalah sebuah bentuk rasa untuk menyatakan hubungan yang guyup dan dekat untuk diteruskan dari generasi ke generasi. Tongkat yang kita berikan tadi bukan merupakan kebetulan, tongkat tadi memiliki makna dan nilai," ujar Pangeran Edward Syah Pernong.


Usai menerima gelar, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan terima kasih atas kehormatan besar dari Kepaksian Pernong.


"Bagi saya pribadi ini merupakan sebuah amanah yang harus terus dijaga, antara pemerintah dan pemangku adat," ujar Gubernur.


Gubernur Lampung menegaskan, ke depan setiap kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung akan diselaraskan dengan falsafah leluhur. 



"Dengan adanya anugerah ini, dalam mengambil kebijakan harus diselaraskan dengan falsafah leluhur. Ke depan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memperkuat budaya Lampung agar tetap lahir dan berkembang di Lampung," katanya.


Menurutnya, Kepaksian Pernong memiliki nilai strategis sebagai pilar pelestarian budaya. "Kepaksian Pernong ini wadah untuk menjaga identitas daerah dan memperkuat jati diri di tengah majunya zaman. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dengan pemangku adat akan mampu menarik wisata budaya. Lampung Barat ini kabupaten yang berkomitmen melestarikan warisan leluhur," tutup Gubernur.


Sementara, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan kebanggaan dan apresiasi atas penganugerahan tersebut.


 "Kebijaksanaan yang diberikan pimpinan adat ini merupakan proses yang sangat sakral. Atas nama Pemerintah Daerah saya memberi apresiasi setinggi-tingginya," ujar Bupati.


Di momen penting ini, Bupati Parosil juga menyampaikan beberapa titipan harapan kepada Gubernur. Pertama, terkait kelanjutan pembangunan yang berada di Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak. 


"Di masa kepemimpinan Gubernur Lampung Bapak Ridho Ficardo dulu, pernah digagas dan dibangun gedung yang merupakan sebuah kebanggaan masyarakat Lampung yang berada di Kabupaten Lampung Barat. Namun usai masa kepemimpinan Bapak Ridho pembangunan tersebut tidak dilanjutkan. Kami mengharapkan dukungan dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung agar dapat melanjutkan pembangunan gedung tersebut," harap Parosil.


Kedua, di bidang pendidikan. Bupati mengucapkan terima kasih atas kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung terkait penghapusan iuran komite di sekolah setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).


"Untuk mendukung program pendidikan, di bawah kepemimpinan saya bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin, kami mengagas berbagai program. Di antaranya pembagian tiga setel seragam gratis berikut alat tulis kepada seluruh siswa baru SD dan SMP se-Kabupaten Lampung Barat," jelasnya.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga memiliki program beasiswa kedokteran, seni dan budaya, kewirausahaan, hingga program satu keluarga satu sarjana. 


Bupati Lampung Barat juga menyampaikan terima kasih atas pembangunan Sekolah Luar Biasa di Lampung Barat oleh Pemerintah Provinsi Lampung. 


"Semoga sinergi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan para pemangku adat ini terus kuat. Dengan begitu, warisan budaya kita terjaga dan kesejahteraan masyarakat Lampung Barat semakin meningkat," pungkas Bupati Parosil.

Forkopimda Tanggamus Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah, Bupati : Pemerintah Harus Hadir Untuk Masyarakat

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengusung tema "Sinergi Forkopimda dalam Mewujudkan Kondusivitas IPOLEKSOSBUDHANKAM Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 dengan Budaya Kerja Jalan Lurus" di Ruang Rapat Bupati Tanggamus, Senin, (6/7/2026).


Rakor dipimpin Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. dan dihadiri Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko, Kejaksaan Negeri Tanggamus yang diwakili Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Tri Nurandi Sinaga, unsur Badan Intelijen Daerah (Binda), Sekretaris Daerah Suaidi, para asisten, kepala OPD, serta kepala bagian di lingkungan Pemkab Tanggamus.


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Tanggamus Rully Runa Yuda dalam paparannya menjelaskan, keberadaan Forkopimda bertujuan menciptakan hubungan harmonis antarunsur pimpinan daerah, menyelesaikan persoalan strategis, memperkuat deteksi dini, cegah dini, dan penanganan dini, sekaligus menjaga stabilitas politik, sosial, dan penyelenggaraan pemerintahan.


Ia juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah, mulai dari penguatan ideologi Pancasila, penyaluran bantuan keuangan partai politik, penertiban pasar, pemberantasan rokok ilegal, penertiban tambang ilegal, hingga pengembangan destinasi wisata Pantai Muara Indah.


Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo menegaskan bahwa kondisi politik di Kabupaten Tanggamus secara umum tetap kondusif meski dinamika internal partai politik tetap terjadi.


"Kalau bicara politik di Kabupaten Tanggamus, semuanya secara umum berjalan kondusif. Dinamika di internal partai merupakan hal yang wajar, tetapi secara keseluruhan situasi politik tetap aman dan kondusif," ujarnya.


Agung juga meminta agar setiap program pemerintah daerah benar-benar selaras dengan RPJMD dan visi misi kepala daerah sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.


Selain itu, ia menyoroti penataan pasar maupun penertiban tambang agar selalu dibarengi solusi bagi masyarakat.



"Ketika pemerintah melakukan penertiban, tentu harus diikuti solusi. Pedagang juga harus diberikan sarana dan prasarana sehingga penataan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat," katanya.


Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko menyampaikan sejumlah isu keamanan yang menjadi perhatian, mulai dari konflik lahan, kondisi Jembatan Way Kandis, kecelakaan lalu lintas, hingga upaya menjaga stabilitas keamanan menjelang berbagai agenda masyarakat.


Ia mengungkapkan, penyelesaian konflik lahan dilakukan melalui pendekatan persuasif sembari tetap menghormati proses hukum yang berjalan.


"Kami terus mengedepankan komunikasi kepada seluruh pihak agar tidak berkembang menjadi konflik sosial. Semua proses hukum berjalan dan kami mengajak masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," tegas Rahmat.


Kapolres juga menyampaikan perkembangan program penanaman bawang putih di Kecamatan Ulu Belu yang menjadi bagian dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.


Sementara itu, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono memaparkan sejumlah isu strategis daerah sepanjang Januari hingga Juni 2026 berdasarkan aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.


Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah maraknya penyebaran informasi bernuansa SARA dan hoaks di media sosial akibat rendahnya literasi digital masyarakat.


"Masih ditemukan unggahan bernuansa SARA yang berpotensi memicu perpecahan. Karena itu kami terus mengedukasi masyarakat melalui komunikasi sosial dan penguatan wawasan kebangsaan," ujarnya.


Dari sisi penegakan hukum, Kasi Datun Kejari Tanggamus Tri Nurandi Sinaga menyampaikan sejumlah perhatian, di antaranya potensi penyimpangan dana desa, tingginya penyalahgunaan narkotika, konflik agraria, hingga potensi polarisasi sosial pasca agenda politik.


Ia mengatakan Kejaksaan terus mengoptimalkan program Jaga Desa, penyuluhan hukum, serta mendorong pembangunan pusat rehabilitasi narkotika di Kabupaten Tanggamus.


"Kami berharap pemerintah daerah dapat mendukung pembangunan pusat rehabilitasi ketergantungan narkotika agar penanganan korban penyalahgunaan narkoba menjadi lebih efektif," katanya.


Sementara itu, perwakilan Binda Tanggamus, Fadil, mengungkapkan adanya sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, mulai dari penyebaran paham khilafah melalui komunitas terselubung, dinamika pergerakan mahasiswa, konflik satwa liar dengan masyarakat, aktivitas pertambangan ilegal di kawasan hutan, hingga peredaran senjata api ilegal yang diduga berkaitan dengan maraknya kasus begal.


Sekretaris Daerah Tanggamus Suaidi menekankan pentingnya komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan DPRD, sekaligus memperkuat koordinasi hingga tingkat Forkopimcam agar setiap persoalan sosial dapat diantisipasi sejak dini.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menegaskan seluruh persoalan akan dibahas secara komprehensif dengan melibatkan seluruh instansi terkait, termasuk persoalan tambang rakyat.


Menurutnya, pemerintah harus mampu membedakan aktivitas masyarakat untuk kebutuhan pribadi dengan kegiatan yang bersifat komersial.


"Kita harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi tentu ada batasannya. Kalau sudah bersifat komersial dan melanggar aturan, tentu harus ditindak sesuai ketentuan. Semua ini akan kita pelajari bersama agar ada solusi yang berpihak kepada masyarakat namun tetap sesuai aturan," tegas Bupati.


Ia berharap sinergi seluruh unsur Forkopimda terus diperkuat sehingga stabilitas daerah tetap terjaga dan pembangunan di Kabupaten Tanggamus dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Lambar Tanam 50 Pohon Buah Dan Bersih-bersih Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

  



Lampung Barat, (GM) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan aksi nyata. Sebanyak 50 pohon buah-buahan ditanam di pelataran Lamban Pancasila, Kecamatan Balik Bukit, Kamis (11/6/2026). 


Usai penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti bersih-bersih lingkungan perkantoran Pemerintah Daerah. Apel gotong royong dipimpin langsung Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Ahmad Hikami dan diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Lampung Barat.


Ahmad Hikami menegaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini bukan sekadar agenda seremonial. Namun sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga serta melestarikan lingkungan hidup.



"Lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari merupakan modal dasar terwujudnya kualitas hidup masyarakat yang lebih baik, sekaligus warisan berharga bagi generasi masa kini dan mendatang," ujar Ahmad Hikami dalam sambutannya.


Ia menyampaikan, saat ini berbagai tantangan lingkungan semakin nyata. Mulai dari pencemaran, persoalan pengelolaan sampah, kerusakan hutan dan lahan, hingga dampak perubahan iklim. Karena itu kata dia, pelestarian lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah saja.


"Upaya ini memerlukan keterlibatan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta berbagai pihak lainnya," katanya.


Menurut Hikami penanaman pohon buah di pelataran Lamban Pancasila ini sebagai bentuk aksi konkret. Selain menjaga keseimbangan alam dan mencegah bencana, pohon buah juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlangsungan hidup generasi mendatang.


Melalui momentum ini ia mengajak jajaran dan lapisan masyarakat memulai langkah sederhana namun berdampak besar. Di antaranya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan benar, serta menanam dan merawat pohon di lingkungan rumah maupun tempat kerja.


"Marilah kita jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya dan gaya hidup sehari-hari. Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab tinggi. Kita yakin Lampung Barat dapat menjadi kabupaten yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan," pungkasnya.

48 Santri Utama Pagar Nusa Tanggamus Diwisuda, Ditempa Tak Hanya Jadi Pesilat, Tetapi Penjaga Akhlak Dan Tradisi



Tanggamus, (GM) -- Semangat persaudaraan, nilai keislaman, dan pelestarian budaya pencak silat berpadu dalam acara Wisuda dan Tasyakuran Santri Utama Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Angkatan V Tahun 2026 yang digelar di Pekon Terbaya, Kecamatan Kota Agung, Minggu,( 7/6/2026).


Sebanyak 48 santri utama resmi diwisuda setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan, pembinaan, dan pengujian yang menjadi syarat kelulusan di lingkungan Pagar Nusa.


Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Mujibul Umam dan Edy Yalismi, Ketua PCNU Kabupaten Tanggamus KH. Samsul Hadi, Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Hajin M. Umar, unsur Uspika Kecamatan Kota Agung, para pendekar, pengurus, pelatih, serta keluarga santri wisudawan.


Sambutan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanggamus Suhartono.


Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pagar Nusa bukan sekadar wadah pembelajaran bela diri, melainkan ruang pembentukan karakter, akhlak, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.



"Pagar Nusa bukan semata untuk bela diri, mencari kekuatan atau dukungan teman. Pagar Nusa adalah wadah melestarikan budaya pencak silat Indonesia yang berkembang di lingkungan Nahdliyin dari Sabang sampai Merauke," demikian pesan Bupati.


Ia juga mengingatkan para santri bahwa tantangan terbesar dalam kehidupan bukan berasal dari luar diri manusia, melainkan dari dalam dirinya sendiri.


"Musuh terbesar umat manusia adalah dirinya sendiri, yaitu hawa nafsunya sendiri. Karena itu teruslah belajar, berlatih, dan menjaga akhlak," pesannya.


Bupati turut mengapresiasi para pendiri, tokoh, pendekar, dan pelatih Pagar Nusa yang selama ini tanpa lelah membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berbudaya, dan memiliki semangat pengabdian.


Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Hajin M. Umar menjelaskan bahwa wisuda merupakan bagian dari proses panjang kaderisasi yang telah dilalui para santri.


Menurutnya, seluruh peserta tidak hanya diuji kemampuan fisik dan teknik pencak silat, tetapi juga pemahaman keagamaan dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.


"Mereka sudah kita didik, kita tempa, dan melalui berbagai ujian. Ujian terakhir ini menjadi bukti bahwa mereka lulus secara fisik, pengetahuan, serta memahami nilai-nilai Nahdlatul Ulama dan Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi ruh Pagar Nusa," ujar Hajin M. Umar.


Ia menegaskan, setelah diwisuda para santri tidak berhenti berlatih, melainkan didorong untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengukir prestasi.


"Kita sudah memiliki banyak atlet yang meraih prestasi tingkat provinsi hingga nasional. Harapan kami, kader-kader Pagar Nusa ini terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet silat berprestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Tanggamus," katanya.


Hajin juga mengungkapkan bahwa seluruh pelatih dan pengurus hingga saat ini masih mengabdikan diri secara sukarela tanpa honor.


"Kami belum mampu memberikan honor kepada para guru dan pelatih. Ini adalah bentuk pengabdian lillahi ta'ala. Yang terpenting bagi kami adalah mencetak kader yang berakhlak, bertakwa, dan mampu membawa prestasi bagi diri, keluarga, serta daerahnya," ungkapnya.


Rangkaian kegiatan wisuda sendiri telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya melalui pembinaan mental dan spiritual. Para santri mengikuti shalawatan, istighotsah, ceramah keagamaan, hingga penguatan nilai-nilai ke-NU-an sebagai bagian dari pembentukan karakter.


Selain prosesi wisuda, acara juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi pencak silat dari sejumlah padepokan di Kabupaten Tanggamus. Penampilan diawali oleh santri Padepokan Tapak Karuhun Kota Agung di bawah asuhan Taufik Radianto, dilanjutkan Padepokan AsmaAllah Sumberjo asuhan Her Subagio, Padepokan Macan Kumbang asuhan Asep Hidayat, SPKI Ulu Belu asuhan Bahrul, serta atraksi dari padepokan yang dibina langsung oleh Hajin M. Umar dan perguruan Bandrong.


Pertunjukan tersebut mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.


Melalui wisuda angkatan kelima ini, Pagar Nusa Tanggamus menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan memiliki kecintaan terhadap tradisi serta nilai-nilai kebangsaan.

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolda Lampung Tegaskan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa Dan Pondasi Perdamaian Dunia




Lampung Selatan, (GM) -- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mapolda Lampung, Senin (1/6/2026). 


Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia.”


Dalam amanatnya, Kapolda Lampung menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.


“Pancasila harus terus hidup dalam setiap denyut nadi kehidupan berbangsa dan bernegara. 


Pancasila bukan hanya dasar negara yang mempersatukan keberagaman Indonesia, tetapi juga menjadi landasan moral dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan,” tegas Helfi.


Helfi menjelaskan, di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, hingga dinamika geopolitik internasional, Pancasila tetap menjadi bintang penuntun dan jangkar moral bagi bangsa Indonesia. 


Keberhasilan Indonesia menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Pancasila mampu menyatukan perbedaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Lebih lanjut, Helfi mengingatkan bahwa sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 



Menurutnya, nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi salah satu kontribusi penting Indonesia dalam membangun dialog dan menjembatani berbagai perbedaan di tingkat global.


“Peran aktif Indonesia dalam misi perdamaian dunia, kontribusi pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta komitmen menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih tertindas merupakan implementasi nyata dari nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujarnya.


Kapolda juga menekankan bahwa kemajuan pembangunan, ekonomi, maupun teknologi harus selalu diiringi dengan nilai moral dan etika yang berlandaskan Pancasila. 


Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan terus relevan menjawab tantangan zaman.


Selain itu, Kapolda mengingatkan pentingnya menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial, memberikan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat, serta memastikan tidak ada warga negara yang merasa terpinggirkan dalam proses pembangunan. 


Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.


Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Polda Lampung ditutup dengan pembacaan doa yang memohon kepada Allah SWT agar nilai-nilai Pancasila senantiasa menjadi pemersatu bangsa, memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, cinta tanah air, serta menjaga Indonesia tetap aman, damai, maju, dan berkarakter.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Polda Lampung mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sebagai fondasi dalam menjaga persatuan serta mewujudkan Indonesia yang semakin kuat di tengah dinamika global.

Bupati Tanggamus Buka BOTA-CAMPOTA Di Pantai Cukuh Batu : Promosi Daerah Tembus Mancanegara

 



TANGGAMUS, (GM) -- Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi membuka kegiatan Beaches On The Air (BOTA) dan Camping On The Air (CAMPOTA) di Pantai Cukuh Batu, Kota Agung, Kegiatan komunitas radio amatir ini dinilai mampu menjadi sarana promosi wisata hingga ke tingkat internasional Sabtu, (2/4/2026).


Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia dan komunitas yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia juga menyambut peserta dari berbagai daerah yang hadir di Tanggamus.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanggamus, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Terima kasih telah menjadikan Tanggamus sebagai lokasi kegiatan,” kata Saleh Asnawi.


Menurutnya, Tanggamus memiliki potensi alam yang lengkap, mulai dari garis pantai Teluk Semaka sepanjang 202 kilometer hingga kawasan pegunungan dan perbukitan.



“Kegiatan seperti ini penting, bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi media promosi daerah,” ujarnya.


Ia menjelaskan, BOTA merupakan aktivitas komunikasi radio yang dilakukan dari kawasan pantai, sementara CAMPOTA dilakukan dengan konsep berkemah di alam terbuka. Kegiatan ini, kata dia, menjadi wadah mempererat solidaritas sekaligus membangun kolaborasi antaranggota komunitas.


Bupati juga mengingatkan peserta untuk menjaga kebersihan lingkungan serta melestarikan budaya lokal selama kegiatan berlangsung.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tanggamus Suhartono, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan, Camat Kota Agung, serta Lurah Pasar Madang dan Baros.


Sementara itu, Ketua ORARI Lokal Tanggamus Heridwan Ghozali mengatakan kegiatan ini diikuti peserta dari sejumlah daerah seperti Lampung, Palembang, Bogor, dan Banten.


Ia menyebut, melalui komunikasi radio, kegiatan ini berpotensi mengenalkan Tanggamus hingga ke luar negeri.


“Kalau propagasi bagus, komunikasi bisa sampai ke luar negeri seperti Amerika, Brasil, Inggris, bahkan Rusia. Dari situ mereka bisa tahu Tanggamus,” kata Heridwan.


Menurutnya, kegiatan BOTA-CAMPOTA di Tanggamus merupakan salah satu yang terbesar sejauh ini dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah.


Ke depan, pihaknya juga berencana mengembangkan kegiatan serupa di kawasan pegunungan melalui konsep Summits On The Air (SOTA) di wilayah Gisting dan Ulubelu.


Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini ditutup pada Minggu, 3 April 2026, pukul 10.00 WIB.

Tanpa Data : Semua Jadi Sia-sia Wabup Agus Suranto Pimpin Komitmen EPSS 2026 Di Tanggamus

 


TANGGAMUS, (GM) -- Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, memimpin langsung penandatanganan Komitmen Bersama Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Talang Padang Rabu, (29/4/2026).


Momen ini bukan sekadar seremoni. Bersamaan dengan itu, juga dicanangkan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 sebagai langkah konkret memperkuat budaya data hingga ke tingkat pekon.


Kegiatan yang digelar secara hybrid sejak pukul 08.30 WIB ini turut dihadiri Kepala BPS Tanggamus Niken Hariyanti, Kepala Dinas Kominfo Suhartono, Kepala Bapperida Doni Sengaji Berisang, serta Kepala Dinas PMD Arpin.


Dalam tata kelola data daerah, Dinas Kominfo berperan sebagai wali data, sementara Bapperida sebagai koordinator data, memastikan seluruh proses pengelolaan data berjalan terarah, terintegrasi, dan sesuai prinsip Satu Data Indonesia.


Program Gagal Bukan Karena Anggaran, Tapi Data


Dalam sambutannya, Wabup Agus Suranto menegaskan persoalan klasik pembangunan bukan terletak pada minimnya anggaran, melainkan kualitas data.



“Banyak program pemerintah gagal tepat sasaran, bukan karena kekurangan anggaran, tetapi karena data yang digunakan tidak akurat, tidak mutakhir, dan tidak terintegrasi,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa pekon tidak boleh lagi hanya menjadi objek pendataan.


“Pekon hari ini tidak bisa lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi harus menjadi subjek yang mampu mengelola datanya sendiri,” lanjutnya.


Lebih jauh, Agus menyoroti pentingnya kolaborasi lintas OPD.


“Saya berharap seluruh perangkat daerah tidak lagi bekerja sendiri-sendiri dalam pengelolaan data. Ego sektoral harus dikurangi. Data harus menjadi bahasa bersama dalam pengambilan kebijakan,” harapnya.


5 Komitmen Kunci: Dari Data Akurat hingga Satu Data Indonesia


Penandatanganan Komitmen Bersama EPSS 2026 memuat lima poin utama:


Meningkatkan kualitas statistik sektoral secara berkelanjutan


Memperkuat tata kelola data yang akurat dan terpadu


Mendorong kolaborasi antar perangkat daerah


Mendukung pelaksanaan EPSS 2026 secara optimal


Mewujudkan Satu Data Indonesia di Tanggamus



Komitmen ini menjadi fondasi dalam setiap proses perencanaan hingga evaluasi pembangunan berbasis data.


Kepala BPS: Desa Cantik Bukan Sekadar Seremonial


Kepala BPS Tanggamus, Niken Hariyanti, menegaskan bahwa program Desa Cantik adalah transformasi nyata, bukan kegiatan simbolis.


“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah nyata untuk membangun budaya statistik yang baik hingga ke tingkat pekon,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa kesalahan data akan berdampak langsung pada arah kebijakan.


“Ketika data tidak akurat atau tidak terkelola dengan baik, maka risiko kesalahan sasaran program pembangunan menjadi semakin besar,” jelasnya.


Sejak 2022, program Desa Cantik telah berjalan di Tanggamus, dan pada 2026 kembali ditetapkan tiga pekon sebagai lokus pembinaan.


2 OPD Jadi Fokus, 3 Pekon Siap Dibina


Dalam pelaksanaan EPSS 2026, dua OPD ditetapkan sebagai lokus pembinaan, yakni:


Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura


Dinas Kesehatan



Sementara itu, tiga pekon dipilih untuk program Desa Cantik sebagai penguatan statistik di level desa.

Harlah Ke 80 Muslimat NU Bukan Sekadar Seremoni Melainkan Refleksi Perjalanan Panjang Organisasi



LAMPUNG BARAT, (GM) -- Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang Muslimat NU Lampung Barat masa bakti 2025–2030 yang dirangkaikan dengan peringatan Harlah Muslimat NU ke-80 tahun 2026.


Kegiatan berlangsung di Lamban Gedung Pancasila, Komplek Perkantoran Pemkab Lampung Barat, Minggu (19/4/2026).


Acara ini turut dihadiri Sekda Lampung Barat, jajaran organisasi wanita seperti GOW dan DWP, perwakilan Polres dan Kodim 0422/LB, Ketua PCNU Lampung Barat, serta berbagai organisasi keagamaan seperti Ansor, IPPNU, Muhammadiyah, dan Aisyiyah.


Dalam momentum tersebut, kepengurusan baru Muslimat NU Lampung Barat resmi dilantik berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Nomor 024/SK/A/PPMNU/VIII/2025.


Syahyana dipercaya sebagai Ketua, didampingi jajaran wakil ketua, sekretaris, hingga bendahara yang siap mengemban amanah hingga tahun 2030.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi ladang pengabdian yang penuh nilai kemuliaan.



“Muslimat NU telah terbukti menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, sekaligus menjaga tradisi ke-NU-an yang moderat, toleran, seimbang, dan adil,” ujarnya.


Menurutnya, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, peran Muslimat NU menjadi semakin strategis, terutama dalam membangun ketahanan keluarga, memperkuat pendidikan akhlak generasi muda, serta menjaga harmoni sosial di masyarakat.


Momentum Harlah ke-80 Muslimat NU juga disebutnya bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi perjalanan panjang organisasi dalam berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.


“Delapan puluh tahun adalah bukti nyata bahwa Muslimat NU konsisten hadir dalam bidang pendidikan, sosial, dakwah, hingga pemberdayaan perempuan,” tambahnya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat membuka ruang kolaborasi luas dengan Muslimat NU sebagai mitra strategis.


Hal ini sejalan dengan program pembangunan daerah 2025–2030, mulai dari penguatan sektor pertanian, peningkatan kualitas SDM, pengembangan UMKM, hingga penguatan nilai religius dan budaya lokal.


Wabup juga berharap Muslimat NU dapat berperan aktif dalam berbagai sektor, seperti pendidikan karakter berbasis akhlak, pemberdayaan ekonomi perempuan melalui UMKM, hingga edukasi kesehatan masyarakat termasuk pencegahan stunting.


“Dengan jaringan yang kuat hingga akar rumput, Muslimat NU memiliki posisi strategis untuk menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” tutupnya.