Alami Kelumpuhan : Warga Pekon Badak Tanggamus Harapkan Bantuan Kursi Roda Pemerintah Terkait Harap Respon Keluhan Masyarakat

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Kondisi memprihatinkan dialami Rosliyana,48, Tahun warga RT 00/RW 00, Pekon Badak, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Ia mengalami keterbatasan dalam beraktivitas setelah menderita penyakit yang menyebabkan kedua kakinya tidak dapat digerakkan Rabu, (2/9/2026). 


Saat ditemui awak media, Rosliyana menuturkan bahwa kondisi tersebut telah dialaminya sekitar satu tahun terakhir. Ia mengaku sebelumnya menderita penyakit gula darah yang tak kunjung membaik hingga akhirnya mengalami kelumpuhan.


“Sudah sekitar satu tahun saya mengalami penyakit gula darah. Sampai sekarang belum sembuh dan akhirnya kaki saya tidak bisa digerakkan,” tutur Rosliyana.


Dalam kondisi tersebut, Rosliyana kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan berbaring. Keterbatasan fisik membuat dirinya kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.


Ia mengaku hanya bisa berharap kondisi kesehatannya membaik. Namun, keterbatasan ekonomi yang dialami keluarga membuat upaya untuk mendapatkan fasilitas penunjang aktivitas menjadi tidak mudah.


“Saat ini saya hanya bisa duduk dan berbaring lemas. Kaki saya tidak bisa digerakkan,” ujarnya.


Rosliyana berharap pemerintah daerah, dinas terkait, lembaga sosial, maupun para donatur dapat memberikan perhatian terhadap kondisinya, khususnya dengan membantu menyediakan kursi roda.


“Kami berharap ada bantuan kursi roda dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus supaya saya bisa melakukan aktivitas,” harapnya.


Melalui pemberitaan ini, Rosliyana juga berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus maupun Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Almanda dapat mendengar keluhannya dan memberikan bantuan yang dibutuhkan.


“Kami berharap pemerintah atau donatur dan dinas terkait bisa memberikan bantuan kursi roda,” pungkasnya.


Bantuan kursi roda tersebut diharapkan dapat membantu Rosliyana menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, sekaligus meringankan beban keluarga dalam mendampingi kondisi yang dialaminya.

DPRD Tanggamus Setujui KUPA-PPAS Perubahan 2026 Anggaran Capai Rp1,74 Triliun

 



Tanggamus,(gerakmedia) -- DPRD Kabupaten Tanggamus bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) Tahun Anggaran 2026. Rabu, (2/9/2026). 


Penandatanganan berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanggamus yang sekaligus menjadi momentum penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2027.


Rapat dipimpin Ketua DPRD Tanggamus Agung Setyo Utomo, didampingi Wakil Ketua I M. Rangga Putra Hakim, Wakil Ketua II Irwandi Suralaga, dan Wakil Ketua III Bunyamin.


Berdasarkan laporan kehadiran yang disampaikan Plt. Sekretaris DPRD Tanggamus Soni Yoga, dari total 45 anggota DPRD, sebanyak 42 anggota hadir, sementara tiga anggota tidak hadir dengan keterangan dua orang sakit dan satu orang izin.


Hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, para Kepala Perangkat Daerah, pimpinan instansi vertikal, para camat se-Kabupaten Tanggamus, Ketua APDESI, tokoh masyarakat, insan pers serta unsur organisasi kemasyarakatan.


Dalam sambutannya, Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD yang telah menyetujui sekaligus menandatangani MoU KUPA dan PPAS-P Tahun Anggaran 2026.


“Penandatanganan ini merupakan cerminan hubungan baik antara legislatif dan eksekutif di Kabupaten Tanggamus. Setelah ini, proses penyusunan dan pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 dapat sama-sama kita laksanakan,” ujar Saleh Asnawi.


Anggaran Perubahan 2026 Defisit Rp101,3 Miliar Dalam laporan Badan Anggaran DPRD Tanggamus yang dibacakan anggota Banggar Romzi Edy, S.Pd.I., hasil pembahasan KUPA dan PPAS-P Tahun Anggaran 2026 menghasilkan sejumlah angka penting.


Pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp1.641.283.902.746,90, sedangkan belanja daerah mencapai Rp1.742.593.011.838,95.


Dengan komposisi tersebut, APBD Perubahan 2026 mengalami defisit Rp101.309.109.092,05. Defisit tersebut ditutup melalui pembiayaan neto dengan nilai yang sama, yakni Rp101.309.109.092,05, sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan tercatat Rp0.


Pembahasan KUPA dan PPAS-P tersebut sebelumnya telah dilaksanakan pada 4 hingga 7 Agustus 2026, melibatkan Badan Anggaran DPRD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta seluruh perangkat daerah.


Banggar menekankan agar perubahan anggaran lebih diarahkan pada program yang benar-benar mendesak dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.



Selain efisiensi anggaran, Banggar juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan data BPJS agar tidak terjadi tumpang tindih data peserta. Pemerintah daerah didorong mengintegrasikan data BPJS dengan data kependudukan dan layanan kesehatan serta melakukan pemutakhiran secara berkala.


KUA-PPAS 2027 Diproyeksikan Rp1,74 Triliun Dalam rapat yang sama, Pemerintah Kabupaten Tanggamus juga menyampaikan Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027.


Bupati Saleh Asnawi mengatakan penyusunan anggaran 2027 menggunakan pendekatan tematik, holistik, integratif dan spasial, dengan kebijakan belanja berbasis money follows program.


Artinya, anggaran diarahkan kepada program yang dinilai benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Untuk 2027, Pemkab Tanggamus menetapkan tema pembangunan Peningkatan Produktivitas Melalui Infrastruktur dan Investasi Daerah Untuk Mendorong Hilirisasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas.


Adapun lima prioritas pembangunan yang ditetapkan yakni penguatan kualitas manusia melalui pendidikan dan kesehatan; peningkatan pertumbuhan perekonomian daerah; pemerataan infrastruktur yang berkeadilan; peningkatan reformasi birokrasi; serta peningkatan kamtibmas dan pembangunan berkelanjutan.


Dari sisi fiskal, pendapatan daerah 2027 diproyeksikan Rp1,74 triliun, terdiri atas PAD sebesar Rp139,38 miliar, pendapatan transfer sekitar Rp1,51 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp84,2 miliar.


Sementara belanja daerah diproyeksikan Rp1,71 triliun Dengan komposisi tersebut terdapat surplus pendapatan dan belanja sebesar Rp20,28 miliar.


Untuk pembiayaan, penerimaan pembiayaan diproyeksikan Rp6,5 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp26,78 miliar, yang antara lain digunakan untuk penyertaan modal daerah dan pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo.


Bupati menegaskan rancangan tersebut tetap diarahkan dalam kondisi anggaran berimbang antara pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah.


“Penyusunan Rancangan KUA dan PPAS Tahun 2027 ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial, serta kebijakan anggaran belanja berdasarkan money follows program,” kata Bupati.


Menurutnya, proses selanjutnya akan dilakukan melalui pembahasan bersama antara Badan Anggaran DPRD, TAPD dan perangkat daerah untuk kemudian menjadi pedoman dalam penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.


Sementara itu, Banggar DPRD juga mendorong Pemerintah Kabupaten Tanggamus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak air, air permukaan dan air tanah.


Banggar meminta pemerintah memperbaiki basis data wajib pajak, memperkuat pengawasan, meningkatkan koordinasi lintas instansi, memanfaatkan teknologi informasi serta aktif mencari objek pajak baru yang potensial.

 

Dengan ditandatanganinya MoU KUPA dan PPAS-P 2026 serta disampaikannya Rancangan KUA-PPAS 2027, tahapan penganggaran daerah Tanggamus memasuki proses pembahasan berikutnya.


Pemerintah daerah dan DPRD diharapkan memastikan setiap rupiah anggaran tidak sekadar terserap, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat Tanggamus.

Amrullah

Kapolres Pimpin Renovasi Jembatan Gantung Penghubung Pekon Tanjung Raja Dan Tanjung Jati di Cukuh Balak

 


Tanggamus,(gerakmedia) -- Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan renovasi Jembatan Gantung Merah Putih yang menghubungkan Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Selasa (1/9/2026).


Perjalanan menuju lokasi dimulai dari Mapolres Tanggamus, Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Fredy Aprisa Putra, S.H., M.H., para Kabag, para Kasat dan Kapolsek Limau serta Cukuh Balak.


Renovasi jembatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tindak lanjut perhatian pimpinan terhadap kondisi jembatan yang telah digunakan masyarakat selama sekitar 25 tahun dan sekitar 4 tahun lantai papan mengalami kerusakan.


Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan personel Polri, TNI, pemerintah daerah, unsur Forkopimcam, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta masyarakat setempat dengan pemasangan lantai papan serta pengecatan tiang maupun  seling baja pengait jembatan.


Di lokasi, Kapolres Tanggamus bersama personel dan unsur terkait membagi tugas, mulai dari mengangkat material hingga menyiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam proses perbaikan.


Selain renovasi jembatan, Kapolres juga memberikan bantuan penerangan berupa dua unit lampu tenaga surya atau solar panel. Lampu tersebut diharapkan dapat membantu menerangi jembatan pada malam hari.


Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan, renovasi dilakukan untuk memastikan jembatan tersebut kembali aman dan dapat digunakan masyarakat dengan lebih baik.



“Hari ini kita melaksanakan renovasi Jembatan Merah Putih di Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak. Ini merupakan perdana kita melaksanakan renovasi jembatan dan kita bersama-sama bergotong royong untuk membangun serta memperbaiki jembatan ini,” kata AKBP Rahmad Sujatmiko.


Ia menegaskan, kekuatan dan ketahanan jembatan menjadi perhatian utama dalam proses renovasi. Material yang dinilai tidak layak atau tidak cukup kuat akan diganti agar jembatan dapat digunakan dalam jangka panjang.


“Untuk mandor ataupun tukangnya benar-benar dipastikan pekerjaannya kuat dan tahan lama. Kalau ada material yang tidak kuat, nanti kita ganti. Karena memang jembatan ini sempat viral dan beberapa tahun lalu juga pernah ada korban yang jatuh di jembatan tersebut,” ujarnya.


Kapolres menjelaskan, jembatan gantung tersebut menjadi akses penghubung bagi masyarakat Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati. Diperkirakan sekitar 200 kepala keluarga menggunakan akses tersebut dalam aktivitas sehari-hari.


Selain menjadi akses antarpekon, jembatan juga menghubungkan masyarakat dengan fasilitas pendidikan, termasuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).


“Jembatan ini menghubungkan Pekon Tanjung Jati dengan Tanjung Raja. Penggunanya warga sekitar, kurang lebih 200 KK, dan juga menghubungkan ke sekolah, ada SD dan SMP,” jelasnya.


Kapolres mengungkapkan, saat ini belum terdapat jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda empat sebagai akses utama kedua wilayah tersebut. Masyarakat memiliki akses melalui bagian bawah sungai, namun kondisi tersebut menjadi kendala ketika musim hujan atau terjadi banjir. “Kalau musim hujan atau banjir, jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.


Terkait bantuan lampu panel surya, Kapolres berharap bantuan tersebut dapat membantu menerangi jembatan pada malam hari.


“Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Ada dua unit lampu solar panel, sehingga pada saat malam hari bisa tetap terang. Namun masyarakat tetap harus berhati-hati dalam berkendara maupun saat melintas di jembatan,” pungkasnya.


Kepala Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Cukuh Balak, Irwansyah, mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko yang telah memberikan perhatian dan bantuan terhadap kondisi jembatan gantung yang menghubungkan Pekon Tanjung Jati dengan Pekon Tanjung Raja.



“Saya sebagai Kepala Pekon Tanjung Jati, mewakili masyarakat, mengucapkan terima kasih yang sangat-sangat luar biasa kepada Bapak Kapolres Tanggamus yang telah memberikan bantuan dan perhatian terhadap jembatan gantung ini. Semoga ke depannya dapat memberikan manfaat yang sangat luar biasa bagi masyarakat, khususnya masyarakat Pekon Tanjung Jati,” kata Irwansyah.


Irwansyah menyebut, jembatan tersebut mengalami kerusakan sekitar empat hingga lima tahun terakhir. Selama kondisi rusak, masyarakat tetap menggunakan jembatan tersebut karena menjadi salah satu akses utama penghubung kedua pekon.


Menurutnya, warga selama ini juga melakukan perbaikan secara swadaya agar jembatan tetap dapat dilalui. Namun, kondisi tersebut membuat masyarakat harus menghadapi risiko keselamatan saat melintas dalam situasi banjir.


“Selama rusak ini warga tetap melintas di jembatan. Kadang mencari celah karena memang jalan satu-satunya harus dilewati ketika banjir. Mau tidak mau tetap menggunakan jembatan ini,” katanya.


Ia mengungkapkan, kondisi jembatan yang rusak juga pernah menyebabkan warga terjatuh saat melintas. Meski tidak ada korban jiwa, sejumlah warga mengalami luka hingga patah tulang.


“Kalau korban jiwa tidak ada, tetapi korban luka dan patah sudah pernah ada. Kalau diingat-ingat, mungkin sudah sekitar 10 kali,” ungkapnya.


Setelah direnovasi dan kembali dapat digunakan secara layak, Irwansyah memperkirakan aktivitas masyarakat yang melintas di jembatan tersebut dapat mencapai sekitar 700 orang per hari. 


“Kalau nanti sudah aktif lagi, perkiraannya sekitar 700-an yang lalu-lalang setiap hari. Pengguna jembatan bukan hanya berasal dari Pekon Tanjung Jati dan Pekon Tanjung Raja, tetapi juga masyarakat dari luar kedua pekon, termasuk warga dari arah Kelumbayan dan beberapa kecamatan lainnya yang menggunakan akses tersebut,” tutupnya.


Senada dengan Kakon Tanjung Jati, Kepala Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Karnilas Farontaka juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko beserta rombongan yang telah hadir dan memberikan bantuan dalam rangka renovasi jembatan gantung penghubung Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati.


“Kami selaku masyarakat Pekon Tanjung Raja mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Tanggamus beserta rombongan yang telah hadir dalam rangka renovasi jembatan gantung ini,” kata Karnilas.


Ia menyebut, jembatan tersebut bukan hanya menjadi penghubung antara Pekon Tanjung Raja dan Pekon Tanjung Jati, tetapi juga merupakan jalur lintas yang digunakan masyarakat umum dari berbagai daerah.


“Jembatan ini bukan hanya penghubung Tanjung Raja dan Tanjung Jati saja, melainkan penghubung antarkawasan karena ini jalur lintas khusus. Jadi penggunanya umum, dari berbagai daerah banyak yang melewati jembatan ini,” ujarnya.


Karnilas juga mengungkapkan, kondisi jembatan gantung selama ini cukup membahayakan warga. Beberapa kali masyarakat mengalami kecelakaan saat melintas, mulai dari keseleo, luka-luka hingga patah tulang.


“Pernah warga jatuh di sini, bahkan cukup sering. Ada yang keseleo, ada yang luka, bahkan ada yang patah. Kadang sampai jatuh ke bawah sungai. Namun sampai saat ini belum ada yang meninggal,” jelasnya.


Terkait bangunan dasar jembatan yang berada di sekitar lokasi, Karnilas menyebut terdapat rencana pembangunan jembatan permanen pada tahun ini. Ia berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan pemerintah, terutama menjelang musim hujan yang berpotensi membuat akses kendaraan semakin sulit.


“Terkait dasar pancang jembatan ini memang ada rencana tahun ini, Insya Allah mau dibangun. Kami selaku masyarakat sangat berharap sekali, apalagi akan menghadapi musim hujan. Tentunya mobil tidak bisa lewat ketika banjir. Harapan kami mudah-mudahan tahun ini terealisasi jembatan beton,” harapnya.


Terpisah, seorang pedagang ikan keliling asal Pekon Tanjung Jati, Helmi, mengaku selama jembatan belum rusak ia memang rutin menggunakan jembatan gantung tersebut dalam aktivitas sehari-hari untuk berdagang.


“Biasanya saya lewat sini setiap hari. Sebelum rusak sering sekali lewat jembatan ini. Tapi semenjak rusak, saya tidak pernah lagi lewat sini dan memilih lewat jalur air,” kata Helmi.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kendala terutama ketika terjadi banjir. Pasalnya, tidak ada pilihan akses lain yang dapat digunakan masyarakat untuk beraktivitas.


“Kalau banjir bukan pernah lagi, jadi kalau banjir lewat mana lagi? Tidak ada jalan lagi,” ujarnya.


Helmi menyambut baik renovasi jembatan yang dilakukan Polres Tanggamus. Ia berharap setelah diperbaiki, jembatan tersebut kembali dapat digunakan masyarakat, khususnya ketika akses lain terdampak banjir.


“Terima kasih kepada Polres Tanggamus yang sudah memperbaiki jembatan ini,” tandasnya.

Cegah Karhutla : Tim Mabes TNI Berikan Penyuluhan Kepada Masyarakat Pekon Bandar Baru

 



Lampung Barat,(gerakmedia) -- Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Tim Mabes TNI melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pencegahan Karhutla kepada masyarakat Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Selasa (1/9/2026).


Kegiatan penyuluhan tersebut diketuai oleh Kolonel Laut Hengki Iryawan, dengan memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait langkah-langkah pencegahan Karhutla, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.


Dalam penyampaiannya, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan, tidak membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran.



Kolonel Laut Hengki Iryawan juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.


"Upaya pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, namun membutuhkan peran aktif dan kesadaran seluruh elemen masyarakat"


Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Pekon Bandar Baru semakin memahami bahaya dan dampak Karhutla serta mampu berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Lampung Barat.


Cegah Karhutla, Jaga Alam, Selamatkan Kita Semua.

Polda Lampung Berhasil Bongkar Home Industry Pil Ekstasi Di Natar, Lima Orang Diamankan



Lampung,(gerakmedia) -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung membongkar dugaan pembuatan pil ekstasi secara rumahan atau home industry di sebuah rumah kontrakan di kawasan Rajawali Resident, Desa Candi Mas, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan Minggu, (30/8/2026). 


Dalam pengungkapan yang dilakukan Rabu (27/8/2026), polisi mengamankan lima orang dan menyita sejumlah barang bukti narkotika serta peralatan yang diduga digunakan dalam pembuatan pil ekstasi.


Dirresnarkoba Polda Lampung Kombes Pol Dodi Suryadin mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah pihaknya menerima informasi masyarakat mengenai sebuah rumah kontrakan yang diduga kerap digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkotika.


"Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Unit 1 Subdit II Ditres Narkoba Polda Lampung melakukan observasi dan surveillance untuk memastikan informasi yang diterima sebelum dilakukan penindakan," kata Dodi, Minggu (30/8/2026).


Berawal dari Informasi Masyarakat Tim yang dipimpin AKP Junaidi S.E., M.H., kemudian mendatangi rumah kontrakan tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.


Di lokasi, petugas mengamankan EP (33). Dari tangan Eka, polisi menemukan satu perangkat alat hisap sabu berikut tabung kaca pirek, satu timbangan digital warna hitam, dua plastik klip kecil berisi serbuk warna hijau, 27 butir inex warna abu-abu, serta satu telepon seluler Android.


Dari penindakan tersebut, penyidik kemudian melakukan pengembangan untuk mengetahui keterlibatan pihak lain.



"Setelah mengamankan tersangka pertama, petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan dua orang lainnya, yakni Andika Sandi dan Yuli Dwianjas Sari," ujar Dodi Sekitar pukul 12.20 WIB, AS (37) dan YD (29) diamankan.


Dari lokasi tersebut, petugas menemukan satu perangkat alat hisap sabu, satu bungkus serbuk warna biru, dua pil ekstasi warna biru, setengah pil ekstasi warna abu-abu, satu plastik klip kecil berisi sabu, satu perangkat alat pencetak pil ekstasi, serta tiga telepon seluler Android.


Alat Cetak Pil EkstasiDitemukan Pengembangan kembali dilakukan petugas hingga sekitar pukul 12.30 WIB. Polisi kemudian mengamankan HP (35) dan NS (21).


Di lokasi ketiga, petugas menemukan satu perangkat alat hisap sabu berikut tabung kaca pirek, satu bungkus serbuk warna biru, satu bungkus serbuk warna hijau, satu bungkus serbuk warna merah muda, satu bungkus serbuk warna abu-abu, dan dua bungkus serbuk warna cokelat.


Selain itu, polisi menyita tiga pil ekstasi warna kuning, dua plastik klip kecil berisi sabu, satu timbangan digital, satu perangkat alat pencetak pil ekstasi, dua telepon seluler Android, serta satu iPhone.


Dodi mengatakan, temuan alat pencetak pil ekstasi menjadi salah satu fokus penyidik untuk mengungkap dugaan aktivitas pembuatan narkotika secara rumahan tersebut.


"Temuan alat pencetak pil ekstasi dan berbagai serbuk di lokasi menjadi bagian yang masih kami dalami. Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap seluruh barang bukti untuk memastikan keterkaitannya dengan perkara ini," kata Dodi.


Kelima orang yang diamankan selanjutnya dibawa ke Ditres Narkoba Polda Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Penyidik juga masih mendalami peran masing-masing tersangka, asal-usul barang bukti, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.


*Polda Lampung Dalami Jaringan*


Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pengungkapan tersebut menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam membantu kepolisian mengungkap peredaran narkotika.


"Informasi masyarakat sangat membantu kepolisian dalam mengungkap penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Setiap informasi akan ditindaklanjuti dan dilakukan pendalaman oleh personel di lapangan," ujar Yuni.


Menurut Yuni, Polda Lampung akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain.



"Penanganan perkara ini tidak berhenti pada lima orang yang telah diamankan. Penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang berkaitan," katanya.


Yuni juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.


"Kami mengajak masyarakat bersama-sama memerangi narkotika. Apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan atau peredaran narkotika, segera informasikan kepada kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti," tegas Yuni.


Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka, pemeriksaan barang bukti, melengkapi administrasi penyidikan, serta mempersiapkan gelar perkara.


Polda Lampung memastikan pengembangan akan terus dilakukan untuk mengungkap secara utuh jaringan dan peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

Lampung Barat Sabet Juara Kabupaten Terkreatif Di Lampung Tapis Karnaval 2026

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- Kabupaten Lampung Barat kembali mengharumkan nama daerah. Dalam ajang Lampung Tapis Karnaval yang merupakan rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026, kontingen yang berasal dari Bumi Beguai Jejama dinobatkan sebagai Kabupaten Terkreatif Minggu, (30/08/2026). 


Karnaval digelar dengan rute start dari Bundaran Tugu Gajah dan finish di Lapangan Saburai, Bandar Lampung. Ajang ini diikuti oleh 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dengan menampilkan kekayaan budaya, busana adat, dan potensi wisata masing-masing daerah.


Kontingen Lampung Barat tampil dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DISPORAPAR) Bernaria didampingi Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekraf Imam Sumantri beserta puluhan seniman, dan pelajar.


Berna mengatakan, Lampung Barat mengusung tema Pesona Bumi Sekala Bekhak. Konsep ini menampilkan tiga unsur utama, mitologi, budaya khas Lampung Barat dan berbagai destinasi wisata yang ada Lampung Barat.



"Kami sangat bangga dan berterima kasih. Juara Terkreatif ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Tema Pesona Bumi Sekala Bekhak kami angkat untuk memperkenalkan bahwa Lampung Barat punya cerita, punya budaya, dan punya destinasi wisata yang luar biasa," ujar Bernaria.


Ia menambahkan, keikutsertaan ini juga menjadi strategi promosi pariwisata dan ekonomi kreatif. 


"Harapan kami, setelah tampil di Tapis Karnaval ini, wisatawan semakin penasaran dan datang langsung ke Lampung Barat," lanjutnya.


Sebagai kepala daerah, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus turut mengapresiasi prestasi tersebut. Ia menyebut penghargaan ini bukti bahwa kreativitas masyarakat Lampung Barat mampu bersaing di tingkat provinsi.


"Saya ucapkan selamat kepada seluruh kontingen. Ini kemenangan kita bersama. Jadikan Juara Terkreatif ini sebagai motivasi untuk terus berinovasi dan menggali potensi budaya yang kita miliki," kata Parosil.


Menurut Parosil, budaya adalah identitas dan juga penggerak ekonomi. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat akan terus mendukung kegiatan seni dan budaya agar bisa dikemas lebih menarik dan bernilai ekonomi.


Dengan raihan juara Kabupaten Terkreatif, Lampung Barat membuktikan bahwa mengangkat jati diri daerah dengan kemasan kreatif mampu menarik perhatian dan memenangkan hati masyarakat Lampung.


"Ke depan kita harus konsisten. Budaya kita jaga, pariwisata kita kembangkan, dan UMKM kita ikut naik kelas," Tutupnya.

Perkuat Sinergitas Penanganan Karhutla, Dandim 0422/LB Dampingi Tim Mabes TNI Audiensi Dengan Pemkab Lampung Barat

 


Lampung Barat,(gerakmedia) -- Komandan Kodim (Dandim) 0422/Lampung Barat Letkol Inf Rizky Kurniawan mendampingi Tim Karhutla Mabes TNI dalam melaksanakan audiensi bersama Wakil Bupati Lampung Barat beserta unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat, Jumat (28/8/2026).


Audiensi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergitas dan koordinasi antara TNI dengan Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Lampung Barat.


Dalam kesempatan tersebut, Tim Karhutla Mabes TNI melakukan koordinasi dengan Wakil Bupati Lampung Barat dan unsur terkait mengenai kondisi wilayah serta langkah yang perlu dilakukan dalam menghadapi potensi karhutla. Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan setiap unsur memiliki kesiapan dan dapat mengambil langkah secara cepat dan terpadu apabila terjadi karhutla.


Dandim 0422/LB Letkol Inf Rizky Kurniawan menyampaikan bahwa TNI, khususnya Kodim 0422/LB, siap mendukung pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Lampung Barat.



“Sinergitas dan koordinasi seluruh pihak sangat penting dalam menghadapi potensi karhutla. Kodim 0422/LB siap mendukung dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla,” ujar Letkol Inf Rizky Kurniawan.


Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Barat menyambut baik pelaksanaan audiensi tersebut. Pemerintah daerah mengapresiasi perhatian dan dukungan TNI dalam membantu meningkatkan kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.


Kegiatan audiensi juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, Polri, instansi terkait, serta masyarakat. 


Upaya pencegahan melalui pemantauan wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat, serta kesiapan personel dan sarana prasarana menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko karhutla.


Dengan adanya koordinasi dan sinergitas yang semakin kuat, diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kabupaten Lampung Barat dapat dilaksanakan secara cepat, terpadu, dan efektif demi menjaga kelestarian lingkungan serta keselamatan masyarakat.