Apel dan Patroli Gabungan, Kodim 0422/Lampung Barat Pastikan Pengamanan Nataru Berjalan Aman

 


Lampung Barat, (GM) -- Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kodim 0422/Lampung Barat melaksanakan Apel Gabungan dan Patroli Gabungan bersama unsur terkait, Senin malam (22/12/2025).


Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.00 WIB tersebut melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah, dengan total kekuatan sebanyak 60 personel. Rinciannya terdiri dari 30 personel Kodim 0422/Lampung Barat, 10 personel Polres Lampung Barat, 10 personel Satpol PP Lampung Barat, serta 10 personel Dinas Perhubungan Lampung Barat.



Usai pelaksanaan apel gabungan, kegiatan dilanjutkan dengan patroli bersama menyasar sejumlah titik strategis dan objek vital di wilayah Lampung Barat. Adapun rute patroli meliputi Gereja GPDI Kelurahan Way Mengaku, seputaran Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, kawasan wisata Kebun Raya Liwa, Taman Kota Liwa, hingga Bundaran Tugu Liwa.


Dandim 0422/Lampung Barat yang diwakili Pasi Ops Kapten Inf Bekti menyampaikan bahwa kegiatan apel dan patroli gabungan ini merupakan bentuk sinergitas TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.


“Kegiatan apel dan patroli gabungan ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergitas TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Melalui patroli ini, kami ingin memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Lampung Barat,” ujar Kapten Inf Bekti.

Ketua Satgas Jalan Lurus Desak Dinsos Tanggamus Usut Tuntas Penggelapan Dana BPNT

 


Tanggamus, (GM) -- Viralnya pemberitaan terkait dugaan penggelapan Dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) selama 2 tahun, Ketua Satgas Jalan Lurus angkat bicara pada Senin, (22/12/25). 


Masalah penggelapan dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut harus di usut tuntas karena ini sudah menyangkut hak orang miskin 


Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus Dan memang dalam data bahwa salah satu warga Pekon/Desa Banjarnegoro adalah terdaftar dalam sistem sebagai Keluarga Penerima Mampaat KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tetapi dana miliknya telah diambil pihak lain



"Saat kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus ditemukan bahwa memang ada data atas nama warga Pekon/Desa Banjarnegoro sesuai yang dimaksud namun dananya telah dicairkan oleh pihak lain,"Ujar Herwan Rojali. 


Herwan Menambahkan,kami minta kepada Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus agar masalah ini di usut tuntas karena ini menyangkut orang miskin 


Dan juga Program Presiden Prabowo Subianto dan juga Bupati Tanggamus Drs Hoh Salrh Asnawi,MA,MH  untuk membantu perekonomian keluarga prasejahtera,"kami tegaskan pihak Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus harus turun dan diusut sampai tuntas bila perlu libatkan APH,"pungkas Herwan


Sebelumnya, ramai dilangsir berbagai Media Online bahwa  selama 2 tahun Warga Pekon/Desa Banjarnegoro Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus tercatat sebagai Keluarga Penerima Mampaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 


Namun selama 2 tahun terakhir ini"yaitu dari tahun 2024 dan 2025 dirinya tidak pernah merasa menerima atau mencairkan Dana bantuan Sosial akan tetapi dalam jejak digital ada transaksi penarikan Dana

Resmikan Gedung IGD Rumah Sakit Alimudin Umar : Parosil Mabsus Minta Petugas Layani Pasien Dan Mesuport

 


Lampung Barat, (GM) -- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus meresmikan ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Daerah (RSD) Alimuddin Umar. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita yang dilanjutkan dengan keliling melakukan pengecekan ruangan dan perlengkapan, Senin (22/12/2025). 


Bupati Lampung Barat meminta agar petugas dalam melakukan pelayanan memberikan pelayanan dengan ramah, senyum, ikhlas sesuai dengan sumpah profesi yang mereka emban.


"Pokoknya seperti apapun keadaan dan kondisi kita, wajib senyum dalam memberikan pelayanan kepada pasien," pinta Parosil Mabsus. 



Menurut Parosil Mabsus, selain ruangan dan peralatan yang memadai, pelayanan yang ramah tidak kalah pentingnya terhadap percepatan kesehatan masyarakat. 


"Kadang-kadang orang itu bisa sembuh, sehat karena cuma modal kita senyum dan memberikan sepirit serta motivasi penyemangat, menyejukkan, sakitnya bisa sembuh," ungkap Parosil Mabsus. 


"Karena seorang dokter ini jika memberikan vonis bisa membuat justru beban, namun jika memberikan sebuah harapan hidup, meyakinkan bahwa penyakit itu tidak ada yang bisa disembuhkan, pasien pasti mempunyai semangat kuat untuk sembuh," sambungnya. 


Usai meresmikan ruangan IGD, Bupati Lampung Barat keliling ruangan untuk melakukan peninjauan terhadap pasien-pasien. 


Dalam kunjungannya, Parosil Mabsus menanyakan langsung terhadap pelayanan dan keluhan dari pada pasien-pasien. Hal itu untuk memastikan pelayanan prima kepada pasien.

Tim Gabungan Polres Pesisir Barat Lakukan Pencarian Seorang Anak Tenggelam Di Pantai Sayar

 


Pesisir Barat, (GM) -- Tim gabungan Polres Pesisir Barat melakukan upaya pencarian terhadap seorang anak yang diduga tenggelam di Pantai Sayar, Pekon Kota Karang, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, pada Sabtu (20/12/2025).


Tim gabungan tersebut terdiri dari personel Sat Samapta Polres Pesisir Barat, Polsek Pesisir Utara, Sat Polairud Polres Pesisir Barat, bersama TNI dan BPBD Pesisir Barat. 


Korban diketahui bernama Zepi Ardiansyah (7), warga Pekon Kota Karang, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat.


Kejadian bermula pada Sabtu, 20 Desember 2025 sekitar pukul 17.00 WIB, saat Maryadi ayah kandung korban, mencari anaknya yang belum pulang ke rumah. Setelah melakukan pencarian dan bertanya kepada masyarakat sekitar, diketahui bahwa korban sebelumnya bermain bersama temannya bernama Gio Vandra Rafisky Arsen(8).



Sekitar pukul 17.00 WIB, ayah korban menemui Gio Vandra Rafisky Arsen. Dari keterangan saksi, pada pukul 13.00 WIB saksi dan korban bermain di Pantai Sayar. Saksi melihat korban terseret ombak dan tenggelam. Namun karena merasa takut, saksi tidak langsung menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.


Setelah ditanya oleh ayah korban, saksi akhirnya menceritakan bahwa dirinya bersama korban bermain di Pantai Sayar dan menyaksikan korban terseret ombak hingga tenggelam.


Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan Polres Pesisir Barat  bersama unsur terkait, segera melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan menyisir area pantai dan perairan.


Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melalui Ps. Kasi Humas Polres Pesisir Barat Ipda Ahiruddin Putra, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mengerahkan personel gabungan bersama unsur terkait, untuk melakukan pencarian korban tenggelam tersebut.


“Polres Pesisir Barat bersama unsur terkait telah melakukan upaya pencarian secara maksimal. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan selalu mengawasi anak-anak saat beraktivitas di kawasan pantai,” ujar Ipda Ahiruddin Putra.


Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian dan sekitarnya.


(Humas Polres Pesisir Barat)

Kapolres Pesisir Barat Cek Pos Pam Tanjung Setia dan Pos Yan Krui dalam Rangka Ops Lilin Krakatau 2025



Pesisir Barat, (GM) -- Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., melaksanakan pengecekan Pos Pengamanan (Pos Pam) Tanjung Setia dan Pos Pelayanan (Pos Yan) Krui dalam rangka Operasi Lilin Krakatau 2025, pada Sabtu, (20/12/2025).


Kegiatan pengecekan tersebut dilaksanakan di Pos Pengamanan Tanjung Setia yang berada di Kecamatan Pesisir Selatan dan Pos Pelayanan Krui di Kecamatan Pesisir Tengah. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung pengamanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh pejabat utama Polres Pesisir Barat. Kapolres meninjau langsung kesiapan personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait, sekaligus mengecek kelengkapan administrasi, peralatan, serta pelayanan kepada masyarakat.



Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., mengatakan bahwa pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel melaksanakan tugas dengan optimal serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.


“Operasi Lilin Krakatau 2025 merupakan operasi kemanusiaan, sehingga saya tekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis, dan selalu siap siaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Bestiana.


Ia juga menambahkan agar personel tetap menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan, serta menjalin sinergi yang baik dengan seluruh pihak terkait demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Pesisir Barat selama pelaksanaan operasi.


Dengan adanya pengecekan ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Lilin Krakatau 2025 di wilayah hukum Polres Pesisir Barat dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.


(Humas Polres Pesisir Barat)

4.021 Personel Dikerahkan Amankan Nataru 2025/2026 Di Lampung


Tanggamus, (GM) -- Sebanyak 4.021 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di seluruh wilayah Provinsi Lampung Jumat, (19/12/2025).


Ribuan personel tersebut akan disiagakan di ratusan titik pengamanan guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif.


Dalam amanat Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf yang dibacakan Wakapolda Brigjen Pol Sumarto dalam apel kesiapan Nataru, ribuan personel itu terdiri dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait yang dilibatkan dalam Operasi Pengamanan.


“Total personel yang kami kerahkan sebanyak 4.021 orang. Mereka berasal dari Polda Lampung, Polres jajaran, serta instansi terkait yang bersama-sama bersinergi menjaga keamanan selama Natal dan Tahun Baru,” ujarnya. 



Dari jumlah tersebut, 254 personel berasal dari Polda Lampung, 1.914 personel dari Polres dan Polresta jajaran, serta 1.853 personel dari instansi terkait.


Instansi pendukung yang terlibat antara lain TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Basarnas, BPBD, Damkar, Pramuka, ASDP Pelabuhan, Senkom, PMI, hingga Jasa Raharja.


Wakapolda menjelaskan, pengamanan difokuskan pada 1.603 objek vital yang tersebar di seluruh Lampung.


Objek tersebut meliputi 1.068 gereja, 276 objek wisata, 82 lokasi perayaan Tahun Baru, 138 pusat perbelanjaan, serta sarana transportasi seperti pelabuhan, bandara, stasiun KAI, dan terminal.


“Pengamanan gereja menjadi prioritas utama saat perayaan Natal, sementara objek wisata dan pusat keramaian menjadi fokus saat libur panjang dan malam pergantian tahun,” kata dia.


Untuk mendukung pengamanan, Polda Lampung juga mendirikan 70 pos, terdiri dari 42 Pos Pengamanan, 26 Pos Pelayanan, dan 2 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat pelayanan masyarakat, pengaturan lalu lintas, serta pengendalian dan koordinasi informasi di lapangan.


Selain personel, kesiapan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Polda Lampung menyiapkan ratusan kendaraan patroli roda dua dan roda empat, kapal patroli, helikopter, ambulans, perahu karet, hingga ribuan perangkat komunikasi dan ratusan unit CCTV untuk memantau situasi secara real time.


“Kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta mematuhi aturan lalu lintas selama libur Nataru. Sinergi semua pihak sangat penting demi terciptanya perayaan yang aman dan nyaman,” tutupnya.


Operasi pengamanan Nataru ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat Lampung dalam menjalankan ibadah Natal dan merayakan pergantian tahun.

Wasit Tidak Netral Curang Penggiat Sepakbola Protes Tanding Ulang Atau Stop Turnament Sepakbola Sumberejo

 


Tanggamus, (GM) -- Pertandingan sepakbola antara Persatuan Sepakbola (PS) Angon Saka Gunung Alip versus PS Sumberejo dinilai penggiat olahraga sepakbola Tanggamus tidak mengedepankan sportifitas, netralitas dan profesionalitas Kamis, (18/12/2025).


Pasalnya wasit yang di pasang oleh panitia dalam pertandingan tersebut adalah wasit dari Sumberejo sendiri, yang tidak lain adalah tuan rumah dan penyelenggara turnament sepakbola Bupati Cup se Tanggamus tahun 2025.


Menurut Penggiat Olahraga Sepakbola Tanggamus Raden Anwar yang juga sebagai Ketua Umum Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Tanggamus padahal sesuai kesepakatan antara manager tim kesebelasan. Wasit dalam pertandingan antara Persatuan Sepakbola Angon Saka Gunung Alif versus PS Sumberejo wasitnya akan diambil dari Kabupaten Pringsewu. Hal ini untuk mengantisipasi nilai sportifitas dan netralitas terjaga dan dapat dipertanggung jawabkan hasil pertadingan nantinya.



"Padahal sudah ada kesepakatan dengan panitia turnament sepakbola tersebut untuk mengambil wasit pertandingan dari Pringsewu agar terjamin netralitasnya. Tapi panitia ternyata melanggar kesepakatan dan masih mengambil wasit dari Sumberejo sendiri, sehingga kami lihat sendiri tidak ada netralitasnya," kata Raden Anwar. 


Raden Anwar menerangkan, dalam pertandingan tersebut secara kasat mata terlihat jelas ketimpangan dalam penilaian wasit menentukan pelanggaran, ada keberpihakan wasit terhadap kesebelasan tuan rumah. Beberapa kali terjadi pelanggaran fatal dari kesebelasan tuan rumah tidak diberikan sangsi kartu oleh wasit. Bahkan pelanggaran berat tuan runah seperti handbaal tidak dikenakan sangsi kartu sesuai pelanggaran.


"Intinya kami protes keras atas ketidak netralan wasit tersebut, dia sudah melanggar kode etik sebagai wasit yang seharusnya menjunjung tinggi sportifitas dan netralitas di dalam memimpin pertandingan. Kami minta pertandingan ulang ataupun stop dahulu turnamen tersebut sampai ada keputusan dari panitia," terang Raden.


Raden Anwar menambahkan, akibat ketidak netralan dan tidak profesionalnya wasit memimpin pertandingan, berakibat timbulnya kerusuhan penonton, sehingga mencoreng nama olahraga sepakbola yang sangat diminati anak anak muda ini.


"Yang diharapkan dalam turnament Bupati Cup Sumberejo ini kan untuk menjaring bakat talenta muda sebagai atlit sepakbola Tanggamus yang akan dibina oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI kedepan. Seharusnya panitia memberikan contoh yang baik yang mengedepankan sportifitas dan netralitas.