Kapolres Pesisir Barat Cek Pos Pam Tanjung Setia dan Pos Yan Krui dalam Rangka Ops Lilin Krakatau 2025



Pesisir Barat, (GM) -- Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melaksanakan pengecekan Pos Pengamanan (Pos Pam) Tanjung Setia dan Pos Pelayanan (Pos Yan) Krui dalam rangka Operasi Lilin Krakatau 2025, pada Sabtu, (20/12/2025).


Kegiatan pengecekan tersebut dilaksanakan di Pos Pengamanan Tanjung Setia yang berada di Kecamatan Pesisir Selatan dan Pos Pelayanan Krui di Kecamatan Pesisir Tengah. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung pengamanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh pejabat utama Polres Pesisir Barat. Kapolres meninjau langsung kesiapan personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait, sekaligus mengecek kelengkapan administrasi, peralatan, serta pelayanan kepada masyarakat.



Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., mengatakan bahwa pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel melaksanakan tugas dengan optimal serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.


“Operasi Lilin Krakatau 2025 merupakan operasi kemanusiaan, sehingga saya tekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis, dan selalu siap siaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Bestiana.


Ia juga menambahkan agar personel tetap menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan, serta menjalin sinergi yang baik dengan seluruh pihak terkait demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Pesisir Barat selama pelaksanaan operasi.


Dengan adanya pengecekan ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Lilin Krakatau 2025 di wilayah hukum Polres Pesisir Barat dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.


(Humas Polres Pesisir Barat)

4.021 Personel Dikerahkan Amankan Nataru 2025/2026 Di Lampung


Tanggamus, (GM) -- Sebanyak 4.021 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di seluruh wilayah Provinsi Lampung Jumat, (19/12/2025).


Ribuan personel tersebut akan disiagakan di ratusan titik pengamanan guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif.


Dalam amanat Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf yang dibacakan Wakapolda Brigjen Pol Sumarto dalam apel kesiapan Nataru, ribuan personel itu terdiri dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait yang dilibatkan dalam Operasi Pengamanan.


“Total personel yang kami kerahkan sebanyak 4.021 orang. Mereka berasal dari Polda Lampung, Polres jajaran, serta instansi terkait yang bersama-sama bersinergi menjaga keamanan selama Natal dan Tahun Baru,” ujarnya. 



Dari jumlah tersebut, 254 personel berasal dari Polda Lampung, 1.914 personel dari Polres dan Polresta jajaran, serta 1.853 personel dari instansi terkait.


Instansi pendukung yang terlibat antara lain TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Basarnas, BPBD, Damkar, Pramuka, ASDP Pelabuhan, Senkom, PMI, hingga Jasa Raharja.


Wakapolda menjelaskan, pengamanan difokuskan pada 1.603 objek vital yang tersebar di seluruh Lampung.


Objek tersebut meliputi 1.068 gereja, 276 objek wisata, 82 lokasi perayaan Tahun Baru, 138 pusat perbelanjaan, serta sarana transportasi seperti pelabuhan, bandara, stasiun KAI, dan terminal.


“Pengamanan gereja menjadi prioritas utama saat perayaan Natal, sementara objek wisata dan pusat keramaian menjadi fokus saat libur panjang dan malam pergantian tahun,” kata dia.


Untuk mendukung pengamanan, Polda Lampung juga mendirikan 70 pos, terdiri dari 42 Pos Pengamanan, 26 Pos Pelayanan, dan 2 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat pelayanan masyarakat, pengaturan lalu lintas, serta pengendalian dan koordinasi informasi di lapangan.


Selain personel, kesiapan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Polda Lampung menyiapkan ratusan kendaraan patroli roda dua dan roda empat, kapal patroli, helikopter, ambulans, perahu karet, hingga ribuan perangkat komunikasi dan ratusan unit CCTV untuk memantau situasi secara real time.


“Kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta mematuhi aturan lalu lintas selama libur Nataru. Sinergi semua pihak sangat penting demi terciptanya perayaan yang aman dan nyaman,” tutupnya.


Operasi pengamanan Nataru ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat Lampung dalam menjalankan ibadah Natal dan merayakan pergantian tahun.

Wasit Tidak Netral Curang Penggiat Sepakbola Protes Tanding Ulang Atau Stop Turnament Sepakbola Sumberejo

 


Tanggamus, (GM) -- Pertandingan sepakbola antara Persatuan Sepakbola (PS) Angon Saka Gunung Alip versus PS Sumberejo dinilai penggiat olahraga sepakbola Tanggamus tidak mengedepankan sportifitas, netralitas dan profesionalitas Kamis, (18/12/2025).


Pasalnya wasit yang di pasang oleh panitia dalam pertandingan tersebut adalah wasit dari Sumberejo sendiri, yang tidak lain adalah tuan rumah dan penyelenggara turnament sepakbola Bupati Cup se Tanggamus tahun 2025.


Menurut Penggiat Olahraga Sepakbola Tanggamus Raden Anwar yang juga sebagai Ketua Umum Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Tanggamus padahal sesuai kesepakatan antara manager tim kesebelasan. Wasit dalam pertandingan antara Persatuan Sepakbola Angon Saka Gunung Alif versus PS Sumberejo wasitnya akan diambil dari Kabupaten Pringsewu. Hal ini untuk mengantisipasi nilai sportifitas dan netralitas terjaga dan dapat dipertanggung jawabkan hasil pertadingan nantinya.



"Padahal sudah ada kesepakatan dengan panitia turnament sepakbola tersebut untuk mengambil wasit pertandingan dari Pringsewu agar terjamin netralitasnya. Tapi panitia ternyata melanggar kesepakatan dan masih mengambil wasit dari Sumberejo sendiri, sehingga kami lihat sendiri tidak ada netralitasnya," kata Raden Anwar. 


Raden Anwar menerangkan, dalam pertandingan tersebut secara kasat mata terlihat jelas ketimpangan dalam penilaian wasit menentukan pelanggaran, ada keberpihakan wasit terhadap kesebelasan tuan rumah. Beberapa kali terjadi pelanggaran fatal dari kesebelasan tuan rumah tidak diberikan sangsi kartu oleh wasit. Bahkan pelanggaran berat tuan runah seperti handbaal tidak dikenakan sangsi kartu sesuai pelanggaran.


"Intinya kami protes keras atas ketidak netralan wasit tersebut, dia sudah melanggar kode etik sebagai wasit yang seharusnya menjunjung tinggi sportifitas dan netralitas di dalam memimpin pertandingan. Kami minta pertandingan ulang ataupun stop dahulu turnamen tersebut sampai ada keputusan dari panitia," terang Raden.


Raden Anwar menambahkan, akibat ketidak netralan dan tidak profesionalnya wasit memimpin pertandingan, berakibat timbulnya kerusuhan penonton, sehingga mencoreng nama olahraga sepakbola yang sangat diminati anak anak muda ini.


"Yang diharapkan dalam turnament Bupati Cup Sumberejo ini kan untuk menjaring bakat talenta muda sebagai atlit sepakbola Tanggamus yang akan dibina oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI kedepan. Seharusnya panitia memberikan contoh yang baik yang mengedepankan sportifitas dan netralitas.

Gunakan Jembatan Sling Baja Brimob Polda Aceh Bantu Salurkan Bantuan Logistik Untuk Masyarakat



Tanggamus, (GM) -- Personel SAR Satuan Brimob Polda Aceh membantu menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di Desa Kubu, Bireuen, dengan menggunakan jembatan Sling Baja.


Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya, Senin, 15 Desember 2025, menyebutkan, bantuan yang disalurkan melalui jembatan Sling Baja  berupa  bahan makanan dan selimut.


Bahan makan yang disalurkan antara lain 20 kantong pakaian, beras 50 kg sebanyak 30 karung, 10 papan telur dan 50 dus mie instan. Sedangkan bantuan selimut berjumlah 2 karung, ujar Kabid Humas 


Kabid Humas berharap dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat di daerah terdampak di Desa Kubu dapat terbantu dan dapat merasakan langsung manfaat dari bantuan tersebut tutup Kabid Humas.

Belum 24 Jam : Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan Pasutri Lansia Di Tanggamus



Tanggamus, (GM) -- Kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia yang ditemukan tewas bersimbah darah di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, akhirnya terungkap. Polisi menangkap dua orang pelaku yang diduga kuat terlibat dalam peristiwa sadis tersebut.


Korban diketahui berinisial RH (54) dan SK (50). Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya di Pekon Way Pring, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, pada Sabtu (13/12/2025) malam sekitar pukul 23.30 WIB.


Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Ia mengatakan, tim Satreskrim Polres Tanggamus berhasil menangkap dua pelaku pada Minggu (14/12/2025).



"Alhamdulillah kasus ini sudah terungkap dan dua pelaku telah berhasil diamankan oleh tim Satreskrim Polres Tanggamus," kata Kombes Yuni, Minggu (14/12/2025).


Dua pelaku tersebut masing-masing berinisial AA (34) dan AJ (30). Keduanya merupakan warga Dusun Way Pering, Pekon Way Pering, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, dan diketahui merupakan tetangga korban.


Menurut Yuni, kedua pelaku juga merupakan teman dari anak korban. Kedekatan itulah yang membuat pelaku mengenal kondisi rumah korban.


"Korban memiliki satu orang anak laki-laki. Para pelaku ini merupakan teman-teman dari anak korban dan juga bertetangga dengan korban," jelasnya.


Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa dua bilah senjata tajam jenis golok yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. 


Kini keduanya telah dilakukan penahanan di  Mapolres Tanggamus. Penyidik juga masih menggali keterangan keduanya untuk mengetahui motif pembunuhan tersebut.

Kabupaten Tanggamus, Digemparkan Oleh Peristiwa Pembunuhan Keji Yang Merenggut Nyawa Sepasang Suami Istri



Tanggamus, (GM) -- Warga Pekon Way Pring, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, digemparkan oleh peristiwa pembunuhan keji yang merenggut nyawa sepasang suami istri, Sabtu malam hingga Minggu dini hari (13 - 14 Desember 2025). 


Korban diketahui bernama Rohimi dan istrinya Suryanti. Keduanya ditemukan tewas di dalam rumah sekitar pukul 23.30 WIB, dalam kondisi mengenaskan tergelatak bersimbah darah saling berdampingan satu posisi tengkurap, istrinya terlentang menggunakan sarung.


Informasi yang dihimpun dari warga setempat menyebutkan, korban perempuan diduga lebih dulu menjadi sasaran, sementara sang suami ditemukan dengan luka berat di bagian kepala. “Menurut cerita kakaknya, yang perempuan lebih dulu dibunuh. Kalau suaminya, di kepalanya ada bekas luka bacok yang parah,” ujar seorang warga, Minggu (14/12/2025) pagi.


Tragedi ini pertama kali terungkap ketika anak korban pulang dari bermain dan mendapati rumah dalam kondisi gelap tanpa penerangan.  Anak tersebut melihat kedua orang tuanya sudah tergeletak bersimbah darah. 


Kejadian itu sontak membuatnya menjerit histeris dan memanggil warga sekitar untuk meminta pertolongan. “Anaknya teriak minta tolong setelah melihat kedua orang tuanya sudah terkapar,” lanjut warga tersebut.


Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengamanan serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga Minggu pagi ini, aparat kepolisian masih berada di lokasi untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. 


Jenazah kedua korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk kepentingan autopsi dan penyelidikan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum merilis keterangan resmi terkait motif maupun identitas pelaku. Kasus ini, kini dalam penanganan intensif aparat, sementara warga Way Pring masih diliputi rasa duka dan ketakutan atas peristiwa yang mengoyak ketenangan desa tersebut.

Polres Tanggamus Kawal Distribusi Bahan Pokok Pasar Murah Artha Graha Peduli Di Pekon 3T Pematang Sawa

 


Tanggamus, (GM) -- Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Tanggamus bersama Polsek Pematang Sawa mengawal distribusi bahan pokok dalam kegiatan pasar murah “Artha Graha Peduli” di Pekon 3 T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) wilayah Kecamatan Pematang Sawa.

 

Kasat Polairud Polres Tanggamus, Iptu Fridy Romadhana P.R., S.Sos., menjelaskan bahwa pengawalan paket bahan pokok dilakukan selama empat hari di Pekon Martanda, Tampang Tua dan Tampang Muda. 


Pengawalan dimulai Selasa (9/12/2025) malam dan paket bahan pokok tiba di wilayah tujuan Rabu (10/12/2025) pagi, disusul pembagian kupon mulai siang hari. 


Kegiatan itu sekaligus memastikan masyarakat bisa membeli bahan pokok dengan aman dan tertib.



Pasar murah kemudian resmi dibuka sejak Kamis (11/12/2025) dengan bahan pokok dijual dengan harga terjangkau. 


"Setiap paket berisi beras 3 kg, minyak 1 liter, gula 2 kg, dan Indomie 5 bungkus, dijual Rp60 ribu," kata Iptu Fridy mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Jumat 12 Desember 2025.


Lanjutnya, dari total 1.036 paket bahan pokok dan 450 paket telah terdistribusi hingga kemarin sore.


"Pelaksanaan pasar murah dilanjutkan hari ini untuk masyarakat pekon sekitar," tandasnya.


Seorang warga Pekon Martanda, Siti Aminah, mengaku bersyukur atas adanya pasar murah tersebut.


“Terima kasih, kami bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga murah dan masyarakat juga tertib," ucapnya.