Pemkab Pesisir Barat Diinstruksikan Men-Kp Untuk Mengusulkan Pembangunan Kampung Nelayan Dan Kampung Merah Putih

 


Pesisir Barat, (GM) -- Menteri Kelautan dan Perikanan (Men-KP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, menginstruksikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar) untuk segera mengusulkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan Kampung Budidaya Merah Putih.

Demikian instruksi tersebut disampaikan Men-KP, Sakti Wahyu Trenggono, kepada Bupati Pesibar, Dedi Irawan, dalam audiensi Pemkab Pesibar diruang kerja Men-KP, di Kantor Kemen-KP, di Jln. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).

Kepada Bupati, Dedi Irawan, Men-KP, Sakti Wakyu Trenggono mengatakan bahwa, salah satu program Presiden RI, Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang perikanan yaitu pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan Kampung Budidaya Merah Putih. "Dalam rangka mensukseskan program Presiden RI dan membantu Pemkab Pesibar dalam melakukan peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dibidang perikanan, serta dengan menyesuaikan letak strategis Pesibar yang memiliki potensi besar pada sektor perikanan, untuk itu agar Pemkab Pesibar bisa mengusulkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan Kampung Budidaya Merah Putih pada Tahun 2026 mendatang," kata Men-KP, Sakti Wakyu Trenggono.

Men-KP, Sakti Wakyu Trenggono memaparkan, dari pembangunan kedua item tersebut sangat diyakini mampu mendongkrak taraf kesejahteraan masyarakat. Bagaimana tidak, didalam Kampung Nelayan dan Kampung Budidaya dimaksud nantinya terdapat pelabuhan, pasar, dari pariwisata. "Dengan demikian perputaran ekonomi masyarakat akan terus berjalan, sehingga secara otomatis juga berimbas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkas Men-KP, Sakti Wakyu Trenggono.

Sebelumnya kepada Men-KP, Sakti Wahyu Trenggono, Bupati, Dedi Irawan mengatakan bahwa Pesibar merupakan sebuah daerah yang berada persis di pengujung Lampung dan berbatasan dengan Provinsi Bengkulu. "Dimana Pesibar sendiri memiliki wilayah perairan yang cukup luas, dan potensi perikanan yang juga cukup besar. Hanya saja potensi tersebut selama ini belum tereksplor dengan optimal. Padahal sektor perikanan juga bisa menjadi salah satu bidang yang bisa menjadi indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat," papar Bupati, Dedi Irawan.

Menanggapi instruksi yang disampaikan Men-KP, Bupati, Dedi Irawan meminta jajarannya agar menindaklanjuti dengan segera melakukan kajian-kajian teknis. Sehingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan Kampung Budidaya Merah Putih dapat benar-benar terealisasi di Pesibar.

Hasilnya, dari 10 titik yang diagendakan untuk menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan Kampung Budidaya Merah Putih, Pemkab Pesibar telah berhasil menyiapkan setidaknya dua titik untuk menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yaitu lahan seluas 2 Hektare pada area Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kuala Stabas Kecamatan Pesisir Tengah, dan lahan seluas 2 Hektare di Pelabuhan Perikanan Kota Jawa Kecamatan Bangkunat.

Sekadar diketahui, dalam audiensi tersebut Bupati, Dedi Irawan hadir langsung bersama dengan anggota Komisi IV DPR-RI, Riyono, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pesibar, Akhmad Subhan S, serta didampingi Sekda, Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), Dr. Drs. Gunawan, M.Si., dan Plt. Kepala Dinas Perikanan, Armen Qodar, S.P., M.M.

Bupati Pesisir Barat Dan Wakil Ikuti Rakor Percepatan Pelaksanaan KDKMP

 


Pesisir Barat, (GM) -- Bupati-Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan-Irawan Topani, S.H., M.Kn., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan tindaklanjuti Surat Asisten Teritorial Panglima TNI Nomor: B/003/XI/2025, melalui zoom meeting dari Ruang Batu Gukhi Lantai 1 Gedung Marga Sai Batin Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Selasa (25/11/2025).

Dalam kegiatan tersebut tampak ikut mendampingi perwakilan Kodim 0422/Lampung Barat (Lambar), Plt. Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan), Antoni Wijaya, S.IP., M.M., dan beberapa perwakilan OPD terkait.

Rapat tersebut dalam rangka membahas progres pembangunan KDKMP serta kendala yang dihadapi masing-masing daerah.

Rapat dihadiri langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto bersama Panglima TNI, Jenderal. Agus Subiyanto dan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan rencana besar pemerintah dalam menyelamatkan perekonomian bangsa.

"Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan upaya kita untuk menyelamatkan ekonomi bangsa Indonesia, supaya ekonomi menengah ke bawah itu kuat dan hidup," ujar Presiden Prabowo Subianto.

"Kita akan membangun kurang lebih 82.000 Koperasi Desa/Kelurahan, termasuk di dalamnya ada desa nelayan. Semua komunitas disubsidi oleh negara langsung, jangan ada perantara yang ingin mengambil keuntungan," sambung Presiden Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia yang dikuasai oleh penjajah dapat dipulihkan dengan adanya KDKMP.

"Tujuan negara kita adalah melindungi seluruh rakyat dari kemiskinan, kelaparan. Kita ingin rakyat kita merdeka dari kemiskinan dan kelaparan, merdeka dari keburuhan. Dengan Koperasi Merah Putih menjadi upaya kita untuk mengembalikan kekayaan kita yang telah direbut," ungkap Presiden Prabowo Subianto.

Diketahui bahwa progres KDKMP hingga hari ini sudah mencapai kurang lebih 27.000 titik. Sejalan dengan hal tersebut melalui rapat tersebut, Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, menyampaikan agar masing-masing Dandim terus berkoordinasi bersama Bupati, dalam hal penyiapan lahan pembangunan KDKMP. 

Bupati Dedi Irawan Resmi Buka Turnamen Perwosi Cup Tahun 2025

 


Pesisir Barat, (GM) -- Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan, resmi membuka open turnamen Persatuan Wanita Olah Raga Indonesia (Perwosi) Cup Tahun 2025 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional Tahun 2025, di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung Kecamatan Pesisir Tengah, Selasa (25/11/2025).

Tampak hadir juga dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati, Irawan Topani, S.H., M.Kn., Sekda, Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., Ketua Perwosi Pesibar, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Pesibar, dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Disela-sela pembukaan, Bupati, Dedi Irawan mengatakan bahwa, dalam momen peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional hari ini, mengingatkan semua elemen masyarakat pada jasa para pendidik yang tanpa lelah membentuk karakter, kedisiplinan, serta semangat juang generasi muda. Nilai-nilai tersebut selaras dengan dunia olahraga, dimana sportivitas, kerja sama, ketangguhan, dan rasa percaya diri menjadi fondasi utama bagi para atlet. "Maka tepat kiranya jika momentum HUT PGRI dan Hari Guru diperingati melalui kegiatan positif yang mendorong perkembangan bakat, prestasi, sekaligus membangun mental generasi masa depan," kata Bupati, Dedi Irawan.

Atas berlangsungnya kegiatan tersebut Bupati, Dedi Irawan mengapresiasi seluruh jajaran Perwosi dan Askab PSSI Pesibar atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen dalam mengembangkan sepak bola putri. Kegiatan tersebut bukan hanya arena kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi, memperkuat pembinaan olahraga, serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola.

"Pesan terhadap seluruh peserta turnamen, bertandinglah dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan tetap menghormati lawan maupun keputusan wasit. Jadikan turnamen ini sebagai pengalaman yang berharga untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, dan menumbuhkan rasa percaya diri," pungkas Bupati, Dedi Irawan.

"Terima kasih kepada panitia, official, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan kegiatan ini. Selain semoga berjalan dengan lancar, dan sukses, juga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan olahraga di Pesibar," tukas Bupati, Dedi Irawan.

Sekadar diketahui turnamen tersebut diikuti oleh 28 tim dengan rincian 10 tim tingkat pelajar dan 18 tim tingkat umum. Pertandingan diawali dengan laga antara tim SMP IT Al-Mahduri Krui melawan SMPN 2 Krui dan Singah FC melawan Pemkab Pesibar A. 

Sekda Tedi Zatmiko Pimpin Rakor Pembahasan UHC Priorintas Dan Rencana Kerja PBPU Dan BP Pemkab Pesisir Barat

 


Pesisir Barat, (GM) -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas dan Rencana Kerja Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Penerima (BP) Pemkab Pesibar, di ruang kerja Sekda Lantai 3 Gedung Marga Sai Batin Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Selasa (25/11/2025).

Rakor tersebut dihadiri langsung Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Bumi, Wahyu Santoso, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Septono, S.K.M., M.M., dan perwakilan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Dalam kesempatan tersebut, Sekda, Tedi Zadmiko menegaskan bahwa Pemkab Pesibar berkomitmen untuk mendukung penuh terkait dengan UHC Prioritas dan rencana kerja PBPU dan BP Pemkab Pesibar. "Terlebih Pesibar merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Lampung dalam pelaksanaan UHC Prioritas," kata Sekda, Tedi Zadmiko kepada Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Bumi.

Sebab itu, Sekda, Tedi Zadmiko meminta jajarannya, utamanya Dinkes dan BPKAD serius dalam upaya mendukung UHC Prioritas. "Sehingga kedepan masyarakat kita bisa menerima pelayanan kesehatan dengan optimal," pungkas Sekda, Tedi Zadmiko. 

Dian Hardiyanti Dedi Resmi Dikukuhkan Sebagai Bunda Guru Pesisir Barat

 


Pesisir Barat, (GM) -- Dian Hardiyanti Dedi, S.ST., M.M., resmi dikukuhkan sebagai Bunda Guru Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) oleh Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pesibar, Sofyan, S.Pd., di Aula SMPN 1 Krui, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan dihadiri juga Kabid. Dikdas Disdikbud, Hadiancha, S.E., Perwakilan Darma Wanita Persatuan (DWP) Pesibar, dan pengurus PGRI Pesibar.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Guru Pesibar, Dian Hardiyanti Dedi menyadari bahwa peran yang diamanahkan tersebut bukan hanya gelar, melainkan sebuah ikatan batin dan komitmen untuk membersamai, mengayomi, dan memperjuangkan martabat guru di Bumi Para Sai Batin dan Ulama itu.

"Energi para guru, dedikasi, dan cinta kepada pendidikan adalah alasan mengapa kita bisa berdiri di sini hari ini dengan penuh harapan," tutur Bunda Guru, Dian Hardiyanti Dedi.

Menurut Bunda Guru, Dian Hardiyanti Dedi, tema Hari Guru Nasional tahun ini adalah Guru Bermutu, Indonesia Maju, Guru Hebat, Indonesia Kuat Bersama PGRI, wujudkan Indonesia Emas bukan sekadar rangkaian kata, namun cerminan hakikat perjuangan. "Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang menanamkan benih karakter, ilmu pengetahuan, dan budi pekerti pada generasi penerus bangsa. Guru hebat tidak hanya hadir di kelas, mereka hadir di hati setiap anak didik. Mereka adalah suluh yang menerangi kegelapan, pembimbing yang sabar mengukir masa depan. Lendidikan yang kuat, hanya bisa terwujud di tangan guru hebat. Dan hanya melalui pendidikan yang kuat, kita akan mencapai indonesia yang kuat; indonesia yang memiliki sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia," ucap Bunda Guru, Dian Hardiyanti Dedi.

Bunda Guru, Dian Hardiyanti Dedi meyakini ditengah berbagai tantangan yang ada, semangat pengabdian bapak dan ibu tidak pernah padam. Sebagai Bunda Guru, pihaknya berkomitmen untuk menjadi jembatan penghubung aspirasi kepada pemerintah daerah. "Mari kita bekerja sama, berkolaborasi, dan berinovasi demi memastikan setiap anak di Pesibar mendapatkan hak terbaik atas pendidikan," tandas Bunda Guru, Dian Hardiyanti Dedi.

"Jadilah guru yang adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap teguh pada nilai-nilai luhur kearifan lokal. Jadilah guru hebat yang menjadi teladan, yang kehadirannya senantiasa dinantikan, dan nasihatnya selalu dijadikan pegangan," tukas Bunda Guru, Dian Hardiyanti Dedi. 

Bupati Dedi Irawan Lantik Tujuh Pejabat Tinggi Pratama

 


Pesisir Barat, (GM) -- Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan, resmi melantik tujuh jabatan pimpinan tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Pesibar, di Selasar Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Selasa (24/11/2025).

Pelantikan tersebut disaksikan juga para Asisten, Staf Ahli Bupari, dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati, Dedi Irawan mengawali sambutannya dengan ucapan selamat terhadap seluruh pejabat tinggi Pratama terlantik. Momentum kali ini tentu menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri, yang akan berpengaruh langsung pada peningkatan jenjang karir.

"Namun demikian para pejabat terlantik dituntut untuk mampu melaksanakan amanah sebagai ASN, aparatur pemerintahan, sekaligus abdi masyarakat. Kondisi ini memberikan konsekuensi logis bagi setiap ASN untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan budaya kerja sebagai bagian dari kewajiban profesional," tegas Bupati, Dedi Irawan.

Bupati, Dedi Irawan berharap seluruh ASN mampu menerjemahkan dan melaksanakan aksi nyata Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, yang mengubah paradigma reformasi birokrasi menjadi berorientasi pada kinerja profesional, komitmen terhadap kepentingan rakyat, serta akuntabilitas sesuai tuntutan zaman.

Sejalan dengan itu, Bupati, Dedi Irawan berharap agar ASN di lingkungan Pemkab Pesibar, khususnya yang baru dilantik, dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi secara profesional, bertanggung jawab, serta terus meningkatkan kapasitas dan kualitas kerja. "Hal ini akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, baik dari sisi sikap, administrasi yang rapi, cepat dan tepat, maupun mekanisme komunikasi yang jelas dan mudah dipahami, sebagai kebutuhan di tengah dinamika masyarakat saat ini," lanjut Bupati, Dedi Irawan. "Saya minta untuk terus meningkatkan kualitas diri, etos kerja produktif, keterampilan, kreativitas, dan menjaga citra positif ASN. Jangan melakukan hal-hal yang menyimpang dari peraturan dan selalu berpegang pada nilai-nilai integritas," tandas Bupati, Dedi Irawan.

"Perlu dipahami bahwa Tahun 2026 kita akan menghadapi efisiensi anggaran yang menuntut kita lebih kreatif dan inovatif dalam bekerja. Lakukanlah inovasi-inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat. Jadilah pelayan masyarakat yang sejati, karena kita digaji oleh uang rakyat dan setiap langkah kerja kita harus kembali kepada kepentingan rakyat. Oleh karenanya, saya mengimbau seluruh ASN untuk selalu belajar, siap berbenah, serta terus mengasah kemampuan diri agar dapat melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan sebagaimana mestinya, sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan tetap memegang prinsip tepat waktu, tepat administrasi, dan tepat mutu," pungkas Bupati, Dedi Irawan.

Berikut daftar tujuh pejabat tinggi Pratama terlantik
1. Dr. Drs. Gunawan, M.Si., dilantik sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah
2. Unzir, S.P., dilantik sebagai Inspektur
3. Sri Agustini, S.K.M., M.Kes., dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan
4. Eksir Abadi, S.H., M.M., dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik
5. Amrul Haq, S.E., M.Si., dilantik sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
6. Ir. Armand Achyuni, dilantik sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
7. Armen Qodar, S.P., M.M., dilantik sebagai Asisten III Bidang Administrasi Umum

Bupati Pesisir Barat Pimpin Upacara Peringatan HUT PGRI Dan Hari Guru Nasional 2025

 


Pesisir Barat, (GM) -- Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan, menghadiri sekaligus memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 yang dilangsungkan di SMPN 1 Krui, Selasa (25/11/2025).

Tampak hadir langsung juga Wakil Bupati, Irawan Topani, S.H., M.Kn., anggota DPRD, Ali Yudiem, S.H., Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Marnentinus, S.IP., M.M., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Syahrial Abadi, S.Pd., M.M., forkopimda, dan jajaran pengurus PGRI Pesibar.

Bupati, Dedi Irawan mengatakan bahwa, momen peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini menjadi sebuah penegasan kembali atas tugas mulia yang diemban oleh guru yaitu tugas mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan Indonesia. "Guru hebat, Indonesia kuat, fondasi filosofi tema peringatan Hari Guru Nasional tahun ini yang berarti sebuah pernyataan kausalitas yang tegas. Kami percaya bahwa tidak ada Indonesia Kuat tanpa Guru Hebat," kata Bupati, Dedi Irawan.

Bupati, Dedi Irawan melanjutkan guru hebat adalah guru yang mengajar dengan hati, tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur pancasila. Guru yang adaptif, mampu merangkul teknologi, namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal. Guru yang tergerak, terus berinovasi dan menjadikan kelas sebagai ruang yang penuh inspirasi dan minim diskriminasi. Kebijakan transformasi guru yaitu sentralisasi tata kelola.

"Telah lama kita mendengar keluhan mengenai rumitnya tata kelola guru. Ketimpangan distribusi, ketidakjelasan status, hingga isu keterlambatan tunjangan profesi, seringkali menjadi beban yang mengganggu fokus utama yaitu mengajar. Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan Guru Hebat secara merata di seluruh Indonesia, pemerintah pusat, melalui Kemendikdasmen, bersama dengan DPR dan kementerian/lembaga terkait, sedang memfinalisasi langkah strategis dan monumental, sentralisasi tata kelola guru dan tenaga kependidikan," papar Bupati, Dedi Irawan.

Dijelaskan Bupati, Dedi Irawan, sentralisasi yang dimaksud yaitu kesejahteraan merata dengan pengelolaan ASN guru yang ditarik ke pusat, diharapkan tidak ada lagi disparitas atau keterlambatan dalam pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tambahan Penghasilan (Tamsil), sehingga kesejahteraan menjadi lebih terjamin, seragam, dan tepat waktu.

"redistribusi yang adil yaitu sentralisasi memungkinkan Kemendikdasmen melakukan pemetaan kebutuhan dan penempatan guru secara lebih optimal, memastikan setiap sekolah, termasuk yang berada di daerah 3T, mendapatkan guru yang kompeten sesuai standar nasional. Terkait status guru honorer, kebijakan ini juga menjadi solusi struktural jangka panjang untuk menyelesaikan masalah status dan formasi guru honorer yang selama ini tergantung pada anggaran dan kebijakan pemerintah daerah. Kita ingin seluruh guru memiliki kepastian dan masa depan yang lebih jelas," imbuh Bupati, Dedi Irawan.

"Kebijakan ini adalah bentuk komitmen nyata pemerintah untuk melindungi dan memuliakan profesi guru. Kami ingin guru fokus pada tugas mendidik, tanpa perlu khawatir akan urusan administrasi yang berlarut-larut," terus Bupati, Dedi Irawan.

Tentang program prioritas Kemendikdasmen 2025, sentralisasi tata kelola guru ini beriringan dengan program-program prioritas kemendikdasmen di Tahun 2025 yang harus didukung bersama. Pertama, wajib belajar 13 tahun, upaya perluasan akses pendidikan hingga jenjang menengah (SMA/SMK) untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang terputus dari pendidikan. Kedua, peningkatan mutu vokasi (SMK), melalui penguatan program pusat keunggulan, link and match dengan industri 4.0, dan penyediaan sertifikasi kompetensi global bagi siswa dan guru SMK.

"Ketiga, penguatan literasi dan karakter, distribusi 1,5 juta buku bacaan bermutu ke sekolah-sekolah berliterasi rendah, penguatan pendidikan karakter, dan revitalisasi bahasa daerah sebagai bagian dari pelestarian budaya. Keempat, inovasi pembelajaran digital, pemanfaatan teknologi terkini, seperti smartboard dan platform digital, sebagai alat bantu untuk menjadikan pembelajaran lebih interaktif, relevan, dan efisien. teknologi harus menjadi asisten terbaik bagi guru hebat," jelas Bupati, Dedi Irawan.

Ditandaskan Bupati, Dedi Irawan, perubahan adalah keniscayaan. pendidikan tidak boleh stagnan. Melalui kolaborasi antara kebijakan transformatif, program prioritas yang terarah, dan semangat pengabdian, pemerintah sedang membangun Indonesia kuat yang sesungguhnya.

"Kami tidak meminta Guru bekerja lebih keras, kami meminta bekerja lebih cerdas, fokus, dan bermakna. Kami akan terus berupaya menghilangkan segala kendala struktural yang membelenggu potensi anda. Mari, jadikan Hari Guru Nasional 2025 sebagai momentum untuk memperbaharui janji kepada bangsa yaitu mendidik dengan hati, mengabdi tanpa henti," pungkas Bupati, Dedi Irawan.